Sinta Nabila 2012120046

Sinta Nabila 2012120046

oleh Sinta Nabila -
Jumlah balasan: 0

Nama : Sinta Nabila

NPM : 2012120046

 

1. Jelaskan prosedur pemeriksaan liabilitas jangka panjang

a. Mempelajari dan mengevaluasi internal control liabilitas jangka panjang.

b. Memeriksa ringkasan perubahan liabilitas jangka panjang berikut diskon, premium, dan bunga selama periode pemeriksaan.

c. Mengirim konfirmasi ke bank: menanyakan terkait plafon kredit, saldo per tanggal neraca, tingkat bunga, dsb.

d. Meminta salinan perjanjian kredit untuk permanent file, periksa juga apakah datanya sesuai atau tidak.

e. Memeriksa apakah perolehan liabilitas jangka panjang sudah mendapat persetujuan tertulis dari direksi/komisaris/pemegang saham.

f. Memeriksa perhitungan, pembayaran, dan amortisasi bunga dari obligasi.

g. Memeriksa apakah ada liabilitas jangka panjang/wesel bayar yang diperpanjang setelah tanggal neraca.

h. Mengirim konfirmasi dan memeriksa apakah ada pembebanan bunga atas pinjaman jika ada utang dari pemegang saham atau direksi perusahaan.

i. Memeriksa pencatatan dan penyajian neraca sudah sesuai dengan standar akuntansi sewa guna usaha jika ada utang leasing.

j. Memeriksa apakah ada bagian dari liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun sehingga harus direklasifikasi sebagai liabilitas jangka pendek.

k. Jika ada liabilitas jangka panjang dalam mata uang asing, maka harus diperiksa apakah per tanggal neraca sudah dikonversikan ke dalam Rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia dan selisih kurs sudah dibebankan/dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.

l. Melakukan penelitian analitis terhadap liabilitas jangka panjang dan biaya bunganya.

m. Menarik kesimpulan apakah penyajian liabilitas jangka panjang di neraca dan catatan atas laporan keuangan sudah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

 

2. Pada melakukan konfirmasi saldo hutang jangka panjang data apa yg dibutuhkan oleh pihak auditor?

Bukti transaksi, buku besar, laporan keuangan tahun berjalan, laporan auditor independen tahun lalu, dan surat konfirmasi utang

 

3. Jelaskan mengenai subsequent collection dan payment yang ada pahami

a. Subsequent Collection: penagihannya sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan/audit field work, dilaksanakan dalam pemeriksaan piutang dan barang dalam perjalanan
b. Subsequent Payment: pembayarannya sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field work, dilaksanakan dalam pemeriksaan hutang dan biaya yang masih harus dibayar

 

4. Pada saat melakukan pemeriksaan dalam menentukan SPI nya subsequent collection apa yang harus amati oleh auditor?

Buku penerimaan dan pengeluaran kas, bukti penerimaan dan pengeluaran barang, neraca / laporan posisi keuangan pada periode tersebut, cut-off penjualan, cut-off pembelian

 

5. Jelaskan prosedur pemeriksaan ekuitas

a. Mempelajari dan mengevaluasi internal control permodalan dan transaksi jual beli saham, pembagian, dan pembayaran deviden serta sertifikat saham.

b. Meminta salinan akta pendirian, SK Pengesahan Menteri Hukum dan HAM, SK BKPM/BKPMD, SK Bapepam-LK, SK Presiden, untuk disimpan di permanent file.

c. Mencocokkan data yang ada pada akta pendirian dengan modal yang tercantum pada neraca dan catatan atas laporan keuangan.

d. Bagi perusahaan yang baru didirikan dan mempunyai tambahan setoran modal dalam periode yang diperiksa, maka bukti setoran dan bukti pembukuan lain serta otorisasi dari pejabat perusahaan dan pemerintah perlu diperiksa.

e. Menjelaskan berapa modal dasar, modal ditempatkan, modal disetor serta premium dan diskon dari penjualan saham, jenis saham yang dimiliki, jumlah common dan preferred stock, dan rincian pemegang saham pada kertas kerja pemeriksaan.

f. Memeriksa dokumen pendukung dari setiap perubahan dalam perkiraan retained earning/deficit.

g. Memeriksa dividen dibagikan dalam bentuk apa, pencatatannya sudah benar apa belum, sudah diotorisasi pejabat perusahaan yang berwenang, dan aspek perpajakannya sudah sesuai dengan peraturan perpajakan jika ada pembagian deviden.

h. Memeriksa apakah akumulasi kerugian perusahaan sudah mencapai 75% dari modal disetor.

i. Mempertimbangkan untuk mengirim konfirmasi ke pemegang saham atau Biro Administrasi Efek.

j. Memeriksa bukti pembelian dan otorisasi, bukti penjualan dan otorisasi, menanyakan kepada manajemen tujuan pembelian kembali, dan memperhatikan bahwa treasury stock tidak berhak atas pembagian dividen jika seandainya ada treasury stock.

k. Memeriksa apakah penyajian permodalan di neraca dan catatan atas laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

l. Membuat kesimpulan mengenai kewajaran ekuitas.

 

6. Pada saat penentuan di penyelesaian laporan akhir audit apa yg menjadi pertimbangan auditor?

Integritas manajemen, going concern perusahaan, kecukupan presentation dan disclosures, kecukupan bukti audit yang telah dikumpulkan, dan salah saji yang diestimasi