Garis besar topik

    • Mata Kuliah Manajemen Ritel mempelajari aspek-aspek strategi dan operasional dalam manajemen ritel seperti memahami dunia bisnis ritel, strategi manajemen ritel, manajemen barang dagangan ritel, manajemen barang dagangan ritel, dan manajemen toko ritel serta elemen-elemen utama manajemen ritel lainnya (keuangan ritel, manajemen sumberdaya manusia ritel, manajemen sistem informasi dan rantai pasokan ritel

    • Silahkan baca bab 1 dari buku Manajemen Ritel Strategi dan Implementasi Operasional Bisnis Ritel Modern di Indonesia Pengarang Christina Whidya Utami Penerbit Salemba Empat.  Minggu depan tatap muka via aplikasi zoom yang akan ditanya tentang materi bab 1

    • Pembahasan mengenai perilaku belanja pelanggan meliputi tahap-tahap yang dilalui pelanggan untuk membeli barang dagangan dan factor yang mempengaruhi proses belanja. Segala informasi tentang proses belanja tersebut digunakan untuk mendiskusikan bagaimana pelanggan dapat dikelompokkan dalam segmen pasar berbeda untuk kemudian dipilih segmen pasar mana yang akan dilayani

      http://

    • Forum diskusi bagi mahasiswa dan dosen

    • Kerjakan tugas pertemuan 2 format word

    • Ritel harus mengembangkan strategi-strategi pemasaran berdasarkan sasaran dan rencana strategis yang menyeluruh. Konsep bahwa di dalam bisnis ritel tidak hanya menjual barang dagangan, namun juga meningkatkan nilai barang dan jasa yang dikonsumsi oleh pelanggan akhir, mendorong peritel untuk selalu berpikir bagaimana memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Orientasi pada pemenuhan dan memuaskan kebutuhan pelanggan adalah inti dasar dari konsep pemasaran

      http://

    • forum diskusi antar mahasiswa dan dosen

      1. Identifikasikan sebuah bisnis ritel yang sukses di lingkungan saudara, cobalah untuk mendeskripsikan strategi apa yang dilakukan oleh bisinis ritel tersebut dalam mencapai kesuksesannya?
      2. Pilihlah sebuah bisnis ritel dalam lingkungan saudara, dan lakukanlah sebuah analisis untuk mengevaluasi ketujuh elemen dari keunggulan persaingan yang memungkinkan dapat menjamin keberlanjutan bisnis ritel tersebut secara berkesinambungan dalam jangka panjang?

    • Manajemen sumber daya dalam bisnis ritel adalah untuk mengelola sumber daya manusia (SDM) ritel serta hubungannya dengan pelanggan dan kultur tentang ritel hingga menjadi manfaat kompeitif yang mendukung.

      http://

    • Silahkan undang ibu di group ke WA, untuk studi kasusnya ibu akan kirim ke group WA. nanti studi kasusnya di bahas di forum diskusi ini bagi yang aktif dan menjawab studi kasusnya akan mendapatkan nilai tambahan.

    • Cara peritel dalam menjalankan operasional bisnis ritel akan memiliki dampak terhadap penjualan dan pada akhirnya pada keuntungan yang diperoleh perusahaan ritel. Oleh karena itu, keputusan dibidang keuangan juga merupakan hal yang penting dalam bisnis ritel. Keputusan keuangan adalah komponen integral pada setiap aspek strategi ritel. Pada Materi ini didiskusikan bagaimana ritel mengembangkan strategi mereka untuk mempertahankan keuntungan bersaing dan sekaligus melihat alat atau sarana keuangan yang digunakan ritel untuk mengukur dan mengevaluasi pengelolaan kinerja ritel secara keseluruhan.

      http://

    • Forum diskusi pertemuan 5 antara mahasiswa dengan dosen

    • Lokasi yang strategis merupakan salah satu factor yang terpenting dalam pemilihan lokasi ritel, dan merupakan factor yang sangat mempengaruhi untuk perkembangan bisnisn ritel. Lokasi ritel sering kali menjadi keputusan sangat penting yang dibuat oleh ritel, karena beberapa pertimbangan, yaitu :

      1. Lokasi merupakan pertimbangan utama bagi konsumen untuk memilih ritel.
      2. Keputusan memilih lokasi ritel merupakan strategi pentibg, karena ritel dapat menggunakannya sebagai keuntungan untuk bersaing.

      Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan lokasi

      • Seperti apa sesungguhnya took yang akan kita buka?
      • Barang-barang  seperti apa yang akan kita jual disana ?
      • pada rentang harga berapa barang tersebut akan kita jual ?
      • bentuk pelayanan seperti apa yang akan kita sajikan pada pelanggan ?

      Tahapan dalam memilih lokasi ritel

      • Pemilihan Pasar
      • Analisis Area
      • Analisis Lokasi
      • Analisis Biaya

      Pemilihan Pasar
      Beberapa aspek penting yang harus dipertimbangkan :

      • Tingkat ekonomi masyarakat
      • Tingkat persaingan
      • Ukuran populasi dan karakteristiknya
      • Industru / bisnis di lingkungan sekitar
      • Undang-undang otonomi daerah

      Analisis Area

      • Area Primer,  adalah area geografis dimana toko atau pusat perbelanjaan tersebut mendapatkan 60 persen dari pelanggannya.
      • Area Skunder, adalah area geografis dari kepentingan skunder dalam tingkat penjualan yang ,menghasilkan sekitar 20 persen dari penjualan sebuah toko.
      • Area Tersier, adalah para pelanggan yang kadang berbelanja ditoko atau pusat perbelanjaan.

      Lokasi Ritel
      Ada 3 tipe lokasi dasar yang dipilih oleh ritel, yaitu :

      1. Shopping centers ( pusat belanja )
      2. City or town location ( ritel di kota besar )
      3. Freestanding location

      Ritelpun dapat memilih tempat dilokasi nontradisional seperti airport atau lokasi lainnya.

      Shopping Center ( Pusat Belanja )

      • Istilah shopping center sudah dikenal sejak tahun 1950an.
      • Shopping center merupakan grup ritel dan bisnis lain yang direncanakan, dibangun, dimiliki dan dimanage sebagi satu kempemilikan.
      • Bentuk shopping center ada 2 yaitu :
      1. Strip Shopping centers, yaitu shopping center yang umumnya mempunyai tempat parker langsung di depan took. Canopy terbuka membuat mudah akses di took, namun kelemahannya tidak mempunyai area jalan yang menghubungkan dengan took.
      2. Malls : yaitu shopping center yang menyediakan area parkir ditempat terpisah dari took ( terpencil ) dan pelanggan akan berjalan untuk menuju took. Mall memiliki ruas jalan yng diapit took ( berhadapan ) untuk dilalui konsumen.

      City or Town Location ( Ritel Di Kota Besar )

      • Sekalipun shopping center ini berada di kota besar, lokasi ritel ini bertipe tidak direncanakan, dimiliki banyak pemilik, dan mempunyai akses langsung ke jalan.
      • The Central Business Distric merupakan area bisnisn tradisional yang berada dikeramaina kota dalam suatu kota besar.
      • Area tersebut banyk dilaluiorang selama berjam-jam bisnis berlangsung dan saat orang-orang pergi ke area tersebut umumnya dan lalulintas pejalan kaki yang tinggi.
      • CBD yang sukses adalah yng dekat dengan area yang berpenduduk besar.

      Freestending Location

      • Freestending sites merupakan lokasi yang tidak terhubung dengan ritel yang lain, sekalipun bnyak yang lokasinya dekat dengan mall.

      Lokasi Ritel Lainnya
      Selain tiga lokasi utama tersebut, ritel juga dapat didirikan dan dijalankan dengan memilih lokasi sebagai berikut :

      • Airport
      • Rresort
      • Rumah sakit
      • toko dalasm toko
      • Area serba guna.

      Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :

      • Biaya sewa
      • Lalu lintas
      • Pesaing
      • Parkir
      • Komunitas
      • Jadwal buka toko
      • Tingkat kriminalitas
      • Biaya komunikasi pemasaran

      Analisis Biaya

      • Biaya sewa
      • Analisis biaya dikaitkan dengan keramaian pengunjung.

      Memilih lokasi

      • Lokasi terbaik bagi ritel adalah yang mampu mewujudakan tingkat permintaan dan penjualan yang tinggi.
      • Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan suatu area perdagangan adalah :
      1. Skala ekonomi
      2. Karakteristik demografis dan lifestyle
      3. Iklim bisnis ( tren pasar, tren tenaga kerja )
      4. Persaingan
      5. Rentang kendali Manajerial ( Span of managerial control )
      6. Isu lokasi secara global.

      Faktor-faktor yang menarik atau tidaknya suatu lokasi :

      • Aksesbilaitas.

      akses pada suatu lokasi ritel dikatakan meneyenagkan dikala konsumen dengan mudah untuk menuju dan keluae dari area ritel.
      Jika dianalisis secara makro ( Macro Analysis ), ritel akan memepertimbangkan hal-hal utama yang berkaitan dengan suatu area perdagangan dan hal tersebut akan dievaluasi secara simultan, seperti ruas jalan, kondisi jalan dan pengahalang / barriers ( missal sungai dan gunung ).
      Secara  macro, ritel akan berkonsentarasi pada hal-hal yang berkaitan denganhal-hal sekitar ritel., seperti visabilitas / jarak pandang, arus lalu lintas, lahan parkir, dan jalan amsuk / keluar.

      • Keuntungan Lokasi

      Karrena lokasi yang baik membutuhkan biaya yang lebih mahal, maka ritel harus mempertimbangkan beberapa hal penting ini. Sehingga lokasi yang dipilih betul-betul memberikan keuntungan bagi ritel.
      Prinsipnya lokasi rotrl dipilih karena ingin mendekati segmen sasarannya.
      Suatu lokasi bias jadi cocok untuk suatiu produk, namun belum tentu cocok bagi produk lain.
      Adakalanya dengan memilih lokasi yang disejajarkan dengan ritel lain yang sejenis akan memunculkan keamanan, kesepakatan penutupan toko secara bersamaan dengan sejenisnya.

      Kesimpulannya :
      Untuk beberapa alas an, lokasi ritel sering merupakan keputusan terpenting untuk seorang retailer.

      pertama, lokasi merupakan pertimbangan utama dalam pilih toko customer. Sebagai contoh, ketika memilih dimna anda akan memncuci mobil, anda biasanya akan memilih lokasi yang paling dekay dari rumah atau kantor.

      Kedua, Keputusan lokasi memiliki kepentingan strategis karena dapat digunakan untuk mengembangkan keunggulan kompetitif yang terus menerus.

      retailer dapat merubah harga, jasa dan macam-macam barang dalam waktu yang relative singkat. Namun pengambialn ke[putusan akan lokasi lebih sulituntuk dirubah, karena retailer harus melakukan perjanjian jangka panjang sewa-menyewa tempat dalam 7-10 tahun. Karena itu retailer dengan lokasi yang sangat baik memiliki keunggulan strategis yang tidak mudah ditiru competitor.


      http://

    • Forum Diskusi antara mahasiswa dengan dosen

    • Kerjakan soal dibawah ini secara baik dan jujur, jika jawaban ada yang sama persis dengan punya temannya maka lembar jawabannya tidak akan dinilai.  Kerjakan dengan ditulis tangan dan jadikan format pdf untuk pengiriman berkasnya.

    • Silahkan jawab pertanyaan diskusi dibawah ini :

      1.  Apakab perbedaan antara barang dagangan kelompok fashion dan staple atau basis? Bagaimana sebaiknya ritel melihat perbedaan kedua kelompok barang dagangan tersebut terkait dengan aktivitas pengelolaan barang dagangan.
      2.  Jelaskan dampak bagi operasional maupun citra toko, jika ritel melakukan kesalahan dalam memutuskan pilihan terhadap vendor dalam menyiapkan barang dagangan bagi toko?
      3. Jelaskan kelemahan dan keunggulan negosiasi ritel dan vendor yang dilakukan melalui tatap muka maupun melalui internet?

    • STRATEGI PENETAPAN HARGA DALAM BISNIS RITEL
      Pemilihan Strategi  harga yang tepat merupakan hal yang penting untuk menarik konsumen. Konsumen merasa mendapatkan harga yang cocok dari para peritel akan mendatangi toko, demikian pula sebaliknya.

      Peran Strategi Harga
      Salah satu penyebab mengapa peran harga tidak dapat di pahami dengan benar adalah harga sebagai keputusan akhir proses pemasaran.

      Harga dalam Strategi Position
      Perspektif seperti diatas pemahaman mengenai penetapan harga di lihat dan di pahami oleh konsumen.
      1. Strategi Produk
      Penetapan harga membutuhkan analisa bauran produk, strategi penetapan merk, kualitas serta fitur produk untuk menetapkan efek dari faktor-faktor tersebut pada strategi harga.

      1. Strategi Distribusi
      Tipe saluran, intensitas distribusi dan konfigurasi saluran juga akan mempengaruhi kebijakan penetapan harga

      Situasi Penetapan Harga
      1. Peluncuran produk baru.
      2. Evaluasi ada kebutuhan untuk penyesuaian harga pada saat produk bergerak kearah siklus produk berikutnya.
      3. Perubahan strategi positioning  yang membutuhkan modifikasi strategi penetapan harga yang ada
      4. Penetapan harga sebagai tanggapan dari pesaing.
      5. Peluncuran produk baru.
      6. Evaluasi ada kebutuhan untuk penyesuaian harga pada saat produk bergerak kearah siklus produk berikutnya.
      7. Perubahan strategi positioning  yang membutuhkan modifikasi strategi penetapan harga yang ada
      8. Penetapan harga sebagai tanggapan dari pesaing.

      Peran Penetapan Harga

      1. Sebagai sinyal bagi pembeli.
      Harga adalah sesuatu yang tampak secara jelas dihadapan pembeli dan menjadi alat untuk membandingakan dengan merk lainya. Oleh karena itu harga menjadi mekanisme komunikasi yang cepat dan langsung antara perusahaan dan pembeli.
      1. Sebagai instrumen persaingan.
      Harga dapat menjadi alat untuk melakukan serangan terhadap merk persainganlangsung dengan merk lain.
      1. Sebagai alat meningkatkan kinerja lapangan.
      Karena harga dan biaya menentukan kinerja keuangan, maka strategi penetapan harga perlu dikaji terkait dengan implementasinya terhadap kinerja keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
      1. Sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan program pemasaran.
      Harga dapat menjadi pengganti program pemasaran lainnya, seperti iklan dan promosi penjualan atau justru dapat digunakan untuk memperkuat aktifitas promosi dalam program pemasaran.

      Tujuan Penetapan Harga
      1. Meraih posisi tertentu di pasar.
      2. Mencapai kinerja keuangan yang (di tetapkan)
      3. Positioning produk
      4. Merangsang permintaan
      5. Mempengaruhi persaingan
      Analisa Situasi Penetapan Harga
      1. Sensitifitas pelanggan terhadap harga.
      2. Anilisis biaya.
      1. Analisa pesaing.
      Memilih Strategi Penetapan harga
      1. Seberapa besar fleksibilitas yang ada
      2. Positioning harga dan kejelasan
      3. Bentuk-bentuk alternatif strategi penetapan harga
      4. Pertimbangan hukum dan etika
      Menetapkan Harga dan Kebijakan
      1. Menetapkan harga.
      2. Menetapakan kebijakan dan struktur harga.
      3. Manajeman penetapan harga.

      Terdapat 2 strategi penetapan harga retail yangberlainan, yaitu:
      1.      Penetapan Harga Rendah Tiap Hari (everyday low pricing-EDLP menekankan kontinuitas harga retail pada level antara harga non obral reguler dan harga obral diskon besar pesaing retail (tidak selalu berarti termurah)
      2.      Penetapan Harga Tinggi atau Rendah (high/low pricing-HLP reteil menawarkan harga yang kadang-kadang di atas EDLP pesaing dengan memakai iklan untuk memromosikan obral dalam frekuensi cukup tinggi
      Strategi EDLP mempunyai 3 manfaat relatif dibandingkan dengan HLP, yaitu:
      1. Berkurangnya perang harga, banyak pelanggan yang agak skeptis dengan harga jual dari ritel. Mereka banyak menunggu dan menunda pembelian sampai sebuah rItel melakukan sale (penjualan secara obral) hal ini yang mendorong semakin banyaknya perang harga dalam bisnis ritel
      2. Berkurangnya iklan, implementasi strategi EDLP menyebabkan kecendrungan harga stabil di pasaran. Dengan kondisi ini, maka ritel dapat mengurangi frekuensi dengan melakukan aktifitas iklan karena tidak perlu menginformasikan perubahan harga dalam waktu yang terlalu pendek.
      3. Berkurangnya kelebihan persediaan dan memperbaiki manajemen persediaan, implementasi strategi EDLP menyebabkan tingginya frekuensi dan banyak variasi permintaan dengan demikian akan cendrung mengurangi kelebihan persediaan dan memperbaiki manajemen persediaan.

      Manfaat strategi HLP:
      1.      Barang dagangan yang sama memikat berbagaipasar
      2.      Obral menciptakan kegairahan berbelanja
      3.       Obral menggerakkan barang dagangan
      4.       Penekanan terhadap kualitas barang dagangan
      Penetapan strategi harga rendah, harga biasa, harga tinggi berkaitan dengan faktor-faktor barang dagangan (yaitu: ragam, fitur serta nilai barang dagangan), lokasi, suasana, layanan yang diberikan retail.



      Pendekatan Dalam Penetapan Harga
      1. Metode penetapan harga jual impas.
      ┬╖         Merupakan metode penetapan harga yang berorientasi pada biaya (harga ditentukan dengan penambahan persentase tetap kepada biaya atau harga barang dagangan)
      ┬╖         Komponen utama margin laba bersih adalah % margin laba kotor (margin kotor + penjualan bersih) Harga ditetapkan dengan cara menambah biaya perolehan produk (harga pokok produk) per unitnya dengan semua biaya operasional dan besaran laba yang diinginkan
      1. Metode penetapan harga yang berorientasi pada permintaan.
      ┬╖         Didasarkan pada perkiraan kemauan pelanggan untuk membayar.
      ┬╖         Metode ini digunakan bersama dengan metode berorientasi biaya. Fokusnya adalah pada struktur laba dan dampak perubahan harga terhadap penjualan.
      ┬╖         Dilakukan dengan melihat pola perubahan perilaku belanja pelanggan pada kondisi harga yang berbeda, kemudian dipilih harga yang merujuk pada tingkat belanja yang ingin dicapai retail.
      1. Metode penetapan harga yang berorientasi pada persaingan.
      ┬╖         Didasarkan pada harga pesaing, dimana harga ditetapkan di bawah,di atas, ataupun sama dengan pesaing.
      ┬╖         Dalam kondisi dan situasi tertentu retail dapat mengurangi persaingan harga dengan strategi EDLP atau strategi penetapan merek (branding).


      http://

    • Forum diskusi pertemuan 11

    • ΓÇ£Bauran Komunikasi Dalam Bisnis RitelΓÇ¥

      Menggunakan Komunikasi Untuk Mengembangkan Merek Dan Membangun Kesetiaan Pelanggan.
      Hal utama yang harus dikomunikasikan pada pelanggan adalah
      keberadaan merek.
      Karena , merek adalah suatu nama atau simbol pembeda, seperti logo, yang mengidentifikasikan  produk atau jasa yang ditawarkan  oleh penjual dan membedakan produk atau jasa itu sendiri.
      Nilai yang ditawarkan melalui citra merek
      Nilai yang ditawarkan oleh citra merek dari suatu retail
      disebut merek ekuitas(brand equity).  Suatu citra merek yang kuat memungkinkan ritel untuk meningkatkan marginnya. Karena ketika ritel memiliki citra merek yang baik dan kuat mampu membangun kesetiaan pelanggan dan juga Dapat melibatkan harga.
      Loyalitas pelanggan atas suatu merek akan muncul dari  peningkatan kesadaran bahwa merek itu baik dan juga  dari ikatan emosional terhadapnya.  Oleh karena itu  peritel harus mampu membangun ekuitas merek.
      Membangun ekuitas merek
      Aktivitas yang dapat membangun ekuitas merek bagi perusahaan ritel :
      1.      Menciptakan kesadaran merek yang tinggi.
      2.      Mengembangkan asosiasi yang menyenangkan dengan nama Merek.
      3.      Memperkuat citra merek secara konsisten.
      Menciptakan suatu kesadaran merek yang tinggi
      Kesadaran merek(brand  awareness) adalah kemampuan calon pelanggan untuk megenali atau mengingat bahwa nama merek itu adalah suatu produk atau jasa yang  tertentu.




      Mengembangkan Asosiasi Yang Menyenangkan Dengan Nama Merek
      Beberapa asosiasi umum yang dikembangkan oleh ritel dengan nama merek mereka adalah:
      1.      Asosiasi terhadap kategori barang dagangan yang paling umum.
      Sebagai contoh:  Makro merek Q-bis mengkategorikan barang-barang  kebutuhan kantor. Dengan demikian pelanggan dari kalangan Bisnis akan  mengasosiasikan merek Q-bis dengan kebutuhan bisnis mereka.
      2.  Harga atau mutu.  Sebagai contoh: Wal-Mart mengasosiasikan
            barang dagangan yang ditawarkan  sebagai penawaran dengan harga murah dan nilai
             yang baik.
      3.  Manfaat atau atribut.  Sebagai contoh: hypermart diasosiasikan sebagai ritel yang
            menawarkan manfaat dalam memberikan kenyamanan.
      4.    Gaya hidup atau aktivitas. Sebagai contoh: And-1 merupakan  ritel yang diasosiasikan  gaya hidup aktif dan enerjik sebgai ciri kaum muda.

      Memperkuat citra merek secara konsisten.

      Memperkuat citra merek secara konsisten dapat dilakukan  melalui  program komunikasi ritel. Salah satunya program pemasaran terpadu adalah suatu program yang mengintegrasikan unsur komunikasi untuk menyampaikan pesan yag konsisten dan komprehensif.

      Sarana Komunikasi Ritel
      q  Iklan
      Iklan merupakan  unsur pertama yang berperan penting diantara
      Semua alat bauran pemasaran. Periklanan biasanya dipilih untuk
      Diimplementasikan oleh ritel dengan beberapa tujuan:
      1.    Memberikan informasi. (adanya produk baru,adanya program promosi penjualan atau adanya layanan baru).
      2.      Membujuk. (untuk membangun rasa suka pelanggan  terhadap ritel, membujuk untuk mengunjungi toko, membujuk untuk membeli dan mengkonsumsi produk baru)
      3.      Mengingatkan. Untuk menggugah kesadaran atau ingatan pelanggan tentang sesuatu yang positif dari ritel.
      q  Promosi Penjualan
      Promosi penjualan adalah program promosi ritel dalam rangka  Mendorong terjadinya penjualan atau untuk meningkatkan penjualan.
      Beberapa jenis promosi penjualan, antara lain:
      1. Titik penjualan
      Dapat dilaksanakan dengan cara memajang produk(display),yang Memungkinkan ritel untuk mengingatkan para pelanggan.
      1. Kontes
      Kontes dilakukan dengan menyelenggarakan suatu acara yang bersifat kompetisi untuk memperebutkan hadiah yang disiapkan.
      1. Kupon
      Kupon adalah tanda ditujukan pada pelanggan untuk mendapatkan diskon khusus saat mereka berbelanja. Peritel dapat mengiklankan potongan harga khusus bagi pembeli  yang memanfaatkan kupon tersebut.
      1. Sampel produk
      Sampel adalah contoh produk yang diberikan secara Cuma-Cuma yang tujuannya adalah memberikan gambaran baik dalam manfaat atau rupa dari produk yang diberikan.
      1. Demonstrasi
      Tujuan demonstrasi sama dengan sampel, yaitu memberikan gambaran atau contoh dari produk atau jasa yang dijual.  Jika produk berupa Alat Masak, demonstrasinya adalah peragaan cara menggunakan alat tersebut didepan audience.
      1. Program pelanggan setia (frequence shopper program)
      Para pelanggan diberi point atau diskon berdasarkan banyaknya jumlah belanja yang dilakukan oleh pelanggan. Dalam bentuk point,dapat dikumpulkan sampai jumlah tertentu dapat ditukar dengan barang.
      1. Hadiah langsung
      Mirip dengan program pelanggan setia yang berupa poin, yaitu jumlah belanja menjadi faktor untuk memperoleh hadiah. Bedanya adalah hadiah langsung tanpa menunggu jumlah poin tertentu.
      1. Hadiah untuk rujukan (referral gifts)
      Hadiah yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membawa calon pelanggan baru. Teknik hadiah untuk rujukan ini bisa digunakan oleh perusahaan yang pelanggannya berdasarkan keanggotaan.
      1. Suvenir
      Barang-barang suvenir dapat menjadi alat promosi penjualan yang menunjukkan nama dan logo peritel.
      10. Acara-acara khusus (special event)
      Untuk bisnis ritel, acara khusus adalah alat promosi penjualan berupa fashion show, penandatanganan buku oleh pengarangnya,pameran seni, dan kegiatan dalam liburan.

      http://

    • Silahkan Jawab Pertanyaan Quiz dibawah ini:

      1.       Jelaskan Keuntungan implementasi program CRM dalam format ritel sebagai berikut:

      a.       Supermarket

      b.       Toko Elektronik

      2.       Bagaimana pengaturan objek dalam perencanaan barang dagangan?

      3.       Bagaimana kebijakan manajerial harus disesuaikan jika sumber daya dari luar negeri dilibatkan dalam bisnis ritel?

      4.       Jelaskan lima komponen dalam membangun reputasi harga yang murah bagi sebuah toko sepatu?

      5.       Sebagai suatu sarana komunikasi dengan pelanggan, menurut anda apakah perbedaan antara iklan dan publisitas?

       


    • Jawab Pertanyaan Diskusi dibawah ini:

      1.  Diskusikan dan tentukan dimensi kualitas layanan yang paling sesuai bagi bisnis ritel non-store?
      2. Menurut Anda adakah perbedaan dimensi maupun aribut kualitas layanan antara format retail store dan non-store retail? Jelaskan argumentasi saudara?

    • KERJAKANLAH SOAL UAS DIBAWAH INI DENGAN BAIK DAN BENAR 
      JAWABAN DIULIS TANGAN HARUS JELAS DAN BISA TERBACA DIKUMPUL DALAM FORMAT PDF.