Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. MM_Financial Management
  3. Pertemuan 10 ( Sabtu, 3 Juli 2021 Pukul 08.00-10.15)
  4. Manajemen Keuangan Multinasional
  5. Manajemen Keuangan Multinasional

Manajemen Keuangan Multinasional

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Perusahaan Multinasional Atau Global

Perusahaan multinasional atau global (multinational/global corporation) digunakan untuk menggambarkan suatu perusahaan yang beroperasi secara terintegrasi di beberapa negara. Selama 20 tahun terakhir ini, suatu aktivitas komersial internasional dalam bentuk yang baru dan berbeda secara fundamental telah berkembang, dan hal ini telah meningkatkan saling ketergantungan secara ekonomi dan politik di tingkat dunia. Tidak hanya sekadar membeli sumber daya dari dan menjual barang ke negara asing, perusahaan-perusahaan multinasional sekarang melakukan investasi langsung dalam operasi yang terintegrasi secara penuh, mulai dari ekstraksi bahan baku, melalui proses manufaktur, sampai distribusi ke pelanggan di seluruh dunia. Saat ini, jaringan perusahaan multinasional mengendalikan bagian yang semakin besar dan bertumbuh dari sumber daya teknologi, pemasaran, dan produktif.

Perusahaan-perusahaan, baik AS maupun asing, menjadi perusahaan "global" karena enam alasan utama:

  1. Untuk memperluas pasarnya. Setelah suatu perusahaan membuat jenuh pasar domestiknya, kesempatan untuk bertumbuh sering kali adalah lebih baik di pasar luar negeri. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar di AS seperti Coca-Cola dan McDonald's melakukan ekspansi secara agresif ke pasar luar negeri, sementara perusahaan-perusahaan asing seperti Sony dan Toshiba sekarang mendominasi pasar elektronik konsumen AS. Demikian pula, ketika produk mejadi lebih kompleks, dan proses pengembangan menjadi lebih mahal, menjual lebih banyak unit guna menutup biaya overhead perlu dilakukan, sehingga pasar yang lebih besar menjadi sangat penting. Dengan demikian, perusahaanperusahaan film telah menjadi "perusahaan global" guna memperoleh volume yang dibutuhkan guna mendukung pembuatan film seperti Titanic.
  2. Untuk mencari bahan baku. Banyak perusahaan minyak AS, seperti Exxon Mobil, memiliki anak-anak perusahaan di seluruh dunia guna memastikan akses ke sumber daya dasar yang dibutuhkan untuk mempertahankan lini bisnis utama perusahaan.
  3. Untuk mencari teknologi baru. Tidak ada satu negara pun yang memiliki keunggulan penuh di semua teknologi, oleh karena itu, perusahaan-perusahaan menjelajah ke seluruh dunia untuk mendapatkan ide-ide ilmiah dan desain terkemuka. Misalnya, Xerox telah memperkenalkan lebih dari 80 mesin fotokopi kantor di AS yang diciptakan dan dibuat oleh usaha patungannya di Jepang, Fuji Xerox. Demikian pula, versi dari deterjen superkonsentrat yang pertama kali diformulasikan oleh Procter&Gamble di Jepang sebagai respons atas produk saingan sekarang dipasarkan di Eropa dan Amerika Serikat.
  4. Untuk mencari efisiensi produksi. Perusahaan-perusahaan di negara berbiaya tinggi memindahkan produksinya ke wilayah-wilayah berbiaya rendah. Misalnya, GE memiliki pabrik produksi dan perakitan di Meksiko, Korea Selatan, serta Singapura, dan bahkan para produsen Jepang memindahkan sebagian produksinya ke negara-negara Pasifik yang berbiaya lebih rendah. BMW, sebagai respons terhadap biaya produksi yang tinggi di Jerman, telah membangun pabrik perakitan di Amerika Serikat. Kemampuan untuk memindahkan produksi dari satu negara ke negara lain memiliki implikasi penting bagi biaya tenaga kerja di seluruh negara. Misalnya, ketika Xerox mengancam akan memindahkan pekerjaan pembuatan mesin fotokopi ke Meksiko, serikat pekerjanya di Rochester setuju untuk melakukan perubahan aturan dan meningkatkan produktivitas guna mempertahankan operasi di Amerika Serikat. Beberapa perusahaan multinasional membuat keputusan mengenai ke mana produksi akan dipindahkan hampir setiap hari. Ketika Dow Chemical melihat bahwa permintaan Eropa akan cairan tertentu menurun, perusahaan menurunkan produksi cairan tersebut di pabriknya di Jerman dan memindahkan kapasitas produksinya ke bahan kimia lain yang tadinya diimpor dari Amerika Serikat. Dengan mengandalkan model komputer yang rumit guna membuat keputusan semacam ini, Dow menjalankan pada tingkat kapasitas penuh sehingga menjaga agar biaya modal tetap rendah.
  5. Untuk menghindari halangan politik atau peraturan. Alasan utama mengapa perusahaan-perusahaan otomotif Jepang memindahkan produksinya ke Amerika Serikat adalah guna menghindari kuota impor AS. Sekarang Honda, Nissan, Toyota, Mazda, dan Mitsubishi semuanya merakit kendaraan di Amerika Serikat. Salah satu faktor yang mendorong produsen farmasi As, SmithKline dan produsen farmasi Inggris, Beecham untuk melakukan merger adalah bahwa keduanya ingin menghindari penundaan akibat pengurusan lisensi dan peraturan di pasar terbesarnya, yaitu Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sekarang SmithKline Beecham dapat mengidentifikasi dirinya sebagai pemain dalam baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Demikian pula, ketika BASF Jerman meluncurkan penelitian bioteknologi di negaranya, perusahaantersebut berhadapan dengan tantangan hukum dan politik dari gerakan Hijau (Green movement) yang sangat sadar lingkungan. Sebagai respons, BASF memindahkan penelitian kanker dan sistem imunitasnya ke dua laboratorium di pedesaan Boston. Lokasi ini menarik bukan hanya karena memiliki sejumlah besar insinyur dan ilmuwan melainkan juga karena wilayah Boston telah menyelesaikan kontroversi yang melibatkan keselamatan, hak-hak binatang. dan lingkungan. "Kami memutuskan bahwa adalah lebih baik jika kami memiliki laboratorium yang berlokasi di tempat di mana kami merasa lebih aman mengenai apa yang akan terjadi di masa depan," kata Rolf-Dieter Acker. direktur penelitian bioteknologi BASF.
  6. Untuk melakukan diversifikasi. Dengan mendirikan fasilitas produksi dan pasar di tingkat dunia, perusahaan dapat mempersiapkan diri menghadapi dampak dari tren ekonomi yang tidak menguntungkan di suatu negara. Misalnya, General Motors dapat memperkecil pukulan akibat penjualan yang rendah di Amerika Serikat selama resesi tahun 1990-1991 dengan penjualan yang kuat di anak-anak perusahaannya di Eropa. Secara umum, diversifikasi geografis berhasil karena naik turunnya perekonomian dari negara yang berbeda tidak berkorelasi secara sempurna. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang melaukan investasi di luar negeri memperoleh manfaat dari diversifikasi dengan cara yang sama seperti individu memperoleh manfaat dari melakukan investasi dengan portofolio saham yang luas.

Selama 10 sampai 15 tahun terakhir, terdapat jumlah investasi yang semakin meningkat di Amerika Serikat oleh perusahaan-perusahaan asing, dan terdapat jumlah investasi yang semakin meningkat di negara-negara asing oleh perusahaanperusahaan AS. Tren ini disajikan di Tampilan 19-1, dan merupakan hal yang penting karena mengimplikasikan bahwa doktrin tradisional mengenai independensi dan kemandirian yang merupakan ciri dari kebijakan AS semakin terkikis. Sama seperti perusahaan-perusahaan AS dengan operasi luar negeri yang ekstensif dikatakan menggunakan kekuasaan ekonominya guna memengaruhi pemerintah tuan rumah di banyak negara di dunia baik secara ekonomi maupun politik, ditakutkan bahwa perusahaan-perusahaan asing memiliki pengaruh yang sama terhadap kebijakan AS. Perkembangan ini menunjukkan pengaruh saling menguntungkan dan saling ketergantungan yang semakin meningkat antara perusahaan bisnis dengan negara, terhadap mana Amerika Serikat tidak kebal.



Manajemen Keuangan Multinasional Versus Domestik

Secara teori, konsep dan prosedur berlaku baik untuk operasi domestik maupun multinasional. Tetapi, ada enam faktor utama yang membedakan manajemen keuangan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi penuh di satu negara dibandingkan dengan perusahaan yang beroperasi secara global:

  1. Denominasi mata uang yang berbeda. Arus kas di berbagai bagian dari sistem perusahaan multinasional akan didenominasi dalam mata uang yang berbeda. Dengan demikian, analisis atas nilai tukar harus dimasukkan dalam seluruh analisis keuangan.
  2. Implikasi ekonomi dan hukum. Setiap negara memiliki sistem ekonomi dan hukum yang unik, dan perbedaan-perbedaan ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan ketika perusahaan mencoba untuk mengoordinasikan dan mengendalikan operasinya di seluruh dunia. Misalnya, perbedaan dalam hukum pajak antar negara dapat menyebabkan suatu transaksi ekonomi memiliki konsekuensi setelah pajak yang sangat berbeda, bergantung pada lokasi di mana transaksi terjadi. Demikian pula, perbedaan dalam sistem hukum negara tuan rumah, seperti Hukum Sipil Inggris versus Hukum Sipil Prancis, memperumit masalah mulai dari pencatatan transaksi bisnis yang sederhana sampai peranan yang dimainkan oleh sistem pengadilan dalam menyelesaikan konflik. Perbedaan-perbedaan semacam itu dapat membatasi fleksibilitas perusahaan multinasional dalam mengatur penggunaan sumber daya, dan bahkan dapat membuat prosedur yang diharuskan di satu bagian perusahaan menjadi ilegal di bagian perusahaan yang lain. Perbedaan-perbedaan ini juga menyulitkan eksekutif yang dilatih di suatu negara untuk berpindah dengan mudah ke negara lain.
  3. Perbedaan bahasa. Kemampuan untuk berkomunikasi penting di semua transaksi bisnis, dan di sini warga negara AS sering kali dirugikan karena mereka pada umumnya hanya bisa berbahasa Inggris, sementara para pebisnis Eropa dan Jepang sering kali menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris. Dengan demikian, mereka dapat menginvasi pasar AS dengan lebih mudah dibandingkan dengan orang AS melakukan penetrasi ke pasar mereka.
  4. Perbedaan budaya. Bahka dalam wilayah-wilayah geografi yang dipandang relatif homogen, negara yang berbeda memiliki warisan budaya yang unik, yang membentuk nilai dan memengaruhi perilaku bisnis. Perusahaan multinasional menemukan bahwa masalah-masalah seperti pendefinisian maksud yang sesuai bagi perusahaan, sikap terhadap risiko, urusan dengan karyawan, dan kemampuan untuk memangkas operasi yang tidak menguntungkan sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.
  5. Peran pemerintah. Kebanyakan model keuangan mengasumsikan adanya pasar yang kompetitif di mana persyaratan perdagangan ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat. Pemerintah, melalui wewenangnya untuk menetapkan aturan-aturan dasar, terlibat dalam proses tersebut, tetapi perannya minimal. Dengan demikian, pasar menyediakan barometer utama keberhasilan, dan memberikan petunjuk terbaik mengenai apa yang harus dilakukan untuk tetap kompetitif. Pandangan mengenai proses ini cukup tepat bagi Amerika Serikat dan Eropa Barat, tetapi pandangan tersebut tidak menggambarkan secara akurat situasi dari kebanyakan bagian dunia lainnya. Sering kali, persyaratan dengan mana perusahaan berkompetisi, tindakan yang harus diambil atau dihindari, dan persyaratan perdagangan untuk berbagai transaksi ditentukan bukan di pasar tetapi melalui negosiasi langsung antara pemerintah negara tuan rumah dengan perusahaan multinasional. Hal ini pada dasarnya adalah proses politik, dan harus diperlakukan sebagaimana adanya. Dengan demikian, model keuangantradisional harus disusun kembali untuk memasukkan aspek politik dan nonekonomi lainnya dari keputusan tersebut.
  6. Risiko politik. Suatu negara bebas untuk membatasi transfer atas sumber daya perusahaan dan bahkan untuk mengambil alih perusahaan tersebut tanpa kompensasi apa pun dalam wilayah kekuasaannya. Ini merupakan risiko politik, dan hal tersebut cenderung sudah tetap dan bukannya merupakan variabel yang dapat diubah melalui negosiasi. Risiko politik bervariasi dari satu negara ke negara lain, dan hal ini harus dibahas secara eksplisit dalam analisis keuangan mana pun. Aspek lain dari risiko politik adalah terorisme terhadap perusahaan atau eksekutif AS. Misalnya, eksekutif AS dan Jepang telah diculik dan ditahan untuk mendapatkan tebusan di beberapa negara Amerika Selatan.

Enam faktor ini memperumit manajemen keuangan dan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh perusahaan multinasional. Tetapi, prospek akan tingkat pengembalian yang tinggi, manfaat diversifikasi, dan faktor-faktor lain membuatnya layak bagi perusahaan untuk menerima risiko-risiko ini dan belajar untuk mengelolanya.





Halaman ini akan secara otomatis dialihkan. Jika tidak ada yang terjadi, silakan gunakan tautan lanjutkan di bawah ini.
(Lanjutkan)

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler