Sari Trinilawati

Sari Trinilawati

oleh sari trinilawati miskanita zuknah -
Jumlah balasan: 0

Dalam praktik modern, experiential marketing justru tidak menggantikan traditional marketing, tetapi memperkuat dan melengkapinya. Experiential marketing tidak dapat menggantikan peran traditional marketing secara total. Tanpa pemasaran tradisional, jangkauan merek akan sangat terbatas. Sebaliknya, tanpa experiential marketing, sebuah merek akan kesulitan mempertahankan loyalitas di tengah banjirnya pilihan produk serupa.

Starbucks adalah contohnya

Sisi Traditional Marketing: Starbucks tetap menggunakan kampanye media sosial yang masif, iklan di aplikasi, dan poster di gerai untuk memperkenalkan menu musiman. Ini menciptakan dorongan awal bagi orang untuk datang ke toko

Sisi Experiential Marketing: Begitu konsumen masuk ke dalam toko, mereka tidak hanya membeli kopi. Mereka mendapatkan pengalaman: aroma biji kopi yang khas, musik yang dikurasi, desain interior yang nyaman hingga interaksi personal dengan barista yang menuliskan nama mereka di gelas.

Hasilnya Konsumen tidak merasa keberatan membayar harga premium. Mereka tidak membayar untuk kopi saja tapi juga untuk pengalaman yang telah dipromosikan sebelumnya melalui kanal tradisional.