Garis besar topik

    • Assalamualaikum We. Wb.
      Tabik pun.........

      Selamat datang rekan-rekan mahasiswa semua yang saya banggakan. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam lingungan Allah SWT

      Selamat datang di mata kuliah Riset SDM, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengambil Program S1 Sarjana  rumpun ilmu Ekonomi dan Bisnis, terutama terkait dengan bidang manajemen.

      Harapan saya semoga mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik. tetap semangat dan mendapatkan hasil yang memuaskan dai matakuliah Riset SDM ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses belajar mengajar. Aamiin.

  • Gambaran Ringkas Riset SDM :
    a. Informasi dan Keputusan SDM
    b. Keunikan SDM
    c. Peranan Informasi dalam Pengambilan Keputusan terkait SDM
    d. Pengertian Riset SDM
    e. Peranan Riset SDM
    f. Topik terkini Riset SDM 

  • Penetapan Masalah Riset SDM

    a. Pengertian permasalahan riset

    b. Sumber masalah dalam riset SDM

    c. Menggali masalah terkait SDM

    d. Dasar pengembangan hipotesis

    e. Hipotesis dalam riset SDM

    f. Praktik membuat pengembangan Hipotesis

  • Perumusan masalah SDM

    a. Merumuskan Latar Belakang

    b. Perumusan masalah

    c. Pembatasan Masalah

    d. Tujuan Penelitian

    e. Manfaat Penelitian

    f. Praktik mendesain perumusan  masalah

  • Telaah Pustaka dan Hipotesis
    a. Pengertian Teori
    b. Teori dan Penelitian
    c. Tujuan dan manfaat telaah pustaka
    d. Langkah membuat telaah pustaka
    e. Teori-teori dalam riset SDM
  • Telaah Pustaka dan Hipotesis: 

    a. Proposisi dan hipotesis 

    b. Jenis hipotesis 

    c. Manfaat hipotesis 

    d. Dasar pengembangan hipotesis 

    e. Hipotesis dalam riset SDM 

    f. Praktik membuat pengembangan hipotesis


      • Hipotesis Penelitian : Pengertian, Jenis, dan Cara Penyusunannya

      Pengertian Hipotesis

      Hipotesis pada umumnya diartikan sebagai jawaban (dugaan) sementara dari masalah suatu penelitian. Hipotesis hanya disusun dalam jenis penelitian inferensial, yakni jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menguji. Pengujian suatu hipotesis selalu melalui teknik analisis statistik inferensial, sedangkan penelitian deskriptif tidak memerlukan secara eksplisit rumusan hipotesis.

      Hipotesis dapat disusun oleh peneliti berdasarkan landasan teori yang kuat dan didukung hasil-hasil penelitian yang relevan. Peneliti harus memahami tentang isi dan bagaimana langkah-langkah dalam merumuskan suatu hipotesis penelitian.

      Rumusan hipotesis memiliki persyaratan atau ciri-ciri yang harus dipenuhi oleh peneliti. Adapun beberapa ciri-ciri rumusan hipotesis, menurut Soesilo (2015) sebagai berikut:

        • Hipotesis dinyatakan dalam kalimat pernyataan (declarative statement), bukan kalimat tanya. Pernyataan tersebut sebagai pandangan peneliti berdasar hasil kajian teori yang digunakan.
        • Peneliti harus konsisten (tidak berubah-ubah) mengenai isi hipotesisnya. Oleh karena itu, peneliti perlu melakukan kajian yang mendalam tentang teori yang digunakan dalam menyusun hipotesisnya.
        • Dalam penelitian eksperimen hipotesis berisi pernyataan mengenai efektivitas, perbedaan, atau pengaruh dari suatu variabel ke variabel yang lain. Dalam hipotesis sedikitnya ada dua variabel yang diteliti.
        • Hipotesis harus dapat diuji (testable). Selain menjelaskan tentang cara (teknik) pengukuran masing-masing variabel yang akan diteliti, dalam bagian metodologi penelitian juga harus menjelaskan teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
        • Cara Menyusun Hipotesis

      Perlu dipahami bahwa rumusan hipotesis penelitian tidak ΓÇ£jatuh dari langitΓÇ¥ atau muncul secara tiba-tiba tanpa dilandasi suatu teori atau kajian ilmiah. Hipotesis penelitian tidak dirumuskan hanya sekedar mengikuti dugaan atau asumsi peneliti saja, meskipun dugaan peneliti dapat menjadi titik tolak dalam telaah teori dan prediksi hasil penelitiannya kelak. Jadi, hipotesis dirumuskan tidak sekedar mengikuti dugaan atau asumsi peneliti, tetapi berasal dari penguraian landasan teori yang disusun sebelumnya.

      Teori tersebut mengkaitkan keberadaan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Oleh karena itu, telaah teoritik dan temuan penelitian yang relevan berfungsi menjelaskan permasalahan dan menegakkan prediksi akan jawaban terhadap pertanyaan penelitian.

      Seperti yang dinyatakan oleh Azwar (1999), bahwa dalam merumuskan suatu hipotesis, terdapat dua cara. Cara pertama, adalah dengan membaca dan menelaah ulang (mereview) teori atau konsep-konsep yang membahas mengenai variabel-variabel penelitian beserta hubungan dari variabel-variabel tersebut. Cara ini sering disebut sebagai proses berpikir deduktif. Cara kedua adalah dengan membaca dan mereviu hasil atau temuan-temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan penelitian.

      Hal ini yang disebut sebagai proses berpikir induktif. Setelah menelaah teori-teori maupun temuan-temuan hasil penelitian, peneliti dapat merumuskan hipotesis penelitiannya. Hasil kajian teori maupun temuan hasil penelitian tersebut merupakan bekal (landasan) penting bagi peneliti dalam menyusun hipotesisnya. Oleh karena itu, pada umumnya hipotesis diletakkan setelah peneliti menelaah teori, konsep maupun temuan hasil penelitian, yakni pada bagian akhir bab II dari suatu laporan penelitian.

      Hipotesis harus diuji kebenarannya melalui uji statistik dengan menggunakan teknik analisis yang tepat. Hipotesis yang telah disusun perlu dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan teknik analisis statistik lanjut. Pemilihan teknik analisis statistik tersebut tergantung dari beberapa hal, yakni jenis penelitian, tujuan penelitian dan jenis skala data pada masing-masing variabel.

      Dalam perumusan hipotesis secara statistik dinyatakan melalui simbol-simbol. Terdapat dua macam hipotesis yakni
      hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha), yang ditulis selalu berpasangan. Jika salah satu ditolak, yang lain pasti diterima, sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau H0 ditolak pasti Ha diterima. Dengan dipasangkan itu, dapat dibuat keputusan yang tegas, mana yang diterima dan mana yang ditolak.

      Di bawah ini merupakan contoh pernyataan yang dapat dirumuskan sebagai hipotesis statistiknya:

          1. Dalam suatu penelitian eksperimen yang berjudul ΓÇ£Pengaruh model pembelajaran tradisional terhadap kemampuan pro-sosial siswaΓÇ¥, rumusan hipotesis statistiknya disusun sebagai berikut:
            Ho : Tidak ada pengaruh model pembelajaran tradisional terhadap kemampuan pro-sosial siswa
            Ha : Ada pengaruh model pembelajaran tradisional terhadap kemampuan pro-sosial siswa
          2. Dalam peneltian eksperimen yang berjudul ΓÇ£Efektivitas Layanan BK terhadap peningkatan Percaya Diri SiswaΓÇ¥, rumusan hipotesis statistiknya disusun sebagai berikut:
            Ho : Layanan BK tidak efektif dalam peningkatan Percaya Diri Siswa
            Ha : Layanan BK efektif dalam peningkatan Percaya Diri Siswa 

  • Jenis Penelitian

    a. Eksplorasi Ilmu

    b. Eksplanasi Ilmu

    c. Metode Penemuan Ilmu


    • Jenis-Jenis Penelitian Lengkap, Contoh dan Penjelasannya

      Penelitian yang dilakukan dengan proses yang kurang tepat maka hasilnya juga tidak akan bisa dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, ciri-ciri dari penelitian biasanya bersifat ilmiah, berkesinambungan dari peneliti terdahulu ke peneliti baru, memberi kontribusi atau nilai tambah, dan penelitian memiliki sifat analitis. 

      Jenis-Jenis Penelitian 

      Setelah memahami pengertian, proses, dan juga ciri-ciri dari berbagai jenis penelitian secara umum, kini kita akan mempelajari tentang jenis-jenis penelitian. Secara umum, jenis-jenis penelitian dibagi menjadi 2 jenis yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

      Berdasarkan metodenya, penelitian dibagi menjadi 6 jenis, diantaranya penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, penelitian eksperimen, penelitian deskriptif.

      1. Penelitian Kualitatif

      Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis yang mendalam. Proses dan makna yang ditonjolkan dalam penelitian kualitatif ini memiliki landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.

      Jenis penelitian ini melibatkan peneliti di dalam peristiwa atau situasi yang sedang diteliti. Oleh sebab itu, diperlukan kedalaman analisis oleh peneliti ketika melakukan riset dan proses menemukan hasil penelitian. Karena secara umum, penelitian kualitatif ini nantinya bertujuan memeroleh data utama dari wawancara dan observasi.

      Penelitian kualitatif merupakan filsafat postpositivisme, di mana peneliti akan meneliti suatu kondisi objek yang alamiah dan peneliti menjadi instrumen kuncinya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian kualitatif dilakukan secara triangulasi atau gabungan dan analisis datanya bersifat induktif atau kualitatif.

      Penelitian kualitatif juga masih dibagi menjadi 5 jenis penelitian, yaitu fenomenologi, penelitian grounded theory, penelitian etnografi. Ini detail dan penjelasan lengkapnya!

      a. Fenomenologi. Penelitian fenomenologi ini artinya peneliti yang melakukan penelitian akan melakukan pengumpulan data melalui observasi partisipan untuk dapat mengetahui fenomena esensial partisipan apa yang ada di dalam hidupnya atau sepanjang pengalaman hidupnya.

      b. Penelitian Grounded Theory. Jenis penelitian selanjutnya adalah penelitian grounded theory yang mana peneliti dapat menggeneralisasi apa saja yang ia amati atau ia analisis secara induktif. Teori abstrak mengenai proses, tindakan, atau interaksi dapat dilakukan dan didapat berdasarkan pandangan partisipan yang diteliti.

      c. Penelitian EtnografiDi dalam jenis-jenis penelitian etnografi, peneliti akan melakukan studi terhadap budaya suatu kelompok dalam kondisi yang alamiah dan dilakukan melalui proses observasi dan atau wawancara.

      d. Penelitian Studi Kasus. Penelitian studi kasus akan mengenal lebih dalam atau memahami secara mendalam mengenai alasan suatu fenomena atau kasus tersebut bisa terjadi. Kemudian dari situ akan dikembangkan menjadi riset selanjutnya. Jenis penelitian ini nantinya akan dijadikan bahan untuk menguji hipotesis.

      e. Penelitian Narrative Research. Pada penelitian ini, peneliti akan melakukan sebuah studi terhadap seseorang individu atau lebih untuk dapat mendapatkan data mengenai sejarah perjalanan kehidupannya yang kemudian disusun menjadi laporan naratif yang kronologis.

      Biasanya, penelitian ini mengangkat pola mengenai bagaimana situasi atau kondisi tersebut bisa terjadi dan bagaimana upaya untuk menjaga atau memperbaiki situasi yang terjadi tersebut dengan data yang valid dan disusun secara ilmiah.

      2. Penelitian Kuantitatif

      Jenis-jenis penelitian yang selanjutnya adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang merupakan investasi sistematis mengenai sebuah fenomena atau situasi dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan teknik statistik, matematika, atau komputasi.

      Pada jenis-jenis penelitian kuantitatif, peneliti memiliki tujuan untuk mengembangkan dan menggunakan berbagai model sistematis, berbagai teori, dan hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam yang sedang terjadi. Pada intinya, penelitian kuantitatif merupakan suatu proses pengukuran.

      Proses pengukuran yang dilakukan dapat memberikan hubungan antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari adanya hubungan-hubungan kuantitatif. Biasanya penelitian kuantitatif ini digunakan dan diterapkan baik dalam ilmu alam maupun ilmu fisika.

      Berbeda dengan penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, penelitian kuantitatif ini berlandaskan filsafat positivisme yang dipakai untuk meneliti sekumpulan populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data yang dilakukan biasanya menggunakan alat ukur atau instrumen penelitian dan analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik.

      Tujuan dilakukannya jenis-jenis penelitian kuantitatif ini adalah agar peneliti dapat menguji dan membuktikan hipotesis yang telah dibuat atau ditetapkan.

      Sama halnya seperti penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif juga dibagi menjadi beberapa jenis-jenis penelitian, yaitu metode survei dan metode eksperimen.

      a. Metode Survei. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode penelitian survei yang artinya metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan suatu data yang terjadi, baik pada masa lampau atau saat ini mengenai keyakinan, pendapat, karakteristik, dan hubungan variabel yang dapat digunakan untuk menguji beberapa hipotesis.

      Biasanya, hipotesis yang diuji bisa berupa variabel sosiologis dan atau psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu.Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui pengamatan yang diambil dari wawancara atau kuesioner dan dari hasil penelitian yang cenderung digeneralisasikan.

      b. Metode Eksperimen. Jenis-jenis penelitian di dalam penelitian kuantitatif selanjutnya adalah metode eksperimen. Di dalam metode eksperimen, metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen yang berupa treatment atau perlakuan terhadap hasil atau variabel dependen dan kondisi yang tak terkendalikan.

      Agar kondisi hasil atau variabel dependen dapat dikendalikan, maka di dalam penelitian eksperimen bisa menggunakan kelompok kontrol. Salah satu cara yang sering dilakukan pada metode eksperimen ini adalah melakukan penelitian di laboratorium.

      3. Penelitian Eksperimen

      Penelitian eksperimen adalah suatu kegiatan pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan penyajian yang dilakukan dengan metode percobaan yang bersistem dan terencana untuk membuktikan kebenaran suatu teori dan lain sebagainya. Tujuan dilakukannya penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui sebab-akibat yang tercipta antarvariabel.

      Pada proses penelitian eksperimen, peneliti akan meneliti mengenai bagaimana pengaruh suatu perlakuan terhadap sebuah variabel dan kemudian akan dibandingkan dengan variabel yang lain dengan perlakuan yang berbeda. Ada empat faktor utama di dalam penelitian eksperimen, yaitu hipotesis, variabel independen, variabel dependen, dan subjek.

      Sementara itu, hipotesis di dalam penelitian eksperimen merupakan keputusan pertama yang ditetapkan oleh peneliti yang sudah diuji. Kemudian berdasarkan hipotesis itu, selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan variabel independen dan variabel dependen serta menentukan subjek yang digunakan untuk penelitian.

      Penelitian eksperimen yang mungkin dilakukan, misalnya penelitian yang dilakukan pada bidang pendidikan yang biasanya memiliki tujuan menilai sesuatu atau membuktikan mengenai pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa dengan metode baru, dibandingkan dengan metode tradisional.

      4. Penelitian Deskriptif

      Jenis-jenis penelitian selanjutnya yakni penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan menggunakan metode penelitian yang dalam proses pengumpulan datanya memungkinkan peneliti untuk dapat menghasilkan deskripsi mengenai fenomena sosial yang diteliti. Selanjutnya, melalui data deskriptif yang didapat, peneliti dapat mengidentifikasi bagaimana fenomena tersebut terjadi.

      Tujuan utama dilakukannya jenis-jenis penelitian deskriptif ini sebenarnya ada tiga, yang pertama adalah mendeskripsikan, kemudian menjelaskan, dan memvalidasi data atau temuan dari penelitian. Meskipun di dalam penelitian deskriptif ini memungkinkan untuk melibatkan berbagai variabel, tetapi hanya ada satu variabel yang digunakan untuk menjelaskan masalah.

      Ciri-ciri penelitian deskriptif ini di antaranya adalah memiliki metode penelitian yang berupa mendeskripsikan suatu variabel, memiliki hubungan sebab-akibat, hasil penelitiannya disajikan sesuai data, kemudian data tersebut dapat dikumpulkan pada periode tertentu, dan penelitian memiliki wilayah yang fleksibel atau bisa dilakukan di manapun.

      Sementara itu, jenis-jenis penelitian deskriptif ini memiliki kriteria tersendiri yang membedakan dengan jenis-jenis penelitian yang lain. Kriteria penelitian deskriptif diantaranya:

      1. Jenis masalah yang dirumuskan harus layak.
      2. Tujuan dilakukannya penelitian tidak boleh terlalu luas, harus benar-benar terfokus.
      3. Data yang disajikan di dalam penelitian merupakan data berdasarkan fakta yang diambil melalui referensi atau hasil observasi.
      4. Jenis-jenis penelitian deskriptif ini harus memiliki pembanding untuk melakukan validasi data.
      5. Tempat dan waktu dilakukannya penelitian deskriptif harus jelas.
      6. Hasil penelitian pada penelitian deskriptif harus dijelaskan dan disajikan secara mendetail dan harus disajikan dalam gambaran mengenai objek penelitian.

      Contoh yang biasa dilakukan pada penelitian deskriptif ini misalnya, pada penelitian mengenai bagaimana motivasi perilaku membuat insta stories di Instagram. Di dalam penelitian ini, peneliti bisa merancang berbagai variabel, tetapi hanya satu variabel saja yang digunakan untuk melakukan penelitian, yaitu mengenai motivasi.

      5. Penelitian Campuran

      Penelitian campuran menggunakan dua jenis penelitian. Jenis penelitian yang biasanya digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Kedua penelitian tersebut digunakan di dalam satu penelitian.

      Penggunaan dua jenis penelitian ini dianggap akan mendapatkan hasil pemahaman yang lebih lengkap dan mendetail mengenai sebuah masalah yang akan diteliti oleh peneliti. Jenis penelitian ini juga biasanya melibatkan berbagai asumsi filosofis, asumsi mengenai aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta pencampuran kedua pendekatan tersebut.

      Tercampurnya pendekatan atau penelitian kualitatif dan kuantitatif di dalam satu penelitian akan menjadi lebih kompleks daripada hanya sekadar mengumpulkan suatu data, karena kemudian, hasil analisis akan mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data.

      Dilakukannya penelitian campuran yang mengolaborasikan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif ini berfungsi untuk mengeksplorasi pandangan partisipan melalui penelitian kualitatif yang kemudian digunakan untuk menganalisis suatu sampel yang luas dengan penelitian kuantitatif.

      Biasanya langkah pertama yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Setelah melakukan penelitian kuantitatif, akan didapatkan data seputar interpersonal difficulties. Selanjutnya dilanjutkan dengan langkah kedua yang menggunakan jenis penelitian kualitatif untuk dapat memberi validasi mengenai penelitian kuantitatif yang dilakukan.

      Langkah atau fase terakhir yang dilakukan pada penelitian campuran ini adalah kembali menggunakan penelitian kuantitatif agar dapat memberikan pengembangan hipotesis bagi penelitian kualitatif lebih lanjut.

      Penelitian campuran atau yang juga disebut penelitian gabungan atau mixed methods ini pada dasarnya terdiri atas penggabungan, perpaduan, hubungan, dan kelekatan dari kedua penelitian yang digunakan. Penelitian ini jika dilihat dari sejarahnya sudah mulai dikenal sejak tahun 1950-an ketika Campbell dan Fiske menggunakan metode multimethods.

      Alasan dilakukan jenis penelitian campuran ini diantaranya:

      1. Untuk dapat lebih memahami berbagai masalah penelitian dengan mentriangulasi data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa perincian-perincian deskriptif.
      2. Jenis penelitian campuran atau penelitian gabungan ini dilakukan untuk mengeksplorasi suatu pandangan partisipan secara kualitatif dan kemudian dapat dianalisis kembali berdasarkan sampel yang luas yakni secara kuantitatif
      3. Agar hasil yang didapatkan kompleks, maka untuk memeroleh hasil-hasil statistik yang kuantitatif dalam suatu sampel diperlukan tindak lanjut dengan melakukan metode wawancara atau melakukan observasi terhadap sejumlah individu agar dapat membantu menjelaskan lebih jauh mengenai hasil statistik yang sudah diperoleh.
      4. Terakhir, dilakukannya penelitian campuran atau penelitian gabungan ini guna untuk mengungkap berbagai kecenderungan dan hak-hak dari suatu kelompok atau individu-individu yang tertindas.

      Sementara itu, tujuan keseluruhan penelitian campuran atau penelitian gabungan yang terdapat pada jenis-jenis penelitian ini adalah meneliti secara keseluruhan mengenai informasi yang meliputi berbagai unsur penelitian, baik kualitatif dan kuantitatif dan ada alasan rasional mengapa dilakukan penelitian campuran seperti yang sudah dijelaskan di atas.

      Untuk membedakan jenis-jenis penelitian campuran dengan jenis-jenis penelitian yang lain, maka diperlukan karakteristik atau ciri-ciri seperti di bawah ini.

      • Peneliti harus mengungkapkan atau memberi kerangka dan alasan yang jelas mengapa memilih desain penelitian campuran atau penelitian gabungan.
      • Metode penelitian menggabungkan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sehingga datanya disajikan berupa data numerik dan data berupa teks atau kata-kata dan gambar.
      • Penentuan prioritas pada penelitian ini tergantung pada tujuan penelitian yang akan dilakukan.
      • Penggunaan jenis-jenis penelitian di dalam jenis-jenis penelitian campuran ini memungkinkan adanya data pengurutan di dalam penggunaan kedua jenis data.

      6. Penelitian Empiris

      Jenis penelitian yang terakhir adalah penelitian empiris. Penelitian empiris merupakan metode penelitian atau pengumpulan data yang dilakukan dengan proses logis untuk dapat mendapatkan jawaban dari pertanyaan atau masalah yang diajukan. Pengertian empiris sendiri merupakan suatu istilah dalam filsafat untuk menjelaskan mengenai pengalaman atau sumber pengetahuan.

      Artinya, penelitian empiris yaitu jenis penelitian yang pengumpulan datanya diambil dari data-data lapangan sebagai sumber data utama, seperti  hasil wawancara dan juga hasil observasi. Penelitian empiris ini digunakan untuk menganalisis perilaku masyarakat yang berpola dalam kehidupan sosial masyarakat yang selalu berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat.

      Selain itu, penelitian empiris ini juga digunakan untuk mengamati hasil dari perilaku manusia yang berupa peninggalan baik peninggalan fisik maupun arsip. Penelitian empiris ini juga biasanya menjelaskan tentang sebuah penelitian hukum yang berfungsi dalam melihat hukum sebagai arti yang nyata dan meneliti cara kerja di lingkungan masyarakat.

      Biasanya, jenis penelitian empiris ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara dalam. Sehingga tak heran jika banyak orang menyebutnya sebagai hukum sosiologis. Penelitian empiris ini juga biasanya diambil dari berbagai fakta yang ada di masyarakat, badan pemerintah, dan di instansi lainnya.

      Untuk mengumpulkan data pada jenis penelitian empiris, bisa dilakukan dengan tiga teknik yang bisa dilakukan sendiri-sendiri maupun dilakukan bersamaan sekaligus. Ketiga teknik pengumpulan data yang bisa dilakukan adalah melalui wawancara, angket atau kuesioner, atau observasi. 


  • Desain Penelitian

    a.    Pengertian desain penelitian

    b.   Perspektif desain penelitian

    c.    Strategi desain penelitian

    d.   Desain dalam riset SDM

    e.   Praktik membuat proposal penelitian bab 1 dan bab 2 terkait MSDM


  • Selamat mengerjakan Ujian Tengah Semester

    semoga sukses

  • Sumber Data dan Jenis Data

    • Sumber Data Penelitian: Jenis, Bentuk, Metode Pengumpulan Data

      Apa Itu Sumber Data dalam Penelitian?

      Hal pertama untuk dibahas adalah dari aspek definisi. dijelaskan bahwa sumber data penelitian adalah subjek dari mana data didapatkan. Sumber data disini adalah sebuah subjek yang bisa berupa manusia, baik individu maupun kelompok. 

      Kemudian bisa juga dalam bentuk kondisi wilayah, kondisi suatu benda, laporan tahunan suatu lembaga, dan lain sebagainya. Sumber data ini pada intinya memiliki data yang penting dan relevan dengan penelitian yang dilakukan. 

      Penentuan sumber data akan disesuaikan dengan topik penelitian dan kemudian mencari wilayah penelitian yang sesuai. Individu, kondisi wilayah, dan benda di lokasi penelitian bisa menjadi sumber data. 

      Sumber data kemudian terbagi menjadi dua secara garis besar, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Peneliti memiliki kebebasan untuk memilih jenis dan sumber data mana saja yang sekiranya mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan. 

      Jenis Sumber Data Penelitian

      Data sendiri memiliki definisi umum sebagai sebuah keterangan yang mengumpulkan berbagai informasi yang bisa berupa grafik, tabel, gambar, kata, huruf, video, angka, suara, simbol, lambang, sebuah situasi, dan lain sebagainya. 

      Data didapatkan dari suatu sumber dan sumber data penelitian ini memiliki jenis yang cukup beragam. Dikutip melalui Repository Universitas Diponegoro (Undip), berikut adalah jenis-jenis sumber data penelitian: 

      1. Sumber Data Primer 

      Sumber data primer adalah  data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertamanya. Sehingga sumber data disini adalah sumber yang paham suatu fenomena secara langsung, dimana fenomena ini diteliti. 

      Misalnya pada saat melakukan penelitian di area perpustakaan, maka sumber data primer disini bisa dari petugas perpustakaan atau pustakawan. Sebab yang paham betul kondisi perpustakaan di lapangan maupun secara laporan tertulis.  

      2. Sumber Data Sekunder 

      Jenis sumber data yang kedua adalah sumber data sekunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Artinya, sumber bukan sumber data primer akan tetapi bisa menunjang. 

      Data sekunder dalam penelitian sering dijadikan sebagai alternatif ketika tidak lagi didapatkan data primer. Sebab kredibilitas sumber sangat penting untuk menunjang kredibilitas data penelitian. Maka sumber data primer menjadi prioritas utama. 

      Sumber data primer dan sekunder digunakan untuk kegiatan penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Adapun yang menjadi pembeda adalah metode pengumpulan data di masing-masing metode. Rinciannya akan dijelaskan di bawah. 

       

      Bentuk Sumber Data 

      Bicara mengenai sumber data penelitian, selain terbagi menjadi dua jenis utama, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Ternyata bentuk sumber data juga cukup beragam, berikut penjelasan detailnya: 

      1. Narasumber atau Responden  

      Bentuk sumber data dalam penelitian yang pertama adalah narasumber atau responden. Sumber data ini didapatkan dari manusia, baik secara individu maupun dalam bentuk kelompok. Misalnya kelompok mahasiswa, kelompok warga, dll. 

      Dalam penelitian kualitatif, sumber data individu dilakukan dengan teknik wawancara. Sumber data ini disebut dengan istilah narasumber, sebab menjadi sumber informasi berbentuk abstrak dan disampaikan langsung oleh individu tersebut. 

      Sementara pada penelitian kuantitatif, biasanya data didapatkan dengan menyusun angket atau kuesioner. Seluruh sumber data yang melakukan pengisian disebut dengan istilah responden. 

      Sebab sumber data tersebut adalah pihak yang merespon angket yang dibagikan dan menjawab sejumlah pertanyaan yang sudah disiapkan peneliti. Jadi, jika metode pengumpulan data berbeda maka nama sumber data juga berbeda. 

      2. Fenomena/ Peristiwa/ Aktivitas

      Sumber data penelitian yang kedua berbentuk fenomena atau sebuah peristiwa dan sebuah aktivitas. Jika peneliti melakukan proses pengumpulan data dengan observasi atau pengamatan langsung di lapangan. 

      Maka umumnya akan mengamati sumber data berbentuk fenomena, peristiwa, dan aktivitas tersebut. Misalnya peneliti ingin memahami budaya masyarakat di pedalaman daerah X. 

      Maka saat melakukan observasi, salah satu data penelitian tersebut adalah ragam aktivitas yang dilakukan anggota suku di masyarakat pedalaman daerah X tersebut. Sehingga data didapatkan dengan mengamati bukan dengan wawancara atau pengisian angket. 

      3. Tempat atau Lokasi 

      Bentuk sumber data penelitian yang ketiga adalah berupa tempat atau lokasi dimana penelitian dilakukan. Artinya, pada beberapa penelitian, subjek penelitian tersebut adalah suatu tempat atau suatu lokasi. Baik di perkotaan, pedesaan, maupun pedalaman. 

      Suatu wilayah atau tempat bisa menjadi sumber data ketika memang relevan dengan topik penelitian yang dilakukan. Selain itu, wilayah ini dijadikan subjek penelitian seperti yang dijelaskan sebelumnya. 

       

      Contohnya adalah penelitian untuk mengetahui karakteristik tanah di daerah Y. Maka peneliti akan ke daerah Y dan memeriksa serta mengamati maupun melihat data laporan berkaitan dengan kondisi tanah di daerah Y tersebut. 

      4. Dokumen atau Arsip 

      Bentuk keempat dari sumber data penelitian adalah dokumen atau arsip. Secara umum, dokumen adalah benda cetak yang memuat informasi tertulis yang sifatnya penting. 

      Pada kegiatan penelitian, sangat mungkin peneliti mendapatkan data dari suatu laporan berkala. Misalnya data sensus penduduk di tahun 2023, data angka kelahiran di desa S selama 5 tahun terakhir, dan lain sebagainya. 

      Jika penelitian yang dilakukan memang membutuhkan data statistik, maka biasanya sumber data akan berbentuk dokumen atau arsip. Dalam memilih dokumen sebagai sumber data, isinya wajib sesuai dengan topik penelitian agar relevan dan bisa menjad data penelitian. 

      Metode Pengumpulan Data Penelitian 

      Seperti yang sudah dijelaskan, dalam metode penelitian kuantitatif maupun kualitatif sama-sama bisa menggunakan sumber data primer maupun sekunder. Hal yang menjadi pembeda adalah metode pengumpulan data tersebut. 

      Secara umum, penelitian kuantitatif menggunakan metode pengumpulan data dengan survei, observasi, dan eksperimen. Sementara pada penelitian kualitatif dengan metode wawancara, diskusi grup terfokus, dan teknik proyeksi. Berikut penjelasan lengkapnya: 

      1. Wawancara 

      Metode pengumpulan data penelitian yang pertama adalah dengan teknik wawancara. Secara umum, wawancara adalah perbincangan dua orang atau lebih secara tatap muka antara narasumber dengan pewawancara/peneliti.

      Dulu, kegiatan wawancara hanya bisa dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Namun dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, wawancara bisa dilakukan jarak jauh. Misalnya dengan telepon, chat di WhatsApp, dll. 

      Misalnya karena terbentuk kesibukan yang terlalu padat dari narasumber, jarak lokasi yang cukup jauh bahkan lintas negara, dll yang tidak memungkinkan dilakukan wawancara langsung. 

      2. Diskusi Grup Terfokus 

      Metode pengumpulan data yang kedua dari sumber data penelitian adalah diskusi grup terfokus atau Focus Group Discussion (FGD). FGD sendiri merupakan proses mendapatkan data penelitian dengan melakukan diskusi kelompok yang fokus membahas satu topik (permasalahan) yang sama. 

      Lewat metode ini, peneliti bisa mendapatkan data yang kaya. Alasannya karena peneliti bisa mendapat data dari berbagai pengalaman sosial dari interaksi para individu yang berada dalam suatu kelompok diskusi.

      Supaya kegiatan FGD ini berjalan lancar, dibutuhkan penetapan jadwal pelaksanaan dan ditunjuk seorang moderator. Sehingga moderator ini bisa memastikan seluruh peserta diskusi tetap fokus dalam pembahasan inti dan menjamin kegiatan berjalan lancar. 

      3. Teknik Proyeksi 

      Teknik proyeksi dalam penelitian adalah metode mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan kepada sumber data agar didapatkan pendapat mereka tanpa mereka menyadarinya. 

      Sehingga ada beberapa pertanyaan dalam angket misalnya, disusun sedemikian rupa untuk mendapat pendapat jujur responden. Namun pertanyaan ini dibuat tersirat tidak tersurat, sehingga pendapat tersebut jujur dan apa adanya. 

      Pertanyaan ini bisa dalam bentuk soal isian yang diminta untuk dijawab responden dengan kalimat singkat atau dijelaskan sedemikian rupa. Sehingga peneliti bisa mengetahui pendapat dan pandangan jujur responden. Contoh pertanyaannya: 

      • Pantai adalahΓǪ 
      • Hidup dikatakan mewah jikaΓǪ 
      • Anak dikatakan cerdas apabilaΓǪ 

      4. Survei 

      Metode pengumpulan data berikutnya adalah dengan survei. Survei sendiri adalah  metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu. Contohnya dengan membagikan angket atau kuesioner. 

      Metode ini tentu cukup populer, karena umum digunakan dalam penelitian kuantitatif. Selain itu juga dipahami menjadi metode yang cepat karena bisa mengandalkan media sosial untuk membagikan angket dan memperoleh responden sesuai kriteria dalam jumlah banyak tetapi dalam tempo singkat. 

      5. Observasi 

      Selanjutnya adalah dengan metode observasi atau pengamatan, yaitu kegiatan mendapatkan data penelitian dengan cara melakukan kegiatan pemantauan, pengawasan dan pengamatan terhadap subjek penelitian. 

      Dalam hal ini, peneliti wajib turun langsung ke lapangan dan melakukan pengamatan. Apapun hasil pengamatan tersebut, maka akan menjadi data penelitian yang valid dan menjadi sumber data penelitian primer. 

      6. Eksperimen 

      Metode yang terakhir adalah eksperimen, yaitu teknik pengambilan data penelitian dengan melakukan kegiatan eksperimen. Eksperimen sendiri adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan.

      Sehingga peneliti akan menciptakan suatu kondisi yang sudah ditentukan pada subjek penelitian dan melakukan pengamatan untuk mendapat data. Misalnya penelitian pada perkembangan larva nyamuk, maka akan diamati perkembangannya di dua tabung dengan kondisi berbeda. Baik dari segi ukuran, jumlah air, udara, dll. 

      Contoh Sumber Data Penelitian

      Supaya lebih memahami lagi apa itu sumber data penelitian dan bagaimana menentukannya. Maka contoh sumber data ini seperti pada penelitian dengan subjek UPT Perpustakaan suatu perguruan tinggi. 

      Subjek penelitian disini adalah pemilik dari sumber data dalam penelitian. Dalam subjek tersebut, sumber data primer adalah dari pustakawan di UPT Perpustakaan tersebut. Sementara sumber data sekunder adalah dari hasil penelitian sebelumnya mengenai citra UPT Perpustakaan. 

      Dalam suatu penelitian, memang sangat lumrah untuk menggunakan sumber data primer sekaligus sekunder. Sehingga tidak ada tuntutan harus sumber data primer secara keseluruhan. Bisa kombinasi keduanya, atau bisa juga sumber data sekunder keseluruhan. 

      Itulah penjelasan rinci mengenai sumber data penelitian, dimana secara garis besar memang terbagi menjadi dua jenis. Ada banyak metode pengumpulan data bisa dilakukan untuk mendapatkan data yang sesuai kebutuhan penelitian dari dua jenis sumber data tersebut. 

    • Pengertian Sumber Data
      Data Primer dan Data Sekunder
      Jenis Data

  • Sampling

    a. Alasan Perlunya Sampel

    b. Penentuan Ukuran Sampel

    c. Teknik Pengambilan Sampel


    • Metode Pengambilan Sample (sampling)

    • APA ITU POPULASI DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN

      Populasi dan sampel merupakan salah satu bagian penting dalam penelitian yang harus ditentukan sejak awal. Dengan penentuan jenis objek penelitian ini, peneliti bisa menentukan metode penelitian yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

      Apa itu Populasi?

      Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tersebut. 

      Nilai yang dihitung dan diperoleh dari populasi ini disebut dengan parameter.

      Populasi merupakan seluruh jumlah dari subjek yang akan diteliti oleh seorang peneliti. Misalnya 1000 orang dikatakan sebagai populasi karena terkait dalam suatu penelitian. Kemudian pada pendapat lain mengatakan bahwa secara harfiah pengertian populasi adalah seluruh variabel yang terkait dengan topik pada penelitian.

      Apa itu Sampel?

      Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki karakteristik mirip dengan populasi itu sendiri. Sampel disebut juga contoh. Nilai hitungan yang diperoleh dari sampel inilah yang disebut dengan statistik.

      Pengertian Sampel dan Sampel Menurut Para Ahli

      • Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak ditelitiΓÇ¥ (Djarwanto, 1994:43).
      • Sugiyono (2008: 118), Sampel adalah suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi.
        • Jika Populasi tersebut besar, sehingga para peneliti tentunya tidak memungkinkan untuk mempelajari keseluruhan yang terdapat pada populasi tersebut oleh karena beberapa kendala yang akan di hadapkan nantinya seperti: keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Maka dalam hal ini perlunya menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
        • Dan selanjutnya, apa yang dipelajari dari sampel tersebut maka akan mendapatkan kesimpulan yang nantinya diberlakukan untuk Populasi. Oleh karena itu sampel yang didapatkan dari Populasi memang harus benar-benar representatif (mewakili).
      • Arikunto (2006: 131), Sampel adalah sebagian atau sebagai wakil populasi yang akan diteliti. Jika penelitian yang dilakukan sebagian dari populasi maka bisa dikatakan bahwa penelitian tersebut adalah penelitian sampel.
      • Nana Sudjana dan Ibrahim (2004: 85), Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat dijangkau serta memiliki sifat yang sama dengan populasi yang diambil sampelnya tersebut.

      Populasi itu seperti sebuah organisme, sedangkan sampel adalah organ. Sampel adalah bagian yang tidak terpisahkan dari populasi. Dan sampel dalam hal ini haruslah dapat mewakili karakteristik dari keseluruhan populasi.

      Dengan kata lain Populasi dan Sampel merupakan dua hal yang saling terkait dan tidak terpisahkan. Melalui sampel ini seseorang dapat mengetahui karakter dari sejumlah subjek pada satu tempat tertentu. Misalnya ketika ingin meneliti karakter 100 orang dalam belajar, maka peneliti cukup mengambil sejumlah sampel dari 100 orang tadi untuk diteliti. Sehingga melalui sampel yang diambil akan diketahui karakter dari 100 orang tersebut.

      Kriteria Sampel

      Ada dua kriteria sampel yaitu:

      • Kriteria inklusi

      Adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2003: 96).

      • Kriteria eksklusi. 

      Adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu (Nursalam, 2003: 97).

      Pertimbangan dalam menentukan kriteria eksklusi antara lain:

      • Subjek membatalkan kesediaannya untuk menjadi responden penelitian, dan
      • Subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan.

       

      Mengapa Banyak Penelitian Menggunakan Sampel?

      Beberapa alasan mengapa penelitian lebih cenderung menggunakan sampel dibandingkan populasi:

      • Ukuran populasi terlalu besar

      Bila ukuran populasi terlalu besar, rasanya sangat sulit untuk melakukan penelitian. Penggunaan sampel akan jauh lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan data yang dibutuhkan.

      • Efisiensi biaya

      Dalam prosesnya, bisa jadi penggunaan populasi akan menimbulkan biaya yang sangat besar. 

      • Waktu yang lebih cepat

      Penelitian menggunakan sampel memungkinkan penyajian data dalam waktu yang relatif lebih cepat daripada populasi.

      • Sumber daya yang lebih efisien

      Sumber daya yang dimaksud adalah hal-hal pendukung lain seperti peralatan teknologi informasi pengolah data. Untuk mengolah data populasi dengan jumlah jutaan, tentunya membutuhkan perangkat penyimpan data dan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Hal ini akan jauh berbeda bila pendataan dilakukan dalam bentuk sampel.

      • Penelitian yang tidak mungkin menggunakan populasi

      Dalam beberapa contoh penelitian, bisa jadi penggunaan populasi tidak dimungkinkan dan akan membahayakan objek dari populasi itu sendiri. Sebagai contoh, apakah kita yakin bahwa warna darah manusia itu seluruhnya berwarna merah? Apakah kita yakin darah yang berada di kepala dan di kaki benar-benar berwarna merah? Untuk memastikan hal tersebut, kita tidak perlu menyedot seluruh darah dan memeriksa hasilnya. Cukup mengambil beberapa tetes di setiap bagian tubuh dan tentunya kita sudah bisa menarik kesimpulan dari hal tersebut.

      Teknik pengambilan sampel

      Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang merupakan sebagian dari populasi tersebut, kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi).

      Manfaat sampling adalah:

      1. Menghemat biaya penelitian.
      2. Menghemat waktu untuk penelitian.
      3. Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
      4. Memperluas ruang lingkup penelitian.

      Syarat-syarat teknik sampling

      Teknik sampling bisa dilakukan bila populasi bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama atau setidak-tidaknya hampir sama. Dan apabila keadaan populasi bersifat heterogen, maka sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi.

      Jenis-jenis teknik sampling:

      • Teknik sampling secara probabilitas

      Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

      Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan:

      •  
        • Teknik sampling secara rambang sederhana. Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah dengan undian.
      •  
        • Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling). Prosedur ini berupa penarikan sampel dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.
      •  
        • Teknik sampling secara rambang proporsional. Jika populasi terdiri dari sub populasi-sub populasi maka sampel penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Dan adapun cara pengambilannya dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.
      •  
        • Teknik sampling secara rambang bertingkat. Bila sub populasi-sub populasi sifatnya bertingkat, cara peng-ambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proposiional.
      •  
        • Teknik sampling secara kluster (cluster sampling)

      Ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sampel semacam ini disebut cluster sampling atau multistage sampling.

      • Teknik sampling secara non probabilitas.

      Teknik sampling non probabilitas adalah teknik pengambilan sampel dari populasi yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar.

      Dan beberapa jenis atau cara penarikan sampel dari populasi secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut:

      •  
        • Purposive sampling atau judgmental sampling

      Penarikan sampel dari populasi secara purposif adalah cara penarikan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan oleh peneliti.

      •  
        • Snowball sampling (penarikan sample secara bola salju).

      Penarikan sampel pada populasi berdasarkan pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sampai ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sampel kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sampel semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju.

      •  
        • Quota sampling (penarikan sampel secara jatah).

      Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sampel penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

      •  
        • Accidental sampling atau convenience sampling

      Dalam penelitian, bisa saja terjadi diperolehnya sampel dari populasi yang tidak direncanakan terlebih dahulu sebelumnya. Melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Dan proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan dari populasi.

      Penentuan Jumlah Sampel

      Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar, dengan maksud untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga, maka peneliti tidak meneliti seluruh anggota populasi melainkan akan menggunakan sampel.

      Bila peneliti bermaksud meneliti hanya sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistik dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).

      Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan Karakteristik Populasi

      Bila populasi bersifat homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah.

      Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan, dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi, 2004 : 55).

      Dengan menggunakan rumus tertentu (Sukardi, 2004: 55-56), Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 ΓÇô 100.000.

      • Simple random sampling

      Sampel acak sederhana adalah salah satu elemen dimana setiap populasi memiliki kesempatan dan independen yang sama untuk dijadikan sebagai sampel, yaitu sampel dipilih dengan metode pengacakan. 

      • Systematic sampling

      Teknik pengambilan sampel merupakan perbaikan dari sampel acak sederhana. Metode ini mengharuskan melengkapi informasi tentang populasi.Harus ada daftar informasi populasi dari semua individu secara sistematis.

      Cara menentukan ukuran sampel:

      n= ukuran sampel

      N= ukuran populasi

      N/n dikenal sebagai sampel sistematis. Jadi pada teknik ini populasi sampel perlu diatur dengan cara yang sistematis.

      Keuntungan:

      • Merupakan metode yang sederhana untuk memilih sampel
      • Meminimalisir biaya (saat ke lapangan)
      • Menggunakan statistik inferensial
      • Komprehensif (menyeluruh) dan mewakili populasi
      • Observasi sampel dapat digunakan untuk menggeneralisasikan dan menarik kesimpulan

      Kekurangan:

      • Tidak bebas dari kesalahan karena subjektifitas mengarah pada cara yang berbeda dari daftar sistematis oleh individu yang berbeda. Pengetahuan tentang populasi sangat penting.
      • Informasi dari setiap individu sangat penting
      • Metode ini tidak dapat menjamin keterwakilan
      • Adanya resiko dalam menggambarkan kesimpulan dari penelitian sampel

      Contoh : Misalnya  setiap unsur populasi yang keenam, yang bisa dijadikan sampel. Soal ΓÇ£keberapaΓÇ¥-nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada  ukuran populasi dan ukuran sampel. Misalnya, dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. Sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu, kedua, dan seterusnya adalah 25.

      • Stratified sampling
      Merupakan perbaikan dari metode sebelumnya. Saat menggunakan teknik ini peneliti membagi populasi dalam tingkatan beberapa karakteristik dasar dan dari setiap kelompok homogenitas yang lebih kecil. Peneliti perlu memilih karakteristik atau kriteria yang lebih relevan pada penelitiannya. Stratified sampling ada tiga jenis

  • Variabel Penelitian dan Pengukuran

    a. Pengertian dan Jenis Variabel

    b. Jenis-Jenis Variabel

    c. Pengukuran Variabel

    d. Skala Pengukuran

    e. Definisi Operasional

    f. Praktik merancang definisi operasional


    • Variabel: Pengertian, Jenis, dan Contoh pada Penelitian

       

      variabel adalah

      Melansir laman Research Connections, variabel merujuk pada atribut atau karakteristik seseorang, kelompok, atau objek yang dapat diukur dan bervariasi dalam sampel yang diselidiki (misalnya usia, berat badan, IQ).

      Pada dasarnya tujuan dari semua penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan varians di dunia. Oleh karenanya, varians hanyalah perbedaan, yaitu variasi yang terjadi secara alami di dunia atau perubahan yang kita ciptakan sebagai akibat manipulasi.

      Jenis Variabel Penelitian

      Ada dua jenis utama variabel penelitian, yakni variabel independen dan dependen.

      1. Variabel Bebas (Independent Variable)

      Merupakan variabel yang diubah atau dimanipulasi oleh peneliti dalam rangka mengamati pengaruhnya terhadap variabel lain. Disebut independen karena tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam penelitian.

      Variabel bebas adalah penyebab atau faktor yang diperiksa dalam penelitian.

      2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

      Merupakan variabel yang diukur atau diamati dalam penelitian untuk melihat bagaimana perubahannya dipengaruhi oleh variabel bebas. Ini adalah hasil yang ingin Anda ukur, dan itu bergantung pada variabel independen Anda.

      Contoh Variabel Penelitian

      contoh variabel penelitianSource: Freepik

      Judul Penelitian: Pengaruh Iklan Online terhadap Penjualan Serum Wajah

      Variabel Independen: Jumlah Pengeluaran untuk Iklan Online

      Variabel independen dalam penelitian ini adalah ΓÇ£Jumlah Pengeluaran untuk Iklan Online.ΓÇ¥ Ini adalah variabel yang dapat diubah oleh peneliti untuk mengamati bagaimana perubahannya dapat memengaruhi variabel dependen.

      Peneliti dapat memvariasikan jumlah pengeluaran untuk iklan online dalam kelompok-kelompok yang berbeda dalam rangka mengamati bagaimana hal ini memengaruhi penjualan serum wajah.

      Variabel Dependen: Jumlah Penjualan Serum Wajah

      Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ΓÇ£Jumlah Penjualan Serum Wajah.ΓÇ¥ Ini adalah variabel yang diukur atau diamati untuk melihat bagaimana perubahannya berkaitan dengan variabel independen.

      Peneliti akan mengukur jumlah penjualan serum wajah pada setiap tingkat pengeluaran iklan online dan melihat apakah terdapat pola atau korelasi antara jumlah pengeluaran iklan online dan penjualan produk.

      Dalam penelitian pasar seperti ini, tujuan utama adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengeluaran iklan online dan penjualan produk.

      Dengan mengamati perubahan dalam variabel independen dan bagaimana hal itu memengaruhi variabel dependen, peneliti dapat menyimpulkan apakah iklan online memiliki pengaruh positif, negatif, atau tidak signifikan terhadap penjualan produk serum wajah.

  • Uji Validitas dan Reabilitas:

    a. Alasan perlunya uji validitas dan reabilitas

    b. Uji Validitas

    c. Uji Reabilitas

    d. Praktik Uji Validitas dan Reabilitas


    • Uji Validitas dan Reliabilitas: Pengertian, Langkah, dan Rumus

      Dalam dunia penelitian, pengumpulan data yang valid dan dapat diandalkan adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang kredibel. Dua konsep penting yang memastikan kualitas data adalah validitas dan reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengevaluasi instrumen penelitian, seperti kuesioner, agar data yang dihasilkan sesuai dengan tujuan penelitian. Artikel ini akan menjelaskan pengertian, perbedaan, langkah-langkah, dan rumusnya, dilengkapi dengan pandangan dari para ahli.

      Apa yang Dimaksud dengan Uji Validitas dan Reliabilitas?

      1. Uji Validitas:
        Uji validitas digunakan untuk menentukan sejauh mana suatu instrumen mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid akan menghasilkan data yang sesuai dengan realitas.
      2. Uji Reliabilitas:
        Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi atau keandalan instrumen penelitian dalam menghasilkan data yang sama pada pengukuran yang berbeda.

      Uji Validitas dan Reliabilitas Menurut Para Ahli

      1. Uji Validitas:
        Menurut Para Ahli:
      • Sugiyono (2018): Validitas adalah tingkat keakuratan antara data yang terkumpul dengan realitas yang terjadi pada objek penelitian.
      • Azwar (2015): Validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur mampu mengukur konsep yang ingin diukur.
      1. Uji Reliabilitas:

      Menurut Para Ahli:

      • Arikunto (2010): Reliabilitas adalah tingkat kestabilan hasil pengukuran bila dilakukan pengukuran ulang pada waktu yang berbeda.
      • Nunnally (1978): Reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu instrumen memberikan hasil yang konsisten.
         

      Perbedaan Uji Validitas dan Reliabilitas

      Aspek

      Uji Validitas

      Uji Reliabilitas

      Tujuan

      Menilai apakah instrumen mengukur variabel yang dimaksud

      Mengukur konsistensi hasil pengukuran

      Fokus

      Ketepatan dan kecocokan

      Stabilitas dan keandalan

      Hasil

      Data yang sesuai dengan konsep yang diukur

      Data yang konsisten pada pengukuran ulang


       

      Langkah-Langkah Uji Validitas

      1. Tentukan Variabel yang Akan Diuji: Identifikasi variabel yang akan diukur dengan instrumen.
      2. Susun Instrumen Penelitian: Buat kuesioner atau alat ukur yang relevan dengan variabel.
      3. Uji Coba Instrumen: Lakukan pengujian pada sekelompok responden.
      4. Analisis Statistik: Gunakan metode statistik, seperti korelasi Pearson, untuk mengukur validitas.
      5. Evaluasi Hasil: Instrumen dianggap valid jika koefisien validitas lebih besar dari nilai kritis tertentu (misalnya, 0,3).

      Langkah-Langkah Uji Reliabilitas

      1. Tentukan Metode Pengujian: Pilih metode seperti Cronbach's Alpha, Split-Half, atau Test-Retest.
      2. Lakukan Pengukuran Ulang: Gunakan instrumen yang sama pada waktu yang berbeda atau dengan pembagian subkelompok.
      3. Analisis Data: Gunakan perangkat lunak statistik untuk menghitung nilai reliabilitas.
      4. Evaluasi Konsistensi: Instrumen dianggap reliabel jika nilai reliabilitas (Cronbach's Alpha) lebih besar dari 0,7.

      Rumus Uji Validitas dan Reliabilitas

      Uji Validitas (Korelasi Pearson):


      A black text on a white background

AI-generated content may be incorrect.

      Uji Reliabilitas (Cronbach's Alpha):
      A math equations and formulas

AI-generated content may be incorrect.

      Uji Validitas Digunakan untuk Menguji Apa?

      Uji validitas digunakan untuk memastikan bahwa alat ukur benar-benar mengukur variabel yang ingin diukur dan bukan variabel lain. Misalnya, kuesioner tentang kepuasan pelanggan harus mengukur tingkat kepuasan, bukan preferensi merek.

      Uji Reliabilitas Menggunakan Metode Apa Saja?

      1. Cronbach's Alpha: Mengukur konsistensi internal antaritem dalam instrumen.
      2. Test-Retest: Membandingkan hasil pengukuran pada waktu yang berbeda.
      3. Split-Half: Membagi instrumen menjadi dua bagian dan membandingkan hasilnya.
      4. Inter-Rater Reliability: Mengukur konsistensi hasil antarpenilai.

      Contoh Penerapannya

      1. Uji Validitas:
        Sebuah kuesioner untuk mengukur kepuasan pelanggan diuji menggunakan korelasi Pearson. Jika nilai rrr setiap item lebih besar dari 0,3, maka kuesioner dianggap valid.
      2. Uji Reliabilitas:
        Dalam survei motivasi kerja, nilai Cronbach's Alpha dihitung untuk mengukur konsistensi internal antarpertanyaan. Jika nilai ╬▒\alpha╬▒ adalah 0,8, maka instrumen dinyatakan reliabel.

      Kesimpulan

      Uji pada validitas dan reliabilitas adalah langkah penting dalam penelitian untuk memastikan instrumen yang digunakan menghasilkan data yang valid dan konsisten. Dengan memahami perbedaan, langkah-langkah, dan metode pengujian, peneliti dapat meningkatkan kredibilitas hasil penelitian mereka. Gunakan pendekatan statistik yang tepat untuk mendapatkan data yang dapat diandalkan dan relevan dengan tujuan penelitian.  


    • Silahkan diunduh dan dibaca

  • Analisis Data dan Pembahasan

    a. Tahapan proses analisis data

    b. Analisis Data

    c. Pembahasan hasil penelitian

    d. Praktik analisis data dengan alat regresi linear berganda

    • Analisis Data: Metode, Contoh, Tujuan, dan Jenisnya

      Apa Itu Analisis Data?

      Analisis data adalah proses komprehensif untuk memeriksa, memilah, mengubah, dan menyajikakan informasi yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan.

      Manfaat Melakukan Analisis Data

      Prosedur analisis data membawa berbagai manfaat untuk menunjang performa kerjamu. Berikut ini beberapa manfaat analisis data:

      1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas

      Melalui proses analisis data, kamu bisa mengolah data dalam volume besar sekaligus menggunakan teknologi seperti artificial intelligence (AI). Hal ini bisa meningkatkan efisiensi kerja karena lebih hemat waktu dan tenaga. Ketika efisiensi kerja meningkat, produktivitas kerjamu juga akan meningkat.

      2. Memperkuat pengambilan keputusan

      Hasil analisis data bisa kamu gunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan terkait bisnis. Sebab, data-data tersebut bersifat akurat. Dengan begitu, keputusan yang kamu ambil akan sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.

      3. Meningkatkan pemahaman pelanggan

      Analisis data bisa membantu kamu mengembangkan produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. 

      4. Mengidentifikasi peluang baru

      Bisnis yang baik adalah bisnis yang tumbuh secara berkelanjutan. Wujudkan hal tersebut dengan mengidentifikasi peluang-peluang baru. Nah, supaya tidak salah langkah, lakukan analisis data terlebih dulu untuk mempelajari segmen atau tren pasar.

      5. Mengurangi risiko dan kesalahan

      Setiap keputusan pasti memiliki risiko. Namun, kamu bisa mengurangi risiko tersebut dengan menggunakan analisis data.

      ΓüáTujuan Proses Analisis Data

      Seorang karyawan sedang melakukan analisis data di tempat kerja. (Image by  our-team on Freepik)

      Selain untuk merasakan berbagai manfaat di atas, ada beberapa alasan lain yang membuat perusahaan melakukan analisis data. Berikut adalah tujuan proses analisis data:

      1. Memahami data

      Salah satu tujuan analisis data adalah memahami suatu data. Proses analisis dapat mengubah data kompleks menjadi lebih sederhana.

      Apalagi, biasanya hasil analisis data juga disajikan dalam bentuk grafik, diagram, atau lainnya. Hal ini dapat memudahkan kamu untuk memahami data.

      2. Menemukan pola dan tren

      Pada umumnya, analisis data melibatkan data historis dalam volume besar. Kumpulan data tersebut biasanya memiliki pola atau tren tertentu. Nah, data analisis adalah prosedur yang dapat membantumu menemukan pola dan tren yang sesuai dengan kebutuhanmu.

      3. Membuat prediksi

      Berdasarkan pola dan tren yang muncul dari analisis data, kamu bisa membuat prediksi bisnis. Misalnya, pola data menunjukkan bahwa penjualan meningkat sejak tiga bulan terakhir. Jadi, pada bulan berikutnya, kamu bisa menambah produksi untuk memenuhi peningkatan permintaan.

      4. Merumuskan kesimpulan

      Terakhir, tujuan analisis data adalah untuk merumuskan kesimpulan. Proses analisis data yang tepat dapat mendeskripsikan data agar lebih mudah dipahami. Jadi, kamu bisa mendapatkan insight yang dibutuhkan untuk mengambil kesimpulan terkait topik tertentu.

      Nah, agar bisa mencapai berbagai tujuan tersebut secara maksimal, pastikan kamu menerapkan metode analisis data yang tepat. Memangnya, ada jenis analisis data apa saja?


      ΓüáJenis-jenis Metode Analisis Data

      Secara umum, jenis-jenis analisis data terbagi metode kualitatif dan kuantitatif. Berikut penjelasannya:

      1. Teknik analisis data kualitatif

      Jika memilih teknik analisis data kualitatif, kamu bisa melakukan wawancara, partisipasi, serta kajian pustaka. Analisis data kualitatif biasanya melibatkan teknik-teknik berikut ini:

      • Analisis wacana: Proses mengkaji tulisan, bahasa, tuturan, percakapan, dan lain-lain.
      • Analisis konten: Mengumpulkan data dengan cara merekam dan menyusun transkrip dari materi audio atau video.
      • Analisis data naratif: menganalisis gabungan kumpulan deskripsi peristiwan dan fenomena.

      2. Teknik analisis data kuantitatif

      Sementara itu, analisis data kuantitatif fokus menganalisis data yang bersifat statistik dan numerik. Jadi, proses datanya pun membutuhkan model statistika atau matematika. Dengan demikian, hasil analisisnya juga sering kali berupa angka.

      Umumnya, analisis data kuantitatif menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Apa maksudnya? Berikut penjelasannya:

      • Teknik deskriptif: Biasanya bertujuan untuk mendeskripsikan data bervolume besar, seperti data sensus penduduk.
      • Teknik inferensial: Mencari tahu apakah suatu data mewakili populasi kelompok tertentu.

      Setelah menentukan jenis metode, kamu bisa mulai prosedur analisis data. Agar proses dan hasilnya efektif, pastikan kamu melakukan langka-langkah yang tepat.

      ΓüáLangkah dalam Proses Analisis Data

      Baik analisis data kualitatif dan kuantitatif memang memiliki prosedur tersendiri. Namun, langkah analisis data umumnya cenderung sama, yakni:

      1. Menentukan data

      Sebelum memulai proses analisis data, kamu harus menentukan tujuannya terlebih dahulu agar data yang kamu kumpulkan dan proses bisa akurat.

      Agar lebih mudah, kamu juga bisa menentukan metode analisis yang akan digunakan. Pasalnya, jenis data untuk analisis kuantitatif dan kualitatif pasti berbeda.

      2. Mengumpulkan data

      Selanjutnya, kumpulkan data sesuai dengan jenis yang telah kamu tentukan. Kamu bisa mendapatkannya dari berbagai sumber. Kamu bisa mengumpulkan data dari laporan keuangan pada periode sebelumnya, observasi, survei, eksperimen, wawancara, dan sebagainya.

      3. Membersihkan data

      Setelah memiliki data, kamu harus memilah berbagai data yang sudah terkumpul. Kamu bisa memperbaiki data yang tidak akurat, melengkapi data yang hilang, dan lainnya.

      Langkah analisis data ini disebut juga dengan data cleaning. Tujuannya agar hasil analisismu lebih akurat.

      4. Analisis data

      Setelah itu, mulailah menganalisis data dengan memahami pola, distribusi, atau hubungan antar-variabel data. Lalu, terapkan metode analisis sesuai tujuan dan jenis datamu.

      Kamu bisa memilih metode analisis, seperti teknik analisis deskriptif, analisis wacana, analisis konten, dan lainnya.

      5. Menginterpretasikan data

      Setelah analisis selesai, interpretasikan hasil data yang kamu dapatkan. Langkah ini membantumu untuk memahami temuan, pola, atau tren yang muncul dari analisis data. Kemudian, hubungkan hasilnya dengan tujuan atau target analisismu.

      6. Memvisualisasikan data

      Setelah selesai mengolah data, kini saatnya kamu menyajikan analisis tersebut. Kamu bisa menggunakan format visual seperti grafik, tabel, atau diagram, agar hasil analasis kamu lebih mudah dipahami.

      Menyajikan data dalam bentuk diagram atau tabel juga akan memudahkanmu untuk menyampaikan hasil analisis kepada manajemen secara efektif. 

    • Silahkan diunduh dan dipelajari

  • Menyusun Laporan Penelitian:

    1. Kriteria Laporan Penelitian

    2. Bagian Laporan Penelitian

    3. Tata Naskah Laporan Penelitian

    • Silahkan dibaca dan diunduh

    • Bahan bacaan

      laporan

      Laporan Penelitian: Sistematika, Struktur, Manfaat dan Contoh

      Pengertian Laporan Penelitian

      Apa itu laporan penelitian? Laporan penelitian adalah tahap akhir dari sebuah proses penelitian dan dibuat dalam bentuk dokumen yang dapat diakses dan dibaca secara luas. Dalam membuat laporan penelitian, seorang peneliti tidak dapat membuatnya secara sembarangan. Sebab, sebuah laporan penelitian harus dibuat secara ilmiah, objektif, sistematis, serta tepat pada waktunya.

      Sistematika Laporan Penelitian

      Sebuah laporan penelitian harus ditulis secara sistematis atau sesuai struktur. Tujuannya adalah agar pembaca dapat memahami laporan penelitian dengan baik. Untuk membuat sebuah laporan penelitian, sistematika atau struktur yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

      1. Pendahuluan

      Bagian pertama dari sebuah laporan penelitian adalah pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar isi laporan. Pendahuluan kemudian terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

      1. Latar belakang, adalah penjelasan mengenai mengapa masalah yang diangkat dianggap penting dari berbagai segi. Selain itu, latar belakang masalah juga berisi alasan pemilihan judul, pemilihan masalah, serta alasan dilakukannya penelitian.
      2. Identifikasi masalah, berisi mengenai kajian pada berbagai permasalahan yang muncul. Permasalahan ini kemudian dipilih lagi berdasarkan maksud, tujuan, dan ruang lingkup penelitiannya. Identifikasi masalah adalah hal lanjutan yang dilakukan oleh peneliti setelah ia menentukan topik penelitian.
      3. Pembatasan masalah, merupakan pembatasan ruang lingkup masalah pokok yang akan diteliti.
      4. Rumusan masalah, adalah pertanyaan yang sudah dirumuskan untuk menjawab masalah dari penelitian yang dilakukan.
      5. Tujuan penelitian, merupakan pemaparan tujuan dan target yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan.

      2. Tinjauan Pustaka

      Pada bagian ini berisi berbagai kajian teori maupun kerangka teori, serta prinsip teoritis yang dapat memengaruhi pembahasan masalah dalam laporan penelitian.

      Berbagai prinsip teori ini berguna dalam memberikan gambaran serta arah kerja penelitian. Selain itu, tinjauan pustaka juga berisi tinjauan dari penelitian terdahulu yang memiliki kemiripan.

      3. Metode Penelitian

      Adalah bagian yang berisi metode atau teknik penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Metode merupakan cara, strategi, atau langkah yang dilakukan secara sistematis pada sebuah penelitian.

      Bagian ini juga berisi tentang variabel penelitian, populasi, sampel, teknik sampling, teknik pengumpulan, instrumen penelitian, dan teknik analisis data.

      4. Laporan Penelitian dan Pembahasan

      Bagian laporan penelitian dan pembahasan merupakan bagian inti dan bagian terpenting dari sebuah laporan penelitian. Sebab pada bagian ini berisi pembahasan masalah yang dikaitkan menggunakan berbagai teori yang tepat. 

      Pada bagian ini juga akan tertera jawaban dari pertanyaan yang sudah dituliskan dalam rumusan masalah pada bab sebelumnya. Analisis data yang ada pada bagian ini dilakukan dengan metode penelitian yang sudah dituliskan.

      5. Kesimpulan dan Saran

      Hasil analisa yang sudah dituliskan pada bagian laporan penelitian dan pembahasan kemudian disimpulkan sesuai dengan relevansinya dari hipotesis yang sudah dibuat, menjadi sebuah kesimpulan akhir.

      Selain kesimpulan, pada bab ini juga dituliskan saran, yaitu masukan atau solusi yang diberikan oleh peneliti mengenai masalah yang ada pada topik penelitian.

      6. Daftar Pustaka

      Pada bagian daftar pustaka, berisi daftar rujukan yang digunakan oleh peneliti. Rujukan ini dapat berupa buku, artikel, jurnal penelitian, maupun situs tertentu. Untuk penulisan daftar pustaka dapat dibuat sesuai dengan format tertentu.

      7. Lampiran

      Bagian lampiran berisi mengenai berbagai keterangan data yang dianggap penting dalam penelitian yang dilakukan. Keterangan data ini dilampirkan salah satu fungsinya adalah untuk membuktikan kebenaran dari laporan yang dibuat. 


  • Silahkan mengikuti dan mengisi Ujian Akhir Semester sesuai dengan ketentuan.

    semoga sukses