Garis besar topik

    • Assalamu'alaikum Wr. Wb

      Halo selamat datang mahasiswa dan mahasiswi yang saya banggakan.
      Dimanapun berada, semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

      Selamat datang di Mata kuliah Akuntansi dan Laporan Berkelanjutan. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Ilmu Ekonomi, terutama terkait dengan bidang studi  Akuntansi.

      Matakuliah ini memiliki beban SKS sebesar 4 SKS, dengan kode Matakuliah  AKT24495,Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, Salam hangat dan tetap semangat.


      Wassalamu'alaikum Wr. Wb

      Pebrina Swissia, SE, MM



    • Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa tentang konsep keberlanjutan dalam akuntansi dan pelaporannya. Pemahaman atas konteks laporan keberlanjutan juga diikuti dengan pemahaman pentingnya kinerja keberlanjutan perusahaan yang ditinjau dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan (triple bottom line). Topik yang dibahas antara lain prinsip keberlanjutan, akuntabilitas, standar pelibatan pemangku kepentingan dan standar pelaporan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendalami secara langsung pelaporan keberlanjutan dengan membaca dan menganalisis, melalui berbagai studi kasus dan tugas.

    • Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu:  

      1. Memahami konsep keberlanjutan, khususnya dalam ilmu akuntansi. 

       2. Memahami konsep laporan keberlanjutan dan perbedaannya dengan laporan keuangan. 

       3. Memahami prinsip laporan keberlanjutan. 

       4. Memahami aspek dan indikator laporan keberlanjutan. 

       5. Memiliki kemampuan dasar untuk menganalisis laporan keberlanjutan. 

       6. Mampu menganalisis laporan keberlanjutan perusahaan.

    • No

      Range

      Nilai

      Bobot

      1

      80 ΓÇô 100

      A

      4

      2

      75 ΓÇô 79,5

      A-

      3,75

      3

      68 ΓÇô 74,5

      B+

      3,5

      4

      65 ΓÇô 67,5

      B

      3

      5

      55 ΓÇô 64,5

      C

      2

      6

      30 ΓÇô 54,5

      D

      1

      7

      < 30

      E

      0



    • olong kalian perhatikan bobot penilaian

      UTS   : 20%

      UAS  : 20%

      TUGAS : 20%

      ATITUDE : 20%

      PRESENSI : 20%


    • Pengenalan Akuntansi Keberlanjutan

      Akuntansi keberlanjutan mengacu pada praktik akuntansi yang mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari kegiatan perusahaan.



    • BAB II.

      Pengenalan Prinsip dan Standar Akuntansi Keberlanjutan

      Prinsip akuntansi keberlanjutan mengacu pada pedoman perusahaan untuk mencatat, melaporkan, dan mengelola kinerja keberlanjutan


    • Kinerja keberlanjutan adalah pengukuran kinerja Perusahaan dari  berbagai , aspek secara holistik, termasuk aspek ekonomi, lingkungan dan  social.


    • Pelaporan keberlanjutan adalah suatu bentuk pelaporan yang memungkinkan perusahaan menyampaikan kemajuan mereka menuju tujuan berdasarkan berbagai paramenter keberlanjutan, termasuk metrik lingkungan, sosial dan tata kelola, serta risiko dan dampak yang mungkin mereka hadapi saat ini atau di masa depan.


    • Emisi karbon atau carbon emission adalah gas  yang dikeluarkan dari hasil pembakaran segala senyawa yang mengandung karbon seperti CO2, solar, bensin, LPG, serta bahan bakar lainnya.

    • Menurut Kohler Akuntansi Sosial adalah penerapan pembukuan berpasangan untuk analisis sosial ekonomi. Akuntansi sosial berkaitan dengan studi dan analisis praktik akuntansi dari kegiatan-kegiatan organisasi. Konsep pola masyarakat sosialistik, gerakan hak-hak sipil, perlindungan lingkungan dan kelompok konservasi ekologis, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kontribusi sosial perusahaan, dll. Telah berkontribusi terhadap semakin pentingnya akuntansi sosial.

      Akuntansi Sosial adalah suatu pendekatan akuntansi yang mengukur dan melaporkan dampak sosial dari kegiatan bisnis dan investasi perusahaan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan dampak positif atau negatif yang dihasilkan oleh perusahaan terhadap masyarakat, lingkungan, dan komunitas tempat perusahaan beroperasi. Akuntansi sosial mencakup pengukuran kinerja sosial, pelaporan, dan pengelolaan dampak sosial perusahaan.

    • Akuntansi lingkungan dan konservasi biodiversitas adalah dua bidang yang berbeda tapi saling berkaitan. Akuntansi lingkungan merupakan istilah yang berkaitan dengan dimasukannya biaya lingkungan ke dalam praktikak akuntansi perusahaan atau lembaga.

      Tujuan dari akuntansi lingkungan adalah sebagai alat manajemen lingkungan dan sebagai alat komunikasi dengan masyarakat untuk meningkatkan jumlah informasi relevan yang dibuat untuk mereka yang memerlukan atau dapat menggunakannya.

      Sedangkan konservasi biodiversitas adalah upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada dibumi. Menurut Prasetyo,2017 melalui konservasi biodiversitas diharpkan dapat meminimalkan kerusakan lingkungan dan mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada dibumi.

    • Keuangan keberlanjutan dapat didefinisikan sebagai pendekatan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam  pengambilan  keputusan  keuangan.  Pendekatan  ini bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi perusahaan dan masyarakat secara  keseluruhan.

      Nilai-nilai  perusahaan  mengacu  pada  prinsip-prinsip panduan  yang  membentuk  budaya,  perilaku,  dan keputusan  perusahaan.  Nilai-nilai  ini  sering  dianggap sebagai keyakinan inti yang menentukan identitas, tujuan, dan  arah  organisasi.  Nilai  menciptakan  orientasi  di seluruh  perusahaan  dan  dengan  demikian  memiliki pengaruh  positif  terhadap  keberhasilan  perusahaan. Menurut Anggraeni & Ghalib (2023), nilai perusahaan merupakan   persepsi   investor   terhadap   tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mengelola sumber daya yang tercermin pada harga saham perusahaan.


    • Rantai pasok (supply chain) memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai bisnis yang keberlanjutan (sustainable business). Bisnis yang keberlanjutan memiliki tujuan untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang dengan tetap memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi pada setiap tahapan operasional. Peran penting rantai pasok terhadap bisnis yang keberlanjutan dengan adanya kolaborasi pemasok yang berkomitmen terhadap praktik- praktik yang ramah lingkungan, bisnis dapat mengurangi jejak karbon, mengelola limbah dengan lebih efisien, dan mendukung penggunaan sumber daya yang keberlanjutan


    • Sebagai pemegang peran penting dalam organisasi, akuntan memiliki tanggung jawab etis untuk mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan. Mereka harus memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan peraturan lingkungan, sambil membantu organisasi mencapai tujuan keberlanjutan.


    • International Finance Corporation (IFC) mendefinisikan investasi sosial sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan untuk membantu masyarakat di sekitar lokasi operasi perusahaan dan bertujuan untuk pengembangan masyarakat.

      Menurut The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan didefinisikan sebagai komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para karyawan serta perwakilan mereka, keluarga mereka, komunitas setempat maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan cara yang bermanfaat baik bagi bisnis sendiri maupun untuk pembangunan (Poerwanto, 2010:18).


    • Definisi, Tujuan, dan Sasaran Akuntansi Hijau adalah suatu proses yang mencakup pengakuan, pengukuran nilai, pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan pengungkapan informasi terhadap obyek-obyek, transaksi-transaksi, peristiwa-peristiwa, atau dampak-dampak dari aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan korporasi terhadap masyarakat, lingkungan dan korporasi itu sendiri.


      Tujuan dari Akuntansi Hijau dan Pelaporan Informasi Akuntansi Hijau menyajikan informasi akuntansi keuangan, sosial, dan lingkungan secara terpadu dalam satu laporan akuntansi yang dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam pengambilan keputusan Informasi ini ditujukan agar para pemakai, termasuk ekonomi dan nonekonomi. manajemen, pemegang karyawan, saham, kreditor, dan pelanggan, pemerintah, masyarakat, mengevaluasi secara holistik posisi keuangan dan kinerja bisnis, risiko-risiko korporasi, prospek pertumbuhan bisnis, kinerja laba korporasi, dan keberlanjutan korporasi sebelum mengambil keputusan ekonomi nonekonomi yang bersifat final

    • Pengelolaan risiko keberlanjutan menjadi elemen kunci dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Risiko-risiko ini melibatkan berbagai faktor, termasuk perubahan peraturan, reputasi, ketidakpuasan pasar, dan dampak lingkungan. Akuntansi keberlanjutan bukan hanya tentang pelaporan, tetapi tentang strategi bisnis yang responsive terhadap risiko ini.


    • ΓÇóKeberlanjutan (sustainability) adalah sebuah terminologi yang merepresentasikan harapan dan kondisi ideal yang diimpikan oleh manusia. Manusia mengharapkan adanya kesinambungan atau kotinuitas, tidak sementara.

      ΓÇóManusia mengharapkan agar setiap regulasi, kebijakan, program dan tindakannya dapat mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan bumi ini. Tidak heran, jika bukan hanya akuntansi, semua disiplin ilmu saat ini sudah sangat menekankan keberlanjutan (sustainability).