Garis besar topik
-
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
- Selamat datang di Mata kuliah ΓÇ£APLIKASI AUDITINGΓÇ¥ Kelas 6AK-P1.
- Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjutan dari Aplikatif dari Auditing 1 dan 2
- Pada mata kuliah ini kita melaksanakan perencanaan, program audit, prosedur audit dan membuat Kertas Kerja Pemeriksaan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
-
-
Perencanaan audit adalah prosedur-prosedur yang dilakukan setelah proposal disetujui atau perikatan audit telah ditandatangani dan merupakan jembatan untuk pekerjaan pengujian.
Tujuan dari perencanaan audit untuk mengurangi ketidakefektifan perkerjaandan resiko terkait dengan resiko bawaan dan resiko pengendalaian di dalam perkerjaan audit. Tanggung jawab dan peran partner dalam perencanaan adalah merancang audit dan kesesuaian anggota di dalam perikatan audit terkait dengan tanggung jawab dari setiap team. Didalam team perikatan audit membantu partner untuk menyusun perencanaan audit yang mampu diterapkan serta memenuhi kriteria standart yang telah ditentukan.
Selanjutnya PPT nya saya Share di WA
-
-
Siklus Penjualan dan Penagihan piutang melibatkan keputusan serta proses yang diperlukan untuk mengalihkan kepemilikan barang dan jasa kepada pelanggan setelah keduanya tersedia untuk dijual. Hal ini diawali dengan permintaan oleh seorang pelanggan dan diakhiri dengan konversi bahan atau jasa menjadi piutang usaha yang akhirnya menjadi kas.
Alur audit penjualan dan piutang dapat dijelaskan sederhana seperti bagan diatas. Terdapat beberapa prosedur untuk melakukan audit pada pihak perusahaan yang akan melakukan kerjasama. Langkah-langkah yang dilakukan adalah:1. Pemahaman pengendalian internalProsedur untuk memperoleh pemahaman adalah prosedur yang digunakan auditor untuk mengumpulkan bukti tentang perancangan dan pengimplementasian pengendalian khusus (Arens et al. 2008 : 412).Pengendalian internal adalah proses yang dirancang untuk memberikan kepastian yang layak mengenai pencapaian tujuan manajemen dalam kategori reliabilitas pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, serta ketaatan pada ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku (Arens et al. 2008 : 412).2. Penilaian resiko pengendalianUkuran ekspektasi auditor bahwa pengendalian internal tidak akan mencegah terjadinya salah saji yang material maupun mendeteksi dan mengoreksinya jika sudah terjadi; sementara risiko pengendalian dinilai untuk setiap tujuan yang berhubungan dengan transaksi dalam suatu siklus atau kelas transaksi (Arens et al. 2008 : 410).3. Merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi.Pada proses ini pihak KAP dapat membuat program audit atau rencana kerja audit yang berisi juga prosedur audit. Daftar prosedur audit untuk suatu area audit atau keseluruhan audit. Program audit selalu meliputi prosedur audit dan dapat juga mencakup ukuran sampel, item yang dipilih, dan penetapan waktu pengujian. (Arens et al. 2008 : 253).4. Analisa Laporan keuanganAnalisa Laporan keuangan merupakan lembar kertas kerja yang digunakan untuk menjabarkan laporan keuangan per bulan, sehingga secara komparatif menggambarkan penjualan dan biaya dalam bulan apa yang terbesar yang dinyatakan dalam presentase dan selanjutnya yang akan diambil untuk dijadikan sampel.5. Pembuatan Kertas Kerja pemeriksaanKerja pemeriksaan (KKP) merupakan lembar kerja auditor sebagai bukti bahwa telah melakukan pemeriksaan terinci yaitu baik pemeriksaan tingkat transaksi, saldo maupun akun. Kertas Kerja Pemeriksaan ini dibuat dan disesuaikan dengan kompleksitas akun yang dimiliki oleh klien yang disajikan dalam Laporan Keuangan.6. SelisihSelisih merupakan hasil temuan audit yang akan dikonfirmasi kepada pihak manajemen. Selisih terbagi menjadi dua yaitu selisih material dan tidak material. Selisih material ini yang perlu untuk diklarifikasi kepada manajemen untuk dimintakan penjelasan, sedangkan untuk selisih tidak material akan diabaikan oleh auditor.7. Konfirmasi manajemenKonfirmasi manajemen merupakan proses dimana auditor mencari penjelasan atas selisih dan temuan auditnya kepada pihak manajemen. Jika manajemen mampu untuk menjelaskan dengan sebenar-benarnya tentang hasil temuan audit dan pertimbangan profesional auditor dapat menerima penjelaska tersebut maka selisih dapat diterima, akan tetapi jika penjelasan tersebut tidak benar maka dibuatkan jurnal adjustment.8. AdjustmentAdjustment merupakan jurnal penyesuaian/reklasifikasi yang diusulkan oleh pihak auditor untuk membenarkan akun yang tidak benar disajikan dalam laporan keuangan.
-
PERTEMUAN 6 - PENGELUARAN KAS, HUTANG DAN PEMBELIAN (PERSEDIAAN)(TANGGAL 27 APRIL 2020; JAM 10.30 - 12.00)
-
Compliance test adalah tes terhadap bukti-bukti pembukuan yg mendukung transaksi yg dicatat perusahaan untuk mengetahui apakah setiap transaksi yg terjadi diproses dan dicatat sesuai dg sistem dan prosedur yg ditetapkan manajemen.
Dalam melaksanakan compliance test, auditor harus memperhatikan hal-hal berikut ini:Kelengkapan bukti pendukung (supporting document)Kebenaran perhitungan matematis (footing, cross footing)Otorisasi dari pejabat yang berwewenangKebenaran nomor perkiraan yang di debit / di kreditKebenaran posting ke buku besar dan sub buku besar.
A.Kelengkapan supporting document
B. Kebenaran perhitungan matematis
C. Otorisasi
D. Kebenaran nomor perkiraan
E. Kebenaran posting ke buku besar dan sub buku besar
-
-
Tujuan pemeriksaan kas dan setara kas
- Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
- Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca per tanggal neraca benar ΓÇô benar ada dan dimiliki oleh perusahaan.
- Untuk memeriksa apakah ada pembatasan penggunaan saldo kas dan setara kas.
- Untuk memeriksa, seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing, apakah saldo tersebut dikonversikan ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi komprehensif tahun berjalan.
- Untuk memeriksa apakah penyajian di neraca sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS)
-
ΓÇó Menurut PSAK No.2 hal 2.2 dan 2.3 (IAI: 2002)Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. Setara kas adalah investasi yang sangat likuid, berjangka pendek dan yang cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.ΓÇó Menurut SAK ETAP (IAI, 2009: 28)Setara kas adalah investasi jangka pendek dan sangat likuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya.
-
ieka Ramadhaniyah is inviting you to a scheduled Zoom meeting.
Topic: Apk Auditing P 01
Time: Jun 6, 2020 10:30 AM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://us04web.zoom.us/j/76698833862?pwd=Q1JIK0J5b1FJaFY5RWFFd1p0WjRtZz09
Meeting ID: 766 9883 3862
Password: 4fBudV
-
-
-
PROSEDUR AUDIT INVESTASI JANGKA PENDEK
- Siapkan skedul utama investasi jangka pendek
- Lakukan konfirmasi atas investasi yang dipegang oleh pihak lain, apabila digunakan sebagai jaminan oleh pihak bank atau dikuasai oleh pihak broker/pialang.
- Mintalah catatan kurs harga pasar pada tanggal neraca untuk saham dan bandingkan dengan harga belinya.
- Periksa transaksi mutasi penambahan dan pengurangan dengan melihat bukti pembelian dan penjualan serta apakah telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.
- Lakukan verifikasi atas dividen tunai/saham dan penerimaan bunga deposito.
- Lakukan pengecekan pencatatan investasi apakah sudah sesuai dengan ketentuan standar akuntansi berlaku umum.
- Perhatikan klasifikasi dari setara kas bahwa investasi tersebut segera akan jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya termasuk sebagai kelompok kas dan setara kas dan tidak digunakan sebagai jaminan ( jika lebih dari tiga bulan termasuk investasi jangka pendek ).
-
-
Tujuan pemeriksaan Biaya Dibayar di Muka dan Pajak Dibayar di Muka :
1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas biaya dan pajak dibayar di muka.
2. Untuk memeriksa apakah biaya yang mempunyai kegunaan untuk tahun berikutnya sudah dicatat sebagai biaya dibayar di muka.
3. Untuk memeriksa apakah biaya dibayar di muka yang mempunyai kegunaan untuk tahun berjalan telah dibebankan/dicatat sebagai biaya tahun berjalan.
4. Untuk memeriksa apakah pajak dibayar di muka didukung oleh bukti setoran/pemungutan pajak yang sah dan lengkap sehingga bisa diperhitungkan sebagai kredit pajak pada akhir periode.
5. Untuk memeriksa apakah penyajian biaya dan pajak dibayar di muka dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (paybudi)/ PSAK.
-
Rieka Ramadhaniyah is inviting you to a scheduled Zoom meeting.
Topic: Apk Auditing P01
Time: Jun 15, 2020 11:00 AM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://us04web.zoom.us/j/74967511301?pwd=N2JtNmdHa0lUQVRCbVN3QTNlZUN2dz09
Meeting ID: 749 6751 1301
Password: 9V7Bfw
-
Silahkan Cek materi pada Lin k Berikut
https://youtu.be/khSnWgUPvMk
-
-
a. Deskripsi InvestasiInvestasi merupakan penanaman uang diluar perusahaan, yang dapat berupa surat berharga atau aktiva lain yang tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan produktif perushaan.b. Tujuan InvestasiMenurut tujuanya, investasi dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :1. Investasi Jangka Pendek (temporary investment)Umumnya investasi ini berupa surat berharga (seperti sham, obligasi, surat berharga yang lain) yang harga pasaranya relative setabil. Tujuan pokok pembelian ini adalah menanamkan kas yang untuk sementara waktu tidak terpakai dalam kegiatan bisnis perusahaan.Investasi ini disajikan di neraca dalam kelompok aktiva lancer.2. Investasi Jangka Panjang (long-term investment).Tujuan pokok investasi dalam surat berharga ini dalah memperoleh pendapatan bunga atau dividen dalam jangka panjang, untuk membentuk dana khusus, atau untuk mengendalikan perusahaan lain melalui kepimilikan saham. Investasi ini disajikan dalam kelompok aktiva tidak lancer dalam kelompok tersendiri.Investasi ini dapat berupa surat berharga (seperti sham, obligasi, surat,piutang hipotek, wesel, piutang) atau berupa persekot kepada perusahaan afilasi, dana khusus(seperti singking fund, dana pensiun), dan aktiva tetap yang tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan perusahaan (seperti tanah untuk ekspansi pabrik).
PROSEDUR AUDIT :1. Konfirmasi surat berharga yang dipegang atau dikelolah pihak lainKadang surat berharga yang dimiliki oleh klien tidak dipegang atau disimpan oleh klien. Klien kadang menitipkan surat berharganya pada pihak lain untuk alasan jaminan keamanan.2. Uji cut offUji cut off dilakukan untuk menentukan transaksi surat berharga yang mendekati tanggal neraca dicatat pada periode yang tepat.1. Inspeksi dan penghitungan surat berharga ditangan Inspeksi ini memungkinkan auditor untuk mengethui keberadaan investasi tersebut.2. Menghitung kembali pendapatan yang diperoleh Pendapatan dari investasi dapat diverifikasi dengan bukti dokumen dan perhitungan kembali.3. Menelaah dokumentasi mengenai nilai pasar surat berharga Nilai pasar surat berharga pada tanggal neraca dapat dihimpun dari pasar modal atau bursa efek.4. Membandingkan penyajian laporan keuangan dengan prinsip akuntansi yang berterima umum Penyajian saldo investasi yang tepat meliputi identifikasi dan klasifikasi berbagai tipe investasi dalam neraca, dan pengakuan pendapatan, laba, atau rugi dalam laporan laba rugi. -
Pemeriksaan akun Investasi
Berikut link Praktikum Auditing. Silakan tonton dan perhatiin materi nya di
https://youtu.be/f_0L50BmCe8 dan https://youtu.be/9ZLGEtK6oUg
Terima Kasih
-
-
-
TUJUAN AUDIT ASET TETAP
- Memeriksa apakah terdapat internal control yang baik atas aset tetap.
- Memeriksa apakah aset tetap yang tercantum di neraca betul-betul ada, masih digunakan dan milik perusahaan.
- Memeriksa apakah penambahan aset tetap dalam tahun berjalan betul-betul merupakan suatu Capital Expenditure, diotorisasi oleh pejabat yang berwenang, didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan dicatat dengan benar.
- Memeriksa apakah disposal dari aset tetap sudah dicatat dengan benar dan telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.
- Disposal aset tetap dapat terjadi dalam bentuk penjualan yang akan menimbulkan laba/rugi penjualan aset tetap, tukar tambah atau penghapusan aset tetap yang dapat menimbulkan kerugian, jika aset tetap tersebut masih mempunyai nilai buku.
- Memeriksa apakah pembebanan penyusutan dalam periode yang di audit dilakukan sesuai dengan ketentuan SAK, dan apakah perhitungannya sudah benar.
- Memeriksa apakah ada aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan.
- Memeriksa apakah penyajian aset tetap dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
-
PROSEDUR AUDIT ASET TETAP1. Pelajari dan evaluasi internal control aset tetap. Beberapa ciri internal control yang efektif untuk aset tetap:
- Setiap penambahan dan penarikan aset tetap harus diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
- Setiap penambahan aset tetap harus disesuaikan dengan anggaran.
- Adanya kebijakan yang jelas dan tertulis tentang capitalization dandepreciation policy.
- Perusahaan mempunyai sub buku besar aset tetap yang mencantumkan data-data aset tetap, diantaranya: tanggal pembelian aset tetap, nama supplier, harga perolehan, metode penyusutan, jumlah penyusutan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap
- Dilakukannya inventarisasi/pemeriksaan yang rutin terhadap aset tetap, untuk mengetahui keberadaan dan kondisi dari aset tetap tersebut.
- Bukti-bukti kepemilikan aset tetap disimpan ditempat yang aman.
- Aset tetap diasuransikan oleh perusahaan dengan jumlah/nilai pertanggungan (insurance coverage) yang wajar.
2. Minta kepada klien Top schedule dan Supporting schedule aset tetap, sehingga dapat dilihat berapa saldo awalnya, berapa penambahan/pengurangannya dan berapa saldo akhir dari aset tetap tersebut.3. Periksa footing dan cross footing serta cocokkan totalnya dengan general ledger atau sub ledger, saldo awal dengan working paper tahun lalu.4. Apakah setiap penambahan dan pengurangan dari aset tetap dilengkapi dengan supporting document, termasuk otorisasinya.5. Lakukan pemeriksaan fisik terhadap aset tetap tersebut untuk melihat kondisinya apakah masih layak dan penilaiannya wajar.6. Periksa bukti kepemilikan aset tetap.Contoh :- Tanah - Sertifikat tanah- Gedung - Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Surat Izin Penempatan Bangunan (SIPB)- Kendaraan bermotor - BPKB dan STNK7. Periksa apakah capitalization policy sudah benar dan depreciation policydijalankan secara konsisten dengan tahun sebelumnya.8. Analisis tentang perkiraan Repair and Maintenance, sehingga dapat diketahui apakah ada pengeluaran yang seharusnya masuk capital expenditure, dicatat sebagai revenue expenditure.9. Periksa apakah aset tetap sudah diasuransikan dengan nilai pertanggungan yang cukup.10. Periksa notulen rapat, perjanjian kredit, konfirmasi bank, untuk mengetahui apakah ada aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan.11. Periksa apakah ada komitmen-komitmen yang dibuat perusahaan untuk membeli/menjual aset tetap.12. Jika ada contsruction in process, periksa ketepatan nilai pertambahan yang ditransfer ke aset tetap.13. Jika ada aset tetap yang diperoleh melalui leasing, periksa lease agreement-nya dan apakah pencatatannya sudah sesuai dengan SAK.14. Periksa apakah penyajiannya sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, misal: ketentuan penyajian baik di neraca, laba-rugi maupun catatan atas laporan keuangan
-
-
-
Tujuan Audit Laporan LAba Rugi, yaitu :
- Untuk mengetahui dan memastikan bahwa ada prosedur internal yang baik dalam atas pendapatan dan beban serta dijalankan secara baik.
- Untuk memeriksa dan memastikan bahwa pendapatan yang benar-benar menjadi hak perusahaan sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan.
- Untuk memeriksa apakah semua biaya yang menjadi beban perusahaan sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan.
- Untuk memeriksa seberapa besar perbandingan antara periode sebelumnya dengan periode saat diaudit.
- Untuk memeriksa apakah semua pencatatan dan penyajian beban serta pendapatan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
-
-
-
ATURAN UJIAN AKHIR SEMESTER :
1. Kerjakan pada Microsoft Excel
2. Sesuaikan dengan Kertas Kerja Pemeriksaan pada Buku 2 dan dibuat lengkap
3. Batas akhir pengumpulan JAWABAN sd. Jam 28 Juli 2020 Jam 12.00 WIB
-