Tidak, experiential marketing tidak menggantikan traditional marketing melainkan harus bekerja sama dalam sebuah ekosistem yang saling melengkapi.
Hal ini dikarenakan Meskipun experiential marketing sangat kuat dalam membangun loyalitas dan keterikatan emosional, namun memiliki keterbatasan pada jangkauan.
Untuk jangkauan, Traditional Marketing Efektif untuk membangun awareness massal dengan cepat melalui TV, billboard, atau radio, sedangkanΓÇïExperiential Marketing Fokus pada kedalaman interaksi. Tanpa dukungan pemasaran tradisional atau digital, sebuah aktivasi pengalaman yang hebat mungkin hanya akan dirasakan oleh segelintir orang yang hadir di lokasi pemasaran.
Kedua cara pemasaran tersebut harus diintegrasikan, Karena :
- Jangkauan vs Kedalaman
Iklan tradisional menang di jumlah orang yang melihat (kuantitas), sementara experiential menang di seberapa kuat dampaknya bagi individu (kualitas).
- ΓÇïSiklus Saling Mendukung
Pengalaman fisik yang seru akan difoto dan diunggah oleh konsumen ke media sosial. Unggahan ini kemudian menjadi "iklan gratis" yang memperkuat jangkauan pemasaran tradisional.
Jadi, Experiential marketing tidak dapat menggantikan traditional marketing secara total. Jika hanya mengandalkan pengalaman, kita kehilangan skala, namun jika kita hanya mengandalkan tradisional, kita kehilangan hati konsumen.
Contohnya yaitu : IKEA
Dalam pemasaran, IKEA menggabungkan efisiensi pemasaran tradisional dengan kedalaman experiential marketing.
- ΓÇïSisi Tradisional :
IKEA tetap mempertahankan katalog ikonik mereka (meski sekarang lebih banyak digital) dan iklan billboard yang menonjolkan harga murah serta fungsionalitas produk. Ini menjaga top-of-mind masyarakat secara luas.
- ΓÇïSisi Experiential :
Mereka menciptakan "IKEA Sleepover" atau toko berkonsep showroom di mana pengunjung tidak hanya melihat barang, tapi "hidup" di dalamnya. Konsumen bisa mencoba tempat tidur, duduk di sofa, bahkan makan di kantin mereka.
- ΓÇïIntegrasi keduanya :
IKEA menggunakan teknologi AR (Augmented Reality) melalui aplikasi IKEA Place. Ini adalah jembatan sempurna: pemasaran tradisional (katalog) yang diubah menjadi pengalaman interaktif di rumah konsumen sendiri.