1.      Apa yang dimaksud dengan rekayasa sistem dan mengapa pendekatan ini penting dalam pengembangan proyek teknologi berskala besar? Berikan contoh nyata.
Jawab :
Rekayasa Sistem adalah suatu pendekatan yang menggabungkan dua atau lebih disiplin ilmu atau bidang pengetahuan yang berfokus pada perancangan, pengembangan, dan pengelolaan sistem yang kompleks. Tujuan utama dari rekayasa sistem adalah untuk menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders), berfungsi secara efektif dan efisien, serta dapat diandalkan, aman, dan mudah dipelihara. Pendekatan ini sangat penting dalam proyek teknologi berskala besar karena membantu mengelola kompleksitas, memastikan efisiensi, dan mengurangi risiko. 
Sebagai contoh adalah Pengembangan Kendaraan Otonom : Sistem perangkat lunak dan perangkat keras yang memungkinkan mobil untuk mengemudi sendiri. Melibatkan integrasi sensor, perangkat lunak pemrosesan data, algoritma kecerdasan buatan, dan sistem kontrol. Rekayasa sistem memastikan keamanan, keandalan, dan kinerja sistem otonom.
2.      Dalam rekayasa sistem, bagaimana peran analisis kebutuhan (requirement analysis) dalam menentukan keberhasilan suatu sistem? Apa akibatnya jika tahap ini diabaikan?
Jawab :
Analisis kebutuhan (requirement analysis) adalah fondasi krusial dalam rekayasa sistem. Tahap ini bertujuan untuk memahami secara mendalam kebutuhan dan harapan dari semua pemangku kepentingan terkait sistem yang akan dikembangkan. Perannya sangat vital dalam menentukan keberhasilan sistem. Jika tahap ini diabaikan, kemungkinan besar sistem yang dikembangkan tidak akan sesuai dengan harapan pengguna, menghasilkan sistem yang tidak berfungsi dengan baik, atau bahkan gagal secara keseluruhan.
3.      Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan utama dalam siklus hidup rekayasa sistem. Menurut kalian, tahapan mana yang paling krusial dan mengapa?
Jawab :
Tahapan utama dalam siklus hidup rekayasa sistem meliputi:
-       Tahap perencanaan : Penetapan tujuan dan ruang lingkup proyek.
-       Tahap analisis : Pemahaman kebutuhan pengguna dan pengumpulan informasi.
-       Tahap desain : Merancang solusi yang memenuhi kebutuhan pengguna.
-       Tahap implementasi : Membangun dan mengimplementasikan sistem.
-       Tahap pengujian : Mengujikan sistem untuk memastikan kualitas dan kehandalan.
-       Tahap pemeliharaan : Merawat dan memperbaiki sistem setelah diimplementasikan.
Tahapan yang paling krusial adalah perencanaan. Perencanaan yang baik akan membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan, menentukan tujuan, dan merencanakan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, perencanaan yang baik akan mengurangi risiko, meningkatkan efisiensi, dan mempermudah manajemen proyek.