Experiential marketing sangat efektif dalam membangun keterlibatan dan loyalitas pelanggan namun tidak bisa sepenuhnya menggantikan traditional marketing karena keterbatasan dalam jangkauan dan skala. Jadi untuk hasil yang maximal adalah dengan mererapkan strategi penggabungan / integrasi keduanya. Dimana Tradisional Marketing memberikan pemahaman melalui IKlan dll yang bsia fokus pada jangakauan yang luas dan experiential marketing fokus pada pengalaman dan keterikatan emosional.
Contoh nyata :
Kuliner Lampung Festival
Tradisional marketingnya melalui promosi, iklan lokal , Banner dan melalui medsos
Bentuk experiential marketingnya melalui pengunjung bisa mencicipi langsung, berfoto foto untuk di share di Feed Ig or Tik tok untuk kebutuhan emosional pengunjungnya dan bila ada live music akan memberikan pengalaman yang lebih lagi. Dan bila pengunjung puas akan akan meningkatkan minat kunjung ulang.
Jadi tanpa promosi (tradisional marketing) orang tidak datang karna tidak mendapat info dan tanpa pengalaman yang positif orang tidak akan kembali, dan dengan pengalaman yang baik shg memenuhi kebutuhan emosional konsumen modern saaat ini makan akan menjadi promosi lanjutan.