Garis besar topik
-
-
Berita dan pengumuman
Kontrak Perkuliahan
Mata Kuliah: General Business Environment
Semester/Tahun Ajaran: 25-26 Genap
Dosen Pengampu: Dr. Lukmanul Hakim,SE.,M.Si
Kontak: lukmanulhakim@darmajaya.ac.id /0822-8045-7112

Deskripsi Singkat:
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan bisnis secara umum, termasuk faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi organisasi. Mahasiswa akan belajar tentang konsep-konsep dasar dalam bisnis, kondisi ekonomi, politik, sosial, dan teknologi yang memengaruhi keputusan bisnis, serta bagaimana organisasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Tujuan Pembelajaran:
Memahami konsep dasar tentang lingkungan bisnis.
Menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang memengaruhi organisasi.
Mempelajari perubahan dalam kondisi ekonomi, politik, sosial, dan teknologi yang memengaruhi strategi bisnis.
Mampu menerapkan pengetahuan tentang lingkungan bisnis dalam pengambilan keputusan strategis.
Metode Pengajaran:
1. Kuliah interaktif.
2. Diskusi kelompok.
3. Studi kasus.
4. Presentasi mahasiswa.
5. Tugas individu dan kelompok.
6. Ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Evaluasi:
1. Kehadiran dan partisipasi: 20%
2. Tugas individu: 20%
3. Etika: 20%
4. Ujian tengah semester: 20%
5. Ujian akhir semester: 20%
Bahan Bacaan:
1. Griffin, R. W., & Pustay, M. W. (2018). International Business: A Managerial Perspective (9th ed.). Pearson.
2. Hill, C. W. L., & Hult, G. T. M. (2020). International Business: Competing in the Global Marketplace (12th ed.). McGraw-Hill Education.
3. Cavusgil, S. T., Knight, G., Riesenberger, J. R., Rammal, H. G., & Rose, E. L. (2014). International Business: The New Realities (3rd ed.). Pearson.
4. Peng, M. W. (2016). Global Business (4th ed.). Cengage Learning.
Ketentuan Tambahan:
1. Mahasiswa diharapkan untuk mengikuti perkuliahan dengan rajin dan memberikan kontribusi dalam diskusi kelas.
2. Tugas-tugas individu dan kelompok harus diserahkan tepat waktu.
3. Mahasiswa diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan membaca bahan bacaan yang telah ditentukan sebelum kuliah.
4. Mahasiswa dapat menghubungi dosen pengampu untuk konsultasi tambahan di luar jam perkuliahan.
Dr. Lukmanul Hakim,SE.,M.Si
Dosen Pengampu
Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya
02 April 2026 -
Deskripsi Singkat:
Mata kuliah ini membahas faktor-faktor eksternal yang memengaruhi dunia usaha, termasuk aspek ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, dan teknologi. Mahasiswa akan dilatih untuk menganalisis lingkungan bisnis menggunakan pendekatan strategis seperti PESTEL dan PorterΓÇÖs Five Forces, serta memahami dampaknya terhadap keputusan manajerial dan keberlanjutan bisnis.
-
Minggu
Sub-CPMK
Materi
Metode & Media
Waktu
Teknik
Indikator
Bobot
Referensi
1
Menjelaskan konsep dasar lingkungan bisnis
Lingkungan internal dan eksternal
Ceramah, diskusi
3×50 menit
Tanya jawab
Mahasiswa memahami klasifikasi lingkungan bisnis
4%
Wheelen & Hunger (2017)
2
Mengidentifikasi faktor ekonomi makro
Inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi
Diskusi dan studi data
3×50 menit
Analisis tabel data ekonomi
Mahasiswa mampu menguraikan indikator ekonomi
4%
BI Report, World Bank
3
Menjelaskan faktor politik & hukum
Regulasi pemerintah, stabilitas politik
Ceramah & simulasi
3×50 menit
Simulasi regulasi
Mahasiswa dapat menyusun implikasi bisnis dari kebijakan
4%
Kemenkeu, Undang-Undang Cipta Kerja
4
Menganalisis sosial-budaya & teknologi
Perubahan nilai, disrupsi digital
Studi kasus, video
3×50 menit
Refleksi kasus
Mahasiswa menilai perubahan perilaku konsumen
4%
Kotler (2021), McKinsey
5ΓÇô6
Menyusun laporan analisis eksternal
PESTEL, PorterΓÇÖs Five Forces
Proyek tim
3×50 menit/minggu
Laporan PESTEL
Mahasiswa menyusun laporan lengkap dengan data
7%x2
Wheelen, Schindler
7
Ujian Tengah Semester
Evaluasi pemahaman
Ujian tulis
3×50 menit
Soal objektif dan esai
Mengukur pemahaman menyeluruh
20%
Semua referensi
8
Menjelaskan globalisasi & disrupsi
Tren global, sustainability
Ceramah & artikel
3×50 menit
Review artikel
Mahasiswa menghubungkan tren dengan tantangan industri
4%
UNDP, IMF Report
9
Mengidentifikasi dinamika perubahan global
Isu geopolitik, teknologi, lingkungan
Diskusi kasus
3×50 menit
Telaah pustaka
Mahasiswa mampu menjelaskan isu global aktual
5%
Hill & Hult (2021), UNDP
10
Menganalisis dampak ekonomi global
Krisis ekonomi, perubahan iklim
Studi kasus, presentasi
3×50 menit
Presentasi analisis
Mahasiswa menganalisis hubungan global & bisnis
5%
Schifferes & Roberts (2020)
11
Menjelaskan respons kebijakan nasional
Strategi pemerintah
Simulasi kebijakan
3×50 menit
Umpan balik kebijakan
Mahasiswa menjelaskan peran pemerintah
5%
World Bank, Kemenkeu
12
Mengevaluasi peran bisnis terhadap SDGs
CSR, green business
Workshop & dokumenter
3×50 menit
Evaluasi kontribusi
Mahasiswa evaluasi kontribusi bisnis
5%
SDGs Report, Porter
13
Menyusun kajian isu global & bisnis
Penyusunan artikel
Bimbingan & penulisan
3×50 menit
Penulisan mini essay
Artikel terkait isu global & bisnis
10%
Semua referensi
14
Ujian Akhir Semester
Evaluasi akhir
Ujian tulis
3×50 menit
Soal sintesis
Mampu integrasi seluruh topik
20%
Semua referensi
-
-
-
Baca, pelajari, pahami, analisis dan kaji
365.5 KB · Diunggah 2/04/26, 15:08 -
-
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=konsep+dasar+lingkungan+bisnis%2C+Lingkungan+Internal+dan+Eksternal&btnG=
-
https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=s4d-EAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR1&dq=buku+konsep+dasar+lingkungan+bisnis,+Lingkungan+Internal+dan+Eksternal&ots=3DLwjzAsta&sig=X0Enl36VMjVdKt3bYGckaVLo11w&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
-
-
-
-
-
Indikator Ekonomi Data (2022–2024) Arah Tren Dampak pada Bisnis Analisis Singkat Inflasi 5.5 → 3.0 → 2.8 Menurun Biaya operasional menurun, daya beli naik Stabilitas harga mendukung konsumsi. Suku Bunga BI 5.75 → 6.00 → 5.75 Stabil Pembiayaan investasi cenderung terkendali Kebijakan hati-hati menjaga inflasi rendah. Pertumbuhan Ekonomi (PDB) 5.3 → 5.0 → 5.2 Stabil Permintaan meningkat, peluang ekspansi Menunjukkan pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional. -
Perkembangan ekonomi nasional tidak pernah lepas dari dinamika tiga indikator utama, yaitu inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi. Ketiganya merupakan fondasi dalam menilai kestabilan dan arah kebijakan ekonomi suatu negara. Menurut laporan Bank Indonesia (2024) dan World Bank (2024), perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif pasca-pandemi dengan inflasi yang terkendali di bawah 3%, suku bunga acuan yang relatif stabil di kisaran 5,75%, dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5%. Kondisi ini menunjukkan bahwa koordinasi kebijakan moneter dan fiskal berjalan cukup efektif dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan aktivitas ekonomi.
Namun, di sisi lain, tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas, suku bunga internasional yang tinggi, serta ketegangan geopolitik dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Dalam konteks tersebut, dunia usaha perlu memiliki kemampuan analisis terhadap bagaimana perubahan indikator makroekonomi dapat berdampak langsung pada biaya produksi, keputusan investasi, daya beli masyarakat, serta strategi pengembangan bisnis.
Berdasarkan uraian tersebut, lakukanlah analisis komprehensif dengan menjawab pertanyaan berikut:-
Jelaskan bagaimana hubungan antara inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi saling memengaruhi dalam konteks kebijakan moneter Indonesia!
-
Berdasarkan data BI dan World Bank tahun 2022ΓÇô2024, analisislah tren ketiga indikator tersebut dan berikan interpretasi atas arah kebijakan ekonomi nasional!
-
Identifikasikan dampak inflasi dan suku bunga terhadap keputusan bisnis di sektor riil (misalnya properti, manufaktur, dan UMKM).
-
Bagaimana pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat menciptakan peluang dan tantangan bagi technopreneur dan pelaku UMKM di daerah (contoh: Lampung atau Bandar Lampung)?
-
Buatlah kesimpulan reflektif mengenai bagaimana mahasiswa sebagai calon pemimpin bisnis dapat menggunakan pemahaman makroekonomi untuk merancang strategi usaha yang adaptif terhadap perubahan ekonomi.
-
-
-

-
-

-
-
-
-
-
-
Topik: Faktor Politik dan Hukum ΓÇô Regulasi Pemerintah dan Stabilitas Politik
Dalam pertemuan ketiga ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi, memahami, dan menganalisis pengaruh faktor politik dan hukum terhadap aktivitas dunia usaha, baik dalam konteks nasional maupun regional. Politik dan hukum adalah dua unsur penting yang menentukan arah dan stabilitas kegiatan bisnis. Melalui kebijakan dan regulasi yang ditetapkan, pemerintah tidak hanya mengatur hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga menciptakan landasan hukum yang menjamin keadilan, keterbukaan, dan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi.
Untuk memperdalam pemahaman, mahasiswa diberikan tugas analisis mendalam mengenai bagaimana regulasi pemerintah dan stabilitas politik memengaruhi iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa dapat berpikir kritis terhadap peran negara sebagai pembuat kebijakan sekaligus memahami tantangan dunia usaha dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan politik dan hukum yang terjadi.
Tugas ini dilakukan secara individual maupun berkelompok dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Mahasiswa diharapkan menulis hasil pengamatannya dalam bentuk esai yang menggambarkan keterkaitan antara teori dan realitas di lapangan. Tugas tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan untuk memberikan contoh nyata, data, serta argumentasi logis berdasarkan situasi ekonomi dan politik terkini.
Mahasiswa diminta untuk melakukan analisis dalam lima bagian utama. Pertama, menjelaskan konsep dasar regulasi pemerintah dalam dunia bisnis. Bagian ini berisi penjelasan mengenai tujuan dan fungsi regulasi, serta bagaimana peraturan pemerintah dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan perlindungan masyarakat. Mahasiswa dapat mencontohkan kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja, kebijakan pajak UMKM, atau regulasi perlindungan data pribadi yang baru diterapkan di Indonesia.
Kedua, mahasiswa perlu menguraikan bagaimana regulasi pemerintah memengaruhi perkembangan bisnis dan investasi. Dalam bagian ini, mahasiswa diharapkan menjelaskan dampak positif maupun negatif dari regulasi terhadap pelaku usaha. Misalnya, kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang mendorong investasi, atau kendala birokrasi yang masih menjadi hambatan bagi UMKM dan investor asing. Analisis diharapkan bersifat objektif dengan menggunakan data atau contoh aktual.
Ketiga, mahasiswa harus menganalisis faktor stabilitas politik dalam konteks dunia usaha. Stabilitas politik menggambarkan sejauh mana pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan ekonomi dan keamanan nasional tanpa gangguan politik yang ekstrem. Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara stabilitas politik dan kepercayaan investor. Ketika politik stabil, pelaku usaha cenderung lebih berani mengambil risiko, sementara ketidakstabilan dapat menyebabkan penundaan investasi dan perlambatan ekonomi.
Keempat, mahasiswa diharapkan mengkaji hubungan antara regulasi pemerintah dan stabilitas politik dalam menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Kedua aspek ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Regulasi yang baik membutuhkan dukungan stabilitas politik agar dapat diimplementasikan secara efektif, sementara stabilitas politik bergantung pada keadilan dan kepercayaan publik terhadap sistem hukum yang berlaku. Mahasiswa dapat menilai bagaimana kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah berpengaruh terhadap keberhasilan kebijakan ekonomi dan investasi di berbagai wilayah, termasuk daerah seperti Lampung yang sedang berkembang pesat di sektor agribisnis dan pariwisata.
Kelima, mahasiswa diminta menyusun refleksi pribadi mengenai bagaimana seorang calon pemimpin bisnis dapat menghadapi perubahan regulasi dan dinamika politik. Dalam bagian reflektif ini, mahasiswa harus menunjukkan kemampuan berpikir strategis dan adaptif. Misalnya, bagaimana seorang wirausaha dapat menyesuaikan model bisnisnya ketika ada kebijakan baru yang memengaruhi harga bahan baku, upah tenaga kerja, atau pajak usaha. Mahasiswa juga dapat menulis pandangannya tentang pentingnya etika, transparansi, dan kepatuhan hukum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dalam dunia bisnis modern.
Sebagai bagian dari tugas ini, mahasiswa dianjurkan untuk mengumpulkan data sekunder dari sumber yang kredibel seperti laporan Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Perekonomian, World Bank, atau Badan Pusat Statistik. Data tersebut digunakan untuk mendukung analisis dan memperkuat argumen yang disampaikan. Dengan demikian, tugas ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis fakta dan relevan dengan kondisi ekonomi dan politik terkini.
Dalam pelaksanaannya, hasil tugas ditulis dalam bentuk esai akademik sepanjang 4ΓÇô6 halaman dengan bahasa ilmiah yang jelas dan sistematis. Esai disusun dengan struktur sebagai berikut: pendahuluan yang menjelaskan latar belakang topik, pembahasan utama yang berisi analisis dua faktor (regulasi pemerintah dan stabilitas politik), serta kesimpulan yang merangkum pandangan mahasiswa mengenai keterkaitan antara politik, hukum, dan dunia bisnis.
beberapa kriteria utama penilaian, yaitu:
Ketepatan pemahaman terhadap konsep regulasi dan stabilitas politik.
Kemampuan analisis dalam menghubungkan teori dengan kasus nyata.
Kejelasan argumentasi dan penyajian data pendukung.
Ketajaman refleksi pribadi terhadap peran calon pemimpin bisnis di masa depan.
Kerapian dan kesesuaian format penulisan akademik.
Melalui tugas ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat dunia bisnis secara lebih luas dan realistis, bukan hanya dari sisi keuntungan ekonomi, tetapi juga dari aspek moral, hukum, dan sosial-politik. Pemahaman tentang bagaimana kebijakan publik dan stabilitas pemerintahan memengaruhi dunia usaha akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengambil keputusan strategis ketika mereka terjun ke dunia profesional.
Sebagai penutup, mahasiswa perlu menyadari bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan kemampuan finansial, tetapi juga oleh kemampuan membaca dinamika politik dan mematuhi regulasi yang berlaku. Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan, menghormati hukum, serta berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat. -

SOAL KAJIAN (GBE ΓÇô POLITIK & HUKUM)
Perubahan regulasi pemerintah dan kondisi stabilitas politik sering kali menjadi faktor penentu dalam membentuk dinamika pasar tenaga kerja. Kebijakan ketenagakerjaan yang bertujuan melindungi pekerja pada kenyataannya tidak selalu memberikan dampak yang sama bagi semua kelompok. Dalam konteks Indonesia, tenaga kerja perempuan masih banyak terkonsentrasi pada sektor informal dan pekerjaan dengan tingkat keamanan kerja yang rendah. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap perubahan kebijakan maupun ketidakpastian politik dibandingkan laki-laki yang lebih dominan di sektor formal.Di sisi lain, stabilitas politik yang terjaga mampu meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas kesempatan kerja, meskipun distribusinya belum sepenuhnya merata.
Berdasarkan kondisi tersebut, lakukan analisis mendalam mengenai bagaimana regulasi pemerintah dan stabilitas politik memengaruhi tenaga kerja laki-laki dan perempuan di Indonesia dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Jelaskan keterkaitan antara kebijakan tersebut dengan perbedaan pendapatan yang diterima, sertakan ilustrasi dalam bentuk nilai rupiah untuk memperkuat argumentasi. Bandingkan pula dengan kondisi global dan daerah (misalnya UMKM atau sektor pertanian), kemudian rumuskan rekomendasi strategis yang realistis agar sistem ketenagakerjaan menjadi lebih adil, adaptif, dan inklusif.
-
-
-
-
-
-
Perkembangan sosial, budaya, dan teknologi telah menciptakan perubahan besar dalam cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi. Dalam konteks bisnis modern, perubahan ini berpengaruh langsung terhadap lingkungan usaha dan strategi perusahaan dalam beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui tugas ini, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis bagaimana perubahan nilai dan disrupsi digital saling berhubungan dan berdampak terhadap dunia bisnis serta kehidupan sosial ekonomi di masyarakat.
Mahasiswa diminta untuk menelaah terlebih dahulu fenomena perubahan nilai sosial di tengah perkembangan teknologi. Nilai-nilai sosial yang dahulu menekankan pada kerja keras, kesetiaan, dan stabilitas kini telah bergeser menjadi nilai-nilai baru seperti efisiensi, kreativitas, inovasi, dan fleksibilitas. Dalam dunia kerja, perubahan ini terlihat dari meningkatnya minat generasi muda terhadap pekerjaan yang memungkinkan kebebasan berekspresi dan keseimbangan hidup, bukan hanya sekadar keamanan kerja. Mahasiswa perlu menjelaskan bagaimana pergeseran nilai ini memengaruhi perilaku konsumen, pola produksi, dan hubungan antara pekerja dengan perusahaan. Analisis dapat dilakukan dengan mengaitkan contoh nyata, misalnya perubahan gaya hidup masyarakat di era digital atau pergeseran perilaku belanja dari toko fisik ke platform daring.
Selanjutnya, mahasiswa diharapkan mengkaji fenomena disrupsi digital yang telah mengubah tatanan ekonomi global maupun nasional. Disrupsi digital menggantikan sistem bisnis tradisional dengan model baru berbasis teknologi yang lebih cepat, murah, dan efisien. Contoh yang dapat dikaji adalah kemunculan perusahaan seperti Gojek, Grab, Tokopedia, dan Shopee yang berhasil mengubah pola konsumsi dan interaksi pasar. Mahasiswa diminta untuk menjelaskan bagaimana inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan fintech menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku bisnis dan tenaga kerja. Analisis ini juga dapat mencakup dampak sosialnya, seperti munculnya kesenjangan digital atau hilangnya pekerjaan konvensional akibat otomatisasi.
Untuk memperkuat konteks lokal, mahasiswa disarankan menyoroti bagaimana perubahan nilai dan disrupsi digital berdampak terhadap perkembangan bisnis di Provinsi Lampung. Misalnya, bagaimana pelaku UMKM memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk lokal, serta apa saja kendala yang mereka hadapi dalam proses digitalisasi. Mahasiswa dapat memberikan gagasan atau solusi yang inovatif agar transformasi digital dapat berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
Sebagai bagian dari refleksi pribadi, mahasiswa perlu menulis pandangan mereka tentang bagaimana peran seorang calon technopreneur dalam menghadapi perubahan sosial dan disrupsi digital. Tulis bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya, etika, dan kemanusiaan. Tugas ini bertujuan menumbuhkan kemampuan analisis kritis dan kesadaran etis mahasiswa terhadap perubahan lingkungan bisnis yang terus berkembang.
Melalui tugas ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan konsep sosial, budaya, dan teknologi dalam praktik bisnis nyata. Hasil analisis yang disusun dalam bentuk esai sepanjang 2ΓÇô3 halaman ini akan menjadi dasar dalam memahami bagaimana dunia bisnis masa depan dibentuk oleh keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai sosial yang berkelanjutan. -
Konsep Inti Menurut Ahli
A. Perubahan Nilai Sosial Budaya
Perubahan nilai mencerminkan:
1. pergeseran pola kerja (work-life balance, fleksibilitas)
2. meningkatnya peran perempuan dalam ekonomi
Studi menunjukkan:
Partisipasi perempuan meningkat dari 32% (1980) menjadi ┬▒53% (2022)
Artinya:
Nilai sosial mulai berubah dari:
1. ΓÇ£perempuan di ranah domestikΓÇ¥
menjadi
2. ΓÇ£perempuan sebagai pelaku ekonomi aktifΓÇ¥
B. Disrupsi Digital
Disrupsi digital adalah perubahan besar akibat teknologi seperti:
1. AI
2. platform digital
3. e-commerce
Menurut kajian terbaru:
Teknologi digital meningkatkan kebutuhan skill tinggi dan mengurangi pekerjaan rutin
Dampak:
1. Muncul pekerjaan baru
2. Hilangnya pekerjaan lama -
Tugas Pertemuan 4 ΓÇô Menganalisis Sosial Budaya dan Teknologi
SOAL
Tema: Perubahan Nilai Sosial Budaya dan Disrupsi Digital
Perkembangan sosial budaya dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan adanya pergeseran nilai yang cukup signifikan dalam dunia kerja dan bisnis. Nilai-nilai tradisional yang sebelumnya menempatkan laki-laki sebagai aktor utama dalam aktivitas ekonomi mulai mengalami perubahan, seiring meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor, termasuk sektor formal dan ekonomi digital. Di sisi lain, munculnya preferensi baru seperti fleksibilitas kerja, keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), serta orientasi pada kreativitas dan inovasi turut mengubah pola hubungan kerja. Namun demikian, perubahan nilai ini tidak selalu berjalan seimbang di semua wilayah, terutama di daerah yang masih kuat dengan norma sosial konvensional. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai sejauh mana perubahan nilai sosial benar-benar mampu menciptakan kesetaraan peluang kerja dan pendapatan antara laki-laki dan perempuan.
Seiring dengan perubahan nilai tersebut, disrupsi digital hadir sebagai kekuatan transformasi yang mempercepat perubahan struktur tenaga kerja. Digitalisasi, otomatisasi, dan penggunaan teknologi berbasis platform telah menciptakan jenis pekerjaan baru, sekaligus menggeser atau bahkan menghilangkan pekerjaan lama yang bersifat rutin. Dalam konteks ini, tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital tinggi cenderung memperoleh peluang dan pendapatan yang lebih baik. Namun, kesenjangan akses terhadap pendidikan dan teknologi menyebabkan tidak semua kelompok mampu beradaptasi dengan perubahan ini. Perempuan, khususnya di sektor informal atau daerah dengan akses teknologi terbatas, sering kali menghadapi hambatan lebih besar dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital. Hal ini menunjukkan bahwa disrupsi digital dapat menjadi peluang sekaligus tantangan, tergantung pada kesiapan sumber daya manusia.
Berdasarkan uraian tersebut, lakukan analisis kritis mengenai bagaimana interaksi antara perubahan nilai sosial budaya dan disrupsi digital memengaruhi struktur tenaga kerja serta distribusi pendapatan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia. Jelaskan dampak yang muncul dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, serta berikan ilustrasi konkret dalam bentuk estimasi pendapatan untuk memperkuat analisis Anda. Selain itu, bandingkan kondisi Indonesia dengan fenomena global dan daerah (misalnya UMKM atau sektor ekonomi lokal), kemudian rumuskan strategi yang realistis untuk memastikan bahwa transformasi sosial dan teknologi dapat mendorong terciptanya sistem ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan gender. -

-

-
-
-
-
Baca, Pelajari dan Pahami
140.8 KB · Diunggah 2/04/26, 15:09 -
-
-
-
-
-
-
SOAL KASUS ; Baca, Pahami dan Dijawab
Perkembangan lingkungan bisnis saat ini menunjukkan bahwa perusahaan dihadapkan pada dinamika eksternal yang semakin kompleks, mulai dari perubahan kebijakan pemerintah, fluktuasi ekonomi, pergeseran sosial budaya, hingga disrupsi teknologi yang memengaruhi struktur industri. Di Indonesia, fenomena ini terlihat jelas pada sektor UMKM dan ekonomi digital yang harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut. Dalam situasi ini, penggunaan analisis PESTEL dan Porter Five Forces menjadi penting untuk memahami peluang dan ancaman yang muncul, sekaligus untuk merumuskan strategi yang tepat. Namun demikian, dampak dari faktor-faktor eksternal tersebut tidak selalu merata, terutama jika dikaitkan dengan tenaga kerja laki-laki dan perempuan yang memiliki akses dan posisi yang berbeda dalam struktur ekonomi.
Berdasarkan kondisi tersebut, lakukan analisis mendalam terhadap satu sektor bisnis di Indonesia dengan menggunakan pendekatan PESTEL dan Porter Five Forces. Jelaskan bagaimana faktor-faktor eksternal tersebut memengaruhi daya saing industri, struktur pasar, serta implikasinya terhadap tenaga kerja laki-laki dan perempuan, khususnya dalam hal kesempatan kerja dan tingkat pendapatan. Sertakan ilustrasi dalam bentuk estimasi nilai rupiah, serta uraikan perbedaan dampak dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Akhiri dengan rekomendasi strategis yang tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga mampu mendorong terciptanya sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
RUBRIK PENILAIAN
Soal Kasus
Aspek Penilaian
Bobot
Ketepatan analisis PESTEL
15%
Ketepatan analisis Porter Five Forces
15%
Analisis tenaga kerja & gender
10%
Analisis jangka waktu (pendek–panjang)
5%
Rekomendasi strategis
5%
-
-
-
281.1 KB · Diunggah 9/05/26, 14:59
-
-
-
-
Isu geopolitik, teknologi, lingkungan (Refrensi; Hill & Hult (2021), UNDP)
-
-
-
-
-
-
Krisis ekonomi, perubahan iklim ; Schifferes & Roberts (2020)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-








