Tanggapan Vidio Mengembangkan Rencana Dan Strategi Pemasaran

Tanggapan Vidio Mengembangkan Rencana Dan Strategi Pemasaran

oleh Riki Okta Saputra -
Jumlah balasan: 0

Mengembangkan Rencana Dan Strategi Pemasaran

Analisa Materi

Konsumen ingin membeli sebuah produk memiliki alasan yang berbeda-beda seperti ada yang membeli karena merek, kenyamanan, atau berdasarkan kebutuhan. Pemasar yang baik harus bisa menyampaikan value dengan baik.

Bisnis

Tujuan dari sebuah bisnis adalah untuk mencari keuntungan dari hasil penjualan produk kepada konsumen. Tugas setiap bisnis adalah menyampaikan value/nilai yang menguntungkan bagi konsumen. Sebuah perusahaan dapat memenangkan persaingan dengan menyelaraskan penyampaian value/nilai proses ,ulai dari produksi, pemilihan, penyediaan, pengiriman, hingga komunikasi dengan konsumen yang semakin banyak informasi. 

1. Tradisional (Selling)

  Perusahaan membuat produk lalu menjualnya.

2. Moderen (Marketing)

  Perusahaan membuat produk dengan kaidah pemasaran yang mempertimbangkan konsumen dan membuat konsumen mencari dan datang membeli


3 Tahap Penyampaian Value

1. Memilih Value dengan menentukan Segmenting,Targeting dan Positioning/ STP

2. Menyediakan Value yaitu 3P, Benefits, fitur, price, distribusi

3. Mengkomunikasikan Value Promotion Mix


Value Chain atau Rantai Nilai (Michael Porter)

Yaitu sebuah alat untuk mengidentifikasi dan menciptakan nilai yang lebih banyak bagi konsumen, karena setiap perusahaan adalah perpaduan dari aktivitas utama dan aktivitas pendukung yang berwujud dalam desain, produksi, pasar, pengantaran, dan pendukung produk.

 9 Kegiatan yang relevan secara strategis

         Kegiatan Utama

1. Logistik Material

2. Operasional Produksi (dari material menjadi produk)

3. Distribusi

4. Marketing

5. Pelayanan

          Kegiatan Pendukung

1. Pengadaan 

2. Pengembalian Teknologi

3. SDM

4. Insfrastruktur


Proses Bisnis Inti / Core Business

Keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada seberapa baik masing-masing departemen melakukan pekerjaannya, tetapi juga pada seberapa baik perusahaan mengkoordinasikan kegatan departemen untuk melakuakan bisnis inti.


Proses Bisnis Inti

1. Proses merasakan pasar 

2. Prosses realisasi penawaran baru

3. Proses akusisi konsumen

4. Proses Customer Relationship Management 

5. Proses pemenuhan manajemen.


Porter's Generic Strategies

1. Overall Cost Leadership

Pada strategi ini dimaksudkan bahwa dalam produksi menekan biaya produksi serendah-rendahnya sehingga bisa menjual produknya secara kompetitif seperti yang dilakukan Perusahaan Air Asia

2. Differentiation

strategi ini yaitu dilakukan dengan mengeluarkan produk satu yang lebih baik dan satu lainya berbeda. seperti halnya pada kasus dimana Perusahaan Apple dan lainya mengeluarkan handpone dengan menghilangkan tombol dan hanya menyisahkan satu fungsi tombol ditengah berbeda dengan BB dengan mengeluarkan handpone yang banyak sekali tombolnya.  

3. Focus

Strategi pasar yang lebih menentukan pada segmen yang lebih kecil, seperti halnya pada Perusahaan Lamborgini dimana Perusahaan ini tahu bahwajika dia ingin mengalahkan pada persaingan mobil keluarga itu sangat sulit jadi lebih menentukan pada harga mahal dan konsumen kalangan atas yang menjadi target. 



Tanggapan Materi

Dalam menyampaikan value pada konsumen seorang pemasar harus bisa menyampaikan value dengan sebaik-baiknya. metode yang dipilih yang telah disesuaikan dengan barang atau produknya harus disesuaikan dengan value yang akan dipasarkan. Moderen marketing saat ini lebih tepat dalam menjamah terhadap konsumen. pada prinsipnya bahwa ketika kita mengejar konsumen bukan konsumen yang akan datang tetapi memilih untuk lari karena value sebuah produk sangat penting tapi lebih baik membuat konsumen yang datang dan mencari produk kita. hal itulah yang harus dilakukan oleh  pemasar.  value yang diciptakan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan produk di masa yang akan datang.  tahap penyampaian value keada konsumen harus benar-benar tepat. Porter's Generic Strategies menetukan strategi yang digunakan juga harus menyesuaikan produk dan juga kondisi perusahaan. salah dalam menetukan strategi bisa berakibat fatal seperti yang dialami perusahaan yang bergerak dibidang teknologi komunikasi yaitu Nokia yang gagal dalam menentukan strategi.