nama : kharisma nur fitria
npm : 2012120064
- Kerangka sustainability merupakan prinsip, inisiatif ataupun panduan (guidelines) yang berguna bagi perusahaan untuk menilai pengungkapan yang telah dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan upaya keberlanjutan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Berbagai kerangka sustainability telah diajukan oleh banyak pihak yang mendukung konsep keberlanjutan/sustainability baik untuk perusahaan maupun untuk kota. kerangka kerja ini menempatkan masyarakat sebagai fokusnya. Kerangka kerja ini tidak dipakai secara linier dan tidak dimaksudkan menyuguhkan model realitas yang persis. Tujuannya adalah membantu stakeholders yang mempunyai perspektif yang berbeda untuk terlibat dalam debat yang kaya dan padu mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi penghidupan, arti penting dari, serta hubungan antara, faktor-faktor tersebut. Keberlanjutan mempunyai banyak dimensi yang semuanya penting bagi pendekatan sustainable
- lima kerangka sustainability yang banyak digunakan oleh perusahaan.
- Global Reporting Initiative (GRI)
- Kerangka DPSIR
- SIGMA Project
- Greenhouse Gas Protocol (GHG Protocol)
- United Nations Global Compact
- Greenhouse Gas Protocol (GHG Protocol)
- Carbon Disclosure Project (CDP) 
- World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)
3. DPSIR (driver, pressure, state, impact dan respons) adalah kerangka kerja sebab-akibat untuk menggambarkan interaksi antara masyarakat dan lingkungan: dampak manusia terhadap lingkungan dan sebaliknya karena adanya saling ketergantungan antar komponen. Kerangka ini diadopsi oleh European Environment Agency berdasarkan perluasan dari PSR model yang dikembangkan oleh OECD. Menurut kerangka DPSIR, ada rantai hubungan kausal yang dimulai dengan ‘driver forces '(sektor ekonomi, aktivitas manusia) melalui 'pressure' (emisi, limbah) ke' state ' (fisik, kimia dan biologi) dan 'impact' pada ekosistem, kesehatan dan fungsi manusia, akhirnya mengarah ke 'respons' politik (penentuan prioritas, pengaturan target, indikator).
4. - Pengelolaan holistik dari lima jenis modal yang berbeda yang mencerminkan keseluruhan dampak organisasi dan kekayaan (dalam arti yang luas)
- Pelaksanaan akuntabilitas, dengan bersikap transparan dan responsif terhadap pemangku kepentingan dan mematuhi aturan dan standar yang relevan.