Riska Nanda Yolanudin

Riska Nanda Yolanudin

oleh Riska Nanda Yolanudin -
Jumlah balasan: 0

1. Prosedur pemeriksaan liabilitas jk panjang

(1) Menentukan jenis liabilitas jangka panjang yang akan diperiksa.

(2) Memeriksa dokumen kontrak atau perjanjian yang terkait dengan liabilitas tersebut.

(3) Memeriksa catatan keuangan perusahaan.

(4) Memeriksa dokumen pendukung transaksi yang terkait dengan liabilitas tersebut.

(5) Memeriksa kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku dan peraturan pemerintah terkait pajak atau peraturan sektoral.

(6) Melakukan komunikasi dengan pihak luar.

(7) Melakukan analisis risiko atas liabilitas jangka panjang tersebut dan memberikan saran kepada manajemen perusahaan untuk mengelola risiko tersebut.


2. Yang dibutuhkan auditor

(1) Nama dan Alamat

(2) Jumlah saldo hutang jk. panjang

(3) Jenis hutang hutang jk. panjang

(4) Tanggal jatuh tempo

(5) Proses konfirmasi


3. Subsequent collection dan payment (penerimaan dan pembayaran berikutnya) merujuk pada transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca perusahaan, tetapi masih terkait dengan periode akuntansi yang sama dengan tanggal neraca. Subsequent collection mengacu pada penerimaan kas setelah tanggal neraca, sedangkan subsequent payment mengacu pada pembayaran kas setelah tanggal neraca.


4. (1) Waktu pembayaran dari pelanggan

(2) Besarnya tagihan yang sudah dibayar

(3) Jumlah tagihan yang belum dibayar

(4) Alasan prlanggan tidak membayar

(5) Perkiraan waktu pembayaran


5. Prosedur pemeriksaan ekuitas

(1) Mengkaji struktur modal.

(2) Memeriksa dokumen saham.

(3) Memeriksa transaksi saham.

(4) Memeriksa hutang konversi.

(5) Memeriksa laba ditahan.

(6) Mengkaji pengungkapan dalam laporan keuangan.

(7) Memeriksa persetujuan penggunaan laba.


6. (1) Tingkat kepercayaan yang diinginkan

(2) Bukti yang telah dikumpulkan

(3) Kepatuhan terhadap standar audit

(4) Peristiwa pasca tanggal laporan keuangan

(5) Pengungkapan dalam laporan keuangan

(6) Pendapat atas laporan keuangan