Garis besar topik

    • Storytelling untuk Marketing, Kenali Pengertian dan Prosesnya di Sini

      Diperbarui 05 Jun 2021 - Dibaca 6 mnt

      Saat ini, storytelling sudah menjadi sebuah komponen yang penting dalam melakukan marketingStorytelling sendiri adalah kemampuan seseorang dalam membawakan cerita kepada pendengarnya.

      Komponen ini tidak hanya bekerja saat kamu sedang membawakan cerita kepada orang-orang.

      Lebih dari itu, storytelling dapat digunakan untuk memikat customer atau pengguna agar tertarik dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan.

      Tak heran, teknik ini sering digunakan oleh content writer, copywriter, bahkan product manager sekalipun.

      Lalu, apa itu storytelling? Apa manfaatnya untuk kegiatan marketing di zaman sekarang? Jangan khawatir, Glints akan menjelaskannya kepadamu.

      Apa Itu Storytelling?

      storytelling adalah

      © Freepik.com

      Storytelling atau bercerita bukan hanya sekadar mendongeng atau menceritakan kisah. Lebih dari itu, storytelling menjadi sebuah alat yang penting bagi marketer untuk menarik customer atau pengguna.

      Dilansir dari Hubspotstorytelling adalah proses menggabungkan fakta dan cerita untuk disampaikan kepada pengguna supaya mereka semakin tertarik dengan apa yang kita tawarkan.

      Teknik atau kemampuan ini dapat kamu gunakan ketika sedang mempromosikan produk atau layanan lewat kata-kata ataupun cerita.

      Sebagai contoh, kamu adalah seorang copywriter di salah satu perusahaan, kemudian hendak menjelaskan produk yang akan kamu tawarkan.

      Storytelling hadir untuk memberikan bumbu yang lezat dari penjelasanmu supaya menciptakan hubungan antara pendongeng (copywriter) denggan pengguna atau customer.

      Tidak hanya kata-kata, kamu juga bisa menggunakan teknik ini ketika sedang bercerita kepada klien terkait produk atau layananmu.

      Klien tersebut pasti akan antusias mendengarkan penjelasanmu yang menggunakan teknik storytelling. Sebab, bercerita merupakan bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua orang.

      Lebih luas lagi, storytelling juga bisa digunakan oleh designer dalam membuat design, dan sebagainya.

      Mengapa Storytelling Sangat Penting?

      storytelling adalah

      © Freepik.com

      Ada beberapa alasan kenapa storytelling sangat penting dan bahkan harus diproritaskan dalam melakukan marketing.

      1. Membangun koneksi dengan audiens

      Menurut Forbes, storytelling adalah kemampuan dasar manusia yang dapat menyatukan dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan orang lain.

      Setiap cerita yang digunakan dalam marketing secara tidak langsung akan membangun koneksi dengan audiens lebih dalam.

      Sebagai contoh, kamu ingin mempromosikan produk pakaian. Kamu bisa membuat serangkaian cerita mengenai seorang ayah yang rela menabung demi membelikan pakaian kepada anaknya, dan sebagainya.

      Dengan begitu, ada rasa cinta dan kasih sayang yang tertanam di dalam strategi marketing-mu sehingga melekat dengan pengguna.

      2. Metode yang kuat untuk belajar

      Selain membangun koneksi dengan audiens, storytelling juga bisa menjadi metode yang kuat untuk belajar bagi marketer.

      Untuk membuat storytelling yang menarik, kamu harus mencari tahu mengenai kehidupan konsumenmu, brand yang kamu tawarkan, serta tren yang sedang terjadi.

      Secara tidak langsung, kamu akan terus belajar dari waktu ke waktu untuk menghasilkan storytelling yang bagus. Nantinya, kamu akan memahami apa yang diinginkan oleh pasar dan konsumen.

      Proses Storytelling

      apa itu storytelling

      © Freepik.com

      1. Kenali audiens

      Untuk membuat storytelling yang bagus, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenali audiens.

      Dilansir dari Hubspot, untuk mengetahui audiens kamu dapat melakukan riset target pasar dan menentukan buyer persona-nya.

      Dengan begitu, kamu akan mengetahui siapa yang akan mendengarkan ceritamu sehingga dapat menentukan bahasa yang tepat.

      2. Tentukan pesan inti

      Penting untuk menentukan pesan inti dalam cerita yang akan kamu sampaikan. Pasalnya, apabila terlalu panjang audiens juga akan merasa bosan.

      Sebaiknya, ringkas waktu dan kata-kata serta tentukan pesan inti yang ingin disampaikan.

      3. Tentukan call to action (CTA)

      Setelah menentukan pesan inti, proses berikutnya dalam storytelling adalah menentukan call to action (CTA) yang akan digunakan.

      Apa yang kamu inginkan dari pembaca? Apakah mereka harus berlangganan newsletter lewat email atau sebagainya?

      Usahakan untuk menggunakan kalimat CTA yang halus dan persuasif agar pembaca tertarik untuk melakukannya.

      4. Tulis dan bagikan

      Setelah semuanya dirancang dengan baik, maka langsung tulis cerita apa yang ingin kamu sampaikan. Jangan lupa untuk membagikannya ke media sosial yang ada.

      Itu dia penjelasan singkat mengenai storytelling. Tidak bisa dipungkiri, komponen yang satu ini harus diterapkan dengan baik oleh para marketer supaya dapat mengembangkan bisnis dalam jangka waktu yang panjang.

      Kamu ingin mendapatkan informasi lainnya seputar marketing atau dunia kerja lainnya? Caranya gampang, lho! Cukup daftarkan dirimu secara gratis ke newsletter blog sekarang juga.

      Jangan lupa untuk daftar, ya!

      Sumber


    • https://glints.com/id/lowongan/storytelling-adalah/#.YMbHJqgzbIU

    • Silahkan kalian jelaskan dan buat diskusi perkelompok bagaimana membuat storytelling yang baik untuk bisnis Anda?