Garis besar topik
-
-

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Pagi… Salam Sejahtera untuk kita semua…
Hallo... selamat datang rekan-rekan Mahasiswa yang saya banggakan. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Tuhan yang Maha Esa dimanapun anda berada.
Selamat datang di mata kuliah ΓÇ£Akuntansi dan Laporan Keberlanjutan". Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Ilmu Akuntansi Institut Informatika & Bisnis Darmajaya Lampung. Mata kuliah ini memiliki beban sebesar 2 SKS.
Matakuliah ini akan mempelajari hubungan akuntansi dengan Triple Bottom Line. Saat ini Akuntansi bukan hanya berfokus pada profitabilitas saja, melainkan terdapat aspek lain seperti lingkungan dan juga sosial. Keterkaitan antara ketiganya sejalan dengan SDGs yang menjadi tujuan negara secara keseluruhan.
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik ya rekan-rekan semua, Ingat… Kesuksesan tidak dapat diperoleh secara instan… anda perlu memiliki persiapan yang baik, kerja keras, ketekunan, dan belajar dari kegagalan.
So, Selamat berproses. Nikmati setiap prosesnya dan tetap semangat!!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Ulfah Tika Saputri, S.E., M.Sc
-
-
Berikut dilampirkan daftar hadir mahasiswa. Berdasarkan keputusan, perkuliahan dilaksanakan dengan sistem hybrid. Dengan demikian nomer urut ganjil pada presensi akan melaksanakan perkuliahan luring pada pertemuan 1 dan nomor urut genap akan dilakuakn perkuliahan daring. Nomor urut ganjil akan melakukan sistem daring pada pertemuan ke 2 sedangkan nomor genap akan melakukan sistem luring. Akan berlangsung sampai berikutnya.
-
-
-
CHAPTER 1Konsep Sustainability Reporting
1. Konsep Dasar Keberlanjutan (Sustainability)
Kidd (1992) menyebutkan bahwa konsep keberlanjutan berawal dari bidang ekologi. Ahli ekologi menyebutkan bahwa akan ada konsekuensi jangka panjang dari kegiatan manusia terkait dengan pembangunan yang pada akhirnya dapat menyebabkan bencana bagi umat manusia.
Sebelumnya, pada tanggal 5 juni 1972 PBB telah menyelenggaran konfrensi terkait dengan lingkungan hidup. Hal tersebut dilakukan PBB karena terinspirasi dari buku silent spring yang di dalamanya menjelaskan tentang kehidupan sunyi yang disebabkan oleh adanya pencemaran lingkungan hidup yanag sudah tidak mampu dikendalaikan. Konfrensi tersebut menghasilkan sebuah komitmen mengenai pembangunan yang berkelanjutan.Kemudian setelah dua dekade terakhir konsep sustainability semakin menarik perhatian dan beberapa peneliti mendefinisikan arti sustainability, misalnya Bruntland (1987) yang mendefinisikan sebagai berikut:
ΓÇ£Sustainable development is developed that meets the needs of the present generation without compromising the ability of the future generations to meet their own needsΓÇ¥.
Berdasarkan definisi yang disebutkan dalam Brutland (1987), maka terdapat 2 konsep dasar yang terkandung dalam definisi tersebut. Pertama: konsep kebutuhan dalam hal kebutuhan bagi masyarakat miskin dunia yang memang harus menjadi prioritas. Kedua, ide keterbatasan yang diberlakukan oleh negara yang memiliki berbagai jenis industry yang beroperasi yang memiliki dampak terhadap lingkungan.Kemudian Zapta dan Munoz (2018) mencoba menjelaskan konsep sustainability dalam terminologi sebagai berikut:
1. Keberlanjutan sebagai seperangkat kriteria pedoman untuk tindakan manusia2. Keberlanjutan sebagai tujuan utama manusia, istilah sustainability juga digunakan untuk merujuk pada tujuan masyarakat
3. Keberlanjutan sebagai objek. Keberlanjutan sebagai objek berkaitan dengan entitas yang ada, yang mampu direpresantasikan dipelajari.
2. SDG
Konfrensi lingkungan yang diselenggarakan di Stockholm pada tahun 1972 mengenalkan pembangunan berkelanjutan. Keseriusan masyarakat dunia terhadap lingkungan dibuktikan dengan munculnya Millennium Development Goals (MDG) pada tahun 2000 sampai tahun 2015. Millennium Development Goals (MDGs) yang disepakati oleh negara anggota PBB pada tahun 2000 dan berakhir pada akhir tahun 2015. MDGs yang disepakati berisi 8 Tujuan, 21 Sasaran, dan 60 Indikator.
Kemudian, dilanjutkan pada tahun 2015, melanjutkan MDGs menjadi deklarasi lahirlah deklarasi Sustainability Development Goals (SDGS). SDGs mengakomodasi masalah-masalah pembangunan secara lebih komprehensif baik kualitatif (dengan mengakomodir isu pembangunan yang tidak ada dalam MDGs) maupun kuantitatif.
SDGs membawa 5 prinsip-prinsip mendasar yang menyeimbangkan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, yaitu 1) People (manusia), 2) Planet (bumi), 3) Prosperity (kemakmuran), 4) Peace (perdaiaman), dan 5) Partnership (kerjasama). Kelima prinsip dasar ini dikenal dengan istilah 5 P dan menaungi 17 Tujuan dan 169 Sasaran yang tidak dapat dipisahkan, saling terhubung, dan terintegrasi satu sama lain guna mencapai kehidupan manusia yang lebih baik.
Alasan utama masyarakat mulai mempertimbangkan SDG adalah adanya kesenjangan kesejahteraan dan perubahan iklim secara ekstream yang dirasakan. Kesenjangan social berupa kesejahteraan diantara masyarakat masih nampak nyata, terutama pada negara berkembang. Di Negara berkembang misalnya Indonesia, anak yang dilahirkan dari keluarga miskin 20% lebih besar menderita gizi buruk (stunting). Selanjutnya, pembangunan dan kegiatan yang hanya memikirkan ekonomi atau moneter juga mengakibatkan berbagai masalah lingkungan hidup seperti produksi sampah yang melimpah diberbagai negara, emisi gas yang terus meningkat diberbagi negara dan hal tersebut akan memberikan dampak buruk bahkan menyebabkan kematian.
Akuntansi Keberlanjutan
lebih lanjut, sila unduh materi berikut
-
-
-
Haaaiii... Selamat sore...
Kita diskusi dulu yuk, untuk mengecek seberapa luas pemahaman kalian..
1. Menurut anda, apakah perbedaan antara kerangka laporan keberlajutan dan standar laporan keberlanjutan? apakah sesuatu yang berbeda?
2. Ada berapa standar keberlanjutan yang anda ketahui?
3. Apa keterkaitan antara ISO 26000 dengan standar keebrlanjutan?
Silahkan isi pada platform yang telah disediakan 😊
-
-
UJIAN TENGAH SEMESTER
1. Mahasiswa dapat mengakses ujian tengah semester mulai dari pukul 16.00 sampai dengan 22.00.
2. Pastikan anda telah mengisis presensi pada laman yang telah disediakan.
3. Soal yang dapat dikerjakan sebanyak 90 menit dengan jumlah soal 50.
4. Percobaan pengerjaan hanya dapat dilakukan sebanyak 1 kali dan tidak ada pengulangan, dengan demikian kerjakan secara hati-hati dan teliti.
5. Jika mengalami kendala, sila hubungi dosen pengampu.
-
-
-

-
KETENTUAN PENGERJAAN
1. Berdoa sebelum mengerjakan soal UAS
2. Melakukan presensi pada laman yang telah disediakan
3. Mahasiswa dapat mengakses soal pada tanggal 26 Juli 2021 pukul 16.10 s.d 22.00 WIB. Durasi pengerjaan selama 80 menit.
4. Soal yang dikerjakan sebanyak 50 soal dan bersifat random.
5. Segala bentuk kecurangan tidak dapat ditolelir.
Selamat berjuang!!! Break a leg!!! 😊
-
