Garis besar topik

    • KATA PENGANTAR

      Assalamu'alaikum Wr. Wb

      Selamat datang mahasiswa dan mahasiswi yang saya banggakan.
      Dimanapun berada, semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di Mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah Daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Jurusan Akuntansi. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Ilmu Ekonomi, terutama terkait dengan bidang studi : Akuntansi

      Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat.


      Wassalamu'alaikum Wr. Wb




    • DESKRIPSI MATA KULIAH

      Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah merupakan mata kuliah yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pos-pos  yang ada dalam Laporan Keuangan, khususnya yang ada di sisi Aset dalam Neraca. Antara lain : 1. Akuntansi Terhadap Kas, 2. Akuntansi Terhadap Piutang, 3. Akuntansi Untuk Persediaan, 4. Investasi 5. Aset  Tak Berwujud, 6. Aset Tetap Berwujud, 7. Liabilitas jangka Pendek, 8. Liabilitas Jangka Panjang, 9. StockholdersΓÇÖ  equity 10. Dilutive securities  dan earnings per share 11. Pengakuan pendapatan, sewa guna usaha 12.Akuntansi untuk pensiun dan imbalan kerja, dan pengungkapan 13. Pemahaman  mengenai  aturan-aturan  yang  terdapat  di  US GAAP, IFRS dan PSAK 14. Akuntansi pajak penghasilan 15. Isu-isu akuntansi terkini.


    • CAPAIAN PEMBELAJARAN

      1. Menguasai konsep penggunaan standar akuntansi keuangan (ETAP & IFRS) dalam pencatatan  transaksi dan kejadian ekonomi
      2. Menguasai konsep penyusunan laporan keuangan, termasuk laporan konsolidasian berdasarkan standar akuntansi keuangan (IFRS)
      3. Mampu menjelaskan prinsip akuntansi dan standar akuntansi atas suatu transaksi.
      4. Mampu menyusun LK perusahaan entitas tersendiri dan/atau entitas konsolidasi.
      5. Mampu mengaplikasikan secara mandiri prinsip akuntansi atas transaksi sesuai prinsip akuntansi atas transaksi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Umum (SAK-IFRS) dan standar akuntansi keuangan ETAP yang berlaku.
      6. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahlian akuntansi berdasarkan hasil analisis informasi dan data.


    • MODEL ASSESMENT

      RANGE

      NILAI

      BOBOT

      80-100

      A

      4

      75-79,5

      A-

      3,75

      70-74,5

      B+

      3,5

      65-69,5

      B

      3

      55-64,5

      C

      2

      30-54,5

      D

      1

      <30

      E

      0


    • BOBOT NILAI

      Tugas Mandiri    30%

      Presensi              10%

      UTS                     30%

      UAS                     30%


    • REFERENSI BUKU

      Wajib memiliki buku Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK, Edisi 2 Buku 1

       Dwi Martini, Sylvia Siregar, ratna Wardhani, Salemba Empat.

    • Assaalamualaikum wr wb...

      Pertemuan pertama ini kita akan membahas tujuan Pelaporan Keuangan, Organisasi Penyusun Standar, Tantangan Pelaporan Keuangan, kerangka konseptual, Tujuan dasar, Konsep dasar, Pengakuan pengukuran  dan konsep pengungkapan pelaporan keuangan.

      Dalam pertemuan 1 ini diharapkan mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi laporan keuangan utama  dan cara pelaporan keuangan lainnya, mengidentidikasi tujuan pelaporan keuangan, mampu menjelaskan tentang IFRS, mampu memahami kerangka konseptual pelaporan keuangan.

    • LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN SERTA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

      Laporan laba rugi dan penghasilan komperhensif lain adalah laporan yang mengukur keberhasilan kinerja perusahaan selama periode tertentu. 

      Laporan Perubahan Ekuitas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang perubahan ekuitas perusahaan antara awal dan  akhir periode pelaporan yang mencerminkan naik turunnya asset neto perusahaan secara periode , baik yang berasal dari setoran atau distribusi kepada pemilik atau yang berasal dari hasil atau kinerja perusahaan selama periode berjalan.

      Perubahan ekuitas yang berasal dari kinerja perusahaan menggambarkan jumlah total penghasilan dan beban (termasuk keuntungan dan kerugiaan) yang diakibatkan oleh aktifitas perusahaan selama periode tersebut.

    • Silahkan baca dan pahami materi dibuku AKM halaman 110 s.d 129, lalu kerjakan latihan halaman 132 latihan 3.2 dan 3.3, silahkan upload ditulis tangan mengunakan kertas folio, akan kita bahas jawabnnya dipertemuan 3.

    • silahkan dicocokan dengan jawaban kalian ya..

    • LAPORAN POSISI KEUANGAN DAN LAPORAN ARUS KAS

      Laporan Posisi Keuangan atau yang sering disebut neraca, melaporkan aset, liabilitas, dan modal entitas pada tanggal tertentu. Laporan ini merupakan sumber informasi utama tentang posisi keuangan entitas karena merangkum elemen-elemen yang berhubungan langsung dengan pengukuran posisi keuangan yaitu aset, liabilitas dan ekuitas.

    • Kas dan Piutang merupakan contoh dari aset keuangan. Aset keuangan merupakan bagian dari instrumen keuangan. Instrumen keuangan adalah suatu kontrak yang menambah nilai aset atau liabilitas keuangan.

      Bentuk instrumen keuangan berdasarkan PSAK 50 (revisi 2013) berbentuk aset keuangan,liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas PSAK 55 (revisi 2013), instrumen derivatif dan instrumen lindung nilai.


    • Silahkan baca dan pahami materi dibuku AKM halaman 138 s.d 155, lalu kerjakan latihan halaman 158 latihan 4.2 dan 4.3, silahkan upload ditulis tangan mengunakan kertas folio

    • Silahkan dicocokan dengan jawaban kalian. jika ada yg ingin ditanyakan silahkan chat di group WA

    • Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain. Kategori piutang dipengaruhi jenis usaha entitas.  Untuk perusahaan dagang dan manufacture jenis piutang yang muncul adalah piutang dagang dan piutang lainnya.

      Piutang dagang dalam penyajian diklasifikasikan sebagai piutang dari pihak berelasi dan piutang dari pihak ketiga.

      Piutang yang tidak terkait dengan penjualan atau pendapatan disebut piutang lainnya. contoh : piutang karyawan, piutang afiliasi, pemegang saham, pitang pajak, piutang bunga dll

      Wesel tagih merupakan klaim perusahaan kepada pihak ketiga yang didukung janji tulis untuk membayar dalam jangka waktu tertentu.

    • Klasifikasi Piutang

      ┬╖      Klasifikasi piutang dalam laporan keuangan :
      Pada umumnya piutang diklasifikasikan sebagai piutang lancar (current receivable)  yaitu piutang yang waktu jatuh temponya satu tahun atau kurang, dalam satu siklus operasi normal (normal operating cycle) perusahaan. Tetapi apabila jatuh temponya lebih dari satu tahun, maka diklasifikasikan sebagai aset lancar menjadi tidak tepat, untuk itu disebut piutang tidak lancar (noncurrent receivable).


      ┬╖      Klasifikasi piutang dalam Laporan Posisi Keuangan :
      a.    Piutang dagang (trade receivable) 
      Piutang dagang (trade receivable) adalah jumlah yang terutang oleh pelanggan untuk barang dan jasa yang telah diberikan sebagai bagian dari operasi bisnis normal. Piutang dagang biasanya yang paling signifikan yang dimiliki perusahaan, bisa diklasifikasikan menjadi dua yakni :
      -       Piutang usaha (account receivable) adalah janji lisan dari pelanggan untuk membayar sejumlah uang atas barang atau jasa yang dijual secara kredit.
      -       Wesel tagih (notes receivable) adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.

      b.    Piutang nondagang (nontrade receivable)
      Piutang nondagang berasal dari berbagai transaksi dan dapat berupa janji tertulis untuk membayar atau mengirimkan sesuatu , antara lain :
      a)    Uang muka kepada karyawan dan staf  (Advances to officers and employees)
      b)   Uang muka kepada anak perusahaan (Advances to subsidiaries)
      c)    Deposito untuk menutup kemungkinan kerugian dan kerusakan  (Deposits to cover potential damages or losses)
      d)   Deposito sebagai jaminan penyediaan jasa atau pembayaran (Deposits as a guarantee of performanca or payment)
      e)    Piutang dividen dan bunga  (Dividends and interest receivable)
      f)    Klaim terhadap :
      a.    Perusahaan asuransi untuk kerugian yang dipertanggungkan;
      b.    Terdakwa dalam satu perkara hukum;
      c.    Badan-badan pemerintah untuk pengembalian pajak;
      d.   Perusahaan pengangkut untuk barang yang rusak atau hilang;
      e.    Kreditor untuk barang yang dikembalikan, rusak, atau hilang;
      f.     Pelanggan untuk barang-barang yang dapat dikembalikan (krat, container, dan sebagainya. 

      ┬╖      Klasifikasi piutang pada umumnya antara lain:
      1.    Piutang Usaha (Accounts Receivable)
      Piutang Usaha (Accounts Receivable) adalah jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang usaha memiliki saldo normal disebelah debet sesuai dengan saldo normal untuk aset. Piutang usaha biasanya diperkirakan akan ditagih dalam jangka waktu relatif pendek, biasanya dalam waktu 30 sampai 60 hari yang merupakan piutang terbuka.

      2.    Piutang Wesel/Wesel Tagih (Notes Receivable)
      Piutang wesel (notes receivable) adalah janji tertulis bersyarat dari satu pihak ke pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu di masa yang akan datang atau tagihan perusahaan kepada pembuat wesel atau pihak yang telah berhutang kepada perusahaan, baik melalui pembelian barang dan jasa secara kredit maupun melalui peminjaman sejumlah uang. Pihak yang berhutang berjanji kepada perusahaan untuk membayar sejumlah uang tertentu dalam kurun waktu tertentu sesuai yang tertera dalam surat perjanjian yang ditulis secara formal dalam sebuah wesel atau promes (promissory note). Jangka waktu minimal 60 hari.

      3.    Piutang Lain-lain (Other Receivable)
      Piutang lain-lain adalah piutang yang tidak termasuk kedalam piutang usaha maupun wesel tagih. Misalnya : pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan usaha.
      Perbedaan jenis-jenis piutang secara umum :
      Piutang Dagang/Usaha
      Piutang Wesel
      Piutang lain-lain
      Jangka waktu kurang dari 1 tahun  2/10, n/30
      Jangka waktu bermacam-macam tetapi pada umumnya paling sedikit 60 hari
      Jangka waktu lebih dari satu tahun atau termasuk dalam piutang jangka panjang.
      Dimasukkan dalam aset lancar
      Bagian yang jatuh temponya dalam waktu 1 tahun diperlakukan sebagai aset lancar, sedangkan yang lebih dari satu tahun piutang jangka panjang
      Pada umumnya termasuk dalam piutang jangka panjang
      Berkaitan dengan operasi utama perusahaan sehingga harus dapat ditagih
      Mensyaratkan adanya jaminan sehingga jika saat jatuh tempo tidak dapat melunasi maka jaminan tersebut dapat dijual
      Tidak berkaitan dengan operasi sehari-hari dan biasanya dilaporkan di Laporan Posisi Keuangan sebagai kelompok aset tidak lancar.

      C.       Pengakuan dan Pengukuran Piutang Dagang/Usaha (Recognition)
      Piutang dagang/usaha akan diakui berdasarkan accrual basis dimana pengakuan piutang mendahului realisasi atau pembayaran. Jadi piutang diakui tanpa dikaitkan kapan pembayaran kas akan diterima (accrual basis). Dalam sebagian besar transaksi piutang, jumlah yang harus diakui adalah harga pertukaran diantara kedua belah pihak. Harga pertukaran (the exchange price) adalah jumlah yang terutang dari debitur (seorang pelanggan atau peminjam) dan umumnya dibuktikan dengan beberapa dokumen, misalnya faktur (invoice).
      Pengakuan piutang dagang/usaha yang berasal dari penjualan barang dipengaruhi oleh syarat pengiriman (terms of shipping). Jika syarat pengirimannya adalah f.o.b (free on board) shipping point, piutang dagang diakui ketika hak kepemilikan berpindah kepada pembeli di tempat pegiriman, yaitu ketika penjual menyerahkan barang kepada perusahaan pengangkutan. Jika syarat pengirimannya adalah f.o.b destination, piutang dagang diakui ketika hak kepemilikan berpindah ke tangan pembeli di tempat tujuan, yaitu ketika pembeli menerima barang dari perusahaan pengangkutan. ΓÇ£Shipping PointΓÇ¥ dan ΓÇ£DestinationΓÇ¥ sering ditunjukkan dengan lokasi tertentu, misalnya f.o.b Jakarta dan f.o.b Pekanbaru.

    • Bacalah buku akuntansi keuangan menengah halaman 196 -228 dan kerjakan latihan halaman 239 soal 5.1 

    • Silahkan dicermati dan dicocockan dengan jawaban kalian ya

    • PERSEDIAAN

      Persediaan merupakan salah satu aset yang sangat penting bagi suatu entitas baik bagi perusahaan ritel, menufaktur, jasa, maupun entitas lainnya.PSAK 14 (revisi 2008) mendefinisikan persediaan sebagai aset yang;
      1. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa
      2. Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut
      3. Dalam bentuk bahan atau pelengkap untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa
      Klasifikasi persediaan
      Klasifikasi persediaan antara satu entitas dengan entitas lain dapat berbeda-beda.entitas perdagangan baik perusahaan ritel maupun perusahaan glosir mencatat persediaan sebagainpersediaan barang dagang (marchandise investory).
      Persediaan mencakup persediaan barang jadi (finished goods investory) yang merupakan barang yang telah siap dijual, persediaan barang dalam penyelesain (work in process investory) yang merupakan barang setangah jadi, dan persediaan bahan baku (raw material investory) yang merupakan bahan ataupun perlangkapan yang akan digunakan dalam proses produksi.biaya yang belum diakui pendapatannya diklasifikasikan sebagai persediaan.
      Cakupan barang dalam persediaan
      Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh suatu entitas adalah pengakuan kepemilikanatas persediaan.klasifikasi dari barang dalam persediaan mencakup;
      1. Barang yang ada pada suatu entitas danmmerupakan miliknya
      2. Brang yang ada pada suatu entitas tapi bukan miliknya
      3. Barang milik suatu entitas tapi tidak ada di entitas tersebut.
      Pada klasifikasi kedua dan ketiga sering kali suatu entitas mengalami kesulitan dalam menentukan perpindahan hak kepemilikan atas barang.kesulitan penentuan tersebut terjadi pada barang dalam transit dan barang konsinhyal.
      Barang dalam transif   
      Dalam prose pembelian barang, dapat saja terjadi dimana barang masih berada pada posisi transit-belum diterima olah pembeli tetapi sudah dikirim oleh penjual pada akhir periode fiskal.tanggung jawab finansial ini dapat diindikasikan dari istilah pengiriman (shipping term) yang biasanya diistilahkan sebagai free on board (FOB).
      Apabila barang dikirim dengan shipping term FOB Destination, makaa biaya transportasi akan dibayar oleh penjual dan hak pemilikan tidak berlarih hingga pembeli menerima barang tersebut, sehingga pengakuan persediaan, sehingga pengakuan persediaan tetap berada pada penjualan  selama periode transit.

      Penjualan Konsinyasi
      Banyak perusahaan yang saat ini menggunakan metode konsinyasi dalam penjualannya.perusahaan ritel sering sering kali menerima barang-barang konsinyasi untuk dijual.pada kerja sama penjualan konsinyasi ini pemilik barang (consignor) mengirimkan barang pada penjual (consigee), dimana penjual setuju untuk menerima barang tanpa ada kewajiban apa pun, kecuali perawatan dan penjagaan terhadap kehilangan dan kerusakan, hingga barang tersebut terjual pada pihak lain.
      Barang atas penjualan dengan perjanjian khusus
      Ketika trensakksin penjualan dilakukan dan hak kepemilikan telah beralih, maka seharusnya resiko dan manfaat dari kepemilikan juga beralih dari penjual kepada pembeli.pada pejualan dengan perjanjian pembelian kembali maka pembelian tidak dapat mengakui perjanjian tersebut sebagai penjualan dan tidak mengurangi barang tersebut dari persediaan.untuk penjualan dengan tingkat pembelian tinggi maka penjualan memiliki dua pilihan, pertama adalah mencatat penjualan pada penuh  dan membentuk akun penyisihan atas entimasi pengembalian penjualan, kedua adalah tidak mencatat adanya penjualan hingga dapat diperkirakan tingkat pembelian oleh pembeli.
      PENGUKURAN PERSEDIAAN
      Rumus biaya yang dapat digunakan oleh suatu entitas yang mencerminkan asumsi arus biaya yang mencerminkan pengeluaran biya persediaan, metode nilai relisasi neto, dan metode lainya.
      Biaya persediaan
      Biaya persediaan meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
      Biaya penjualan
      Biya panbelian persediaan maliputi harga beli, bea inpor, pajak lainnya (keciali yang kemudian dapat ditagihkan kembali kepada otoritas pajak), biaya pengangkutan, biaya penanganan, dan biaya lainnya yang secara lansung dapat distribusikan pada perolehan barang jadi, bahan, dan jasa.diskon dagang, rabat, dan hal lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian.
      Biaya konversi
      Biaya konversi merupakan biaya timbul untuk memproduksi bahan baku menjadi barang jadi atau barang dalam produksi.biaya ini meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi termasuk juga alokasi sistematis biaya overhead produksi yang bersifat tetap dalam mengiperasi bahan menjadi barang jadi.
      Biaya lainnya
      Biaya lain yang dapat dibebankan sebagai biaya persediaan adalah biaya yang timbul agar persediaan  tersebut berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.yang termasuk biaya lainnya misalnya biaya desain dan biaya praproduksi yang ditujukan untuk konsumen yang spesifik.sedangkan biaya administrasi dan penjualan, biaya pemborosan, biaya penyimpanan tidak dapat dubebankan sebagai biaya persediaan.
      Sistem Pencatatan Persediaan dan Asumsi Arus Biaya
      Dalam melakukan pencatatan persediaan, teknis penctatan dapat menggunakan sistem periodik atau system pefectual. sistem periodic merupakan sistem pencatatan persediaan dimana kuantitas persediaan ditentukan secara periodic yaitu hanya pada saat perhitungan fisik yang biasanya dilakukan secara stock opname. Sedangkan sistem perpectual merupakan sistem pencatatn persediaan dimana pencatatn yang up-to-date terhadap barang persediaan selalu dilakukan setiap terjadi perubahan nilai persediaan.

          Perbedaan pencatatan persediaan dengan menggunakan sistem perpectual dan sistem periodik.

      Sistem Persediaan Perfectual

      Sistem Persediaan Periodik
      Persediaan awal, 100 unit pada harga Rp6.000
      Akun persediaan menunjukkan saldo persediaan sebesar Rp600.000

      Akun persediaan menunjukkan saldo persediaan sebesar Rp600.000
      Pembelian 900 unit pada harga Rp6.000
      Persediaan                             Rp5.400.000
            Utang Dagang                          Rp5.400.000

      Permbelian                              Rp5.400.000
            Utang Dagang                           Rp5.400.000
      Penjualan 600 unit pada harga Rp12.000
      Piutang Dagang                     Rp7.200.000
          Penjualan                                    Rp7.200.000

      Piutang Dagang                       Rp7.200.000
          Penjualan                                    Rp7.200.000
      Beban Pokok Penjualan     Rp3.600.000
           Persediaan                                 Rp3.600.000

      (tidak ada jurnal)

      Penjurnalan Pada Akhir Periode, saldo akhir persediaan 400 unit pada harga Rp6.000
      (tidak ada jurnal)

      Akun persediaan menunjukkan saldo akhir sebesar Rp2.400.000 (Rp600.000 + Rp5.400.000 ΓÇô Rp3.600.000)

      Perdediaan (akhir)                   Rp2.400.000
      Beban pokok penjualan           Rp3.600.000
           Pembelian                                  Rp5.400.000
           Persediaan (awal)                       Rp   600.000



    • Metode Biaya Masuk Pertama Keluar Pertama
      Metode masuk pertama keluar pertama(MPKP) ata first in first out (FIFO) mengasumsikan unit persediaan yang pertama dibeli akan dijual atau digunakan terlebih dahulu sehingga unit yang tertinggal dalam persediaan akhir adalah yang dibeli atau diproduksi kemudian.
      Berdasarkan ilustrasi PT. BANGUN JAYA     , atas perhitungan nilai persediaan akhir dan beban pokok PT.BANGUN JAYA dengan menggunakan metode MPKP berdasarkan sistem periodik adalah sebagai berikut :
             
      Tanggal
      jumlah dan unit biaya
      total biaya
      05-Mei-11
      12-Mei-11
      30-Mei-11
      persediaan akhir
      3.000 unit
      14.000 unit
      8.000 unit
      25.000 unit
      Rp. 3000
      Rp. 3200
      Rp. 3300
      Rp9.000.000
      Rp44.800.000
      Rp26.400.000
      Rp80.200.000
      biaya barang yang tersedia untuk dijual
      dikurangi persediaan akhir
      beban pokok penjualan
      Rp124.000.000
      -Rp80.200.000
      Rp43.800.000

      Apabila PT. BANGUN JAYA menggunakan sistem perpectual untuk perhitungan persediaan , maka nilai persediaan  akhir dan pokok penjualan akan sama dengan hasil yang diberikan sistem periodik. Hal ini dikarenakan adanya kecocokan biaya dan pendapatan atas penjualan barang,  dimana harga yang sama akan digunakan sebagai biaya barang yang masuk pertama, kemudian harga tersebut juga akan digunakan untuk barang yang masuk pertama.
             
      Metode Rata-rata Tertimbang

      Metode rata-rata tertimbang digunakan dengan menghitung biaya setiap unit berdasarkan biaya rata-rata tertimbang dari unit yang serupa pada awal periode dan biaya unit serupa yang dibeli atau diproduksi selama saru periode. Perusahaan dapat menghitung rata-rata biaya secara berkala atau pada saat penerimaan kiriman.

      Berdasarkan ilustrasi PT. BANGUN JAYA sebelumnya, maka perhitungan nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan PT. BANGUN JAYA dengan menggunakan metode rata-rata berdasarkan sistem periodik adalah sebagai berikut :
      .

      Tanggal
      unit
      harga
      Total Biaya
      01-Mei-11
      6000
      Rp        2.800
      Rp    16.800.000
      05-Mei-11
      12000
      Rp        3.000
      Rp    36.000.000
      12-Mei-11
      14000
      Rp        3.200
      Rp    44.800.000
      30-Mei-11
      8000
      Rp        3.300
      Rp    26.400.000
      barang yang tersedia untuk dijual
      40000

      Rp  124.000.000
      biaya rata-rata per unit
      124000000

      Rp               3.100

      40000


      jumlah persediaan akhir
      25.000 unit


      nilai persediaan akhir
      25.000 x Rp. 3.100

      Rp    77.500.000
      barang yang tersedia untuk dijual


      Rp  124.000.000
      nilai persediaan akhir


      Rp    77.500.000
      beban pokok penjualan


      Rp    46.500.000

      Ketika suatu entitas menggunakan metodew rata-rata tertimbang dengan sistem perpectual, maka nilai rata-rata dihitung oada saat pembelian,. Apabila terjadi penjualan maka beban pokok penjualan atau biaya persediaan yang digunakan merupakan nilai rata-rata yang paling kini.

      Berikut merupakan ilustrsi dari perhitungan nilai persediaan akhir dan beban pokok penjualan PT bangun jaya dengan menggunakan metode rata-rata berdasarkan sistem perpectual

      Tanggal
      Pembelian
      penjualan
      saldo
      01-Mei-11



      6000 @ Rp. 2800
      Rp  16.800.000
      05-Mei-11
      12000 @ Rp. 3000
      Rp  36.000.000

      18000 @ Rp. 2933
      Rp  52.800.000
      12-Mei-11
      14000 @ Rp. 3200
      Rp  44.800.000

      32000 @ Rp. 3050
      Rp  97.600.000
      20-Mei-11


      15000 @ Rp. 3050 Rp 45.750.000
      17000 @ Rp. 3050
      Rp  51.850.000
      30-Mei-11
      8000 @ Rp. 3.300
      Rp  26.400.000

      25000 @ Rp. 3130
      Rp  78.250.000




    • PENGUNGKAPAN

      Terkait dengan persediaan, maka dalam penyajiaannya pada laporan keuangan suatu entitas harus mengungkapkan beberapa hal sebagai berikut.
      1. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan, termasuk rumus biaya yang digunakan.
      2. Total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi entitas.
      3. Jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.
      4. Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan.
      5. Jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan.
      6. Jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagi pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagi beban dalam periode berjalan.
      7. Kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan.
      8. Nilai tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagi jaminan kewajiban.

    • Bacalah Buku AKM halaman 246-260 dan kerjakan latihan halaman 265 latihan 6.3 dan 6.4, saya berikan waktu pengerjaan  s.d hari senin jam 13.00. Dikerjakan dikertas folio dan tulis tangan.

    • Silahkan dibaca dan dicocokan dengan jawaban kalian

    • ASET TETAP DAN PROPERTI INVESTASI

      Aset tetap merupakan salah satu harta kekayaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan merupakan suatu sarana penunjang terlaksananya operasional perusahaan dalam mengasilkan laba yang optimal. Aset tetap yang dimiliki perusahaan bukan untuk dijual, melainkan untuk membantu aktivitas operasi perusahaan serta mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. 

      Kreteria Asset tetap :

       1. Berwujud Ini berarti aset tersebut berupa barang yang memiliki wujud fisik, bukan sesuatu yang tidak memiliki bentuk fisik seperti goodwill, hak paten, dan sebagainya. 

      2. Umurnya lebih dari satu tahun Aset ini harus dapat digunakan dalam operasi lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi.Walaupun memiliki bentuk fisik, tetapi jika 9 masa manfaatnya kurang dari satu tahun seperti kertas, tinta, printer, pensil, penghapus, selotif dan sebagainya tidak dapat dikategorikan sebagai aset tetap.Dan yang dimaksudkan dengan umur ekonomis, bukan umur teknis, yaitu jangka waktu dimana suatu aset dapat digunakan secara ekonomis oleh perusahaan. 

      3. Digunakan dalam operasi perusahaan Barang tersebut harus dapat digunakan dalam operasi normal perusahaan, yaitu dipakai untuk menghasilkan pendapatan bagi organisasi.Jika suatu aset memiliki wujud fisik dan berumur lebih dari satu tahun tetapi rusak dan tidak dapat diperbaiki sehingga tidak dapat digunakan untuk operasi perusahaan, maka aset tersebut harus dikeluarkan dari kelompok aset tetap. 

      4. Tidak diperjualbelikan Suatu aset berwujud yang dimiliki perusahaan dan umurnya lebih dari satu tahun, tetapi dibeli perusahaan dengan maksud untuk dijual kembali, tidak dapat dikategorikan sebagaiaset tetap dan harus dimasukkan ke dalam kelompok persediaan. 

      5. Material Barang milik perusahaan yang umurnya lebih dari satu tahun dan digunakan dalam operasi perusahaan tetapi nilai atau harga per unitnya atau harga total relatifnya tidak terlalu besar dibandingkan total aset perusahaan, tidak perlu dimasukkan sebagai aset tetap. Barang-barang yang bernilai rendah seperti pulpen, sendok, piring, stapler, jam meja, dn sebagainya, tidak perlu dikelompokkan sebagai aset tetap. Memang tidak ada ketentuan buku berapa nilai minimal suatu barang agar dapat dikelompokkan sebagai aset tetap.Setiap perusahaan dapat menentukan kebijakannya sendiri mengenai kriteria meterialitas tersebut. 

      6. Dimiliki perusahaan Aset berwujud yang bernilai tinggi yang digunakan dalam operasi dan berumur lebih dari satu tahun tetapi disewa dari pihak lain, tidak boleh dikelompokkan sebagai aset tetap. Kendraan sewaan, misalnya, walaupun digunakan untuk operasi perusahaan dalam jangka panjang, tetap tidak boleh diakui sebagai aset tetap. Berdasarkan kriteria aset tetap diatas dapat disi

    • Soal UTS Penugasan
      Tersedia sampai 2 September 2020, 19:00
    • Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

      1.  Memiliki pemahaman mengenai penyusutan aset yang mencakup definisi, nilai aset yang didepresiasikan, taksiran masa manfaat aset, metode alokasi biaya, dan depresiasi terpisah untuk komponen yang signifikan

      2.  Memiliki pemahaman mengenai penurunan nilai aset yang terkait dengan indikasi penurunan nilai, pengakuan penurunan nilai, pengakuan rugi penurunan nilai, penurunan nilai pada unit penghasil kas, pemulihan rugi penurunan nilai

      3.  Memiliki pemahaman mengenai penyajian dan pengungkapan terkait akun alokasi biaya aset dan penurunan nilai

      4.  Melakukan analisis terhadap biaya penyusutan dan penurunan nilai


    • Materi tambahan dari youtube:

      1.    

      2.    

      3.    


    • Tugas  tentang depresiasi dan penurunan nilai ada di bukunya Dwi Martani Bab 8 Halaman 335 Pertanyaan 1 s.d 5 (ditulis tangan di kertas double folio dan di kirim dgn format jpg atau pdf)

    • Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

      1. Memahami definisi aset takberwujud

      2. Memahami kriteria utama pengakuan aset takberwujud

      3. Memahami pengukuran awal biaya perolehan aset takberwujud

      4. Memahami pengukuran setelahnya dari aset takberwujud

      5. Memahami penyajian dan pengungkapan aset takberwujud

    • YOUTUBE CHANNEL:

      1.    

      2.    

      3.    

      4.    

      5.    


    • Tugas  tentang ASET TAK BERWUJUD ada di bukunya Dwi Martani Bab 9 Halaman 355 Pertanyaan 1 s.d 5 (ditulis tangan di kertas double folio dan di kirim dgn format jpg atau pdf)


    • Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

      1.       Memahami tujuan dan ruang lingkup aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual

      2.       Menginterpretasikan terminologi dan definisi yang berkaitan dengan perlakuan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual

      3.       Memahami prinsip penting terkait dengan pengakuan dan pengukuran aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual

      4.       Mengetahui prinsip penyajian dan pengungkapan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual


    • YOUTUBE CHANNEL:

      1.    

      2.    

      3.    

    • o   Tugas  tentang ASET TIDAK LANCAR YANG DIMILIKI UNTUK DIJUAL  ada di bukunya Dwi Martani Bab 10 Halaman 372 Pertanyaan 1 s.d 5 (ditulis tangan di kertas double folio dan di kirim dgn format jpg atau pdf)


    • Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

      ┬╖         Menjelaskan sifat dan tipe liabilitas jangka pendek

      ┬╖         Menjelaskan klasifikasi liabilitas jangka pendek

      ┬╖         Menjelaskan pencatatan dan pengukuran utang bank jangka panjang

      ┬╖         Menjelaskan liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo pada periode berikutnya

      ┬╖         Menjelaskan pencatatan dan pengukuran jangka pendek terkait dengan kegiatan operasi entitas

      ┬╖         Penyajian dan pengungkapan liabilitas jangka pendek

      ┬╖         Menjelaskan definisi, pengukuran, dan penyajian provisi

      ┬╖         Menjelaskan definisi dan pengungkapan utang dan aset kontinjensi

      ┬╖         Menganalisis laporan keuangan terkait dengan liabilitas jangka pendek


    • 1.    

      2.    

      3.    


    • Tugas  tentang LIABILITAS JANGKA PENDEK  ada di bukunya Dwi Martani Buku 2 Bab 11 Halaman 45 Pertanyaan 1 s.d 10 (ditulis tangan di kertas double folio dan di kirim dgn format jpg atau pdf)


    • Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

      1.Menjelaskan mengenai struktur kepemilikan perusahaan dan pelaporannya
      2.Menjelaskan mengenai ekuitas pemegang saham dan komponen-komponen yang terkait
      3.Menjelaskan mengenai jenis saham yang diterbitkan perusahaan
      4.Menjelaskan mengenai proses dan pencatatan penerbitan saham
      5.Menjelaskan pembagian dividen untuk saham preferen
      6.Menjelaskan rasio keuangan terkait dengan ekuitas perusahaan

    • 1.      

      2.      

      3.      


    • Tugas  tentang EKUITAS ada di bukunya Dwi Martani Buku 2 Bab 13 Halaman 97 Pertanyaan 1 s.d 5 (ditulis tangan di kertas double folio dan di kirim dgn format jpg atau pdf)


    • Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

      1.      Menjelaskan SAK ETAP sebagai salah satu pilar SAK.

      2.      Menjelaskan perbedaan SAK ETAP dan SAK Umum.

      3.      Menjelaskan karakteristik kualitatif dan prinsip pervasif SAK ETAP.

      4.      Menjelaskan perlakuan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP.

      5.      Menjelaskan jenis-jenis peristiwa setelah periode pelaporan.


  • Assalamualaikun Wr. Wb.

    Sebelum melaksanakan Ujian Akhir Semester ada beberapa pesan penting yang harus disampaikan:

    1.       Soal dikerjakan dikertas double folio bergaris (jika kurang anda sediakan sendiri) beri nama, NPM, Kelas dan di tandatangani

    2.       Jawaban anda menggunakan pena (warna hitam atau biru) bukan pensil

    3.       Jawaban harus rapih, bersih dan dikerjakan secara berurutan (tidak boleh acak)

    4.       Jika ada pertanyaan dan jawaban boleh diajukan ke forum / WA dan dosen hanya menjawab soal yang dirasa belum jelas maksud atau instruksinya oleh peserta UAS

    5.       Peserta Ujian Akhir  Semester WAJIB mengisi absen yang sudah dibuat di feedback dengan kata ΓÇ£HADIRΓÇ¥ selama jadwal ujian berlangsung yakni pukul 08.50 ΓÇô 12.00 WIB yang akan digunakan sebagai tanda hadir peserta ujian.

    6.       Lembar jawaban dikumpul melalui scan yang Jelas dalam bentuk jpg atau bmp atau pdf, paling lambat tanggal 09 September 2020 pukul 13.00 WIB

    Demikianlah instruksi mengenai kegiatan Ujian Akhir Semester hari ini, semoga dapat diikuti dengan baik oleh semua peserta.

    Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih dan selamat mengerjakan