Menurut Lighter Capital, riset konsumen adalah praktik untuk mengidentifikasi perilaku, preferensi, motivasi dari pelanggan dalam membeli suatu produk atau layanan yang ditawarkan.
Praktik ini biasanya juga disebut sebagai consumer research dan merupakan bagian dari market research.
Tujuan dari diberlakukannya praktik ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kepuasan dari para pelanggan.
Semakin mereka puas, pertumbuhan bisnis akan semakin baik.
Lantas, seperti apa praktiknya dalam kegiatan bisnis? Sebagai contoh, perusahaan yang menjual produk kue brownies ingin meluncurkan produk terbarunya. Akan tetapi, sebelum itu mereka melakukan riset terkait para pelanggannya dengan mencari tahu perilaku pembelian, masalah, serta permintaan tertinggi dari pasar. Setelah itu, perusahaan tentu akan mengetahui apa saja kekurangan dari produknya serta solusi apa yang dapat menyelesaikan masalah dari pelanggannya.
Alhasil, perusahaan dapat menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari target customer.
Secara tidak langsung, dengan riset konsumen bisnismu akan berkembang secara cepat.
Pasalnya, kamu telah mengetahui keinginan dan kebutuhan dari para pelangganmu. Dengan begitu, kemungkinan besar para pelanggan akan menyukai produk yang kamu tawarkan.
Manfaat lainnya yang bisa kamu dapatkan adalah berhasil mempertahankan customer yang telah membeli produkmu.
Sebab, kamu berusaha untuk meningkatkan kepuasan mereka sehingga konsumen tidak akan sungkan membeli produk lagi darimu.
Bagi perusahaan, ada banyak cara untuk melakukan riset konsumen, entah itu dengan cara langsung maupun tidak langsung.
1. Telepon
Dilansir dari Small Business, menelepon pelanggan dan melakukan survei kepada mereka merupakan salah satu cara efektif untuk melakukan riset konsumen. Lakukan survei kepada pelanggan dengan melemparkan beberapa pertanyaan yang sudah kamu susun terkait pengembangan produk atau layananmu.
2. Survei online
Selain melalui telepon, cara lainnya untuk melakukan consumer research adalah dengan melakukan survei online.
Buat beberapa pertanyaan survei terlebih dahulu lewat tools seperti SurveyMonkey, Google Forms, dan lain-lain. Setelah itu, sebarkan lampiran survei tersebut ke email masing-masing pelanggan. Hasil survei tersebut bisa kamu jadikan sebagai acuan untuk mengembangkan produk agar lebih baik lagi ke depannya.
Interview secara langsung dengan pelanggan mungkin akan memakan waktu dan tenaga yang cukup besar. Kendati demikian, cara ini cukup efektif dalam menggali informasi mengenai customer journey.
Kita bisa memanggil beberapa pelanggan yang telah membeli produkmu untuk melakukan proses interview. Jika memungkinkan, kita bisa melakukan interview secara publik dengan melakukan survei kepada beberapa orang. Hal tersebut bisa saja kamu lakukan di mal, di samping jalan, atau tempat orang-orang yang sedang ramai berkumpul.
Cara lainnya untuk melakukan riset konsumen adalah dengan focus group. Kita bisa mengundang 6-10 konsumen untuk berdiskusi terkait produk. Focus group memungkinkan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi sehingga dapat membantu dalam mengembangkan produk yang lebih baik.