Garis besar topik
-
-
Berita dan pengumuman
-
-
Dosen Pengampu/Penanggungjawab: Prof Anuar Sanusi/Dr.Lukmanul Hakim
CPL :
Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan konsep yang berkaitan dengan Perubahan Manajemen di dalam sebuah organisasi/perusahaan
Aspek Sikap
Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. Mampu menguasai konsep teoritis, metode dan perangkat analisis fungsi manajemen dan fungsi organisasi pada berbagai jenis organisasi beserta perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis (S04, S05, S09)
Aspek Pengetahuan
Menguasai teori fungsi organisasi perusahaan, termasuk strategi dan operasi SDM, aset, keuangan, pemasaran, dan produksi (P01, P02, P03)
Aspek Keterampilan Umum
Mampu menguasai konsep teoritis, metode dan perangkat analisis fungsi manajemen dan fungsi organisasi pada berbagai jenis organisasi beserta potensi dan perubahan-perubahan yang terjadi (KU05)
Aspek Keterampilan Khusus:
Mampu membuat keputusan organisasi termasuk perencanaan, pengorganisasian, penataan personil, pengarahan, pelaksanaan dan pengendalian serta evaluasi pada tingkat manajerial di berbagai tipe organisasi perusahaan berdasarkan riset menggunakan konsep dan metode multidisiplin (KK04, KK07, KK08)
Capaian Pembelajaran Matakuliah (CPMK) :
Mahasiswa mata kuliah ini akan mampu berpikir secara strategis untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal organisasi sesuai visi dan misi. Mahasiswa mampu melakukan identifikasi alternatif strategi dalam pencapaian tujuan organisasi dan menentukan pilihan strategi yang akan dijalankan serta membuat dan menyajikan formulasi strategi (CPMK 1, CPMK2, CPMK3)
-
-
-
1. What and why organizational exist
2. Organization theory, design, and change.
3. How manager measure oeganization effectiveness.
4. Identifying stake holders
-
-
-
-
-
-
What and Why Organizations Exist
ΓûáOrganisasi adalah entitas sosial yang terstruktur dan dikelola untuk mencapai tujuan tertentu.ΓûáOrganisasi ada untuk menciptakan nilai, meningkatkan efisiensi, dan memenuhi kebutuhan masyarakat,dan Mereka beroperasi dalam berbagai bentuk, termasuk bisnis, nirlaba, dan pemerintah
-
-
-
1. What and why organizational exist
2. Organization theory, design, and change.
3. How manager measure oeganization effectiveness.
4. Identifying stake holders
-
-
-
Desain, dan Perubahan Perubahan
- Teori organisasi membahas bagaimana organisasi berstruktur dan berfungsi.
- Desain organisasi menentukan bagaimana peran dan tanggung jawab dibentuk.
- Perubahan organisasi diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dinamis
-
-
-
1. Organizing in a Changing Global Environment
2. Resource Dependence Theory
3. Strategic Managing Inter-dependencies
4. Transaction Cost Theory -
Organizing in a Changing Global Environment
ΓÇóOrganisasi menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan teknologi.ΓÇó Dibutuhkan kemampuan adaptif dan struktur organisasi yang fleksibel.ΓÇó Perubahan lingkungan global menuntut manajemen lintas budaya dan ko -
Organizing in a Changing Global Environment:
ΓÇó- Organisasi menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan teknologi.ΓÇó- Dibutuhkan kemampuan adaptif dan struktur organisasi yang fleksibel.ΓÇó- Perubahan lingkungan global menuntut manajemen lintas budaya dan kolaborasi internasional
-
-
-
- Authority: How and why Vertical Differentiation Occurs
- Control: Factors Affecting the shape of the Hierarchy
- The Principles of Bureaucracy
- The Influence of the Informal Organization IT, Empowerment, and Self-Managed
- Teams
-
-
-
- Functional Structure
- From Functional Structure to Divisional Structure
- Divisional Structure I, II, III
- Matrix Structure
-
Manajemen Perubahan Organisasi
ΓÇóΓÇó Perubahan adalah keniscayaan dalam organisasiΓÇóΓÇó Bersifat masif, cepat, dan dinamisΓÇóΓÇó Perubahan dapat direncanakan (planned) atau tidak direncanakanΓÇóΓÇó Faktor pendorong: internal (struktur, teknologi) dan eksternal (pasar, regulasi)
-
-
-
- What Is Organizational Culture?
- How is an OrganizationaΓÇÖs Culture Transmitted to its Members
- Where Does Organizational Culture Come From?
- Can Organizational Culture Be Managed
- Social responsibility
-
Designing Organizational Structure: Specialization and Coordination
ΓÇó- Menganalisis struktur organisasi dan fungsi spesialisasi kerja.ΓÇó- Mengidentifikasi bentuk koordinasi organisasi.ΓÇó- Mengevaluasi strategi mengatasi dampak spesialisasi kerja.
-
-
-
- Strategy and the Environment
- Functional-Level Strategy
- Business ΓÇô Level Strategy
- Corporate-Level Strategy
- Implementing Strategy across Countries
-
-
-
-
-
-
Sumber Bacaan :
Organizational Design and Strategy in a Changing Global Environment, dengan gap riset, konteks kekinian :
1. Strategy and the Environment
Strategi organisasi modern harus responsif terhadap dinamika lingkungan eksternal, seperti politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum (PESTEL). Perubahan global yang cepat menuntut adaptasi strategis melalui alat bantu seperti SWOT, PESTEL, dan PorterΓÇÖs Five Forces (Porter, 2008). Dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), organisasi yang tidak mampu membaca perubahan lingkungan berisiko mengalami stagnasi atau kegagalan strategi.
Gap Riset: Masih terbatas riset longitudinal yang menguji efektivitas adaptasi strategi organisasi terhadap dinamika geopolitik dan perubahan iklim global secara simultan (Ghemawat, 2021).
Konteks Kekinian: Pandemi COVID-19, krisis energi, dan konflik global menunjukkan bahwa ketahanan strategi berbasis analisis lingkungan eksternal menjadi kebutuhan utama organisasi abad ke-21.
Referensi:
-
Porter, M.E. (2008). The Five Competitive Forces That Shape Strategy. Harvard Business Review.
-
Ghemawat, P. (2021). Redefining Global Strategy: Crossing Borders in a World Where Differences Still Matter. Harvard Business Press.
2. Functional-Level Strategy
Strategi tingkat fungsional fokus pada efisiensi dan efektivitas operasional dalam tiap unit seperti pemasaran, SDM, keuangan, dan produksi. Contohnya termasuk strategi digital marketing, otomatisasi HR, dan penggunaan big data dalam pengambilan keputusan keuangan (Kotler & Keller, 2019). Strategi ini mendukung strategi bisnis dan korporat agar terimplementasi secara optimal.
Gap Riset: Kurangnya studi integratif tentang bagaimana strategi fungsional saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap keunggulan kompetitif organisasi secara agregat (Grant, 2019).
Konteks Kekinian: Transformasi digital mendorong peran strategi fungsional menjadi lebih data-driven dan adaptif terhadap teknologi seperti AI dan machine learning dalam operasional harian.
Referensi:
-
Kotler, P., & Keller, K. L. (2019). Marketing Management (15th ed.). Pearson.
-
Grant, R.M. (2019). Contemporary Strategy Analysis. Wiley.
3. Business-Level Strategy
Strategi pada level bisnis bertujuan memenangkan persaingan di unit bisnis tertentu melalui diferensiasi, fokus, atau biaya rendah (Porter, 1985). Contohnya adalah penyediaan layanan premium dalam industri perhotelan atau inovasi produk pada sektor fintech. Strategi ini menentukan positioning dan keunikan organisasi di pasar.
Gap Riset: Masih sedikit riset tentang dinamika switching strategy antara cost leadership ke differentiation dalam sektor yang mengalami disrupsi digital (Barney, 2020).
Konteks Kekinian: Persaingan yang makin sengit dan pergeseran perilaku konsumen akibat digitalisasi menuntut strategi yang fleksibel dan customer-centric.
Referensi:
-
Porter, M.E. (1985). Competitive Advantage. Free Press.
-
Barney, J.B. (2020). Gaining and Sustaining Competitive Advantage. Pearson.
4. Corporate-Level Strategy
Strategi tingkat korporat mencakup keputusan jangka panjang seperti diversifikasi, integrasi vertikal, dan ekspansi internasional. Strategi ini memerlukan penyesuaian desain organisasi dan manajemen SDM untuk mengelola kompleksitas global (Chandler, 1962).
Gap Riset: Terdapat kekurangan penelitian mengenai korelasi antara strategi diversifikasi dan keberhasilan ekspansi di pasar negara berkembang yang volatil (Hill et al., 2021).
Konteks Kekinian: Globalisasi dan digitalisasi menciptakan peluang dan risiko baru, memaksa organisasi untuk merancang struktur yang fleksibel dan agile dalam skala multinasional.
Referensi:
-
Chandler, A.D. (1962). Strategy and Structure: Chapters in the History of the American Industrial Enterprise. MIT Press.
-
Hill, C.W.L., Jones, G.R., & Schilling, M.A. (2021). Strategic Management: Theory: An Integrated Approach. Cengage Learning.
5. Implementing Strategy across Countries
Implementasi strategi global harus mempertimbangkan perbedaan budaya, hukum, dan struktur pasar lokal. HRM berperan penting melalui pelatihan lintas budaya, adaptasi kebijakan lokal, dan manajemen talenta global (Tung, 2016). Strategi yang tidak peka budaya akan berisiko gagal.
Gap Riset: Minimnya studi komparatif tentang model adaptasi strategi global di negara berkembang vs negara maju, khususnya dalam aspek HRM lintas budaya (Harzing & Pinnington, 2015).
Konteks Kekinian: Meningkatnya tekanan glokalisasi (global + lokal) mengharuskan organisasi untuk memiliki pendekatan hybrid dalam perumusan dan pelaksanaan strategi lintas negara.
Referensi:
-
Tung, R.L. (2016). New perspectives on human resource management in a global context. Journal of World Business.
-
Harzing, A.W., & Pinnington, A.H. (2015). International Human Resource Management. Sage.
-
-
Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan topik Organizational Design and Strategy in a Changing Global Environment :
1. Strategi dan Lingkungan (Strategy and the Environment)
Penelitian:
-
Daft, R.L., & Weick, K.E. (1984) membahas pentingnya persepsi manajerial dalam membaca lingkungan dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan strategis. Mereka menekankan bahwa ketidakpastian lingkungan harus direspons melalui sistem informasi yang adaptif dan desain organisasi yang fleksibel.
Penjelasan:
Organisasi yang gagal mengenali perubahan lingkungan seperti digitalisasi atau gejolak politik cenderung kalah bersaing. Studi ini menjadi dasar bagi pengembangan model adaptasi strategis berbasis lingkungan.Referensi:
Daft, R.L., & Weick, K.E. (1984). Toward a Model of Organizations as Interpretation Systems. Academy of Management Review, 9(2), 284ΓÇô295.
2. Strategi Tingkat Fungsional (Functional-Level Strategy)
Penelitian:
-
Venkatraman, N. (1994) meneliti integrasi teknologi informasi dalam strategi operasional. Penelitiannya menunjukkan bahwa efisiensi fungsi meningkat signifikan ketika strategi fungsional sejalan dengan teknologi.
Penjelasan:
Fungsi seperti pemasaran, HR, dan keuangan harus menyesuaikan dengan strategi digital untuk mencapai keunggulan operasional.Referensi:
Venkatraman, N. (1994). IT-Enabled Business Transformation: From Automation to Business Scope Redefinition. Sloan Management Review, 35(2), 73ΓÇô87.
3. Strategi Tingkat Bisnis (Business-Level Strategy)
Penelitian:
-
Kim, W.C., & Mauborgne, R. (2005) mengembangkan konsep Blue Ocean Strategy, yang menunjukkan bahwa strategi diferensiasi dan inovasi nilai dapat menciptakan ruang pasar baru dan menghindari persaingan langsung.
Penjelasan:
Studi ini membuktikan bahwa strategi bisnis tidak harus terjebak dalam persaingan biaya rendah atau diferensiasi saja, melainkan bisa menciptakan pasar baru yang belum tergarap.Referensi:
Kim, W.C., & Mauborgne, R. (2005). Blue Ocean Strategy. Harvard Business Press.
4. Strategi Tingkat Korporat (Corporate-Level Strategy)
Penelitian:
-
Rumelt, R.P. (1982) melakukan studi klasik tentang strategi diversifikasi dan menemukan bahwa perusahaan dengan strategi terkait (related diversification) memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan yang tidak terkait.
Penjelasan:
Hasil penelitiannya menjadi acuan penting dalam penentuan arah strategi korporat jangka panjang, khususnya untuk perusahaan multibisnis.Referensi:
Rumelt, R.P. (1982). Diversification Strategy and Profitability. Strategic Management Journal, 3(4), 359ΓÇô369.
5. Implementasi Strategi Lintas Negara (Implementing Strategy across Countries)
Penelitian:
-
Bartlett, C.A., & Ghoshal, S. (1989) memperkenalkan model Transnational Strategy, yang menggabungkan efisiensi global dan adaptasi lokal. Studi ini menjadi pijakan penting dalam implementasi strategi global yang fleksibel.
Penjelasan:
Model transnasional menekankan pentingnya struktur organisasi dan HRM yang mendukung koordinasi lintas negara tanpa mengabaikan lokalitas.Referensi:
Bartlett, C.A., & Ghoshal, S. (1989). Managing Across Borders: The Transnational Solution. Harvard Business School Press. -
-

-
-
-
- What is Organizational Change
- Forces for and Resistance to Organizational Change
- Evolutionary and Revolutionary Change in Organizations
- Managing Change: Action Research
- Organization Development

-
-
Kerja tugas :
SOAL LATIHAN PASCA SARJANA MM ΓÇô MANAJEMEN PERUBAHAN ORGANISASI
I. ESSAY ANALITIS (Jawaban minimal 250 kata/soal)
-
Definisikan dan jelaskan konsep perubahan organisasi dalam konteks organisasi modern.
Sertakan faktor-faktor penyebab perlunya perubahan dan contoh nyata dalam dunia bisnis saat ini. -
Uraikan secara sistematis perbedaan antara perubahan struktural, budaya, dan teknologi.
Berikan contoh aplikasi nyata dari masing-masing jenis perubahan dalam organisasi yang Anda kenal. -
Apa yang dimaksud dengan kekuatan pendorong dan kekuatan penahan dalam proses perubahan organisasi?
Jelaskan mengapa resistensi karyawan menjadi salah satu faktor krusial yang harus dikelola dengan baik oleh pimpinan perubahan. -
Bandingkan perubahan evolusioner dan revolusioner dalam organisasi.
Dalam situasi seperti apa manajer harus memilih pendekatan revolusioner dibandingkan evolusioner? Sertakan argumentasi berdasarkan teori dan contoh praktis. -
Jelaskan konsep riset tindakan (action research) dalam manajemen perubahan organisasi.
Bagaimana keterlibatan karyawan dalam pendekatan ini dapat meningkatkan keberhasilan proses perubahan? -
Pengembangan organisasi (OD) menekankan pentingnya perubahan berbasis nilai dan intervensi perilaku.
Jelaskan bagaimana OD dapat membantu organisasi dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
II. STUDI KASUS APLIKATIF
Kasus: PT Mandala Digital Solution
Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi finansial (fintech) dan baru saja mengalami pertumbuhan pesat. Namun, dalam prosesnya, tim internal merasa kewalahan, komunikasi antar departemen terganggu, dan banyak pegawai merasa terasing dari nilai-nilai awal organisasi. CEO mempertimbangkan melakukan perubahan struktural dan budaya secara bersamaan.Pertanyaan:
-
Identifikasi jenis perubahan apa yang dibutuhkan PT Mandala dan jelaskan alasannya.
-
Jika Anda adalah konsultan OD, pendekatan manajemen perubahan apa yang akan Anda rekomendasikan?
-
Bagaimana Anda akan mengatasi potensi resistensi yang mungkin timbul dari pegawai senior dan junior?
-
Uraikan bagaimana Anda akan menerapkan pendekatan riset tindakan dalam mendampingi perubahan di organisasi tersebut.
Petunjuk Penilaian (Rubrik Singkat)
-
Kelengkapan jawaban: 30%
-
Kedalaman analisis dan referensi teori: 40%
-
Kontekstualisasi dan aplikasi nyata: 20%
-
Kerapian argumen dan struktur logis: 10%
-
-
-
Tabel Ringkasan Materi Perubahan Organisasi
No Topik Informasi Penting Informasi Terpenting Sumber/Sitasi 1 Apa itu Perubahan Organisasi Proses perubahan struktur, budaya, atau strategi untuk meningkatkan daya saing. Perubahan organisasi dapat bersifat kecil (adaptasi) atau besar (transformasi total) demi keberlangsungan organisasi. Robbins & Judge (2019); OCD-9-2025 2 Jenis & Bentuk Perubahan - Perubahan Struktural- Perubahan Budaya- Perubahan Teknologi Tiap jenis memiliki pendekatan manajerial yang berbeda dan dampak terhadap perilaku organisasi. Cameron & Green (2015); OCD-9-2025 3 Kekuatan & Perlawanan Faktor kekuatan: teknologi, pasar, regulasiFaktor resistensi: ketakutan, kebiasaan, kepentingan pribadi Resistensi (employee resistance) merupakan hambatan terbesar dalam perubahan; komunikasi dan pelibatan karyawan menjadi kunci keberhasilan. Kotter & Schlesinger (2008); OCD-9-2025 4 Perubahan Evolusioner & Revolusioner Evolusioner: perubahan bertahap dan jangka panjangRevolusioner: cepat, mendadak, dan menyeluruh Perubahan revolusioner biasanya dipicu oleh krisis atau tekanan eksternal tinggi; perlu manajemen risiko dan kesiapan SDM. Nadler & Tushman (1989); Burnes (2017) 5 Mengelola Perubahan: Riset Tindakan Action research melibatkan karyawan sebagai partisipan dalam diagnosis, perencanaan, dan implementasi perubahan Kolaborasi antara peneliti dan organisasi menghasilkan solusi berbasis data dan meningkatkan akseptabilitas perubahan di lingkungan kerja. Lewin (1946); French & Bell (1999) 6 Pengembangan Organisasi (OD) Pendekatan sistematis berbasis nilai untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui intervensi terencana (misal: pelatihan, coaching, team building) OD menekankan perubahan budaya organisasi, komunikasi terbuka, dan partisipasi dalam proses keputusan; mendukung perubahan jangka panjang. Cummings & Worley (2015)
Deskripsi Singkat per Topik
-
Apa itu Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi adalah proses dinamis yang melibatkan adaptasi struktur, strategi, dan budaya organisasi terhadap lingkungan eksternal yang berubah (Robbins & Judge, 2019). Perubahan ini penting untuk mempertahankan daya saing dan relevansi organisasi dalam pasar yang berubah cepat. -
Jenis dan Bentuk Perubahan Organisasi
Terdapat tiga jenis utama:-
Struktural: Perubahan dalam hierarki atau distribusi tugas (mis. reorganisasi tim).
-
Budaya: Transformasi nilai dan keyakinan organisasi (mis. perubahan norma kerja).
-
Teknologi: Implementasi sistem baru (mis. digitalisasi proses kerja).
(Cameron & Green, 2015; OCD-9-2025)
-
-
Kekuatan dan Perlawanan terhadap Perubahan
Perubahan dipicu oleh faktor eksternal (globalisasi, teknologi) dan internal (strategi baru). Namun, resistensi karyawan, komunikasi yang buruk, dan ketidakpastian sering menghambat proses ini. Penting bagi manajer untuk memahami dan mengelola resistensi dengan empati dan strategi komunikasi yang baik (Kotter & Schlesinger, 2008; OCD-9-2025). -
Perubahan Evolusioner dan Revolusioner
-
Evolusioner: Perubahan inkremental, lambat, namun konsisten.
-
Revolusioner: Perubahan besar dan cepat akibat tekanan signifikan.
Perubahan revolusioner memerlukan pendekatan manajerial strategis dan kesiapan organisasi yang tinggi (Burnes, 2017; Nadler & Tushman, 1989).
-
-
Mengelola Perubahan: Riset Tindakan (Action Research)
Model yang dikembangkan Kurt Lewin ini menggabungkan proses riset dengan aksi praktis di organisasi. Karyawan ikut serta dalam identifikasi masalah, desain solusi, dan implementasi, sehingga menghasilkan keterlibatan dan hasil yang berkelanjutan (Lewin, 1946; French & Bell, 1999). -
Pengembangan Organisasi (OD)
OD merupakan pendekatan berbasis nilai untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui intervensi yang dirancang berdasarkan teori perilaku dan ilmu sosial. Fokusnya adalah jangka panjang dan mendukung perubahan budaya (Cummings & Worley, 2015).
Referensi Gaya APA
-
Burnes, B. (2017). Managing change (7th ed.). Pearson Education.
-
Cameron, E., & Green, M. (2015). Making sense of change management (4th ed.). Kogan Page.
-
Cummings, T. G., & Worley, C. G. (2015). Organization development and change (10th ed.). Cengage Learning.
-
French, W. L., & Bell, C. H. (1999). Organization development: Behavioral science interventions for organization improvement (6th ed.). Prentice Hall.
-
Kotter, J. P., & Schlesinger, L. A. (2008). Choosing strategies for change. Harvard Business Review.
-
Lewin, K. (1946). Action research and minority problems. Journal of Social Issues, 2(4), 34ΓÇô46.
-
Nadler, D. A., & Tushman, M. L. (1989). Organizational frame bending: Principles for managing reorientation. Academy of Management Perspectives, 3(3), 194ΓÇô204.
-
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.
-
OCD-9-2025. (2025). Memahami Dinamika Perubahan Organisasi: Jenis, Tantangan, dan Manajemen Efektif. [PDF].
-
-

-
-
-
- The Organizational Life Cycle
- Organizational Birth
- A Population Ecology Model of Organizational Birth
- The Institutional TheoryOrganizational Growth
- GreinerΓÇÖs Model of Organizational Growth
- Organizational Decline and Death
-
-
-
-
-
- Organizational Decision Making
- Models of Organizational Decision Making
- Knowledge Management and Information Technology
- Factors Affecting Organizational Learning
- Improving Decision Making and Learning
-
-
-
- Inovasi dan Perubahan Teknologi
- Pengelolaan Proses Inovasi
- Inovasi dan Teknologi Informasi
- Sinergi Inovasi dan Informasi
-
-
-
- What is Organizational Conflict?
- PondyΓÇÖs Model of organizational Conflict
- Managing Conflict: Conflict Resolution Strategies
- What is
- Organizational Power? Source of Organizational Power
- Using Power: Organizational Politics
-


