Nama kelompok
Bhagus Adi pratama
2011010134
Adi Setyo Nugroho
2011010122
Fatih Naufal
2011010129
Yoshua Erick
201101035
https://drive.google.com/folderview?id=1Fb1M5XKsTcnwNc4jLoBXNgfah940v5TX
Tugas Latihan Emphaty Map
1. Lakukanlah proses Empathy bersama teman kelompokmu dengan melakukan observasi dan wawancara di grup masing-masing. Pahamilah apa costumer (yang diwawancara) melalui proses See, Hear, Feel, Do & Say, Pains and gGains.
2. Lakukan diskusikan melalui forum diskusi lms atau bisa di grup whatsapp kalian kemudian kirimkan hasil kesimpulan kalian di forum diskusi ini per kelompok (1 orang ketik di forum mewakili teman sekelompoknya dan jangan lupa cantumkan nama anggota).
3. Bukti wawancara dan diskusi di upload di grup whatsapp sebagai bukti.
Berikut materi diskusi dan wawancara :"Kesulitan menjalankan usaha (bisnis) di masa new era covid."
Jenis usaha bisa kuliner, jasa, dll yang ada di sekitar kalian.
Catatan :
- Look for stories : Untuk mendapatkan empathy yang baik gunakanlah metode pencarian dari cerita calon pelanggan anda.
Contoh: Kapan terakhir kali kamu… Pakai cerita tersebut untuk menggali lebih dalam tentang : kesulitan mereka saat …….. ?
- Ask why : kenapa sulit ? Find their goals : kenapa penting ?, dll.
- Sikap yang harus di-perhatikan : biarkan mereka berbicara Jangan berikan pertanyaan yang kalian sudah tahu jawabannya. DonΓÇÖt ask Yes or No questions Tanya KENAPA Let the silence bring the students to an answer ranking kuisioner sesuai dengan hipotesis yang ingin teman-teman validasi.
SELAMA PROSES WAWANCARA DAN PENGERJAAN TUGAS JANGAN ABAIKAN PROKES COVID 19. TETAP JAGA 5 MNama kelompok
Bhagus Adi pratama
2011010134
Adi Setyo Nugroho
2011010122
Fatih Naufal
2011010129
Yoshua Erick
201101035
https://drive.google.com/folderview?id=1Fb1M5XKsTcnwNc4jLoBXNgfah940v5TX
Anggota Kelompok : 
- Muhammad Ashim Izzuddin | 2011010120
- Ananda Satya Djauharie | 2011010132
- Huzaifah Marwan Hadid | 2011010124
- Sultan Arya Muhammad Mulia | 2011010119
https://drive.google.com/file/d/13TSSMLaw8P75Yp_5Bgorfp1l_yRBfGnd/view?usp=sharingSee
Perubahan saat terjadinya pandemic covid – 19 dan sebelum terjadi sangat berdampak dengan tokonya karena biasnya sendal yang ia jual dalam sehari bisa laku 20 pasang, saat pandemic dia hanya dapat menjual 3 sampai 5 pasang sendal saja 
Hear
Meskipun terdapat saingan ataupun iri terhadap tokonya ia tetap tidak menghiraukannya karena buat apa meladeni orang yang iri karena jika kita menjual produk yang berkualitas maka banyak orang yang akan membelinya.
Think and Feel
Masa pandemic membuat ia harus memutar otak dengan memberikan inovasi produk yang baru, yang mana saat ini masyarakat lebih mementingkan pangan dibandingkan dengan kebutuhan sandang. Agar membuat tokonya tetap beroperasi berjualan dan tidak gulung tikar.
Say and Do
Masa pandemic tidak membuat ia merubah harga dari produk yang ia jual dikarenakan semua pelanggan yang mampir ketokonya sudah tau jikalau ada harga ada kualitas barang yang diberikan.
Pain
Masa pandemic covid ΓÇô 19 membuat omset menurun sehingga terjadinya kerugian yang mana tidak sesuai dengan target sehingga terjadinya pengurangan barang jualannya, dan jika pandemi sudah berakhir ia akan mencoba peruntungan dengan membuka bisnis lainnya di bidang kuliner.
Gain
Kepuasan terhadap pelanggan menjadi focus utamanya karena kalua rezeki tuhan sudah mengatur walaupun banyak toko sekalipun yang serupa dengan jualan ia tapi ia tetap yakin rezekinya sudah ada dan pelanggan akan mampir ketokonya.
Kelompok Kewirausahaan : 
1. Arfando Ghymsa (2011010125)
2. Irham Febriansyah (2011010121)
3. Yulia Safitri (1911010036)
4. Casandra Azaria Tauta (1911010018)
5. Yunita Tri Wulandari (2011010117)
https://drive.google.com/file/d/1DFnK_8HTTbo7JOCa8QvnlxHIUJe22q5M/view?usp=drivesdk