Dalam konteks perubahan perilaku konsumen modern yang semakin emosional dan berbasis pengalaman, experiential marketing tidak benar-benar dapat menggantikan peran traditional marketing, tetapi justru keduanya perlu diintegrasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Experiential marketing memiliki strategi pemasaran yang membuat konsumen mengalami langsung brand melalui interaksi, emosi, dan pengalaman tetapi tidak dapat menyampaikan pesan ke banyak orang secara luas seperti konsep pada traditional marketing. 
Contoh Kasus:
Pada brand parfum C&F mengintegrasikan experiential marketing dan traditional marketing dimana selain promosi dilakukan melalui iklan dan media sosial, konsumen dapat langsung datang ke gerainya. Konsumen dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai macam parfum serta dapat mencoba dan memilih sesuai dengan aroma yang diinginkan.