Garis besar topik
-
-
Halo Selamat Malam, Salam Sejahtera untuk kita semua, semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Marilah kita mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besar kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat Ramhat dan Ridhonya kita masih di berikan nikmat sehat, sehingga kita bisa bertemu di Perkuliahan Aplikasi Audit dalam keadaan sehat wal'afiat.
Pandemi Covid-19 yang kita alami dari tahun 2020 hingga saat ini, sangat berdampak terhadap proses pembelajaran. Dimana pada tahun 2020 yang lalu perkuliahan kita lakukan secara full online. Kita patut bersyukur pada Tuhan yang Maha Esa, pada semester ini kita bisa melakukan perkuliahan secara Offline meskipun dengan berbagai keterbatasan. Perkuliahan di semester ini tidak dilakukan full offline tetapi juga di lakukan secara Online atau yang disebut dengan HYBRID. Namun hal tersebut tentu jangan di jadikan penghalang/penghambat bagi kita untuk terus belajar, untuk meraih masa depan yang gemilang.
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memperkenalkan diri, walaupun beberapa diantara kalian mungkin sudah ada yang mengenal saya, atau bertemu di mata kuliah yang lain. Berikut data diri singkat saya
Nama : Wayan Swarte, S.E.,M.S.Ak.
Jenis Kelamin : Laki-laiki
Agama : Hindu
TTL : Kalianda, 29 Desember 1994
Alamat : Jl. Saburai No 54, Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandar Lampung
No HP : 085769830616
E-mail : yanartelpg@gmail.com
Terimakasih
-
Di beritahukan kepada Mahasiswa dan Mahasiswa kelas Aplikasi Auditing 6AK-S1 untuk dapat melihat nomor Absensi. Nomor absensi sebagai Acuan untuk mengikuti perkuliahan Offline. Ketentuan Kuliah Offline adalah sebagai Berikut
Mahasiswa yang ber nomor Absen ganjil mengkuti perkuliahan Offline Pada Minggu pertama (Minggu Ganjil) sedangkan mahasiswa dengan nomor Absen genap mengikuti perkuliahan Melalui Online
Mahasiswa yang bernomor absen genap mengikuti perkuliahan Offline pada Minggu Genap (atau Minggu kedua) sedang mahasisa yang bernomor absen ganjil mengikuti perkuliahan secara Online
Mahasiswa Absen Ganjil Kuliah Offline Minggu ke 1, 3, 5, 7 dst
Mahasiswa Absen Genap Kuliah Offline Minggu ke 2,4,6,8 dts
Terimakasih
-
DESKRIPSI MATA KULIAH
Materi yang diberikan pada mata kuliah ini adalah pemahaman mahasiswa dalam praktik penyusunan kertas kerja pemeriksaaan (KKP), penyusunan untuk melakukan praktik pengauditan mulai dari perencanaan audit, pelaksanaan audit atas kas dan setara kas, pelaksanaan audit atas piutang usaha, persediaan, aset tetap dan aset lainnya, utang usaha, biaya dibayar dimuka dan utang biaya, pendapatan dan HPP, beban operasi dan usaha, perpajakan dan penyelesaian audit serta opini auditor independen.
TATA TERTIB DAN SISTEM PENILAIAN
Dalam pelaksaan perkuliahan Pengantar Manajemen Keuangan beberapa tata tertib yang harus di patuhi antara lain- Mahasiswa harus memiliki tata krama dan sopan santun baik dalam berbicara dan bersikap.
- Mahasiswa di wajibkan mengenakan Masker dalam perkuliahan secara Luring/Tatap Muka serta menjaga protokol kesehatan.
- Mahasiswa dilarang membuat kegaduhan saat proses belajar mengajar.
- Mahasiswa harus berpakaian rapi dan sopan.
- Mahasiswa tidak di perkenankan mengikuti perkuliahan mengguanakan Sandal.
- Mahasiswa harus disiplin, baik dalam masuk kelas, mengumpulkan tugas dan lain sebagainya
- Kejujuran adalah yang utama.
SISTEM PENILAIANSyarat Penilaian- Tingkat kehadiran mahasiswa didalam kelas sekurang-kurangnya 70% dari toral pertemuan
- Mahasiswa mengikuti UTS dan UAS
- Ini adalah kelas praktimum, maka mahasiswa wajib mengerjakan latihan soal kasus pada buku secara menyeluruh
- Buku Praktikum dikumpulkan saat UTS dan UAS, Bagi yang tidak terdapat nilai maka nilai tugas Tidak ada
Kriteria penilaian- Kehadiran
- UTS
- UAS
- Tugas
- Etika
PenilaianStruktur Bobot Penilaian:
UTS
25%
UAS
25%
25%
Etika
Kehadiran
15%
10%
TOTAL
100%
RANGE NILAI:
Range
Angka
80-100
A
75-79,5
A-
70-74,5
B+
65-67,5
B
55-64,5
C
30-54,5
D
< 30
E
-
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kit semua.
Pada pertemuan kita malam hari ini kita akan memperlajari terkait dengan Kertas Kerja Neraca, Kertas Kerja Laba Rugu, Surat perikatan dan Rencana Pemeriksaan.
Selamat mengkuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Materi terkait dengan materi Kertas Kerja Neraca, Kertas Kerja Laba Rugi, Surat Perikatan dan Rencana Pemeriksaan akan kita bahas bersama-sama melalui media google Meet.
Link Google Meet https://meet.google.com/mfx-cemn-fhs
Materi Perencanaan Audit Disini
Perencanaan audit didalamnya termasuk membangun strategi audit keseluruhan untuk perikatan dan pengembangan rencana audit. khususnya prosedur rencana penilaian audit dan resiko salah saji material.
Tujuan dari perencanaan audit untuk mengurangi ketidakefektifan perkerjaandan resiko terkait dengan resiko bawaan dan resiko pengendalaian di dalam perkerjaan audit. Tanggung jawab dan peran partner dalam perencanaan adalah merancang audit dan kesesuaian anggota di dalam perikatan audit terkait dengan tanggung jawab dari setiap team. Didalam team perikatan audit membantu partner untuk menyusun perencanaan audit yang mampu diterapkan serta memenuhi kriteria standart yang telah ditentukan.
-
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kit semua.
Pada pertemuan kita malam hari ini kita akan memperlajari terkait dengan Siklus penjualan dan Penagihan Piutang Usaha
Selamat mengkuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Video ini menggunakan contoh pada buku Edisi 3 mengenai tata cara pengisian Halaman 18-20 Buku 2
-
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kit semua.
Pada pertemuan kita malam hari ini kita akan memperlajari terkait dengan pemeriksaan Piutang dan melakukan rekap hasil konfirmasi piutang.
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Apabila ada yang ingin anda tanyakan silahkan tanyakan melalui Forum diskusi
-
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kit semua.
Pada pertemuan kita malam hari ini kita akan Membuat jurnal Koreksi selisih saldo piutang antara catatan klien dan hasil konfirmasi
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan kita malam hari ini kita akan Mengisi Halaman 37 terkait Uji Pisah Batas Penjualan dan Uji trasaksi penjualan dan Piutang.
Pengujian pisah batas dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bukti yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha dicatat pada periode akuntansi yang sesuai dengan periode terjadinya transaksi , dan (2) ayat-ayat jurnal untuk persediaan dan harga pokok penjualan yang bersangkutan dibuat pada periode yang sama.Pengujian pisah batas penjualan dibuat per tanggal neraca. Untuk penjualan barang yang dikeluarkan dari gudang, pengujian menyangkut pembandingan antara penjualan yang terjadi sekitar beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sesudah tanggal neraca menurut pembukuan dengan dokumen pengiriman untuk menentukan apakah transaksi-transaksi tersebut telah dicatat pada periode yang tepat.Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Siklus Persediaan, pergudangan dan pembayaran Utang usaha. Kita akan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Uji pisah batas pembelian, Konfirmasi utang, perhitungan fisik persediaan serta jurnal koreksi yang diperlukan.
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Audit Persediaan mempunyai tujuan sebagai berikut :
- Menilai kewajaran atas persediaan.
- Memeriksa ada tidaknya internal control yang cukup baik atas persediaan.
- Memeriksa persediaan yang tercantum di neraca betul- betul ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca.
- Memeriksa kesesuaian antara metode penilaian persediaan (valuation) dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan.
- Memeriksa kesesuaian antara sistem pencatatan persediaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK Audit atas Persediaan
Bagaimana prosedur audit persediaan untuk perusahaan dagang ?
Prosedur audit persediaan yang disarankan sebagai berikut :
- Lakukan Stock Opname.
Stock opname dilakukan terutama untuk persediaan yang berada di gudang perusahaan, Untuk barang consignment out dan barang-barang yang tersimpan di public warehouse jika jumlahnya material harus dilakukan stock opname, jika tidak material, cukup dikirim konfirmasi. Stock opname bisa dilakukan pada akhir tahun atau beberapa waktu sebelum/ sesudah akhir tahun. - Lakukan Observasi atas Stock Opname
Amati kembali hasil perhitungan fisik persediaan (stock Opname) yang dilakukan. Cek Final Inventory List [Inventory Compilation) dan lakukan prosedur pemeriksaan berikut ini:- check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian).
- cocokkan ΓÇ£quantity per bookΓÇ¥ dengan kartu stok (persediaan).
- cocokkan ΓÇ£quantity per count dengan ΓÇ£count sheet kita (auditor)
- cocokkan ΓÇ£total valueΓÇ¥ dengan buku besar persediaan.
- Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.
- Lakukan Peninjauan ulang terhadap Konsep Persediaan
- Periksa unit price dari persediaan
- periksa ada tidaknya barang-barang yang rusak,dipakai dan hilang.
- Periksa cut-off penjualan dan cut-off pembelian.
- Lakukan rekonsiliasi jika stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah tanggal neraca.
- Buatkan Laporan Hasil akhir Stock Opname
Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan adjustment jika diperlukan. - Adjustment Persediaan
Lakukan penyesuaian persediaan dari usulan yang di ajukan dan tentukan kebijakan penyesuaian persediaan dari hasil stock opname yang akan dilakukan - Periksa apakah penyajian persediaan di laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK.
Agar proses Audit Persediaan di perusahaan anda berjalan dengan baik, perlu internal control yang baik pula atas persediaan, berikut ciri ciri internal control yang baik :
- Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagial pembelian, penerimaan barang, gudang, akuntansi dan keuangan.
- Digunakannya formulir-formulir yang bernomor urut tercetak, seperti:
- purchase requisition (permintaan pembelian), purchase order (order pembelian)
- delivery order (surat jalan), receiving report (laporan penerimaan barang), sales order (order penjualan), sates invoice (faktur penjualan).
- Adanya sistem otorisasi, baik untuk pembelian, penjualan, penerimaan kas/bank, maupun pengeluaran kas/bank.
- Digunakannya anggaran {budget) untuk pembelian, produksi, penjualan, dan penerimaan serta pengeluaran kas.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa audit persediaan di perusahaan dagang mampu memberikan manfaat yang begitu besar bagi perusahaan untuk mengurangi resiko terjadinya selisih, kehilangan, mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan memastikan bahwa prosedur telah dilakukan dengan baik. Diperlukan pengelolahan dan pemeriksaan yang memadai terhadap persediaan barang dagang, agar kita tetap bisa bersaing di tengah kompetisi yang hebat.
-
-

Selamat Malam, Salam Sejahtera untuk kita semua, pada malam hari ini kita akan melaksanakan Ujian Tengah Semester. Silahkan kerjakan dengan baik, Jangan lupa berdoa terlebih dahulu.
Ketentuan Pelaksanaan UTS:
1. Isi presensi kehadiran melalui menu presensi.
2. Silakan unduh soal UTS dan di cetak.
3. Tuliskan Jawaban di lembar Folio bergaris sertakan Nama, NPM, Dosen Pengampu dan Tanda Tangan.
4. Perhatikan petunjuk dalam soal.
5. Unggahlah jawaban dan soal dengan cara foto dan diformat dalam bentuk pdf, sesuaikan dengan kapasitas file yang diizinkan lms.darmajaya.ac.id.
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Pemeriksaan Kas dan Setara Kas. Kita akan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Cash Opname, Rekonsiliasi Bank dan lain-lain.
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Menurut Sukrino Agoes (Auditing: petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Hal. 230)
- Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
- Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Namun, investasi dapat dikualifikasikan sebagai setara kas apabila investasi tersebut dapat dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Maka dari itu, investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu tuga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
Perkiraan perkiraan yang biasa digolongkan sebagai kas dan setara kas antara lain kas kecil (Petty Cash) dalam rupiah maupun mata uang asing, saldo rekening giro Bank dalam rupiah maupun mata uang asing, bon sementara (I O U), bon-bon kas kecil yang belum di-reimbursed, dan cek tunai yang akan di depositokan.
Sedangkan yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan setara kas pada laporan keuangan (neraca) contohnya adalah deposito berjangka (time deposit), cek mundur dan cek kosong, dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund), dan rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan.
Tujuan audit kas dan setara kas antara lain:
- Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
Beberapa ciri internal control yang baik dapat dilihat dari adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang menerima dan mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, adanya pemisahan tugas antara pegawai yang membuat rekonsiliasi bank dengan yang mengerjakan buku bank, menyimpan asset-asset (uang kas, Blanko check dan giro) ditempat yang yang aman, penerimaan kas, check dan giro disetor ke bank dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya, dan bukti-bukti pendukung dari pengeluaran kas yang sudah dibayar harus distempel lunas, untuk menghindari kemungkinan untuk di proses pembayarannya dua kali (double payment)
- Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di laporan posisi keuangan (neraca) per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) betul betul ada dan dimiliki oleh perusahaan (existence). Oleh karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi bank;
- Untuk memeriksa apakah semua transaski betul-betul terjadi dan tidak ada transaksi fiktif (occurance);
- Untuk memeriksa apakah transaksi sudah dicatat secara akurat dan pada waktu yang tepat dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas sehingga tidak ada transaksi yang dihilangkan (completeness), tidak ada kesalahan perhitungan matematis, tidak salah posting dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas , klasifikasi (accuracy, posting, and summarization, and classification.), dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan (timing);
- Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas. Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya (sinking fund) maka dan tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di asset lancer. Begitupun jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum;
- Untuk memeriksa sendainya ada saldo kas/setara kas dalam valuta asing. Apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi (komprehensif) tahun berjalan.
Perusahaan biasanya tidak hanya memiliki harta dalam bentuk Rupiah saja, ada kalanya suatu perusahaan memiliki harta dalam bentuk valuta asing. Pemeriksaan ini sendiri bertujuan untuk mengetahui apakah ada saldo perusahaan dalam bentuk valuta asing.
- Untuk memeriksa apakah penyajiannya di laporan posisi keuangan (neraca) sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia berdasarkan SAK/ETAP/IFRS
Terkadang perusahaan melakukan pencatatan saldo kas tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Sebagai contoh ditemuinya pada laporan keuangan perusahaan, pengeluaran kas yang dibatasi untuk pengeluaran jangka pendek tetapi tidak dimasukkan ke dalam asset lancar.
Menurut SAK:
- kas dan setara kas disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) sebagai asset lancar (Current Assets).
- kas dan setara kas yang penggunaannya diabtasi dapat dimasukkan dalam asset lancar hanya jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisishkan dana untuk melunasi kewajiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun.
- saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek. Saldo kredit dan debit rekening giro pada bank yang sama dapat digabung dan disajikan pada laporan posisi keuangan (neraca) sebagai satu kesatuan.
-
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Pemeriksaan Kas dan Setara Kas. Kita akan Melanjutkan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Cash Opname, Rekonsiliasi Bank dan lain-lain.
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Menurut Sukrino Agoes (Auditing: petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Hal. 230)
- Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
- Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Namun, investasi dapat dikualifikasikan sebagai setara kas apabila investasi tersebut dapat dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Maka dari itu, investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu tuga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
Perkiraan perkiraan yang biasa digolongkan sebagai kas dan setara kas antara lain kas kecil (Petty Cash) dalam rupiah maupun mata uang asing, saldo rekening giro Bank dalam rupiah maupun mata uang asing, bon sementara (I O U), bon-bon kas kecil yang belum di-reimbursed, dan cek tunai yang akan di depositokan.
Sedangkan yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan setara kas pada laporan keuangan (neraca) contohnya adalah deposito berjangka (time deposit), cek mundur dan cek kosong, dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund), dan rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan.
Tujuan audit kas dan setara kas antara lain:
- Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
Beberapa ciri internal control yang baik dapat dilihat dari adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang menerima dan mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, adanya pemisahan tugas antara pegawai yang membuat rekonsiliasi bank dengan yang mengerjakan buku bank, menyimpan asset-asset (uang kas, Blanko check dan giro) ditempat yang yang aman, penerimaan kas, check dan giro disetor ke bank dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya, dan bukti-bukti pendukung dari pengeluaran kas yang sudah dibayar harus distempel lunas, untuk menghindari kemungkinan untuk di proses pembayarannya dua kali (double payment)
- Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di laporan posisi keuangan (neraca) per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) betul betul ada dan dimiliki oleh perusahaan (existence). Oleh karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi bank;
- Untuk memeriksa apakah semua transaski betul-betul terjadi dan tidak ada transaksi fiktif (occurance);
- Untuk memeriksa apakah transaksi sudah dicatat secara akurat dan pada waktu yang tepat dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas sehingga tidak ada transaksi yang dihilangkan (completeness), tidak ada kesalahan perhitungan matematis, tidak salah posting dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas , klasifikasi (accuracy, posting, and summarization, and classification.), dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan (timing);
- Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas. Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya (sinking fund) maka dan tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di asset lancer. Begitupun jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum;
- Untuk memeriksa sendainya ada saldo kas/setara kas dalam valuta asing. Apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi (komprehensif) tahun berjalan.
Perusahaan biasanya tidak hanya memiliki harta dalam bentuk Rupiah saja, ada kalanya suatu perusahaan memiliki harta dalam bentuk valuta asing. Pemeriksaan ini sendiri bertujuan untuk mengetahui apakah ada saldo perusahaan dalam bentuk valuta asing.
- Untuk memeriksa apakah penyajiannya di laporan posisi keuangan (neraca) sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia berdasarkan SAK/ETAP/IFRS
Terkadang perusahaan melakukan pencatatan saldo kas tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Sebagai contoh ditemuinya pada laporan keuangan perusahaan, pengeluaran kas yang dibatasi untuk pengeluaran jangka pendek tetapi tidak dimasukkan ke dalam asset lancar.
Menurut SAK:
- kas dan setara kas disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) sebagai asset lancar (Current Assets).
- kas dan setara kas yang penggunaannya diabtasi dapat dimasukkan dalam asset lancar hanya jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisishkan dana untuk melunasi kewajiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun.
- saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek. Saldo kredit dan debit rekening giro pada bank yang sama dapat digabung dan disajikan pada laporan posisi keuangan (neraca) sebagai satu kesatuan.
-
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Siklus Perolehan dan Pembayaran Aset Tetap. Kita akan Melanjutkan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Pemeriksaan Penyusutan Aset Tetap.
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Siklus Perolehan dan Pembayaran pembayaran beban di bayar dimuka. Kita akan Melanjutkan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Pemeriksaan Penyusutan Aset Tetap.
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Siklus Perolehan dan Pembayaran pembayaran beban di bayar dimuka. Kita akan Melanjutkan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Siklus Perolehan dan Pembayaran Investasi
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan membahas mengenai Pemeriksaan Pendapatan dan Beban. Kita akan Melanjutkan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Pemeriksaan Pendapatan dan Beban
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada pertemuan malah hari ini kita akan melanjutkan membahas mengenai Pemeriksaan Pendapatan dan Beban. Kita akan Melanjutkan mengisi buku mempraktekan cara mengisi buku 2 Terkait dengan Pemeriksaan Pendapatan dan Beban
Selamat mengikuti perkuliahan ini, tetap semangat ditengah keterbatasan, dan tetap patuhi protokol kesehatan.
Terimakasih
-

-
Silahkan Mengerjakan Soal UAS sesuai dengan Instruksi yang telah diberikan. Jawab pertanyaan pada kertas Polio Bergaris. File yang di upload dalam bentuk Pdf.
Jika anda mengalami kendala dalam proses upload jawaban UAS, Anda bisa mengumpulkan melalui email yanartelpg@gmail.com dengan subject UAS_APKAUDIT_NAMA.
Selamat Mengerjakan, Semoga Sukses dan diberikan Hasil yang memuaskan
-