Apa yang mebedakan dari
COBIT 4.1 dan
COBIT 5 ???
1. Prinsip baru dalam tata kelola TI untuk organisasi, Governance of Enterprise IT (GEIT).
CobiT 5 sebagaimana juga Val IT dan Risk ITΓÇöini lebih berorientasi pada prinsip, dibanding pada proses. Berdasarkan feedback yang masuk, menyatakan bahwa penggunaan prinsip itu lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam konteks enterprise secara lebih efektif.
2.
CobiT 5 memberi penekanan lebih kepada Enabler. Sebenarnya pada
CobiT 4.1 juga terdapat enabler baik secara eksplisit maupun implisit, hanya saja
Cobit 4.1 tidak menyebutnya secara spesifik. Sementara
CobiT 5 menyebutkan secara spesifik dan ada 7 enabler dalam implementasinya.
3.
CobiT 5 mendefinisikan model referensi proses yang baru dengan tambahan domain governance dan beberapa proses baik yang sama sekali baru ataupun modifikasi proses lama serta mencakup aktifitas organisasi secara end-to-end. Selain mengkonsolidasikan
CobiT 4.1, Val IT, dan Risk IT dalam sebuah framework,
CobiT 5 juga dimutakhirkan untuk menyelaraskan dengan best practices yang ada seperti misalnya ITIL v3 2011 dan TOGAF.
4. Dalam
CobiT 5 terdapat proses-proses baru yang sebelumnya belum ada di
CobiT 4.1, serta beberapa modifikasi pada proses-proses yang sudah ada sebelumnya di
CobiT 4.1. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa model referensi proses
CobiT 5 ini sebenarnya mengintegrasikan konten
CobiT 4.1, Risk IT dan Val IT. Sehingga proses-proses pada
CobiT 5 ini lebih holistik, lengkap dan mencakup aktifitas bisnis dan IT secara end-to-end.
5. Praktik dan aktifitas tata kelola dan manajemen pada
CobiT 5 sebenarnya ekuivalen dengan control objective
CobiT 4.1 serta proses-proses pada Val IT dan Risk IT.
6.
Cobit 5 menggunakan konsep Goal dan Metrik yang sama dengan
CobiT 4.1, Val IT, dan Risk IT. Hanya saja
CobiT 5 mengubah namanya menjadi enterprise-goal, IT-related goal dan process goal untuk mencerminkan view secara organisasi.
7. Framework
CobiT 5 menyediakan Input dan Output untuk setiap management practice, sementara
CobiT 4.1 hanya menyediakan ini pada tingkatan proses saja. Hal ini dapat dijadikan petunjuk tambahan dalam mendesain proses-proses berikut produk kerja yang dihasilkan dan membantu integrasi antar proses-proses yang ada.
8. RACI Chart. Pada dasarnya
CobiT 5 menyediakan diagram RACI yang menjelaskan peran dan tanggung-jawab dengan cara yang sama seperti pada
CobiT 4.1, Val IT, maupun Risk IT. Hanya saja
CobiT 5 memberikan diagram yang lebih lengkap, detail dan rentang yang lebih jelas dari setiap pihak baik IT maupun bisnis untuk setiap praktik manajemen.
9. Model dan Asesmen terhadap Process Capability. Framework
CobiT 5 tidak lagi menggunakan pendekatan berbasis CMM seperti yang digunakan dalam
CobiT 4.1, Val IT, maupun Risk IT. Sebagai gantinya
CobiT 5 akan menggunakan pendekatan baru yang berbasis pada ISO/IEC 15504. Pendekatan yang digunakan
CobiT 4.1, Val IT dan Risk IT menggunakan atribut dan skala pengukuran yang berbeda dengan pendekatan berbasis ISO/IEC 15504 ini. Pendekatan baru ini menurut ISACA merupakan pendekatan yang lebih baik, handal dan juga lebih repeatable sebagai sebuah metode penilaian kematangan/kemampuan proses.
Apa fungsi observasi, wawancara dan quisioner pada penelitian Ari Andrianti dkk??
1. Fungsi observasi pada penlitian yang dilakukan oleh Ari Andrianti dkk adalah: mengumpulkan data secara langsung ditempat penelitian yakni PT. BPR Universal Sentosa Jambi.
2. Fungsi wawancara pada penelitian yang dilakukan oleh Ari Andrianti dkk adalah: Untuk memperoleh data secara langsung yakni dengan melakukan wawancara kepada narasumber yang di tuju yaitu Kepala Operasioanl, Layanan Pelanggan, Staf IT, dan staf Internal Audit.
3. Fungsi Kuisioner pada penelitian yang dilakukan oleh Ari Andrianti dkk adalah: Untuk melakukan proses perhitungan guna mempelajari tatakelola teknologi informasi yang digunakan oleh PT. BPR Universal Sentosa Jambi.