Garis besar topik

  • Dasar Perancangan Sistem Manajemen Kinerja

    a. Manfaat Manajemen Kinerja Bagi Organisasi dan Individu

    b. Kelebihan Perancangan Sistem Manajemen Kinerja

    c. Kekurangan  Perancangan Sistem Manajemen Kinerja

    d. Tahap Perencanaan Perancangan Sistem Manajemen Kinerja 

    • https://lms.darmajaya.ac.id/pluginfile.php/301373/mod_resource/intro/PERTEMUAN%203%20MINGGU%20KE-3.ppt

    • 7 Dasar perancangan sistem manajemen kinerja menurut Maskell (1981) adalah sbb :

      1.Berkaitan langsung dengan strategi perusahaan.
      2.Variabel-variabel diukur secara nonfinansial.
      3.Fleksibel dan bervariasi tergantung lokasi perusahaan.
      4.Dinamis dan selalu diperbaharui seiring perubahan zaman.
      5.Sederhana dan praktis (mudah dilaksanakan).
      6.Memungkinkan adanya umpan balik yang cepat bagi operator dan manajer yangbertanggung jawab melaksanakan     proses perbaikan.
      7.Ditujukan untuk proses perbaikan.

      7 Dasar perancangan sistem manajemen kinerja menurut Globerson (Stoop, 1996) sbb :

      1.Kriteria kinerja yang akan diukur dalam setiap level organisasi berasal dari tujuanperusahaan.
      2.Sistem manajemen kinerja yang dirancang memungkinkan untuk dipakai sebagai alat membedakan antar perusahaan sejenis (kaji banding atau benchmarking).
      3.Tujuan perancangan sistem manajemen kinerja didefinisikan dengan jelas sejak awal.
      4.Metode pengumpulan dan pengolahan data yang akan dipakai didefinisikan denganjelas.
      5.Dalam penentuan besaran variabel, penggunaan rasio variabel lebih disukaidibandingkan dengan penggunaan angka absolut.
      6.Kriteria kinerja yang dirancang di bawah kendali unit organisasi yang berhakmengevaluasinya.
      7.Kriteria kinerja kuantitatif lebih disukai daripada kualitatif.

      5 Dasar perancangan sistem manajemen kinerja menurut Wibisono (2006) sbb :
      1.Mudah dimengerti
      2.Beriorientasi jangka panjang
      3.Berdasarkan atas basis waktu
      4.Fokus pada perbaikan berkelanjutan
      5.Menggunakan perbaikan kualitatif

      Tahap Perancangan Sistem Manajemen KinerjaTahap-tahap dalam merancang sistem manajemen kinerja adalah sebagai berikut :

      1.Fondasi. 
        Ada 4 fondasi yang diperlukan sebagai prinsip yaitu kemitraan, pemberdayaan, perbaikan kinerja yang terintergrasi,      dan tim yang mandiri
      2.Informasi dasar. Informasi dasar yang diperlukan sebagai masukan dalam perancanganadalah lingkungan usaha           meliputi industri, pemerintah, masyarakat, pasar, pesaing, sertaproduk yang dihasilkan.
      3.Perancangan. Perancangan sistem meliputi penentuan visi, misi, strategi, dan kerangka kerjayang digunakan sebagai     dasar penentuan variabel kinerja yang meliputi keluaran organisasi,proses internal, dan kemampuan sumber daya.
      4.Penerapan. Pada saat penerapan ada pengujian yang meliputi pengukuran, evaluasi,diagnosis, dan tindak lanjut           apabila kinerja perusahaan menyimpang.
      5.Penyegaran. Merupakan tahap evaluasi terhadap kemuktahiran sistem manajemen kinerjayang dirancang dengan         mempertimbangkan informasi dan perkembangan pengetahuanterkini


    • Brian Maskell 1981 mengajukan 7 kriteria yang sebaiknya dipenuhi perusahaan dalam merancang system baru manejemen kinerja agar dapat menjadi perusahaan kelas dunia. Ketujuh kriteria tersebut adalah: 

      1. Sistem manajemen kinerja yang dirancang hendaknya berkaitan langsung dengan  strategi perusahaan. 

      2. Variabel-variabel sebaiknya diukur menggunakan ukuran-ukuran nonfinansial. 

      3. Sistem manajemen kinerja yang dirancang harus fleksibel dan dapat bervariasi tergantung dari lokasi perusahaan. 

      4. Sistem manajemen kinerja yang dirancang  harus dinamis, selalu diperbaruhi seiring dengan perubahan waktu. 

      5. Sistem manajemen kinerja yang dirancang harus sesederhana mungkin dan mudah dioperasikan. 

      6. Dalam sistem manajemen kinerja tersebut  harus dimungkinkan adanya umpan balik yang cepat bagi operator dan      manajer yang bertanggung jawab, agar dapat diambil tindakan sesegera mungkin dalam pelaksanaan proses                perbaikan. 

      7. Sistem manajemen kinerja yang dirancang harus ditujukan untuk proses perbaikan bukan sekedar untuk                       pamantauan. Sistem manajemen kinerja yang dirancang harus dapat mengakomodasikan sistem operasi dari               sebuah perusahaan. 

      Jelaskan setiap komponen di atas dengan memebrikan contohnya.