Garis besar topik

    • DESKRIPSI MATA KULIAH
      Matakuliah Pengembangan Bisnis merupakan suatu konsep pembelajaran yang terpadu yang dirancang khusus bagi mahassiwa untuk mempelajari konsep bisnis, strategi, taktik dan pengetahuan mengenai pengembangan bisnis, baik yang sudah ada maupun bagi mahasiswa yang baru akan memulai bisnis. Mata Kuliah ini mengajarkan praktek bagaimana mahasiswa membangun model bisnis dan mengatasi kebutuhan pelanggan yang tidak terpenuhi secara menguntungkan dengan cara pembekalan konsep-konsep kewirausahaan, manajemen serta diperkuat dengan pembelajaran praktis di lapangan. Tujuan dari Mata Kuliah Pengembangan Bisnis adalah mahasiswa mampu merancang, membangun, dan mengembangkan bisnis yang menguntungkan.

      Bobot Penilaian :

      Peserta didik akan dievaluasi penguasaannya dan pemahamannya terhadap materi kuliah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

      1.        Tugas  (20 %)

      2.        Ujian Tengah Semester (20 %)

      3.       Ujian Akhir Semester (20 % ) 

      4.       Etika ( 20 % ) 

      5.       Presensi ( 20 % 


    •  Team Building

      Dalam sebuah perusahaan, kita tidak bisa mencapai target perusahaan jika yang bekerja hanya satu orang saja. Pada dasarnya, perusahaan memerlukan ΓÇ£timΓÇ¥, sekumpulan orang yang memiliki visi yang sama dan bersinergi untuk mencapai tujuan bersama. 

      Seringkali keberhasilan perusahaan baru sering kali bergantung pada kemampuan founder mengumpulkan orang-orang hebat ke dalam timnya. ΓÇ£Karakteristik individu seorang founder memang penting tetapi yang lebih penting adalah kemampuan orang itu membawa tim yang lebih besar dan lebih berpengalaman untuk bekerja dengan mereka,ΓÇ¥ kata para peneliti. ΓÇ£Semakin besar jumlah anggota dalam tim tersebut, semakin besar pula kemungkinan perusahaan akan berhasil.ΓÇ¥

      Untuk membuat tim yang solid sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif, diperlukan sebuah upaya ekstra. Team Building merupakan sebuah upaya sistematis yang dapat membantu suatu tim agar menjadi solid, efektif, dan efisien. Pada sesi ini kita akan mengupas bagaimana caranya untuk dapat mengembangkan tim yang keren akan team building!

       


    • VALIDASI IDE BISNIS

      ΓÇ£Gue pengen bikin startup yang membantu petani dengan teknologi satelit agar meningkatkan hasil panen merekaΓÇ¥
      ΓÇ£Gue pengen buat aplikasi yang bisa A, B, C, D sampai Z supaya si X bisa lebih produktifΓÇ¥

      Mungkin sebagian dari teman-teman pernah sangat bersemangat untuk mengeluarkan ide-ide liarnya untuk menyelesaikan sebuah masalah dan langsung gercep (gerak cepat) untuk membuat prototype dan dengan bangganya ΓÇ£akhirnya gue bikin startupΓÇ¥.

      Namun, apakah solusi yang ditawarkan dari teman-teman itu sebenarnya benar-benar dibutuhkan oleh orang-orang (terutama customer)?

      Apakah permasalahan yang diangkat teman-teman itu benar-benar ada?

      Apakah solusi yang ditawarkan oleh teman-teman itu berfungsi sebagai pain killer atau jangan-jangan hanya sebagai vitamin saja? Produk yang kamu buat jika tidak divalidasi terlebih dahulu, akan memiliki kemungkinan besar untuk gagal karena bisa jadi permasalahan yang ada hanyalah ΓÇ£buatanΓÇ¥ teman-teman belaka, atau solusi yang ditawarkan teman-teman tidak sesuai dengan kemauan/kemampuan customer.

      Nah. Inilah pentingnya teman-teman untuk melakukan validasi terhadap setiap ide yang dibuat oleh teman-teman. Karena Asumsi Itu "Membunuhku"


    • Berikan penjelasan Saudara tentang langkah - langkah cerdas dalam melakukan validasi sebuah ide bisnis yang akan Saudara jalankan agar menjadi sukses. Berikan Jawaban Saudara pada forum diskusi.

    • Dalam konteks perancangan suatu bisnis dalam mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang, maka harus dibutuhakan kerjasama yang baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan produk/jasa yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan produk/jasa sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan. Karena itulah dalam kegiatan pengembangan bisnis ada tahapan yang bernama "prototyping".

      Prototyping adalah proses merancang sebuah prototype dimana prototype / pawarupa sendiri adalah sebuah model dari sebuah model produk yang mungkin belum memiliki semua fitur produk sesungguhnya namun sudah memiliki fitur ΓÇô fitur utama dari produk sesungguhnya dan biasa digunakan untuk keperluan testing/uji coba untuk bahan uji coba sebelum berlanjut ke fase pembuatan produk sesungguhnya.

      Pada sesi ini kita akan belajar fase & proses pengembangan bisnis melalui tahapan prototyping

      .Perkembangan perdagangan di Indonesia saat ini semakin pesat, munculnya berbagai jenis produk barang atau jasa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dari produk yang kecil sampai produk yang berteknologi canggih. Namun sayangnya, produk-produk tersebut masih didominasi oleh produk dari negara lain.

      Kejelian dalam melihat sebuah peluang usaha dan melihat kebutuhan serta keinginan pasar yang ada dapat memberikan inspirasi dalam memilih produk apa yang akan dibuat atau ditawarkan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha untuk dapat memilih produk apa yang akan djual atau ditawarkan kepada konsumen. Selain itu, kemampuan dalam berinovasi dan berkreasi sangat dibutuhkan dalam prosesnya.

      Setelah seorang wirausaha menentukan produk yang akan dibuat atau ditawarkannya, proses selanjutnya adalah pembuatan prototipe yang menjadi model awal sebuah produk sebelum produk tersebut diproduksi dan dijual atau ditawarkan ke pasaran. Pembuatan prototipe tersebut membutuhkan beberapa tahapan dan proses yang membutuhkan kejelian, kreatifitas, inovasi dan kemampuan wirausahawan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini.

      Konsep Prototipe Produk

      Prototipe merupakan model dari suatu produk barang atas jasa yang akan dibuat. Prototipe sebuah produk memperlihatkan desain produk serta fungsi dari model produk tersebut, sebelum diproduksi. Dalam tahap perancangan model produk atau prototipe, banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang wirausaha. Hal itu karena keputusan dalam perancangan prototipe yang akan dibuat akan memperngaruhi kegiatan lain yang akan dilakukan. Oleh karena itu, keahlian merancang sangat diperlukan oleh seorang wirausaha.

       

      Proses Pembuatan Prototipe Produk (Prototyping)

      Proses pembuatan prorotipe produk disebut sebagai prototyping. Tujuan dari proses ini adalah untuk menguji konsep prototipe produk yang akan dibuat sehingga seorang wirausaha dapat mengetahui kelemahan dan keunggulan dari produk yang akan ditawarkan kepada konsumen sebelum masuk tahap produksi.

      Emphatize (tahap empati)

      Pada tahap ini, seorang wirausaha melakukan penelitian untuk mendapatkan informasi dan mengidentifikasi mengenai apa yang konsumen lakukan, katakan, pikirkan, dan rasakan. Tujuannya adalah mengumpulkan informasi yang cukup, sehingga seseroang wirausaha dapat benar-benar mengetahui apa yang konsumen butuhkan dan inginkan.

      Define (mendefinisikan)

      Tahap ini adalah proses penggabungan hasil penelitian berupa informasi mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Dalam proses ini, data dan informasi yang dikumpulkan dari tahap empati digunakan untuk menggambarkan atau mendefinisikan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga wirausawan dapat merancang prototipe yang sesuai. Selain itu, pada tahap ini peluang untuk melalukan inovasi terhadap prototipe sangat besar.

      Ideat (mewujudkan)

      Pada tahap ini, seorang wirausaha melakukan Brainstorm berbagai ide gila dan kreatif yang menjawab kebutuhan pengguna yang tidak terpenuhi yang diidentifikasi dalam tahap define. Pada tahap ini biasanya, wirausaha mengumpulkan semua orang pada setiap bidang dan meminta semua anggota tim untuk membuat sketsa atau formulasi atau resep atau gambaran serta gagasan sesuai dengan ide mereka sendiri mengenai produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Kemudian gabungkan semua gagasan atau ide yang terkumpul dan diskusikan bersama serta sepakati ide atau gagasan mana yang akan digunakan dalam membuat prototipe


    • Pengertian Branding

      Branding adalah bagian dari marketing yang ditujukan untuk memberi persepsi atau nilai kuat pada suatu bisnis maupun produk. Dengan kata lain, pengertian branding adalah bagaimana perusahaan berkomunikasi kepada pelanggan supaya terbangun citra baik dan melekat pada benak pelanggannya.

      Jika merujuk pada pernyataan Kotler, arti branding adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa maupun kelompok penjual untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing.

      Artinya, tujuan lain dari branding adalah sebagai identitas yang akan membedakannya dengan produk, jasa, atau hal lainnya. Itulah kenapa kini branding disebut juga sebagai citra perusahaan secara keseluruhan.

      Manfaat Branding

      Branding adalah salah satu hal terpenting dalam bisnis karena mempunyai berbagai manfaat yang menguntungkan, yaitu sebagai berikut.

      1. Memiliki daya tarik tersendiri

      Membangun branding yang kuat akan memberikan daya tarik tersendiri di mata konsumen. Hal ini juga bisa membuat produk atau bisnis terkenal karena image brand sudah melekat dalam benak konsumen.

      Contohnya adalah produk air mineral, banyak masyarakat cenderung mengingat merek Aqua untuk pertama kalinya daripada merek lainnya walau sama-sama air mineral kemasan.

      2. Memberikan posisi bisnis yang kuat

      Jika suatu branding berhasil dilakukan dan mampu memperkuat eksistensinya di kalangan masyarakat, maka akan sulit bagi pesaing untuk menggeser posisi brand tersebut. Misalnya brand Coca Cola yang sampai saat ini masih berada di puncak dan unggul dari para pesaingnya.

      3. Meningkatkan loyalitas

      Citra positif yang telah tertanam tentu akan berjalan seiring dengan tingkat kualitas konsumen dalam menggunakan suatu produk atau brand. Maka dari itu, dengan melakukan branding akan sangat mungkin meningkatkan loyalitas pelanggan kamu.

      4. Memudahkan pemasaran

      Manfaat terakhir dari branding adalah memudahkan proses pemasaran produk kamu, Sob! Kenapa? Karena brand yang telah dikenal bahkan diterima baik oleh konsumen sudah mendapatkan kepercayaan akan kualitasnya.

      Maka dari itu, kamu tidak lagi memerlukan marketing yang kompleks karena produk sudah memiliki persepsi positif dan konsumen akan cenderung merekomendasikannya ke orang lain sebab mereka puas dengan produk tersebut.

      Fungsi dan Tujuan Branding

      Selain mendapat berbagai manfaat tadi, branding juga dilakukan untuk berbagai tujuan, di antaranya:

      1. Sebagai pembeda

      Fungsi dilakukannya branding adalah sebagai pembeda. Seperti penjelasan di awal, branding adalah upaya menciptakan identitas yang berbeda dari lainnya. Hal ini akan memudahkan produk atau perusahaan lebih dikenali serta diingat oleh konsumen dibandingkan produk kompetitor lainnya.2. Membangun citra baik

      Selain sebagai pembeda, tujuan branding juga untuk membangun citra baik mulai dari produk maupun perusahaan secara menyeluruh. Dengan begitu, konsumen bisa menilai baik kualitas produk atau perusahaan dan meningkatkan kepercayaan mereka.

      3. Promosi dan daya tarik

      Seperti manfaat branding di atas, ketika produk memiliki identitas kuat dan sudah populer, maka itu bisa menjadi daya tarik tersendiri dan memudahkan kamu dalam mempromosikannya ke konsumen.

      4. Mempengaruhi psikologi konsumen

      Memiliki branding yang kuat akan menciptakan citra dan persepsi baik. Hal ini berpengaruh terhadap psikologi konsumen di mana mereka tentu akan lebih percaya pada produk dengan branding kuat daripada produk lainnya.

      Konsumen cenderung memandang sebelah mata pada produk tanpa adanya branding karena kurang memperlihatkan kualitas dan profesionalitas, maka dari itu mereka kurang bisa menaruh kepercayaan.

      5. Pengendali pasar

      Fungsi dan tujuan terakhir dari dilakukannya branding adalah sebagai alat pengendali pasar. Kenapa? Karena produk dengan branding yang kuat telah dikenal dan diterima baik di masyarakat sehingga perusahaan tersebut bisa mengendalikan pasar dimana produk tersebut ditawarkan.

      Unsur Branding

      Setelah mengetahui berbagai fungsi serta manfaatnya, pasti kamu tertarik untuk menerapkannya kan, Sob? Lalu, apa saja sih unsur dari pelaksanaan branding ini? Lebih jelasnya, beberapa unsur branding adalah sebagai berikut.

      1. Logo dan Nama Brand

      Unsur pertama dari branding adalah logo. Logo dijadikan sebagai suatu identitas atau wajah kasat mata dari suatu brand. Maka dari itu, ciptakanlah logo yang unik namun tetap sesuai dengan brand kamu agar mudah dikenal oleh masyarakat.

      2. Visi dan Misi

      Visi dan misi suatu brand sama halnya dengan pondasi dari bisnis itu sendiri. Kedua hal tersebut juga akan mencerminkan gambaran bagaimana produk kamu menjadi solusi bagi permasalahan konsumen.

      3. Tagline

      Jika logo adalah wajah dan image secara visual, maka untuk membuatnya lebih hidup kamu bisa menggunakan tagline atau jargon agar lebih mempresentasikan apa yang kamu tawarkan kepada konsumen.

      4. Website 

      Unsur terakhir dari branding adalah website, untuk menampilkan image apa yang ingin dibangun dan diterima oleh konsumen. Selain itu, kemungkinan peningkatan brand awareness juga lebih tinggi jika kamu mempunyai website resmi untuk bisnismu, Sob.

      Jenis Branding

      Dikarenakan tujuan yang berbeda-beda, maka dari itu branding juga terbagi menjadi beberapa jenis. Lebih jelasnya, jenis-jenis branding adalah:

      1. Personal branding

      Personal branding adalah suatu strategi branding untuk mempromosikan bisnis atau layanannya menggunakan namanya sendiri dan biasa juga disebut self branding. Umumnya, orang yang melakukan personal branding adalah orang-orang dengan status dan pekerjaan tertentu, seperti public figure, politikus, influencer, dan semacamnya

      Contoh personal branding yang dilakukan public figure di Indonesia yaitu dari Merry Riana sebagai motivator di laman facebook miliknya.

      2. Product branding

      Jenis kedua dari branding adalah product branding. Jenis ini merupakan yang paling sering dilakukan para pebisnis dengan mengedepankan unsur dari produknya, seperti manfaat, fitur, harga, dan sebagainya.

      Ada berbagai tujuan yang melatarbelakangi digunakannya product branding, seperti melakukan promosi produk baru atau meningkatkan penjualan produk lama. Medianya pun kini semakin beragam, mulai dari surat kabar, televisi, papan billboard, hingga platform media sosial.

      3. Geographical branding

      Jika jenis sebelumnya menonjolkan suatu produk, beda halnya dengan jenis geographical branding yang lebih mengedepankan keunggulan, keunikan, dan keindahan suatu wilayah. Hal ini ditujukan untuk mempromosikan wilayah tersebut dan umumnya digunakan dalam bisnis pariwisata.

      4. Corporate branding

      Selain memasarkan produk atau layanan, perusahaan juga dapat melakukan branding untuk memasarkan diri mereka sendiri. Branding perusahaan, atau yang biasa disebut corporate branding, adalah proses membangun identitas dan citra perusahaan di mata publik.

      Unsur-unsur yang dipasarkan dalam corporate branding umumnya seputar perusahaan, seperti sejarah, visi dan misi, etos kerja, dan nilai-nilai perusahaan. Dengan corporate branding, perusahaan dapat membangun kepercayaan dan loyalitas dari pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

      Salah satu cara untuk melakukan corporate branding adalah dengan menggunakan solusi digital.

      Solusi digital dapat membantu perusahaan untuk menjangkau target audiens yang lebih luas, menyampaikan pesan branding dengan lebih efektif, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

      Solusi digital juga dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan mengembangkan potensi karyawan.

      Misalnya, perusahaan dapat menggunakan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas produk atau layanan, dan mengembangkan keterampilan karyawan.

      Salah satu solusi digital yang dapat digunakan adalah Mekari. Mekari menyediakan platform terintegrasi untuk mengembangkan bisnis dan profesional.

      5. Co-Branding

      Jenis terakhir dari branding adalah co-branding, yaitu suatu pengembangan brand yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua pihak atau lebih. Biasanya, co-branding dilakukan untuk mempromosikan hasil kerjasama atau kolaborasi beberapa bisnis terkait agar bisa menjangkau konsumen lebih luas lagi.

      Contohnya seperti hasil kerjasama Oreo dan Supreme, Oreo dan WallΓÇÖs Cornetto, serta masih banyak lagi.

      Strategi Memperkuat Branding

      Nah, untuk mendapatkan berbagai manfaat tadi, tentunya ada beberapa strategi dalam membangun brand yang kuat. Oleh karenanya, Jagoan Hosting telah merangkum buat kamu tentang beberapa strategi memperkuat branding.

      1. Sebutkan tujuan brand

      Sebuah tagline atau janji-janji dari solusi yang ditawarkan suatu brand tidak cukup untuk membangun image kuat, apalagi jika industri brand tersebut memiliki banyak pesaing.

      Maka dari itu, guna mempertahankan keunikan dari suatu image atau citra yang dibangun, diperlukan adanya tujuan atau alasan dibalik bisnis kamu sendiri, Sob. Misalnya, brand furniture asal Swedia yaitu IKEA menyatakan bahwa alasan didirikannya bisnis tersebut adalah untuk membuat kehidupan sehari-hari lebih baik.

      Tujuan brand tersebut tertulis dalam website resminya di bagian Vision dan Business Idea, yaitu ΓÇ£to create a better everyday life for many peopleΓÇ¥.

      2. Mempunyai website resmi

      Dari contoh IKEA tadi, tentunya menunjukkan salah satu peran penting dari memiliki suatu website resmi bagi bisnis kamu. Selain untuk menunjukkan alasan didirikannya suatu bisnis, website juga bisa digunakan sebagai tempat show off testimoni dari konsumen, profil perusahaan, blog, hingga platform jual beli.

      3. Jaga konsistensi brand

      Cara selanjutnya untuk memperkuat branding adalah dengan menjaga konsistensi brand, baik dari segi kualitas, visual, hingga pemasarannya. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan yang telah diberikan konsumen pada brand tersebut.

      4. Jaga hubungan baik dengan konsumen

      Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat kepercayaan konsumen adalah salah satu hal terpenting dalam bisnis. Maka dari itu, tidak hanya kepada sesama partner bisnis, bangun dan jagalah hubungan baik dengan konsumen juga ya, Sob!

      5. Apresiasi konsumen

      Memiliki banyak pelanggan setia dan loyal merupakan kepuasan tersendiri. Namun kamu harus mengupayakan sesuatu agar loyalitas tersebut tidak memudar bahkan menghilang. Salah satu caranya adalah dengan memberikan apresiasi kepada konsumen, misalnya diskon khusus, keuntungan referal, sistem poin setiap pembelian, dan sebagainya.

      6. Berikan layanan customer service yang baik

      Selain pemberian apresiasi, layanan untuk konsumen juga tak kalah penting. Hal ini didukung oleh data dari Nextiva yang menunjukkan bahwa 96% konsumen menilai bahwa ada atau tidak adanya layanan konsumen berpengaruh pada kesetiaan mereka akan suatu brand.

      Maka dari itu, berikan layanan konsumen dengan baik dan pastikan semua staf customer service tersebut telah melakukannya sesuai standar dari brand atau bisnis kamu.

      7. Pantau kompetitor

      Cara terakhir untuk memperkuat branding adalah dengan tetap memantau kompetitor atau pesaing bisnis kamu, Sob! Hal ini akan membantu kamu menghindari kesalahan kompetitor atau menciptakan produk dengan konsep dan nilai serupa.

      Dengan memiliki branding yang kuat, kamu bisa mendapat berbagai manfaat menguntungkan untuk bisnismu, Sob! Singkatnya, branding adalah salah satu strategi agar bisnis semakin dikenal dan mendapat loyalitas tinggi dari konsumen.


    • Tugas kelompok membuat branding produk/jasa UMKM

      1. Buatlah ide baru untuk mem-branding produk/jasa UMKM yang menjadi mitra kalian. Branding terdiri dari unsur nama, istilah, simbol atau desain untuk memberikan identitas pada suatu produk/jasa. Tampilkan before after dari produk/jasa yang kalian buat brandingnya.

      2. Hasil tugas disimpan dalam format Pdf lalu upload di drive kalian. Jangan lupa cantumkan nama tim dan NPM.

      3. Pengiriman tugas di lms dalam format text yaitu link drive salah satu tim kalian (pastikan drive open akses untuk semua orang), Cukup 1 org yang mengirimkan tugas.

      4. Batas waktu pengumpulan tugas sampai pertemuan minggu depan


    • Sebuah bisnis tidak akan berjalan tanpa memiliki konsep yang matang. Mulai dari perencanaan produksi, biaya produksi, hingga strategi promosi. Jika konsep matang, akan mudah bagi perusahaan untuk memberikan informasi kepada calon pelanggan. Untuk promosi pasti membutuhkan strategi yang tepat dan efektif. 

      Lalu, bagaimana cara merancang strategi promosi yang tepat dan efektif? Artikel di bawah ini akan menjelaskan kebutuhan strategi promosi yang Anda perlukan. 

      Strategi Promosi Itu Penting

      Strategi promosi sangat penting dilakukan dalam bisnis. Sebab, tanpa promosi, produk bisnis, baik barang maupun jasa, tidak akan tersampaikan ke konsumen. Oleh karena itu, strategi tersebut harus dilakukan demi menaikkan keuntungan bagi perusahaan. 

      Dalam menjalankan bisnis, mencanangkan dan merumuskan strategi bukanlah sesuatu yang mudah. Strategi harus diukur agar pesannya benar-benar masuk ke konsumen. Strategi tersebut bukanlah hanya mencari keuntungan berupa materi melainkan juga menaikkan brand image dan brand engagement.

      Selain itu, bisnis yang baik bukan hanya omzet tetapi juga konsumen mampu mengingat brand bisnis Anda. Hal ini penting demi kelangsungan bisnis yang lebih baik. Bahkan, yang baik adalah bisnis bisa berpindah dari satu generasi ke generasi yang lain. 

      5 Strategi Promosi yang Tepat dan Efektif

      Ada beberapa strategi promosi yang perlu Anda ketahui di antaranya adalah:

           1. Tahu Target Pasar

      Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengetahui target pasar. Siapa yang menjadi sasaran produk Anda. Sebab, ini panduan untuk merumuskan strategi promosi ke depannya. 

      Untuk melakukan pengenalan target pasar dapat melalui riset terlebih dahulu. Riset dapat berdasarkan keinginan atau kebutuhan target pasar. Jika sudah mengetahuinya, mudah bagi Anda untuk membuat produk. 

      Anda pun bisa menganalisa apa saja kelebihan dan kekurangan produk. Target pasar bisa diberikan contoh lalu menilai sehingga menjadi dasar evaluasi bagi produk bisnis. Akhirnya Anda bisa benar-benar paham apa yang semestinya dibutuhkan konsumen. Mulai dari harga, spesifikasi produk hingga sistem pembayaran. 

           2. Satukan Tujuan

      Langkah ini idealnya dilakukan sebelum merancang strategi promosi. Sebab, Anda perlu memahami tujuan dari promosi yang semestinya dilakukan. Ada banyak tujuan yang bisa Anda lakukan dan di antaranya seperti:

      • Menciptakan tanggapan yang baik dari konsumen
      • Meningkatkan kualitas produk 
      • Meningkatkan persaingan produk dengan kompetitor
      • Menghasilkan keuntungan yang maksimal

      Jika mampu memahami tujuan dari bisnis, akan sangat mudah bagi Anda untuk melaksanakan strategi promosi. 

           3. Gunakan Media Sosial

      Tidak bisa dimungkiri bahwa salah satu strategi promosi yang bisa dilakukan oleh Anda adalah pemanfaatan media sosial. Ada banyak media sosial yang tersebar pada masa kini. Mulai dari Instagram, Facebook, Twitter hingga TikTok. 

      Akan tetapi, untuk menggunakannya dengan maksimal, Anda perlu tahu tips bagaimana memanfaatkan media sosial sehingga menjadi strategi promosi. 

      • Waktu Unggahan

      Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah waktu mengunggah konten. Pastikan unggahan Anda saat prime time. Seperti saat hendak kerja, jam makan siang, pulang kerja, menjelang istirahat malam. 

      Jika bisnis menggunakan media sosial Instagram, dan hendak live streaming, perhatikan pula waktunya. Pastikan waktu yang sekiranya masyarakat memakai media sosial. Dengan begitu mudah bagi Anda melakukan promosi.

      • Konten yang Menarik

      Jika Anda sudah menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengunggah konten, yang Anda perlukan selanjutnya adalah penanganan konten. Apa konten yang sebaiknya ditampilkan di media sosial, misal, Instagram. 

      Ada beberapa contoh konten yang bisa Anda gunakan seperti foto, photostory, video, reels, atau memaksimalkan caption. Setiap konten juga bergantung dengan produk yang hendak dipasarkan. 

      • Fungsikan Caption

      Seperti yang telah dijelaskan di atas, caption sangat baik untuk menarik engagement. Bahkan, bisa digunakan untuk promosi penjualan. Maka dari itu, tidak heran apabila ada jasa yang menawarkan pembuatan caption di Instagram

           4. Kerja sama dengan Influencer

      Ada banyak strategi promosi yang bisa Anda lakukan demi menarik perhatian konsumen. Salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan influencer

      Tidak bisa dimungkiri bahwa influencer mampu mendongkrak penjualan. Namun, perlu diingat bahwa Anda harus benar-benar jeli dalam memilih influencer. Cari influencer yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. 

           5. Beri Potongan Harga

      Satu contoh strategi promosi yang mampu menarik perhatian konsumen adalah potongan harga. Siapa yang tidak tergiur bila melihat produk dengan potongan harga 50%?

      Maka sudah pasti, konsumen akan berbondong-bondong menyerbu produk bisnis Anda. Ini bekal baik bagi bisnis Anda dan bisa diterapkan setiap peluncuran produk baru.

      Definisi Saluran Pemasaran

      Orang atau badan yang menjadi penghubung dalam proses pengalihan, pemilikan, dan penyampaian barang dan produsen kepada konsumen (marketing channels).

      Otoritas Jasa Keuangan

      Saluran pemasaran atau marketing channels adalah orang, organisasi, dan kegiatan yang diperlukan untuk mengalihkan kepemilikan barang dari titik produksi ke titik konsumsi. Ini adalah cara agar produk sampai ke pengguna akhir, konsumen; dan juga dikenal sebagai saluran distribusi. Saluran pemasaran juga alat yang berguna untuk manajemen, dan sangat penting untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif dan terencana dengan baik.

      Apa itu Saluran Pemasaran?

      Saluran pemasaran atau marketing channels adalah orang, organisasi, dan kegiatan yang diperlukan untuk mengalihkan kepemilikan barang dari titik produksi ke titik konsumsi. Ini adalah cara agar produk sampai ke pengguna akhir, konsumen; dan juga dikenal sebagai saluran distribusi. Saluran pemasaran juga alat yang berguna untuk manajemen, dan sangat penting untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif dan terencana dengan baik.

      Jenis-jenis Saluran Pemasaran

      Menentukan ΓÇ£ruteΓÇ¥ ke mana produk akan tersalurkan merupakan hal yang penting, dan pemasar harus menentukan channel mana yang akan dipakai untuk memasarkan produknya. Berikut adalah jenis-jenis Saluran Pemasaran

      1. Pabrikan Langsung ke Pelanggan

      Pabrikan membuat barang dan menjualnya ke konsumen secara langsung tanpa perantara, seperti pedagang besar, agen atau pengecer. Barang datang dari produsen ke pengguna tanpa perantara atau perantara. Sebagai contoh, seorang petani dapat menjual beberapa produk langsung ke pelanggan. Misalnya, toko roti dapat menjual kue dan pai langsung ke pelanggan.

      2. Pabrikan ke Pengecer ke Konsumen

      Pembelian dilakukan oleh pengecer dari pabrikan dan kemudian pengecer menjual barang dagangan kepada konsumen. Saluran ini digunakan oleh produsen yang berspesialisasi dalam memproduksi barang belanjaan. Misalnya saja pakaian, sepatu, peralatan makan, atau furniture, yang disalurkan ke konsumen lewat department store atau toko swalayan.  

      3. Pabrikan ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Pelanggan

      Distribusi yang melibatkan lebih dari satu perantara, dengan menggunakan agen yang ditunjuk untuk menjadi perantara dan membantu penjualan barang. Agen menerima komisi dari produsen. Agen-agen ini berguna ketika barang harus bergerak cepat ke pasar segera setelah pesanan ditempatkan.

      Misalnya, pada industri perikanan, saat mereka ingin memasarkan tangkapan besar hasil laut; karena ikan mudah layu, tidak segar lagi, atau rusak maka harus dijual dengan cepat. Membutuhkan waktu lama bagi perusahaan perikanan untuk menghubungi banyak pedagang grosir di seluruh negeri sehingga ia menghubungi agen. Agen mendistribusikan ikan ke pedagang grosir. Pedagang grosir menjual ke pengecer dan kemudian pengecer menjual kepada konsumen


    • Apa Itu Target Penjualan?

      Target penjualan diambil dari kata target, yang dapat diartikan sebagai batas waktu, satuan ukuran dan metode yang digunakan untuk bisa mencapai target waktu yang telah ditentukan. Sementara penjualan itu sendiri lebih pada aktivitas penjualan produk barang/ataupun jasa.

      Jadi jika disimpulkan target penjualan adalah satuan produk barang maupun jasa yang harus dijual belikan ke pasaran dengan tenggat waktu tertentu. Target penjualan dapat pula diartikan sebagai rencana penjualan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pihak perusahaan.

      Sementara tim yang menjalankan penjualan disebut dengan tim sales. Dimana tim sales inilah yang bertanggungjawab secarah penuh terhadap target yang hendak dicapai. Maka tidak heran jika tim sales biasanya akan membuat target penjualan sedemikian rupa agar tercapai lebih realistis.

      Sementara pelaku usaha dalam menentukan target penjualan juga tidak bisa seenaknya menentukan secara sepihak. Pihak perusahaan juga perlunya melihat tim, apakah kapasitas tim yang ada mampu melakukannya atau tidak. Karena kunci mencapai target penjualan bukan seberapa besar target yang diinginkan, tetapi perlunya memperhatikan kemampuan tim sales itu sendiri.

      Mengapa Harus Membuat Target Penjualan Yang Benar?

      Tidak dapat dipungkiri jika target penjualan menjadi dasar penetapan sasaran pasar. Dimana, hal ini sangat membantu pihak perusahaan untuk menetapkan susunan strategi penjualan. Lalu pertanyaannya adalah, mengapa harus membuat target penjualan? Berikut ada beberapa alasan yang mungkin kurang diperhatikan bagi masyarakat pada umumnya

      1. Keberagaman konsumen

      Sudah menjadi rahasia umum saat kita melepaskan produk kita di pasar, itu berarti kita siap dengan segala respon dan reaksi dari calon konsumen. Dimana mereka memiliki keberagaman perilaku, karakter dan memiliki minat untuk mendapatkan kebutuhan yang beragam juga. Maka tidak heran, jika sebuah perusahaan besar yang memiliki beberapa produk atau memiliki beberapa lini perlu dibeda-bedakan.

      Perlunya klasifikasi produk ini agar lebih mudah dalam menyesuaikan sesuai dengan karakter, ataupun disesuaikan dengan keperluan yang diharapkan konsumen. Sehingga pihak perusahaan juga lebih mudah dalam melakukan evaluasi hasil target penjualan.

      2. Perusahaan memiliki keterbatasan

      Jumlah penduduk di indonesia ada ratusan juta penduduk. Dimana setiap individu memiliki kebutuhan, ketertarikan dan taraf kemampuan yang berbeda-beda. Sementara ada perusahaan yang fokus memproduksi satu jenis barang/jasa saja. Dimana perusahaan mungkin saja tidak mampu melayani seluruh permintaan konsumen yang beragam.

      Belum lagi masalah keterbatasan sumber daya manusia di perusahaan yang juga terbatas. Maka, perusahaan butuh target penjualan yang berfungsi untuk memfokuskan target penjualan pada konsumen yang benar-benar membutuhkan saja. Cara ini tentu jauh lebih pas dan tepat dibandingkan melayani semua permintaan masyarakat yang jumlah jutaan penduduk. Karena sebesar apapun perusahaan, tetap memiliki keterbatasan.

      3. Memetakan target

      Adapun alasan kenapa membuat target penjualan, yaitu memudahkan dalam memetakan target penjualan berdasarkan urgen kebutuhan yang diharapkan konsumen. Saat memetakan sebuah target, itu berarti secara tidak langsung kita pun akan dihadapkan untuk membuat kerangka lebih spesifik dan jelas dalam memetakan strategi.

      Tanpa kerangka atau pemetaan yang jelas, target penjualan tidak akan tercapai karena tidak termanajemen dan tidak tercatat dengan baik. Itu sebabnya pelaku usaha selalu melakukan rekap dan evaluasi.

      Dari ketiga alasan mengapa perlunya dibuat target penjualan di atas, setidaknya memberikan gambaran bahwa target itu penting. Target itu seperti tujuan. Tanpa adanya tujuan, jalan kita akan abstrak tidak jelas.

      Cara Menentukan Dan Membuat Target Penjualan

      Barangkali ada diantara kamu yang bertanya penasaran, mengapa harus membuat target penjualan? Pada dasarnya membuat target penjualan tergantung dari kemampuan kondisi perusahaan atau pelaku usaha. Kita tahu bahwa tidak semua perusahaan memiliki kemampuan untuk menentukan target penjualan karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

      Atau mungkin ada diantara kamu yang menganggap bahwa target penjualan tidak begitu penting? Meskipun sekedar menentukan target, ternyata hal ini cukup penting dan perlu loh. Lagi pula dampak yang akan ditimbulkan dari membuat target adalah keuntungan. Berikut adalah beberapa cara menentukan dan membuat target penjualan untuk usaha bisnis, baik untuk skala besar ataupun usaha kecil.

      1. Perlunya Membuat Target yang Jelas

      Menjalankan usaha bisnis memang tidak seperti menjalankan pekerjaan yang bisa dilakukan seenaknya sendiri. Tetapi perlunya target yang terukur, dan spesifik. Jadi target penjualan dibuat berdasarkan data,  fakta dan analisis yang kuat.

      Target penjualan jangan dibuat berdasarkan kira-kira dan ragu-ragu tanpa landasan yang kuat. Hindari hal-hal yang bersifat berambigu atau tidak fokus. karena hal ini akan sangat mengganggu capaian yang hendak dikejar.

      2. Sebagai Alat Ukur

      Bagi pemula, mungkin banyak yang tidak menyadari, bahwa target penjualan dapat dijadikan sebagai alat ukur atau measurable. Tentu saja hal ini akan memudahkan pihak pelaku usaha untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau persentase target yang tercapai. Jadi, pihak perusahaan bisa mengetahui apabila terjadi kenaikan target ataupun penurunan target.

      Bagaimana pelaku usaha bisa mengetahui berhasil atau gagal, jika tidak ada standar alat ukur yang dibuat. Analoginya, seorang mahasiswa tidak akan mendapatkan predikat cumloud jika IPK nyahanya 3,01. Jadi alat alat ukur hanya sebatas identifikasi untuk memudahkan mengetahui sampai sejauh mana.

      3. Sebagai Attainable

      Cara menentukan dan membuat target penjualan yang selanjutnya dibuat karena bersifat attainable atau dapat diraih sesuai dengan harapan. Di sini pihak perusahaan bisa menganalisis dan mengira-ngira apakah pihaknya mampu mencapai target atau tidak.

      Jika merasa tidak mampu, maka pihak perusahaan akan mencoba untuk menyesuaikan diri agar bisa mencapai target penjualan seperti yang diinginkan. Misalnya, jika perusahaan ingin meningkatkan target penjualan, maka pihak perusahaan juga perlu meningkatkan angka kenaikan yang sekiranya perlu dicapai.

      4. Masuk Akal

      Kadangkala dalam menjalankan sebuah usaha bisnis seringkali dikelabui oleh ambisi. dimana ambisi inilah yang justru membuat target menjadi tidak realistis bagi konsumen. Seolah-olah menganggap konsumen tidak pintar. Sebaliknya, sebenarnya konsumen tidaklah bodoh. Mereka tahu dan kritis untuk masalah penentuan harga. Konsumen tahu harga mahal dan harga yang standar. Itu sebabnya, penting untuk membuat harga yang masuk akal.

      Misalnya, jika ingin membandrol barang/jasa dengan harga mahal, maka perlu diimbangi dengan kualitas produk. Perlu juga memperhatikan keuntungan lebih yang akan didapatkan oleh calon konsumen. Sehingga konsumen rela membeli dengan harga mahal dengan penawaran-penawaran yang tidak didapatkan dari produk lain. Jangan beri harga mahal, tetapi kualitas produk barang/jasa biasa-biasa.

      5. Memiliki Batas Waktu

      Ada yang menarik dalam menjalankan usaha. Yaitu segala sesuatunya perlu dibatasi oleh waktu atau time bounded. Batas waktu yang dibuat bertujuan untuk mengukur apakah tujuan tercapai atau tidak. Jika sebuah tujuan tidak ada batas waktu yang jelas, sulit rasanya untuk bisa mengukur apakah target penjualan dapat dicapai atau tidak.

      Sebagai contoh, menjalankan jual beli tanaman herbal. Dalam satu bulan target mampu menjual 1.000 polibek. Maka selama satu bulan ternyata target tidak terpenuhi, pihak perusahaan bisa melakukan evaluasi. Coba bayangkan, jika target 1.000 polybag tanpa batas waktu yang jelas, maka tidak akan mendapatkan keuntungan yang jelas pula, dan perusahaan bisa bangkrut.

      6. Breakdown Target Penjualan

      Jika memiliki usaha dalam jumlah besar, maka perlu juga membuat breakdown target penjualan. Cara ini sangat memudahkan untuk pengawasan dan kontrol. Misal memiliki beberapa outlet produk, maka setiap outlet perlunya ada tim yang mengawasi setiap outlet untuk mengetahui target dari masing-masing outlet apakah mampu mencapai target penjualan atau tidak.

      Dari cara menentukan dan membuat target penjualan di atas, apakah kamu sudah memiliki gambaran? Cara ini juga dapat dipraktekan untuk usaha seperti UMKM juga loh. Barangkali kamu salah satu yang hendak merintis usaha, bisa mencoba cara ini.

       

      Cara Menghitung Target Penjualan

      Cara Menghitung Target Penjualan

      Cara Menghitung Target Penjualan

      Selain mengetahui pengertian singkat dan dan mengetahui alasan membuat target penjualan, ternyata masih ada satu hal yang juga perlu kamu tahu. Yaitu cara menghitung target penjualan. Lantas, bagaimana cara menghitung persentase penjualan? Berikut tiga pendekatan untuk menghitung target penjualan.

      Perhitungan Persentase

      Perhitungan persentase adalah pendekatan yang digunakan untuk menghitung target penjualan yang sudah berjalan minimal 1 bulan atau satu periode keuangan. Berikut adalah rumus cara perhitungannya.

      Persentase target penjualan = jumlah keuntungan x 100%

      Contoh cara menghitung persentase

      Sebuah kedai boba baru saja buka pada 20 januari 2023. Maka pada 19 februari 2023 kedai boba perlu melihat hasil pemasukan selama satu bulan. Dimana pihak kedai boba memiliki target penjualan rp. 10.000.000. Setelah dihitung, ternyata mendapatkan laba bersih rp. 9.000.000. Jadi berapa persentase penjualannya?

      Persentase penjualan = 9.000.000 : 10.000.000 x 100%

      Persentase penjualan = 0,9 x 100%

      persentase penjualan = 90%

      Minimal Penjualan

      Metode perhitungan minimal penjualan adalah metode penjualan yang menemukan nilai minimal penjualan yang harus diperoleh di bulan ini. Adapun rumusan untuk menghitungnya sebagai berikut.

       

      Minimal penjualan = persentase target x target nilai penjualan

      Kasus contoh masih menggunakan contoh di atas

      Minimal penjualan : 110% x 10.000.000

      Minimal penjualan : 11.000.000

      Performa Target Penjualan

      Target penjualan tidak hanya berfungsi untuk mengetahui minimal penjualan dan perhitungan persentase saja. Tetapi juga dapat digunakan untuk mengetahui target penjualan. Dimana performa target penjualan dapat digunakan untuk mengukur semua performa di semua bidang dalam bisnis.

      Contoh

      Jika kedai boba (melanjutkan contoh sebelumnya) memiliki persentase penjualan 90% dan di bulan berikutnya mengharapkan 110%, maka semua bagian bisnis perlu menentukan target performa melalui diskusi dan perhitungan dari berbagai pihak yang menghasilkan kesimpulan bahwa target penjualan 20%. Kemudian pihak tim sales menentukan target pembuatan promosi lebih intens dari sebelumnya. Misal sebelumnya seminggu sekali, kali ini seminggu dua kali postingan. Dari sini, semua bagian sdm pun bersama-sama berupaya meningkatkan performa yang pada akhirnya mengerucut fokus pada target penjualan.

      Dari ketiga cara menghitung target penjualan di atas, paling tidak kamu tahu bagaimana cara mengetahui persentase penjualan, minimal penjualan dan performa target penjualan. Jika ternyata untuk melakukan perhitungan tidaklah sulit dan mudah untuk dihitung.

      Cara Mencapai Target Penjualan

      Melakukan usaha bisnis memang dibutuhkan kemampuan untuk melakukan analisis dan strategi. Apalagi buat yang menduduki posisi seorang sales, berikut adalah beberapa cara mencapai target penjualan.

      1. Riset Pasar

      Riset pasar atau riset market cara yang paling mendasar dan cukup penting. Dari tindakan riset pasar, kita akan menemukan banyak informasi yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan dan menemukan formula cara yang tepat sasaran dan pas untuk calon konsumen.

      2. Membuat Rencana Penjualan

      Setelah melakukan riset pasar, kita akan menemukan fakta-fakta di lapangan yang dapat dijadikan data. Dari situlah kita bisa membuat rumusan atau membuat rencana penjualan lebih rinci. Ketika perencanaan sudah dibuat dan sudah dibagikan ke masing-masing sales, maka setiap staf sales juga perlunya fokus pada target yang sudah ditentukan.

      3. Networking

      Networking atau kerjasama menjadi cara mencapai target penjualan yang tidak kalah krusial. Relasi yang luas akan memudahkan dalam melakukan ekspansi ataupun membangun kerjasama. Semakin banyak kerjasama dengan pihak luar, maka semakin mudah pula untuk mencapai target keuntungan yang diharapkan.

      4. Inovasi dan Promosi Unik

      Jika usaha yang ditawarkan adalah produk barang yang sudah berjalan selama beberapa puluh tahun. Maka penting untuk membuat inovasi produk. Setidaknya dengan inovasi akan memberikan warna baru. Bagaimanapun juga, kita butuh suasana baru agar pelanggan tidak bosan.

      5. Promosi

      Selain memperhatikan masalah inovasi produk, penting juga pelaku usaha atau tim sales untuk memperhatikan promosi. Buatpromosi semenarik mungkin. Jika dulu promosi hanya dilakukan melalui iklan di televisi dan baliho-baliho. Sekarang era digital tidak ada salahnya untuk gencar memasarkan melalui media digital.


    • Product launch adalah sebuah perencanaan peluncuran produk baru ke pasar. Nah, mengutip 280 Group, perencanaan ini harus dijalankan dengan maksimal. Dengan begitu, audiens bisa tahu tentang produkmu, hingga tertarik menggunakannya. Pada akhirnya, target revenue pun bisa tercapai

      Apakah kamu berencana merilis produk di media sosial dalam waktu dekat ini, GenKs? Wah, ini bisa jadi peluang besar untuk menarik ribuan follower baru, lho! Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk meningkatkan angka penjualan dan mengubah audiens yang sudah ada jadi pelanggan. Terdengar menjanjikan, tapi sayangnya ini nggak segampang memposting satu konten di hari launching. Agar launching produkmu bisa sukses, kamu butuh rencana dan persiapan yang matang. Di bawah ini adalah strategi launching produk baru lewat media sosial

      Tentukan Goal-mu

      Langkah penting pertama yang harus kamu lakukan saat merencanakan kampanye media sosial adalah menentukan apa tujuan akhirmu. Tujuannya bisa bermacam-macam, tergantung situasimu. Mungkin ingin sukses berbisnis di media sosial, meningkatkan kesadaran merk atau persepsi terhadap merk hingga meningkatkan angka penjualan. Apa pun itu, pertimbangkan sejak awal.

      Catat Tenggat Waktumu

      Waktu adalah kunci dari segalanya jika itu berkaitan dengan launching produk di media sosial. Tanggal peluncuran produkmu menjadi batas tenggat waktu yang kamu miliki. Gunakan itu sebagai titik awal untuk memulai semua pekerjaan. Dengan memiliki tenggat waktu, kamu bisa tahu berapa banyak waktu yang kamu punya. Dan jika tenggatmu terlihat padat sekali, jangan ragu mengurangi beberapa ide yang terkesan ambisius.

      Tips merilis produk di media sosial selanjutnya adalah dengan mengidentifikasi mana channel medsos paling bagus untuk menjalankan strategi marketingmu. Dan mungkin kamu ingin banget memanfaatkan setiap platform media sosial, tapi nyatanya, langkah itu nggak selalu menjadi pilihan terbaik. Alih-alih menghabiskan waktu untuk menguasai semua platform yang ada, akan lebih baik fokus pada satu channel yang sesuai.

      Nah, setelah 3 poin di atas, strategi launching produk baru lainnya adalah memikirkan seperti apa konsep kampanye yang ingin kamu tunjukkan kepada audiens. Mungkin dengan menciptakan desain baru atau menyatukan semua konten launching produk secara visual. Intinya, suguhkan karya baru dengan sentuhan yang unik dan fresh.

      Jangan Lupa Acara-Acara Offline

      Well, kamu emang akan meluncurkan produk lewat media sosial, tapi jangan lupa kalau acara-acara offline juga jadi bagian yang nggak kalah penting dari kampanye online. Nggak ada salahnya kamu fokus pada sesi foto, video, grafik dan lain sebagainya. Namun rencanakan juga agenda launch party dengan influencer beken, atau sediakan mural dinding sebagai photo booth yang unik untuk foto Instagramable hingga cangkir kopi untuk souvenir.

      Strategi Marketing Influencer

      Bicara soal peluncuran produk baru di media sosial, kamu bisa menerapkan strategi marketing influencer juga, lho. Karena yang namanya konsumen biasanya akan lebih tertarik mencoba dan beli suatu produk apabila merea melihat orang lain sudan menggunakannya dan mendapatkan manfaat dari produk atau jasa yang kamu tawarkan.

      Kreasikan Aset Kampanye Medsosmu

      Foto, video, grafik atau GIF, bisa jadi aset penting dalam kampanye media sosialmu, lho. Setiap jenis konten akan memberikan pengaruh yang bervariasi tergantung pada produk dan target pasar. Kamu bisa menampilkan produk fisik dalam konten foto atau video kreatif. Nggak perlu pakai peralatan super mahal. Cukup dengan kamera iPhone kesayanganmu, dan jepret-jepret. Tapi kalau kamu ingin hasilnya lebih optimal, pastikan menyewa fotografer dan videografer profesional

    • Apa Itu Strategic Partnership?

      Strategic partnership adalah kemitraan bisnis yang melibatkan pembagian sumber daya antara dua atau lebih individu atau perusahaan untuk membantu semua yang terlibat berhasil. Partnership ini biasanya terjadi di antara bisnis yang tidak bersaing dan yang akan mendapatkan manfaat dari keputusan tersebut.

      Tujuan dari partnership ini adalah untuk menciptakan value bagi setiap perusahaan dengan menawarkan informasi, layanan, dan sumber daya lain yang tidak dapat diakses oleh perusahaan lain atau hanya dapat diakses melalui jual-beli.

      Jenis-Jenis Strategic Partnership

      Ada beberapa jenis strategic partnership, masing-masing menawarkan keuntungannya sendiri. Sebelum menjalin strategic partnership, pertimbangkan business relationships mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan Anda.

      1. Marketing Partnership

      Marketing sangat penting untuk kesuksesan dan pertumbuhan bisnis. Dengan strategic marketing partnership, perusahaan Anda dan perusahaan di bidang terkait saling membantu menemukan pelanggan atau klien baru.

      Misalnya, jika Anda menyediakan layanan transportasi, Anda dapat bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki tempat tidur dan sarapan. Dalam partnership ini, Anda masing-masing dapat merujuk klien ke bisnis lain, karena ada kemungkinan banyak pelanggan membutuhkan kedua layanan tersebut.

      Bisnis yang lebih besar, seperti pabrikan, dapat menemukan mitra di perusahaan yang menjual produk manufaktur, untuk memproduksi dan menjual produk secara eksklusif satu sama lain.

      2. Integration Partnership

      Integrasi strategis berhubungan dengan membuat hal-hal yang terpisah menjadi bekerja bersama. Anda dapat melihat ini paling mudah di dunia digital, di mana pelanggan menggunakan aplikasi media sosial untuk masuk ke berbagai toko online dan situs web. Banyak perusahaan juga bermitra dengan layanan email marketing untuk mempromosikan produk mereka.

      Jenis kerja sama ini juga umum diimplementasikan dalam bentuk supply chain. Di mana perusahaan produsen dan pengecer akan bermitra dengan perusahaan ekspedisi dan mungkin distributor di tingkat yang lebih rendah. Dibanding mengelola semuanya sendiri, cara kerja seperti ini akan membuat proses menjadi lebih efisien karena memangkas banyak tahapan.

      Tujuan dari partnership ini adalah membuat interaksi sehari-hari pelanggan dengan bisnis Anda menjadi lebih sederhana, nyaman, dan disesuaikan secara khusus untuk pelanggan tersebut. Karena ini bertujuan untuk menjadikan penggunaan produk Anda begitu mudah dan berguna, sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelanggan Anda.

      3. Technology Partnership

      Saat dunia semakin bergantung pada teknologi, penting untuk memastikan bisnis Anda memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menangani teknologi tersebut. Baik itu bekerja sama dengan perusahaan yang dapat memperbaiki komputer Anda dengan harga yang sesuai dengan anggaran Anda atau layanan SMTP relay yang dapat mengirimkan transactional email Anda lebih cepat, menemukan technology partnership dapat membantu bisnis Anda berjalan dengan lancar dan terus berkembang dengan meningkatkan customer base Anda.

      Manfaat Strategic Partnership

      Partnership ini menawarkan setiap perusahaan yang terlibat kesempatan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan bisnis. Strategic partnership yang baik biasanya meliputi perusahaan yang menawarkan layanan yang dapat Anda gunakan dalam perusahaan Anda sendiri atau yang dapat Anda tawarkan kepada pelanggan dan klien sambil menawarkan product or service Anda sendiri kepada pelanggan mereka.

      Partnership ini dapat memperluas basis pelanggan, kesadaran merek, jangkauan keseluruhan, dan fungsionalitas layanan Anda. Ini adalah strategic partnership yang saling menguntungkan yang dapat membantu startup dan bisnis yang sudah mapan.

      Berikut beberapa keuntungan yang dapat Anda peroleh dari strategic partnership.

      1. Meningkatkan Daya Saing

      Menggabungkan kekuatan dua perusahaan yang berbeda dapat meningkatkan daya saing di pasar. Sebagai contoh, perusahaan yang lebih kecil dapat memanfaatkan jaringan distribusi dan merek yang sudah mapan dari perusahaan yang lebih besar, sementara perusahaan yang lebih besar dapat memanfaatkan inovasi teknologi atau kemampuan produksi dari perusahaan yang lebih kecil.

      2. Memperluas Jangkauan Pasar

      Dalam partnership ini, perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya dan jaringan distribusi dari perusahaan mitra mereka untuk meningkatkan brand awareness yang akhirnya akan memperluas jangkauan pasar mereka. Dengan memperluas jangkauan pasar, perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan mereka dan mencapai pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.

      3. Meningkatkan Efisiensi

      Menggabungkan sumber daya dan mengurangi duplikasi kegiatan antara dua perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi. Dalam strategic partnership, perusahaan juga dapat memanfaatkan keahlian dan kemampuan dari mitra mereka untuk meningkatkan kinerja operasional mereka.

      4. Mengembangkan Produk Baru

      Dalam strategic partnership, perusahaan dapat memanfaatkan keahlian teknis dan keahlian bisnis mitra mereka untuk mengembangkan produk baru. Dengan memanfaatkan keahlian dari perusahaan mitra, perusahaan dapat mengembangkan produk yang lebih inovatif dan lebih baik dibandingkan dengan produk yang dikembangkan secara mandiri.

      5. Mengurangi Risiko

      Strategic partnership dapat membantu perusahaan mengurangi risiko. Dalam strategic partnership, perusahaan dapat membagi risiko dengan mitra mereka. Sebagai contoh, perusahaan yang lebih kecil dapat meminimalkan risiko kegagalan dalam memasuki pasar baru dengan memanfaatkan jaringan distribusi dan merek yang sudah mapan dari perusahaan yang lebih besar.

      Cara Melakukan Strategic Partnership

      Untuk melakukan strategic partnership, Anda harus menjalankan langkah-langkah di bawah ini. Jika hanya dilihat sepintas mungkin terkesan banyak dan membosankan, namun dengan mengikuti tahapannya secara saksama Anda akan terhindar dari potensi kerugian yang mungkin terjadi akibat kesalahan komunikasi atau niat jahat dari perusahaan lain.

      1. Definisikan Tujuan Bersama

      Tentukan tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua belah pihak melalui kemitraan tersebut. Tujuan ini harus saling menguntungkan dan relevan bagi semua pihak yang terlibat.

      2. Identifikasi Keuntungan Bersama

      Tentukan manfaat apa yang akan didapatkan oleh setiap pihak dari kemitraan tersebut. Ini bisa berupa akses ke pasar baru, peningkatan reputasi merek, berbagi sumber daya, atau pengembangan produk bersama.

      3. Pilih Mitra yang Tepat

      Pilih mitra yang memiliki nilai, visi, dan tujuan yang sejalan dengan perusahaan Anda. Pastikan bahwa nilai-nilai dan budaya perusahaan juga kompatibel untuk mencegah konflik di masa depan.

      4. Buat Kesepakatan yang Jelas

      Bangun perjanjian tertulis yang mencakup semua detail kemitraan, termasuk tanggung jawab masing-masing pihak, kontribusi yang diharapkan, pembagian keuntungan, dan hukum yang mengatur kerjasama tersebut.

      5. Komunikasi Terbuka

      Penting untuk menjaga komunikasi terbuka dan jujur antara semua pihak yang terlibat. Dengan berbagi informasi secara terbuka, Anda dapat membangun kepercayaan yang kuat di antara mitra-mitra Anda.

      6. Fokus pada Keberlanjutan

      Kemitraan strategis yang sukses membutuhkan komitmen jangka panjang. Berfokus pada pembangunan hubungan jangka panjang daripada hanya mencari keuntungan jangka pendek.

      7. Evaluasi dan Sesuaikan

      Secara teratur tinjau kinerja kemitraan dan evaluasi apakah tujuan bersama tercapai. Jika perlu, sesuaikan strategi atau tindakan Anda untuk memastikan bahwa kemitraan tetap relevan dan bermanfaat.

      8. Bangun Kepercayaan

      Kepercayaan adalah kunci dalam setiap kemitraan. Penuhi janji Anda, tunjukkan integritas, dan tetap transparan dalam semua interaksi dengan mitra Anda.

      9. Fleksibilitas dan Adaptasi

      Bisnis selalu berubah, oleh karena itu kemitraan juga harus fleksibel. Bersedia untuk beradaptasi dengan perubahan pasar, teknologi, atau perubahan kebutuhan mitra.

      10. Hormati Perbedaan

      Mitra Anda mungkin memiliki budaya, proses, atau metode kerja yang berbeda. Hormati perbedaan ini dan cari cara untuk mengintegrasikan perbedaan tersebut dengan lancar ke dalam kemitraan.

      Maksimalkan Strategic Partnership dengan Email Marketing

      Secara keseluruhan, business partnership dapat membawa banyak keuntungan bagi perusahaan yang terlibat di dalamnya. Anda dapat mempermudah proses dalam pencarian dan pengembangan dengan email marketing. Dengan mengirimkan email ke prospek strategic partners dan selalu memberi email pengingat ke partner yang sudah ada, Anda dapat melakukan successful partnerships yang long term dengan mudah.


    • Membangun bisnis di era moden seperti saat ini, digitalisasi adalah salah satu upaya yang sudah sering dilakukan oleh pengusaha untuk mempermudah proses-proses di dalam bisnis agar mampu berjalan lebih efektif dan mencegah hambatan bisnis yang terjadi pada saat ini dan juga di masa depan.

      Pasalnya, setelah pandemi COVID-19 menyebar di seluruh dunia, dampak negatif sangat dirasakan oleh setiap pemilik bisnis. Efek dari pandemi begitu mempengaruhi keberlangsungan bisnis, mulai dari penurunan perolehan omzet hingga untuk memutuskan hubungan kerja karyawan-karyawannya. Kejadian yang merebak secara tiba-tiba seperti ini jadi momok pemilik bisnis.

      Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian yang tidak disangka seperti pandemi ini, digitalisasi adalah langkah yang perlu dicoba oleh pemilik bisnis, terlepas dari besar atau kecilnya skala bisnis yang dipunya. Melalui artikel ini, yuk ketahui mengapa digitalisasi adalah langkah krusial bagi bisnis, pengertian, dan juga manfaat digitalisasi bagi bisnis di era modern!

      Pengertian dari Digitalisasi adalah Sebagai Berikut ini

      Sebelum masuk ke pembahasan digitalisasi dalam bisnis, ada baiknya kamu ketahui pengertian digitalisasi secara umum terlebih dahulu. Nah, pengertian umum dari digitalisasi adalah sebagai berikut ini.

      Digitalisasi adalah kata yang merepresentasikan transformasi atau proses pengalihan bentuk dari konvensional ke format digital yang komprehensif. Apa saja yang dapat diubah ke format digital? Beberapa ahli menyatakan bahwa lingkup digitalisasi adalah hal-hal mencakup berbagai elemen dalam kehidupan sosial, seperti interaksi antar manusia terutama yang memasuki ke dalam ranah digital.

      Seperti apa contoh dari digitalisasi dalam konteks ini? Contoh mudah dari digitalisasi adalah teknologi komunikasi yang kita gunakan sehari-hari, yaitu transformasi dari telepon dan surat-menyurat. Dahulu, telepon dan surat-menyurat merupakan sarana komunikasi jarak jauh dan hingga saat ini masih tetap digunakan. Dengan bantuan perkembangan teknologi, kini sarana komunikasi tersebut berubah ke format digital, seperti aplikasi chatting atau E-mail.

      Namun, ini bukan berarti digitalisasi adalah suatu maksud yang digunakan untuk menghilangkan cara konvensional sepenuhnya, melainkan untuk meningkatkan dan membuat lebih efisien cara konvensional tersebut ke format digital yang lebih efektif dan cepat.

      Bagaimana dengan digitalisasi dalam lingkup bisnis? Dalam ruang lingkup bisnis, digitalisasi adalah proses transformasi cara analog atau konvensional ke cara digital yang dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi di dalam setiap bisnis sehingga dapat mendukung perusahaan agar mampu berkembang dan bertahan di tengah persaingan global dengan cara optimal.

      Digitalisasi adalah langkah ekonomi yang banyak diadopsi oleh banyak perusahaan saat ini, terutama di Indonesia, karena dipicu oleh pertumbuhan data dengan angka yang tinggi. Sehingga, digitalisasi adalah aspek yang masuk ke dalam strategi bisnis yang diimplementasikan oleh berbagai perusahaan, baik itu skala kecil maupun skala besar.

      Pada intinya, dengan mengubah cara konvensional menjadi cara digital dalam fungsi bisnis, seperti komunikasi dan interaksi, sebuah bisnis mampu meningkatkan daya guna baik perusahaan dan pekerja demi kelangsungan bisnis pada saat ini serta di masa mendatang.

      Selain paparan fakta bahwa digitalisasi adalah transformasi fungsi bisnis dari konvensional ke digital, apa saja hal lain yang bisa jadi pertimbangan sebuah bisnis untuk melakukan digitalisasi? Simak lanjutannya di bawah ini!

      Manfaat Digitalisasi Bisnis di Era Modern

      Setiap perubahan belum tentu berdampak buruk, di balik perubahan terdapat maksud baik untuk menjadi solusi atas sebuah permasalahan.

      Sama halnya dengan digitalisasi, meski beberapa kalangan menolak ide ΓÇ£digitalΓÇ¥ karena anggapan hilangnya cara tradisional yang akan berdampak ada bisnisnya, tentu di sisi lain terdapat manfaat-manfaat yang perlu dipertimbangkan agar bisnis juga mampu bertahan di era modern saat ini. Nah, agar kamu bisa menilai sendiri, manfat dari digitalisasi adalah sebagai berikut ini!

      1. Menekan anggaran biaya

      Terdapat banyak aktivitas di dalam bisnis yang memerlukan anggaran biaya tersendiri karena tingginya tingkat kompleksitas pekerjaan tersebut. Digitalisasi adalah langkah yang dapat dilakukan untuk menekan atau memangkas anggaran biaya untuk pekerjaan di dalam fungsi bisnis tersebut.

      Sebagai contoh sederhana dari digitalisasi adalah transformasi pencatatan transaksi yang tadinya menggunakan kwitansi kertas menjadi kwitansi online. Kwitansi kertas memiliki jumlah halaman yang terbatas, sehingga pemilik bisnis perlu melakukan penyetokan kwitansi kertas dalam jumlah yang banyak untuk mengantisipasi jika habis. Namun, lain halnya jika menggunakan kwitansi online yang tidak membatasi penggunaannya. Tentu, bisa menghemat anggaran biaya dalam bisnis bukan?

      2. Mempermudah jalannya transaksi oleh pelanggan

      Berbelanja apa saja saat ini, misalnya di toko swalayan, pasti menyediakan beberapa opsi pembayaran non-tunai di samping pembayaran tunai. Hal ini menjadi tren yang berawal dari tren online shop yang mengubah bagaimana cara konsumen bertransaksi dengan lebih cepat dan aman. Sehingga, penerapan transaksi non-tunai ke dalam bisnismu juga otomatis akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk masalah pembayaran.

      Dari segi fungsi di dalam bisnis, manfaat dari digitalisasi adalah pemangkasan alur pembayaran transaksi kepada pelanggan yang tadinya rumit menjadi lebih mudah. Penerapan pembayaran digitalisasi adalah upaya lain yang mampu memudahkan karyawan untuk menuntaskan pekerjaannya.

      Baca Juga: Customer Satisfaction adalah Rahasia Sukses Bisnismu

      3. Menambah dan memperluas pemasaran

      Digitalisasi juga mampu mengubah lingkup pemasaran suatu bisnis yang tadinya terbatas pada lingkup kecil menjadi lingkup yang lebih luas. Sebelum adanya digitalisasi, upaya pemasaran secara konvensional mungkin hanya dilakukan melalui mulut ke mulut atau lewa produksi flyer yang disebarkan dari rumah ke rumah.

      Dengan adanya digitalisasi, pemasaran pun bisa dilakukan dalam skala besar dengan adanya bantuan internet dan platform-platform seperti media sosial. Sehingga, tidak hanya lingkungan di sekitar bisnis saja yang mengetahui bisnis kita, melainkan target pasar luas bahkan pasar global yang berada di lokasi lain juga akan mengetahuinya.

      4. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu

      Pengimplementasian digitalisasi juga mampu mengoptimalkan kinerja fungsi bisnis, seperti meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang maksimal. Sebagai contoh, penggunaan sistem otomatisasi oleh mesin untuk menanggapi pertanyaan dan keluhan pelanggan. Jika dahulu fungsi ini dilakukan secara manual oleh manusia, dengan adanya digitalisasi, fungsi bisnis ini mampu bekerja lebih optimal karena dapat diatur untuk menjawab pertanyaan di luar jam operasional kantor, sehingga dapat memperkecil ketidakpuasan pelanggan.

      5. Membuat pekerjaan lebih sistematis

      Digitalisasi juga mampu mempermudah fungsi pekerjaan jauh lebih teratur. Untuk beberapa fungsi pekerjaan yang berhubungan dengan dokumen atau data misalnya, memerlukan upaya, waktu, dan ketelitian dalam mengarsip, menyortir, atau pun mencari data yang diinginkan.

      Dengan adanya transformasi digitalisasi dalam hal ini, tentu akan mempersingkat waktu fungsi pekerjaan tersebut, mencegah adanya human error, hingga meningkatkan keamanan atas dokumen-dokumen tersebut.

      Itulah beberapa manfaat dari digitalisasi dalam bisnis. Pada intinya, digitalisasi adalah upaya agar bisnis yang kita rintis mampu berjalan secara efektif sekaligus mampu mendapatkan omset yang maksimal. Oleh karena itu, digitalisasi adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh setiap pemilik bisnis.


    • Pengertian Pitching : Tujuan, Strategi, dan Contoh

      Ketika perusahaan meluncurkan produk baru atau mungkin menawarkan kerja sama dengan investor, maka diperlukan proses pitching agar konsumen atau investor yakin dengan produk Anda. Berikut ini penjelasan tentang arti pitching beserta strategi dan contohnya.
      Pengertian Pitching
      Dikutip dari buku Startup Tools karya Dina Dellyana, dkk, pitching adalah cara untuk mengusulkan ide-ide baru dan mendapatkan dukungan melalui ide-ide baru tersebut. Pitching juga digunakan untuk menyampaikan promosi agar pelanggan atau investor tertarik pada bisnis kita.

      Pitching juga bisa diartikan dengan mempresentasikan ide bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, Anda menawarkan bisnis startup kepada calon investor. Agar investor atau pelanggan tertarik, tentu harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dengan cara menarik dan memberikan pemahaman dengan jelas.

      Tujuan Pitching
      Dari buku 5 Slide Pembuka yang Gerr... karya Mas Faiz, dijelaskan bahwa pitching memiliki tujuan bermacam-macam, di antaranya menawarkan produk, mencari rekan bisnis, berbicara kepada tim, menyampaikan ide kepada atasan. Pitching harus disampaikan secara singkat dan detail dengan fokus utama membuat audiens tertarik.

      Strategi dalam Membuat Pitching
      Karena pitching adalah tugas yang tak mudah, maka seorang presenter atau orang yang melakukan presentasi akan lebih baik jika memiliki keahlian dan pengalaman. Dilansir dari hashmicro.com, tingkat keberhasilan pitching bisa saja hanya mencapai 10 persen. Cobalah beberapa strategi di bawah ini untuk meningkatkan keberhasilan Anda.

      1. Pahami Masalah Klien
      Sebelum melakukan pitching, kenalilah dahulu klien Anda, bagaimana latar belakang demografi dan budayanya. Carilah apa hal yang menjadi disukai maupun yang tidak disukai klien. Sesuaikan penampilan hingga cara presentasi sesuai dengan latar belakang klien.

      2. Paparkan Data
      Sampaikan materi dalam bentuk data. Jelaskan data-data mengapa Anda yakin target bisnis dapat tercapai. Penyampaian dalam bentuk data membuat klien lebih percaya.

      3. Pakai Visualisasi
      Gunakan visualisasi gambar maupun video untuk menarik perhatian klien. Selain itu, visualisasi bisa membuat klien lebih memahami materi Anda.

      4. Sampaikan dengan Jelas
      Presentasikan materi dengan ucapan yang jelas dan bisa membuat klien paham. Anda bisa berlatih terlebih dahulu untuk melakukan presentasi di depan karyawan lain maupun keluarga untuk mengetes apakah penyampaian Anda bisa dipahami.

      5. Letakkan Poin Menarik di Awal
      Buat 30 detik pertama presentasi Anda menarik perhatian klien. Sampaikan dua atau tiga poin penting dengan cara menarik di awal presentasi supaya klien ingin mengetahui lebih dalam materi Anda.

      6. Jangan Terlalu Lama
      Jangan biarkan klien terlalu lama mendengarkan presentasi Anda, karena mereka mungkin punya kesibukan lain. Anda punya waktu 15 menit untuk bisa menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik.

      7. Akhiri dengan Ajakan
      Akhiri presentasi dengan call to action (CTA) atau ajakan untuk bertindak. Arahkan klien untuk sampai ke tujuan yang Anda harapkan. Ajakan ini bisa di akhir atau di tengah, sesuai kebutuhan. Jangan berikan banyak pilihan kepada klien yang justru membuat mereka bingung.

      Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pitching
      Setelah mengetahui strategi untuk pithing, perlu diketahui pula beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pitching. Berikut tujuh kesalahan tersebut seperti dilansir dari artikel Randi Zuckerberg di Linkedin.

      1. Lupa Investor Adalah Manusia
      Terkadang kita lupa bahwa investor adalah manusia, sehingga banyak faktor sosial yang turut menjadi penentu hubungan kerja sama yang langgeng. Berikan pendekatan personal, tidak hanya bicara soal uang dan laba.

      2. Asal Pilih Investor
      Tak hanya karyawan yang harus masuk dalam kualifikasi perusahaan Anda. Memilih investor pun tidak boleh asal-asalan. Cari tahu portofolionya, bagaimana hubungan investor dengan perusahaan yang pernah bekerja sama. Apakah Anda mau bekerja sama dengan orang yang menyebalkan?

      3. Tak Antisipasi Pertanyaan
      Calon investor mungkin ingin tahu lebih dalam mengenai apa yang Anda presentasikan. Dalam sesi tanya jawab, mungkin mereka punya pertanyaan yang sulit Anda jawab. Seharusnya Anda sudah mengantisipasi pertanyaan apa saja yang mungkin muncul saat pitching.

      4. Kebanyakan Jargon
      Jangan terlalu banyak menyampaikan jargon di dalam pitching. Fokus saja pada penyampaian data dengan cara menarik. Sampaikan hal yang aktual dan realistis.

      5. Tak Merespons Tanggapan
      Jangan pernah mengabaikan feedback atau tanggapan klien. Respons dengan positif sehingga klien berpikir bahwa Anda terbuka terhadap ide dan gagasan.

      6. Pola Pikir Sempit
      Jadilah orang dengan pola pikir terbuka. Jika terjadi banyak penolakan, jadikan pembelajaran sehingga Anda bisa menikmati prosesnya.

      7. Terlalu Fokus Pada Deskripsi Produk
      Seringkali dalam pitching, presenter terlalu sibuk pada deskripsi produk. Lebih baik awali dengan penjelasan apa kebutuhan secara luas, baru sampaikan dengan solusi yang Anda tawarkan dengan ide-ide Anda.

      Contoh Pitching
      Berikut ini adalah contoh pitching seorang presenter yang menawarkan produk keripik kentang dan mengajak untuk turut serta mengembangkan produk.

      "Selamat siang, nama saya Frans dan saya perwakilan dari keripik kentang Fotato. Senang kali ini bisa bersama rekan-rekan semua.

      Tentu kita semua pernah mengalami, ketika pulang kerja dari hari yang panjang di kantor, kita hanya ingin duduk menonton TV sambil menikmati camilan yang enak. Saat pergi ke dapur, Anda menghela napas seakan putus asa karena hanya menemukan keripik kentang biasa, tak ada yang unik.

      Kami dari Fotato ingin melakukan sesuatu. Itulah mengapa kami melakukan kampanye dan meminta Anda untuk membantu memilih keripik kentang dengan rasa baru yang belum pernah Anda temui.

      Jika Anda memiliki inisiatif, kami selalu terbuka. Kami sangat menantikan untuk melihat apa yang dapat kami bangun bersama."

      Dari presentasi di atas, presenter mengawali narasi dengan membawa audiens seakan merasakan kegelisahan karena tak ada makanan ringan yang cukup menarik di rumah. DIa pun meminta masukan konsumen agar menghasilkan produk yang memuaskan. Hal ini menunjukkan keterbukaan perusahaan terhadap gagasan konsumennya sehingga menimbulkan kedekatan yang lebih.