Kelompok 9 Beranggotakan : Anisa Refi Fatmalia, Billie Martin, Isnayola Anggian Febriani

Kelompok 9 Beranggotakan : Anisa Refi Fatmalia, Billie Martin, Isnayola Anggian Febriani

oleh isnayola anggian febriani -
Jumlah balasan: 0

1). Menurut Sudut Pandang Konsumen

Konsumen menilai mutu sebuah produk (barang atau jasa) dari ketepatan penggunaan (fitness for use) dan desainnya (quality of design). Fitness for use merupakan seberapa baik produk atau jasa tersebut melaksanakan peran/fungsi utamanya. Quality of design termasuk mendesain sifat-sifat mutu ke dalam produk (barang atau jasa). Jadi bekaitan erat dengan Dimensi Mutu.

Dimensi mutu untuk produk (barang) manufaktur berbeda dengan jasa. Pada produk (barang) manufaktur, konsumen cenderung menilai mutu dari sisi: performa (kinerja), wujud secara fisik (features); Probabilitas lama produk (barang) tahan terhadap kerusakan (reliability); Kesesuaian dengan standard yang ada (conformance), seberapa lama produk tersebut bisa digunakan (durability), seberapa mudah produk (barang) tersebut mendapat pelayanan (servis) apabila rusak (serviceability), keindahan (aesthetics), keamanan (safety), serta presepsi lain yang dimiliki konsumen.

Dimensi mutu untuk produk (jasa), menurut konsumen terdiri dari: 1).Seberapa lama konsumen harus menunggu pelayanan jasa tersebut (time and timeliness); 2).Kelengkapan pelayanan yang diinginkan konsumen (completeness); Bagaimana karyawan melayani konsumen (courtesy); 3).Seberapa konsisten tingkat pelayanan yang diberikan (consistency); Seberapa mudah konsumen meng-akses jasa (accessibility and convenience); 4).Seberapa tepat kinerja pelayanan (accurancy); 5).Serta seberapa mampu perusahaan jasa tersebut mampu menangani permasalahan yang tidak biasa (responsiveness).

Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu produk menurut konsumen pada dasarnya memandang mutu atas 5 (lima) dimensi (ukuran) yaitu: Performance, Features, Durability, Conformance dan Reliability.

a. Performance. Merupakan dimensi yang paling dasar dan berhubungan dengan fungsi utama dari suatu produk. Konsumen akan senang apabila harapan mereka terhadap suatu dimensi terpenuhi. Bagi setiap produk, performance tergantung dari fungtional value yang di janjikan oleh perusahaan.

b. Features. Yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.

c. Durability. Merupakan tahan lama (keawetan) yang menunjukkan suatu pengukuran terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu. Produk tersebut disebut awet kalau sudah banyak digunakan atau sudah lama digunakan. Bagi konsumen, tahan lama lebih mudah dimengerti berhubungan dengan aspek waktu. Karena itu, sebagian besar produk-produk yang menjanjikan keawetan lebih menonjolkan masalah tahan lama dalam hal waktu.

d. Conformance. Menunjukkan seberapa jauh suatu produk dapat memenuhi standard atau spesifikasi tertentu. Hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah di tuturkan sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik mutu baku (standard) yang telah ditetapkan.

e. Reliability. Menunjukkan keadaan atau mutu produk yang dapat memberikan keyakinan kepada konsumen untuk memilih produk tersebut, dengan kata lain konsumen akan percaya dengan mutu produk tersebut.


2). Nilai dari sudut pandang perusahaan

yaitu:1.Kualitas ProdukSeberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dandapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akanmempengaruhi pangsa pasar  dan menentukan harga yang ingin dibayar olehpelanggan.2.Biaya ProdukBiaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiapunit disebut biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapabesar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan hargapenjualan tertentu.3.Waktu Pengembangan Produk

Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalamberkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahanteknologi dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untukmenerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan timpengembangan.4.Biaya PengembanganBiaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yangpenting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.5.Kapabilitas PengembanganKapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan olehperusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomisdimasa yang akan datang.Perancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang sudahada merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik yangtelah ada. Kegiatan ini didapat dari persepsi tentang kebutuhan manusia,kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep produk, perancangan produk,pengembangan dan penyempurnaan produk, dan diakhiri dengan pembuatandan pendistribusian produk tersebut.

Manfaat produk yang ditawarkan, yaitu :

Produk Lebih Mudah Diingat

Pada dasarnya, manusia sebagai konsumen akan lebih mudah tertarik dengan sesuatu yang berbeda dibandingkan yang sama. Begitu tertarik, mereka akan lebih mengingatnya dan hal ini juga berlaku pada sebuah produk. Jika produk yang Anda jual lebih menonjol dari produk lain yang serupa, maka masyarakat akan lebih mengingatnya. Jika mereka sudah mengingat,akan ada kemungkinan lebih untuk melakukan transaksi berikutnya.

 

Produk Menjadi Lebih Unggul

Manfaat lain dari diferensiasi produk adalah menciptakan keunggulan tersendiri dari produk lain. Dalam bisnis, keunggulan memang bisa ditinjau dari banyak aspek misalnya, penampilan, manfaat, harga yang lebih murah, dan lain sebagainya. Produk yang memiliki perbedaan dengan produk lain bisa menjadi unggul karena memiliki kelebihan tampilan dan pandangan yang lebih menggugah konsumen. Biasanya produk yang sama akan dianggap umum begitu produk dengan nilai diferensiasi ini muncul. Oleh karena itu, diferensiasi bisa menjadi salah satu strategi agar produk terlihat lebih muncul dan unggul di tengah ketatnya persaingan bisnis.

 

Harga Jual Produk Akan Lebih Tinggi

Konsumen tidak akan keberatan jika Anda menaikkan harga produk diferensiasi yang telah diminati. Hal ini dikarenakan kebiasaan konsumen yang selalu memburu dan berebut produk yang memiliki keunikan khusus, seperti yang bisa terlihat dari contoh kasus produk limited edition (edisi terbatas) yang bisa memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk lainnya yang sudah banyak beredar di pasaran. Meskipun pembeli mengeluarkan uang yang cukup banyak, mereka akan merasa puas karena produk yang dimilikinya tidak sama dengan produk lain. Selain itu akan ada banyak pelanggan yang berani berebut untuk mendapatkan sebuah produk spesial.

 

Mengatasi Kejenuhan Pasar

Penjualan sebuah produk pasti akan mengalami masalah pasang surut jika terjadi suatu kejenuhan. Dengan demikian, Anda bisa melakukan diferensiasi produk ketika pelanggan sudah mulai bosan dengan produk yang biasanya. Munculnya produk yang berbeda akan menggugah selera mereka kembali untuk berbelanja di perusahaan Anda. Oleh karena itu, Anda perlu membuat program pembaruan produk pada periode tertentu untuk menyegarkan kembali kegemaran pelanggan.

 


Terciptanya Product Image

Citra dan image bisnis terkadang muncul dari hal-hal yang sepele dan tidak terduga tetapi unik. Oleh karena itu, cobalah untuk menampilkan hal-hal yang unik dan berbeda dengan yang lain agar tercipta image produk dan bisa terkenal. Jika Anda sudah memiliki citra yang baik, Anda bisa menentukan strategi positioning yang tepat sesuai dengan target pasar yang Anda bidik. Namun, satu hal yang perlu diingat ketika membuat diferensiasi melalui keunikan adalah jangan membuatnya terlalu kontroversial karena bisa membuat produk tidak dipercaya oleh masyarakat.