Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

Jumlah balasan: 33

Forum diskusi dengan Tema "Peranan K3 terhadap Fenomena COVID-19, dampak dan Solusi di Indonesia terutama Bandar Lampung"

1. Menyebutkan Nama dan NPM

2. Wajib Memberikan kesimpulan dari Materi dan  Video

3. Tanggapi/komentari hasil dari kesimpulan, jika itu harus di komentari 

4. Kesimpulan, Jawaban atau tanggapannnya menyebutkan sumber/refrensi beserta tahun-nya.

Penting!

fokus di forum diskusi ini, Yang aktif diskusi akan mendapatkan NILAI.

Bapak Yaqin kalian Pintar dan Jenius,  sukses buat semuanya



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Aurelia Salsabila -
Nama : Aurelia Salsabila
NPM : 1812110141

Tanggapan saya seperti ini:
Tantangan seperti yang ditimbulkan oleh pandemi
COVID-19 hanya dapat diatasi jika ada respons
global dan terkoordinasi dengan kerja sama yang
kuat, jauh lebih kuat dari sebelumnya, antara pemerintah, mitra sosial, asosiasi, organisasi Internasional, lembaga ekonomi dan keuangan di semua tingkatan. Banyak aspek yang perlu disatukan untuk mengurangi dampak krisis kesehatan ini pada dunia kerja, keselamatan
dan kesehatan kerja tetap menjadi investasi
utama untuk melindungi kesehatan pekerja dan
memastikan kelanjutan usaha.

Resource : artikel k3 menghadapi pandemi International Labour Organization
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Ni made Subakti -
Nama:Ni Made subakti
Npm:1712110205
Menurut kesimpulan dari pendapat saya
Dalam menghadapi krisis COVID-19, tindakan pencegahan dan pengendalian kerja yang efektif
memiliki efek positif pada kelangsungan usaha dan pekerjaan. Untuk mengaktifkan kembali dan
melanjutkan produksi, perusahaan perlu mengelola risiko K3, karena hal tersebut membantu
mencegah atau menghindari wabah yang lebih parah, yang dapat menyebabkan lebih banyak
gangguan ekonomi dan sosial. dan mematuhi persyaratan hukum. Ini mungkin memerlukan
pengaturan teknik dan administrasi khusus (misalnya, memastikan jarak fisik). Wabah di tempat
kerja baru dapat menyebabkan gangguan tambahan dengan efek serius pada ekonomi dan
lapangan kerja.
Selama pandemi seperti COVID-19 saat ini, kerja sama sangat penting, di tingkat internasional
dan nasional. Semua lembaga internasional, masing-masing dalam bidang khusus yang spesifik,
memainkan peran penting dalam memastikan kerja sama antar negara. Secara khusus, WHO
dan ILO memberikan panduan internasional tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan
pekerja untuk mengidentifikasi solusi jangka pendek, menengah dan panjang yang berkelanjutan
bagi individu, pekerja, masyarakat dan negara.
Organisasi dan forum internasional juga dapat mendukung dalam mengidentifikasi dan
mengadopsi langkah-langkah responsif gender untuk mengatasi dampak kesehatan, ekonomi,
ketenagakerjaan dan sosial dari pandemi bagi pekerja di semua sektor, termasuk pekerja mandiri,
pekerja lepas dan informal, terutama mereka yang berada dalam usaha kecil dan menengah
(UKM), baik di perkotaan maupun perdesaan.
Pandemi memaksa pemerintah untuk membuat pilihan sulit, yang dapat berakibat keras tidak
hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor ekonomi dan tenaga kerja. Konsultasi
dengan mitra sosial sangat penting untuk memungkinkan implementasi keputusan yang diambil
secara layak dan realistis. Selain itu, pemerintah harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan
lembaga teknis dan para ahli, termasuk komunitas ilmiah di tingkat nasional dan internasional
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Ni made Subakti -
Nama :Ni Made subakti
Npm:1712110205
Tanggapan saya
Dalam menghadapi krisis COVID-19, tindakan pencegahan dan pengendalian kerja yang efektif
memiliki efek positif pada kelangsungan usaha dan pekerjaan. Untuk mengaktifkan kembali dan
melanjutkan produksi, perusahaan perlu mengelola risiko K3, karena hal tersebut membantu
mencegah atau menghindari wabah yang lebih parah, yang dapat menyebabkan lebih banyak
gangguan ekonomi dan sosial. dan mematuhi persyaratan hukum. Ini mungkin memerlukan
pengaturan teknik dan administrasi khusus (misalnya, memastikan jarak fisik). Wabah di tempat
kerja baru dapat menyebabkan gangguan tambahan dengan efek serius pada ekonomi dan
lapangan kerja.
Selama pandemi seperti COVID-19 saat ini, kerja sama sangat penting, di tingkat internasional
dan nasional. Semua lembaga internasional, masing-masing dalam bidang khusus yang spesifik,
memainkan peran penting dalam memastikan kerja sama antar negara. Secara khusus, WHO
dan ILO memberikan panduan internasional tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan
pekerja untuk mengidentifikasi solusi jangka pendek, menengah dan panjang yang berkelanjutan
bagi individu, pekerja, masyarakat dan negara.
Organisasi dan forum internasional juga dapat mendukung dalam mengidentifikasi dan
mengadopsi langkah-langkah responsif gender untuk mengatasi dampak kesehatan, ekonomi,
ketenagakerjaan dan sosial dari pandemi bagi pekerja di semua sektor, termasuk pekerja mandiri,
pekerja lepas dan informal, terutama mereka yang berada dalam usaha kecil dan menengah
(UKM), baik di perkotaan maupun perdesaan.
Pandemi memaksa pemerintah untuk membuat pilihan sulit, yang dapat berakibat keras tidak
hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor ekonomi dan tenaga kerja. Konsultasi
dengan mitra sosial sangat penting untuk memungkinkan implementasi keputusan yang diambil
secara layak dan realistis. Selain itu, pemerintah harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan
lembaga teknis dan para ahli, termasuk komunitas ilmiah di tingkat nasional dan internasional
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Umi Asri Elenia -
Nama : Umi Asri Elenia
Npm : 1812110188

Yang pertama disini diperjelas bahwa adanya atau pentingnya K3 dalam pekerjaan adalah keselamatan dan kesehatan kerja(K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawanya.Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering terjadi karena program K3 tidak berjalan dengan baik di perusahaan manapun itu,dengan adanya K3 dapat berperan penting pada setiap pegawai yang mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik,sosial dan psikologis. agar setiap perlengkapan dan peralatan juga dapat digunakan sebaik-bainya dalam melakukan pekerjaan,serta dapat meningkatkan kegairahan,keserasian,dan partisipasi dalam bekerja hal itu dapat dikatakan karena setiap pegawai/karyawan akan merasa aman apabila dalam perusahaan tersebut baik dalam menerapkan sistem K3 untuk selalu melindungi dan menjaga-jaga dalam bekerja.

Pengaitan dengan tema "Peranan K3 terhadap Fenomena Covid 19" adalah pastinya setiap perusahaan selalu menerapkan K3 dikarenakan setiap pegawai harus memiliki jaminan kesehatan terutama pada wabah yang sedang terjadi pada saat ini K3 dapat diterapkan jaminan perlindungan kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran virus berupa masker,sarana cuci tangan berupa sabun cair ,penyemprotan disinfektan setiap benda dan penyediaan hand sanitizer, mengisolasi, penggunaan detektor suhu,dan kerapan social distancing di setiap perkantoran kota bandar lampung .hal ini untuk menjaga ketenangan kenyamanan para pekerja dalam menjalankan tugasnya.sehingga tidak terjadinya dampak buruk yang di inginkan dan tidak panik para setiap pegawai yang bekerja. dampak ini juga dapat membuat krisis ekonomi pada setiap pekerjaan sedari itu perusahaan haru menerapkan K3,solusinya seperti saya katakan diatas adanya antisipasi keseiapsiagaan dalam K3 membuat semuanya akan menjadi tidak khawatir pada setiap pegawai.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Toba Pangaribuan -
Nama: Toba Pangaribuan
Npm: 1812110466
Menurut pendapat saya
Virus corona atau covid-19 adalah virus yang sangat mematikan dan bisa dibilang virus itu akan menyerang manusia tanpa mengenal jenis usia dan bahayanya lagi apa bila seseorang telah terpapar virus tersebut mereka akan sulit bernapas jika manusia tidak bisa sembuh dari penyakit itu yg lebih sedihnya lagi penderita akan terisolasi dan tidak bisa bertemu keluarganya untuk selamanya.
KESIMPULANNYA:
mari kita sama sama menjaga kebersihan diri kita dengan cara rajin mencuci tangan,menggunakan masker apabila bepergian keluar rumah,makan -makanan sehat, jangan lupa minum vitamin untuk menjaga imun tubuh kita, jangan lupa berjemur dipagi maupun sore hari agar badan kita terhindar dari virus corona
Hindari kontak langsung dengan orang lain,jangan pergi-pergi ke tempat ramai.
Sebagai balasan Toba Pangaribuan

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Aurelia Salsabila -
Saya Aurelia Salsabila Npm 1812110141 izin bertanya, bisakah anda jelaskan kaitannya atau hubungannya dengan K3? Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Desi Maya Sari -
NAMA : DESI MAYASARI
NPM : 1812110408

- materi ke 7 membahas tentang kesehatan dan keselamatan (K3)
Isinya membahas tentang pengertian k3, pentingnya keselamatan kerja, fakta kecelakaan kerja di Indonesia, mengukur tingkat keselamatan kerja, pengertian manajemen keselamatan kerja, tujuan manajemen keselamatan kerja, penyebab timbulnya kecelakaan kerja

- video 1 membahas tentang dasar2 keselamatan kesehatan kerja ke
Isinya tentang sejarah k3 , dasar hukum, definisi k3, tujuan k3, ruang lingkup, faktor penyebab kecelakaan, dan membahas teori domino akibat kecelakaan kerja smk3

- Vidio 2 membahas tentang utamakan keselamatan dan kesehatan kerja K3
Isinya tentang menjelaskan filosofi atau Mangkunegara pengertian p3 dan keilmuan . Dan membahas dasar hukum penerapan k3 di tempat kerja, tujuan k3, insiden k3, Piramida kecelakaan kerja, penyebab kecelakaan kerja, kerugian kecelakaan kerja, upaya pencegahan kecelakaan kerja, kerugian kecelakaan kerja, upaya pencegahan kecelakaan kerja, bahaya k3, resiko k3, pengendalian resiko k3, budaya 5r, langkah2 penerapan 5r, makna rambu di tempat kerja, level kemasan bahan beracun dan berbahaya b3 , makna lebel dan warna perpipaan, tanda dan makna papan informasi di tempat kerja, tanda makna warna dan lebel di tempat kerja, contoh dokumentasi penerapan 5r di tempat kerja, lockout togout, izin pekerjaan bahaya atau resiko tinggi, alat pelindung diri, penyakit kerja, kesehatan kerja, tanga darurat,api dan kebakaran, tahap2 api, metode pemadaman api, klarifikasi kebakaran, tabung pemadam, jenis2 tabung pemadam dan Hidrat kewajiban tenaga kerja

-vidio 3 membahas tentang gambaran umum HSE
HSE adalah sebuah sistem manajemen sebuah organisasi untuk mencapai tujuan , sasaran dan visinya dalam aspek keselamatan dan kesehatan serta lingkungan.
HSE bagian dari struktur organisasi , program kerja, HSE lulusan dari teknik lingkungan, kesehatan masyarakat dan gizi / keperawatan

-vidio 4 membahas tentang challeges environment health and safety EHS
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Deviana _ -
Nama :Deviana
Npm :1812110076

Pentingnya metode pengukuran K3 disetiap perusahaan wajib guna membangun sebuah metode sistematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur yang merupakan satu kesatuan dari keseluruhan sistem manajemen perusahaan. Pemantauan ini melibatkan pengumpulan berbagai informasi yang berkaitan dengan bahaya K3, resiko K3, jam lembur tenaga kerja dan penggunaan peralatan, perlengkapan, mesin, material, bahan beserta tata cara penggunaannya di tempat kerja.
Peranan K3 dalam Upaya mencegah penyebaran covid 19 di lokasi kerja antara lain mematuhi peraturan terkait keselamatannya dan Kesehatan kerja (K3). Perusahaan wajib menyediakan fasilitas jaminan perlindungan pekerja dari covid 19 seperti menyediakan masker, penyemprotan desinfektan untuk memberikan ketenangan kepada karyawan agar nyaman dalam bekerja karena penyemprotan desinfektan merupakan wujud pola hidup sehat dan bersih di perusahaan, menyediakan detektor suhu untuk mendeteksi suhu setiap orang yang masuk kantor dengan infrared sensor atau thermo gun, menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir beserta sabun, menyediakan masker. Seluruh karyawan diwajibakan melakukan cuci tangan, atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, serta mengatur jarak di tempat kerja. Tindakan pencegahan antara lain perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengintegrasikan dalam program K3, pemberdayaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja.

Sumber : Artikel google dan pemahaman sendiri.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Aulia Fatimah -
Assalamualaikum Wr.Wb , Selamat Siang izin memperkenalkan diri
Nama:Aulia Fatimah
Npm:1712110124

saya menyimpulkan HES ini bersamaan dengan adanya kasus COVID-19 bahwa HES atau Health,Environment dan Safety adalah pengawasan dalam bidang kesehatan pekerja,keselamatan pekerja serta lingkungan perusahaan ini harus dimiliki setiap perusahaan juga harus diperhatikan oleh setiap pekerja agar tetap menjalankan pekerjaan dengan aman,nyaman dan juga mengurangi kerugian pada perusahaan.HES ini juga terdapat sub bidang nya masing-masing.dalam kasus COVID-19 ini kita tau virus ini adalah virus yang mematikan untuk itu peran K3 dalam menghadapi virus ini sangat penting seperti pekerja rumah sakit para perawat,dokter dan juga perusahaan yang memang masig mempekerjakan karyawan nya.dalam penjelasan vidio di atas di bidang Safety itu sudah tertera pengadaan APD yang sesuai untuk itu para pekerja harus memperhatikan prosedur dan menggunakan nya dengan baik.dan perusahaan atau pemerintah juga bisa menggunakan aplikasi IBM seperti vidio diatas untuk mengetahui perkembangan ekonomi,penyakit,serta kinerja karyawan atau pasien dan lain sebagainya untuk mempermudah.
Dampak yang terjadi ketika kita tidak menggunakan APD atau tidak melaksanakan K3 maka akan dengan cepat tertular.
Solusi untuk kasus COVID-19 ini kita bekerja sama dengan mematuhi aturan dari pemerintah dengan menggunakan APD bagi pekerja yang memerlukan,serta menggunakan masker bagi masyarakat dan juga di himbau untuk tetap berada dirumah.juga untuk pemerintah agar menyediakan APD dan membagikan keseluruh pekerja.


Sumber : http://
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Selvi Permatasari -
selvi permatasari
1812110190

dalam fenomena virus covid 19 ini sangat penting sekali kita menjaga Keselamatan dan kesehatan kerja, segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja harus diterapkan di semua tempat kerja. demi menghindari terkena nya virus ini Untuk itu, diperlukan langkah-langkah guna melindungi pekerja/buruh serta kelangsungan usaha agar produktivitas kerja tetap tinggi. setiap perusahaan untuk segera membuat rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dengan tujuan memperkecil risiko penularan di tempat kerja dan menyusun rencana kelangsungan usaha.Beberapa langkah yang bisa dilakukan perusahaan diantaranya melakukan edukasi kepada pekerja tentang Covid-19 dan perilaku hidup bersih dan sehat; menjaga kebersihan lingkungan kerja dengan melakukan pembersihan dan penyemprotan desinfektan di lingkungan kerja; dan menyediakan akses sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand Sanitizer di tempat umum area kerja.Selain itu juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh pekerja dan apabila memiliki gejala demam (≥38°C) dan atau ada riwayat demam disertai gangguan pernafasan seperi batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas, agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. hal ini bertujuan untuk mengindari terpaparnya virus covid 19 ini demi keselamatan semua orang.
sumber menurut saya dan https://kemnaker.go.id/news/detail/cegah-penyebaran-covid-19-menaker-luncurkan-posko-k3-corona
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh arfi dian syah -
Arfi dian syah
1712110365

Selama pandemi seperti COVID-19 saat ini, kerja sama sangat penting, di tingkat internasional 
dan nasional. Semua lembaga internasional, masing-masing dalam bidang khusus yang spesifik, 
memainkan peran penting dalam memastikan kerja sama antar negara. Secara khusus, WHO 
dan ILO memberikan panduan internasional tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan 
pekerja untuk mengidentifikasi solusi jangka pendek, menengah dan panjang yang berkelanjutan 
bagi individu, pekerja, masyarakat dan negara.
pentingnya K3 dalam pekerjaan adalah keselamatan dan kesehatan kerja(K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawanya.Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering terjadi,dengan adanya K3 dapat berperan penting pada setiap pegawai yang mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik,sosial dan psikologismematuhi aturan dari pemerintah dengan menggunakan APD bagi pekerja yang memerlukan,serta menggunakan masker bagi masyarakat dan juga di himbau untuk tetap berada dirumah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Muhammad iqbal -
Nama : Muhammad Iqbal
NPM : 1612110148
menghadapi krisis COVID-19, tindakan pencegahan dan pengendalian kerja yang efektif
memiliki efek positif pada kelangsungan usaha dan pekerjaan. Untuk mengaktifkan kembali dan
melanjutkan produksi, perusahaan perlu mengelola risiko K3, karena hal tersebut membantu
mencegah atau menghindari wabah yang lebih parah, yang dapat menyebabkan lebih banyak
gangguan ekonomi dan sosial. dan mematuhi persyaratan hukum. Ini mungkin memerlukan
pengaturan teknik dan administrasi khusus (misalnya, memastikan jarak fisik). Wabah di tempat
kerja baru dapat menyebabkan gangguan tambahan dengan efek serius pada ekonomi dan
lapangan kerja.
Selama pandemi seperti COVID-19 saat ini, kerja sama sangat penting, di tingkat internasional
dan nasional. Semua lembaga internasional, masing-masing dalam bidang khusus yang spesifik,
memainkan peran penting dalam memastikan kerja sama antar negara. Secara khusus, WHO
dan ILO memberikan panduan internasional tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan
pekerja untuk mengidentifikasi solusi jangka pendek, menengah dan panjang yang berkelanjutan
bagi individu, pekerja, masyarakat dan negara.
Organisasi dan forum internasional juga dapat mendukung dalam mengidentifikasi dan
mengadopsi langkah-langkah responsif gender untuk mengatasi dampak kesehatan, ekonomi,
ketenagakerjaan dan sosial dari pandemi bagi pekerja di semua sektor, termasuk pekerja mandiri,
pekerja lepas dan informal, terutama mereka yang berada dalam usaha kecil dan menengah
(UKM), baik di perkotaan maupun perdesaan.
Pandemi memaksa pemerintah untuk membuat pilihan sulit, yang dapat berakibat keras tidak
hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor ekonomi dan tenaga kerja. Konsultasi
dengan mitra sosial sangat penting untuk memungkinkan implementasi keputusan yang diambil
secara layak dan realistis. Selain itu, pemerintah harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan
lembaga teknis dan para ahli, termasuk komunitas ilmiah di tingkat nasional dan internasional
Sebagai balasan Muhammad iqbal

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh henten saputra -
Nama: Henten Saputra
NPM: 1812110523
Menurut saya covid19 atau corona ini sangatlah berbahaya virus yang sangat mematikan ada yang bermacam macam gejala dan adapun yang tidak terkena gejala tetapi positif terjangkit. Dan dampak dari virus ini terutama bandar lampung sudah menjadi zona merah dan beberapa masjid tidak berfungsi untuk sholat berjamaah dan juga bagi perusahaan ekonomi yang menurun drastis dan menurut saya juga di bandar lampung orang orang sangat melanggar peraturan stay at home maka dari itu kita harus lebih tegas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Muhammad renaldi -
Nama : Muhammad renaldi
Npm : 1812110208

Menurut saya dampak dari pandemi ini cukup besar bagi semua kalangan, dan menimbulkan kerugian dimana mana. Bagi masyarakat harus mengutamakan keselamatan mereka dan bagi karyawan harus mengutamakan keselamatan dan pengendalian kerja agar disaat pandemi ini usai,ada pengendalian ulang untuk membentuk kembali yang telah dirugikan.

Terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Feby Intania Putri -
Nama : Feby Intania Putri
NPM : 1812110004

Assalamualikum wr. wb.
Selamat sore, izinkan saya menyampaikan pendapat saya mengenai peranan K3 terhadap fenomena Covid-19 beserta dampak dan solusi di Indonesia terutama di Bandar Lampung. meninjau definisi dari K3 itu sendiri adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja disebuah institusi maupun lokasi proyek dan dengan kata lain keselamatan dan kesehatan kerja diciptakan untuk mencegah adanya kecelakaan dalam pekerjaaan di suatu perusahaan. Adanya Covid-19 di Indonesia ini menyebabkan berbagai huru hara di seluruh penjuru Indonesia termasuk perusahaan perusahaan yang ada Indonesia. Dapat diambil contoh dari salah satu perusahaan rokok yang baru baru ini terkuak bahwa beberapa pegawainya terinfeksi virus corona yaitu Pabrik HM Sampoerna di Surabaya. keterkaitan dari contoh yang saya ambil ini jelas berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja karena dengan adanya virus ini seharusnya perusahaan tersebut memberikan kebijakan yang berkaitan dengan anjuran pemerintah seperti social distancing, sekalipun perusahaan rokok tersebut sudah melakukan beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus ini di lingkungan kerja seperti menggunakan masker dan pengecekan suhu badan. akan tetapi virus ini sulit dihindari dan mudah sekali menyebar terlebih di dalam kerumunan masyarakat. Karyawan di dalam prusahaan tentunya saling berinteraksi dan sulit untuk menghindari kontak satu sama lain.Sebenarnya bagaimana protokol kesehatan yang diterapkan di pabrik tersebut hingga bisa kecolongan virus Corona?
Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita, menjelaskan sejak pertengahan Maret 2020, pihaknya telah meningkatkan protokol keselamatan, kesehatan, dan sanitasi sesuai anjuran pemerintah. Protokol yang telah diterapkan di pabrik tersebut, antara lain melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di seluruh area produksi dan fasilitas umum, membatasi akses ke fasilitas produksi, dan melakukan pengecekan suhu temperatur tubuh ketika memasuki area kantor/produksi. Pihaknya juga telah menyediakan dan mewajibkan pemakaian masker dan hand-sanitizer, menerapkan jarak fisik ketika karyawan melakukan perjalanan ke dan dari pabrik, serta menerapkan sistem kompartemen untuk membatasi interaksi karyawan. ( sumber : https://finance.detik.com/industri/d-5001272/pabrik-rokok-sampoerna-kecolongan-corona-kok-bisa ).

Secara ringkas, peraturan tersebut meminta gubernur memerintahkan setiap pemimpin perusahaan di daerahnya untuk melakukan 3 hal pokok:

Mengantisipasi penyebaran COVID-19 pada pekerja/buruh dengan tindakan pencegahan seperti perilaku hidup bersih dan sehat serta program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
Membuat rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi COVID-19 dengan tujuan memperkecil risiko penularan di tempat kerja dan menjaga kelangsungan usaha;
Mengambil langkah penanganan risiko terhadap pekerja/buruh atau pengusaha yang diduga terinfeksi COVID-19 sesuai standar penanganan Kementerian Kesehatan. sumber : https://www.gadjian.com/blog/2020/03/24/5-langkah-perusahaan-lindungi-karyawan-dari-wabah-corona/
perlu diketahui dari virus ini adalah orang yang terinfeksi tidak dapat dengan mudah di ketahui hanya dari gejala fisik saja, karena banyak orang yang terindikasi tanpa gejala pada umumnya. dan tindakan yang seharusnya dilakukan setelah kasus ini adalah pembatasan produksi di dalam perusahaan tersebut dan memberikan batas interaksi antar pegawainya serta melakukan pembagian shift untuk pengurangan karyawan pada setiap jam kerja. Tidak hanya perusahaan ini saja yang terdampak virus corona, akan tetapi banyak oeruahaan lain yang melakukan PHK secara besar dan larangan pemerintah untuk berproduksi. Dilihat dari skala kecil banyak sekali UMKM yang tutup karena virus ini.
Solusi untuk pandemik virus ini terutama untuk perusahaan yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kselamatan kerja adalah melakukan pembatasan skala besar bagi karyawan di dalamnya, selalu menggunakan masker dan sering cuci tangan. untuk di Lampung sendiri, PSBB sangat di ajurkan mengingat Bandar Lampung sudah ditetapkan sebagai kota zona merah covid-19, sehingga hal ini dapat mengurangi penyebaran covid-19 di Lampung. sekian pendapat yang bisa saya sampaikan, terima kasih.

wassalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh amelia kurniawati -
Asallammualaikum,
Nama : amelia kurniawati
Npm : 1812110389

COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.
WHO dalam situs resminya menyebut bahwa Covid-19 menjadi pandemi. Menurut WHO, pandemi adalah skala penyebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia. Oleh krna itu sangat penting untuk kita selalu menjaga kesehatan dan keselamatan.  karena itu kesehatan, keselamatan kerja(K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawanya. K3 berperan penting pada setiap pegawai yang mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik,sosial dan psikologi. Oleh karena itu dengan adanya K3 dapat mencegah atau menghindari wabah yang lebih parah, yang dapat menyebabkan lebih banyak gangguan ekonomi dan sosial.
Sebagai balasan amelia kurniawati

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Aulia Yunita -
bisakah anda sebutkan contoh dan jelaskan langkah apa yang harus dilakukan perusahaan yang berkaitan dengan k3 untuk memeberikan kenyamanan karyawan yang sedang dalam kondisi panik dalam menghadapi pandemi covid 19?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Jhontry Malau -
Nama : Jhontry Malau
Npm : 1812110219
Menurut saya dampak dari pandemi ini cukup besar bagi semua kalangan, dan menimbulkan kerugian dimana mana. Bagi masyarakat harus mengutamakankeselamatan mereka dan bagi karyawan harus mengutamakan keselamatan dan pengendalian kerja agar disaat pandemi ini usai,ada pengendalian ulang untuk membentuk kembali yang telah dirugikan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Lanang Sae Albantani -
Nama : Lanang Sae Albantani
Npm :1812110211

Menurut saya, terhadap peranan K3 sangat penting disaat terjadi adanya fenomena covid 19 ini guna untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pekerja terkait adanya covid 19 ini. Inilah bentuk upaya aktif guna melindungi para pekerja dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan pandemi covid 19. Dan dampak dari muncul nya covid 19 yakni sektor ekonomi,banyak perusahaan yang tidak bisa menjalankan usahanya seperi biasa , sehingga menyebabkan perusahaan mengalami penurunan pendapatan. Dan solusi nya ialah dengan cara tetap tenang dalam menghadapi pandemi ini sehingga kita dapat mengambil langkah yang tepat dan bisa berfikir lebih kreatif lagi. Dengan begitu kita dapat mengambil keputusan untuk perusahaan dengan bijak agar tidak terjadinya PHK massal, memotong upah dan menunda pembayaran upah pekerja. Agar tidak menimbulkan gangguan sosial ekonomi para pekerja.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Dessy Prahmadiyani -
Nama : DESSY PRAHAMADIYANI
NPM : 1812110506

Menurut saya virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut Covid-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Banyak Negara yang terkena Virus Corona termasuk Indonesia. Banyak dampak yang disebabkan oleh COVID-19 terutama pada perekonomian Dunia. Dimana banyak beberapa negara mengalami krisis Ekonomi akibat adanya Covid-19. Penyebaran yang lebih luas dari penyakit ini memiliki potensi untuk mengganggu perjalanan, perdagangan, dan rantai pasokan di seluruh Asia, dengan efek knock-on pada ekonomi dunia, sehingga ini memicu krisis pada perekonomian dunia.

Di Indonesia Virus Corona juga sangat berdampak pada sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan asal China mencapai 2.07 juta orang pada tahun 2019 yang mencakup 12.8 persen dari total wisatawan asing sepanjang 2019.
Penyebaran virus Corona menyebabkan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia akan berkurang. Sektor-sektor penunjang pariwisata seperti hotel, restoran maupun pengusaha retail pun juga akan terpengaruh dengan adanya virus Corona. Okupansi hotel mengalami penurunan sampai 40 persen yang berdampak pada kelangsungan bisnis hotel.
sukabumiupdate.com
HOME / OPINI
Covid-19 Penyebab Krisis Pada Pertumbuhan Ekonomi Global
- 16 Apr 2020, 10:20 WIB

Covid-19 Penyebab Krisis Pada Pertumbuhan Ekonomi Global
Ilustrasi.
Oleh: Ucu Tuti Alawiyah

(Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Nusa Putra Sukabumi)

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut Covid-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Banyak Negara yang terkena Virus Corona termasuk Indonesia. Banyak dampak yang disebabkan oleh COVID-19 terutama pada perekonomian Dunia. Dimana banyak beberapa negara mengalami krisis Ekonomi akibat adanya Covid-19. Penyebaran yang lebih luas dari penyakit ini memiliki potensi untuk mengganggu perjalanan, perdagangan, dan rantai pasokan di seluruh Asia, dengan efek knock-on pada ekonomi dunia, sehingga ini memicu krisis pada perekonomian dunia.

Di Indonesia Virus Corona juga sangat berdampak pada sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan asal China mencapai 2.07 juta orang pada tahun 2019 yang mencakup 12.8 persen dari total wisatawan asing sepanjang 2019.

Penyebaran virus Corona menyebabkan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia akan berkurang. Sektor-sektor penunjang pariwisata seperti hotel, restoran maupun pengusaha retail pun juga akan terpengaruh dengan adanya virus Corona. Okupansi hotel mengalami penurunan sampai 40 persen yang berdampak pada kelangsungan bisnis hotel.

Sepinya wisatawan juga berdampak pada restoran atau rumah makan yang sebagian besar konsumennya adalah para wisatawan. Melemahnya pariwisata juga berdampak pada industri retail. Adapun daerah yang sektor retailnya paling terdampak adalah Manado, Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Medan dan Jakarta. Penyebaran virus Corona juga berdampak pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena para wisatawan yang datang ke suatu destinasi biasanya akan membeli oleh-oleh.

Jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset UMKM juga akan menurun. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tahun 2016 sektor UMKM mendominasi unit bisnis di Indonesia dan jenis usaha mikro banyak menyerap tenaga kerja.

Di China, Nilai perdagangan antara China dan AS juga turun 40 persen dalam dua bulan pertama di 2020 dari US$42 miliar pada tahun lalu menjadi US$25,4 miliar.

Sebagai tanda awal dampak ekonomi akibat virus corona, aktivitas industri manufaktur turun ke level terendah pada Februari, dengan industri non-manufaktur juga anjlok.

Dampak Lebih Dalam, Otoritas berwenang menyatakan bahwa data terkait pertumbuhan ekonomi China Januari dan Februari akan digabungkan. Ini sejalan dengan sejumlah indikator lain yang dirilis. Sebuah laporan yang ditulis Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics mengatakan bahwa keputusan untuk menggabungkan data pada Januari dan Februari berarti tingkat pertumbuhan yang dipublikasikan tidak akan sepenuhnya mencerminkan tingkat kelemahan baru-baru ini.
Akibat wabah virus corona, pemerintah China mengunci kawasan tersebut. Pembatasan perjalanan dan karantina juga masih diberlakukan. Gangguan akibat virus corona itu turut mempertanyakan kemampuan China mengakhiri perjanjian dagang secara parsial dengan Amerika Serikat yang ditandatangani pada Januari. Dalam perjanjian itu, China berkomitmen untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa dari AS sebesar US$200 miliar.

Akibat wabah coronavirus ini banyak beberapa Negara yang membuat kebijakan-kebijakan guna menanggulangi penyebaran coronavirus, di Indonesia Beberapa langkah yang dilakukan dalam menghadapi dampak dari virus Corona ini adalah menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4.75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4.00 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5.50 persen.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan terjadinya Covid-19. Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik untuk menjaga agar inflasi dan stabilitas eksternal tetap terkendali serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.

Pada tanggal 22-23 Februari 2020 telah berlangsung pertemuan G20 yang diadakan di Arab Saudi. Anggota G20 ini terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris dan Uni Eropa.

Wabah virus Corona menjadi topik diskusi pada pertemuan tersebut. Dalam pertemuan G20, negara-negara G20 menyampaikan simpati kepada masyarakat dan negara yang terdampak virus Corona, khususnya China. Munculnya berbagai tekanan global, salah satunya adalah Covid-19 mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan kerja sama dengan mempererat kerja sama internasional.

Negara-negara G20 juga sepakat memperkuat pemantauan terhadap risiko global khususnya yang berasal dari Covid-19, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko dan sepakat untuk mengimplementasikan kebijakan yang efektif baik dari sisi moneter, fiskal, maupun structural.

Sumber : artikel google dan pemikiran sendiri
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Panca Nanda -

NAMA : PANCA NANDA

NPM : 1512110225

 

 

Dalam menghadapi krisis COVID-19, tindakan pencegahan dan pengendalian kerja yang efektif memiliki efek positif pada kelangsungan usaha dan pekerjaan. Untuk mengaktifkan kembali dan melanjutkan produksi, perusahaan perlu mengelola risiko K3, karena hal tersebut membantu mencegah atau menghindari wabah yang lebih parah, yang dapat menyebabkan lebih banyak gangguan ekonomi dan sosial. dan mematuhi persyaratan hukum. Ini mungkin memerlukan pengaturan teknik dan administrasi khusus (misalnya, memastikan jarak fisik). Wabah di tempat kerja baru dapat menyebabkan gangguan tambahan dengan efek serius pada ekonomi dan lapangan kerja. Selama pandemi seperti COVID-19 saat ini, kerja sama sangat penting, di tingkat internasional dan nasional. Semua lembaga internasional, masing-masing dalam bidang khusus yang spesifik, memainkan peran penting dalam memastikan kerja sama antar negara. Secara khusus, WHO dan ILO memberikan panduan internasional tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja untuk mengidentifikasi solusi jangka pendek, menengah dan panjang yang berkelanjutan bagi individu, pekerja, masyarakat dan negara. Organisasi dan forum internasional juga dapat mendukung dalam mengidentifikasi dan mengadopsi langkah-langkah responsif gender untuk mengatasi dampak kesehatan, ekonomi, ketenagakerjaan dan sosial dari pandemi bagi pekerja di semua sektor, termasuk pekerja mandiri, pekerja lepas dan informal, terutama mereka yang berada dalam usaha kecil dan menengah (UKM), baik di perkotaan maupun perdesaan. Pandemi memaksa pemerintah untuk membuat pilihan sulit, yang dapat berakibat keras tidak hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor ekonomi dan tenaga kerja. Konsultasi dengan mitra sosial sangat penting untuk memungkinkan implementasi keputusan yang diambil secara layak dan realistis. Selain itu, pemerintah harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan lembaga teknis dan para ahli, termasuk komunitas ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

 

Menanggapi pandemi Untuk mengurangi dampak krisis seperti yang saat ini kita alami dengan penyebaran COVID-19, tanggapan pemerintah perlu terfokus pada perlindungan kesehatan dan langkah-langkah ekonomi.

 

 

 

Puluhan Perusahaan Jamin Penerapan K3 di Lampung

Sejumlah perusahaan di Provinsi Lampung menyatakan komitmen menjamin penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan masing-masing.

Jaminan penerapan K3 itu ditandai dengan penandatangan komitmen bersama yang diikuti sepuluh perusahaan BUMN dan 15 perusahaan swasta. Penandatanganan berlangsung usai upacara peringatan bulan K3 di Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung, Selasa (11-2-2020).

"Peringatan secara nasional itu menjadi momentum penerapan budaya K3 pada perusahaan yang ada di wilayah Pelabuhan Panjang," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang, Andi Hartono. 

Menurut dia, perlunya menyinergikan semua potensi yang ada di Pelabuhan Panjang, untuk mencanangkan keseragaman alat pelindung diri. "Nah, peringatan bulan K3 inilah yang sudah kita mulai sejak minggu lalu puncaknya adalah deklarasi komitmen bersama," ungkap Andi Hartono.

Ia menuturkan, momentum bulan K3 Nasional menjadi pengingat bersama guna menciptakan suasana di lingkungan kerja yang menjamin kesehatan dan keselamatan.

"Jadi perwakilan perusahaan memberikan pernyataan simbolis dengan menandatangani komitmen bersama. Intinya bagaimana perusahaan yang ada di Pelabuhan Panjang semakin memperhatikan K3 terkhusus penyediaan alat pelindung diri untuk pekerjanya," kata dia.

Selama ini, kata Andi, PT Pelindo II Cabang Panjang sudah menjadi contoh yang baik dalam penerapan K3 di wilayah kerja setempat.

"Tidak ada pembedaan, nanti standar alat pelindung diri dari semua perusahaan harus sama. Sebelumnya, memang banyak permintaan dari bawah (karyawan) tetapi belum direalisasikan oleh perusahaan, maka deklarasi ini dalam rangka memberikan dorongan," tegasnya.

Andi juga menekankan keharusan sinergi antara instansi yang ada di Pelabuhan Panjang, baik itu KSOP, Pemerintah Provinsi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) maupun perusahaan yang ada. "Sinergi Instansi Maritim sangat penting dalam memajukan Pelabuhan Panjang, karena KSOP mustahil bekerja sendiri," katanya. (rft)

 

Berikut tujuh BUMN yang berkomitmen:

1. PT. Sinarmas

2. PTPN VII

3. PT. Bukit Asam

4. PT. Pertamina

5. PT. Semen Padang

6. PT. Pelindo II (Persero)

7. PT. Indocemen

 

Perusahaan swasta yang ikut berkomitmen:

1. PT OSCT (Oil Spill Combat Team)

2. PT SBR (Sumatera Bahtera Raya)

3. PT Bukit Prima

4. PT TBL (Tunas Baru Lampung)

5. PT SIP (Sumber Indah Perkasa)

 

Refrensi nya: https://harianmomentum.com/read/22211/puluhan-perusahaan-jamin-penerapan-k3-di-lampung

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Aulia Yunita -
Aulia yunita ES
1812110201

Kesimpulan yang saya dapat dari materi yang dijelaskan ini adalah sebagai berikut,
Bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya untuk menciptakan perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan.
hal ini juga berpengaruh dengan adanya pandemi COVID-19 yang mana prosedur K3 berperan dalam memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkerja di situasi seperti ini. Banyak aspek yang perlu disatukan untuk mengurangi dampak krisis kesehatan ini pada dunia kerja, keselamatan
dan kesehatan kerja tetap menjadi investasi
utama untuk melindungi kesehatan pekerja dan
memastikan kelanjutan usaha.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu upaya untuk mendapatkansuasana bekerja yang aman, nyaman dan tujuan akhirnya adalah mencapaiproduktivitas setinggi-tingginya. Maka dari itu, K3 mutlak dilaksakan pada setiapjenis bidang pekerjaan tanpa terkecuali. Terutama bagi tenaga kesehatan, selainmemiliki hak dan kewajian terdapat juga keputusan menteri bagi tenaga kerjakesehatan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Jesicca Araini Raung -
Nama : Jesisca Araini Raung
Kelas : 4MA-P4
NPM :1812110424
Menurut saya Dalam menghadapi pandemic perushaan perlu Memastikan Keselamatan dan Kesehatan dan di Tempat Kerja. . Pekerja informal, yang menyumbang sekitar lebih dari 50% persen dari tenaga kerja global sangat rentan selama pandemi karena mereka harus menghadapi risiko K3 yang lebih tinggi dan kurangnya perlindungan yang memadai. Bekerja dengan tidak adanya perlindungan, seperti cuti sakit atau tunjangan pengangguran, membuat para pekerja ini mungkin perlu memilih antara kesehatan dan pendapatan, yang berisiko terhadap kesehatan mereka, kesehatan orang lain serta kesejahteraan ekonomi mereka.Perusahaan perlu melakukan Pemantauan terus menerus terhadap kondisi K3 dan penilaian risiko yang tepat akan diperlukan untuk memastikan bahwa langkah-langkah pengendalian yang secara khusus disesuaikan dengan proses perubahan, kondisi kerja dan karakteristik angkatan kerja selama masa kritis penularan dan setelahnya sehingga pengulangan kejadian yang sama dapat dicegah.
Perusahaan diperlukan melakukan keebijakan kebijakan yang tepat untuk keslamatan kerja para karyawan dan mengikuti anjuran anjuran pemerintah.hal yang dapat perusahaan lakukan dalam pandemic ini adalah,
1. Penyemprotan disinfektan dan penyediaan hand sanitizer
Disinfektan membunuh virus yang menempel di tombol lift, gagang pintu, besi tangga, dan spot lain yang sering dipegang banyak orang. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa virus corona secara umum (SARS dan MERS) dapat bertahan di luar tubuh manusia dalam hitungan jam hingga hari, tergantung jenis permukaan benda tempat menempel.
2. Mengisolasi dan memantau karyawan yang pulang dari perjalanan dinas
Prosedur ini wajib dilakukan terutama apabila karyawan baru pulang dari perjalanan dinas luar negeri atau kota yang merupakan wilayah penyebaran COVID-19. Isolasi mandiri di rumah dilakukan minimal 14 hari untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terinfeksi virus atau tidak. Jika menunjukkan gejala, maka disarankan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan atau menjalani tes corona.
3. Penggunaan detektor suhu
Mendeteksi suhu setiap orang yang masuk kantor dengan infrared sensor atau thermo gun bisa menjadi langkah pencegahan penularan COVID-19. Sebab, orang yang terinfeksi corona umumnya memiliki gejala demam, selain batuk dan sesak napas. Meski demikian, pistol pendeteksi suhu tubuh ini dinilai kurang efektif untuk mengenali jenis penderita asimtomatik atau mereka yang positif COVID-19 tetapi tidak menunjukkan gejala klinis.
4. Penerapan social distancing
Bagi perusahaan yang berhubungan dengan pelayanan konsumen dapat menerapkan social distancing, seperti mengatur jarak antrean atau mengefisienkan layanan agar tidak terjadi antrean, misalnya menambah jumlah kasir atau customer service. Atur jarak antar-orang minimal 1,5 meter untuk mencegah penularan lewat bersin/batuk.
5. Work from home
Ini merupakan langkah strategis yang dapat dilakukan perusahaan di daerah terdampak penyebaran corona seperti Jakarta. Kendalanya, dibutuhkan banyak adaptasi terutama untuk perusahaan yang tidak familiar dengan sistem kerja remote. Namun, hal ini bukan sesuatu yang tidak mungkin mengingat saat ini sudah tersedia banyak software dan aplikasi digital untuk online meeting dan platform kerja bersama.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Fandi Saputra -
Nama : Fandi Saputra
Npm : 1812110052

World Health Organization (WHO) telah menetapkan Coronavirus Disease (COVID-19) sebagai pandemi global setelah menjangkiti lebih dari 118.000 orang dan menyebabkan kematian lebih dari 4.000 orang di 114 negara pada 11 Maret 2020. Pneumonia yang disebabkan oleh SARS-CoV 2 atau coronavirus ini menjadi ancaman serius bagi negara-negara di dunia karena sifat penyebarannya yang cepat.

Virus menular melalui droplet atau cairan mulut dan hidung orang yang terinfeksi. Bermula dari wabah di China pada Desember 2019, kini coronavirus telah menginfeksi penduduk di lima benua. Karena itu, WHO menyarankan setiap negara mengambil langkah agresif untuk menekan wabah corona.Secara ringkas, peraturan tersebut meminta gubernur memerintahkan setiap pemimpin perusahaan di daerahnya untuk melakukan 3 hal pokok:

Mengantisipasi penyebaran COVID-19 pada pekerja/buruh dengan tindakan pencegahan seperti perilaku hidup bersih dan sehat serta program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
Membuat rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi COVID-19 dengan tujuan memperkecil risiko penularan di tempat kerja dan menjaga kelangsungan usaha;
Mengambil langkah penanganan risiko terhadap pekerja/buruh atau pengusaha yang diduga terinfeksi COVID-19 sesuai standar penanganan Kementerian Kesehatan. Lalu apa saja langkah konkret yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah penularan virus corona di tempat kerja?
1. Penyemprotan disinfektan dan penyediaan hand sanitizer
2. Mengisolasi dan memantau karyawan yang pulang dari perjalanan dinas
3. Penggunaan detektor suhu
4. Penerapan social distancing
5. Work from home

Sumber :https://www.gadjian.com/blog/2020/03/24/5-langkah-perusahaan-lindungi-karyawan-dari-wabah-corona/
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh putri desva -
Nama :putri desva sari
Npm :1812110342

Menurut kesimpulan dari pendapat saya.
Pekerja yang tetap harus bekerja di tempat kerja, namun dalam pelaksanannya terdapat hal-hal yang perlu ditanyakan, dikonsultasian, atau diadukan, dapat menyampaikan permasalahannya melalui Posko Pengaduan K3 Corona pada Sisnaker Kemnaker," kata Menaker.

Selain itu kata Ida, pekerja/buruh merupakan komunitas yang juga rentan akan terjangkitnya penyakit Covid-19 ini. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembangunan ketenagakerjaan pada khususnya apabila upaya pencegahan dan penanggulangan di tempat kerja tidak dilaksanakan.

"Untuk itu, diperlukan langkah-langkah guna melindungi pekerja/buruh serta kelangsungan usaha agar produktivitas kerja tetap tinggi.
Sebagai balasan putri desva

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh dwi sella agesha putri -
Dwi sella agesha putri
1812110347

Tanggapan saya adalah metode pengukuran K3 disetiap perusahaan wajib guna membangun sebuah sistematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur yang merupakan satu kesatuan dari keseluruhan sistem manajemen perusahaan. Pemantauan ini melibatkan pengumpulan berbagai informasi yang berkaitan dengan bahaya K3, resiko K3, jam lembur tenaga kerja dan penggunaan peralatan, perlengkapan, mesin, material, bahan beserta tata cara penggunaannya di tempat kerja.
Peranan K3 dalam Upaya mencegah penyebaran covid 19 di lokasi kerja antara lain : Perusahaan wajib menyediakan fasilitas jaminan perlindungan pekerja dari covid 19 seperti menyediakan masker, penyemprotan desinfektan untuk memberikan ketenangan kepada karyawan agar nyaman dalam bekerja karena penyemprotan desinfektan merupakan wujud pola hidup sehat dan bersih di perusahaan, menyediakan detektor suhu untuk mendeteksi suhu setiap orang yang masuk kantor dengan infrared sensor atau thermo gun, menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir beserta sabun, menyediakan masker. Seluruh karyawan diwajibakan melakukan cuci tangan, atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, serta mengatur jarak di tempat kerja. Tindakan pencegahan antara lain perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengintegrasikan dalam program K3, pemberdayaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja.

Trimaksih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh ni nyoman kadiharini -
Nama : Ni Nyoman Kadiharini
Npm : 1812110403

Menurut saya perusahaan perlu memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawannya dalam menghadapi covid19 ini karena sama seperti ruang publik, kantor, pabrik, atau tempat kerja juga berpotensi menjadi lokasi penularan virus corona karena terjadi interaksi antar-manusia setiap hari. Maka dari itu pemerintah perlu melakukan kebijakan guna melindungi para karyawannya dengan mengikuti anjuran dari pemerintah seperti :
Penyemprotan disinfektan dan penyediaan hand sanitizer :
Disinfektan membunuh virus yang menempel di tombol lift, gagang pintu, besi tangga, dan spot lain yang sering dipegang banyak orang. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa virus corona secara umum (SARS dan MERS) dapat bertahan di luar tubuh manusia dalam hitungan jam hingga hari, tergantung jenis permukaan benda tempat menempel. Tangan juga menjadi media penularan virus karena merupakan organ tubuh yang kerap bersentuhan dengan orang (jabat tangan) maupun memegang benda. Karena itu, menyediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan berguna untuk mencegah penyebaran virus.
Mengisolasi dan memantau karyawan yang pulang dari perjalanan dinas
Prosedur ini wajib dilakukan terutama apabila karyawan baru pulang dari perjalanan dinas luar negeri atau kota yang merupakan wilayah penyebaran COVID-19. Isolasi mandiri di rumah dilakukan minimal 14 hari untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terinfeksi virus atau tidak. Jika menunjukkan gejala, maka disarankan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan atau menjalani tes corona.
Penggunaan detektor suhu :
Mendeteksi suhu setiap orang yang masuk kantor dengan infrared sensor atau thermo gun bisa menjadi langkah pencegahan penularan COVID-19. Sebab, orang yang terinfeksi corona umumnya memiliki gejala demam, selain batuk dan sesak napas. Meski demikian, pistol pendeteksi suhu tubuh ini dinilai kurang efektif untuk mengenali jenis penderita asimtomatik atau mereka yang positif COVID-19 tetapi tidak menunjukkan gejala klinis.
Penerapan social distancing :
Bagi perusahaan yang berhubungan dengan pelayanan konsumen dapat menerapkan social distancing, seperti mengatur jarak antrean atau mengefisienkan layanan agar tidak terjadi antrean, misalnya menambah jumlah kasir atau customer service. Atur jarak antar-orang minimal 1,5 meter untuk mencegah penularan lewat bersin/batuk.
Work from home :
Ini merupakan langkah strategis yang dapat dilakukan perusahaan di daerah terdampak penyebaran corona seperti Jakarta. Kendalanya, dibutuhkan banyak adaptasi terutama untuk perusahaan yang tidak familiar dengan sistem kerja remote. Namun, hal ini bukan sesuatu yang tidak mungkin mengingat saat ini sudah tersedia banyak software dan aplikasi digital untuk online meeting dan platform kerja bersama.
Di tengah pandemi yang belum dapat diprediksi kapan berakhir, work from home (WFH) menjadi satu-satunya opsi untuk mencegah keadaan lebih buruk bagi karyawan maupun perusahaan. Karena itu, pemimpin perusahaan mesti memikirkan sistem WFH yang produktif. Meski kerja remote, perusahaan harus tetap dapat memantau jam kerja serta absensi karyawan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Dadang Kurniawan effendi -
Nama : Dadang kurniawan effendi
Npm : 1812110489
Pekerja yang tetap harus bekerja di tempat kerja, namun dalam pelaksanannya terdapat hal-hal yang perlu ditanyakan, dikonsultasian, atau diadukan, dapat menyampaikan permasalahannya melalui Posko Pengaduan K3 Corona pada Sisnaker Kemnaker," kata Menaker.
Selain itu pekerja/buruh merupakan komunitas yang juga rentan akan terjangkitnya penyakit Covid-19 ini. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembangunan ketenagakerjaan pada khususnya apabila upaya pencegahan dan penanggulangan di tempat kerja tidak dilaksanakan.
Untuk itu, diperlukan langkah-langkah guna melindungi pekerja/buruh serta kelangsungan usaha agar produktivitas kerja tetap tinggi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Alvin Zumara -
Nama : Alvin Zumara
NPM : 1712110337

Kesimpulan dari materi ini :
Selama wabah, praktisi K3 adalah aktor kunci
untuk memfasilitasi akses ke informasi yang dapat
diandalkan bagi pekerja dan manajemen demi
mempromosikan pemahaman tentang penyakit
dan gejalanya serta langkah-langkah pencegahan
diri (misalnya etika pernapasan, mencuci tangan,
isolasi diri jika sakit dan sebagainya) (Ivanov,
2020). Mereka harus mendukung pengusaha
dalam proses penilaian risiko (yakni, identifikasi
bahaya menular dan tidak menular dan penilaian
risiko terkait; adopsi tindakan pencegahan dan
pengendalian; pemantauan dan peninjauan);
serta dalam pembuatan atau revisi rencana
untuk pencegahan, penahanan, mitigasi dan
pemulihan (Ivanov, 2020).
Tantangan penting yang dihadapi oleh praktisi
K3 terkait dengan beragam situasi kerja yang
membutuhkan bimbingan khusus, termasuk
petugas layanan kesehatan dan tanggap
darurat, mereka yang berada dalam kegiatan
perekonomian dasar (misal pasokan makanan
dan eceran, utilitas, komunikasi, transportasi
dan pengiriman dan sebagainya), pekerja tidak
terorganisir (termasuk sektor ekonomi informal,
ekonomi serabutan, pekerja rumah tangga dan
sebagainya) dan pengaturan kerja alternatif
(bekerja dari rumah) (Ivanov, 2020).

Sumber : Artikel ILO
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Jesika wulandari -
Nama: Jesika wulandari
Npm: 1812110509

Menurut pendapat saya Virus Corona adalah Virus yang menyerang sistem pernapasan yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut bahkan kematian. Ada beberapa orang yang menepelekan penyakit ini. Cara saya menyikapi virus corona adalah dengan menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan di lingkungan sekitar, tidak berinteraksi langsung dengan orang yang mempunyai virus corona atau gejala nya, menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus corona, mencuci tangan dengan sabun hingga bersih, menggunakan masker, tidak berpergian ke tempat yang ramai.

Kesimpulan nya : kita harus menjaga daya tubuh masing-masing agar tidak terkena virus corona, dan apabila tidak ada kepentingan diam lah dirumah
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh fadly yurizal -
Nama : Fadly Yurizal
Npm : 1712110346

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
Pneumonia.
SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Angelicha Derra -
Nama : Angelicha Derra Caesara PR
NPM : 1812110487


Menurut pendapat saya
Virus corona atau covid-19 adalah virus yang sangat berbahaya dan bisa dibilang virus itu akan menyerang manusia tanpa mengenal jenis usia dan bahayanya lagi apa bila seseorang telah terpapar virus tersebut mereka akan sulit bernapas jika manusia tidak bisa sembuh dari penyakit itu yg lebih sedihnya lagi penderita akan terisolasi dan tidak bisa bertemu keluarganya untuk selamanya.
KESIMPULANNYA:
mari kita sama sama menjaga kebersihan diri kita dengan cara rajin mencuci tangan,menggunakan masker apabila bepergian keluar rumah,makan -makanan sehat, jangan lupa minum vitamin untuk menjaga imun tubuh kita, jangan lupa berjemur dipagi maupun sore hari agar badan kita terhindar dari virus corona
Hindari kontak langsung dengan orang lain,jangan pergi-pergi ke tempat ramai.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi MSDM Lanjutan (Wajib Diikuti)

oleh Arif Nur akbar rizki -
Nama : Arif Nur Akbar Rizki
NPM : 1812110392

Peranan Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap fenomena Covid-19
Selama wabah covid-19 praktisi K3 adalah aktor kunci untuk memfasilitasi akses informasi yang dapat diandalkan bagi pekerja dan manajemendemi mempromosikan pemahaman tentang penyakit dan gejalanya serta langkah-langkah pencegahan diri (misalnya etika pernapasan, mencuci tangan, isolasi diri jika sakit dan sebagainya). Mereka harus mendukung pengusaha dalam proses penilaian risiko (yakni, identifikasi bahaya menular dan tidak menular dan penilaian risiko terkait; adopsi tindakan pencegahan dan pengendalian; pemantauan dan penijauan) serta dalam pembuatan atau revisi rencana untuk pencegahan, penahana, mitigasi dan pemulihan. Tantangan yang dihadapi oleh praktisi K3 terkait dengan beragam situasi kerja yang membutuhkan bimbingan khusus, termasuk petugas layanan kesehatan dan tanggap darurat, mereka yang berada dalam kegiatan perekonomian dasar (misal pasokan makanan dan eceran, utilitas, komunikasi, transportasi, dan pengiriman, dll), pekerja tidak terorganisir (termasuk sektor ekonomi informasl, ekonomi serabutan, pekerja rumah tangga dan sebagainya) dan pengaturan kerja alternatif (bekerja dari rumah).
Dampak dan Solusi di Bandar Lampung
Dampak yang dirasakan warga Bandar Lampung sebagian pekerja di pecat secara sepihak dan haknya tidak diberikan karena pandemi covid-19 ini. Solusi nya pemerintah Bandar Lampung sebaiknya melakukan lockdown wilayah agar dapat memutus rantai penyebaran virus covid-19.

Sumber : International Labour Organization, Januari 2020 dan Kupastuntas, April 2020