Garis besar topik
-
Assalamualaikum dan Selamat Pagi, Sebelum memulai pembelajaran silahkan isi presensi terlbih dahulu
-
-
Perusahaan Multinasional Atau Global
Perusahaan multinasional atau global (multinational/global corporation) digunakan untuk menggambarkan suatu perusahaan yang beroperasi secara terintegrasi di beberapa negara. Selama 20 tahun terakhir ini, suatu aktivitas komersial internasional dalam bentuk yang baru dan berbeda secara fundamental telah berkembang, dan hal ini telah meningkatkan saling ketergantungan secara ekonomi dan politik di tingkat dunia. Tidak hanya sekadar membeli sumber daya dari dan menjual barang ke negara asing, perusahaan-perusahaan multinasional sekarang melakukan investasi langsung dalam operasi yang terintegrasi secara penuh, mulai dari ekstraksi bahan baku, melalui proses manufaktur, sampai distribusi ke pelanggan di seluruh dunia. Saat ini, jaringan perusahaan multinasional mengendalikan bagian yang semakin besar dan bertumbuh dari sumber daya teknologi, pemasaran, dan produktif.
Perusahaan-perusahaan, baik AS maupun asing, menjadi perusahaan "global" karena enam alasan utama:
- Untuk
memperluas pasarnya. Setelah suatu perusahaan membuat jenuh pasar domestiknya,
kesempatan untuk bertumbuh sering kali adalah lebih baik di pasar luar negeri.
Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar di AS seperti
Coca-Cola dan McDonald's melakukan ekspansi secara agresif ke pasar luar
negeri, sementara perusahaan-perusahaan asing seperti Sony dan Toshiba sekarang
mendominasi pasar elektronik konsumen AS. Demikian pula, ketika produk mejadi
lebih kompleks, dan proses pengembangan menjadi lebih mahal, menjual lebih
banyak unit guna menutup biaya overhead perlu dilakukan, sehingga pasar yang
lebih besar menjadi sangat penting. Dengan demikian, perusahaanperusahaan film
telah menjadi "perusahaan global" guna memperoleh volume yang
dibutuhkan guna mendukung pembuatan film seperti Titanic.
- Untuk
mencari bahan baku. Banyak perusahaan minyak AS, seperti Exxon Mobil, memiliki
anak-anak perusahaan di seluruh dunia guna memastikan akses ke sumber daya
dasar yang dibutuhkan untuk mempertahankan lini bisnis utama perusahaan.
- Untuk
mencari teknologi baru. Tidak ada satu negara pun yang memiliki keunggulan
penuh di semua teknologi, oleh karena itu, perusahaan-perusahaan menjelajah ke
seluruh dunia untuk mendapatkan ide-ide ilmiah dan desain terkemuka. Misalnya,
Xerox telah memperkenalkan lebih dari 80 mesin fotokopi kantor di AS yang
diciptakan dan dibuat oleh usaha patungannya di Jepang, Fuji Xerox. Demikian
pula, versi dari deterjen superkonsentrat yang pertama kali diformulasikan oleh
Procter&Gamble di Jepang sebagai respons atas produk saingan sekarang
dipasarkan di Eropa dan Amerika Serikat.
- Untuk
mencari efisiensi produksi. Perusahaan-perusahaan di negara berbiaya tinggi
memindahkan produksinya ke wilayah-wilayah berbiaya rendah. Misalnya, GE
memiliki pabrik produksi dan perakitan di Meksiko, Korea Selatan, serta
Singapura, dan bahkan para produsen Jepang memindahkan sebagian produksinya ke
negara-negara Pasifik yang berbiaya lebih rendah. BMW, sebagai respons terhadap
biaya produksi yang tinggi di Jerman, telah membangun pabrik perakitan di Amerika
Serikat. Kemampuan untuk memindahkan produksi dari satu negara ke negara lain
memiliki implikasi penting bagi biaya tenaga kerja di seluruh negara. Misalnya,
ketika Xerox mengancam akan memindahkan pekerjaan pembuatan mesin fotokopi ke Meksiko,
serikat pekerjanya di Rochester setuju untuk melakukan perubahan aturan dan
meningkatkan produktivitas guna mempertahankan operasi di Amerika Serikat.
Beberapa perusahaan multinasional membuat keputusan mengenai ke mana produksi
akan dipindahkan hampir setiap hari. Ketika Dow Chemical melihat bahwa
permintaan Eropa akan cairan tertentu menurun, perusahaan menurunkan produksi
cairan tersebut di pabriknya di Jerman dan memindahkan kapasitas produksinya ke
bahan kimia lain yang tadinya diimpor dari Amerika Serikat. Dengan mengandalkan
model komputer yang rumit guna membuat keputusan semacam ini, Dow menjalankan pada tingkat kapasitas penuh sehingga menjaga agar biaya modal tetap
rendah.
- Untuk
menghindari halangan politik atau peraturan. Alasan utama mengapa perusahaan-perusahaan
otomotif Jepang memindahkan produksinya ke Amerika Serikat adalah guna
menghindari kuota impor AS. Sekarang Honda, Nissan, Toyota, Mazda, dan
Mitsubishi semuanya merakit kendaraan di Amerika Serikat. Salah satu faktor
yang mendorong produsen farmasi As, SmithKline dan produsen farmasi Inggris,
Beecham untuk melakukan merger adalah bahwa keduanya ingin menghindari
penundaan akibat pengurusan lisensi dan peraturan di pasar terbesarnya, yaitu
Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sekarang SmithKline Beecham dapat mengidentifikasi
dirinya sebagai pemain dalam baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Demikian
pula, ketika BASF Jerman meluncurkan penelitian bioteknologi di negaranya,
perusahaantersebut berhadapan dengan tantangan hukum dan politik dari gerakan
Hijau (Green movement) yang sangat sadar lingkungan. Sebagai respons, BASF memindahkan
penelitian kanker dan sistem imunitasnya ke dua laboratorium di pedesaan
Boston. Lokasi ini menarik bukan hanya karena memiliki sejumlah besar insinyur
dan ilmuwan melainkan juga karena wilayah Boston telah menyelesaikan
kontroversi yang melibatkan keselamatan, hak-hak binatang. dan lingkungan.
"Kami memutuskan bahwa adalah lebih baik jika kami memiliki laboratorium
yang berlokasi di tempat di mana kami merasa lebih aman mengenai apa yang akan
terjadi di masa depan," kata Rolf-Dieter Acker. direktur penelitian
bioteknologi BASF.
- Untuk
melakukan diversifikasi. Dengan mendirikan fasilitas produksi dan pasar di
tingkat dunia, perusahaan dapat mempersiapkan diri menghadapi dampak dari tren
ekonomi yang tidak menguntungkan di suatu negara. Misalnya, General Motors
dapat memperkecil pukulan akibat penjualan yang rendah di Amerika Serikat
selama resesi tahun 1990-1991 dengan penjualan yang kuat di anak-anak
perusahaannya di Eropa. Secara umum, diversifikasi geografis berhasil karena
naik turunnya perekonomian dari negara yang berbeda tidak berkorelasi secara
sempurna. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang melaukan investasi di
luar negeri memperoleh manfaat dari diversifikasi dengan cara yang sama seperti
individu memperoleh manfaat dari melakukan investasi dengan portofolio saham
yang luas.
Selama 10 sampai 15 tahun terakhir, terdapat jumlah investasi yang semakin meningkat di Amerika Serikat oleh perusahaan-perusahaan asing, dan terdapat jumlah investasi yang semakin meningkat di negara-negara asing oleh perusahaanperusahaan AS. Tren ini disajikan di Tampilan 19-1, dan merupakan hal yang penting karena mengimplikasikan bahwa doktrin tradisional mengenai independensi dan kemandirian yang merupakan ciri dari kebijakan AS semakin terkikis. Sama seperti perusahaan-perusahaan AS dengan operasi luar negeri yang ekstensif dikatakan menggunakan kekuasaan ekonominya guna memengaruhi pemerintah tuan rumah di banyak negara di dunia baik secara ekonomi maupun politik, ditakutkan bahwa perusahaan-perusahaan asing memiliki pengaruh yang sama terhadap kebijakan AS. Perkembangan ini menunjukkan pengaruh saling menguntungkan dan saling ketergantungan yang semakin meningkat antara perusahaan bisnis dengan negara, terhadap mana Amerika Serikat tidak kebal.

Manajemen Keuangan Multinasional Versus Domestik
Secara teori, konsep dan prosedur berlaku baik untuk operasi domestik maupun multinasional. Tetapi, ada enam faktor utama yang membedakan manajemen keuangan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi penuh di satu negara dibandingkan dengan perusahaan yang beroperasi secara global:
- Denominasi
mata uang yang berbeda. Arus kas di berbagai bagian dari sistem perusahaan
multinasional akan didenominasi dalam mata uang yang berbeda. Dengan demikian,
analisis atas nilai tukar harus dimasukkan dalam seluruh analisis keuangan.
- Implikasi
ekonomi dan hukum. Setiap negara memiliki sistem ekonomi dan hukum yang unik,
dan perbedaan-perbedaan ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan ketika
perusahaan mencoba untuk mengoordinasikan dan mengendalikan operasinya di seluruh
dunia. Misalnya, perbedaan dalam hukum pajak antar negara dapat menyebabkan
suatu transaksi ekonomi memiliki konsekuensi setelah pajak yang sangat berbeda,
bergantung pada lokasi di mana transaksi terjadi. Demikian pula, perbedaan
dalam sistem hukum negara tuan rumah, seperti Hukum Sipil Inggris versus Hukum
Sipil Prancis, memperumit masalah mulai dari pencatatan transaksi bisnis yang
sederhana sampai peranan yang dimainkan oleh sistem pengadilan dalam
menyelesaikan konflik. Perbedaan-perbedaan semacam itu dapat membatasi
fleksibilitas perusahaan multinasional dalam mengatur penggunaan sumber daya,
dan bahkan dapat membuat prosedur yang diharuskan di satu bagian perusahaan menjadi
ilegal di bagian perusahaan yang lain. Perbedaan-perbedaan ini juga menyulitkan
eksekutif yang dilatih di suatu negara untuk berpindah dengan mudah ke negara
lain.
- Perbedaan
bahasa. Kemampuan untuk berkomunikasi penting di semua transaksi bisnis, dan di
sini warga negara AS sering kali dirugikan karena mereka pada umumnya hanya bisa
berbahasa Inggris, sementara para pebisnis Eropa dan Jepang sering kali
menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris. Dengan demikian, mereka
dapat menginvasi pasar AS dengan lebih mudah dibandingkan dengan orang AS
melakukan penetrasi ke pasar mereka.
- Perbedaan
budaya. Bahka dalam wilayah-wilayah geografi yang dipandang relatif homogen,
negara yang berbeda memiliki warisan budaya yang unik, yang membentuk nilai dan
memengaruhi perilaku bisnis. Perusahaan multinasional menemukan bahwa
masalah-masalah seperti pendefinisian maksud yang sesuai bagi perusahaan, sikap
terhadap risiko, urusan dengan karyawan, dan kemampuan untuk memangkas operasi yang
tidak menguntungkan sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.
- Peran
pemerintah. Kebanyakan model keuangan mengasumsikan adanya pasar yang
kompetitif di mana persyaratan perdagangan ditentukan oleh pihak-pihak yang
terlibat. Pemerintah, melalui wewenangnya untuk menetapkan aturan-aturan dasar,
terlibat dalam proses tersebut, tetapi perannya minimal. Dengan demikian, pasar
menyediakan barometer utama keberhasilan, dan memberikan petunjuk terbaik
mengenai apa yang harus dilakukan untuk tetap kompetitif. Pandangan mengenai
proses ini cukup tepat bagi Amerika Serikat dan Eropa Barat, tetapi pandangan
tersebut tidak menggambarkan secara akurat situasi dari kebanyakan bagian dunia
lainnya. Sering kali, persyaratan dengan mana perusahaan berkompetisi, tindakan
yang harus diambil atau dihindari, dan persyaratan perdagangan untuk berbagai
transaksi ditentukan bukan di pasar tetapi melalui negosiasi langsung antara
pemerintah negara tuan rumah dengan perusahaan multinasional. Hal ini pada dasarnya
adalah proses politik, dan harus diperlakukan sebagaimana adanya. Dengan
demikian, model keuangantradisional harus disusun kembali untuk memasukkan
aspek politik dan nonekonomi lainnya dari keputusan tersebut.
- Risiko
politik. Suatu negara bebas untuk membatasi transfer atas sumber daya perusahaan
dan bahkan untuk mengambil alih perusahaan tersebut tanpa kompensasi apa pun
dalam wilayah kekuasaannya. Ini merupakan risiko politik, dan hal tersebut
cenderung sudah tetap dan bukannya merupakan variabel yang dapat diubah melalui
negosiasi. Risiko politik bervariasi dari satu negara ke negara lain, dan hal
ini harus dibahas secara eksplisit dalam analisis keuangan mana pun. Aspek lain
dari risiko politik adalah terorisme terhadap perusahaan atau eksekutif AS.
Misalnya, eksekutif AS dan Jepang telah diculik dan ditahan untuk mendapatkan
tebusan di beberapa negara Amerika Selatan.
Enam faktor ini memperumit manajemen keuangan dan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh perusahaan multinasional. Tetapi, prospek akan tingkat pengembalian yang tinggi, manfaat diversifikasi, dan faktor-faktor lain membuatnya layak bagi perusahaan untuk menerima risiko-risiko ini dan belajar untuk mengelolanya.
- Untuk
memperluas pasarnya. Setelah suatu perusahaan membuat jenuh pasar domestiknya,
kesempatan untuk bertumbuh sering kali adalah lebih baik di pasar luar negeri.
Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar di AS seperti
Coca-Cola dan McDonald's melakukan ekspansi secara agresif ke pasar luar
negeri, sementara perusahaan-perusahaan asing seperti Sony dan Toshiba sekarang
mendominasi pasar elektronik konsumen AS. Demikian pula, ketika produk mejadi
lebih kompleks, dan proses pengembangan menjadi lebih mahal, menjual lebih
banyak unit guna menutup biaya overhead perlu dilakukan, sehingga pasar yang
lebih besar menjadi sangat penting. Dengan demikian, perusahaanperusahaan film
telah menjadi "perusahaan global" guna memperoleh volume yang
dibutuhkan guna mendukung pembuatan film seperti Titanic.
-
- Apakah yang dimaksud Perusahaan Multinasional ?
- Jelaskan mengapa faktor perbedaan budaya menjadi salah satu faktor yang memperumit dalam Manajemen Keuangan di perusahaan multinasional !
-