Secara strategis experiential marketing tidak menggantikan traditional marketing melainkan melengkapinya dalam kerangka integrated marketing communication (IMC). Perubahan perilaku konsumen memang mendorong experiential marketing menjadi lebih dominan, tetapi bukan berarti traditional marketing kehilangan relevansi.
Contoh: Industri F&B ΓÇ£Tom SushiΓÇ¥ melalui Experiental marketing dengan strategi konsep conveyor belt di mana aneka sushi dan cemilan khas Jepang lewat langsung di depan meja & dengan design tempat seperti suasana di Jepang. Konsumen datang bukan hanya menikmati sushi, tapi mencari pengalaman (experience). Sedangkan lewat Traditional Marketing meningkatkan brand awareness secara luas dengan promo iklan menarik perhatian. Kombinasi ini terbukti meningkatkan kepuasan, loyalitas, dan brand awareness.