Model dasar manajemen strategis adalah proses siklus berkelanjutan yang mencakup Pengamatan Lingkungan, Perumusan Strategi (visi, misi, tujuan), Implementasi Strategi (program, anggaran, prosedur), dan Evaluasi & Pengendalian, bertujuan menciptakan keunggulan kompetitif melalui analisis internal dan eksternal untuk mengarahkan organisasi mencapai tujuannya secara efektif.
Tahapan Model Dasar Manajemen Strategis
Pengamatan Lingkungan (Environmental Scanning): Menganalisis faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan eksternal (peluang, ancaman) untuk memahami posisi organisasi.
Perumusan Strategi (Strategy Formulation):
Menetapkan visi, misi, nilai, dan tujuan jangka panjang.
Mengembangkan strategi utama (grand strategy) dan strategi fungsional.
Implementasi Strategi (Strategy Implementation):
Menerjemahkan strategi menjadi program, anggaran, dan prosedur operasional.
Mengalokasikan sumber daya dan mengorganisasi tindakan.
Evaluasi dan Pengendalian (Evaluation & Control):
Memantau kinerja dan membandingkannya dengan standar yang ditetapkan.
Menggunakan umpan balik (feedback) untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian di tahap-tahap sebelumnya.
Elemen Kunci
Visi & Misi: Arah jangka panjang dan tujuan dasar organisasi.
Analisis SWOT: Alat utama untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Keunggulan Kompetitif: Kemampuan unik yang sulit ditiru pesaing.
Proses Berkelanjutan: Selalu ada umpan balik untuk perbaikan.
Contoh Model
Model Wheelen & Hunger: Kerangka komprehensif yang mencakup keempat tahapan inti di atas secara terstruktur.
Model Michael Hitt: Menekankan pada komitmen, keputusan, dan tindakan untuk mencapai persaingan strategis.