Khusus | A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | SEMUA

Piutang merupakan nilai jatuh tempo yang berasal dari penjualan barang atau jasa atau dari pemberian pinjaman uang. piutang usaha mengacu pada janji lisan untuk membayar yang perasal dari penjualan produk dan jas asecara kredit. Wesel tagih mengacu pada janji tertulis untuk membayar. Piutang diklasifikasikan ke dalam asset lancar jika diharapkan akan direalisasi atau ditagih dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung dari mana yang lebih panjang.
Deskripsi piutang pada laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan biasanya tidak cukup untuk memberikan tingkat keandalan mengenai apakah piutang asli, jatuh tempo, dan dapat ditagih. Pemahaman mengenai praktik industry dan sumber informasi tambahan digunakan untuk menambah keyakinan. Salah satu faktor yang memengaruhi keandalan piutang adalah kebijakan kredit perusahaan. Kebijakan kredit yang ketat berdampak pada kualitas yang lebih tinggi, atau risiko piutang yang lebih rendah. Perusahaan biasanya melaporkan kebijakan kreditnya dalam catatan atas laporan keuangan.
Salah satu masalah analisis penting adalah saat perusahaan menjual semua atau sebagian piutangnya pada pihak ketiga. Praktik ini disebut anjak piutang( factoring ) atau sekuritisasi (securitization). Piutang dapat dijual dengan recourse atau tanpa recourse pada pembeli (recourse terkait atas jaminan kolektibilitas) Penjualan piutang dengan recourse tidak memindahkan dengan efektif risiko kepemilikan piutang dari penjual.
Beban dibayar di muka (prepaid expenses) merupakan pembayaran di muka atas jasa atau barang yang belum diterima. Sebagai contoh adalah pembayaran di muka untuk asuransi, utilitas, dan pajak bangunan. Analisis kita harus mewaspadai bahwa, karena alasan percepatan atau tidak material, beberapa jasa yang jatuh tempo lebih dari satutahun juga dicakup dalam beban dibayar dimuka yang dikelompokkan sebagai aktiva lancar.
Persediaan (inventory) merupakan barang yang dijual dalam aktivitas operasinormal perusahaan. Dengan jasa tertentu, persediaan merupakan aktiva inti dan penting dalam perusahaan. Persediaan harus diperhatikan karena merupakan komponen utama dari aktiva operasi dan langsung memengaruhi penghitungan laba.
Persamaan persediaan (enventory equation) dapat digunakan untuk memahari arus persediaan, untuk perusahaan dagang: Persediaan awal + Pembelian bersih ΓÇô Harga pokok penjualan = Persedian akhir.
Biaya persediaan awalnya dicatat pada neraca. Saat persediaan terjual, biaya ini dipindahkan dari neraca dan mengalir pada laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan (HPP). Biaya tidak dapat berada pada dua tempat yang sama pada waktu bersamaan, mereka dapat dicatat pada neraca (sebagai beban masa depan), atau diakui saat ini pada laporan laba rugi dan mengurangi profitabilitas untuk dikaitkan dengan pendapatan penjualan.
MATERI SELENGKAPNYA DAPAT DI DOWNLOAD DI HALAN INI