Analisis video

Analisis video

oleh Dosinta Sari -
Jumlah balasan: 0

Tiap tempat kerja memiliki sumber bahaya (bahan, proses, alat dan lingkungan) yang sulit dihilangkan
ΓÇô Sebagai alat bantu dalam menentukan tindakan pengendalian resiko sesuai dengan sumber bahaya yang ada
ΓÇô Menilai apakah tindakan pengendalian resiko sudah sesuai

Bahaya adalah sesuatu yang berpotensi menimbulkan cidera/kerugian (manusia, properti, proses, lingkungan)

Beberapa Definisi terkait manajemen resiko
Resiko adalah sesuatu yang berpotensi menimbulkan cidera/kerugian atau merupakan kombinasi da kemungkinan / peluang dan akibat.

Analisa Resiko adalah kegiatan analisa suatu resiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan / probability dan tingkat keparahan dari akibat / consequences suatu resiko

Penilaian Resiko / Risk Assesment adalah penilaian suatu resiko dengan membandingkan terhadap tingkat / kreiteria resiko yang telah ditetapkan.

Manajemen Resiko adalah penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen, prosedur dan aktifitas dalam kegiatan identifikasi bahaya, analisa, penilaian, penanganan dan pemantauan serta review resiko.

Manajemen resiko sebaiknya dilakukan dalam suatu tim atau beberapa unsur dari karyawan yang terlihbat pada pekerjaan tersbut dengan tujuan :
ΓÇô Lebih banya informasi yang terkumpul
ΓÇô Diperoleh kesepakatan dari beberapa sudut pandang yang berbeda
ΓÇô Solusi yang diputuskan diterima oleh semua pihak yang terlibat

Kapan Manajemen Resiko dilakukan?
ΓÇô Pada tahap awal / perancangan / design
ΓÇô Pengembangan prosedur / instruksi kerja baru
ΓÇô Modifikasi proses
ΓÇô Ditemukan bahaya baru

Tahapan Manajemen Resiko
1. Komitment
2. Persiapan
3. Identifikasi Bahaya
4. Akibat ΓÇô Peluang
5. Penilaian Resiko
6. Penanganan Resiko
7. Monitor & Review

Komitmen
Harus mendapat dukungan dari lini manajemen karena:
ΓÇô Manajemen paling banyak terlibat dalam pengambilan keputusan
ΓÇô Terkait pada kebijakan organisasi secara keseluruhan
ΓÇô Terkait pada alokasi SDM dan finansial

Persiapan
Agar kegiatan Manajemen Resiko berjalan dengan lancar diperlukan
ΓÇô Ruang lingkup kegiatan
ΓÇô Personil
ΓÇô Standar / acuan penetapan resiko
ΓÇô Prosedur
ΓÇô Dokumentasi

Identifikasi Bahaya
Dilakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu aktifitas / kegiatan / proses kerja, dll. Teknik sederhana untuk melakukan identifikasi bahaya adalah dengan membuat pertanyaan sbb:
a. Apakah sumber bahaya penyebab cidera ?
b. Siapa yang terpapar ?
c. Bagaimana cidera bisa timbul ?

Sumber bahaya :
ΓÇô Keadaan bahan / peralatan
ΓÇô Sifat Pekerjaan
ΓÇô Lingkungan Kerja
ΓÇô Cara Kerja
ΓÇô Proses Produksi

Siapa terpapar ?
ΓÇô Karyawan
ΓÇô Kontraktor
ΓÇô Tamu
ΓÇô Pihak Ketiga

Bagaimana cidera bisa timbul ?
ΓÇô Jatuh dari ketinggian
– Tertimpa …
ΓÇô Terbentur / tertabrak
ΓÇô Terjebak / Terjepit
ΓÇô Kontak dengan suhu ekstrim
ΓÇô Tersengat listrik
ΓÇô Kontak dengan Bahan kimia berbahaya

Teknik Identifikasi Bahaya :
ΓÇô Inspeksi
ΓÇô Work Through Survey
ΓÇô Audit
ΓÇô Kuisoner
ΓÇô Data Statistik
ΓÇô HAZOP / Fault Tree Analysis

Analisa dan Penilaian Resiko
Setelah Bahaya diidentifikasi, tahap selanjutnya adalah melakukan analisa dan penilaian resiko.
Dalam melakukan analisa dan penilaian resiko parameter yang digunakan adalah AKIBAT (Consequences) dan PELUANG (frequency)
Akibat adalah tingkat keparahan yang mungkin terjadi dari suatu insiden yang melibatkan manusia, properti, lingkungan ataupun reputasi perusahaan.
Contoh:
Yang berakibat pada manusia seperti Fatal, cacat, perawatan medis, P3K.
Yang berakibat pada properti seperti kerusakan fasilitas pabrik
Peluang adalah Frekuensi terjadinya insiden yang bisanya dinyatakan dalam satuan waktu
Contoh :
ΓÇô Pernah terjadi pada perusahaan sejenis
ΓÇô pernah terjadi di perusahaan ini
ΓÇô Pernah terjadi diperusahaan ini beberapa kali dalam satu tahun

Beberapa acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian resiko adalah sebagai berikut :
ΓÇô Informasi tentang aktifitas pekerjaan
ΓÇô Yindakan pengendalian yang telah dilakukan
ΓÇô Peralatan yang digunakan
ΓÇô Data statistik kecelakaan
ΓÇô dll

Analisa resiko dibagi menjadi
ΓÇô Kualitatif
ΓÇô Semikualitatif
ΓÇô Kuantitatif

Kualitatif
Menganalisa dan menilai resiko dengan membandingkan parameter akibat dan peluang dengan membandingkan matriks yang telah ditetapkan

Semikuantitatif
Metode yang dipakai hampir sama dengan metode kuantitatif perbedaannya terletak pada nilai / skor tertentu yang telah ditetapkan sesuai resikonya.

Kuantitatif
Dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa yang representatif seperti analisa statistik, simulasi, fault tree analisis, dll.

Penanganan Resiko
Setelah dilakukan selanjutnya ditentukan apakah resiko tersebut dapat diterima (acceptable risk) atau tidak. Apabila resiko tidak dapat diterima (non acceptable risk), perusahaan harus menetapkan tindak lanjut perbaikan sampai resiko terendah dengan prinsip hirarki pengendalian sbb:
ΓÇô Eliminasi
ΓÇô Subtitusi
ΓÇô Rekayasa
ΓÇô Administrasi
ΓÇô ALat Pelindung Diri

Monitor dan Review
Manajemen resiko yang ditelah ditetapkan harus selalu di monitor, apakah sudah sesuai dengan penerapan di aktifitas pekerjaan, jika tidak harus dilakukan kaji ulang atau review dan dipastikan selalu update.