Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

Jumlah balasan: 16

Ass wr.wb

Sesi Pertemuan ke 5 ini,  Forum Diskusi wajib digunakan untuk semua peserta (Mhs/I Pascasarjana MM Kelas 2MM-01: (akan ada Point penilaian); waktu berdiskusi jam 10.30-23.30

 

Menyebutkan Nama dan NPM

Ketentuannya:

1. Diharapkan memberikan Kesimpulan dari Bacaan Materi dan  Video (Disesuaikan dg kemampuan masing-masing. Mhs/I pascasarjana yg semuanya jenius dan hebat...)

2. Tolong ditanggapi/berikan komentar kesimpulan dan saran-nya dari Bacaan Materi dan Video yang dikemukan oleh temannya (Boleh lebih dari 1)

3. Jawaban atau tanggapannnya diharapkan menyebutkan refrensi beserta tahun-nya.

 

 selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikann ibadah puasa..

sukses buat kalian semuanya


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh windarti win -
Nama : Windarti, NPM : 1922311026
Yth. Pak Doktor dan teman-teman yang saya rindukan..
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan lingkungan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain itu kita juga membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam menjalani hidup ini, akan tetapi Virus Corona saat ini telah mengubah kehidupan kita dan lingkungan kita, baik dari segi kesehatan, kebutuhan, keamanan dan kenyamanan, banyak sekali perubahan-perubahan signifikan yang kita alami, misalnya sebelum covid kita nyaman beribadah, nyaman pergi keluar rumah untuk bekerja, sekolah dan rekreasi, berinteraksi dengan tetangga dan handai taulan, sedangkan akibat ulah si corona ini saat ini kita menjadi ketakutan, mau ibadah ke masjid dilarang, mau bekerja dan sekolah tidak boleh apalagi mau pergi sekedar melepas kepenatan, akibatnya sekarang banyak kasus kejahatan merajalela, kelaparan meningkat dan stres juga tak kalah melanda masyarakat. Meski apapun yang terjadi kita harus tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk membantu sesama di lingkungan kita..pertanyaan saya :
1. Apa saja yang dilakukan Pemerintah dalam penanganan covid terhadap masyarakat menengah kebawah, karena kenyataannya masih ada kasus keluarga yang meninggal karena kelaparan akibat sosial distandcing?
2. Apa yang menjadi alasan pemerintah membebaskan narapidana di tengah pandemi covid 19?
terimakasih atas jawaban dan sarannya..mohon maaf atas segala kekhilafan...
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Benny Nugraha -
Nama : Benny Nugraha
NPM : 1922311003

Yth. Bapak Lukman, dan sahabat-sahabat GBE yang Luar Biasa

Terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk forum yang saya harapkan ini..
Saya sangat tertarik membahas tentang RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Omnibus Law merupakan Gagasan Pemerintah dalam menghadapi Pasar Bebas Ekonomi Asia atau biasa disebut MEA (Masyarakat Ekonomi Asia).
Sejatinya, Omnibus Law ini adalah stimulus Pemerintah untuk memunculkan Perusahaan Nasional agar lebih Produktif dan dapat berkembang menjadi Perusahaan Internasional.
Namun, ibarat dua sisi mata uang, para Oknum-oknum Tinggi Negara memanfaatkannya untuk Kepentingan Pribadi. Salah satu contoh, adalah rancangan pemangkasan izin AMDAL. Ini merupakan Isu yang sangat berpotensi menghancurkan Lingkungan dan Masyarakat sekitar yang terdampak oleh aktivitas usahanya. Bahkan, bukan tidak mungkin menimbulkan bencana daerah apabila rancangan pemangkasan izin AMDAL ini sampai benar-benar terealisasi tanpa adanya kajian akademis dan evaluasi pembahasan lebih lanjut.

Kemudian, perlindungan bagi pekerja. Melalui penerapan tanpa batas hubungan kerja kontrak dan outsourcing, sistem kolektivisme dalam hubungan industrial digeser ke arah individualisme. Dampaknya pekerja berstatus kontrak dan outsourcing secara pasti jumlahnya akan terus meningkat dan selanjutnya berdampak terhadap berkurangnya jumlah pekerja berstatus tetap.
Dengan disahkannya Pasal ini, maka sudah dipastikan akan terjadi gelombang Demonstrasi secara Masif untuk menuntut hak hidup sebagai manusia, bukan lagi berbicara tentang pekerja ata buruh.

Inilah Hikmah adanya Pandemi Covid-19,
Insya Allah segera selesai dan tidak menimbulkan efek besar yang berkesinambungan.

Terima Kasih atas kesempatan yang diberikan.

Wassalamu'alaikum.wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Evi Antika -
Nama : Evi Antika
NPM : 1922311007

Berikut tanggapan saya mengenai dampak dari Covid 19 terhadap lingkungan sosial,
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit yang ditimbulkan karena infeksi ini disebut Covid-19 virus corona ini dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus Corona adalah jenis baru coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini dapat menyerang siapa saja, bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui. Virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019.

Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menular ke wilayah lain di China bahkan ke beberapa negara lain, termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan Lockdown dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Namun tidak dengan Indonesia, sampai saat ini negara kita tidak menerapkan sistem lockdown seperti negara-negara lain. Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, alasan mengapa pemerintah Indonesia tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Hal itu berkaitan dengan keadaan perekonomian rakyat.

Karena di Indonesia banyak yang bekerja mengandalkan upah harian, itu menjadi salah satu kepedulian pemerintah agar aktivitas perekonomian dapat tetap berjalan. Untuk itu pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan interaksi sosial atau social distanding terkait dengan adanya penyebaran covid-19.

Hal itu juga didukung dengan kebijakan setiap kepala daerah di antaranya meliburkan sekolah dan menutup sementara tempat wisata, dan meliburkan pabrik untuk sementara waktu, untuk mencegah/menghambat penyebaran virus covid-19.

Lockdown artinya membatasi satu wilayah atau daerah dan itu memiliki implikasi ekonomi, social, dan keamanan. Maka dari itu kebijakan untuk menerapkan kegiatan lockdown belum bisa di terapkan saat ini. Namun sebagian sekolah, tempat pariwisata, dan pabrik telah di tutup untuk sementara.

Akibat dari penyebaran virus tersebut para pelajar dan mahasiswa diliburkan sampai waktu yang telah ditentukan, para pelajar tersebut tidak semata-mata di liburkan karena mereka juga diberikan kewajiban untuk belajar di rumah. Mereka diberi tugas rumah dan belajar online. Hal ini menjadi tugas tambahan bagi para orang tua, karena harus memantau perkembangan belajar anak di rumah.

Tempat-tempat pariwisata juga ditutup untuk sementara waktu, untuk memutuskan rantai penyebaran virus covid-19. Akibatnya tempat-tempat pariwisata tersebut mengalami kerugian. Dikarenakan tempat wisata yang sepi pengunjung namun pihak wisata masi harus tetap memenuhi biaya operasionalnya.

Di beberapa daerah pabrik garmen terpaksa harus diliburkan, karena orderan atau pesanan pun menjadi terbatas karena adanya wabah covid-19 ini. Ada beberapa pabrik yang meliburkan seluruh karyawannya, namun ada pula pabrik yang memberi kebijakan hanya sebagian saja karyawan yang di rumahkan, para karyawan tersebut akan di panggil kembali ketika orderan/pesanan di pabrik tersebut telah kembali normal.

Bagi karyawan atau buruh yang dirumahkan, mereka tidak mendapatkan gaji selama mereka dirumahkan, akibatnya keadaan perekonomian para karyawan atau buruh tersebut memburuk. Keadaan ini menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran, walaupun hanya sementara tetap saja bagi karyawan yang dirumahkan mereka kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan mereka untuk sementara waktu.

Salah satu alasan mengapa pabrik-pabrik meliburkan karyawannya karena banyak bahan baku yang dibutuhkan berasal dari luar negeri seperti Cina dan negara lainnya. Namun ada beberapa pabrik yang masi mempekerjakan karyawannya seperti biasanya.

Walaupun mereka tetap dapat bekerja dan memiliki penghasilan seperti biasanya, namun resiko yang mereka tanggung juga sangat tinggi, dari segi perekonomian mungkin mereka tercukupi tetapi resiko kesehatan yang mereka tanggung juga sangat tinggi. Karena mereka masi harus beraktivitas di satu ruangan yang terdapat banyak orang di dalamnya.

Salah satu pabrik garmen di sukabumi contohnya sebagian karyawannya dirumahkan karena orderan/pesanan yang di dapat perusahaan tersebut menurun akibat pandemi virus corona ini. Dan salah satu pabrik di daerah Bekasi yang meliburkan karyawannya untuk mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19. Tetapi ada juga sebagian pabrik yang terpaksa memutuskan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tersebut menunda produksi akibat pandemi virus corona ini.

Dampak dari penyebaran virus ini juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat, contohnya kunjungan para konsumen ke pusat perbelanjaan menjadi menurun sebagian konsumen lebih memilih untuk berbelanja secara online untuk menghindari penyeban virus ini. Akibatnya pasar dan pusat perbelanjaan menjadi sepi pengunjung.

Menurut para ahli kedokteran penyebaran virus Covid-19 sangatlah cepat, karena penuluran virus Covid-19 sering tidak sengaja dilakukan, contoh penularannya melalui benda merupakan media yang bisa menjadi cara penularan yang masif. Menurut penelitian Covid-19 dapat bertahan hidup tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.
Terimakasih...
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Masud Rifai -
Nama : MasΓÇÖud Rifai
NPM : 1922311016

A. KESIMPULAN UNTUK MATERI LINGKUNGAN SOSIAL
Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia atau homo sapiens, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang sistem kehidupan. Hidup ditandai dengan ΓÇ£eksistensi vitalΓÇ¥, yaitu dimulai dengan proses metabolisme, kemudian pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan adaptasi internal, sampai berakhirnya segenap proses itu bagi suatu ΓÇ£individuΓÇ¥ (Soerjani, 1988: 4)
Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya. Menurut Stroz (1987) lingkungan sosial meliputi ΓÇ£semua kondisi-kondisi dalam dunia yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkahlaku seseorang, termasuk pertumbuhan dan perkembangan atau life process, yang dapat pula dipandang sebagai penyiapan lingkungan (to provide environment) bagi generasi yang lainΓÇ£. Sedangkan menurut Menurut Amsyari (1986: 12) lingkungan sosial merupakan ΓÇ£manusia-manusia lain yang ada di sekitarnya seperti tetangga-tetangga, teman-teman, bahkan juga orang lain di sekitarnya yang belum dikenalΓÇ¥.
Dari kedua pengertian ini kita mendapatkan bahwa lingkungan sosial sangat penting untuk diperhatikan bagi entitas bisnis. Manusia secara biologis akan mencoba memenuhi segala kebutuhannya menyangkut kehidupan dirinya dan berlangsungnya keturunannya. Sedangkan secara sosial manusia akan membentuk budaya, dari pembentukan budaya ini kebutuhan manusia akan memiliki variasi sesuai pola interkasi yang dibangun antar manusia nya. Sebagai contoh untuk konsumsi makanan saja ada penduduk yang menggunakan nasi/beras sebagai bahan konsumsi utama ada juga yang bukan. Untuk transportasi ada yang cenderung menggunakan kendaraan mobil atau motor atau perahu tergantung budaya dan kondisi yang membentuk masyarakatnya. Karakteristik ini lah yang harus di perhatikan dalam lingkungan bisnis sehingga bisnis dapat berjalan seiring dengan kebutuhan lingkungan sosial nya. Dengan seperti ini keberlanjutan entitas Bisnis akan terus dapat dipertahankan.

B. TANGGAPAN DAMPAK PANDEMIC COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL
Ancaman Pandemic Covid telah melanda ke seluruh negara, akibat yang ditimbulkan oleh pandemic ini sangat luar biasa yaitu kematian. WHO mencatat per 1 Mei 2020 jumlah penduduk yang terkena virus covid-19 sebanyak 3.181.642 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 224.301 orang. Jumlah orang meninggal akibat virus ini terbesar berada di negara Amerika Serikat sebanyak 55.337 orang, Itali sebanyak 27.967 orang, dan Inggris sebanyak 26.771 (WHO, 2020). Di Indonesia sendiri BNPB mencatat per tanggal 1 Mei 2020 jumlah orang yang terkena virus Covid-19 sebanyak 10.551 orang dengan jumlah penduduk yang sembuh sebanyak 1.591 orang dan yang meninggal sebanyak 800 orang atau 7,5 % dan (BNPB, 2020). Ketiga negara yang paling besar penduduknya meninggal merupakan negara yang masuk kategori negara maju. Dimana pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan mereka lebih baik dibanding negara lainnya. Fakta ini membuka mata semua negara bahwa pandemic ini sangat berbahaya. Oleh karena itu masing-masing negara membuat kebijakan untuk mengurangi kematian akibat pandemic. Saat ini di Indonesia, kebijakan penyelamatan terhadap pandemic covid dilakukan dengan social distancing dan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).
Kebijakan ini tentu berdampak banyak terhadap perubahan lingkungan sosial penduduk. Berdasarkan hasil survei snapshot Lippi (2020). Pandemic covid menyebabkan 17% penduduk kehilangan pekerjaannya, 65 % bekerja di rumah, hanya 18 persen yang merasa tidak berdampak. Lebih dalam lagi apabila diamati ke pendapatan yang diterima Lippi juga menemukan bahwa 53 persen penduduk pendaptannya menurun. Selain itu menurut survei yang dilakukan lembaga survei AC Nielsen adanya wabah pandemic juga mengubah perilaku konsumsi penduduk. Dalam rilisnya Nielsen mengatakan sejak diberlakukannya imbauan tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekitar 30% konsumen merencanakan untuk lebih sering berbelanja secara daring (online). Kebijakan ini juga mempengaruhi kepemirsaan televisi yang mencatat peningkatan rating dari 2,6% pada 8 Maret 2020 menjadi 13,6% pada 15 Maret. Peningkatan rating tertinggi terjadi pada segmen pemirsa berusia lebih muda yaitu 5-9 tahun yang meningkat 23 % dan segmen pemirsa usia 15-19 tahun yang meningkat 22%. Baca Juga: Ini strategi bertahan bagi pelaku UKM di tengah penjualan tertekan corona. Dari sisi konsumsi, sebanyak 49% konsumen menjadi lebih sering memasak di rumah. Tak pelak hal ini mendorong kenaikan pertumbuhan penjualan bahan pokok seperti telur yang naik 26%, daging yang mengalami kenaikan penjualan 19%, permintaan daging unggas naik 25%, serta penjualan buah dan sayur yang meningkat 8%. Kategori produk seperti bumbu masak dan farmasi menunjukkan pertumbuhan penjualan tertinggi di segmen ritel masing-masing 44% dan 48%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kategori produk lainnya. Nielsen juga mengungkapkan, akibat Covid-19 masyarakat Indonesia jadi lebih cenderung berbelanja di pasar modern. Kemudian Nielsen juga menemukan bahwa secara nasional, konsumen kelas atas menjadi lebih banyak berbelanja di hypermarket/supermarket. Sementara tren di wilayah Jakarta dan sekitarnya berbeda, dimana tidak hanya dari kelas atas, tapi konsumen dari kelas menengah dan bawah juga lebih banyak berbelanja di hypermarket/supermarket, (di Kutip dari harian Kontan 8 April 2020).
Dari fakta-fakta ini pandemic sangat berpengaruh merubah lingkungan sosial penduduk ke New Normal baru, yaitu pola kehidupan pada masa pandemic. Bukan hanya pola hubungan sosialnya yang berubah, termasuk barang yang dikonsumsinya juga berubah. Perubahan New Normal ini harus disikapi cepat oleh entitas bisnis agar bisnisnya dapat beratahan pada masa pandemic ini. Baik dengan membentuk new produk atau merubah cara memasarkan produk. Ada peluang disetiap tantangan.


Daftar Referensi
1. https://covid19.who.int/
2. https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-1-mei-2020
3. https://nasional.kontan.co.id/news/ini-perubahan-perilaku-konsumen-indonesia-saat-pandemi-corona 8 April 2020
4. LIPPI-LD UI-ΓÇ£Dampak Darurat Virus Corona terhadap buruh dan KaryawanΓÇ¥, 2020
5. Masgawati, Desti Irja, Widiastuti, FAKTOR ORANG TUA TIDAK MENYEKOLAHKAN ANAKNYA KEJENJANG YANG LEBIH TINGGI DI DESA BINUANG KECAMATAN BANGKINANG, Jurnal Online Mahasiswa Vol 4, No. 2 Tahun 2017
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh I WAYAN ADI INDRA GAUTAMMA -
Nama : I Wayan Adi Indra Gautamma
NPM : 1922311012

Banyaknya korban jiwa akibat wabah virus ini akan secara alami melahirkan masyarakat baru yang lebih emati, lebih peduli terhadap kesehatan, dan lebih waspada untuk bepergian keluar rumah. Dampak sosial yang diakibatkan adanya wabah COVID-19 ini akan merubah banyak aspek sosial masyarakat. Semula kita terbiasa beribadah dan bersilaturahmi di tempat ibadah, kini kita terpaksa beribadah di rumah masing-masing. Perubahan pola konsumsi pun akan berubah seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya. Sehingga masyarakat akan memprioritaskan kebutuhan pokok dan mengurangi pembelian barang yang tidak perlu atau tidak prioritas.

Pemerintah RI pun berencana akan membuka lahan gambut di Kalimantan untuk dijadik area persawahan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan yang telah di predisi oleh organisasi pangan dunia. Upaya upaya seperti ini tentu akan membantu mengurangi dampak dari wabah covid.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=YVEsC34lWGQ
Sebagai balasan I WAYAN ADI INDRA GAUTAMMA

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh rio yulianda -
Nama: Rio Yulianda NPM: 1922311021

Namun ada beberapa hal yang perlu kita waspadai apabila wabah ini berlangsung dalam waktu yang lama. Sejauh mana kita dapat bertahan dalam kondisi tersebut? Tentu akan berimbas pada sektor ekonomi yang kemungkinan dapat memicu kesenjangan sosial. Untung nya negara Indonesia memiliki daya tahan yang tangguh, setidaknya masyarakat desa masih mampu bertahan dalam beberapa bulan meskipun tidak adanya pemasukan.

SOLUSI: pemerintah harus mampu segera mungkin dapat meredam laju penyebaran covid-19. Meminimalisisr kemungkinan-kemungkinana buruk yang akan terjadi. Mendorong peluang-peluang usaha yang baru di pedesaan, merangsang marketplace anak bangsa untuk mengambil momentum meningkatnya berbelanja online di di perkotaan dan pedesaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Septi Dwi Kurnia -
Assalamualaikum Bapak lukman dan teman-teman semua..

Bismillahirohmanirrohim
Nama : Septi Dwi Kurnia
NPM : 1922311023

Izin bergabung pada forum diskusi tentang "Dampak dan Solusi Covid-19 Terhadap Lingkungan Sosial di Indonesia".
Kasus pendemi Covid-19 di Indonesia sekian hari terus meningkat. Pendemi Covid-19 di Indonesia memiliki dampak Multi Sektor, dari Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, hingga aktivitas beribadah di masyarakat. Dampak pada sektor-sektor tersebut kian hari mulai dirasakan masyarakat karena menyangkut persoalan kesejahteraan sosial masyarakat. Kesejahteraan sosial masyarakat disini berkaitan dengan Kesehatan, Kondisi ekonomi domestik rumah tangga, rasa aman-nyaman, serta kualitas hidup yang baik.

Pandemi Covid-19 merupakan bentuk bahaya (hazard) yang memiliki potensi mengancam segala asfek kehidupan masyarakat. Kondisi kerentanan sosial menjad realitas nyata yang terjadi pada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, kerentanan sosial menjadikan kondisi ketahan masyarakat mengalami guncangan. Ketahanan masyarakat berkaitan dengan kemampuan dari masyarakat untuk dapat menggunakan sumber daya yang tersedia dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan fungsinya. Namun kondisi saat ini justru menjadikan penurunan produktivitas, mata pencaharian terganggu, dan munculnya gangguan kecemasan sosial di masyarakat (kepanikan).

Hal inilah yang menyebabkan mengapa Physical Distancing tidak berjalan efektif dimana khususnya masyarakat yang memiliki status pekerjaan informal yang sumber pemasukan ekonominya didapat sehari-hari dan tidak memiliki gaji pokok tetap (misal : pedagang dan ojeg online). Selain masalah pekerjaan faktor lain yang membuat interuksi Physical Distancing tidak efektif karena faktor karakteristik kultural masyarakat, dan kebijakan pemerintah yang tidak tegas bahkan cenderung mempertontonkan ego sektoral antar lembaga pemerintahan, baik pusat dan daerah.

Dampak kerentanan sosial dapat membuat masyarakat melakukan tiga tindakan yang saling terkai, yaitu tindakan apatis, tindakan irasional, dan tindakan kriminal.
Pertama, Tindakan Apatais. Pada tindakan ini masyarakat tidak peduli dengan intruksi pemerintah untuk Physical Distancing dan tidak pulang ke kampung halamannya (Mudik), hal ini justru menambah perluasan penyebaran wabah Covid-19.
Kedua, Tindakan Irasional. Pada tindakan Irasional tidak sedikit masyarakat meyakini berbagai bahan obat dan metod pencegahan agar tidak terkena Covid-19 sekalipun belum ada bukti penelitian ilmiahnya. Tindakan Irasional lainnya yaitu Panic Buying. Panic buying menjadi respon masyarakat untuk tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dan justru malah membuat berbagai harga kebutuhan melonjak tinggi dan menjadi langka karena adanya penimbunan ilegal.
Ketiga, Tindakan Kriminal. Hal yang paling dikhawatirkan dari kerentanan sosial atas pandemi Covid-19 adalah tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum masyarakat sebagai dampak kerentanan sosial yang dihadapainya dimana masayarkat yang tidak memiliki akses kapital dengan baik maka jalan singkat yang beresiko akan dilakukannya.

Hal yang setidaknya perlu menjadi pertimbangan bagi pemerintah saat kebijakan Physical Distancing harus memperhatikan sejauh mana masalah-masalah sosial ini dapat teratasi, sejauh mana kebutuhan-kebutuhan dasar pada masyarakat dapat terpenuhi, sejauh mana kesempatan untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat dapat disediakan dan sejauh mana masyarakat tidka mengalami ketergantungan setelah kebijakan ini berakhir. Oleh karena itu sebelum pemerintah menjalankan kebiajakan Physical Distancing, khususnya karantina wilayah / Lockdown, terlebih dahulu menyiapkan strategi antisipasi dari potensi kerentanan sosial yang akan terjadi di masyarakat agar tidak menghasilkan masalah baru.

Semoga Pandemi Covid-19 dapat teratasi dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sosial ekonomi seperti biasanya. Dimana masyarakat dapat saling berjabat tangan, saling duduk berdekatan, saling tidak curiga kalau ia adalah Carierr Covid-19, dan yang paling penting masyarakat dapat kembali mengadakan kegiatan ibadah yang sama. Pada akhirnya kita semua dapat menjalankan fungsi sosial sebagai masyarkat dan individu pada umumnya. Sebab hakikatnya manusia adalah makhluk sosial.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Ikke Yuliani -
Ikke yuliani
Saya tertarik dampak covid-19 terhadap lingkungan demografi khususnya berkenaan dengan Bonus demografi dan kebiajakn socail distancing ini. Indonesia saat ini telah memasuki fenomena bonus demografi. Yaitu, suatu fenomena dimana Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk usia produktif (5-64 tahun) secara signifikan. Berdasarkan paparan Surya Chandra anggota DPR Komisi IX, dalam seminar masalah kependudukan di Indoensia di Fakultas Kedoketran Universitas Indonesia, usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya 30 persen adalah penduduk dengan usia non produktif. Dibawah 15 tahun dan diatas 65 tahun. Bila dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta. Sementara, penduduk non produktif hanya 60 juta. (Andini, Rosary Putri : www.kompasiana.com)
Upaya pengoptimalan bonus demografi ini memerlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dan lembaga terkait. Serta, pemerintah sebagai agent of development untuk mencetak penduduk usia produktif yang memiliki kualitas unggul. Dimana penduduk usia produktif tersebut memiliki kompetensi unggul dalam bidang masing-masing, dan mampu berkompetisi dalam kancah nasional maupun internasional. Untuk mencetak penduduk usia produktif yang berkualitas tersebut, seluruh elemen masyarakat serta pemerintah harus segera berbenah. Khususnya dalam bidang pendidikan. Penduduk usia sekolah harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan merata ke seluruh penjuru Indonesia. Namun tantangan ini semakin besar dengan adanya pandemic covid-19. Proses belajar mengajar saat ini banyak dilakukan secara online dimana secara teoritis sebagian besar pelajar belum siap dengan hal ini. Hal ini tentu akan berlawanan dengan upaya meningkatkan kualitas SDM dalam menyambut bonus demografi.
Sebagai balasan Ikke Yuliani

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Rusdee Chemoh -
Assalamualaikum wr.wb
NAMA: Rusdee Chemoh
NPM: 1922311018

Demografi yaitu merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu dari keadaan dan sikap manusia yang dapat diukur yaitu meliputi perubahan secara umum, fisik dan kondisi moral. Demografi juga mempelajari jumlah, persebaran, teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut, yang biasanya timbul karena peristiwa kelahiran, kematian dan migrasi (gerak teritorial) dan mobilitas status.
Virus Corona adalah jenis baru coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini dapat menyerang siapa saja, bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menular ke wilayah lain bahkan ke beberapa negara lain, termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan Lockdown dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Corona
Virus corona yang tengah merebak menjadi perhatian masyarakat dunia. Hal itu dikarenakan dampak dari virus tersebut bisa menyebabkan kematian, dan ini sudah ditemukan di beberapa negara.

Virus Corona saat ini telah mengubah kehidupan kita dan lingkungan kita, baik dari segi kesehatan, kebutuhan, keamanan dan kenyamanan.
Karena di Indonesia banyak yang bekerja mengandalkan upah harian, itu menjadi salah satu kepedulian pemerintah agar aktivitas perekonomian dapat tetap berjalan. Untuk itu pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan interaksi sosial atau social distanding terkait dengan adanya penyebaran covid-19.

Walaupun mereka tetap dapat bekerja dan memiliki penghasilan seperti biasanya, namun resiko yang mereka tanggung juga sangat tinggi, dari segi perekonomian mungkin mereka tercukupi tetapi resiko kesehatan yang mereka tanggung juga sangat tinggi. Karena mereka masi harus beraktivitas di satu ruangan yang terdapat banyak orang di dalamnya.

Dampak dari penyebaran virus ini juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat, contohnya kunjungan para konsumen ke pusat perbelanjaan menjadi menurun. Akibatnya pasar dan pusat perbelanjaan menjadi sepi pengunjung.

Wassalamu'alaikum.wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh irvan oktapia -
Assalamualaikum Wa. Wb. Bapak…

Bismillahirohmanirrohim

Nama : Irvan Oktapia Akbar
NPM : 1922311011

Mohon izin menanggapi diskusi tema " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan Sosial di Indonesia".

Kesimpulan Lingkungan Sosial

Lingkungan Sosial adalah bahwa adanya dengan berbagai interaksi sosial di dalam individu dan kelompok dalam masyarakat. Bahkan dalam lingkungan sosial tidak dapat dibedakan dari aspek nilai dan norma yang berlaku. Selain itu, lingkungan sosial terkait dengan lingkungan alam (ekosistem) dan lingkungan buatan atau struktur ruang. Menurut Amsyari (1986: 12) lingkungan sosial merupakan ΓÇ£manusia-manusia lain yang ada di sekitarnya seperti tetangga-tetangga, teman-teman, bahkan juga orang lain di sekitarnya yang belum dikenalΓÇ¥.
Masyarakat pada umumnya tidak terlepas dari keadaan sosial yang terjadi dalam kehidupan, sebab masyarakat adalah zoon politicon atau masyarakat sosial yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain, saling berinteraksi untuk mencapai tujuan hidup, contoh kondisi sosial adalah masalah pendidikan, masalah kesehatan, masalah narkoba, ketersediaan pasokan pangan, dan pengangguran tingkat kejahatan. Kondisi sosial masyarakat Indonesia masa kini pula adalah terjadi banyak perubahan dalam perilaku sosialnya. Hal ini disebabkan oleh modernisasi yang berkembang di Indonesia. Indonesia sendiri sudah mampu menciptakan alat-alat teknologi yang praktis dan efisien seperti layaknya yang ada di kehidupan sehari-hari seperti televisi, telepon genggam, komputer, laptop, dan lainnya. Dari kajian pengertian diatas kita dapat simpulkan bahwa lingkungan sosial sangat penting untuk diperhatikan bagi lajunya pertumbuhan ekonomi dimana manusia secara biologis selalu mencoba memenuhi segala kebutuhannya menyangkut kehidupan dirinya yg dipengaruhi oleh karakter sosial dan budaya dari lingkungan sosial.
DAMPAK PANDEMIC COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL
Pandemi global COVID-19 juga telah mengubah lingkungan sosial masyarakat. Adanya wabah ini membuat semua elemen bekerja sama mengatasi virus corona. Di Indonesia sendiri telah ada bantuan atau donasi yang banyak digalakkan mulai dari kalangan selebriti, pengusaha, hingga masyarakat umum.
Dukungan dan gerakan physical distancing juga turut mengubah kebiasaan hidup masyarakat. Dengan menjaga jarak antar individu, kita dibentuk dengan kebiasaan untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri serta orang lain. Wabah ini juga telah mengubah pola pikir masyarakat untuk hidup sehat.




Solusi

Sesuai dengan teori modal sosial bahwa dalam suatu masalah besar di dalam masyarakat membutuhkan nilai-nilai sosial. Artinya, dibutuhkan suatu kerjasama seluruh kelompok sosial dalam menyelesaikan masalah tersebut. Modal sosial dapat dijadikan sebagai barang publik oleh pemerintah sebagai jaringan horizontal yang menjadi eksistensi dalam masyarakat. Modal sosial mampu mengarahkan masyarakat untuk sadar berkonstribusi dalam menyelesaikan masalah yang ada.
Menurut Robert Putnam, modal sosial menjadi penyegar dalam kehidupan sosial yang secara subtansi memiliki kepercayaan bertindak secara bersama dalam mewujudkan suatu tujuan bersama. Tujuan saat ini yang diperlukan melawan virus corona dalam mencegah dan menangani permasalahan di dalam masyarakat. Terciptanya stabilitas kehidupan menjadi motivasi besar dalam melawan virus ini. Pemerintah dalam menerapkan modal sosial dalam menyelesaikan masalah virus ini, tentu adanya kebijakan dan progam yang efektif dalam menggerakan masyarakat untuk ikut terarah dalam proses penyelesaian masalah ini, tidak lupa, masyarakat untuk bisa terbuka dalam kerjasama setiap kebijakan dan progam yang telah ditetapkan pemerintah guna mempercepat penanganan dan pencegahan virus corona untuk kembali merasakan situasi kondusif. Solidaritas masyarakat tentu menjadi faktor penting dalam modal sosial untuk bersama-sama melawan Covid-19. Masyarakat untuk berfokus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi mobilitas kerumunan dalam masyarakat untuk terhindar dari virus tersebut. Kebijakan pemerintah untuk beraktivitas di rumah dan direspon baik oleh masyarakat menjadi salah satu contoh kekuatan modal sosial yang ampuh dalam menyelesaikan pandemi ini, terutama saat ini, masyarakat telah melakukan kampanye #dirumahsaja yang dibarengi dengan tindakan kongkret untuk melakukan aktivitas di rumah dalam menjaga kesehatan.
Teori modal sosial yang telah dilakukan di Indonesia mengajarkan arti penting saling gotong royong dengan kesadaran yang tinggi dibarengi jiwa saling mendukung menjadi langkah konstruktif dan solutif yang mampu menyelesaikan permasalahan besar Pandemi global COVID-19 ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Ikke Yuliani -
Ikke Yuliani
Saya ingin melengkapi pengaruh Covid terhadap lingkungan Sosial dari sisi penggunaan internet menurut Telkomsel Sebelum kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) imbas corona, traffic puncak biasanya terjadi di sore dan malam hari. Indihome juga mencatat peningkatan penggunaan internet di malam hari sebesar 12 persen. Tak hanya itu, Indihome mencatat platform edukasi digital bertumbuh hampir 2900 persen di saat pemberlakuan. Layanan platform edukasi digital miliki Indihome, Indihome Study mencatat peningkatan traffic sebesar 2859 persen. Sedangkan platform edukasi digital Ruangguru meningkat 400 persen. Platform edukasi digital, pembatasan aktivitas di luar rumah juga membuat penggunaan aplikasi konferensi video meningkat hampir 9000 persen. Aplikasi konferensi video milik Indihome, UMeetMe meningkat 8900 persen, sementara penggunaan Zoom meningkat 3800 persen. (CNN, 2020)
Sebagai balasan Ikke Yuliani

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh windarti win -
nama : windarti, NPM : 1922311026
izin menambahkan..Wabah corona menjadi ketakutan kita bersama. Namun, jangan sampai wabah ini merenggut cara kita memanusiakan sesama. Selain mengedepankan aspek materiil seperti menjaga perilaku hidup sehat, mengenakan masker, berolahraga rutin, dan asupan bergizi, aspek non materiil juga perlu dipelihara seperti etika sosial kita terhadap sesama yang tercermin dari sikap peduli, saling pengertian, dan aware dengan lingkungan sosial kita.
Corona mungkin bisa merenggut nyawa manusia, tetapi ada satu hal yang tidak bisa direnggut olehnya; kemanusiaan.
Sebenarnya rasa cemas dan ketakutan pada diri masyarakat atas wabah virus corona adalah hal yang manusiawi. Namun hal ini jika tidak diatasi, secara sosiologis akan menimbulkan disorganisasi dan disfungsi sosial di masyarakat. Perlu dipahami, ciri otentik dari masyarakat adalah kedinamisan dalam perubahan di tatanan sosialnya saat mendapat stimulus tertentu ΓÇô dalam hal ini rasa takut atas wabah virus corona. Kondisi perubahan ini bersifat interpenden. Artinya, sulit untuk dapat membatasi perubahan ΓÇô perubahan pada masyarakat karena masyarakat merupakan mata rantai yang saling terkait. Oleh karena itulah, diorganisasi dan disfungsi sosial menjadi suatu keniscayaan.
isorganisasi pada masyarakat akan mengarah pada situasi sosial yang tidak menentu. Sehingga dapat berdampak pada tatanan sosial di masyarakat. Wujud nyatanya berupa prasangka dan diskriminasi.
Hal ini bisa kita lihat bagaimana reaksi masyarakat saat ada warga Indonesia positif terjangkit virus corona. Misalnya, ada masyarakat yang mulai membatasi kontak sosialnya untuk tidak menggunakan angkutan umum, transportasi online, dan menghindari berinteraksi diruang sosial tertentu (seperti pasar dan mall) karena kuatir tertular virus corona. Prasangka masyarakat ini tentu memiliki alasan logis. Sebab dalam perspektif epidemiologi, terjadinya suatu penyakit atau masalah kesehatan tertentu disebabkan karena adanya keterhubungan antara pejamu (host) ΓÇô dalam hal ini manusia atau makhluk hidup lainnya, penyebab (agent) ΓÇô dalam hal ini suatu unsur, organisme hidup, atau kuman infektif yang dapat menyebabkan terjadinya suatu penyakit, serta ingkungan (environment) ΓÇô dalam hal ini faktor luar dari individu yang dapat berupa lingkungan fisik, biologis, dan sosial. kondisi keterhubungan antara pejamu, penyebab dan lingkungan adalah suatu kesatuan yang dinamis yang jika terjadi gangguan terhadap keseimbangan hubungan diantaranya, inilah yang akan menimbulkan kondisi sakit.(Kenneth J.Rothman,dkk,dalam buku modern epidemiology)
Berawal dari prasangka, akhirnya dapat muncul sikap diskriminasi. Sikap diskriminasi yang paling nyata terjadi berupa kekerasan simbolik. seperti tidak mau menolong orang lain secara kontak fisik langsung dengan orang yang diduga terjangkit virus corona. Selain disorganisasi sosial, disfungsi sosial juga terjadi akibat rasa takut atas wabah virus corona. Disfungsi sosial membuat seseorang atau kelompok masyarakat tertentu tidak mampu menjalankan fungsi sosialnya.individu sebagai makhluk sosial mulai membatasi kontak sosialnya dengan tidak mau menolong orang yang belum tentu positif terjangkit virus corona. Disfungsi sosial membuat individu justru mengalami gangguan pada kesehatannya. Dalam perspektif sosiologi kesehatan, kondisi sehat jika secara fisik, mental, spritual maupun sosial dapat membuat individu menjalankan fungsi sosialnya. Jika kondisi sehat ini terganggu ΓÇô dalam kasus ini terganggu sosialnya. Tentu individu ini dinyatakan sakit. Kondisi sakit di sini sebagaimana yang dikemukakan Talcott Parsons (1951) dalam bukunya ΓÇ£The Social SystemΓÇ¥, bahwa ia tidak setuju dengan dominasi model kesehatan medis dalam menentukan dan mendiagnosa individu itu sakit. Bagi Parsons, sakit bukan hanya kondisi biologis semata, tetapi juga peran sosial yang tidak berfungsi dengan baik. Parsons melihat sakit sebagai bentuk perilaku menyimpang dalam masyarakat. Alasannya karena orang yang sakit tidak dapat memenuhi peran sosialnya secara normal dan karenanya menyimpang dari norma merupakan suatu yang konsensual. Lalu apa wujud kondisi sakit secara sosial ini? Diorganisasi dan disfungsi sosial. Terjadinya diorganisasi dan disfungsi sosial akan memicu efek bola salju (snowball effect) pada sektor kehidupan lainnya. Efek paling nyata adalah bidang ekonomi. Dampak dari diorganisasi dan disfungsi sosial karena wabah virus corona, membuat individu atau kelompok masyarakat mengalami penurunan produktivitas kegiatan ekonominya. Mulai dari kegiatan produksi, hingga kegiatan konsumtif. Penurunan produktivitas kegiatan ekonomi warga negara akan berdampak pada tingkat pertumbuhan ekonomi negara.
Solusi : perlu upaya yang terintegrasi dalam pendekatan penanganan wabah virus corona ini. wabah virus corona yang mempunyai dampak, menciptakan kematian ,penyakit, kekurangnyamanan, kekurang-puasan, serta kemelaratan, Dengan dampak yang ditimbulkan oleh wabah Virus ini yang sangat lah serius, Oleh karena itulah untuk menanggulangi wabah virus corona tidak hanya dilakukan dengan intervensi dibidang kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara terpadu (lintas sektoral),seperti melakukan Intervensi sosial Intervensi sosial dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kondisi masyarakat yang disorganisasi dan disfungsi sosial. Dengan adanya intervensi sosial, diharapkan dapat memperbaiki fungsi sosial atau mencegah individu atau kelompok masyarakat tertentu mengalami disfungsi akibat fenomena wabah virus corona. Intervensi sosial yang dapat dilakukan oleh negara, antara lain: memberikan pelayanan sosial, pelayanan fisik, pelayanan psikososial, pelayanan ketrampilan dalam mencegah agar tidak terjangkit virus corona atau ketrampilan hidup sehat, pelayanan spiritual, pelayanan pendampingan, pelayanan advokasi, Semoga hal ini bisa kita wujudkan bersama,saatnya kita semua bersatu untuk bersama sama, melawan wabah virus ini,dan dampak dampak yang ditimbulkan, dengan satu harapan semoga badai ini cepat segera berlalu…, Aamiin.

https://infobanua.co.id/2020/04/wabah-virus-covid-19-dan-perilaku-sosial-masyarakat/
Sebagai balasan windarti win

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Imron Samaae -
Nama : Imron Sama-Ae
NPM : 1922311017
Assalamualaikum pak Lukman, selamat malam

Demografi adalah studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistik lain. Lingkungan demografi menjadi minat utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat membentuk pasar.

Lingkungan sosial ialah interaksi diantara masyarakat dengan lingkungan, ataupun lingkungan yang juga terdiri dari makhluk sosial atau manusia. Lingkungan sosial inilah yang kemudian membentuk suatu sistem pergaulan yang memiliki peranan besar di dalam membentuk sebuah kepribadian seseorang, dan kemudian terjadilah sebuah interaksi diantara orang atau juga masyarakat dengan lingkungannya. Lingkungan sosial dari seseorang pertama kali dibentuk di dalam sebuah lingkungan keluarga, dan kemudian lingkungan keluarga yang menjadi media pertama yang memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang dan yang paling utama yaitu anak-anak. Karena di dalam lingkungan keluarga setiap anggota dari keluarga terutama anak-anak diberikan berbagai macam pendidikan supaya mampu menjadi seorang anak yang mandiri.


Sejak Coronavirus Disease 2019 atau lebih sering dikenal dengan COVID-19 menjadi wabah di hampir seluruh negara di dunia, persediaan masker, larutan pembunuh kuman, dan alat pelindung lainnya mengalami kelangkaan. Hal ini disebabkan oleh penimbunan yang dilakukan oleh masyarakat dalam rangka mencegah penularan virus tersebut.
Penyebaran virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat turut memukul perekonomian negara Indonesia. Hampir semua sektor perekonomian nasional mengalami perlambatan. Bahkan, ada kekhawatiran virus corona akan menyebabkan krisis ekonomi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. perekonomian dunia dan Indonesia terdampak penyebaran virus corona. Bahkan proyeksi ekonomi dunia direvisi dipangkas karena pandemi corona. Sementara dampak ke ekonomi Indonesia dimulai dari sektor pariwisata. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, selain sektor pariwisata ada sektor perdagangan ekspor impor yang terganggu

Virus corona tidak hanya memiliki dampak kesehatan. Dampak virus corona bagi perekonomian Indonesia juga tidak kecil. Dikutip dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 2,3%. Bahkan, dalam situasi terburuk, ekonomi bisa minus hingga 0,4%. Penyebab dari hal ini di antaranya adalah turunnya konsumsi dan investasi, baik dalam lingkup rumah tangga maupun lingkup pemerintah.
Wassalamu'alaikum.wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh Dian Prio Utomo -
Nama : Dian Prio Utomo
Npm : 1922311005

Lingkungan sosial adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya macam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai serta norma yang sudah mapan, serta terkait dengan lingkungan alam dan lingkungan binaan atau buatan (tata ruang). Menurut Purba (2002: 13-14)
komponen-komponen lingkungan social
1. Pengelompokan sosial, ialah berbagai macam orang yang membentuk persekutuan atau pengelompokan sosial yang dilandasi hubungan kekerabatan (genealogical based relationship), seperti keluarga inti atau batih, marga atau klen, suku bangsa dan lain-lain.
2. Penataan sosial, penataan sosial sangat diperlukan untuk mengatur ketertiban hidup dalam masyarakat yang mempersatukan lebih dari satu orang. Penataan itu dapat berupa aturan-aturan sebagai pedoman bersama dalam menggalang kerja sama dan pergaulan sehari-hari antar anggotanya. Setiap orang harus jelas kedudukannya dan peran-peran yang harus dilakukan, dan mengetahui apa yang harus diberikan dan apa yang dapat diharapkan dari pihak lainnya
3. Pranata sosial, kebanyakan pranata sosial dikembangkan atas dasar kepentingan penguasaan lingkungan permukiman yang amat penting artinya bagi kelangsungan hidup masyarakat yang bersangkutan. Berbagai peraturan dikembangkan untuk menyisihkan orang-orang yang bukan anggota kesatuan sosial yang bersangkutan. Mereka tidak mempunyai hak dan kewajiban yang sama atas penguasaan sumber daya alam yang tersedia seperti anggotanya.
4. Kebutuhan sosial, lingkungan sosial itu terbentuk didorong oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagaimana diketahui, bahwa tidak semua kebutuhan hidup manusia itu bisa terpenuhi oleh seorang diri, terutama kebutuhan sosial (social needs). Karena itu pemenuhan kebutuhan hidup yang mendasar (basic needs) senantiasa menimbulkan kebutuhan sampingan (drived needs).

Dari penjelasan tentang lingkungan social adalah berlangsungnya macam-macam interaksi sosial antara manusia dengan manusia, dengan adanya Virus Covid-19 pemerintah membuat kebijakan atau aturan tentang tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun sosial (social distancing) bahkan melakukan lockdown (karantina wilayah) maka kebutuhan social manusia tidak terpenuhi sehingga memicu tindakan kriminalitas meningkat dan masyarakat tidak mengindahkan peraturan yang ada demi mencukupi kebutuhan sosialnya. Dengan demikian pemerintah harus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan social masyarakat selama bencana wabah Virus-19 belum teratasi. Dan meningkatkan sosialisasi-edukasi-persuasi sampai ke tingkat desa bahkan ditingkat RT tentang bahayanya virus covid-19.
Sebagai balasan Dian Prio Utomo

Re: Forum diskusi dengan Tema 2 " Dampak dan Solusi COVID-19 Terhadap Lingkungan sosial di Indonesia "

oleh lukmanul hakim -
baik, semua-nya - pertahankan Analisa: bahwa untuk kesimpulan didominasi pada pembahasan secara komplek dan untuk saran pada data-data yang update: sukses utk mahasiswa/I pasacasarjana yang cerdas terkhusus kelas 2 MM-01: good

saya berikan nilai rata-rata untuk diskusi dengan huruf A