Forum diskusi dan Evaluasi dengan tema communication strategy and cultur

Forum diskusi dan Evaluasi dengan tema communication strategy and cultur

Number of replies: 9

Assalamualaikum Wr Wb

Forum ini untuk diskusi perihal communication strategy and culter, serta untuk membahas tugas review paper.

1.     Miftahul Najat

Apa yang mebedakan dari COBIT 4.1 dan COBIT 5 ???

Apa fungsi observasi, wawancara dan quisioner pada penelitian Ari Andrianti dkk??

2.     eko setiawan

Apa kelebihan dan kelemahan dari framework ITIL??

Kenapa IT Govenance penting dalam penelitian Johanes?? Permasalahan apa yang dihadapi??

 

3.     priyono kio

Jelaskan terkait Struktural Equation Modeling (SEM) dalam penelitian Sergio, et al., apa gunanya, kelebihan dan kekurangan teknik tersebut.

Jelaskan manfaat dari adanya IT Govenance.

 

4.     JUPRI YANTO

Jelaskan maksud Maturity Level dan fungsinya untuk apa (pada penelitian Maulana Ashari)??

Berikan penjelasan kenapa penelitian Ismi Kaniawulan menerapan ITIL terkait dengan pelayanan public?? Apa peran dan tanggung jawab pelayanan public.

5.     HERI ANTO

Jelaskan permasalahan yang terjadi di STMIK Dipanegara Makasar sehingga menggunakan domain ME??

Jelaskan setiap tahapan yang dilakukan dalam mengimplementasikan domain tersebut.



In reply to First post

Re: Forum diskusi untuk tema communication strategy and cultur

by Miftahul Najat -
Apa yang mebedakan dari COBIT 4.1 dan COBIT 5 ???
1. Prinsip baru dalam tata kelola TI untuk organisasi, Governance of Enterprise IT (GEIT). CobiT 5 sebagaimana juga Val IT dan Risk ITΓÇöini lebih berorientasi pada prinsip, dibanding pada proses. Berdasarkan feedback yang masuk, menyatakan bahwa penggunaan prinsip itu lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam konteks enterprise secara lebih efektif.
2. CobiT 5 memberi penekanan lebih kepada Enabler. Sebenarnya pada CobiT 4.1 juga terdapat enabler baik secara eksplisit maupun implisit, hanya saja Cobit 4.1 tidak menyebutnya secara spesifik. Sementara CobiT 5 menyebutkan secara spesifik dan ada 7 enabler dalam implementasinya.
3. CobiT 5 mendefinisikan model referensi proses yang baru dengan tambahan domain governance dan beberapa proses baik yang sama sekali baru ataupun modifikasi proses lama serta mencakup aktifitas organisasi secara end-to-end. Selain mengkonsolidasikan CobiT 4.1, Val IT, dan Risk IT dalam sebuah framework, CobiT 5 juga dimutakhirkan untuk menyelaraskan dengan best practices yang ada seperti misalnya ITIL v3 2011 dan TOGAF.
4. Dalam CobiT 5 terdapat proses-proses baru yang sebelumnya belum ada di CobiT 4.1, serta beberapa modifikasi pada proses-proses yang sudah ada sebelumnya di CobiT 4.1. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa model referensi proses CobiT 5 ini sebenarnya mengintegrasikan konten CobiT 4.1, Risk IT dan Val IT. Sehingga proses-proses pada CobiT 5 ini lebih holistik, lengkap dan mencakup aktifitas bisnis dan IT secara end-to-end.
5. Praktik dan aktifitas tata kelola dan manajemen pada CobiT 5 sebenarnya ekuivalen dengan control objective CobiT 4.1 serta proses-proses pada Val IT dan Risk IT.
6. Cobit 5 menggunakan konsep Goal dan Metrik yang sama dengan CobiT 4.1, Val IT, dan Risk IT. Hanya saja CobiT 5 mengubah namanya menjadi enterprise-goal, IT-related goal dan process goal untuk mencerminkan view secara organisasi.
7. Framework CobiT 5 menyediakan Input dan Output untuk setiap management practice, sementara CobiT 4.1 hanya menyediakan ini pada tingkatan proses saja. Hal ini dapat dijadikan petunjuk tambahan dalam mendesain proses-proses berikut produk kerja yang dihasilkan dan membantu integrasi antar proses-proses yang ada.
8. RACI Chart. Pada dasarnya CobiT 5 menyediakan diagram RACI yang menjelaskan peran dan tanggung-jawab dengan cara yang sama seperti pada CobiT 4.1, Val IT, maupun Risk IT. Hanya saja CobiT 5 memberikan diagram yang lebih lengkap, detail dan rentang yang lebih jelas dari setiap pihak baik IT maupun bisnis untuk setiap praktik manajemen.
9. Model dan Asesmen terhadap Process Capability. Framework CobiT 5 tidak lagi menggunakan pendekatan berbasis CMM seperti yang digunakan dalam CobiT 4.1, Val IT, maupun Risk IT. Sebagai gantinya CobiT 5 akan menggunakan pendekatan baru yang berbasis pada ISO/IEC 15504. Pendekatan yang digunakan CobiT 4.1, Val IT dan Risk IT menggunakan atribut dan skala pengukuran yang berbeda dengan pendekatan berbasis ISO/IEC 15504 ini. Pendekatan baru ini menurut ISACA merupakan pendekatan yang lebih baik, handal dan juga lebih repeatable sebagai sebuah metode penilaian kematangan/kemampuan proses.

Apa fungsi observasi, wawancara dan quisioner pada penelitian Ari Andrianti dkk??
1. Fungsi observasi pada penlitian yang dilakukan oleh Ari Andrianti dkk adalah: mengumpulkan data secara langsung ditempat penelitian yakni PT. BPR Universal Sentosa Jambi.
2. Fungsi wawancara pada penelitian yang dilakukan oleh Ari Andrianti dkk adalah: Untuk memperoleh data secara langsung yakni dengan melakukan wawancara kepada narasumber yang di tuju yaitu Kepala Operasioanl, Layanan Pelanggan, Staf IT, dan staf Internal Audit.
3. Fungsi Kuisioner pada penelitian yang dilakukan oleh Ari Andrianti dkk adalah: Untuk melakukan proses perhitungan guna mempelajari tatakelola teknologi informasi yang digunakan oleh PT. BPR Universal Sentosa Jambi.
In reply to First post

Re: Forum diskusi untuk tema communication strategy and cultur

by HERI ANTO -
1.
Jelaskan permasalahan yang terjadi di STMIK Dipanegara Makassar sehingga menggunakan Domain ME ?

Permasalahannya adalah :
Penggunaan teknologi informasi pada sistem akademik STMIK Dipanegara Makassar saat ini perkembangan masih berjalan lambat, belum mengikuti trend terbaru misalnya belum mempunyai sistem mobile, masih terindikasi sistem informasi berjalan beriringan dengan sistem manual, serta informasi yang sulit didapatkan dari para civitas instansi yang menggunakan sistem informasi akademik. pihak instansi juga belum melakukan pengukuran sejauh mana investasi teknologi informasi akademik ini meningkatkan efisiensi.
Untuk memecahkan hal tersebut maka diperlukan sebuah evaluasi.
Dan evaluasi yang cocok pada permasalahan tersebut adalah menggunakan framework cobit 4.1, dimana pada framework cobit 4.1 tersebut mempunyai domain ME ( Monitor and Evaluate) yang digunakan dengan manajemen kerja, pemantauan internal control, kepatuhan terhadap regulasi dan pelaksanaan tata kelola. Dengan menggunakan domain ME tentunya kinerja TI dapat diukur untuk mendeteksi permasalahan sebelum terlambat, dan juga kontrol terhadap kerahasiaan baik terhadap keamanan informasi.


2.
Jelaskan setiap tahapan yang dilakukan dalam mengimplementasikan domain tersebut.
Tahapan pertama kendali proses monitoring dan mnengevaluasi kinerja TI (ME1)
Tahapan keduakendali proses monitoring dan mengevaluasi pengendalian internal (ME2)
Tahapan ketiga kendali proses kepatuhan eksternal (ME3)
Tahapan ke empat kendali performance assesment (ME4)

Dari empat tahapan diatas ada beberapa komponen variabel atau atribut perhitungannya, berikut adalah atributnya :
Awareness and Communication
Policies, Standards and Procedure
Tools and Automation
Skill and Expertise
Responsibilties and Accountabilities
Goal Setting and Measurement
In reply to First post

Re: Forum diskusi untuk tema communication strategy and cultur

by priyono kio -
Assalamualikum Wr Wb
Selamat pagi ibu, selamat menjalankan ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah ini, semoga kita semua selalu diberikan nikmat sehat dan tidak lupa untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita nikmati sampai saat ini, mohon maaf ibu, saya Priyono_1821210019 disini saya akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang ibu berikan kepada saya terkait tugas review jurnal saya sebelumnya sebagai berikut :

1. Jelaskan terkait Struktural Equation Modeling (SEM) dalam penelitian Sergio, et al., apa gunanya, kelebihan dan kekurangan teknik tersebut.
a) Jelaskan Struktural Equation Modeling (SEM) dalam penelitian Sergio, et al
Struktural Equation Modeling (SEM) adalah suatu teknik statistik yang mampu menganalisis pola hubungan antara konstrak laten dan indikatornya, konstrak laten yang satu dengan lainnya, serta kesalahan pengukuran secara langsung.
b) Kegunaan Struktural Equation Modeling (SEM)
Untuk menjelaskan secara menyeluruh hubungan antar variabel yang ada dalam penelitian. SEM merupakan sekumpulan teknik statistik yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif rumit secara simultan. Yang dimaksudkan dengan model yang rumit adalah model-model simultan yang dibentuk melalui lebih dari satu variabel dependen yang dijelaskan oleh satu atau beberapa variabel independen dan dimana sebuah variabel dependen pada saat yang sama berperan sebagai variabel independen bagi hubungan berjenjang lainnya.
c) Kelebihan dan kekurangan Struktural Equation Modeling (SEM)
 Kelebiha Teknik Struktural Equation Modeling (SEM)
SEM mempunyai karakteristik yang bersifat sebagai teknik analisis untuk lebih menegaskan (confirm) dari pada untuk menerangkan. Maksudnya, seorang peneliti lebih cenderung menggunakan SEM untuk menentukan apakah suatu model tertentu valid atau tidak dari pada menggunakannya untuk menemukan suatu model tertentu cocok atau tidak, meski analisis SEM sering pula mencakup elemen-elemen yang digunakan untuk menerangkan.
 Kekurangan Teknik Struktural Equation Modeling (SEM)
SEM membutuhkan banyak jurnal karena semakin banyak hipotesis maka semakin banyak jurnal yang dibutuhkan.

2. Jelaskan manfaat dari adanya IT Governance.
Manfaat adanya IT GOVERNANCE bagi Perusahaan
ΓÇó Keselarasan TI dengan perusahaan dan realisasi keuntungan-keuntungan yang dijanjikan dari penerapan TI.
ΓÇó Penggunaan TI agar memungkinkan perusahaan mengekploitasi kesempatan yang ada dan memaksimalkan keuntungan.
ΓÇó Penggunaan sumber daya TI yang bertanggung jawab.
ΓÇó Penanganan manajemen risiko yang terkait TI secara tepat.
Demikian Hasil jawaban dari saya, Apabila Jawaban saya masih banyak kekurangan dan terdapat kesalahan, saya mohon untuk diberi tambahan atau arahan dari Ibu, Trimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr Wb
In reply to First post

Re: Forum diskusi untuk tema communication strategy and cultur

by JUPRI YANTO -
1. Jelaskan maksud Maturity Level dan fungsinya untuk apa (pada penelitian Maulana Ashari)??
Maturity level adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Fungsi dari maturity level adalah
1. Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2. Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
3. status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4. strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)


2. Berikan penjelasan kenapa penelitian Ismi Kaniawulan menerapan ITIL terkait dengan pelayanan public?? Apa peran dan tanggung jawab pelayanan public

Karena dengan menggunakan sistem ITIl peneliti bisa menerapkan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI) untuk pengembangan Pelayanan publik dari situ sistem ini bisa meningkat beberapa sekto publik salah satunya pariwisata dengan pengunaan ini sektor pariwisata akan lebih efesien dalam sistem tata kelolanya

Peran dan tanggun jawab dari pelayanan publik akan terjadinya kerjasama yang lebih efesien dari sektor-sektor tersebut dengan begitu bisa meningkat sistem masyarakat yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas mereka dalam T/I dan tatat kelolanya
In reply to JUPRI YANTO

Re: Forum diskusi untuk tema communication strategy and cultur

by eko setiawan -
1. Kelebihan dan kelemahan framework ITIL
kELEBIHAN
-Mengelola Informasi dengan kualitas yang tinggi untuk
mendukung keputusan bisnis.
-Mencapai tujuan strategi dan manfaat bisnis melalui
pemakaian TI secara efektif dan inovatif.
-Mencapai tingkat operasional yang lebih baik dengan
aplikasi teknologi yang reliable dan efisien.
-Mengoptimalkan biaya dari layanan dan teknologi TI.
KELEMAHAN
. ITIL Bersifat holistic yang mencakup semua kerangka kerja untuk tata kelola TI
- Kerumitan penerapannya.
- Harus Mempunyai Skil dan Kompetensi yang sangat tnggi untuk mengelola framework ITIL.

2.-Kenapa IT Governance Penting :Untuk Mengendalikan Resiko yang terjadi dan Memastikan
segala Bentuk sumber daya perusahaan agar dapat digunakan dengan sesuai.
- Permasalahan yang dihadapi adalah Managemen yang selalu bercontinu,dan Selalu terkontrol
jadi harus membutuh pelayanan dengan kwalitas tertentu.
In reply to JUPRI YANTO

Re: Forum diskusi untuk tema communication strategy and cultur

by Sri Lestari -
Bisa dijelaskan lebih lanjut terkait ITIL , tapahan yang dilakukan seperti apa??