Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Direktorat Pascasarjana Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Direktorat Pascasarjana Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. Riset SDM**|2/2|6MA-P2
  3. PERTEMUAN MINGGU KE 3, RABU TANGGAL 7 APRIL 2021, PUKUL : 07.10 - 10.20, PENENTUAN RUMUSAN MASALAH
  4. BAHAN BACAAN PENENTUAN RUMUSAN MASALAH

BAHAN BACAAN PENENTUAN RUMUSAN MASALAH

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

  • Cara membuat rumusan masalah

    Secara umum, dalam satu karya ilmiah hanya diperlukan satu rumusan masalah saja. Adapun beberapa peneliti yang menyusun rumusan masalah lebih dari satu, tentu saja diperbolehkan, namun pertanyaan kedua, ketiga dan seterusnya biasanya merupakan turunan dari pertanyaan pertama yang menjadi inti rumusan masalah pertama. Pertanyaan berikutnya setidaknya harus selalu berkaitan dengan pertanyaan inti yang diajukan.

    Bila kita mau membuat rumusan masalah yang berbeda atau tak berkaitan lebih dari satu, hendaknya kita membuat karya tulis lebih dari satu sesuai jumlah rumusan masalah.

    Seringkali para mahasiswa meyakini bahwa satu pertanyaan penelitian saja dirasa kurang untuk karya ilmiah. Padahal yang paling penting di sini adalah kualitas dari pertanyaan penelitian tersebut. Sekali lagi, satu saja cukup. Jika pun lebih dari satu, pastikan bahwa pertanyaan lainnya merupakan turunan dari satu pertanyaan inti.

    Kita sudah mengetahui begitu pentingnya peran rumusan masalah dalam karya ilmiah. Penguji atau penilai karya ilmiah seringkali langsung menuju pada halaman rumusan masalah ketika ingin mengetahui inti topik riset apa yang kita ajukan atau hendak kita lakukan.

    Rumusan masalah yang berkualitas tak jarang dijadikan indikasi awal riset yang berkualitas. Meskipun rumusan masalah tak selalu diorientasikan untuk menghasilkan pengetahuan baru, pertanyaan penelitian sebaiknya mengandung unsur kebaruan, bukan dalam penciptaan pengetahuan baru namun paradigma atau cara pandang baru dalam melihat atau mendekati suatu masalah.

    Apa yang dimaksud dengan rumusan masalah yang berkualitas?

    Rumusan masalah yang berkualitas memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

    ΓêÜ Spesifik, artinya langsung pada intinya atau straight to the point. Deskripsi yang terlalu panjang justru menyamarkan inti dari fokus permaslahan yang akan dikaji dan pertanyaan yang diajukan.

    ΓêÜ Ada unsur kebaruan dan keaslian, artinya sebagaimana yang sudah disinggung di atas, pertanyaan penelitian menyiratkan sebuah sudut pandang atau pendekatan baru dalam melihat suatu permasalahan yang ingin dibahas.

    ΓêÜ Memiliki relevansi terhadap permasalahan yang dibahas dalam komunitas ilmiah, artinya rumusan masalah yang disusun tidak lepas dari beberapa penelitian yang relevan dan pernah dilakukan sebelumnya.

    ΓêÜ Menarik perhatian, maksudnya pertanyaan penelitian yang diajukan juga menjadi konsen peneliti yang fokus pada area studi yang sama. Karakteristik ini memang sangat menantang karena peneliti harus jeli melihat apakah rumusan masalah yang disusun berkontribusi pada pengembangan pengetahuan khususnya di area studi yang berkaitan.

    Keempat karakteristik tersebut penting untuk diketahui sebelum pembaca menuliskan pertanyaan penelitian yang hendak diajukan dalam proposal. Berikutnya saya akan paparkan beberapa langkah praktis menyusun rumusan masalah penelitian.

    Beberapa langkah praktis menyusun rumusan masalah

    ΓêÜ Tulislah satu kalimat atau paragraf pengantar rumusan masalah sebelum pembaca sampai pada bagian rumusan masalah.

    ΓêÜ Rumusan masalah atau pertanyaan penelitian dapat ditulis dalam bentuk daftar pertanyaan atau paragraf atau bagian dari paragraf.

    ΓêÜ Dalam penelitian sosial, rumusan masalah tidak selalu namun sering ditulis dengan menanyakan hubungan antar variabel dalam konteks tertentu. Misalnya hubungan antara nikah muda dan tingkat pendidikan di Kabupaten Gunung Kidul.

    ΓêÜ Libatkan kalimat tanya yang relevan. ΓÇ¥BagaimanaΓÇ¥, ΓÇ¥apaΓÇ¥, dan ΓÇ¥mengapaΓÇ¥ sering muncul dalam riset sosial.

    ΓêÜ Akhiri setiap pertanyaan yang spesifik dengan tanda tanya.

Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler