PERENCANAAN AGREGAT
ANALISIS VIDIO
Pada perencanaan agregat di video tersebut terfokus pada bagaimana caranya menentukan perencanaan yang ideal? Yang memungkinkan pengeluaran biaya se ideal mungkin.
Di video tersebut mengibaratkan pada perusahaan yang memproduksi kecap dalam kemasan botol kecap.
Produksi botol kecap memerlukan bahan baku juga tenaga kerja dimana kedua hal ini memerlukan pengeluaran biaya dan kita harus bisa memanfaatkan biaya se ideal mungkin jangan sampai permasalahan perencanaan produksi seperti perencanaan yang tinggi tetapi penjualannya rendah. Dari hal itu, kita harus bisa membuat perencanaan yang  bagus.  Bagaimana caranya menetukan perencanaan yang ideal?
1.       Permasalahan perencanaan produksi
Prakiraan penjualan akan mempengaruhi jumlah produksi serta biaya yang harus dikeluarkan
-          Permintaan sulit diprediksi, akan tetapi perlu diantisispasi
-          Dengan tenaga kerja, bahan baku yang memerlukan biaya.
Dari hal itu, kita harus menentukan rata-rata produksi dari botol kecap .  Di bulan Juli, permintaan botol kecap sebanyak 900 dengan lama produksi  22 hari  maka rata-rata produksi kita bisa membagi dengan rata-rata produksi per hari/bulan jadi rata-rata pada bulan juli yaitu 41 botol kecap/hari. Di bulan Agustus dengan permintaan 700 dan lama produksi maka rata-rata produksinya sebanyak 39 botol kecap/hari.  Di bulan September sebanyak 800 permintaan dan lama produksi  21 hari maka rata-rata prosuksi sebanyak 38  botol kecap / hari. Di bulan oktober sampai desember mengalami peningkatan denganrata-rata produksi perhari yaitu pada bulan oktober 57 botol , November sebanyak 68 botol kecap/hari dan di bulan desember sebanyak 55 botol/hari. Dari data ini maka terjadi dua hal yaitu over capasity atau penjualan di atas rata-rata yaitu pada bulan juli-september dan Under capacity atau permintaan lebih tinggi dari konsumen.  Misalkan, perusahaan ingin mengantisipasi permintaan pelanggan seperti yang direncanakan. Maka, perusahaan harus menetapkan standar produksi berdasarkan rata-rata produksi. Rata-rata produksi  yaitu dari total perkiraan permintaan sebanyak 6.200 dibagi total perkiraan lama produksi yaitu 124 maka rata-rata produksi yaitu 50 botol kecap. Jadi, perusahaan setidaknya memproduksi sebanyak 50 botol kecap perhari.
2.       Strategi perencanaan agregat
Strategi perencanaan agregat memiliki 2 sisi
-          Sisi permintaan/sisi konsumen
          . mempengaruhi permintaan konsumen
          . melakukan back ordering
          . melakukan counter seasonal product
-          Sisi penawaran/ sisi produksi
          . memainkan variasi jumlah persediaan product
          . memainkan jumlah tenaga kerja
          . memainkan waktu kerja/tenaga kerja
          .melakukan sub-contracting
 
3.       Perhitungan perencanaan agregat
1.       Cara 1 yaitu Memainkan variasi volume produk
Dari cara ini dimana perusahaan akan memproduksi pada kapasitas produksi 50 unit perhari.
Tenaga kerja bekerja 8 jam/hari dengan upah perjam sebanyak 10 maka satu hari upahnya 80 dan untuk membuat satu unit botol kecap dibutuhkan waktu 1,6 jam maka satu hari hanya bisa membuat 5 botol kecap.  Target produksi perusahaan / hari yaitu 50 maka dibutuhkan 10 tenaga kerja/ hari untuk mencapai target. Perusahaan juga membutuhkan gudang untuk menyimpan persediaan dengan biaya 5/unit.  Maka perhitungan biaya nya tenaga kerja 80 di kali total perencanaan produksi sebanyak 124 maka memakan biaya Rp99.200 dan biaya gudang 5 dikali 1850 maka total biayanya Rp9.250 untuk biaya gudang. Total keseluruhan biaya yang dikeluarkan yaitu Rp108.450,-
2.       Cara 2 yaitu menggunakan subcontractor
Perusahaan akan memproduksi pada kapasitas terendah yaitu 38 unit dan sisa produksinya akan diserahkan pada subcontractor. Target produksi perusahaan / hari adalah 38 botol maka dibutuhkan 8 orang t.kerja/hari.  Maka biayanya 38 x 124 hari produksi yaitu 4.712 sedangkan produksi seharusnya 6200 maka produksi ke subcontractor sebanyak 1.488 dan biaya ke subcontractor Rp20/unit. Perhitunganya t. kerja Rp75.392 dan biaya subcontractor Rp29.760 maka total biaya yang harus dikeluarkan yaitu sebanyak Rp105.152,-
3.       Cara 3 yaitu Memainkan jumlah tenaga kerja
Perusahaan akan memproduksi sesuai dengan perencanaan. Permintaan perbulanya. Strategi ini bisa mempekerjakan t. kerja baru (hiring) atau memutuskan hubungan tenaga kerja akan tetatpi dengan cara ini perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk pesangon bagi t.kerja yang digantikan.  Dengan perhitungan dari perkiraan permintaan, jumlah produksi/hari, basic production cost dan tambahan biaya karena harus menambah pekerja maka total cost yang harus dikeluarkan Rp117.935,-
Analisa Keputusan strategi
Berdasarkan ketiga  cara tadi maka yang lebih efektif adalah cara kedua yaitu dengan menggunakan subcontractor dimana perusahaan tidak perlu memakai gudang  dan memerlukan biaya subcontractor. Cara ini sangat idela dalam pengeluaran cost perusahaan sehingga dana yang dikeluarkan bisa efektif.
 
TANGGAPAN
Jadi, berdasarkan analisa yang saya lakukan pada materi tersebut maka dalam membuat perencanaan
Agregat harus dengan perhitungan yang sesuai. Kita harus bisa membuat perencanaan pengeluaran cost perusahaan dengan ideal. Kita bisa menggunakan ketiga cara tersebut untuk memastikan mana perencanaan yang lebih tepat sehingga perencanaan yang dibuat tidak salah atau gagal.