- Ahmad Syahdani           2011010126
- Andika Hendri Sanjaya 1911010012
- Idham Mubaraq            1911010019
- Kaesar azra putra          1911010015
- Komang Tirte                1911010040
Empathy Mapping
Pemilik toko adalah Maulan yang mana telah membuka usaha sejak 5 Tahun lalu yang mana usaha fashion nya adalah tas dan sepatu untuk sekolah dan dipakai sehari ΓÇô hari.
See
Perubahan saat terjadinya pandemic covid – 19 dan sebelum terjadi sangat berdampak dengan tokonya karena biasnya sendal yang ia jual dalam sehari bisa laku 20 pasang, saat pandemic dia hanya dapat menjual 3 sampai 5 pasang sendal saja 
Hear
Meskipun terdapat saingan ataupun iri terhadap tokonya ia tetap tidak menghiraukannya karena buat apa meladeni orang yang iri karena jika kita menjual produk yang berkualitas maka banyak orang yang akan membelinya.
Think and Feel
Masa pandemic membuat ia harus memutar otak dengan memberikan inovasi produk yang baru, yang mana saat ini masyarakat lebih mementingkan pangan dibandingkan dengan kebutuhan sandang. Agar membuat tokonya tetap beroperasi berjualan dan tidak gulung tikar.
Say and Do
Masa pandemic tidak membuat ia merubah harga dari produk yang ia jual dikarenakan semua pelanggan yang mampir ketokonya sudah tau jikalau ada harga ada kualitas barang yang diberikan.
Pain
Masa pandemic covid ΓÇô 19 membuat omset menurun sehingga terjadinya kerugian yang mana tidak sesuai dengan target sehingga terjadinya pengurangan barang jualannya, dan jika pandemi sudah berakhir ia akan mencoba peruntungan dengan membuka bisnis lainnya di bidang kuliner.
Gain
Kepuasan terhadap pelanggan menjadi focus utamanya karena kalua rezeki tuhan sudah mengatur walaupun banyak toko sekalipun yang serupa dengan jualan ia tapi ia tetap yakin rezekinya sudah ada dan pelanggan akan mampir ketokonya.
https://drive.google.com/drive/folders/1091NLviwq43h9YU3JMla8zVLq4M7F1i0?usp=sharing