Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
Sebagai balasan Kiriman pertama
Re: Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
oleh Betty Magdalena -
Analisis video ini dan ungkapan komentar anda.
Sebagai balasan Betty Magdalena
Re: Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
oleh Putri ulil azmi -
Izin menanggapi miss..
Nama: putri ulil azmi
Npm: 1812110525
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Negosiasi menurut Ivancevich (2007) sebuah proses di mana dua pihak ( atau lebih ) yang berbeda pendapat berusaha mencapai kesepakatan. Menurut Sopiah (2008), negosiasi merupakan suatu proses tawar-menawar antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Sedangkan Robbins ( 2008) menyimpulkan negosiasi adalah sebuah proses di mana dua pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati nilai tukarnya.
Negosiasi juga dapat diartikan dengan sesuatu yang kita lakukan setiap saat dan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan kita. Selain itu negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan.
Nama: putri ulil azmi
Npm: 1812110525
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Negosiasi menurut Ivancevich (2007) sebuah proses di mana dua pihak ( atau lebih ) yang berbeda pendapat berusaha mencapai kesepakatan. Menurut Sopiah (2008), negosiasi merupakan suatu proses tawar-menawar antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Sedangkan Robbins ( 2008) menyimpulkan negosiasi adalah sebuah proses di mana dua pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati nilai tukarnya.
Negosiasi juga dapat diartikan dengan sesuatu yang kita lakukan setiap saat dan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan kita. Selain itu negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan.
Sebagai balasan Betty Magdalena
Re: Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
oleh Jesika wulandari -
izin menanggapi miss
Nama : Jesika wulandari
Npm : 1812110509
Konflik negosiasi merupakan Konflik yang terjadi apabila suatu penawaran kesepakatan tidak dapat menemukan penyelesaian sehingga menimbulkan perbedaan kepentingan yang merugikan salah satu pihak sehingga satu pihak tidak puasa dan terjadilah konflik.
Nama : Jesika wulandari
Npm : 1812110509
Konflik negosiasi merupakan Konflik yang terjadi apabila suatu penawaran kesepakatan tidak dapat menemukan penyelesaian sehingga menimbulkan perbedaan kepentingan yang merugikan salah satu pihak sehingga satu pihak tidak puasa dan terjadilah konflik.
Sebagai balasan Betty Magdalena
Re: Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
oleh Renaldi Agata -
Izin Memanggapi Video miss
Mediasi dinilai sebagai upaya terbaik dalam menangani konflik yang terjadi di dalam perusahaan. kehadiran mediasi bisa turut membantu perusahaan dalam melakukan penghematan waktu dan juga biaya. Melalui kesepakatan yang dilakukan oleh karyawan sebagai penengah(mediator) maka dapat diketahui apakah telah terjadi kata setuju pada semua pihak ataukah tidak. Mediasi juga dinilai sebagai upaya yang efektif dalam mengatasi konflik internal sebab seorang mediator tentunya memiliki sikap yang netral dalam memberikan penyelesaian.
Melalui mediasi akan terbentuk jalan keluar yang tetap akan mempertahankan hubungan baik di antara berbagai pihak yang saling bertikai.
Mediasi dinilai sebagai upaya terbaik dalam menangani konflik yang terjadi di dalam perusahaan. kehadiran mediasi bisa turut membantu perusahaan dalam melakukan penghematan waktu dan juga biaya. Melalui kesepakatan yang dilakukan oleh karyawan sebagai penengah(mediator) maka dapat diketahui apakah telah terjadi kata setuju pada semua pihak ataukah tidak. Mediasi juga dinilai sebagai upaya yang efektif dalam mengatasi konflik internal sebab seorang mediator tentunya memiliki sikap yang netral dalam memberikan penyelesaian.
Melalui mediasi akan terbentuk jalan keluar yang tetap akan mempertahankan hubungan baik di antara berbagai pihak yang saling bertikai.
Sebagai balasan Betty Magdalena
Re: Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
oleh Rahmat Ramadhan -
Izin menanggapi miss..
Konflik dipicu oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Penyelesaian konflik bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara negosiasi. Negosiasi biasanya dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah dan menemukan solusi dari masalah yang tengah dihadapi pihak-pihak yang bernegosiasi. Untuk mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi dimana semuanya mendapatkan manfaat (win-win solution).
Konflik dipicu oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Penyelesaian konflik bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara negosiasi. Negosiasi biasanya dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah dan menemukan solusi dari masalah yang tengah dihadapi pihak-pihak yang bernegosiasi. Untuk mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi dimana semuanya mendapatkan manfaat (win-win solution).
Sebagai balasan Betty Magdalena
Re: Forum diskusi tentang Konflik dan negosiasi
oleh Kurnia Indah Damayanti -
Izin menanggapi miss
Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan sosial. Hal-hal yang mendorong timbulnya konflik dan integrasi adalah adanya persamaan dan perbedaan kepentingan sosial. Didalam setiap kehidupan sosial tidak ada satu pun manusia yang memiliki kesamaan yang persis baik dari unsur tekhnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan, dan sebagainya. Dari setiap konflik ada beberapa diantaranya yang dapat di selesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimblkan beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik sehingga menimbulkan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan
Konflik dalam organisasi sering dilihat sebagai sesuatu yang lumrah terjadi termasuk oleh pemimpin organisasi.
Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan sosial. Hal-hal yang mendorong timbulnya konflik dan integrasi adalah adanya persamaan dan perbedaan kepentingan sosial. Didalam setiap kehidupan sosial tidak ada satu pun manusia yang memiliki kesamaan yang persis baik dari unsur tekhnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan, dan sebagainya. Dari setiap konflik ada beberapa diantaranya yang dapat di selesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimblkan beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik sehingga menimbulkan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan
Konflik dalam organisasi sering dilihat sebagai sesuatu yang lumrah terjadi termasuk oleh pemimpin organisasi.
Izin menanggapi miss
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
Macam-macam konflik :
Konflik sosial adalah suatu proses sosial dimana terjadi perselisihan atau ketidak cocokan  antara satu pihak dengan pihak lainnya, dengan tujuannya untuk menyingkirkan pihak lawan tersebut dengan cara membuat lawan menjadi tidak berdaya. Secara umum konflik sosial dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Konflik pribadi. Konflik yang terjadi antara dua individu yang disebabkan oleh adanya permasalahan pribadi diantara keduanya.
b. Konflik antar kelas. Konflik yang terjadipada dua kelompok atau individu yang berada pada suatu kelas atau kelompok
c. Konflik politik. Konflik yang terjadi antara dua individu atau kelompok dengan penyebab konflik adalah adanya perbedaan pada prisip ketatanegaraan.
d. Konflik rasial. konflik yang terjadi antar kelompok ras karena adanya kebudayaan yang bertolak belakang.
e. Konflik internasional. Konflik yang melibatkan beberapa negara yang disebabkan adanya perbedaan kepentingan.
f. Konflik antar suku bangsa. Konflik disebabkan adanya perbedaan Bahasa daerah, adat istiadat, kebudayaan, dan lain sebagainya.
g. Konflik antar agama. Konflik yang terjadi antara pemeluk satu agama dengan yang lainnya.  
Tidak hanya secara umum, namun konflik sosial dapat diklasaifikasikan berdasarkan sifat, diantaranya :
a. Konflik Konstruktif. Konflik ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pemahaman antar individu atau kelompok terhadap masalah yang sedang dihadapi  
b. Konsflik Destruktif. Konflik ini dapat terjadi karena adanya perasaan benci, dendam , atau tidak senang kepada pihak lain, sehingga dengan adanya konflik ini akan menyebabkan terjadinya bentrokan-bentrokan fisik.
Bentuk- bentuk konflik sosial berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
- Konflik vertical
Konflik yang terjadi dalam suatu lingkungan, misalkan antara manager dangan karyawannya
- Konflik horizontal
Konflik antara individu atau kelomok yang memiliki kedudukan sama, misalkan antar anggota dalam suatu organisasi.
- Konflik diagonal
Konflik yang muncul akibat pembagian atau pengalokasian sumber daya ke organisasi yang tidak adil sehingga menyebabkan terjadinya konflik
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
Macam-macam konflik :
Konflik sosial adalah suatu proses sosial dimana terjadi perselisihan atau ketidak cocokan  antara satu pihak dengan pihak lainnya, dengan tujuannya untuk menyingkirkan pihak lawan tersebut dengan cara membuat lawan menjadi tidak berdaya. Secara umum konflik sosial dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Konflik pribadi. Konflik yang terjadi antara dua individu yang disebabkan oleh adanya permasalahan pribadi diantara keduanya.
b. Konflik antar kelas. Konflik yang terjadipada dua kelompok atau individu yang berada pada suatu kelas atau kelompok
c. Konflik politik. Konflik yang terjadi antara dua individu atau kelompok dengan penyebab konflik adalah adanya perbedaan pada prisip ketatanegaraan.
d. Konflik rasial. konflik yang terjadi antar kelompok ras karena adanya kebudayaan yang bertolak belakang.
e. Konflik internasional. Konflik yang melibatkan beberapa negara yang disebabkan adanya perbedaan kepentingan.
f. Konflik antar suku bangsa. Konflik disebabkan adanya perbedaan Bahasa daerah, adat istiadat, kebudayaan, dan lain sebagainya.
g. Konflik antar agama. Konflik yang terjadi antara pemeluk satu agama dengan yang lainnya.  
Tidak hanya secara umum, namun konflik sosial dapat diklasaifikasikan berdasarkan sifat, diantaranya :
a. Konflik Konstruktif. Konflik ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pemahaman antar individu atau kelompok terhadap masalah yang sedang dihadapi  
b. Konsflik Destruktif. Konflik ini dapat terjadi karena adanya perasaan benci, dendam , atau tidak senang kepada pihak lain, sehingga dengan adanya konflik ini akan menyebabkan terjadinya bentrokan-bentrokan fisik.
Bentuk- bentuk konflik sosial berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
- Konflik vertical
Konflik yang terjadi dalam suatu lingkungan, misalkan antara manager dangan karyawannya
- Konflik horizontal
Konflik antara individu atau kelomok yang memiliki kedudukan sama, misalkan antar anggota dalam suatu organisasi.
- Konflik diagonal
Konflik yang muncul akibat pembagian atau pengalokasian sumber daya ke organisasi yang tidak adil sehingga menyebabkan terjadinya konflik
Nama : Wulandari
Npm : 1812110522
Izin menanggapi..
Setiap konflik dalam ruang lingkup perusahaan besar ataupun kecil harus bisa memperlihatkan banyak manfaat terbaik. Maka dari itu siapa saja yang berhasil menyelesaikan berbagai konflik di dalam perusahaan akan terus mendapatkan kinerja karyawan lebih optimal dibandingkan sebuah perusahaan yang tak pernah memperhitungkan semua aspek. Jadi bisa kita lihat bahwa semua akses dalam manajemen konflik sendiri dapat memperlihatkan banyak peluang, hingga akhirnya soerang karyawan merasakan kenyamanan bisa bekerja secara penuh. Ditambah lagi dari ruang lingkup kerja juga lebih optimal.
Masalah yang terjadi di lingkungan kerja akan berdampak buruk baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan. Salah satunya adalah dapat membuat hubungan antar karyawan menjadi renggang, muncul rasa ketidakpercayaan, dan mudah curiga. Sehingga komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan menjadi sulit dan mengalami banyak hambatan. Akibatnya, pekerjaan menjadi tidak maksimal. Di sisi lain, masalah atau konflik di tempat kerja juga dapat berimbas terjadinya ketidakseimbangan hidup karyawan.
Ketidakseimbangan tersebut antara lain berupa ketidakseimbangan individu dan sosial (hati dan batin). Karyawan yang terlibat konflik biasanya akan menjadi pribadi yang egois, tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, mementingkan diri sendiri, serta tidak mempunyai semangat dan hidupnya penuh dengan tekanan. Dengan adanya dampak tersebut, maka sangat jelas merugikan suatu perusahaan karena membuat kinerja perusahaan secara keseluruhan akan menurun.
Npm : 1812110522
Izin menanggapi..
Setiap konflik dalam ruang lingkup perusahaan besar ataupun kecil harus bisa memperlihatkan banyak manfaat terbaik. Maka dari itu siapa saja yang berhasil menyelesaikan berbagai konflik di dalam perusahaan akan terus mendapatkan kinerja karyawan lebih optimal dibandingkan sebuah perusahaan yang tak pernah memperhitungkan semua aspek. Jadi bisa kita lihat bahwa semua akses dalam manajemen konflik sendiri dapat memperlihatkan banyak peluang, hingga akhirnya soerang karyawan merasakan kenyamanan bisa bekerja secara penuh. Ditambah lagi dari ruang lingkup kerja juga lebih optimal.
Masalah yang terjadi di lingkungan kerja akan berdampak buruk baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan. Salah satunya adalah dapat membuat hubungan antar karyawan menjadi renggang, muncul rasa ketidakpercayaan, dan mudah curiga. Sehingga komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan menjadi sulit dan mengalami banyak hambatan. Akibatnya, pekerjaan menjadi tidak maksimal. Di sisi lain, masalah atau konflik di tempat kerja juga dapat berimbas terjadinya ketidakseimbangan hidup karyawan.
Ketidakseimbangan tersebut antara lain berupa ketidakseimbangan individu dan sosial (hati dan batin). Karyawan yang terlibat konflik biasanya akan menjadi pribadi yang egois, tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, mementingkan diri sendiri, serta tidak mempunyai semangat dan hidupnya penuh dengan tekanan. Dengan adanya dampak tersebut, maka sangat jelas merugikan suatu perusahaan karena membuat kinerja perusahaan secara keseluruhan akan menurun.