Vega Haiyu Fatharanny (2012120058)

Vega Haiyu Fatharanny (2012120058)

oleh Vegahaiyu Fatharanny -
Jumlah balasan: 0

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kerangka sustainability?

Kerangka sustainability (sustainability framework) adalah suatu sistem yang dirancang untuk membantu organisasi atau individu dalam mempertimbangkan dan mengintegrasikan tiga dimensi utama keberlanjutan, yaitu aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, dalam pengambilan keputusan mereka.

2. Sebutkan sedikitnya lima kerangka sustainability yang banyak digunakan oleh perusahaan?

  1. Kerangka Triple Bottom Line (TBL): Kerangka TBL mempertimbangkan tiga dimensi keberlanjutan, yaitu keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, dan mengukur kinerja suatu organisasi berdasarkan ketiga dimensi ini.

  2. Kerangka Circular Economy: Kerangka Circular Economy bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan cara mengurangi limbah dan memperpanjang umur pakai produk. Kerangka ini mempromosikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan, dan dapat membantu perusahaan mengurangi dampak lingkungan mereka.

  3. Kerangka Green Supply Chain Management (GSCM): Kerangka GSCM mempertimbangkan dampak lingkungan dari seluruh rantai pasokan, mulai dari produksi hingga pengiriman produk kepada konsumen. Kerangka ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi dan berkelanjutan dalam rantai pasokan perusahaan.

  4. Kerangka Life Cycle Assessment (LCA): Kerangka LCA adalah metode untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari suatu produk atau layanan, dari produksi hingga penggunaan dan pembuangan. Kerangka ini membantu perusahaan untuk memahami dampak lingkungan produk mereka dan mengembangkan solusi untuk mengurangi dampak tersebut.

  5. Kerangka Global Reporting Initiative (GRI): Kerangka GRI adalah suatu kerangka yang membantu perusahaan untuk menyampaikan kinerja keberlanjutan mereka kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan. Kerangka ini mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, dan dapat membantu perusahaan dalam membangun citra yang baik dan meningkatkan transparansi mereka.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan DPSIR?

DPSIR adalah sebuah kerangka kerja (framework) yang digunakan dalam analisis lingkungan untuk memahami dan menjelaskan hubungan antara lingkungan dan manusia. DPSIR singkatan dari Driver-Pressure-State-Impact-Response.

  1. Driver: Faktor-faktor yang mempengaruhi atau mendorong perubahan lingkungan seperti populasi, konsumsi energi, dan pertumbuhan ekonomi.

  2. Pressure: Tekanan yang dihasilkan dari aktivitas manusia yang dapat merusak lingkungan seperti polusi, deforestasi, dan penggunaan bahan kimia berbahaya.

  3. State: Kondisi atau keadaan lingkungan seperti kualitas air, udara, tanah, dan keanekaragaman hayati.

  4. Impact: Dampak yang ditimbulkan dari perubahan lingkungan terhadap manusia seperti kesehatan, mata pencaharian, dan kesejahteraan.

  5. Response: Respons manusia terhadap perubahan lingkungan seperti regulasi dan kebijakan lingkungan, teknologi hijau, dan praktik keberlanjutan.

DPSIR membantu dalam memahami kompleksitas hubungan antara manusia dan lingkungan, dan dapat digunakan untuk mengembangkan kebijakan dan praktik yang berkelanjutan untuk menjaga lingkungan yang sehat.

4. Jelaskan prinsip-prinsip sustainability menurut SIGMA Project ?

SIGMA Project (Sustainability Integrated Guidelines for Management) mengidentifikasi lima prinsip sustainability, yaitu:

  1. Ketergantungan lingkungan hidup: prinsip ini menekankan bahwa manusia dan organisasi bergantung pada sumber daya alam untuk bertahan hidup dan berkembang. Oleh karena itu, keberlanjutan harus mempertimbangkan dampak yang timbul dari penggunaan sumber daya alam dan harus memastikan penggunaannya tidak melebihi kapasitas lingkungan.

  2. Kerja sama dan partisipasi: prinsip ini menyoroti pentingnya kerja sama dan partisipasi semua pihak dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan yang berkelanjutan. Ini mencakup kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, dan individu untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

  3. Keadilan sosial dan ekonomi: prinsip ini menekankan pentingnya mengatasi ketidakadilan sosial dan ekonomi dalam pengembangan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, penting untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan mengembangkan potensi mereka.

  4. Pengelolaan terpadu: prinsip ini menggarisbawahi bahwa keberlanjutan memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Ini mencakup pengelolaan secara efisien dan efektif dari sumber daya alam yang ada, serta pemikiran jangka panjang dalam merencanakan pengembangan.

  5. Prinsip kehati-hatian: prinsip ini menekankan pentingnya mempertimbangkan kemungkinan dampak negatif dari tindakan manusia dan kebijakan yang diambil terhadap lingkungan hidup dan manusia. Dalam hal ini, diperlukan tindakan pencegahan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko yang mungkin timbul dan mengambil tindakan tanggap darurat jika terjadi dampak yang tidak diinginkan.