Selama ini, kitab Veda dianggap sebagai kitab yang hanya boleh dibaca oleh golongan tertentu saja. Bhakan ada pula yang berpendapat bahwa mereka yang bukan dari golongan Brahmana akan mendapatkan hukuman jika kedapatan membaca kitab suci ini. berikan tanggapan Anda terhadap hal tersebut. 
Om swastyastu Pak,
Nama : NI KOMANG WINDAYANI
NPM : 1911050063
Setelah saya membaca beberapa bagian dari materi pada bab ini, muncul satu pertanyaan di pikiran saya mengenai suatu pernyataan yang mengatakan bahwa Veda adalah kitab suci yang tidak berawal dan tidak berakhir, jadi disini saya ingin bertanya tentang bagaimana cara para maha Rsi membukukan sesuatu yang tak berawal dan tak berakhir tersebut?
Sekian pertanyaan dari saya pak,
Suksema..
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Nama : NI KOMANG WINDAYANI
NPM : 1911050063
Setelah saya membaca beberapa bagian dari materi pada bab ini, muncul satu pertanyaan di pikiran saya mengenai suatu pernyataan yang mengatakan bahwa Veda adalah kitab suci yang tidak berawal dan tidak berakhir, jadi disini saya ingin bertanya tentang bagaimana cara para maha Rsi membukukan sesuatu yang tak berawal dan tak berakhir tersebut?
Sekian pertanyaan dari saya pak,
Suksema..
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Om Swastyastu Pak.
Nama : Wayan Eka Pratiwi
Npm. : 1912110157
Ingin bertanya Pak.
Pak Mengapa Kitab Weda, Itihasa, dan Purana dianggap Mitologi?
Terimakasih.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Nama : Wayan Eka Pratiwi
Npm. : 1912110157
Ingin bertanya Pak.
Pak Mengapa Kitab Weda, Itihasa, dan Purana dianggap Mitologi?
Terimakasih.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Izin menanggapi,
Ada dua alasan penting, yaitu:
1. Pertama, kata ΓÇ£PuranaΓÇ¥ secara harfiah berarti sejarah. Memang, kitab-kitab Purana
mengandung banyak sejarah tentang kegiatan atau lila Tuhan, Para dewa, atau
penyembah-penyembah mulia Tuhan. Matsya Purana, misalnya, berisi kisah tentang
kemunculan Sri Wishnu yang menjelma sebagai seekor ikan raksasa yang
menyelamatkan seorang raja saleh bemama Raja Satyavrata. Sayangnya, dalam Mastya Purana tersebut tidak disebutkan kapan persisnya
peristiwa tersebut terjadi. Padahal, dalam dunia akademik dan ilmiah, adanya angka
tahun ini merupakan syarat penting bagi kita untuk percaya bahwa sesuatu
peristiwa benar benar terjadi.
2. Alasan kedua, julukan mitologi pada Veda tidak dapat kita lepaskan begitu saja dari
konteks sejarah penjajahan India oleh Inggris selama ratusan tahun. Adalah sebuah fakta
bahwa. penjajahan Inggris di India dimanfaatkan oleh Para misionaris Kristen untuk
mengalihkan agama penduduk India dari Hindu menjadi Kristen. Para misionaris itu tidak segan-segan menyebut kitab-kitab Veda sebagai
ΓÇ£absurdities meant for the amusement of childrenΓÇ£ yang artinya ΓÇ£serangkaian
takhayul yang dimaksudkan untuk hiburan anak anakΓÇ¥.
Dengan tujuan besar seperti di
atas, mulailah muncul kalangan
intelektual Inggris yang
menggangap perlu untuk mendidik
orang-orang India dengan ilmu
pengetahuan Barat. Upaya itu
dimulai dengan lahirnya beberapa,
orang Inggris yang mempelajari
budaya India dan menguasai
bahasa Sansekerta. mereka berpendapat bahwa satu-
satunya cara adalah menunjukkan kepada orang-orang India bahwa kitab Veda yang
mereka yakini tidak lebih dari sekedar takhayul, dongeng, dan mitologi yang tidak
masuk akal.
Ada dua alasan penting, yaitu:
1. Pertama, kata ΓÇ£PuranaΓÇ¥ secara harfiah berarti sejarah. Memang, kitab-kitab Purana
mengandung banyak sejarah tentang kegiatan atau lila Tuhan, Para dewa, atau
penyembah-penyembah mulia Tuhan. Matsya Purana, misalnya, berisi kisah tentang
kemunculan Sri Wishnu yang menjelma sebagai seekor ikan raksasa yang
menyelamatkan seorang raja saleh bemama Raja Satyavrata. Sayangnya, dalam Mastya Purana tersebut tidak disebutkan kapan persisnya
peristiwa tersebut terjadi. Padahal, dalam dunia akademik dan ilmiah, adanya angka
tahun ini merupakan syarat penting bagi kita untuk percaya bahwa sesuatu
peristiwa benar benar terjadi.
2. Alasan kedua, julukan mitologi pada Veda tidak dapat kita lepaskan begitu saja dari
konteks sejarah penjajahan India oleh Inggris selama ratusan tahun. Adalah sebuah fakta
bahwa. penjajahan Inggris di India dimanfaatkan oleh Para misionaris Kristen untuk
mengalihkan agama penduduk India dari Hindu menjadi Kristen. Para misionaris itu tidak segan-segan menyebut kitab-kitab Veda sebagai
ΓÇ£absurdities meant for the amusement of childrenΓÇ£ yang artinya ΓÇ£serangkaian
takhayul yang dimaksudkan untuk hiburan anak anakΓÇ¥.
Dengan tujuan besar seperti di
atas, mulailah muncul kalangan
intelektual Inggris yang
menggangap perlu untuk mendidik
orang-orang India dengan ilmu
pengetahuan Barat. Upaya itu
dimulai dengan lahirnya beberapa,
orang Inggris yang mempelajari
budaya India dan menguasai
bahasa Sansekerta. mereka berpendapat bahwa satu-
satunya cara adalah menunjukkan kepada orang-orang India bahwa kitab Veda yang
mereka yakini tidak lebih dari sekedar takhayul, dongeng, dan mitologi yang tidak
masuk akal.
Izin menanggapi pak 🙏Demikian pula maharsi Vyasa dalam Vayu Purana menyatakan :
"Itihasa Puranabhyam vedam samupabrmhayet,
bibhetyalpasrutad vedo mamayam praharisyati" [Vayu Purana I.20]
"Hendaknya Veda dijelaskan melalui sejarah (Itihasa) dan Purana (Sejarah dan mitologi kuna) Veda merasa takut kalau seseorang yang bodoh membacanya. Veda berpikir bahwa di (orang yang) akan memukulku"
Berdasarkan petikan diatas, maka untuk memahami Veda diperlukan pemahaman berjenjang dan komprehensif, maksudnya bahwa setiap orang yang ingin memahaminya sebaiknya memiliki referensi yang luas dari pengetahuan yang sederhana sampai yang lebih dalam dan luas.
jadi penayangan Film Mahabharata, Ramayana dll, merupakan salah satu cara mengajarkan Weda, diberikan khusus kepada kalangan umat manusia yang sibuk dan butuh hiburan. ajaran weda secara tidak langsung akan meresap kedalam dirinya.
Inti-inti dari semua ajaran dirumuskan dalam kalimat singkat yang mudah dipahami, seperti misalnya Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik, berbicara baik dan berbuat baik. Tri Hita Karana, hubungan segi tiga yang menyebabkan kebahagiaan, seperti hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, antara manusia dengan Tuhan, antara manusia dengan alam serta pengetahuan tentang Tat Tvam Asi atau pula Vasudaiva Kutumbakam.
Di dalam agama Hindu yang dipentingkan bukan menghafal ayat-ayat atau mantra-mantra tetapi praktik di dalam kehidupan. Menurut guru kita Swami Vivekananda esensi agama itu adalah "berbuat baik, menjadi baik "
"Itihasa Puranabhyam vedam samupabrmhayet,
bibhetyalpasrutad vedo mamayam praharisyati" [Vayu Purana I.20]
"Hendaknya Veda dijelaskan melalui sejarah (Itihasa) dan Purana (Sejarah dan mitologi kuna) Veda merasa takut kalau seseorang yang bodoh membacanya. Veda berpikir bahwa di (orang yang) akan memukulku"
Berdasarkan petikan diatas, maka untuk memahami Veda diperlukan pemahaman berjenjang dan komprehensif, maksudnya bahwa setiap orang yang ingin memahaminya sebaiknya memiliki referensi yang luas dari pengetahuan yang sederhana sampai yang lebih dalam dan luas.
jadi penayangan Film Mahabharata, Ramayana dll, merupakan salah satu cara mengajarkan Weda, diberikan khusus kepada kalangan umat manusia yang sibuk dan butuh hiburan. ajaran weda secara tidak langsung akan meresap kedalam dirinya.
Inti-inti dari semua ajaran dirumuskan dalam kalimat singkat yang mudah dipahami, seperti misalnya Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik, berbicara baik dan berbuat baik. Tri Hita Karana, hubungan segi tiga yang menyebabkan kebahagiaan, seperti hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, antara manusia dengan Tuhan, antara manusia dengan alam serta pengetahuan tentang Tat Tvam Asi atau pula Vasudaiva Kutumbakam.
Di dalam agama Hindu yang dipentingkan bukan menghafal ayat-ayat atau mantra-mantra tetapi praktik di dalam kehidupan. Menurut guru kita Swami Vivekananda esensi agama itu adalah "berbuat baik, menjadi baik "
Om swastyastu
izin menanggapi pak,
dari yang saya baca melalui sumber-sumber di internet bahwa Ida Pedanda Gde Isana Manuaba mengatakan bahwa semua orang boleh membaca semua kitab-kitab suci itu, asal didampingi seorang guru. Sebab, Catur Weda dan kitab lainnya adalah pengetahuan tentang Ketuhanan, sehingga tidak bisa dipahami secara tekstual saja karena bisa menimbulkan multitafsir. Oleh sebab itu, lanjutnya, membaca Kitab Suci Catur Weda harus didampingi seorang guru. Dalam Bayu Purana I.201 disebutkan 'Ithiasa puranabhyam vedam samupabrmhayet, bibhettyalpasrutad Vedo mamayam praharisyati'. "Maksudnya, hendaknya Weda dijelaskan melalui Ithiasa dan Purana. Weda merasa takut kalau orang bodoh membacanya. Weda berpikir bahwa orang bodoh tersebut akan memukulnya," Ida Pedanda Gde Isana Manuaba memberi pandangan bahwa sloka tersebut lebih kepada bahwa orang yang kotor bukan secara fisik, namun kotor itu secara pikiran yang memang tidak diperkenankan membaca Weda. Menurtnya, karena orang yang punya pikiran kotor, cenderung akan mengartikan tulisan di dalam kitab suci itu secara langsung dan hal itu bisa salah. Apalagi jika yang salah itu nanti diberitahukan ke orang lain yang juga tidak tahu tentang Catur Weda.
Hal ini menyebabkan pentingnya peran seorang guru jika ingin belajar Kitab Suci Catur Weda. Bahkan, Bhagawadgita pun dalam mempelajarinya
om santih,santih,santih om
izin menanggapi pak,
dari yang saya baca melalui sumber-sumber di internet bahwa Ida Pedanda Gde Isana Manuaba mengatakan bahwa semua orang boleh membaca semua kitab-kitab suci itu, asal didampingi seorang guru. Sebab, Catur Weda dan kitab lainnya adalah pengetahuan tentang Ketuhanan, sehingga tidak bisa dipahami secara tekstual saja karena bisa menimbulkan multitafsir. Oleh sebab itu, lanjutnya, membaca Kitab Suci Catur Weda harus didampingi seorang guru. Dalam Bayu Purana I.201 disebutkan 'Ithiasa puranabhyam vedam samupabrmhayet, bibhettyalpasrutad Vedo mamayam praharisyati'. "Maksudnya, hendaknya Weda dijelaskan melalui Ithiasa dan Purana. Weda merasa takut kalau orang bodoh membacanya. Weda berpikir bahwa orang bodoh tersebut akan memukulnya," Ida Pedanda Gde Isana Manuaba memberi pandangan bahwa sloka tersebut lebih kepada bahwa orang yang kotor bukan secara fisik, namun kotor itu secara pikiran yang memang tidak diperkenankan membaca Weda. Menurtnya, karena orang yang punya pikiran kotor, cenderung akan mengartikan tulisan di dalam kitab suci itu secara langsung dan hal itu bisa salah. Apalagi jika yang salah itu nanti diberitahukan ke orang lain yang juga tidak tahu tentang Catur Weda.
Hal ini menyebabkan pentingnya peran seorang guru jika ingin belajar Kitab Suci Catur Weda. Bahkan, Bhagawadgita pun dalam mempelajarinya
om santih,santih,santih om
Izin menanggapin pak,Menurut artikel yang saya baca,
Siapa saja tidak memandang status sosial, tua muda, pintar bodoh. setiap orang yang ingin belajar, maka dia akan mendekati weda, karena weda adalah sumber pengertahuan.
Weda diturunkan untuk seluruh umat manusia dan bukan untuk golongan tertentu saja. Pertanyaan yang menegaskan bahwa Weda diturunkan untuk semua orang di manapun berada (bersifat universal) dapat diketahui dari mantram berikut:
"" [Yajurveda XXVI.2]Hendaknya disampaikan sabda suci (Weda) ini kepada seluruh umat manusia, guru/cendekiawan/rohaniawan (Brahmana), pemimpin pemerintahan maupun pelindung masyarakat (Ksatria). Para pedagang, petani/pemilik tanah, nelayan, investor dan pengusaha (Wesya) serta para buruh, pekerja, karyawan, manejer/direktur yang masih bekerja diperusahaan orang lain (Sudra), kepada orang-orangKu dan orang asing sekalipun.
Bertolak pada mantram tersebut, maka Hindu sesungguhnya adalah agama missi.
Agama yang harus disebarluaskan sehingga tidak benar jika disebut hanya untuk suatu golongan atau bangsa tertentu.
Pengertian missi di dini tentu berbeda dengan missi dalam usaha untuk menyebarkan ajaran agama secara aktif. Umat Hindu berkeyakinan, karena keluhuran agama Hindu, orang-orang yang tertarik pasti akan mendalami dan mengikutinya. Ibarat sebuah kolam, karena airnya jernih, bunga teratainya harum, maka kodok-kodok dan kumbang-kumbang pun berdatangan. Sebaliknya, belatung pasti menjauh karena dia memang tidak suka bunga.
Siapa saja tidak memandang status sosial, tua muda, pintar bodoh. setiap orang yang ingin belajar, maka dia akan mendekati weda, karena weda adalah sumber pengertahuan.
Weda diturunkan untuk seluruh umat manusia dan bukan untuk golongan tertentu saja. Pertanyaan yang menegaskan bahwa Weda diturunkan untuk semua orang di manapun berada (bersifat universal) dapat diketahui dari mantram berikut:
"" [Yajurveda XXVI.2]Hendaknya disampaikan sabda suci (Weda) ini kepada seluruh umat manusia, guru/cendekiawan/rohaniawan (Brahmana), pemimpin pemerintahan maupun pelindung masyarakat (Ksatria). Para pedagang, petani/pemilik tanah, nelayan, investor dan pengusaha (Wesya) serta para buruh, pekerja, karyawan, manejer/direktur yang masih bekerja diperusahaan orang lain (Sudra), kepada orang-orangKu dan orang asing sekalipun.
Bertolak pada mantram tersebut, maka Hindu sesungguhnya adalah agama missi.
Agama yang harus disebarluaskan sehingga tidak benar jika disebut hanya untuk suatu golongan atau bangsa tertentu.
Pengertian missi di dini tentu berbeda dengan missi dalam usaha untuk menyebarkan ajaran agama secara aktif. Umat Hindu berkeyakinan, karena keluhuran agama Hindu, orang-orang yang tertarik pasti akan mendalami dan mengikutinya. Ibarat sebuah kolam, karena airnya jernih, bunga teratainya harum, maka kodok-kodok dan kumbang-kumbang pun berdatangan. Sebaliknya, belatung pasti menjauh karena dia memang tidak suka bunga.
Om swastyastu.
Izin menjawab .
Menurut pemahaman saya
Weda adalah kitab suci agama hindu. weda bersifat universal, artinya weda berlaku bagi siapapun, tidak memandang dari sisi manapun.
Begitu pula dalam mempelajari kita suci veda . tidak hanya dari golongan brahmana saja yang boleh membaca kitab suci veda,namun kebanyakan para brahmana lah yang paling banyak dalam memahami Ajaran yang ada didalam kitab suci veda dan para petinggi pentinggi agama. Seperti pada zaman dahulu ,para brahmana lah yang ditugaskan untuk menyebarkan luaskan ajaran ajaran Hindu berdasarkan kita suci veda.
Sekian terimakasih
Izin menjawab .
Menurut pemahaman saya
Weda adalah kitab suci agama hindu. weda bersifat universal, artinya weda berlaku bagi siapapun, tidak memandang dari sisi manapun.
Begitu pula dalam mempelajari kita suci veda . tidak hanya dari golongan brahmana saja yang boleh membaca kitab suci veda,namun kebanyakan para brahmana lah yang paling banyak dalam memahami Ajaran yang ada didalam kitab suci veda dan para petinggi pentinggi agama. Seperti pada zaman dahulu ,para brahmana lah yang ditugaskan untuk menyebarkan luaskan ajaran ajaran Hindu berdasarkan kita suci veda.
Sekian terimakasih
Om Swastyastu, izin menanggapi pak.
Menurut saya tanggapan diatas tidak lah benar, karna sesungguhnya siapa saja boleh membaca kitab suci Weda, tidak memandang status sosial, tua muda, pintar bodoh dll
setiap orang yang ingin belajar, maka dia akan mendekati weda, karena weda adalah sumber pengertahuan.
Terimakasih.
Om Santih Santih Santih Om
Menurut saya tanggapan diatas tidak lah benar, karna sesungguhnya siapa saja boleh membaca kitab suci Weda, tidak memandang status sosial, tua muda, pintar bodoh dll
setiap orang yang ingin belajar, maka dia akan mendekati weda, karena weda adalah sumber pengertahuan.
Terimakasih.
Om Santih Santih Santih Om
Om swastyastu pak,
Nama : I LUH EKA CANDRA DEWI
Npm : 1911050064
Setelah saya membaca beberapa bagian dari bab ini muncul satu pertanyaan mengenai , Mengapa kitab
veda Itih─üsa sangat penting artinya untuk kita dipelajari dan ada juga pernyataan yang mengatakan jika kitab veda tersebut tidak berawal serta berakhir jika benar seperti itu lalu bagaimana cara mha RSI atau para brahmana untuk membukukan nya pak
Terimakasih
Om Santi Santi Santi om
Nama : I LUH EKA CANDRA DEWI
Npm : 1911050064
Setelah saya membaca beberapa bagian dari bab ini muncul satu pertanyaan mengenai , Mengapa kitab
veda Itih─üsa sangat penting artinya untuk kita dipelajari dan ada juga pernyataan yang mengatakan jika kitab veda tersebut tidak berawal serta berakhir jika benar seperti itu lalu bagaimana cara mha RSI atau para brahmana untuk membukukan nya pak
Terimakasih
Om Santi Santi Santi om
Om swastyastu pak, izin bertanya pak
Sesuai dengan modul yang saya baca Bahwa masyarakat Hindu miskin pengetahuan Veda. Sementara itu, mereka
yang tergolong intelektual berpendidikan akademik dan berkesadaran materialistik, mempelajari Veda secara empiris induktif. Akibatnya, timbulah beda pendapat dengan mereka yang berusaha mengerti Veda sesuai petunjuk
yang ditetapkan oleh Veda itu sendiri. Pertanyaan saya bagaimna cara mengatasi miskinnya pengetahuan veda dan cara mengatasi perbedaan pendapat mengenai cara mengartikan veda?
Sekian pertanyaan dari saya
Suksme
Om santih santih santih om
Sesuai dengan modul yang saya baca Bahwa masyarakat Hindu miskin pengetahuan Veda. Sementara itu, mereka
yang tergolong intelektual berpendidikan akademik dan berkesadaran materialistik, mempelajari Veda secara empiris induktif. Akibatnya, timbulah beda pendapat dengan mereka yang berusaha mengerti Veda sesuai petunjuk
yang ditetapkan oleh Veda itu sendiri. Pertanyaan saya bagaimna cara mengatasi miskinnya pengetahuan veda dan cara mengatasi perbedaan pendapat mengenai cara mengartikan veda?
Sekian pertanyaan dari saya
Suksme
Om santih santih santih om
Izin menanggapi,
Menurut saya, hal itu dapat dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan terhadap pengertian serta isi Veda kepada semua umat Hindu. Menurut Yajurveda XVI. 1-3 dan demikian pula menurut Rgveda II (23)
bahwa ajaran Veda harus dipopulerkan dan diajarkan kepada semua golongan tanpa
membeda-bedakan golongan mereka. Ajaran Veda bukan saja harus dihayati oleh
golongan Dwijati saja, melainkan kepada Sudra dan orang yang bukan Hindupun
dapat diajarkan Veda itu. Dengan demikian ajaran Veda menjadi populer dan dapat
merubah dunia dengan menjadikan pembaca atau penghayatannya menjadi orang
yang baik. Orang baik menurut ajaran Veda itu disebut dengan istilah Arya (Rgveda
IX. 635).
Menurut saya, hal itu dapat dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan terhadap pengertian serta isi Veda kepada semua umat Hindu. Menurut Yajurveda XVI. 1-3 dan demikian pula menurut Rgveda II (23)
bahwa ajaran Veda harus dipopulerkan dan diajarkan kepada semua golongan tanpa
membeda-bedakan golongan mereka. Ajaran Veda bukan saja harus dihayati oleh
golongan Dwijati saja, melainkan kepada Sudra dan orang yang bukan Hindupun
dapat diajarkan Veda itu. Dengan demikian ajaran Veda menjadi populer dan dapat
merubah dunia dengan menjadikan pembaca atau penghayatannya menjadi orang
yang baik. Orang baik menurut ajaran Veda itu disebut dengan istilah Arya (Rgveda
IX. 635).
nama : Ni wayan ayu suwarwati
NPM : 1912120111
Om swastyastu,
NPM : 1912120111
Om swastyastu,
Veda berarti pengetahuan suci, kebenaran sejati, pengetahuan tentang ritual, kebijaksanaan yang tinggi, ajaran suci atau kitab suci sumber ajaran agama Hindu.
Dilihat dari pengertian Veda tersebut, sudah jelas dikatakan bahwa Veda memiliki pengetahuan suci. Veda sangat takut terhadap orang bodoh, karena ia merasa sakit seperti dipukul-pukul oleh orang bodoh itu. Sehingga, yang dapat membaca Veda hanya kaum brahmana yang sudah memiliki jiwa yang suci, pikiran yang suci, serta sudah memahami bagaimana cara yang tepat untuk membaca dan memahami Veda tersebut.
Dilihat dari pengertian Veda tersebut, sudah jelas dikatakan bahwa Veda memiliki pengetahuan suci. Veda sangat takut terhadap orang bodoh, karena ia merasa sakit seperti dipukul-pukul oleh orang bodoh itu. Sehingga, yang dapat membaca Veda hanya kaum brahmana yang sudah memiliki jiwa yang suci, pikiran yang suci, serta sudah memahami bagaimana cara yang tepat untuk membaca dan memahami Veda tersebut.
Izib bertanya pak,
Di dalam materi, dikatakan bahwa, mayoritas umat Hindu menganut ajaran Veda yang tidak sesuai dengan yang digariskan oleh Veda, khususnya yang terkait dengan jalan kerohanian (yoga) dan ritual (yajna) pada masa kaliyuga sekarang. 
Berikan contoh dari menyimpangnya pembelajaran jalan kerohanian dan yajna di masa kaliyuga sekarang ini?
Sekian,
Om santih,santih,santih om
Om sawastyastu pak
Izin menjawab
Dari artikel yang saya baca dari google saudara kita non hindu menganggap bahwa kita suci weda hanya dapat di baca oleh kaum brahmana terdapat kesalahan dalam menerjemahkan sloka gotama smrti 12 yang beranggapan kitab suci weda hanya dapat di baca oleh kaum brahmana.
Mungkin sloka ini dapat meluruskan kesalah pahaman dari masalah tersebut.
mari kita lihat sloka yg menunjukan bahwa kitab veda bisa di pelajari oleh sluruh umat manusia :
Yajur Veda XVI.18
“Yaatheram waçam kalyanim awadoni janebhyah,Brahma Rajanyabhyam çudraya caryaya ca siwaya caramayaca”
artinya :
ΓÇ£Biar kunyatakan,di sini kitab suci ini kepada orang-orang banyak,kepada kaum brahmana,kaum ksatrya,kaum sudra,dan kaum waisya dan BAHKAN kepada orang-orangKu dan kepada mereka(orang-orang asing) sekalipun.ΓÇ¥
Sekian terimakasih
Om santih santih santih om
Izin menjawab
Dari artikel yang saya baca dari google saudara kita non hindu menganggap bahwa kita suci weda hanya dapat di baca oleh kaum brahmana terdapat kesalahan dalam menerjemahkan sloka gotama smrti 12 yang beranggapan kitab suci weda hanya dapat di baca oleh kaum brahmana.
Mungkin sloka ini dapat meluruskan kesalah pahaman dari masalah tersebut.
mari kita lihat sloka yg menunjukan bahwa kitab veda bisa di pelajari oleh sluruh umat manusia :
Yajur Veda XVI.18
“Yaatheram waçam kalyanim awadoni janebhyah,Brahma Rajanyabhyam çudraya caryaya ca siwaya caramayaca”
artinya :
ΓÇ£Biar kunyatakan,di sini kitab suci ini kepada orang-orang banyak,kepada kaum brahmana,kaum ksatrya,kaum sudra,dan kaum waisya dan BAHKAN kepada orang-orangKu dan kepada mereka(orang-orang asing) sekalipun.ΓÇ¥
Sekian terimakasih
Om santih santih santih om
Om swastyastu pak
Nama : i kadek crisna s.
Nmp. : 1911010069
Izin bertanya pak
Apa bila benar untuk mempelajari veda yang hanya boleh dibaca untuk golongan tertentu dan golongan brahmana, jika bukan golongan brahmana, apakah bisa untuk membaca veda? Perlukah ritual khusus untuk membaca veda bagi yang bukan dari golongan brahmana?
Sekian terima kasih pak
Om shanti shanti shanti om
Nama : i kadek crisna s.
Nmp. : 1911010069
Izin bertanya pak
Apa bila benar untuk mempelajari veda yang hanya boleh dibaca untuk golongan tertentu dan golongan brahmana, jika bukan golongan brahmana, apakah bisa untuk membaca veda? Perlukah ritual khusus untuk membaca veda bagi yang bukan dari golongan brahmana?
Sekian terima kasih pak
Om shanti shanti shanti om
Om swastyastu
Nama : I Wayan Susila Agus Dharna
NPM : 1911010066
Izin menanggapi,
Menurut artikel yang saya baca
Weda adalah kitab suci yang tidak berawal dan tidak berakhir, jadi bagaimana membukukan sesuatu yang tak berawal dan tak berakhir?
Buku-buku weda yang kita jumpai sekarang hanya sebagian kecil dari cuplikan-cuplikan (kebanyakan) yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu jangan berharap kita mempunyai kitab weda yang utuh jadi satu buku seperti kitab suci agama lain.
Demikian pula maharsi Vyasa dalam Vayu Purana menyatakan :
"Itihasa Puranabhyam vedam samupabrmhayet, 
bibhetyalpasrutad vedo mamayam praharisyati" [Vayu Purana I.20]
"Hendaknya Veda dijelaskan melalui sejarah (Itihasa) dan Purana (Sejarah dan mitologi kuna) Veda merasa takut kalau seseorang yang bodoh membacanya. Veda berpikir bahwa di (orang yang) akan memukulku"
Berdasarkan petikan diatas, maka untuk memahami Veda diperlukan pemahaman berjenjang dan komprehensif, maksudnya bahwa setiap orang yang ingin memahaminya sebaiknya memiliki referensi yang luas dari pengetahuan yang sederhana sampai yang lebih dalam dan luas, jadi penayangan Film Mahabharata, Ramayana dll, merupakan salah satu cara mengajarkan Weda, diberikan khusus kepada kalangan umat manusia yang sibuk dan butuh hiburan. ajaran weda secara tidak langsung akan meresap kedalam dirinya.
Nama : I Wayan Susila Agus Dharna
NPM : 1911010066
Izin menanggapi,
Menurut artikel yang saya baca
Weda adalah kitab suci yang tidak berawal dan tidak berakhir, jadi bagaimana membukukan sesuatu yang tak berawal dan tak berakhir?
Buku-buku weda yang kita jumpai sekarang hanya sebagian kecil dari cuplikan-cuplikan (kebanyakan) yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu jangan berharap kita mempunyai kitab weda yang utuh jadi satu buku seperti kitab suci agama lain.
Demikian pula maharsi Vyasa dalam Vayu Purana menyatakan :
"Itihasa Puranabhyam vedam samupabrmhayet, 
bibhetyalpasrutad vedo mamayam praharisyati" [Vayu Purana I.20]
"Hendaknya Veda dijelaskan melalui sejarah (Itihasa) dan Purana (Sejarah dan mitologi kuna) Veda merasa takut kalau seseorang yang bodoh membacanya. Veda berpikir bahwa di (orang yang) akan memukulku"
Berdasarkan petikan diatas, maka untuk memahami Veda diperlukan pemahaman berjenjang dan komprehensif, maksudnya bahwa setiap orang yang ingin memahaminya sebaiknya memiliki referensi yang luas dari pengetahuan yang sederhana sampai yang lebih dalam dan luas, jadi penayangan Film Mahabharata, Ramayana dll, merupakan salah satu cara mengajarkan Weda, diberikan khusus kepada kalangan umat manusia yang sibuk dan butuh hiburan. ajaran weda secara tidak langsung akan meresap kedalam dirinya.
Om swastyastu
Izin menanggapi pak,
Menurut pendapat saya ,siapa saja diperkenankan untuk membaca kitab suci veda, baik itu cendikiawan-rohaniawan, raja/pemerintahan, masyarakat, para pedagang, petani, para buruh,dan orang asing sekalipun.
Weda dipelajari secara berjenjang, untuk memahami mantra-mantra weda, maharsi walmiki dalam karya agungnya "Ramayana" menyatakan bahwa karya sastra yang bersumber pada sejarah itu dimaksudkan untuk mempermudah seseorang untuk memahami kitab suci Weda. demikian pula maharsi Wyasa dalam Vayu Purana menyatakan:
Itihasa Puranabhyam Vedam Samupabrmhayet,
bibhetyalpasrutad vedo mamayam praharisyati (Vayu Purana I.20)
artinya:
hendaknya weda dielaskan melalui sejarah (itihasa) dan purana (sejarah mitologi kuno). weda merasa takut kalau seseorang yang bodoh membacanya, weda berpikir bahwa dia (orang yang) akan memukulnya.
Sloka vayu purana diatas diterjemahkan dalam Sarasamuccaya berbahasa Jawa Kuno sebagai berikut:
ndan sang hyang weda paripurnakena sira,maka sadhana sang hyang itihasa, sang hyang purana,apan atakut sang hyang weda ring wwang akedik aji,ling nira, andang hyang, haywa tiki umara rikami,ling nira mangkana rakwa atakut (sarasamuccaya 39)
artinya:
weda itu hendaknya dipelajari dengan sempurna melalui jalan mempelajari itihasa dan purana, sebab Weda itu merasa takut terhadap orang-orang yang sedikit pengetahuannya, sabdanya wahai tuan-tuan, janganlah tuan-tuan datang padaku, demikian konon sabdanya karena takut.
berdasarkan petikan diatas, maka bukan berarti mereka yang bukan dari golongan Brahmana akan mendapatkan hukuman jika kedapatan membaca kitab suci ini.
Tetapi , maksudnya adalah setiap orang yang ingin memahami pengetahuan weda sebaiknya memiliki refrensi yang luas, dari pengetahuan yang sederhana sampai pengetahuan yang lebih mendalam dan luas.
Terimakasih,
Om Santih, santih, santih om
Izin menanggapi pak,
Menurut pendapat saya ,siapa saja diperkenankan untuk membaca kitab suci veda, baik itu cendikiawan-rohaniawan, raja/pemerintahan, masyarakat, para pedagang, petani, para buruh,dan orang asing sekalipun.
Weda dipelajari secara berjenjang, untuk memahami mantra-mantra weda, maharsi walmiki dalam karya agungnya "Ramayana" menyatakan bahwa karya sastra yang bersumber pada sejarah itu dimaksudkan untuk mempermudah seseorang untuk memahami kitab suci Weda. demikian pula maharsi Wyasa dalam Vayu Purana menyatakan:
Itihasa Puranabhyam Vedam Samupabrmhayet,
bibhetyalpasrutad vedo mamayam praharisyati (Vayu Purana I.20)
artinya:
hendaknya weda dielaskan melalui sejarah (itihasa) dan purana (sejarah mitologi kuno). weda merasa takut kalau seseorang yang bodoh membacanya, weda berpikir bahwa dia (orang yang) akan memukulnya.
Sloka vayu purana diatas diterjemahkan dalam Sarasamuccaya berbahasa Jawa Kuno sebagai berikut:
ndan sang hyang weda paripurnakena sira,maka sadhana sang hyang itihasa, sang hyang purana,apan atakut sang hyang weda ring wwang akedik aji,ling nira, andang hyang, haywa tiki umara rikami,ling nira mangkana rakwa atakut (sarasamuccaya 39)
artinya:
weda itu hendaknya dipelajari dengan sempurna melalui jalan mempelajari itihasa dan purana, sebab Weda itu merasa takut terhadap orang-orang yang sedikit pengetahuannya, sabdanya wahai tuan-tuan, janganlah tuan-tuan datang padaku, demikian konon sabdanya karena takut.
berdasarkan petikan diatas, maka bukan berarti mereka yang bukan dari golongan Brahmana akan mendapatkan hukuman jika kedapatan membaca kitab suci ini.
Tetapi , maksudnya adalah setiap orang yang ingin memahami pengetahuan weda sebaiknya memiliki refrensi yang luas, dari pengetahuan yang sederhana sampai pengetahuan yang lebih mendalam dan luas.
Terimakasih,
Om Santih, santih, santih om
Om swastyastu izin menanggapi pak
Menurut beberapa artikel yang saya baca Siapa saja boleh mempelajari veda tidak memandang status sosial, tua muda, pintar bodoh. setiap orang yang ingin belajar, maka dia akan mendekati weda, karena weda adalah sumber pengertahuan seperti dalam kutipan sloka dibawah ini.
Yajur Veda XVI.18
“Yaatheram waçam kalyanim awadoni janebhyah,Brahma Rajanyabhyam çudraya caryaya ca siwaya caramayaca”
artinya :
Biar kunyatakan,di sini kitab suci ini kepada orang-orang banyak,kepada kaum brahmana,kaum ksatrya,kaum sudra,dan kaum waisya dan BAHKAN kepada orang-orangKu dan kepada mereka(orang-orang asing) sekalipun.ΓÇ¥
Sekian tanggapan dari saya
Om santih santih santih om
Menurut beberapa artikel yang saya baca Siapa saja boleh mempelajari veda tidak memandang status sosial, tua muda, pintar bodoh. setiap orang yang ingin belajar, maka dia akan mendekati weda, karena weda adalah sumber pengertahuan seperti dalam kutipan sloka dibawah ini.
Yajur Veda XVI.18
“Yaatheram waçam kalyanim awadoni janebhyah,Brahma Rajanyabhyam çudraya caryaya ca siwaya caramayaca”
artinya :
Biar kunyatakan,di sini kitab suci ini kepada orang-orang banyak,kepada kaum brahmana,kaum ksatrya,kaum sudra,dan kaum waisya dan BAHKAN kepada orang-orangKu dan kepada mereka(orang-orang asing) sekalipun.ΓÇ¥
Sekian tanggapan dari saya
Om santih santih santih om
Terimakasih semua atas tanggapannya, dengan demikian saya sangat Bangga Andalah Generasi Hindu harapan Kedepan,
Inti yang ingin saya sampaikan Bahwa semakin banyak anda membaca dan berdiskusi maka akan ada banyak hal (pengetahuan) yang anda peroleh.
Inti yang ingin saya sampaikan Bahwa semakin banyak anda membaca dan berdiskusi maka akan ada banyak hal (pengetahuan) yang anda peroleh.
Perhatikan  Sarasamuccaya Sloka 39 berikut ini.
Ndan Sang Hyang Weda paripurnakena sira, makasadana sang hyang itihasa, sang hyang purana, apan atakut sang hyang weda ring akedik ajinya, ling nira kamung hyang, haywa tiki umara rikami, ling nira mangkana rakwa atakut.
Artinya :
Weda itu hendaklan dipelajari dengan sempurna dengan jalan mempalajari Itihasa dan purana, sebab Weda merasa takut dengan akan orang-orang yang sedikit pengetahuannya, sabdanya " wahai tuan-tuan, janganlah tuan-tuan datang kepadaku" demikian konon sabdanya, karena takut.