Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

Jumlah balasan: 29

Di sebuah kantor, terdapat dua proyek yang harus dikerjakan dalam waktu yang sama. Kepala Kantor yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek-proyek tersebut, membagi anak-anak buahnya ke dalam kedua proyek dengan berbagai pertimbangan. Kepala Kantor menimbang berdasarkan kemampuan dan kompetensi tiap karyawan dalam membagi-baginya.

Andi, salah seorang karyawan kantor tersebut, dimasukkan oleh Kepala Kantor ke proyek A. Saat melihat keputusan tersebut, Andi merasa kecewa karena tidak ditempatkan bersama rekan-rekan yang memang sudah cocok dengannya. Selain itu Andi merasa tidak cocok dengan orang-orang pada proyek A dan pernah merasa jengkel dengan salah satu orang di dalamnya.

Andi mengajukan diri kepada Kepala Kantor untuk dipindahkan ke proyek B. Menurut Andi, orang-orang di proyek B lebih cocok dengannya dan Andi akan dapat bekerja lebih baik dan bersemangat di proyek B. Setelah mempertimbangkan permintaan Andi, Kepala Kantor memindahkan Andi ke proyek B dengan harapan agar kedua proyek berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya.

Dalam kasus di atas terlihat bahwa ada keterlibatan emosi Andi dalam melaksanakan pekerjaan. Emosi yang muncul terdiri dari dua kategori, yakni emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif Andi terlihat pada kecenderungannya pada orang-orang di proyek B yang akan membuatnya lebih semangat bekerja. Sedangkan emosi negatif terlihat pada kerisauannya saat dimasukkan ke dalam proyek A, dan rasa ketidakcocokannya pada orang-orang di proyek A.

Emosi-emosi seperti ini dapat selalu ditemukan di setiap tempat kerja. Emosi pada dasarnya adalah sebuah perasaan seorang manusia yang secara intens diarahkan pada seseorang atau sesuatu hal. Emosi terbagi menjadi dua kategori: emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif contohnya antara lain cinta/afeksi, penerimaan, pemujaan, kebahagiaan, kesukaan, ketertarikan, kegairahan, semangat, kekaguman, dan keingintahuan. Sedangkan kegelisahan, keprihatinan, kerisauan, kecemasan, ketakutan, kesedihan, kekecewaan, keputus-asaan, kekesalan, kemurkaan, permusuhan, penyesalan, dan penghinaan merupakan contoh dari emosi negatif. Untuk melihat emosi dari seseorang dapat kita perhatikan dari respon yang dia tampilkan pada orang-orang yang berbeda maupun topik-topik pembicaraan tertentu. Emosi memengaruhi suasana hati (moods) manusia.

Oleh karena itu, sebuah organisasi yang terdiri dari sekumpulan manusia yang saling berinteraksi di dalamnya tidak luput dari emosi. Emosi sapat berasal dari masa lalu ataupun dari saat ini. Emosi yang muncul dalam suatu organisasi dapat mengganggu kestabilan dan kinerja organisasi, atau justru meningkatkan kinerja organisasi.

Pengambilan keputusan manajerial pun seringkali dipengaruhi oleh emosi. Misalnya, atasan yang memiliki emosi negatif kepada salah satu stafnya, besar kemungkinan akan jarang memberikan kepercayaan atas suatu pekerjaan kepada staf tersebut. Walaupun sebenarnya, staf tersebut memiliki kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.

Bagi karyawan, fluktuasi emosi dapat memengaruhi perhatian dalam bekerja dan produktivitas. Hal-hal yang mempengaruhi emosi dalam organisasi, dan secara otomatis memengaruhi suasana hati antara lain kepribadian, waktu (suasana hati para karyawan biasanya akan semakin baik menjelang akhir minggu), tekanan di kantor, istirahat yang cukup, olahraga, usia, dan jenis kelamin.

Emosi dalam organisasi memiliki fungsi salah satunya untuk menjadi kritik atas pemikiran rasional. Seperti, pembagian proyek dalam kasus tadi. Walau Kepala Kantor telah membagi sesuai dengan kemampuan, namun apabila ada ketidakcocokan antar personal justru dapat berakibat buruk bagi proyek. Fungsi lainnya yaitu menjadi motivasi. Misal, emosi positif yang ditampilkan oleh seorang staf (bekerja dengan perasaan bahagia) akan memengaruhi staf lain untuk memiliki emosi positif itu juga.


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Betty Magdalena -
Assalamualaikum wr.wb. Selamat siang semua. Apa kabar??? semoga selalu semangat dan tetap di rumah aja ya... Alhamdulilalh ketemu lagi ama miss di perkuliahan on line kita. Hari ini kita masuk ke pertemuan 7 dan 8 yang membahas tentang Emosi dan Suasa Hati. Nahhh siapa di sini yang emosian, yang baperan??? Kali ini miss tampilkan study kasus yang bisa kalian baca. Silahkan untuk menganalisis atau memberi tanggapan tentang study kasus tersebut. Semua harus memberikan pendapatnya. Kemuadian ada PPt tentang materi ini yang miss jadikan pertanyaan untuk tugas. Jawaban tugas harus di submit ke assignment lms. darmajaya. Limit waktu nya sampai jam 18.00 wib. Selamat belajar.... MIss tunggu partisipasi kalian...
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Mochamad Taufiq Azhary -
Waalaikumsalam,selamat siang siang miss, baik.

Tanggapan saya
Dalam mengambil keputusan dipengaruhi oleh individu,kepribadian,kecenderungan mengambil resiko.setiap orang bisa mengutarakan dan bertindak sesuai dengan perilaku yang ditunjukannya dengann mengimbangi emosinya dan memperhatikan lingkunganya serta sebab akibat yang munkin terjadi bila kita bertindak sesuai dengan emosi kita.

Disini dapat dilihat kaitanya dengan personal/individu Andi lebih mengenal kepribadian orang yang ada di proyek b. Maka kecendrungannta adalah keberhasilan dalam pekerjaan di proyek b akan mencapai tujuan sesuai dengan harapan pimpinannya dengan adanya kepribadian yang terkait baik masing karyawan dan motivasi yang tinggi yentunya akan menghasilkan manajemen proyek yang baik pula karena emosi yang timbul disini emosi yang pisitif . Yang mendukung masing pribadi karyawan.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Riki Okta Saputra -
saya mengambil kesimpulan dari kasus tersebut bahwa emosi dan suasana hati dapat mempengaruhi semangat kita dalam bekerja. bekerjasama di tempat yang tepat dan bersama dengan orang-orang yang tepat akan membuat kita lebih baik dalam melakukan pekerjaan. Emosi dan suasana hati bisa bersumber dari berbagai macam kegiatan atau rasa yang dirasakan menurutnya kurang tepat. Emosi juga dapat mendeteksi kecerdasan entellegent seseorang dalam melakukan aktivitas terutama dalam berorganisasi. Emosi dapat diklarifikasikan apakah ia bersifat positif atau negatif. Di dalam suatu perilaku organisasi juga dijelaskan kerja emosional pada diri seseorang. Selain itu ada pula suatu emosi yang dirasakan terkadang tidak sesuai dengan emosi yang ditampilkan sehingga terjadi kesenjangan diantara keduanya. contoh lainya, ada teman saya yang bekerja di suatu perusahaan dan dia merasa tidak cocok dengan pemimpinya karena dia memiliki emosi yang negatif maka dia tidak bisa mengerjakan pekerjaanya dengan maksimal.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh rohmatun nazila -
tanggapan saya atas kasus andi diatas
sebagai karyawan yang telah ditunjuk oleh pimpinanannya seharusnya andi dapat menerima tugas tersebut dan menyampingkan ketidaksukaannya terhadap orang-orang di proyek a , demi kelancaran proyek tentu nya pemimpin sudah membagi tugas sesuai dengan kemampuan yang sesuai. Andi harus profesional dalam menjalankan tugasnya dan berusaha mengendalikan atau mengontrol emosinya saat bekerja.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Deni Nopita Sari -
Menurut saya, wajar jika Andi meminta untuk pindah di proyek B karena jika Andi tetap bekerja di proyek A, takutnya dia malah menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan, tetapi lebih bagus lagi jika Andi dapat propersional dimanapun dia ditempatkan dan dapat bekerja sama dengan baik.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Desi Tresiana Valin -
Pendapat saya andi mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri tetapi kurang tepat untuk proyek perusahaan tersebut. Karna sebenarnya kepala kantor sudah mengatur andi sesuai dengan skill nya maka seharusnya andi bekerja sesuai dengan kemampuan nya di proyek A tersebut. Tetapi andi malah mementingkan keinginan pribadi nya yang membuat andi menjadi kurang profesional dalam bekerja.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Lysandra Leta Dila -
Dalam kasus di atas terlihat bahwa ada keterlibatan emosi Andi yang kurang begitu professional dalam melaksanakan pekerjaan dan untuk bapak kepala kantor seharusnya  dapat memahami pentingnya suasana hati dari staff atau karyawan dalam hal membangun sebuah Emotional Intelligence dalam sebuah organisasi.

Pada sisi ini staff harus dapat memahami kompetensi diri dan bagaimana mereka sendiri dapat mengelola hati dan perilaku. Sebagai karyawan Andi seharusnya lebih profesional tidak hanya megikuti kepentingan diri sendiri agar proyek berjalan dengan lancar, jika karyawan bekerja dengan profesional maka dia tidak akan mementingkan egonya hanya karena ada salah satu karyawan yang tidak Andi sukai, Seharusnya sesama karyawan harus memiliki hubangan yang baik agar dapat bekerja sama dan mendahulukan pekerjaan dari pada masalah pribadi. 

Disini terlihat bahwa orang pada prinsipnya ketika seseorang mampu menggunakan kecerdasan emosinya, maka emosi negative bisa berubah menjadi emosi positif, seperti saat Andi pindah kelompok dari proyek A ke B. Disisi lain kecerdasan emosi ini menunjukkan bagaimana kemampuan mengelola diri sendiri dan bagaimana berinteaksi dengan orang lain secara dewasa dan konstruktif. Hal ini penting bagi setiap karyawan seperti Andi dalam organisasi atau perusahaan untuk mengatasi berbagai masalah yang melibatkan masalah emosional dan stress dalam bekerja.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Deyanur putri oktananda -
anggapan saya atas kasus andi diatas
sebagai karyawan yang ditunjuk oleh pimpinanannya seharusnya andi dapat menerima tugas dan tidak usah menyampingkan ketidaksukaannya terhadap orang-orang. Andi harus profesional dalam menjalankan tugasnya dan berusaha mengendalikan atau mengontrol emosinya saat bekerja.Karena emosi tidaka akan menyelesaikan permasalahan.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Nanda Amelia -
waalaikumsalam , allhamdulilah baik miss.

menurut pendapat saya, setiap karyawan harus menerima keputusan yang telah diberikan oleh atasan karena atasan sudah memilih karyawan yang cocok pada setiap proyek tersebut. dan sebagai karyawan kita dituntut untuk professional , karena dalam dunia kerja kita akan sering bekerja sama dengan orang yang berbeda. jika dalam suatu tim tidak ada kecocokan maka sebaiknya kita sering berkomunikasi untuk mencapai hasil proyek yang diinginkan.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Riski Afrianti -
Tanggapan saya mengenai study kasus di atas
Kepala kantor sudah mempertimbangkan kemampuan dan kompetensi tiap karyawan nya tetapi ada salah satu karyawan yang tidak cocok di masukan ke proyek A, dan akhirnya salah satu karyawan nya tersebut di pindahkan ke proyek B. Kepala kantor berharap setelah salah satu karyawan di pindahkan Kedua proyek tersebut berjalan dengan baik dan mencapai tujuan.
Akan tetapi awal nya kepala kontor ini sudah membagi karyawannya dengan mempertimbangkan kemampuan dan kompentensi nya jadi apa yang sudah di tentukan seharusnya dijalankan saja. Jika di ubah akan mempengaruhi salah satu dari proyek tersebut/tidak berjalan dengan baik dan lancar
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Firna Sary -
Emosi negatif pada seorang karyawan memang mempengaruhi perusahaan dan dapat berdampak buruk pada perusahaan dalam kasus diatas emosi negatif pada andi bisa membuatnya tidak bersemangat dan menghasilkan kinerja yang tidak memuaskan pada perusahaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Putri Syania AH -
saya ingin bertanya bagaimana cara nya menyeimbangkan antara emosi positif dengan emosi negatif agar tidak mempengaruhi dalam melakukukan pekerjaan..
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Ayu Ningsih Lestari -
Tingkat stres dan ketegangan yang menumpuk di tempat kerja yang disebabkan ketidak cocokan dengan rekan rekan kerja lainnya dapat memperburuk suasana hati karyawan(andi) , sehingga menyebabkan mereka mengalami lebih banyak emosi negatif
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Mailan Azima -
Izin menanggapi miss,
Jika dilihat dari pembagian kelompok kerja oleh kepala kantor sesuai dengan kemampuann masing2 karyawan itu menurut saya sudah bagus agar pekerjaan yg di targetkan dapat terselesaikan dengan cepat, kemudian sikap kepala kantor terhadap permintaan karyawannya agar bisa di pindahkan ke kelompok B itu terlihat sangat baik karena mementingkan kenyamanan karyawan sehingga pekerjaan tetap dapat berjalan.

Untuk karyawan yg mungkin memiliki kerisauan terhadap kelompok A sehingga mengakibatkan ia tidak nyaman dan akhirnya meminta pindah ke kelompok B bisa di pastikan ia tidak memiliki rasa nyaman di kemlompok A, karyawan tersebut memiliki emosi negatif dalam kelompok A yang membuat dia berfikir untuk minta di pindahkan ke kelompok B, yang akhirnya emosi positif timbul untuk membuat dia semangat dalam melakukan pekerjaan.

Seharusnya jika dia bekerja secara profesional tentu dia harus bisa bekerja secara berkelompok dengan siapa saja yg sudah di tentukan agar tidak mengulur waktu, dalam pekerjaan seharusnya bisa melupakan masalah pribadi atau sesuatu yg membuat dia tidak nyaman untuk di porsir agar bisa lebih nyaman sehingga pekerjaan berjalan dengan lancar dan bisa lebih akrab dengan rekan yang lain.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Merlina Siahaan -
Pendapat saya, hal seperti ini baik untuk melancarkan proyek, dan baik juga untuk kryawan yang merasa tdk setuju akan penempatan yang telah ditentukan. Tapi sebaikanya karyawan yg tdk setuju td baiknya mencoba untuk tetap membaur, karna jika hal ini di ketahui dengan karywan lainnya, Mereka akn merasa cemburu krna kepala kantor mengiyakan permintaan andi, krna hal ini krywn yg lain akan meminta dipindahkan di proyek lain juga.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Handini . -
menurut saya andi kurang profesional, karena sebagai karyawan andi harus menerima keputusan atasanya, jika semua karyawan berperilaku sama seperti andi maka kantor akan dirugikan, sebagai karyawan harus profesional tidak hanya megikuti ego diri sendiri agar proyek berjalan dengan lancar, jika karyawan bekerja dengan profesional maka dia tidak akan memikirkan egonya hanya karena ada salah satu karyawan yang andi kurang suka, sesama karyawan harus memiliki hubangan baik agar dapat bekerja sama dan mendahulukan pekerjaan dari pada masalah pribadi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Anisa Lutfia Fahira -
Saya mengambil kesimpulan dari kasus diatas.
Emosi pada dasarnya adalah sebuah perasaan seorang manusia yang secara intens diarahkan pada seseorang atau sesuatu hal. Emosi terbagi menjadi dua yaitu emosi negatif dan emosi positif. Pada kasus ini pada andi terdapat emosi positif dan emosi negatif Emosi positif Andi terlihat pada kecenderungannya pada orang-orang di proyek B yang akan membuatnya lebih semangat bekerja.

Sedangkan emosi negatif terlihat pada kerisauannya saat dimasukkan ke dalam proyek A, dan rasa ketidakcocokannya pada orang-orang di proyek A.

Di dalam suatu organisasi emosi sangat dibutuhkan untuk menjadi kritik atas pemikiran rasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Putri Sriwahyuni -
Menurut saya, Pak kepala kantor telah mengambil keputusan yang tepat dengan memindahkan andi ke proyek B akan membuat proyek berjalan dengan lancar karena andi memiliki emosi positif diproyek B yaitu kecocokannya dengan rekan2 kerjanya yang akan membuatnya lebih bersemangat dan pastinya akan memudahkan ia dlam melakukan setiap pekerjaanya , apabila pak kepala kantor tetap membiarkan andi di proyek A yang telah diatur sesuai kemampuan kemungkinan akan membuat proyek tersebut lambat dlm pengerjaan atau malah gagal karena terdapat emosi negatif andi terhadap proyek A, yang mungkin akan terjadi perselisihan antara pekerja karena tidak ada kecocokan dan akan menurunkan semangat dalam bekerja dan kegagalan proyek.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Deny Rhelipa Tanjung -
Walaikumsalam.wr.wb. siang bu. Alhamdulilah sehat
Menurut saya apabila kita di tempat dalam satu sisi dimana kita sendiri tidak menyukai atau tidak ada nya kecocokan saya rasa kita harus bisa menempatkan diri dimana kita di tempat kan , karena emosi dan suasana hati bisa di lawan dengan rasa sabar. Bersabar selalu menjadi hal yang utama dan paling utama agar Anda dapat mengelola emosi dengan baik. Banyak kemarahan yang meluap-luap terjadi karena kurang sabar. Sabar seakan menjadi kunci utama untuk mendapatkan suasana hati yang baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Deni Nopita Sari -
Menurut saya, wajar jika Andi meminta untuk pindah di proyek B karena jika Andi tetap bekerja di proyek A, takutnya dia malah menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan, tetapi lebih bagus lagi jika Andi dapat propersional dimanapun dia ditempatkan dan dapat bekerja sama dengan baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh gusti asih -
menurut saya, seharusnya andi termasuk emosi karena tidak di di tempatkan di proyek B, dan suasana hatinya tidak baik di proyek A. seharusnya andi bisa mengambil pekerjaan di proyek A karena itu sudah keputusan dari atasannya. pastinya atasannya sudah mempertimbangkannya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan itu. jika memang andi tidak cocok dengan proyek A seharus nya dia bisa profesional terhadap hal tersebut karena itu tanggung jawabnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Syifa Dzikriyana -
Menurut saya tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan kerja kelompok tersebut dengan kelompok yg sudah dipilihkan kepala kantornya, karena kalau kita tidak mencoba berarti kita belum bisa mengontrol emosi diri kita sendiri yang seharusnya hanya diri kita sendiri yg bisa mengontrolnya, karena kita manusia sosial suka bertemu banyak orang jadi kalau kita hanya bertahan dizona nyaman kita, kita tidak akan mengenal dunia luar atau tidak memiliki banyak teman.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Putri Damayanti -
menurut saya dengan adanya kasus tersebut dalam posisi emosi negatif andi akan membuat terhambatnya kinerja suatu perusahaan, dan dapat menghambat prestasinya, dan akan menimbulkan komunikasi yang tidak baik antar karyawan, suasana kerja yang menjadi tidak nyaman lagi, kinerja mereka menjadi semakin memburuk. maka andi akan mengalami beban dalam melakukan pekerjaannya. namun, apabila andi ditempatkan kerja yang cocok dengan dirinya akan lebih akan berpengaruh positif terhadap kinerja nya, andi akan lebih menjadi produktif dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan, mengembangkan karier andi dengan keterampilan yang sesui dengan pekerjaannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Putri Syania AH -
menurut saya wajar andi meminta pindah dalam proyek B karena disana iya merasa cocok dalam pekerjaan maupun lingkungan sehingga emosi negatifnya tidak meluap yang mengakibatnya kegagalan dalam pekrjaannya yang dapat merugikan perusahaan
Sebagai balasan Putri Syania AH

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh izatul laila -
Menurut saya dari kasus tersebut bahwa emosi dan suasana hati dapat mempengaruhi semangat kita dalam bekerja. bekerjasama di tempat yang tepat dan bersama dengan orang-orang yang tepat akan membuat kita lebih baik dalam melakukan pekerjaan.
Namun dalam kasus diatas bahwa Andi kurang profesional sebagai karyawan dimana Andi tidak menerima keputusan yang diberikan oleh bapak kepala kantor. untuk bapak kepala kantor seharusnya dapat memahami pentingnya suasana hati dari staff atau karyawan dalam hal membangun sebuah Emotional Intelligence dalam sebuah organisasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Septiana Septi -
Menurut saya emosi negatif memiliki pengaruh yang buruk untuk mengambil suatu keputusan jika seorang karyawan memiliki kinerja yang baik tapi sang kepala kantor memiliki emosi yang negatif sehingga dalam pengambilan keputusan tidak efisien
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Bela Oktavia -
Menurut saya, tidak ada salahnya jika andi menerima keputusan dari kepala kantor karena sebagai karyawan andi harus profesional dalam bekerja tidak mementingkan ego pribadi, tidak ada salahnya jika andi berusaha bekerja pada proyek A.karena kepala kantor sudah memepertimbangkan kemampuan dan potensi setiap karyawan sesui bidangnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh Dewa ayu Dwitirta devi -
sebagai karyawan yang ditunjuk oleh pimpinanannya seharusnya andi dapat menerima tugas dan tidak usah menyampingkan ketidaksukaannya terhadap orang-orang. Andi harus profesional dalam menjalankan tugasnya dan berusaha mengendalikan atau mengontrol emosinya saat bekerja.Karena emosi tidaka akan menyelesaikan permasalahan.

Disini dapat dilihat kaitanya dengan personal/individu Andi lebih mengenal kepribadian orang yang ada di proyek b. Maka kecendrungannta adalah keberhasilan dalam pekerjaan di proyek b akan mencapai tujuan sesuai dengan harapan pimpinannya dengan adanya kepribadian yang terkait baik masing karyawan dan motivasi yang tinggi yentunya akan menghasilkan manajemen proyek yang baik pula karena emosi yang timbul disini emosi yang pisitif .
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Study Cases tentang Emosi dan Suasana Hati

oleh kenia khairunnisa -
menurut saya tak apa andi pindah dalam proyek B karena disana iya merasa cocok dalam pekerjaan maupun lingkungan sehingga emosi negatifnya tidak meluap yang mengakibatnya kegagalan dalam pekrjaannya yang dapat merugikan perusahaan tetapi lebih bagus lagi jika Andi dapat propersional dimanapun dia ditempatkan dan dapat bekerja sama dengan baik.