Garis besar topik
-
Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat dan perubahan dunia yang semakin kompleks, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknologi. Mahasiswa juga perlu memahami siapa dirinya sebagai warga negara, bagaimana menghadapi perubahan global, serta bagaimana mengambil peran secara bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat. Teknologi digital telah membuat mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat global. Informasi dari berbagai negara dapat diterima dalam hitungan detik. Media sosial memungkinkan setiap orang menyampaikan pendapat dan memengaruhi orang lain. Kecerdasan buatan, Internet of Things, otomatisasi, dan ekonomi digital juga mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Kondisi ini memberikan banyak peluang, tetapi sekaligus menuntut kemampuan untuk berpikir kritis, memilah informasi, menghargai perbedaan, menjaga etika, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
-
Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini berisikan kajian tentang pendidikan kewarganegaraan secara konseptual, identitas dan integrasi nasional, nilai dan norma konstitusi, perilaku konstitusionalitas, warga negara dan kewarganegaraan Indonesia, hakikat dan budaya demokrasi, penegakan hukum, wawasan nusantara, ketahanan nasional, dan bela negara. Pada akhirnya mata kuliah wajib pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan agar mahasiswa menjadi warga negara yang baik, memiliki rasa kebangsaan, cinta tanah air serta berjiwa Pancasilais serta berani jujur dan menyuarakan yang benar (religious, humanis, nasionalis, demokratis dan berkeadilan).
-
-
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada dasarnya adalah belajar untuk menjadi warga negara yang cerdas dan baik sesuai dengan konteks bangsa yang bersangkutan. Belajar PKn Indonesia berarti belajar mengenal lebih mendalam tentang keindonesiaan; belajar untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas dan baik yang berkepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaan, dan mencintai Tanah Air Indonesia. Oleh karena itu, seorang sarjana atau profesional sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang terdidik perlu mengenal dan memahami Indonesia, berkepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaan Indonesia, dan mencintai Tanah Air Indonesia.
Sebagai calon sarjana dan profesional, diharapkan: bersikap positif terhadap fungsi dan peran PKn dalam memperkuat jati diri keindonesiaan; mampu menjelaskan tujuan dan fungsi pendidikan kewarganegaraan dalam pengembangan kemampuan; dan mampu menyampaikan argumen konseptual dan empiris tentang fungsi dan peran pendidikan kewarganegaraan dalam memperkuat jati diri keindonesiaan para sarjana dan profesional. sehingganya dengan demikian, dapat menjadi warga negara yang baik dan cerdas (smart and good citizen) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis.
-
Materi 1 Berkas PPTX
Pelajari kembali materi berikut dan kerjakan proyek yang ada pada materi, hasil dapat diunggah pada pertemuan ke 2
14.6 MB · Diunggah 1/10/26, 11:09
-
-
Identitas tidak hanya berlaku bagi orang sebagai individu tetapi juga sekelompok orang. Sebuah bangsa, seperti halnya Indonesia juga memiliki identitas yang disebut identitas nasional. Identitas itu menjadi penanda sehingga bisa dibedakan dengan bangsa lain. Identitas bersama yang dimiliki sebuah bangsa nantinya juga dapat memperkuat persatuan dari warga bangsa yang bersangkutan. Identitas bersama juga menjadi salah satu faktor bagi keberlangsungan pembangunan negara.

-
Dibuka: Kamis, 1 Oktober 2026, 12:00Jatuh tempo: Minggu, 4 Oktober 2026, 17:00
Silahkan unggah hasil perumusan anda pada kolom berikut, setiap kelompok diwakili oleh 1 orang untuk unggah hasil.
-
Dibuka: Kamis, 1 Oktober 2026, 10:00Jatuh tempo: Senin, 5 Oktober 2026, 16:00
Silahkan unggah materi PPT anda berikut link video disini
-
-
Sebuah negara-bangsa (nation-state) selalu dihadapkan pada upaya bagaimana menyatukan keanekaragaman orang –orang yang ada di dalamnya agar memiliki rasa persatuan, kehendak untuk bersatu dan secara bersama bersedia membangun kesejahteraan untuk bangsa yang bersangkutan. Bagaimana mungkin suatu negara-bangsa akan bisa membangun, jika orang-orang yang ada didalam negara tersebut tidak mau bersatu, tidak memiliki perasaan sebagai satu kesatuan, dan tidak bersedia mengikatkan diri sebagai satu bangsa. Negara-bangsa membutuhkan persatuan untuk bangsanya yang dinamakan integrasi nasional. Dapat dikatakan integrasi nasional akan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa - bangsa yang ada di dalamnya. Integrasi nasional merupakan salah satu tolok ukur persatuan dan kesatuan bangsa.

-
UUD NRI 1945 merupakan konstitusi tertulis dari negara Republik Indonesia. Sebagai konstitusi dari negara Indonesia maka UUD NRI 1945 memiliki kedudukan sebagai hukum dasar dan hukum tertinggi negara. Sebagai hukum dasar, UUD NRI 1945 merupakan sumber hukum bagi pembentukan peraturan perundang-undangan di bawahnya. Sebagai hukum tertinggi negara, UUD NRI 1945 menduduki posisi paling tinggi dalam jenjang norma hukum di Indonesia.

-
Konstitusi dalam pengertian yang sederhana, konstitusi adalah suatu dokumen yang berisi aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi (Asshiddiqie, 2008). Organisasi yang dimaksud beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, mulai dari organisasi mahasiswa, perkumpulan masyarakat, serikat buruh, organisasi kemasyarakatan, organisasi politik, organisasi bisnis, perkumpulan sosial sampai ke organisasi tingkat dunia ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan sebagainya semuanya membutuhkan dokumen dasar yang disebut konstitusi. Demikian pula negara sebagai organisasi memiliki aturan yang disebut sebagai konstitusi. Bahkan negara yang tidak memiliki satu naskah konstitusi seperti Inggris, tetap memiliki aturan-aturan yang tumbuh menjadi konstitusi dalam pengalaman praktik ketatanegaraan dan para ahli tetap dapat menyebut adanya konstitusi dalam konteks hukum tata negara Inggris.
-
Dibuka: Rabu, 7 Oktober 2026, 15:00Jatuh tempo: Rabu, 7 Oktober 2026, 20:00
Saya Warga negara Digital
Berikan pendapat anda terkait dengan putusan MK terkait polemik yang ada pada link
Pendapat anda berupa essay dengan minimal 550 kata denang tema “Belajar Demokrasi dari Polemik Persyaratan Pendidikan Calon Pemimpin Negara”Refleksi Diri:
- Jika suatu hari Anda menjadi pejabat publik, apakah Anda ingin masyarakat menilai Anda berdasarkan siapa yang mendukung Anda, atau berdasarkan bukti bahwa Anda memang memenuhi syarat dan menjalankan aturan? Mengapa?
- Jika orang yang Anda dukung ternyata terbukti melakukan kesalahan, apakah Anda tetap akan membelanya?
- Jika orang yang tidak Anda sukai ternyata benar secara hukum, apakah Anda mampu mengakui bahwa ia benar?
- Mana yang lebih penting dalam negara demokrasi: memenangkan orang yang kita dukung atau menjaga agar hukum tetap berlaku bagi semua orang? Jelaskan.
- Berdasarkan essay yang anda buat bagaimana refleksi dan/atau cerminan identitas nasional, norma, nilai-nilai konstitusi Indonesia? jelaskan
-
-
Undang Undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia menyatakan bahwa kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. Kewarganegaraan merupakan status yang menunjukkan hubungan yang
resiprokal antara warga negara dan negara. Dalam bagian penjelasan dikatakan bahwa warga negara merupakan salah satu unsur hakiki dan unsur pokok suatu negara. Status kewarganegaraan menimbulkan hubungan timbal-balik antara warga negara dan negaranya. Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban terhadap negaranya. Sebaliknya, negara mempunyai kewajiban memberikan perlindungan terhadap warga negaranya.Materi kewarganegaraan dapat dikatakan sebagai kajian pokok dari bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan atau dalam istilah asingnya dikenal dengan nama Civic Education atau Citizenship Education. Pendidikan Kewarganegaraan berakar pokok pada Ilmu Kewarganegaraan atau Civics, yakni studi sebagai bagian dari ilmu politik yang secara khusus mengkaji hakikat, peran, hak dan kewajiban warga negara dan warga kaitannya dengan komunitasnya (Numan Somantri, 2001).
Kata warga artinya anggota. Jadi warga negara negara berarti anggota dari komunitas yang bernama negara. Warga negara sebagai terjemahan dari citizen (bhasa Inggris) yang artinya anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Sebenarnya kata citizen dalam sejarah perkembangan awal diartikan sebagai “warga kota”, merujuk
pada pengalaman Eropa Abad Pertengahan, di mana kota-kota tumbuh sebelum lahirnya negara bangsa. Orang orang sebagai anggota dari komunitas kota tersebut dinamakan citizen.-
Dibuka: Rabu, 14 Oktober 2026, 16:00Jatuh tempo: Kamis, 15 Oktober 2026, 12:00
Silahkan anda unduh dan pelajari kembali materi pembahasan berikut dan selesaikan studi kasus yang ada, selanjutnya unggah hasil sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
-
-

kewajiban dapat diartikan sebagai sesuatu yang harus kita jalankan, sedangkan hak merupakan sesuatu yang dapat kita terima. Jika demikian, bagaimana hubungan keduanya?
Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi kewajiban sebagai sesuatu yang diwajibkan, yang harus dilaksanakan, pekerjaan, tugas menurut hukum, segala sesuatu yang menjadi tugas manusia. Sedangkan, hak memiliki arti benar, milik, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan lain sebagainya), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, atau dapat diartikan pula sebagai derajat atau martabat.Kewajiban warga negara merupakan segala hal yang menurut peraturan perundangundangan harus dilaksanakan oleh individu karena kedudukannya sebagai warga dari sebuah negara, sedangkan hak warga negara merupakan segala sesuatu yang dapat diterima/dijalankan oleh warganegara karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan lain sebagainya yang berlaku dalam sebuah negara. Negara dalam hal ini memiliki kewajiban untuk memenuhi nya dalam rangka menjamin kelangsungan hidup warganegara.
Keseimbangan antara kewajiban dan hak yang melekat pada warga negara sejatinya dapat kita lihat dalam beberapa ajaran yang berkembang dalam kebudayaan masyarakat di Indonesia. Salah satu ajaran yang berkembang dalam budaya Jawa, yakni prinsip “negoro mowo toto, deso mowo coro” yang mengandung arti bahwa negara mengatur hal-hal prinsip yang harus ada dalam kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa melalui tata pemerintahan, sementara untuk kehidupan sehari-hari, setiap entitas terkecil (saat ini adalah desa) mempunyai cara tersendiri yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi desa
tersebut.-
Berikut soal studi kasus untuk anda, untuk baca, pahami, kerjakan tugas anda sesuai dengan ketentuan yang terdapat di bahasan. Kerjakan dan unggah tepat waktu .
387.0 KB · Diunggah 21/10/26, 14:20
-