Pola hidup masyarakat modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan . Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi terbukti membuahkan perbaikan ekonomi , tetapi gagal di bidang sosial dan lingkungan . Sebut saja , meningkatnya emisi gas rumah kaca , berkurangnya areal hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati . Di samping itu adalah ketimpangan rata-rata pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin.
Konsep ekonomi hijau diharapkan menjadi jalan keluar . Menjadi jembatan antara pertumbuhan pembangunan , keadilan sosial serta ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam . Namun kenyataanya Green Ekonomi Hanya dianggap sebuah angan-angan belaka. Untuk saat ini saja dunia masih berlomba-lomba untuk meningkatkan Pembangunan Ekonomi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan . Peraturan Ekonomi Dunia saat ini masih cenderung mengarah ke eksploitatif pada alam dan kurang mendukung adanya Green Economy. Kalaupun peraturan baru Green Ekonomi diterapkan di lapangan , maka ketimpangan ketimpangan antar pelaku ekonomi pasti akan terjadi. Hal inilah yang menjadikan Green Ekonomi akan sulit dilakukan tanpa adanya persiapan yang matang. maka dari itulah, Green Ekonomi Dalam Pembangunan Berkelanjutan sangat perlu untuk dilakukan.
Kemudian apa yang membedakan Green Economy (Ekonomi Hijau) dengan pembangunan berkelanjutan??
Konsep ekonomi hijau melengkapi konsep pembangunan berkelanjutan. Prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah ΓÇ£ memenuhi kebutuhan sekarang tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi di masa depan ΓÇ¥ . Sehingga dapat dikatakan bahwa ekonomi hijau adalah motor utama pembangunan berkelanjutan.