Tugas empathy map

oleh Bhagus Adi Pratama -

Nama kelompok

Bhagus Adi pratama

2011010134

Adi Setyo Nugroho

2011010122

Fatih Naufal

2011010129

Yoshua Erick

201101035


https://drive.google.com/folderview?id=1Fb1M5XKsTcnwNc4jLoBXNgfah940v5TX

Tugas Empathy

oleh Muhammad Ashim Izzuddin -

Anggota Kelompok : 

- Muhammad Ashim Izzuddin | 2011010120

- Ananda Satya Djauharie | 2011010132

- Huzaifah Marwan Hadid | 2011010124

- Sultan Arya Muhammad Mulia | 2011010119

https://drive.google.com/file/d/13TSSMLaw8P75Yp_5Bgorfp1l_yRBfGnd/view?usp=sharing

Kesulitan Menjalankan Usaha Toko Fashion skala micro di masa new era Covid - 19

oleh Idham Mubaraq -
Anggota Kelompok :
  • Ahmad Syahdani┬á ┬á ┬á ┬á ┬á ┬á2011010126
  • Andika Hendri Sanjaya 1911010012
  • Idham Mubaraq┬á ┬á ┬á ┬á ┬á ┬á 1911010019
  • Kaesar azra putra┬á ┬á ┬á ┬á ┬á 1911010015
  • Komang Tirte┬á ┬á ┬á ┬á ┬á ┬á ┬á ┬á 1911010040

Empathy Mapping

Pemilik toko adalah Maulan yang mana telah membuka usaha sejak 5 Tahun lalu yang mana usaha fashion nya adalah tas dan sepatu untuk sekolah dan dipakai sehari ΓÇô hari.


See

Perubahan saat terjadinya pandemic covid – 19 dan sebelum terjadi sangat berdampak dengan tokonya karena biasnya sendal yang ia jual dalam sehari bisa laku 20 pasang, saat pandemic dia hanya dapat menjual 3 sampai 5 pasang sendal saja 


Hear

Meskipun terdapat saingan ataupun iri terhadap tokonya ia tetap tidak menghiraukannya karena buat apa meladeni orang yang iri karena jika kita menjual produk yang berkualitas maka banyak orang yang akan membelinya.


Think and Feel

Masa pandemic membuat ia harus memutar otak dengan memberikan inovasi produk yang baru, yang mana saat ini masyarakat lebih mementingkan pangan dibandingkan dengan kebutuhan sandang. Agar membuat tokonya tetap beroperasi berjualan dan tidak gulung tikar.


Say and Do

Masa pandemic tidak membuat ia merubah harga dari produk yang ia jual dikarenakan semua pelanggan yang mampir ketokonya sudah tau jikalau ada harga ada kualitas barang yang diberikan.


Pain

Masa pandemic covid ΓÇô 19 membuat omset menurun sehingga terjadinya kerugian yang mana tidak sesuai dengan target sehingga terjadinya pengurangan barang jualannya, dan jika pandemi sudah berakhir ia akan mencoba peruntungan dengan membuka bisnis lainnya di bidang kuliner.


Gain

Kepuasan terhadap pelanggan menjadi focus utamanya karena kalua rezeki tuhan sudah mengatur walaupun banyak toko sekalipun yang serupa dengan jualan ia tapi ia tetap yakin rezekinya sudah ada dan pelanggan akan mampir ketokonya.


Untuk bukti pendukung saat melakukan wawancara dan riset materi empathy mapping yang kami kerjakan kami melampirkan file SS bukti diskusi dan File Video Wawancara terhadap pelaku usaha tersebut dengan penyimpanan google drive.
https://drive.google.com/drive/folders/1091NLviwq43h9YU3JMla8zVLq4M7F1i0?usp=sharing

Emphaty Map

oleh Arfando Ghymsa -

Kelompok Kewirausahaan : 

1. Arfando Ghymsa (2011010125)

2. Irham Febriansyah (2011010121)

3. Yulia Safitri (1911010036)

4. Casandra Azaria Tauta (1911010018)

5. Yunita Tri Wulandari (2011010117)

https://drive.google.com/file/d/1DFnK_8HTTbo7JOCa8QvnlxHIUJe22q5M/view?usp=drivesdk