Garis besar topik
-
-
Berita dan pengumuman

Bismillahirrohmanirrohim...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua ; Shalom; Om swastiastu ; Namo buddhaya;
Salam kebajikan,
Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
Dimanapun berada..., semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.Selamat datang di Mata kuliah GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT
Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S2 PascaSarjana pada rumpun Ilmu Ekonomi.
Mata kuiah GBE ini memiliki beban SKS sebesar 3 SKS, dengan kode Matakuliah : MMA3106319:kelas 2MM: Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik,
Salam hangat dan tetap semangat !!┬╖ (No HP; Dr. Lukmanul hakim-0823-79425312)
┬╖ Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Lukmanul Hakim
Dosen Pengampu Mata Kuliah
Identitas Diri
Nama : Dr. Lukmanul Hakim,SE., M.Si
NIK : 14360118
NIDN : 0211097001
TTL : Palembang, 11 September
Agama : Islam
Kantor : IIB Darmajaya Bandar Lampung
HP : 0823-79425312
Email : lukmanulhakim@darmajaya.ac.id
Terima Kasih atas perhatiannya
┬╖ DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini didesain untuk mendiskusikan deskripsi, analisis dan sintesis dari faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja organisasi bisnis. Faktor-faktor tersebut dibahas dalam rerangka strategik untuk memfasilitasi respon organisasi terhadap kompleksitas dan dinamika lingkungan.
Keterkaitan antara faktor-faktor lingkungan, kekuatan industri dan bisnis menjadi sorotan utama agar mahasiswa memiliki perspektif yang lebih lebar dan visi masa depan yang lebih tajam. Mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kunci lingkungan, mengantisipasi tren dan arah lingkungan tersebut, memahami keterkaitan yang kompleks dan dinamis antar lingkungan, serta mengantisipasi peluang dan tantangan bisnis sebagai dampak dari perubahan lingkungan.
Mata kuliah ini akan mengeksplorasi 9 lingkungan yaitu ekonomi, hukum bisnis Indonesia, hukum bisnis Internasional, demografi, sosial budaya, politik (nasional dan internasional), teknologi, natural dan pemerintahan. Karena mata kuliah ini bersifat multidisipliner, maka mahasiswa dan dosen diharapkan memiliki orientasi visioner dan berwawasan luas dan terbuka. Setiap topik didiskusikan dalam perspektif visioner seorang CEO (Chief Executive Officer).
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menyelesaikan mata kuliah General Business Environment, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Mendeskripsikan dan menjelaskan konsep-konsep dasar tentang interaksi antara bisnis dengan lingkungannya.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor penting lingkungan yang berinteraksi dengan organisasi bisnis, menganalisis pola dan tren dari faktor-faktor beserta interaksinya, mentranslasikan pola dan tren tersebut sebagai suatu kesempatan dan tantangan bagi organisasi.
3. Menganalisis bagaimana faktor-faktor lingkungan mempengaruhi keputusan bisnis dan memahami berbagai implikasi bisnis sebagai dampak dari perubahan lingkungan.
4. Mengembangkan dan memformulasikan strategi bisnis yang lebih baik.
5. Menyiapkan mahasiswa agar memiliki perspektif yang lebih lebar, lebih visioner dan lebih sadar terhadap lingkungan sehingga memiliki kebijakan dan putusan manajerial yang lebih baik.
No.
AACSB Learning Goals
Concerns
***=High **=Medium *=Low
LG1
Students demonstrate the ability to communicate in an effective, persuasive, and professional manner
**
LG2
Students demonstrate the ability to translate business knowledge into action
***
LG3
Students demonstrate the ability to make ethical and responsible decisions
**
LG4
Students demonstrate the ability to solve practical business problem with creative ideas
***
LG5
Students demonstrate the ability to be a strategic business leader
***
┬╖ BUKU TEKS UTAMA
Materi pembelajaran dikompilasi dalam dokumen yang terdiri dari bahan bacaan dan studi kasus tiap topik. Mahasiswa sangat didorong untuk mengeksplorasi bahan bacaan sebagai pendukung untuk setiap topik.
METODA PEMBELAJARAN
Pembelajaran dilaksanakan dengan mengkombinasikan perkuliahan, diskusi interaktif, dan penugasan studi kasus dengan isu-isu terkini yang relevan bagi mahasiswa. Setiap sesi perkuliahan terdiri dari diskusi materi pembelajaran dan diskusi interaktif tentang situasi nyata dunia bisnis, serta pembahasan studi kasus yang terkait.
METODE PENILAIAN
Kehadiran dan Partisipasi: mahasiswa diharapkan hadir 100% dalam semua sesi perkuliahan dan jika kehadiran kurang dari 75% maka mahasiswa tidak diperkenankan mengumpulkan tugas akhir/pengecualian Hal tertentu. Mahasiswa wajib menyelesaikan semua tugas dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan dan diskusi kelas. Penilaian untuk setiap topik didasarkan pada partisipasi dan kontribusi setiap mahasiswa dalam perkuliahan dan diskusi kelas.
Tugas Akhir/Makalah: setiap mahasiswa wajib menyelesaikan dan mengumpulkan makalah sebagai tugas akhir dengan menganalisis faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi suatu organisasi bisnis. Sebaiknya mahasiswa memilih industri tertentu lalu memfokuskan analisisnya pada dampak setiap lingkungan terhadap industri dan suatu perusahaan tertentu.
Gaya penulisan makalah mengikuti ketentuan yang diatur oleh IIB Darmajaya. Mahasiswa dilarang keras melakukan tindakan plagiarisma dan semua pelanggaran atau ketidakjujuran akademik. Maka sumber acuan dan referensi harus ditampilkan dengan lengkap dan cermat. Makalah dievaluasi berdasarkan 3 kriteria yaitu kualitas isi (kualitas riset dan analisis, kemanfaatan isi dan kekinian serta kesahihan informasi), kejelasan penyajian (penyajian tabel, gambar secara cermat dan tata bahasa yang baik), dan pengorganisasian makalah. Makalah sebaiknya dilengkapi dengan 1 lembar ringkasan eksekutif di bagian awal. Rancangan makalah dipresentasikan dalam sesi tertentu sesuai pengaturan oleh Dosen Koordinator GBE. Selama presentasi, rancangan makalah memperoleh saran dan kritik dari dosen dan mahasiswa untuk penyempurnaan. Makalah final dikumpulkan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh bagian akademik.
Komponen Evaluasi:
a.
Kehaadiran
20 % b.
uts
20 % c.
Uas
20 % d.
prilaku
20 % e.
20 %
┬╖ MATERI KULIAH
Mata kuliah General Business Environment dengan bobot 3 SKS diselenggarakan dalam 14 sesi perkuliahan untuk kelas regular dan 12 sesi perkuliahan @180 menit untuk kelas eksekutif.
Sesi
Topik
Dosen
1
Penjelasan mata kuliah
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
2
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
3
Kebijakan Moneter dan Fiskal
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
4
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
5
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
6
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
7
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
8
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
9
Lingkungan Alami (natural)
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
10
Dr. Lukmanul Hakim, S.E., M.Si/Dr.Ir. Firmansyah YA., MBA., M.Sc
11
Presentasi dan Diskusi Makalah Akhir
Disesuaikan
12
Presentasi dan Diskusi Makalah Akhir
Disesuaikan
13
Presentasi dan Diskusi Makalah Akhir
Disesuaikan
14
Presentasi dan Diskusi Makalah Akhir
Disesuaikan
LINGKUNGAN KUNCI BISNIS DI INDONESIA
Suatu keniscayaan bagi pemimpin bisnis saat ini untuk secara terus menerus dengan sungguh-sungguh memahami dan menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan lingkungan yang berdampak pada strategi dan operasi organisasi bisnis.
┬╖ Kesimpulan:
LINGKUNGAN KUNCI BISNIS DI INDONESIA
Suatu keniscayaan bagi pemimpin bisnis saat ini untuk secara terus menerus dengan sungguh-sungguh memahami dan menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan lingkungan yang berdampak pada strategi dan operasi organisasi bisnis.
-
-
-
Ekonomika Pembangunan dan Regional :
1.Ekonomi Regional
3.Pusat pertumbuhan menurut ahli4.Dasar-dasar rasional yang mempengaruhi kinerja pusat pertumbuhan.5.Tempat Sentral Hierarki.6.Karakteristik utama sebuah pusat pertumbuhan7. Konsep dasar wilayah pertumbuhan
-
Bismillahirrohmanirrohim...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua ; Shalom; Om swastiastu ; Namo buddhaya;
Salam kebajikan,
Hallo apa kabar?
Pertemuan Minggu ke 1 ini kita akan membahas tentang" Ekonomika Pembangunan dan Regional "
Apa Itu Ekonomika Pembangunan dan Regional..
Menurut Ahli Pusat Petumbuhan adalah
Pusat pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan yang memengaruhi atau memberikan imbas terhadap kawasan-kawasan lain di sekitarnya. Melalui pengembangan kawasan pusat-pusat pertumbuhan ini, diharapkan terjadi proses interaksi dengan wilayah-wilayah lain di sekitarnya.
Water Christaller, ahli geograi berkebangsaan Jerman,, mengatakan bahwa sebagai kawasan yang berpengaruh luas terhadap wilayah-wilayah di sekitarnya, pusat pertumbuhan dapat di'itrakan dengan titik-titik simpul yang berbentuk geometris heksagonal segi enam. (Wilayah segi enam itu merupakan wilayah-wilayah yang penduduknya terlayani oleh tempat sentral yang bersangkutan. Tempat-tempat sentral yang dimaksud dapat berupa pusat-pusat perbelanjaan, kota, atau pun pusat-pusat kegiatan lainnya. )leh tempat-tempat sentral itu, wilayah atau tempat-tempat lain di sekitarnya akan tertarikUntuk lebih jelas lagi silahkan kalian melihat paparan Materi dan Link video dibawah ini.
Selamat belajar...
-
Link e-book:
https://www.slideshare.net/AroelShylla/58443826-ebookregional
Ekonomi regional" (Rusli Ghalib, 2005)
-
-
-
-
-
Kesimpulan:
1. Tidak semua artikel yang judulnya ada perekonomian regional atau ekonomi regional kemudian menjadi cakupan ekonomi regional
2. Ciri ekonomi regional mempertimbangkan perbedaan lokasi: potensi setiap lokasi: memasukkan teori lokasi, dst
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

-
-

-

-
Kesimpulan Kebijakan moneter:
suatu kebijakan yang bertujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi negara. Untuk mencapai tujuan ini, ada beberapa instrumen yang bisa dilakukan dalam kebijakan moneter, yaitu fasilitas diskonto, operasi pasar terbuka, rasio cadangan wajib, dan imbauan moral.
-
-
-
-
-
A. Pengertian Kebijakan Fiskal
3. Pengertian Kebijakan Fiskal
B. Siapa Yang Membuat Kebijakan Fiskal?
1. Meningkatkan PDB (pdb negara dan pdb per kapita)
2. Meningkatkan serapan tenaga kerja
4. Tujuan Lain Kebijakan Fiskal
1. Kebijakan Fiskal Fungsional
3. Kebijakan fiskal tidak disengaja
F. Komponen dalam Kebijakan Fiskal
3. Kebijakan Investasi serta Kebijakan Disinvestasi
4. Kebijakan Pengelolaan Hutang
1. Insentif Pajak Selama Pandemi Covid-19
2. Meningkatkan Anggaran untuk Penanganan Covid-19
3. Contoh Lain Kebijakan Fiskan
I. Dampak Kebijakan Fiskal Pada Bisnis
J. Instrumen dari Kebijakan Fiskal
2. Stabilitas Anggaran Otomatis
K. Peran dari Kebijakan Fiskal yang Diterapkan Oleh Kepemerintahan Suatu Negara
-
-
-
-
-
1. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, tepatnya pada tahun 1968 sampai dengan tahun 1998. Kebijakan fiskal yang pernah dilaksanakan adalah dengan cara melakukan:
- Penghematan yang diaplikasikan pada pengurangan subsidi.
- Peningkatan penerimaan negara lewat intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak. Fungsi pajak dalam perekonomian adalah sebagai salah satu pemasukan negara. Intensifikasi dalam bidang pajak memiliki arti bahwa adanya kegiatan optimalisasi penggalian penerimaan pajak terhadap objek serta subjek pajak yang telah tercatat atau terdaftar dalam administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Intensifikasi pajak adalah hasil dari adanya ekstensifikasi pajak. Sedangkan ekstensifikasi dalam bidang pajak memiliki arti bahwa adanya upaya yang berkaitan dengan penambahan jumlah Wajib Pajak (WP) terdaftar dan perluasan objek pajak dalam administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
-
- KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM: STUDI KASUS DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN
-
Link meet google: pertemuan ketiga kita
meet.google.com/jhq-vkct-fveBergabung melalui telepon: (US) +1 724-429-1160PIN: 309 213 893# -

-
-

-
-
-
Kebijakan Industri dan Sektoral
-
-
Mari kita lihat Jurnal materi 4 Kebijakan Industri dan Sektoral
-
-
- Permasalahan dan Reformasi Kebijakan Industri di Indonesia Monday, 09 April 2007 WIB, Oleh: Humas UGM Semenjak kebijakan pemerintah tidak lagi mengandalkan ekspor migas, industri manufaktur telah memainkan peranan yang penting di Indonesia. Bahwa sektor industri manufaktur yang semakin berorientasi ekspor, telah menopang ekonomi Indonesia. Ekspor industri manufaktur menyumbang tidak kurang 83-85% terhadap ekspor nonmigas dan sekitar 64-57% terhadap total ekspor Indonesia selama 1994-2005.
- Bahkan kontribusi ekspor industri ini telah melampaui ekspor sektor pertanian dan migas sejak awal dasawarsa 1990-an. “Boleh dikata industri manufaktur telah menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebelum krisis, Industri manufaktur mampu tumbuh dua digit, yaitu rata-rata sekitar 11 % selama 1974-1997. Meski begitu, sejak krisis pertumbuhan sektor industri relatif rendah hanya berkisar antara 3,5% hingga 7,7%,” ujar Prof Mudrajad Kuncoro, PhD, di Balai Senat UGM, Kamis, (5/4).
- Demikian disampaikannya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi UGM. Dirinya menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Membangun Industri Indonesia: Identifikasi Masalah Dan Reformasi Kebijakan”. Katanya, salah satu permasalahan struktural industri di Indonesia adalah terkonsentrasinya lokasi industri manufaktur di Jawa dan Sumatra. Bahwa selama periode 1976-2004, dominasi sebagian besar aktivitas industri manufaktur modern, terutama industri besar dan menengah (IBM) berlangsung di kedua pulau tersebut. “Selama periode tersebut, di kedua wilayah Jawa dan Sumatra mampu menyerap lebih dari 93 persen tenaga kerja Indonesia. Namun, pangsa Jawa mengalami penurunan dari 89 persen di tahun 1976 menjadi 79 persen di tahun 2004. Sementara, dalam periode yang sama, pangsa Sumatra mengalami pertumbuhan dari 6,7 menjadi 14,1 persen,” kata Mudrajad. Di bagian lain pidatonya, kata Mudrajad, perlu menekankan pentingnya perspektif baru dalam kebijakan targeting industri. Bahwa, secara umum kebijakan industri dapat diklasifikasikan ke dalam upaya sektoral dan horizontal. Upaya sektoral terdiri dari berbagai macam tindakan yang dirancang untuk mentargetkan industri-industri atau sektor-sektor tertentu dalam perekonomian. Upaya horizontal dimaksudkan untuk mengarahkan kinerja perekonomian secara keseluruhan dan kerangka persaingan dimana perusahaan-perusahaa melaksanakan usahanya. “Agaknya di masa mendatang kita memerlukan kebijakan industri yang lebih ‘antisipatif’ atau ‘pro-aktif’ dalam menghadapi banyak perubahan dalam lingkup nasional maupun internasional,” tandas pria kelahiran Yogyakarta 4 September 1965, suami Erlina Juwita BA Akt, ayah tiga putra ini. (Humas UGM)
-
Kebijakan Industri Nasional
Kamis, 1 Desember 2011Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional adalah Indonesia menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun 2025, dengan visi antara pada tahun 2020 sebagai Negara Industri Maju Baru, karena sesuai dengan Deklarasi Bogor tahun 1995 antar para kepala Negara APEC pada tahun tersebut liberalisasi di negara-negara APEC sudah harus terwujud.
Sebagai negara industri maju baru, sektor industri Indonesia harus mampu memenuhi beberapa kriteria dasar antara lain: 1) Memiliki peranan dan kontribusi tinggi bagi perekonomian Nasional, 2) IKM memiliki kemampuan yang seimbang dengan Industri Besar, 3) Memiliki struktur industri yang kuat (Pohon Industri lengkap dan dalam), 4) Teknologi maju telah menjadi ujung tombak pengembangan dan penciptaan pasar, 5) Telah memiliki jasa industri yang tangguh yang menjadi penunjang daya saing internasional industri, dan 6) Telah memiliki daya saing yang mampu menghadapi liberalisasi penuh dengan negara-negara APEC. Diharapkan tahun 2020 kontribusi industri non-migas terhadap PDB telah mampu mencapai 30%, dimana kontribusi industri kecil (IK) ditambah industri menengah (IM) sama atau mendekati kontribusi industri besar (IB). Selama kurun waktu 2010 s.d 2020 industri harus tumbuh rata-rata 9,43% dengan pertumbuhan IK, IM, dan IB masing-masing minimal sebesar 10,00%, 17,47%, dan 6,34%.
Untuk mewujudkan target-target tersebut, diperlukan upaya-upaya terstruktur dan terukur, yang harus dijabarkan ke dalam peta strategi yang mengakomodasi keinginan pemangku kepentingan berupa strategic outcomes yang terdiri dari: 1) Meningkatnya nilai tambah industri, 2) Meningkatnya penguasaan pasar dalam dan luar negeri, 3) Kokohnya faktor-faktor penunjang pengembangan industri, 4) Meningkatnya kemampuan inovasi dan penguasaan teknologi industri yang hemat energi dan ramah lingkungan, 5) Menguat dan lengkapnya struktur industri, 6) Meningkatnya persebaran pembangunan industri, serta 7) Meningkatnya peran industri kecil dan menengah terhadap PDB.
Dalam rangka merealisasikan target-target tersebut, Kementerian Perindustrian telah menetapkan dua pendekatan guna membangun daya saing industri nasional yang tersinergi dan terintegrasi antara pusat dan daerah. Pertama, melalui pendekatan top-down dengan pengembangan 35 klaster industri prioritas yang direncanakan dari Pusat (by design) dan diikuti oleh partisipasi daerah yang dipilih berdasarkan daya saing internasional serta potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kedua, melalui pendekatan bottom-up dengan penetapan kompetensi inti industri daerah yang merupakan keunggulan daerah, dimana pusat turut membangun pengembangannya, sehingga daerah memiliki daya saing. Pengembangan kompetensi inti di tingkat provinsi disebut sebagai Industri Unggulan Provinsi dan di tingkat kabupaten/kota disebut Kompetensi Inti Industri Kabupaten/Kota. Pendekatan kedua ini merupakan pendekatan yang didasarkan pada semangat Otonomi Daerah. Penentuan pengembangan industri melalui penetapan klaster industri prioritas dan kompetensi inti industri daerah sangat diperlukan guna memberi kepastian dan mendapat dukungan dari seluruh sektor di bidang ekonomi termasuk dukungan perbankan.
Saat ini telah tersusun 35 Roadmap Pengembangan Klaster Industri Prioritas, yakni:
- Industri Agro, terdiri atas: (1) Industri pengolahan kelapa sawit; (2) Industri karet dan barang karet; (3) Industri kakao; (4) Industri pengolahan kelapa; (5) Industri pengolahan kopi; (6) Industri gula; (7) Industri hasil Tembakau; (8) Industri pengolahan buah; (9) Industri furniture; (10) Industri pengolahan ikan; (11) Industri kertas; (12) Industri pengolahan susu.
- Industri Alat Angkut, meliputi: (13) Industri kendaraan bermotor; (14) Industri perkapalan; (15) Industri kedirgantaraan; (16) Industri perkeretaapian.
- Industri Elektronika dan Telematika: (17) Industri elektronika; (18) industri telekomunikasi; (19) Industri komputer dan peralatannya
- Basis Industri Manufaktur, mencakup:
- Industri Material Dasar: (20) Industri besi dan baja; (21) Industri Semen; (22) Industri petrokimia; (23) Industri Keramik
- Industri Permesinan: (24) Industri peralatan listrik dan mesin listrik; (25) Industri mesin dan peralatan umum.
- Industri Manufaktur Padat Tenaga Kerja: (26) Industri tekstil dan produk tekstil; (27) Industri alas kaki;
- Industri Penunjang Industri Kreatif dan Kreatif Tertentu: (28) Industri perangkat lunak dan konten multimedia; (29) Industri fashion; (30) Industri kerajinan dan barang seni.
- Industri Kecil dan Menengah Tertentu: (31) Industri batu mulia dan perhiasan; (32) Industri garam rakyat; (33) Industri gerabah dan keramik hias; (34) Industri minyak atsiri; (35) Industri makanan ringan.
Adapun provinsi yang telah menyusun roadmap industri unggulan provinsinya terdiri dari 18 provinsi yakni: 1) D.I. Yogyakarta, 2) Sulawesi Tengah, 3) Papua, 4) Sumatera Barat, 5) Sumatera Selatan, 6) Lampung, 7) Kalimantan Timur, 8) Sulawesi Selatan, 9) Gorontalo, 10) Nusa Tenggara Timur, 11) Nusa Tenggara Barat, 12) Nanggroe Aceh Darussalam, 13) Riau, 14) Kepulauan Riau, 15) Kepulauan Bangka Belitung, 16) Kalimantan Barat, 17) Sulawesi Tenggara, dan 18) Sulawesi Utara.
Sedangkan kabupaten/kota yang telah menyusun roadmap kompetensi inti industri kabupaten/kotanya terdiri dari 5 kabupaten/kota sebagai berikut: 1) Kota Pangkalpinang, 2) Kabupaten Luwu, 3) Kota Palopo, 4) Kabupaten Maluku Tengah, dan 5) Kabupaten Maluku Tenggara. Sementara kabupaten/kota lainnya sedang dalam proses kajian.
Untuk lebih lengkapnya, dokumen kebijakan, roadmap dan hasil kajian dapat diunduh di alamat: http://rocana.kemenperin.go.id.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Silahkan perhatian dibaca , buatlah artikel dan buku dilihat dari jurnal yg telah ditetapkan dan boleh mengambil jounal lebih...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
baca dan pahami, silahkan kreativitas cari kebaharuan materi ini, tolong hubungkan dengan SDGs dan atau ILO...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Daftar Pustaka
1.Masyarakat dan Teknologi - Teknologi, Energi & Lingkungan ΓÇô YouTube, Diakses tanggal 19 Desember 20202.https://www.researchgate.net/publication/277902605_Pengembangan_Teknologi_Energi_Alternatif_untuk_Mendukung_Ketahanan_dan_Kemandirian_Energi_Nasional, Diakses tanggal 19 Desember 20203.https://slideplayer.info/slide/12019726/, Diakses tanggal 19 Desember 20204.https://sis.binus.ac.id/2015/06/29/peran-teknologi-informasi-bagi-lingkungan/, Diakses tanggal 19 Desember 20205.Technological environment, meaning, features, impact/effects ΓÇô YouTube, Diakses tanggal 19 Desember 20206.https://www.ijism.org/administrator/components/com_jresearch/files/publications/IJISM_826_FINAL.pdf, Diakses tanggal 19 Desember 20207.https://www.slideshare.net/KunalAnand48/technological-environment-ppt-136129472, Diakses tanggal 19 Desember 20208.https://www.google.com/search?source=hp&ei=vGncX_PuNIK89QPKgZmgCw&q=+technological+environmental+statistics&oq=+technological+environmental+statistics&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQA1CODlj1M2CdQmgCcAB4AIABdogBdpIBAzAuMZgBAKABAqABAaoBB2d3cy13aXqwAQA&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwjzvLjjj9ftAhUCXn0KHcpABrQQ4dUDCAY&uact=5, Diakses tanggal 19 Desember 2020 -
Kesimpulan
Lingkungan teknologi adalah kekuatan yang menciptakan teknologi baru, menciptakan produk, dan peluang pasar, yang baru. Teknologi telah menciptakan benda-benda yang mengagumkan seperti antibiotic, pembedahan robotic, alat-alat elektronik mini, komputer, laptop, dan internet. Dengan adanya teknologi baru maka akan menciptakan pasar dan peluang baru
-
-
-
Link meet google (Daring):
meet.google.com/aaz-ckra-vgyBergabung melalui telepon: (US) +1 302-786-7844PIN: 815 006 512# -

-

-
-
-
-
-
-
-


-
meet.google.com/fse-qgdz-wiiBergabung melalui telepon: (US) +1 347-486-7414PIN: 314 493 429#
-

-
-
Merujuk firman Allah 'firman Allah SWT: ΓÇ£Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)ΓÇ¥ (QS. Ar-Rum: 41).
-
-
-
-
Rujukan refrensi :
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=lingkungan+pemerintah&btnG=
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/13828
https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/107769909407100217
https://www.sindonews.com/topic/1486/lingkungan
https://www.nbcnews.com/science/environment
https://www.academia.edu/11146244/Governmental_Environment
-
-
-

-

-
-
-
LINGKUNGAN, ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS
-
-
Buka, Baca, diskusikan , resume dan simpulkan
-
-
buka jurnal , silahkan baca dan terjemahkan , simpulkan..
-
-
-
-

-

-
-
-
-
-
Pertemuan Minggu ke 14 UAS Sabtu Tanggal 21 Januari 2023 Jam 10.30-12.45:
-




