Nama : Angga FIrmansyah
NPM : 1812120143
1.    Jelaskan prosedur pemeriksaan liabilitas jangka Panjang ?
Jawab :
1)      Pelajari dan evaluasi internal control atas libilitas jangka panjang.
2)      Dapatkan dan periksa ringkasan perubahan liabilitas jangka panjang berikut discount, premium, dan bunga selama peiode yang diperiksa
3)      Kirim informasi kepada bank yang antara lain menanyakan mengenai : plafon kredit, saldo per tanggal laporan posis keuangan, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman dan jaminan kredit.
4)      Minta salinan perjanjian kredit untuk permanent file, lalu perhatikan apakah data yang terdapat dalam perjanjian kredit tersebut sesuai dengan data yang tercantum dalam kertas kerja pemeriksaan liabilitas jangka panjang.
5)      Periksa apakah perolehan/penambahan bunga dan amortisasi discount/premium dari obligasi. Tie-Up jumlah beban bunga dan amortisasi discount/premium obligasi dengan jumlah yang tercantum pada laporan laba rugi. Discount/premium yang belum diamortisasi harus dilaporkan sebagai pengurangan/penambahan dari nilai nominal obligasi.
6)      Periksa perhitungan bunga, pembayaran bunga dan amortisasi discount/premium dari obligasi.
7)      Periksa apakah ada liabilitas jangka panjang atau wesel bayar yang diperpanjang (direnewed) setelah tanggal laporan posisi keuangan, untuk mengetahui apakah utang tersebut harus tetap disajikan sebagai liabilitas jangka panjang atau sebagai utang lancar.
8)      Seandainya ada utang dari pemegang saham atau dari direksi atau dari perusahaan afiliasi, harus dikirim konfirmasi dan periksa apakah ada pembebanan bunga atas pinjaman tersebut.
9)      Seandainya ada utang leasing, periksa apakah pencatatannya dan penyajiannya di laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi sewa guna usaha (PSAK No. 30 Revisi 2007 tentang Sewa)
10)  Periksa apakah ada bagian dari liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun akan datang, sehingga harus direklasifikasi sebagai liabilitas jangka pendek
11)  Seandainya ada liabilitas jangka panjang yang harus dibayar kembali dalam mata uang asing, periksa apakah per tanggal laporan posisi keuangan sudah dikonversikan kedalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal laporan posisi keuangan dan selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan/dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.
12)  Lakukan penelaahan analitis (analytical review procedures) terhadap liabilitas jangka panjang dan biaya bunganya, untuk melihat kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan biaya bunga
13)  Tarik kesimpulan apakah penyajian liabilitas jangka panjang di laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS
2.   Pada melakukan konfirmasi saldo hutang jangka panjang data apa yg dibutuhkan oleh pihak auditor ?
Jawab :             
Auditor meminta salinan (copy) perjanjian kredit untuk permanent file,  untuk melakukan pengecekan apakah data yang terdapat dalam perjanjian kredit tersebut sesuai dengan data yang tercantum dalam kertas kerja pemeriksaan liabilitas jangka panjang.
 
3.   Jelaskan mengenai  subsequent  collection dan payment yang anda pahami ?
Jawab :
Subsequent Collection adalah penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan/audit field work, yang harus dilaksanakan dalam pemeriksaan piutang, dan barang dalam perjalanan.
Subsequent payment adalah pembayaran sesudah tanggal laporan posisi keuangan atau neraca sampai mendekati tanggal selesainya audit field work, yang harus dilaksanakan dalam pemeriksaan liabilitas dan biaya yang masih harus dibayar.
4.   Pada saat melakukan pemeriksaan dalam menentukan SPI nya subsequent collection apa yang harus amati oleh auditor ?
Jawab  :
 Auditor harus mengamati atau memeriksa Piutang, dan Barang Dalam Perjalanan
 
5.   Jelaskan prosedur pemeriksaan ekuitas ?
Jawab :
Prosedur Pemeeriksaan Ekuitas
1) Pelajari dan evaluasi internal control atas permodal dan transaksi jual beli saham, pembagian dan pembayaran deviden dan sertifikat saham.
Untuk mempelajari dan mengevaluasi internal control atas ekuitas biasanya digunakan Internal Control Questionnaires (ICQ) atau penjelasan narrative.
2) Minta Salinan (copy) dari akta pendirian, SK Pengesahan Menteri Hukum dan HAM, SAK BKPM/BKPMD, SAK Bapepam-LK, SK Presiden, untuk disimpan dalam permanent file.
3) Cocokkan data yang ada dalam akta pendirian tersebut dengan modal yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) dan penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan.
4) Untuk perusahaan yang baru didirikan dan perusahaan yang mempunyai tambahan setoran modal dalam periode yang diperiksa, periksalah bukti setoran dan bukti pembukuan lainnya serta otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang dan instansi pemerintah.
Caranya lihat buku besar untuk perkiraan modal, periksa apakah ada transaki kredit dalam perkiraan tersebut, jika ada periksa voucher referencenya apakah journal voucher atau bukti penerimaan kas/bank.
Jika referencenya bukti penerimaan kas/bank berarti setoran modal dilakukan dalam bentuk uang tunai (fresh money) dan auditor harus memeriksa bukti penerimaan kas atau kredit nota dari bank
Jika referencenya journal voucher, berarti setoran modal dilakukan dalam bentuk aset, non cash, misalnya aset tetap persediaain, surat berharga dan lain-lain (dalam bentuk inbreng).
Dalam hal ini auditor harus memeriksa journal voucher dan bukti pendukungnya, biasanya jika disetor dalam bentuk inbreng ada laporan dari appraisal mengenai nilai aset non cash yang dijadikan setoran modal.
Periksa apakah setoran modal dalam bentuk tunai, beberapa waktu kemudiarn ditarik kembali oleh pemegang saham dan oleh perusahaan dicatat sebagai piutang pemegang saham. Berdasarkan UU Perseroan Terbatas No. 1 Tahun 1995 hal tersebut tidak diperbolehkan, dan dari segi peraturan pajak jika ada piutang pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan atas bunga.
Selain itu perusahaan go public bisa menambah modal disetornya dengan melakukan Right Issue, yaitu mengeluarkan tambahan saham ditempatkan yang hak utama untuk membelinya diberikan kepada pemegang saham lama (misalnya setiap pemegang 3 saham lama diberi hak untuk membeli 1 saham baru). Jika pemegang saham lama tidak ingin menggunakan haknya, hak tersebut bisa dialihkan ke pihak lain.
 
6.   Pada saat penentuan di penyelesaian laporan akhir audit apa yg menjadi pertimbangan auditor ?
Jawab :
Menurut saya yang menjadi pertimbangan auditor pada saat penyelesaian laporan akhir audit adalah temuan temuan yang terjadi dalam pelaksanaan audit, bukti – bukti audit aktual (menurut siklus, akun dan tujuan )  dan  Hasil evaluasi menurut akun dan siklus, Hasil Evaluasi laporan keuangan keseluruhan