Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Jumlah balasan: 25

Secara Etimologi yang dimaksud dengan Teologi adalah Pengetahuan tentang Tuhan, dalam konsep Hindu dikenal dengan istilah Brahmawidya.

Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh I Wayan Feriyanto -
Dalam ilmu agama khususnya dalam bidang brahmavidya atau yang dalam agama laindisebut dengan teologi dikenal berbagai ajaran (isme) yang oleh Panitya Tujuh Belas dijelaskan sebagai paham yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia dengan Tuhan, seperti monoteisme, politeisme, panteisme, monisme, dan henoteisme, Isme artinya kepercayaan atau ajaran. Imam Suprayogo dan Tobroni, mengatakan bahwa monoteisme adalah paham yang berpendapat Tuhan itu hanya satu, Esa, tunggal, dan tak terbilang. Politeisme adalah paham yang mengimani, menyembah, dan memuja banyak Tuhan. Di dalamnya terdapat animisme, dinamisme, dan paganisme yang intinya berpendapat bahwa ada penguasa-penguasa lain di dunia ini selain Tuhan yang berupa benda-benda alam, roh-roh halus, dewa-dewa, makhluk halus, bahkan manusia. Menurut Rahardjo (dalam Imam Suprayogo dan Tobroni, bahwa henoteisme adalah paham yang mengkonsentrasikan diri pada Tuhan yang tunggal, tetapi dalam mitos.masih mengakui adanya Tuhan-Tuhan lain.
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Putu silo Swardana -
"Brahma Widya"
Kategori : Artikel Pilihan
Sebagai umat Hindu dengan konsep teologi yang jelas dan khas, tentu tidak tepat jika kita berusaha ''memodifikasi'' konsep teologi hanya karena ingin menghindari sebuah sebutan yang menurut kita ''tidak enak didengar''. Dalam relasi antaragama, sering terlihat kegamangan umat Hindu misalnya ketika menghadapi beberapa pertanyaan sahabat-sahabat beragama lain tentang Hindu. Kasus yang lebih memprihatinkan, beberapa teman Hindu (di perantauan) sampai-sampai meninggalkan Hindu, bukan karena pertimbangan yang mendalam, tetapi lebih karena merasa tak bisa memahami agamanya sendiri. Sebagai hak asasi tentu hal itu sah saja. Namun yang jadi pokok persoalan adalah, sungguh sayang jika masih ada umat kita (Hindu) yang tidak paham agamanya, dan tidak punya cukup kepercayaan diri untuk menjelaskan ketika bertemu stigma-stigma tertentu tentang Hindu.

Terminologi Ahli

Ini salah satu hal yang sering mengguncangkan keyakinan diri umat Hindu. Ketika seorang sahabat bertanya: Hindu menyembah banyak Tuhan ya? Maka kebanyakan dari kita mulai memutar otak menyusun kalimat untuk memberi jawaban yang ''tepat''. Tepat maksudnya, kita ingin sekali meyakinkan bahwa Hindu itu monotheis, menyembah satu Tuhan Yang Maha Esa, dan seterusnya. Si penjawab ''kebakaran jenggot'' menjelaskan hal itu. Hanya karena takut dianggap menyembah banyak Tuhan.

Ada beberapa kemungkinan penyebab hal ini terjadi. Pertama, mungkin karena sila pertama Pancasila berbunyi: Ketuhanan Yang Maka Esa (yang diartikan: percaya pada satu Tuhan, pen). Umat Hindu takut tidak diakui sebagai agama resmi hanya karena dianggap bertuhan jamak.

Kedua, ada konsep dalam agama para sahabat kita lainnya, bahwa Tuhan itu satu, tiada duanya, bahkan tak boleh diduakan. Jika perspektif itu digunakan meneropong Hindu, tentu Hindu akan tampak ''salah''. Karena banyaknya nama dan manifestasi Tuhan dalam Hindu. Sehingga beberapa di antara kita lalu mengambil sikap over-protektif dengan ''memodifikasi'' agama kita sendiri agar sesuai dengan selera penanya, agar tidak tampak ''salah'', bahkan agar tetap ''disukai''.

Padahal sesungguhnya, istilah monotheis dan polytheis adalah terminologi yang diciptakan para ahli ilmu (perbandingan) agama untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan agama-agama yang menjadi objek kajian mereka. Terlepas apakah terminologi ini tepat atau tidak, dan fair atau tidak, yang jelas sudah menjadi istilah yang sangat familiar di telinga kita semua.
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh I luh eka candra dewi -
Om swastyastu pak,
Ijin bertanya sebagai seorang mahasiswa / pelajar bagaimana cara kita untuk menjalankan Teologi Ajaran Brahmawidya khususnya dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat seperti membangun sradha dan bakti (imam dan takwa) itu seperti apa ya pak bisa tolong dijelaskan. Terimakasih pak
Om Santi Santi Santi om
Sebagai balasan I luh eka candra dewi

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Om Swastyastu, sederhananya begini, kamu ditanya baik sesama umat Hindu maupun umat dari Luar, "umat Hindu sembayangnya kok pake patung ya? berarti umat Hindu memuja Patung dong? apa jawabanmu?
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh I Wayan Susila Agus Dharma -
Om swastyastu
Izin menanggapi pak

Patung itu adalah salah satu bentuk pengungkapan rasa manusia dalam mencurahkan keyakinan dan perasaannya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jadi bukannya menyembah patung, namun melalui media patung itulah kita memuja Tuhan. Karena sesungguhnya tidak ada satupun yang mengetahui bagaimana bentuk Tuhan itu sendiri.

Sekian, terimakasih
Om santih santih santih om
Sebagai balasan I Wayan Susila Agus Dharma

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Iya Artinya ketika kamu menjawab pun harus menggunakan sumber-sumber yang jelas, jika jawabn demikian kan bisa saja hail pemikiran sendiri, Oleh karena itu disni Pentingnya Pengetahuan Tentang Konsep Ketuhan dalm Hindu, sehingga disini akan semakin meningkatkan Sraddha dan BHakti Kita.
.
Oke Saya Tambahkan ya,
Secara umum dalam pemikiran Hindu bahwa konsep Tuhan, dapat dipahami sebagai Tuhan yang Transenden dan Tuhan yang Imanen yang secara jelas kita temukan dalam pemikiran Advaita dari Sankara. Sankara mengatakan bahwa ada dua Brahman, yaitu Nirguna Brahman (Tuhan yang Transenden) dan Saguna Brahman (Tuhan yang Imanen). Menurut Sankara Tuhan yang Transenden adalah Tuhan yang tanpa sifat, sehingga Tuhan terbebas dari perbedaan-perbedaan, sehingga tidak dapat dibedakan oleh manusia yang pada dasarnya memiliki pemikiran yang terbatas. Upanisad menyatakan bahwa Brahman itu Neti-Neti, artinya bukan ini dan bukan itu (Madrasuta, 2002:78). Tidak seorangpun manusia mampu memikirkan dan mengenalinya. Namun Brahman yang Saguna, yang Imanen adalah Tuhan dengan segala atributnya yang dapat didekati dan dikenal oleh manusia. Oleh karena kemampuan manusia mengenalnya dengan tingkat serta kapasitas yang berbeda beda dan atribut Tuhan yang tak terbatas maka Saguna Brahman (Tuhan) dikenal dengan tingkat keragaman yang tinggi, oleh karena kemampuan pengenalan manusia yang satu, berbeda dengan pengenalan manusia yang lainnya. Dengan demikian sangat mudah kita yang awam akan menarik kesimpulan bahwa seolah olah ada banyak Tuhan dalam Hindu, atau Hindu adalah Agama yang Politeistis. Tentu saja pernyataan seperti ini keliru, Tuhan yang Transenden (Nirguna Brahman) dan Imanen (Saguna Brahman) adalah satu (Advaita), dalam Chandogya-Upanisad, IV.2.1 disebutkan ΓÇ£Ekam Eva Adityam BrahmanΓÇ¥, yang artinya Tuhan hanya satu, tidak ada yang kedua. Namun Tuhan yang Imanen (Saguna), oleh orang-orang bijaksana menyebutNya dengan banyak nama, ΓÇ£Ekam Sat Wipra Bahuda WadantiΓÇ¥ (Rg. Weda. 1.164.46.). Sekaligus dalam hal ini terkandung konsep tentang Istadewata, yaitu pemahaman dan penghayatan tentang Tuhan dan manifestasinya, yang memungkinkan manusia untuk memiliki konsep tentang Tuhan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya dan kebebasan pada setiap manusia untuk untuk memuliakan Istadewatanya masing-masing dengan perbedaan-perbedaan yang ada, tanpa harus dipertentangkan satu dengan yang lainnya. Termasuk membuat pelinggih (pratima) sebagai istana beliau.
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh komang tirte -
Hindu adalah agama yang Seni. Secara sederhananya seni dapat diartikan sebagai hasil ciptaan atau buah dari pikiran dan perasaan manusia yang diungkapan dalam wujud /bentuk, suara dll. Yang dapat memberikan kebahagiaan hati dan hidup. Maka dari itu melalui karya seni seperti patung atau yang lainnya, umat Hindu mencurahkan keyakinan dan perasaannya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui karya seni ini, umat Hindu lebih berkonsentrasi memuja kebesaran Tuhan yang tanpa batas dan lebih berkonsentrasi memuja Tuhan yang tak terwujud, tak terpikirkan dan tak terbayangkan oleh pikiran manusia yang terbatas ini.

Jika diambil contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita menjalin hubungan jarak jauh dengan pasangan. Tentu kita tidak akan mampu untuk melihatnya secara langsung sehingga kita akan meluapkan dan mengungkapkan rasa cinta kita misalnya melalui fotonya. Lantas apakah itu artinya kita mencintai sebuah foto? tentu TIDAK. Itu karena keterbatasan kita untuk dapat melihatnya secara langsung sehingga foto menjadi media/perantara kita untuk dapat merasa lebih dekat dengannya.

Maka Seperti itulah, akibat dari keterbatasan manusia yang tak mampu membayangkan wujud Tuhan ketika hendak memuja-Nya. Diwujudkanlah Tuhan dalam sebuah karya seni seperti Patung. Dan saat sembahyang ketika umat Hindu terlihat sedang memuja Patung. Dalam hati terdalam mereka tidaklah berkata “Oh patung…” tapi dalam hati mereka yang disebut adalah Tuhan.

Jadi patung adalah sebagai media pemujaan, sebagai alat konsentrasi untuk mencurahkan segala perhatian,pikiran dan puja-puji umat Hindu kepada Tuhan.
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Putu silo Swardana -
om swastyastu , patung itu bukan sekedar patung dalam kitab suci veda di jelaskan patung itu adalah araca yang sama dengan tuhan tetapi jangan salah arca yang ada di mandir atu asram ataupun pura itu adalah wujud dari tuhan , patung bukan sekedar di taruh di puja , tetapi ada caranya untuk meletakan ada upacara dan harus orang suci yang nganteb , terimakasi
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Putu Arielsi Surya Putri -
Omswastyastu pak izin bertanya, apakah ajaran brahmawidya harus diimplementasikan?,jika benar mengapa?
Sebagai balasan Putu Arielsi Surya Putri

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Om swastyastu,
pertanyaan saya, kamu tau arah jalan dari Bandar Jaya Ke Bandar Lampung Kan? pasti lewat gotong royong, wates, tegineneng, natar, Lalu kenapa kamu gak lewat terbanggi, kotabumi,?
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Kadek PurnaIrawan -
Kadek purnairawan (1912110100)
Izin bertanya

Apakah hubungan teologi dan brahmavidya tolong jelaskan dan berikan contoh?
Sebagai balasan Kadek PurnaIrawan

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Teologi secara etimologi di definisikan sebagai Pengetahuan tentang Tuhan, dalam istilah Hindu disebut Brahmawidya, Jadi Teologi kurang lebih sama artinya dengan Brahmawidya hanya saja teologi itu berasal dari bahasa Yunani.
.
sederhanya gini, saya tanya balik Mengapa Umat Hindu kalo sembahyang Menggunakan Patung? terus nama Tuhannya umat Hindu kok banyak ya? apa jawabanmu?
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ni komang windayani -
Om Swastyastu pak,

Nama : NI KOMANG WINDAYANI
NPM : 1911050063

Izin bertanya Pak, Apakah Seseorang yang mampu menjalankan semua bagian dari Catur Marga bisa mencapai tujuan hidupnya yaitu Moksa & jagadhita?
Om Shanti, Shanti, Shanti Om🙏🏻
Sebagai balasan Ni komang windayani

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Om swastyastu.,
Tergantung, dalam Bhagavadgita IV.11 dijelaskan "jalan mampun yang ditempuh oleh manusia ke arah-Ku, Ku terima, (sebab) dari manapun mereka datang, semuanya menuju jalan-Ku, wahai Partha (Arjuna)." yang jelas apabila semua itu dijalankan dengan ketulus iklasan tanpa Nafsu (keiningan yang berlebih), bukan hasil (moksa) menjadi motif utama tapi melakukan semua itu dengan ketulus iklasan sebagai bentuk kewajiban. suksme
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Berty Novarita -
Om swastyastu pak
Brahmavidya adalah pengetahuan tentang Ketuhanan dalam agama Hindu, pemahaman tentang Tuhan itu penting dan perlu karena dengan mengenal Tuhan secara tepat dan baik dapat mengantarkan kepada jalan kesempurnaan sampai kepada moksa.
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Komang Triyani -
Nama : komang triyani
Npm : 1912110184

Om swastyastu izin bertanya pak
Dalam pustaka brahma sutra I.1.1 diuraikan bahwa jalan untuk mencapai moksah/nirwana adalah dengan mengenal brahma/Ida Sang Hyang Widhi Wase. Yang saya ingin tanyakan pada zaman kali yoga ini jalan apa yang dapat kita tempuh untuk dapat lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wase?
Sebagai balasan Komang Triyani

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Wayan sari murti dewi -
Om swastyastu izin menanggapi pertanyaan komang triyani
Jalan yang dapat kita tempuh untuk mendekatkan diri kepada ide sang hyang widhi wase adalah dengan jalan catur marga yaitu bhakti marga (jalan kebhaktian), karmamarga (jalan perbuatan), jnana marga (jalan pengetahuan kerohanian), dan yoga marga (jalan Yoga/menghubungkan diri kepada-Nya), dari bagian2 diatas yang Bhakti Marga merupakan jalan yang paling mudah dilaksanakan oleh umat manusia.Berbagai
bentuk pelaksanaan bhakti marga, maka melaksanakan Tri Sandhya, sembahyang,
dan berdoa merupakan jalan yang sederhana dan mudah dilaksanakan oleh setiap
orang. Tentunya, juga membuat berbagai upacara persembahan,pembangunan
tempat pemujaan, dan berbagai simbol keagamaan yang pada intinya adalah untuk meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sabda Tuhan Yang
Om santi santi santi om
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Nyoman Tika Lestari -
Konsep Brahmavidya dapat dibangun dengan jalan bhakti. Di dalam ajaran Agama Hindu kita mengenal empat jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, yakni melalui: bhakti marga (jalan kebhaktian), karmamarga (jalan perbuatan), jnana marga (jalan pengetahuan kerohanian), dan yoga marga (jalan Yoga/menghubungkan diri kepada-Nya). Diantara jalan-jalan itu, Bhakti Marga merupakan jalan yang paling mudah dilaksanakan oleh umat manusia. pelaksanaan bhakti marga, seperti melaksanakan Tri Sandhya, sembahyang, dan berdoa merupakan jalan yang sederhana dan mudah dilaksanakan oleh setiap orang. Tentunya, juga membuat berbagai upacara persembahan, pembangunan tempat pemujaan, dan berbagai simbol keagamaan yang pada intinya adalah untuk meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Wayan sari murti dewi -
Om swastyastu
brahmavidya dalam agama Hindu adalah brahma tattwa jnana, yaitu ilmu tentang Tuhan. Ajaran Hindu adalah bersifat monoteistis, yaitu menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Dikatakan demikian karena di dalam Chandogya-Upanisad, IV.2.1ditegaskan "Ekam Eva Advityam Brahman", (Hanya ada satu Tuhan (Brahman) tidak ada yang kedua"). Pada mantram Trisandhya dikatakan "Eko Narayanaa na dwityo'sti kaccit". (Tuhan hanya satu, sama sekali tidak ada duanya (yang kedua)'). Di dalam Rg. Weda. 1.164.46. disebutkan "Ekam Sat Viprah bahudha vadanti", ("Hanya terdapat satu Kebenaran Yang Mutlak, orang bijaksana (resi) menyebut dengan banyak nama"). Dalam Kakawin Arjuna Wiwaha disebutkan, "Wahyadhyatmika sembahing hulun i jong ta tan hana ivatieh". (Lahir batin sembah hamba ke hadapan Tuhan tak ada yang lainnya'). Demikian pula dalam mantra, Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi Wasa) diwujudkan sebagai pranawa dengan suku kata suci OM.
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Dewa putu Wisnu sanjaya -
Brahmavidya dalam agama hindu di sebut dengan eteologi di kenal dengan berbagai ajaran (isme)yang oleh panitye di jelaskan sebagai paham yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia dengan tuhan .
Isme artinya kepercayaan.
Dalam agama hindu konsep brahmavidya dapat di bangun dengan jalan bakti empat jalan untuk mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa yakni melalui.
- bhakti marga (jalan kebaktian)
- karma marga (jalan perbuatan)
- jnana marga (jalan pengetahuan)
- yoga marga(menghubungkan diri kepada tuhan).
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Putu Monica -
Om swastyastu
Saya Putu Monica Sari

Ingin bertanya pak .
Bagaimana caranya supaya kita lebih mudah memperdalam pemahaman terhadap konsep
ajaran Brahmavidya (teologi) dalam membangun sraddha dan bhakti sebagai mahasiswa??

Om canti canti canti om
Sebagai balasan Putu Monica

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Ketut Artaye -
Om Swastyastu,
Banyaklah membaca, salah satunya File materi yang sudah dibagikan, Pertenyaan sudah dibaca belum? kalo belum dibaca dulu, dari sana akan banyak yang tidak kamu mengerti, nah dari ketidak mengertian itu bisa u tanyakan lagi
Sebagai balasan Ketut Artaye

Re: Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu

oleh Putu Eka Juniartha -
Nama : I Putu Eka Juniartha
Npm : 1611010174

Om Swastiastu,
Di dalam ilmu agama, khusus dalam bidang teologi, dikenal berbagai ajaran yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia dengan Tuhan, seperti: Monotheisme, Polytheisme, Pantheisme, Monisme, dan Henotheisme. Ditinjau dari berbagai istilah itu, Agama Hindu yang paling banyak menjadi objek, yang hasilnya tidak menggambarkan kesatuan pendapat antara para indolog sebagai akibat berbeda sumber informasi menggambarkan agama Hindu sebagai agama Polytheis, agama Monistis, dan agama Monotheistis.

Pertanyaan saya
Mengapa agama hindu tidak disebut sebagai agama Pantheisme sedangkan pada halaman 93 dijelaskan bahwa
ΓÇ£Kata deva sangat dimuliakan sesuai dengan alamnya dan digunakan untuk menunjukkan berbagai hal yang berbeda-beda.ΓÇ¥
Dan arti dari Pantheisme, yaitu keyakinan bahwa di mana-mana serba Tuhan atau setiap aspek alam digambarkan dikuasai oleh Tuhan.

Terima Kasih.
Om Santi Santi Santi Om.