Garis besar topik

    • Assalamuallaikum Wr Wb
      Syalom....Om swastiastu... Namo Budaya....Tabik Pun......

      Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Definisi lain teori akuntansi merupakan suatu susunan konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan secure sistematis gambaran fenomena akuntansi serta menjelaskan hubungan antarvariabel dalam struktur akuntansi dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul.
      Fungsi Teori akuntansi adalah : 1. Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi, 2. Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar remsi, 3. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan, 4. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan dan 5. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi.

      Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsure teori dalam beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.

      Menurut Ahmed Belkaoui, tidak ada teori akuntansi yang lengkap pada kurun waktu. Oleh karena itu, teori akuntansi harus mencakup semua literature akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain. Tidak ada teori akuntansi yang lengkap, yang mencakup dan memenuhi keinginan dari semua keadaan dan waktu dengan efektif.

      Teori akuntansi harus dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi; menjawab,dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi. Teori akuntansi harus bisa memprediksi atau bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui.

      Semangat dalam satu semsester ini kita akan memahami teori-teori akuntansi yang berkembang saat ini, cayo....

      Wassalamualaikum Wr Wb

      #DarmajayaTHEBEST

    • Mata kuliah ini membahas materi tentang pengertian teori dalam akuntansi, metodologi perumusan teori akuntansi, struktur teori akuntansi, teori akuntansi dan perumusannya, tujuan laporan keuangan, standar akuntansi, laporan keuangan, akuntansi inflasi dan trend akuntansi.

    • Pada akhir semester mahasiswa dpt memahami tentang pengertian teori dlm akuntansi, metodologi perumusan teori akuntansi, struktur teori akuntansi, teori akuntansi dan perumusannya, tujuan laporan keuangan, standar akuntansi, laporan keuangan, akuntansi inflasi dan trend akuntansi


    • Skenario Kegiatan Pembelajaran Dituangkan pada SAP Mata Kuliah Teori Akuntansi

       

      No

       

      Kegiatan Pembelajaran

       

      Metode

       

      Waktu

      1

      Kegiatan Pembuka/Pendahuluan

      1.      Dosen membuka perkuliahan dengan doa

      2.      Menjelaskan silabus  perkuliahan pada pertemuan ini

      3.      Menjelaskan implikasi materi perkuliahan dengan bidang terkait

      1.    Ceramah

      2.    Tanya Jawab

       

      10 menit

      2

      Kegiatan Inti

      1.      Menjelaskan sub-sub pokok pembahasan.

      2.      Tanya jawab langsung dan diskusi tentang materi yang telah atau sedang disampaikan.

      1.    Ceramah

      2.    Simulasi/ Latihan/persentasi mhs/Diskusi

      80 menit

      3

      Penutup

      1.      Mereview pokok-pokok materi yang telah disampaikan.

      2.      Memberikan konklusi, penegasan, dan penguatan terhadap materi yang telah disampaikan.

      3.      Menyampaikan materi kuliah untuk pertemuan berikutnya.

      4.      Dosen menutup perkuliahan dengan doa

      1.    Ceramah

       

      10 menit

       


    • No

      Range

      Nilai

      Bobot

      1

      80 ΓÇô 100

      A

      4

      2

      75 ΓÇô 79,5

      A-

      3,75

      3

      68 ΓÇô 74,5

      B+

      3,5

      4

      65 ΓÇô 67,5

      B

      3

      5

      55 ΓÇô 64,5

      C

      2

      6

      30 ΓÇô 54,5

      D

      1

      7

      < 30

      E

      0


    • Proses Penilaian sama dengan yang yang digunakan IIB Darmajaya :

      UTS   : 30%

      UAS  : 30%

      TUGAS : 30%

      ABSENSI : 10%

      Ingat bahwa absensi melalui E-Learing sampai waktu yang ditentukan... max 65% kehadiaran saya akan online tepat waktu.. keterlambatan on-line hanya 15 menit lewat dari jadwal saya anggap tidak hadir. dan ini berlaku unkuk saya juga. 

      Tugas dikerjakan tepat waktu sesuai intruksi kerja,.



    • Pre Test dilakukan setiap selesai kegiatan perkuliahan melalui :

      POP QUIZ 

      RESUME AKHIR MATERI 

      KEAKTIFAN DALAM MEMBERIKAN PERTANYAAN KEPADA DOSEN

      ini akan lebih membantu nilai tugas anda. 

      semua dikerjakan secara individu



    • fi

      Perkenalkan Nama Saya Dedi Putra, SE.,M.S.Ak. Saya Lulusan S1 STIE Darmajaya dan S2 Universitas Lampung, Bidang Konsentrasi Saya Adalah Keuangan. Saya Sudah Berkeluarga, Anak Saya sudah 3. Alhamdulilah saya jd dosen di IIB Darmajaya sejak tahun 2012. Fokus Materi Perkuliahan : Teori Akuntansi, Corporate Governance, Statistika dan Akuntansi Sosial dan Lingkungan.  

      Cukup ya perkenalannya... Insyallah 1 Semester Kita Akan bersama dalam MK Teori Akuntansi.



    • Guys.... Nanti Kita Belajarnya Menggunakan Goggle Meet Yach.....
      Setiap Pertemuan Bapak akan selalu share link goggle Meet melalui LMS ini di pertemuanya..
      Terima kasih.. Masuk Tepat Waktu Yach... :) 



    • 1.   Ahmed Riahi ΓÇô Belkaoui, Teori Akuntansi buku 1 dan 2, penerbit Salemba Empat ΓÇô Jakarta, 2007

      2.   Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Adopsi IFRS, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2015

      3.   Jogianto, Pasar Efisien Secara Keputusan, Gramedia Pustaka Utama 2005

      4.   Sofyan Safri Harahap, Teori Akuntansi, Rajawali Pers, Jakarta, 2013

      5.   Suwarjono, Teori Akuntansi, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta, 2006

      6.   Watts and Zimmerman, Positive Accounting, Alabama University, 1982

      BUKU UTAMA

      TEORI AKUNTANSI ed 4 by imam ghozali

      foto

    • Kalo Sempet di Tonton Yach... Biar semangat belajarnya..

    • Pengertian teori menurut Webster's Third New Internasional Dictionary adalah suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesis, konsep, dan prinsip yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dibahas. Teori akuntansi adalah susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi yang dimaksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul.

      Hendricksen mendefiniskan teori akuntansi sebagai suatu susunan prinsip umum yang:
      1.       Memberikan kerangka acuan yang umum sehingga praktik akuntansi dapat dinilai.
      2.      Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi, sosial, teknologi dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.

      Menurut American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuruan moneter, transaksi  dan kejadian-kejadian yang umunya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

      Definisi menurut AICPA bisa dipermasalahkan seandainya kita berhadapan dengan keadaan sistem pencatatan yang sudah menggunakan komputerisasi, apalagi proses pengolahan data tidak lagi menggunakan pencatatan tetapi melalui optic, scanning, dialing atau keyboard sehingga tidak melibatkan proses pencatatan konvensional, definisi ini sudah out of date.
      Accounting Principle Board (APB) statement No. 4 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai dasar memilih diantara berbagai alternatif.

      Akuntansi menurut Hanafi & Halim (2014:27) adalah sebagai proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan dan pengkomunikasian informasi ekonomi yang bisa dipakai untuk penilaian (judgement) dan pengambilan keputusan oleh pemakai informasi tersebut.

      Proses akuntansi menurut Harahap (2013:18) adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini maka di input ke proses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan. Stettler (1978) dalam Harahap (2013:19) menggambarkan elemen umum yang dipakai dalam setiap pengolahan data (tanpa komputerisasi penuh) seperti pada gambar 1


      Akuntansi dalam proses pengolahan datanya menggunakan arus, siklus atau proses akuntansi yang mulai dari transaksi sampai pada tahap pelaporan. Siklus akuntansi atau disebut juga proses akuntansi konvensional digambarkan oleh Smith dan Skousen seperti gambar 2.
      Sifat dasar atau prinsip yang mendasari akuntansi keuangan merupakan konsep yang harus diyakini kebenarannya sebagai dasar dari ilmu akuntansi itu dibangun. Prinsip dasar akuntansi ini bisa menjadi keterbasan atau sekaligus kekuatan informasi yang nanti akan dibahas lebih lanjut. Dalam APB Statement No. 4 dijelaskan beberapa sifat dan elemen dasar dari akuntansi keuangan sebagai berikut:
      1.     Accounting Entity
      Dalam menyusun informasi akuntansi, yang menjadi fokus pencatatan akuntansi adalah entity atau lembaga, unit organisasi tertentu harus jelas sebagai suatu entity yang terpisah dari badan atau entity yang lain. Kita tidak bisa mencatat atau menyajikan informasi akuntansi sekaligus menyangkut suatu perusahaan dan pemiliknya. Informasi yang disusun harus masing-masing terpisah antara satu entity dengan entity yang lain.
      2.   Going Concern
      Dalam menyusun atau memahami laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi di masa-masa yang akan dating., tidak ada sama sekali asumsi bahwa perusahaan ini akan bubar. Prinsip ini menjadi dasar bagi kewajaran nilai yang dicantumkan dalam informasi keuangan.
      3.   Measurement
      Akuntansi adalah sebagai alat pengukuran sumber-sumber ekonomi (economic resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya yang terjadi akibat operasi perusahaan. Akuntansi mencoba mengukur nilai suatu asset, kewajiban, modal, hasil dan biaya. Metode pengukuran yang dipakai ada beberapa macam. Dalam prinsip diatur alat ukurnya adalah moneter.
      4.   Time Period
      Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu, tanggal tertentu atau periode tertentu. Neraca menggambarkan nilai kekayaan, utang, dan modal pada saat atau pada tanggal tertentu. Laporan rugi laba menggambarkan informasi hasil (pendapatan dan biaya) usaha pada periode tertentu. Sementara itu, laporan arus kas menggambarkan informasi arus kas masuk dan keluar pada periode tertentu, dari satu tanggal ke tanggal yang baik.
      5.    Monetery unit
      Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk ukuran moneter atau uang. Semua transaksi perusahaan dikuantifikasikan dan dilaporkan dalam bentuk nilai uang bukan unit buah, luas meter, kilogram, dan sebagainya.
      6.   Accrual
      Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkannya tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau tidak. Penentuannya bukan keterlibatan kas, tetapi didasarkan pada faktor legalnya apakah memang sudah merupakan hak (pendapatan) atau kewajiban (biaya) perusahaan atau belum. Kalau sudah, harus dicatat tanpa menunggu pembayaran atau penerimaan kas.
      7.    Exchange Price
      Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada harga pertukaran yang diperoleh dari harga pasar sebagai pertemuan bargaining antara pembeli (demand) dan penjual (supply).
      8.   Approximation
      Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penafsiran-penafsiran, baik nilai, harga, umur, jumlah penyisian piutang ragu, kerugian, dan sebagainya. Misalnya taksiran umur aset, taksiran harga persediaan, harga surat berharga, penyisihan piutang ragu, dan lain sebagainya.
      9.   Judgment
      Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan-pertimbangan akuntan atau manajemen berdasarkan keahlian atau pengalaman yang dimilikinya. Misalnya judgment tentang memilih standar akuntan FIFO, LIFO, metode garis lurus, atau double declining, klasifikasi perkiraan dan sebagainya.
      10.     General Purpose
      Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakai khusus. Tidak ditujukan khusus kepada bankir, investor, kreditor, analis, manajemen, atau karyawan, tetapi ke semua pihak.
      11.  Interrelated Statement
      Neraca, daftar Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain. Ini merupakan salah satu alat control akuntansi sehingga tidak mudah melakukan rekayasa laporan begitu saja tanpa memperhatikan hubungan satu pos (akun) dengan pos lainnya.
      12.     Subtance Over Form
      Karena akuntansi ingin memberikan informasi yang dipercaya bagi pengambil keputusan, akuntansi lebih menekankan penggunaan informasi yang berasal dari kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya. Misalnya dalam akta notaris modal disetor penuh, tetapi kenyataan setoran belum ada, maka akuntansi selalu berpihak pada kenyataan yang sebenarnya. Setoran tidak akan dibukukan sebelum setoran belum masuk ke rekening perusahaan.
      13.     Matreality
      Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikannya. Pengertian penting disini adalah jika informasi itu dapat mempengaruhi para pengambil keputusan yang normal.

    • Akuntansi keuangan membahas tentang bagimana prosedur, metoda, dan teknik pencatatan transaksi keuangan dilakukan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang telah ditetapkan. Standar akuntansi memberi pedoman ( pendefinisian, pengukuran, penilaian, pengakuan, dan pengungkapan elemen ΓÇô elemen atau pos ΓÇô pos laporan keuangan ) perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian.
      Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu negara sebenarnya tidak terjadi begitu saja secara ilmiah namun praktik yang dijalankan dirancang dan dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dan praktik akuntansi dipengaruhi oleh faktor lingkungan ( sosial, ekonomi, politis ). Karena itu, struktur dan praktik akuntansi akan berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya ( perbedaan muncul dikarenakan struktur dan praktik tersebut disesuaikan dengan kondisi negara, tempat dimana akuntansi tersebut dijalankan ).
      Dalam bab ini teori akuntansi akan membahas perlakuan ΓÇô perlakuan dan model ΓÇô model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah ΓÇô masalah yang dihadapi dalam praktik akuntansi. Praktik yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa suatu  landasan teori yang baik. Karena itu praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran.

      Pengembangan Akuntansi
      Akuntansi dipandang sebagai pelaksanaaan dan penerapan standar untuk menyusun seperangkat laporan keuangan. Dari sudut profesi atau praktisi, akuntansi berkepentingan dengan aspek ΓÇ£bagaimanaΓÇ¥. Prinsip Akuntansi Berterima Umum / PABU ( generally accepted accounting principles / GAAP ) merupakan pedoman yang lebih luas dari pada standar akuntansi karena tidak semua perlakuan akuntansi secara eksplisit diatur dalam standar akuntansi. PABU berisi standar akunatansi ditambah dengan sumber ΓÇô sumber acuan lain yang didukung berlakunya.
      Di lain pihak, sebagai objek pengetahuan di perguruan tinggi. Akademisi memandang akuntansi sebagai dua bidang kajian yaitu bidang praktik dan teori. Dengan demikian pendidikan akuntansi di perguruan tinggi harus mampu mengubah praktik akuntansi yang dijalankan menjadi lebih baik. Namun dalam kenyataannya, proses pengajaran di perguruan tinggi tidak selalu dapat terlaksana karena berbagai faktor.

      Peran Riset Akuntansi
      Praktik akuntansi akan mengalami perkembangan yang pesat dan memuaskan apabila terjadi interaksi antara tiga aspek yaitu : riset, pengajaran, dan praktik.
      Adapun gagasan ΓÇô gagasan baru yang muncul untuk pengembangan praktik harus merupakan bahan penelitian dan pembahasan di tingkat akademik sehingga dihasilkan praktik ΓÇô praktik alternatif yang dapat menjadi solusi bila terjadi masalah dalam praktik.

      Perekayasaan Pelaporan Keuangan
      Perekayasaan merupakan proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori, penngetahuan yang tersedia, konsep, metoda, teknik serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk.
      Dalam perekayasaan pelaporan keuangan, akuntansi memanfaatkan pengetahuan dan sains dari berbagai disiplin ilmu. Tujuan akuntansi akan menjadi kekuatan pengarah dalam merekayasa akuntansi karena tujuan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi kebermanfaatan dan keefektifan produk yang dihasilkan.

      Teori Akuntansi Sebagai Sains
      Teori akuntansi sering diartikan sebagai sekumpulan prinsip ΓÇô prinsip akuntansi yang berlaku dan harus dianut dalam lingkungan tertentu.
      Pengertian teori adalah seperangkat konsep,  definisi, dan proposisi yang saling berkaitan. Teori berisi pernyataan ΓÇô pernyataan asumsi dan hipotesis. Dan tujuan teori sendiri adalah menjelaskan ( menganalisis dan memberi alasan mengapa fenomena atau fakta seperti yang diamati ) dan memprediksi ( memberi keyakinan bahwa asumsi atau syarat yaang diteorikan besar kemungkinan merupakan suatu fenomena atau kejadian tertentu yang akan terjadi ).
      Jika pengertian tersebut diterapkan untuk akuntansi, maka teori akuntansi sering dimaksudkan sebagai sains yang berdiri sendiri yang menjadi sumber atau induk pengetahuan dan praktik akuntansi. Oleh karena itu, teori akuntansi berisi keseluruhan analisis dan komponennya yang menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala ΓÇô gejala atau peristiwa dalam akuntansi.
      Karena teori akuntansi disetarakan dengan sains, maka apa yang dibahas oleh teori ini harus memenuhi kriteria sains yaitu bebas nilai, koheren, universal, dan dapat diuji secara empiris.

      Teori Akuntansi Sebagai Penalaran Logis
      Teori akuntansi disebut sebagai penalaran logis karena dapat memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu ( baik menurut akuntansi atau menurut traadisi ) dan tentang struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu.

      Aspek Sasaran Teori
      Aspek sasaran teori akuntansi ini adalah pembedan teori akuntansi menjadi teori akuntansi positif ( berisi pernyataan tentang suatu kejadian, tindakan, atau perbuatan  seperi apa adanya sesuai dengan fakta atas dasar empiris ) dan normatif ( berisi pernyataan dan penalaran untuk menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk atau relevan atau tidak relevan dalam hubungannya dengan kebijakan ekonomik atau sosial tertentu.
      Penjelasan positif diarahkan untuk memberi jawaban apakah sesuatu pernyataan itu benar atau salah  atas dasar ilmiah. Penjelasan normatif diarahkan untuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politik sehingga bersifat pembuatan kebijakan.


      Aspek Tataran Semiotika
      Semiotika merupakan bidang kajian yang membahas teori umum tentang tanda ΓÇô tanda dan simbol ΓÇô simbol dalam bidang lingustika ( bidang kajian ilmu bahasa yang membahas fonetik, gramatika, morfologi,, dan makna kata atau ungkapan). Tanda atau simbol bhasa dan tata bahasa membentuk ungkapan bahasa yang menjadi media komunikasi.

      Teori Akuntansi Semantik
      Teori akuntansi semantik ini menekankan pembahasan pada masalah penyimbolan dunia nyata atau realitas ke dalam tanda ΓÇô tanda bahasa akuntansi ( elemen statemen keuangan ) sehingga orang dapat membayangkan kegiatan. Oleh karena itu, teori ini banyak membahas pemdefinisian makna elemen, pengidentifikasian atribut atau karakteristik elemen sebagai bahan pendefinisian, dan penentuan jumlah rupiah elemen sebagai salah satu atribut.

      Teori Akuntansi Sintatik
      Teori akuntansi sintatik merupakan teori yang berorientasi untuk membahas masalah ΓÇô masalah tentang bagaimana kegiatan ΓÇô kegiatan perusahaan yang telah disimbolkan secara semantik dalam elemen ΓÇô elemen keuangan dapat diwujudkan dalam bentuk statemen keuangan. Simbol ΓÇô simbol tersebut ( misalnya aset, kewajiban, dan lainnya ).
      Teori sintatik meliputi hubungan antara unsur ΓÇô unsur yang membentuk struktur pelaporan keuangan atau struktur akuntansi dalam suatu negara yaitu manajemen, entitas pelaporan, pemakai informasi, sistem akuntansi, dan pedoman penyusunan pelaporan.

      Teori Akuntansi Pragmatik
      Teori ini memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai laporan. Dengan kata lain, teori ini membahas reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi.
      Teori pragmatik juga membahas berbagai hal dan masalah yang berkaitan dengan pengujian kebermanfatan informasi baik dalam konteks pelaporan keuangan eksternal maupun manajerial. Teori pragmatik banyak berisi pengujian ΓÇô pengujian teori tentang hubungan antara variabel akuntansi dengan variabel perubahan atau perbedaan perilaku pemakai.

      Penalaran Deduktif
      Penalaran deduktif merupakan proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakati ( diebut premis ) ke pernyataan khusus sebagai kesimpulan. Penalaran deduktif dalam akuntansi digunakan untuk memberi penjelasan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi.

      Penalaran Induktif
      Penalaran induktif merupakan proses yang berawal dari suatu pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi dari keadaan khusus tersebut. Penalaran induktif dalam akuntansi pada umumnya digunakan untuk menghasilkan pernyataan umum yang menjadi penjelasan terhadap gejala akuntansi tersebut.
      Pada praktiknya penalaran induktif dalam akuntansi tdak dapat dilaksanakan terpisah dengan penalaran deduktif, karena kedua penalaran tersebut saling berkaitan.


    • Guys,,,,,, Masuk Zoom Jam 8 Pagi yach,,,,, Kita bahas mekanisme Perkuliahan OKE....


      Dedi Putra is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

      Join Zoom Meeting
      https://us02web.zoom.us/j/89727033055?pwd=NVV3QlVaQTVkbm8wM0w4WVM2d2RnZz09

      Meeting ID: 897 2703 3055
      Passcode: AU8hRf

  • Data Kelompok Presentasi Sebelum UTS

    Kelompok 1

    Kelompok 2

    Siska

    Elsa

    Resi

    Mia

     

     

    Kelompok 3

    Kelompok 4

    Umar

    Robita

    rizki gayatri

    thiara refornica

     

     

    Kelompok 5

    Kelompok 6

    yofa

    maulidia

    chesi sartika

    yushella

     

     

    Kelompok 7

     

    vinsen

    deni

     

    Data Kelompok Presentasi Setelah UTS

    Kelompok 1

    Kelompok 2

    chesi sartika

    yushella

    yofa

    maulidia

     

     

    Kelompok 3

    Kelompok 4

    vinsen

    deni

    Umar

    Robita

     

     

    Kelompok 5

    Kelompok 6

     Siska

    Elsa

    Resi

    Mia

     

     

    Kelompok 7

     

    rizki gayatri

    thiara refornica

     


    Note:

    1. Anda Wajib Membuat PPT sesuai dengan Materi di Buku Wajib yang kita gunakanan

    2. Anda Wajib Membuat Makalah sesuai dengan Materi Anda

    3. Materi Akan saya share melalui Group WA. 

    4. Makalah dan PPT Wajib di share di group WA H-1

    5. Yang presentasi Wajib membagikan link gogle Meet Kepada teman lainnya di group WA 1 Jam sebelum Presentasi

    6. Teman2 Lainnya yg tidak presentasi wajib masuk ke gogle meet yang dishare di group WA selama kuliah berlangsung

    7. Presentasi Dilakukan selama 2 SKS, yang bertanya hanya diberikan kepada 2 orang mahasiswa secara daring di gogle meet.

    8. Apabila masih ada pertanyaan kita masuk ke forum diskusi, dan penyaji wajib menjawab dan dibantu dosen pengapu. di forum diskusi dilakukan selama 2 sks terakhir. dan saya akan memberikan pertanyaan atau stattement mengenai pertemuan pada hari itu.

    9. Bagi kelompok yang tidak melakukan presentasi wajib membuat resume hasil presentasi pada hari ini, di tulis tangan atau di diketik wajib format pdf. dan masuk pada link tugas... hanya 20 menit setelah kuliah selesai dan akan di close...

    11. Saya akan buat link Presensi setiap presentasi selesai.. dan memasikan kalian ada di forum tersebut. 

    10. Terima Kasih... Semangat... 



    • 1.     Pergeseran Arah Penelitian

      Pendekatan klasikal yang lebih menitikberatkan pada pemikiran normative mengalami kejayaannya pada tahun 1960-an. Dalam tahun1970an terjadi pergeseran pendekatan dalam penelitian akuntansi dalam penelitian akuntansi. Alasannya adalah bahwa pendekatan normativ yang telah Berjaya selama satu decade tidak dapat menghasilkan teori akuntansi yang siap dipakai dalam praktek sehari-hari dan adanya ΓÇ£moveΓÇ¥ dari komuniti peneliti akuntansi yang menitikberatkan pada pendekatan ekonomi dan perilaku (behavior). Pendekatan normative mapupun positif hingga saat ini masih mendominasi dalam penelitian akuntansi. Hampir semua menggunakan pendekatan mainstream dengan ciri khas menggunakan model matematis dan pengujian hipotesis walau pendekatan ini pada dasarnya tidak mempercayai dasar filosofi yang digunakan oelh pengikut pendekatan mainstream. Sebagai gantinya, mereka meminjam metodologi dari ilmu-ilmu sosial yang lain seperti filsafat, sosiologi, antropologi untuk memahami akuntansi.

      2.       Klasifikasi Metodologi Penelitian
      Kerangka pengelompokan yang dikembangkan oleh Burrel dan Morgan (1979) yang mereview dan mengelompokkan penelitian dalam bidang ilmu organisasi menurut teori yang melandasi dan anggapan-anggapan filosofisnya dan dipakai untuk mengelompokkan dan mereview penelitian-penelitian yang berhubungan dengan aspek-aspek sosial dan organisasi manajemen dan akuntansi. Kerangka yang disusun dari dua dimensi independen berdasar atas anggapan-anggapan dari sifat ilmu sosial (ontology, epistemology, aksiologi, sifat manusia dan metofologi) dan sifat masyarakat.

      A.      Interpretive
      Pendekatan interpretive berasal dari filsafat Jerman yang menitikberatkan pada peranan bahasa, interpretasi dan pemahaman didalam ilmu sosial. Pendekatan ini memfokuskan pada sifat subjektif dari social world dan berusaha memahaminya dari kerangka berpikir objek yang sedang dipelajarinya. Jadi fokusnya pada arti individu dan persepsi manusia pada realitas bukan pada realitas independen yang berada diluar mereka. Manusia secara terus-menerus menciptakan realitas sosial mereka dalam rangka berinteraksi dengan yang lain. Tujuan pendekatan interpretive tidak lain adalah menganalisis realitas sosial semacam ini dan bagaimana realitas sosial tersebut terbentuk.

      B.      Radical Humanis dan Strukturalis
      Dibandingkan dengan pendekatan fungsional dan interpretive, pendekatan radical memandang masyarakat terdiri dari elemen-elemen yang saling bertentangan satu sama lain dan diatur oleh system kekuasaan yang pada gilirannya menimbulkan ketidakadilan dan keterasingan (alienation) dalam segala aspek kehidupan. Pendekatan

      3.       Pendekatan Mainstream atau Positivis
      A.      Induktivisme
      Menurut Chalmers (1991) selama tahun 1920an positivisme telah berkembang menjadi filsafat ilmu dalam bentuk positivisme logis (logical positivism)Teori ini dikembangkan oleh Lingkaran Vieanna (Vieanna circle) yang merupakan kelompok ilmuwan dan filosof yang dipimpin oleh Morizt Schlick. Logical positivism menerima doktrin utama ΓÇ£verification theory of meaningΓÇ¥ yang dikembangkan oleh Wittgenstein. Teori verifikasi menyatakan bahwa pernyataan atau proposisi memiliki arti hanya jika mereka dapat diverifikasi secara empiris. Kriteria ini digunakan untuk membedakan antara pernyataan scientific (meaningful) dan pernyataan metafisis (meaningless).
      Proses pengambilan kesimpulan umum (universal) yang didasarkan pada hasil observasi dinamakan induksi. Pemakaian induksi untuk membuat suatu kesimpulan umum dapat diterima kebenarannya jika kondisi tertentu dipenuhi, yakni :
      -          Jumlah observasi banyak
      -          Observasi harus diulang pada kondisi yang luas (berbeda-beda)
      -          Hasil observasi tidak ada yang bertentangan dengan teori universal yang dihasilkan
      B.      Falsifikasionisme (Falsificationism)
      Pendekatan falsifikasi dikembangkan oleh Karl Popper, yang tidak puas dengan pendekatan induktif. Menurut Popper, tujuan penelitian ilmiah adalah untuk membuktikan kesalahan (falsify) hipotesis, bukannya membuktikan kebenaran hipotesis tersebut. Oleh karena itulah pendekatan ini dinamakan falsifikasionisme. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi Empirisme Logis, Karl Popper menawarkan metode alternative untuk menjustifikasi suatu teori. Proses ilmu berawal dari observasi yang berbenturan denga teori yang ada atau prakonsepsi (preconception). Jika hal itu terjadi, maka kita dihadapkan pada maslaah ilmu pengetahuan. Teori kemudian diajukan untuk memecahkan masalah ini dan hipotesis diuji secara empiris yang tujuannya untuk menolak hipotesis. Jika peramalan teori itu disalahkan (falsify), maka teori tersebut ditolak.
      Dengan kata lain, teori menurut pendekatan ini adalah hipotesis yang belum dibuktikan kesalahannya. Teori bukanlah sesuatu yang benar atau factual, tetapi sesuatu yang belum terbukti salah. Jika suatu teori diterima, maka teori tersebu harus menyajikan hipotesis yang mungkin dapat dibuktikan kesalahannya. Menurut Falsifikasionisme ilmu berkembang secara pendugaan (conjecture) dan penolakan (refutation) atau secara trial and error. Tujuan ilmu adalah memecahkan masalah. Pemecahan masalah tadi diwujudkan dalam teori yang mungkin akan disalahkan secara empiris. Teori yang bertahan dan tidak dapat disalahkan akan diterima secara tentative untuk memecahkan masalah.

      4.       Teori sebagai Struktur
      A.      Riset Program Imre Lakatos
      Konsep Lakatos tentang ΓÇ£research programmeΓÇ¥ beralih dari teori tunggal. Teori dipandang sebagai sebuah struktur yang terdiri dari asumsi-asumsi dasar, dan seperangkat hipotesis tambahan (auxiliary hypothesis) yang khusus didesain untuk melindungi inti teori dari falsifikasi (penolakan). Struktur seperti ini memberikan arahan riset kedepan. Dengan teorinya ini Lakatos percaya bahwa dia menawarkan ΓÇ£a new rational reconstruction of scienceΓÇ¥.
      1). Hard Core dan Negative Heuristic
      Hard core merupakan komponen inti dari riset program yang berisi asumsi-asumsi dasar dari riset program yang berisi definisi karakteristik dari program dari berupa hipotesis teoritis secara umum sebagai dasar pengembangan program. Asumsi ini harus diterima untuk melaksanakan riset program dan asumsi ini tidak dapat ditolak atau difalsifikasi. Kesepakatan oleh anggota riset program untuk tidak mempertanyakan hard core ini disebut ΓÇ£negative heuristicΓÇ¥. Hard core tidak boleh ditolak atau dimodifikasi selama pengembangan program tersebut berlangsung.
      2). Protective Belt of Auxilary Hypotheses
      Hard core dari riset program tidak dapat difalsifikasi dan dilindungi pula oleh ΓÇ£negative heuristicΓÇ¥ mereka juga dikelilingi oleh seperangkat asumsi tambahan yang oleh Lakatos disebut ΓÇ£protective belt of auxiliary hypothesesΓÇ¥. Hipotesis tambahan inilah yang perlu mengalami penyesuaian-penyesuaian untuk melindungi hard core.
      3). Positive Heuristic
      Berlawanan dengan ΓÇ£negative heuristicΓÇ¥, ΓÇ£positive heuristicΓÇ¥ merupakan bagian dari riset program yang memberikan arahan bagaimana ilmuwan bekerja di sekeliling protective belt of auxiliary hypotheses. ΓÇ£positive heuristicΓÇ¥ mendefinisikan masalah, pembentukan hipotesis tambahan, dan melihat anomaly.
      4). Perkembangan dan Kemunduran Riset Program
      Lakatos juga menetapkan cara untuk menilai apakah suatu program mengalami perkembangan atau kemunduran.
      B.      Paradigma dan Revolusi Thomas Kuhn
      Thomas Kuhn (1972) menyadari bahwa pandangan tradisional tentang ilmu, apakah induktivis atau falsifikasionis, semuanya tidak mampu bertahan dalam sejarah. Sejak itu teori Kuhn tentang ilmu kemudian dikembangkan sebagai usaha untuk menjadikan teori tentang ilmu lebih cocok dengan situasi sejarah sebagaimana ia melihatnya. Satu segi utama dari teorinya adalah penekanannya pada sifat revolusioner dari suatu kemajuan ilmiah ΓÇô revolusi yang membuang suatu struktur teori dan menggantinya dengan yang lain ΓÇô dan bertentangan dengan yang semula. Segi penting lainnya dari teori Kuhn adalah peranan penting yang dimainkan oleh sifat-sifat sosiologis masyarakat ilmiah.

       5.       Filsafat Ilmu dan Perkembangan Akuntansi
      Walaupun filsafat ilmu awalnya digunakan didalam ilmu alam, tetapi saat ini telah dipinjam untuk menjelaskan displin ilmu lain. Falsifikasi terhadap hipotesis berarti ada hubungan antara berbagai variable yang diteliti. Contohnya, Purdy, Smith dan Gray (1969) meneliti pengaruh metode disclosure dalam laporan keuangan yang menyimpang dari standar akuntansi terhadap visibilitas laporan tersebut. Pemakaian hipotesis nol pada awalnya terdapat dalam teori statistic tetapi hipotesis tersebut dapat diinterpretasikan konsisten dengan pandangan Popper. Falsifikasi cenderung lebih objektif dalam penelitian dibandingkan membuktikan kebenaran hipotesis.
      Paradigma Kuhn juga sering disinggung dalam literature akuntansi. Wells (1976) dan Flamholtz (1979) berpendapat bahwa revolusi Kuhn sangat tepat untuk digunakan dalam memahami perkembangan akuntansi saat ini. Kuhn mengatakan bahwa revolusi science terjadi dalam lima tahap :
      a.       Akumulasi anomaly (pre-science)
      b.      Periode krisis
      c.       Perkembangan dan perdebatan alternative ide
      d.      Identifikasi alternative dari berbagai pandangan
      e.      Paradigma baru yang dominan
      Wells berusaha mengkaitkan tahapan revolusi dengan akuntansi dan berpendapat bahwa akuntansi berada pada tahap ΓÇ£pre-scienceΓÇ¥ dan selama ini tidak ada paradigm penting yang muncul dan mendominasi akuntansi.
      Akuntansi sumber daya manusia merupakan salah satu research programmes yang muncul berdasarkan sudut pandang ekonomi berkaitan dengan aktiva. Research programmes ini dikembangkan atas dasar keyakinan bahwa :
      a.       Karyawan adalah salah satu sumber ekonomi yang paling penting bagi entitas
      b.      Kegagalan akuntansi dalam mengungkapkan aktiva ini merupakan suatu kelemahan
      Dua keyakinan tersebut menunjukkan hard core yaitu negative heuristic dari research programmes. Hard core tersebut dikelilingi berbagai hipotesis/masalah yang ebrkaitan dengan hal sebagai berikut :
      a.       Cara terbaik untuk mengimplementasikan akuntansi sumber daya manusia
      b.      Bagaimana sumber daya manusia dinilai
      c.       Cost untuk mengumpulkan informasi sumber daya manusia
      d.      Manfaat penyajian informasi sumber daya manusia dalam laporan keuangan dan lain-lain
      Dari berbagai pandangan di atas jelas bahwa dalam perkembangannya akuntansi dapat ditinjau dari berbagai pendekatan dan melibatkan filsafat ilmu yang selama ini sering digunakan dalam ilmu alam.

    • Tugas Resume Penugasan

      Perwakilan Kelompok Wajib Memberikan Resume dari penyaji.... Ada Limit Waktunya yach.. ditulis tangan yg berupa pdf

      Tersedia sampai 16 Oktober 2020, 12:30
        • Please,........ Link Gogle Meet Di share di Group Kelas Bagi yang akan presentasi..... 

          Warning : Jangan pakai Zoom karena terbatas...

    • Silahkan jawab pertanyaan dr rekan2 kalian semua... 

    • 1. BERBAGAI PANDANGAN TERHADAP AKUNTANSI 

      Akuntan sering dihadapkan pada berbagai masalah yang menyangkut transaksi yang memerlukan interpretasi atau analisis khusus seperti analisi ekonomi, sosial, hukum, statistik dan politik.
      beberapa interpretasi yang berbeda terhadap teori dan praktik akuntansi adalah sebagai berikut :
      1. Akuntansi sebagai catatan historis
      Teori ini menganggap akuntansi sebagai kegiatan pencatatan transaksi suatu prusahaan yang didasarkan pada standar akuntansi yang dihasilkan oleh badan yang berwenang.
      2. Akuntansi sebagai bahasa
      Teori ini menganggap bahwa manajemen harus mengkomunikasikan informasi yang diolahnya kepada pihak lain (Pemegang saham)
      3. Akuntansi sebagai politik antar perusahaan
      Teori ini menyatakan bahwa sistem akuntansi merefleksikan dan mendukung nilai-nilai serta mendukung kebutuhan kelompok tertentu, dan informasi akuntansi dirancang dan digunakan untuk membuat kebijakan perusahaan dalam pngambilan keputusan.
      4. Penentuan standar akuntansi adalah proses politik
      Berdasarkan teori ini manajer akan melobi pembuat standar akuntansi agar standar yang dihasilkan dapat meningkatkan kompetensi manajmen, mengurangi beban pajak dan mengurangi biaya pembukuan.
      5. Akuntansi sebagai mitologi
      teori ini menganggap bahwa sistem akuntansi itu sebagai sumber-sumber yang bersifat sosial untuk mempertahanan mitos rasionalisasi.
      6. Akuntansi sebagai informasi komunikasi dan keputusan Teori ini memandang akuntansi sebagai sesuatu yang berorientasi tindakan.
      7. Akuntansi sebagai barang ekonomi Teori ini menganggap akuntansi sebagai seperangkat informasi yang memiliki unsur biaya dan manfaat.
      8. Akuntansi sebagai komoditi sosial Berdasarkan teori ini akuntasni dipandang mempengaruhi kesejahteraan dan kemakmuran kelompok tertentu dalam masyarakat.
      9. Akuntansi sebagai ideologi dan eksploitasi
      Akuntansi merupakan ideologi dari masyarakat kapitalis yang menjembatani pemakaian teknik-teknik tertentu untuk mengeksploitasi kekayaan demi kepentingan kelempok elit.
      10. Akuntansi sebagai klab sosial
      Teori ini menganggap prinsip-prinsip, standar dan masyarakat akuntansi muncul untuk mempromosikan kepentingan kelompok tertentu dan tujuan-tujuan akutan.

      2. APA YANG DIMAKSUD TEORI? 

      Istilah teori seringkali dinamakan dengan hipotesis atau proposisi. Proporsisi adalah kalimat indikatif (pernyataan tentang konsep) yang memiliki nilai kebenaran jika dikaitkan dengan fenomena (misalnya : benar, salah, mungkin benar dan lain-lain). Jika proposisi dikaitkan dengan pengujian empiris, maka proposisi tersebut disebut hipotesis. Proposisi menurut jenisnya terdiri dari dua macam yaitu : proposisi a priori dan proposisi a posteriori. Bentuk yang paling sederhana dari teori adalah pernyataan terhadap suatu keyakinan yang dinyatakan dalam bahasa. Salah satu definisi dari teori adalah sistem deduktif yang menyatakan berkurangnya unsur-unsur generalaisai. Braithwaite (1968, hal.22), menyatakan : Teori ilmiah merupakan sistem deduktif dimana konsekuensi yang diobservasi secara logis mengikuti hubungan antar fakta yang diobservasi dengan seperangkat hipotesis dari sistem tersebut. oleh karena itu, studi mengenai scientific theory merupakan studi tentang sistem deduktif yang digunakan dalam teori tersebut. Definisi yang lain diajukan oleh popper (1968) Teori adalah area yang digunakan untuk menangkap apa yang kita namakan ΓÇ£duniaΓÇ¥, untuk merasionalkan dan menjelaskannya. (p.59) Atas dasar defenisi tersebut, teori dapat dikatan sebagai argumen logis, sedangkan pernayataan terhadap keyakinan baik berupa penjelasan, prediksi atau preskrifsi, merupakan suatu hipotesis.

      3. PERUMUSAN TEORI 

      A. Teori sebagai bahasa 
      Teori harus diekspresiakan dalam bentuk bahasa baik yang bersifat verbal ataupun matematis pengembangan teori itu sendiri biasanya berasal dari abstraksi dunia tidak nyata (imajinatif) yang terdapt dalam fikiran manusia. Teori dapat dinyatakan dalam bentuk kata atau tanda (simbol). Studi tentang simbol, dalam filsafat pengetahuan, dikenal dengan istilah Semiologi.
      Secara garis besar semiologi terdiri dari tiga bagian sebagai unsur teori, yaitu :
      1. Sintaktik Sintaktik adalah studi tentang tata bahasa atau hubungan antara simbol dengan simbol.
      2. Semantik Semantik menunjukan makna atau hubungan antatr kata, tanda atau simbol dengan objek yang ada di dunia nyata.
      3. Pragmatis Hubungan pragmatis menunjukan pengaruh kata-kata atau simbol terhadap seseorang.
      B. Teori sebagai penalaran (reasoning)
      1. Pendekatan deduktif Dalam pendekatan ini, tujuan merupakan bagian yang paling penting. Tujuan yang berbeda akan memerlukan struktur yang berbeda dan dapat menghasilkan prinsip-prinsip yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penalaran ini adalah metode aksoma dan matematika.
      2. Pendekatan induktif Pendekatan ini didasarkan pada pembuatan kesimpulan yang berasal dari generalisai atas fenomena yang bersifat khusus (spesifik).
      C. Teori sebagai justifikasi (Pembenaran) 
      Teori ini merupakan pendekatan perumusan teori yang bersifat normative. Berdasarkan pendekatan ini teori dianggap sebagai resep untuk dijadikan acuan dalam praktik tentang apa yang harus dilakukan.
       D. Teori sebagai penjelasan dan prediksi 
      Berdasarkan pendekatan ini, teori dianggap bebas niali (netral). Jadi teori dirumuskan berdasarkan bukti empiris untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam praktik dan memprediksikan apa yang akan terjadi.

      4. PENGUJIAN TERHADAP TEORI 

      Fungsi penting dari suatu metodologi ilmiah adalah menguji teori untuk menentukan apakah teori tersebut betul-betul dapat diterima. Kebenaran suatu teori harus dapat diuji baik secara logis ataupun empiris, sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam perumusan teori. Jiak teorinya didasarkan pada pendekatan matematis (a poriori), maka pembuktian kebenarannya didasarkan pada konsistensi logis. Apabila toeri didasarkan pada fenomena fisiika atau social (a posteriori) maka pembuktiannya harus didasarkan pada hubungan antara peristiwa-peristiwa yang diramalkan dan hasil observasi dunia nyata. Ada tiga kriteria dasar yang sering digunakan seseorang dalam meyakini bahwa pernyataan tertentu itu dikatakan benar atau salah, yaitu :
      A. Dasar dogmatis 
      Pernyataan yang dibuat seringkali dibenarkan berdasarkan suatu otoritas tertentu. Misal, membaca Koran dan percaya terhadap apa yang ditulis dikoran.
      B. Terbukti sendiri (self-evident)
      Justifikasi terhadap kebenaran yang terbukti sendiri adalah kelogisan (reasonableness), perasaan (sensibility), kejelasan (obviousness) dari pernyataan yang didasarkan pada pengetahuan umun, pengalaman dan pengamatan. Contohnya, pernyataan bahwa ΓÇ£akuntansi menggunakan harga pasarΓÇ¥ merupakan kebenaran yang terbukti dengan sendirinya.
      C. Dasar ilmiah 
      1. Sintaktik dan induksi (syntactics and inductions) Sintaktik Teori yang dikelompokan sebagai sintaktik apabila teori tersebut dapat dipastikan benar atau tidak benar dengan menggunakan logika dan penalaran tertentu. Induksi Pernyataan-pernyataan dimana kebenaran dan kesalahan hanya dapat diketahui melalui pembuktian empiris. Artinya kebenaran suatu pernyataan dinilai berdasarkan hubungannya dengan pengamatan atas fenomena-fenomena yang ada didunia nyata.
      2. Falsifikasi
      Pendekatan ini dikembangkan oleh Karl Popper (1959) : ΓÇ£tujuan penelitian ilmiah adalah untuk mebuktikan kesalahan (falsify) hipotesis, bukan membuktikan kebenaran hipotesis tersebut.ΓÇ¥
      3. Paradigma dan revolusi
      Pendekatan ini dikembangkan oleh Thomas Kuhn (1962), mengatakan : Kemajuan pengetahuan bukan merupakan hasil evolusi (seperti yang ada pada induktivisme dan falsifikasionisme). kemajuan pengetahuan itu merupakan hasil revolusi. Karena teori itu bisa diganti dengan teori lain ketika teori tersebut tidak cocok.
      4. Research programmes
      Imre Lakatos (1974) : Teori ilmiah merupakan suatu struktur yang terdiri dari beberapa asumsi dasar yang dinamakan ΓÇ£Hard CoreΓÇ¥ dan seperagkat hipotesis yang dinamakan ΓÇ£protective belt of auxiliary hypothesesΓÇ¥. Research Programme dikatakan bersifat progresif apabila:
      ΓÇó Memiliki positive heuristic yang memberiakan kesempatan untuk peneliti
      ΓÇó Menghasilkan fenomena baru dari waktu ke waktu.

    • Semua pertanyaan yang di tanya pada saat presentasi di jawab di forum diskusi ini...
    • Tugas Resume Penugasan
      Jangan Lupa Tugas Resume.... Perkelompok Perwakilan saja... ada Limit Waktunya Yach....
      Tersedia sampai 19 Oktober 2020, 11:00
    • Please,........ Link Gogle Meet Di share di Group Kelas Bagi yang akan presentasi..... 

      Warning : Jangan pakai Zoom karena terbatas...

    • A.   Latar Belakang
      Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM ΓÇô 1300 M, Tahun 1300 ΓÇô 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi..
      Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai alat hitung menghitung dan sumber informasi dalam pengambilan keputusan
      Teori akuntansi di kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset pertama dari akuntan pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan publik, dan sektor industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran proses riset akuntansi. Standar dan pernyataan dan ketetapan yang di hasilkan oleh organisasi  pembuat kebijakan akan di interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat organisasi.

      B.   Tujuan
      Teori akuntansi memberikan seperangkat prinsif yang logis, saling terkait, yang menbentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagi acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi. Yang berfungsi Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi, Memberi kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya, Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan, Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan dan Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktek akuntansi.

      C.   Teori Akuntansi
      Pada awal di praktekkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun kemudian tidak ada teori akuntansi. Selama tidak adanya struktur teori akuntansi formal, maka yang terjadi adalah banyaknya alternative metode pencatatan yang berlaku dalam praktek sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat. Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukkan hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
      Teori merupakan hasil dari kristalisasi fenomena emfiris, yang diambil dari berbagai riset, dan sampai pada suatu kesimpulan  yang bersifat  universal, logis, konsisten, prediksi, dan objektif.( Hery : 2009 )
      1.      Menurut  Vernon kam ( 1986 ) teori adalah suatu system yang menyeluruh, dimana meliputi asumsi dasar, defenisi, tujuan, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode.
      2.      Menurut Kenneth S.most ( 1982 ) teori adalah suatu pernyataan yang sistematis mengenai prinsif yang mendasar seperangkat fenomena.
      Jadi teori akuntansi adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan yang sistematis tentang prinsif dan metode yang membedakannya dengan praktek. Berbagai pengertian teori akuntansi : Soewardjono mengemukakan, sebenarnya banyak pengertian yang dapat di lekatkan pada kata teori dari akuntansi. Beberapa pendapatannya :
      1)      Teori sebagai lawan praktek, biasanya teori dalam pengertian ini di ibarat kan dengan apa yang diharapkan atau apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan senyatanya. Teori dianggap sebagai desain dan praktik dianggap sebagai desollen. Teori akuntansi sering diartikan sebagai seperangkat konsep ΓÇô konsep yang membahas tentang bagaimana seharusnya praktik akuntansi berjalan.
      2)      Teori sebagai penjelasan ilmiah, merupakan pernyataan tentang hubungan antara variabel ΓÇô variabel alam atau sosial yang dapat di gunakan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala ΓÇô gejala alam atau sosial.
      3)      Teori sebagai penalaran logis yang melandasi praktik dalam dunia nyata. Teori ini berusaha untuk memberikan justifikasi terhadap praktik agar praktik dapat di pertanggung jawabkan kelayakannya.

      Teori memiliki tiga dimensi yaitu :
      a)      Reductionism ( pengurangan )
      Teori ini dimulai dari asumsi ΓÇô asumsi dimana tidak langsung menunjukkan objek yang di observasi, dan bukan merupakan pernyataan yang dapat di uji kebenarannya.tetapi teori ini merupakan bahan rujukan untuk mengamati fenomena.
      b)      Instrumentalism ( instrument )
      Teori ini merupakan alat yang dapat digunakan untuk menilai pernyataan tentang hasil dari suatu observasi. Teori ini berperan untuk menjelaskan dan memprediksikan.
      c)      Realism ( nyata )
      Teori ini merupakan sekumpulan proposisi atau dalil yang merupakan pernyataan kebenaran atau tidak kebenaran tentang dunia nyata, fenomena, atau suatu objek.

      Webster Third New International Dictionary mendefinisikan teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan dengan hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan.
      McDonald memberikan tiga elemen teori, yaitu:
      1.      Membuat kode sebagai symbol fenomena
      2.      Mengkombinasikannya sesuai dengan peraturan
      3.      Menterjemahkannya ke dalam fenomena

      D.   Sifat Teori Akuntansi
      Menurut Dr. Winwin Yadiati, SE, M.Si, Ak (2007) sifat teori akuntansi yaitu lebih bersifat deskriptif (positif), yaitu menjelaskan dan meramalkan variable-variabel yang diteorikan apa adanya dan preskriptif (normatif), yaitu menjelaska apa yang seharusnya atau menggambarkan variable sesuai dengan aturan tertentu dan bagaimana seharusnya.
      Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, diantaranya yaitu :
      a.      merupakan seperangkat prinsip yang logis, saling terkait dan membentuk kerangka umum
      b.      berkaitan erat dengan penyusunan kebijakan akuntansi
      c.      harus mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain
      d.      harus dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi, menjawab dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.
      e.      harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode LiFO daripada FIFO dalam menilai persediaannya
      f.       harus bisa memprediksi atau bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui
      g.      sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi

      E.    Tujuan dan fungsi Teori akuntansi
      1.      Tujuan  teori akuntansi
      Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsif yang logis, saling terkait, yang membentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi.
      2.      Fungsi teori akuntansi
      Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut :
      a)     Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun standarnya.
      b)     Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
      c)     Menentukan batas dalam hal melakukan ΓÇ£judgementΓÇ¥ dalam penyusunan laporan keuangan.
      d)     Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
      e)     Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan.

      Sedangkan hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :
      a)    Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktek akuntansi.
      b)    Memberikan pedoman terhadap praktek dan prosedur akuntansi yang baru

      Fungsi teori akuntansi ( hery : 2009: 124 ) adalah :
      1.      Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi
      2.      Member kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya.
      3.      Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan.
      4.      Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan
      5.      Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktek akuntansi.
      Menurut financial accounting standars board ( FASB ), teori dalam akuntansi di perlukan untuk :
      1)    Mengarahkan badan penyusun standar dalam menetapkan standar akuntansi.
      2)    Memberikan landasan konseptual untuk memecahkan masalah perlakuan akuntansi tertentu bila belum ada standar yang mengaturnya.
      3)    Member batas keleluasaan dalam menyusun laporan keuangan
      4)    Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai terhadap arti penting laporan keuangan.
      5)    Meningkatkan daya banding laporan keuangan.

      F.    Pembuatan Kebijakan Akuntansi
      Pembuat kebijakan akuntansi ada 5 yaitu :
      1.   Kantor akuntan publik atau KAP dan individu
      KAP dan individu bertanggung jawab untuk menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan disajika secara wajar atas seluruh aktifitasnya.
      1. American institute of ciertified public accountants (AICPA)
      AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi para akuntan public bersertifikat yang ada di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite tekhnis senior yang mempunyai peran penting, yaitu accounting standards executive committee (AcSec) dan auditing standards committee (AuSec) yang berwenang untuk mewakili AICPA dalam menanggapi masalah akuntansi serta masalah pengauditan.
      1. The American Accounting Assocition (AAA)
      AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari bidang akademik muapun individu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi sebagai suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan isu dan topik akuntansi.
      1. The financial Accounting standard board (FASB)
      FASB menggantiakan APB pada tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar-standar akuntansi. FASB merupakan badan yang bersifat otoritatif denagn tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi keuangan sehingga standar tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan informasi tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam laporan keuangan.
      1. Securities and Exchange Commission (SEC)
      SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang bertanggung jawab menangani administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika.

      Selain itu, organisasi profesi yang berperan dalam penyusunan atau pembentukan dan pengembangan standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) sebagai satu-satunya organisasi profesi akuntansi di Indonesia.
      Ikatan akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang bebas dan tidak terikat pada perkumpulan apapun, didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957, dengan Pemrakarsa yang juga menjadi pengurus IAI pertama kali adalah ketua: Soemardjo Tjitrosidojo, sekretaris: Go Tie Siem, bendahara: Basuki T. Siddharta, komisaris: Hendra Darmawan dan Tang Tong Joe.
      Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama faktor politik dan kondisi dan system ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan. Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai dasar dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain:
      1. Teori akuntansi
      2. Faktor politik
      3. Kondisi ekonomi
      Teori akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapat dijadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalau demikian halnya, mestinya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang dimilikinya, bukan mengambila alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain.
      Hadibroto (Media Akuntansi 1988) menekankan pentingnya teori akuntansi. Menurut beliau ada sinyalemen yang berkembang yang menganggap bahwa seolah teori akuntansi tidak dibutuhkan. Alasan yang mendasari pemikiran ini adalah bahan akuntansi bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu yang menjelaskan semua gejala-gejala akuntansi di dalam praktiknya. Akuntansi bersifat teknis dan procedural. Pandangan ini keliru, teori akuntansi dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi, menjawab, dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.
      Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai suatu susunan prinsip umum akan dapat:
      1.    Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktik akuntansi dinilai
      2.    Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi, sisial, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.

      G.   Metode Perumusan Teori Akuntansi
      Teori akuntansi mampu merumuskan kebenaran nya, sehingga teori ini secara terus menerus harus dapat diuji dan diverifiksi. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki wewenang dalam menentukan kebenaran atau suatu teori, yaitu:
      1.      Dogmatic ( kebenaran nya )
      Suatu pernyataan atau teori dapat dikatakan benar jika disampaikan oleh pihak-pihak yang memang pada dasarnya memiliki wewenang (otoritas) untuk menyampaikan kebenaran tersebut. Kebenaran atas pernyataan ini tidak perlu lagi diuji. Keyakinan pada kebenaran ini hanya berdasar pada kepercayaan, keyakinan, atau iman seseorang.
      2.      Self Evidence ( bukti diri sendiri )
      Kebenaran dari sutu pernyataan atu teori dibuktikan lewat pengetahuan umum, pengamatan, atau pengalaman. Disini kebenaran dari suatu pernyataan atau teori akan terbukti dengan sendirinya.
      3.      Scientific ( ilmiah )
      Kebenaran dari suatu pernyataan atau teori dibuktikan lewat metode ilmiah. Scientific method meliputi beberapa tahap, yaitu:
      1.      Mengidentifikasi masalah yang akan diteliti
      2.      Membuat hipotesa
      3.      Mengumpulkan data yang diperlukan untuk pengujian hipotesa
      4.      Menganalisis dan mengevaluasi data yang terkait dengan hipotesa
      5.      Menarik kesimpulan

      H.   Periodisasi Teori Akuntansi
      Periodisasi teori akuntansi dapat digolongkan menjadi 4 golongan:
      1.      Pre-theory period (1492-1800)
      Dalam periode ini belum ada teori akuntansi yang dirumuskan, melainkan hanya sebatas pada saran-saran atau pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dianggap sebagai teori. Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada saran-saran atau pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang sistematis.
      2.   General scientific period (1800-1955)
      Dalam periode ini sudah ada pengembangan teori, namun hanya berupa penjelasan terhadap praktik akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasatkan metode empiris yang menekankan pada hasil obsevasi atas peristiwa yang terjadi secara realitas, bukan berdasarkan logika. Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannya baru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. Laporan AAA ΓÇ¥A Tentative Statement of Accounting Principles Affecting Corporate Reports pada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Statement of Accounting Principle (Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan dua contoh perumusan teori akuntansi berdasarkan metode empiris atau disebut era general scientific ini.
      3.      Normative period (1956-1970)
      Dalam periode ini perumus teori mulai mendefinisikan norma-norma atau praktik akuntansi yang baik, dan pengembangan teori akuntansi lebih menekankan pada apa yang seharusnya. Akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti.
      4.      Specific scientific period ( 1970 ΓÇô sekarang )
      Periode ini disebut juga sebagai era positif, dimana teori akuntansi tidak cukup hanya dengan berdasarkan pada normatif saja, tetapi juga dapat di uji kebenarannya. Perumusan atau pendefisian norma yang terjadi dalam periode sebelumnya dianggap subjektif, sehingga dapat di uji terlebih dahulu keabsahannya secaca positif. Di  tahun 1970 ΓÇô an, data empiris sudah mulai banyak tersedia, demikian juga dengan tehnik ΓÇô tehnik statistik yang memungkinkan untuk dilakukannya pengujian. Norma dinilai subyektif jadi harus diuji secara positif. Pendekatan normatif dikritik karena:
      a)  Teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.
      b)  Teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.
      Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan praktek akuntansi.

      I.      Pendekatan Penyusunan Teori Akuntansi
      Mengenai berbagai pendekatan dalam penyusunan teori akuntansi ini akan di uraikan pada metodologi dan berbagai pendekatan dalam perumusan teori akuntansi (Ahmad riahi ΓÇô belkaoui : 2006 ) :
      1.      Pendekatan nonteoretis
      Pendekatan nonteoretis adalah suatu pendekatan pragmatis ( praktek) dan pendekatan kekuasaan.
      a)     Pendekatan pragmatis ( pragmatic approach )
      Terdiri atas penyusunan suatu teori yang di tandai oleh kesamaannya dengan praktik dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang sifatnya praktis. Berdasarkan pendekatan ini, teknik dan prinsip akuntansi seharusnya di pilih atas dasar kegunaan mereka bagi para pengguna informasi akuntansi dan relevansi mereka terhadap proses pengambilan keputusan. Kegunaan dan utility berarti sifat yang mencocokkan sesuatu untuk melayani atau memfasilitasi tujuan yang di maksud.
      Pendekatan pradigmatis adalah bagian dari suatu teori akuntansi, yang berdasar pada realisasi dari pembukuan berganda yang dimuat dalam summa de arithmatica, geometria, proportioni et proportionalita dari luca pacioli, yang diterbitkan di venesia tahun 1494. Pendekatan pragmatis terdiri dari penyusunan teori yang di tandai dengan penyesuaian praktek sesungguhnya yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktik. Teknik ΓÇô teknik dan prinsip-prinsip akuntansi seharusnya di pilih atas dasar manfaat bagi pengguna informasi akuntansi dan keterkaitannya dengan proses pembuatan keputusan.
      Dalam metode ini perumusan teori akuntansi didasarkan atas keadaan dan praktik di lapangan. Yang menjadi pertimbangan adalah hal-hal apa yang berguna untuk menyelesaikan persoalan secara praktis.
      b)     Pendekatan kekuasaan ( authoritarian approach )
      Untuk perumusan suatu teori akuntansi, yang terutama di pergunakan oleh organisasi professional, terdiri atas penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari praktik ΓÇô praktik akuntansi.
      Dalam metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi.
      Kedua pendekatan ini berasumsi bahwa teori akuntansi dan hasil tehnik akuntansi harus disebutkan dalam dasar penggunaan akhir laporan keuangan, jika akuntansi harus memiliki suatu fungsi yang berguna. Dengan kata lain, suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah suatu teori yang buruk.
      Pendekatan teori akuntansi meresionalisasikan pilihan dari teknik -teknik akuntansi yang berdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan persamaan laba akuntansi. Persamaan neraca dan laba biasanya di nyatakan :
      Aktiva = Kewajiban + Ekuitas pemilik dan
      Laba Akuntansi = Pendapatan ΓÇô Biaya
      Dua persamaan dalam pendekatan teori akuntansi ini mengarah kepada berkembangnya dua posisi yang terdapat dalam badan penyusunan standar yaitu, posisi yang beriontasi pada neraca dan posisi yang beriontasi pada laba.

      2.      Pendekatan deduktif
      Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori akuntansi di mulai dengan dalil ΓÇô dalil dan konsep ΓÇô konsep dasar kemudian di tarik kesimpulan berupa prosedur dan tehnik ΓÇô tehnik akuntansi.
      Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori manapun di awali dengan dalil dasar dan diteruskan dengan pengambilan kesimpulan logis mengenai subjek yang dipertimbangkan. Jika kita mengamsumsikan pada titik ini bahwa dalil dasar mengenai lingkungan akuntansi terdiri atas baik tujuan maupun rumus, langkah yang digunakan untuk memperoleh pendekatan deduktif akan meliputi :
      1.      Menentukan tujuan dari laporan keuangan
      2.      Memilih postulat dari akuntansi
      3.      Menghasilkan prinsip dari akuntansi
      4.      Mengembangkan teknik dari akuntansi
      Semua itu berdasarkan pada suatu formula yang benar dari tujuan akuntansi. Menurut popper, pengujian teori dapat di laksanakan dalam 4 pokok :
      1.      Terdapat perbandingan logis di antara masing ΓÇô masing kesimpulan, dimana konsistenan internal dari system uji  
      2.      Terdapat investigasi dari bentuk logis teori dengan objek untuk menentukan apakah teori memilki karakter teori empiris atau sains.
      3.      Terdapat perbandingan dengan teori lain, terutama dengan sasaran untuk menentukan apakah teori itu dapat dikatakan merupakan kemajuan ilmiah jika ia dapat melewati ujian yang kita berikan
      4.      Terdapat ujian dari teori dengan cara penerapan empiris dari kesimpulan yang dapat diambil dari teori.
      Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi di mana dirumuskan dahulu tujuan laporan keuangan, rumusan postulat, kemudian prinsip, dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik akuntansi.

      3.      Pendekatan induktif
      Pendekatan yang dimulai dari pengamatan empiris untuk kemudian ditarik kesimpulan umum ( generalisasi ). Pendekatan induktif dalam penyusunan dari suatu teiri diawali dengan observasi dan pengukuran serta berlanjut pada kesimpulan umum. Dalam penerapan akuntansi, pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan di lanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip ΓÇô prinsip dari observasi berdasarkan pada hubungan yang berulang kembali. Tahap yang dilalui adalah:
      1)    Mengumpulkan semua observasi.
      2)    Analisis dan golongan observasi berdasarkan hubungan yang berulang-ulang dan sejenis, seragam, mirip.
      3)    Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang menggambarkan hubungan yang berulang-ulang tadi.
      4)    Kesimpulan umum diuji kebenarannya.
      Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif ini kebenaran dan kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya, tetapi harus melalui pengujian empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu dalil tergantung pada pengamatan terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasus yang berulang-ulang dan seragam.
      Pendekatan induktif untuk suatu teori mencakup 4 tahap :
      a)    Mencatat seluruh observasi
      b)    Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi ini untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang kembali
      c)    Penurunan induktif dari generalisasi dan prinsip akuntansi dari observasi yang menggambarkan hubungan brulang
      d)    Menguji generalisasi.
      4.      Pendekatan etis
      Inti dasar dari pendekatan etis terdiri atas konsep Kewajaran ( fairness ), Keadilan ( justice ), Ekuitas ( equity ), Kenyataan ( truth ). 
      Pendekatan ini diperkenalkan oleh D.R. Scott. Menurut beliau kriteria yang harus digunakan dalam perumusan teori akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan secara adil. Disajikan kebenaran dalam arti laporan yang benar dan akurat tanpa mengundang salah tafsir, dan kewajaran dalam arti penyajiannya wajar, tidak biasa, dan tidak sebagian-sebagian. Dalam buku lain dikenal dengan ΓÇ¥Pendekatan PeristiwaΓÇ¥ (Event Approach) artinya dalam perumusan teori kita harus memperhatikan semua pihak jangan hanya memperhatikan pihak-pihak tertentu saja. Pendekatan ini mirip pendekatan etis ini. Konsep tersebut merupakan kriteria utama dari D.R.scott untuk perumusan teoriakuntansi.dari criteria tersebut pendekatan kewajaran telah menjadi salah satu tujuan dasar akuntansi seperti :
      a)    Kepatuhan terhadap prinsip ΓÇô prinsip akuntansi yang berlaku umum
      b)    Pengungkapan
      c)    Konsistensi
      d)    Dapat di perbandingkan
      5.      Pendekatan sosiologi
      Pendekatan sosilogi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh sosial dari teknik akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep dari kewajaran yang lebih luas, kesejahteraan sosial.berdasarkan pendekatan sosiologi, prisip atau teknik akuntansi yang dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap seluruh kelompok dalam komunitas.
      Untuk mencapai tujuannya, pendekatan sosiologi keberadaan dari nilai sosial baku yang mungkin di gunakan sebagai kriteria untuk menentukan teori akuntansi.
      6.      Pendekatan ekonomi
      Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan pada pengendalian prilaku dari indikator makroekonomi yang dihasilkan oleh adodsi dari berbagai teknik akuntansi. Hingga sebelum di bentuknya FASB, pendekatan ekonomi dan konsep dari konsekuensi ekonomi tidak banyak di pakai dalam akuntansi.
      7.      Pendekatan selektif
      Secara umum, perumusan pada teori akuntansi dan pengembangan prinsip ΓÇô prinsip akuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan,dan bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan disini. Pendekatan selektif adalah terutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh individu dan professional serta organisasi pemerintahan untuk berpartisipasi dalam pematangan konsep dan prinsip dalam akuntansi. Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada pendakatan baru yang sedang diperdebatkan dalam litaratur :
      a)    Pendekatan peraturan
      b)    Pendekatan prilaku
      c)    pendekatan kejadian, prediksi, dan positif.

      J.      Perumusan Teori Akuntansi di Indonesia         
      Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya secara intensif untuk merumuskan teori atau standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau standar akuntansi Amerika atau yang terakhir dari IASC (International Accounting Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di tanah air. Standar akuntansi keuangan maupun pernyataan standar pemeriksaaan masih mengadopsi atau menterjemahkan standar serat pedoman dari Amerika atau IASC dengan berbagai modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum menyentuh dasar teori akuntansinya.
      Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi).
      Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, investor, dan kreditor.
      Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antara lain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara, perbedaan sistem pemerintahan pada tiap-tiap negara, perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.

      K.     Kesimpulan
      Teori akuntansi merupakan  cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan yang sistematis tentang prinsif dan metode yang membedakannya dengan praktek. Teori akuntansi di kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset pertama dari akuntan pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan public, dan sektor industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran proses riset akuntansi. Standar dan pernyataan dan ketetapan  yang di hasilkan oleh organisasi  pembuat kebijakan akan di interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat organisasi. Teori akuntansi berfungsi Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi, Memberi kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya, Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan, Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan dan memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktek akuntansi.
      Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul. Dalam merumuskan teori akuntansi, ada beberapa metode yang dapat dipergunakan yaitu metode deskriptif (pragmatic), psichological pragmatic, metode normatif dan metode positive.
                 Dalam merumuskan Teori Akuntansi, di Indonesia menggunakan Standar Akuntansi. Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi).

    • Tugas Resume Penugasan
      Ingat Ada Batas Waktu Pengumpulan Tugasnya... Perwakilan Kelompok saja...
      ingat resume bukan memindahkan buku....
      terima kasih...
      Tersedia sampai 26 Oktober 2020, 11:05
    • Forum Diskusi
      Forum ini digunakan untuk menjawab pertanyaan yang ada di gogle meet...
      Tersedia sampai 26 Oktober 2020, 12:00
    • Please,........ Link Gogle Meet Di share di Group Kelas Bagi yang akan presentasi..... 

      Warning : Jangan pakai Zoom karena terbatas...

    • ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI
      Proses pembentukan setandar akuntansi atau sering disebut dengan standard setting process merupakan proses yang cukup pelik oleh karena melibatkan aspek politik, bisnis, sosial budaya. Aspek politik cukup dominan karena tarikan beberapa kepentingan baik pihak pemerintah, swasta maupun profesi akuntansi itu sendiri. Dilihat dari aspek bisnis, standar akuntansi akan berkembang dengan seiring denagn perkembangan dunia bisnis. Hal ini di sebabkan proses penyusunan standar akuntansi di Indonesia pada prinsipnya hanya mengadopsi standar akuntansi Amerika dan standar akuntansi Internasional.

      1. PENTUSUNAN STANDAR AKUNTANSI DI AMERIKA.
      Pengembangan standar akuntnasi di Amerika dapat di bagi ke dalam tiga yaitu, tahap awal pembentukan ( 1930-1959), dan periode modern (1959 sampai sekarang). Periode dan prosedur modern. Periode sebelum tahun 1930 akuntansi di akuntansi di amerika
      boleh dikatakan tidak teratur. Akibatnya banyak terjadi ketidak seragaman dalam praktek akuntansi antar perusahaan bahkan antar perusahaan dalam industry yang sama.

      2. PERIODE PEMBENTUKAN (1930 -1946)
      Sebagai akibat dari crah di pasar modal th 1929 (market carsh) periode 1930 samapi 1946 memiliki pengaruh signifikan di dalam praktek akuntansi di amerika. Usaha pertama pengembangan standar akuntansi di mulai dengan adanya persetujuan antara
      (AICPA) dan (NYSE) untuk mengembangkan berbagai praktek akuntansi yang berbeda. 
      3. KOMITE PROSEDUR AKUNTANSI
      Pada tahun 1933 AICPA membentuk komite khusus perkembangan prinsip akuntansi.Namun demikian tidak banyak yang bias di kerjakan oleh komite ini kemudian diganti dengan CAP pada tahun 1936. Untuk menyusun prinsip seperti ini di perlukan wauktu
      sekitar 5 tahun dan stock Exchange commission (SEC) atau Bape.amnya Amerika menginginkan waktu yang lebih cepat.
      Ketika Pada masa 1939-1969 ternyata tidak menghasilakan prinsip akuntansi yang komperhensif. Namun demikian aada dua kontribusi penting yang dihasilkan. Pertama, keseragaman praktek akuntansi secara sugnifikan telah mengalami perbaikan. Kedua,
      kebijakan akuntansi yang di buat Amerika di buat hanya untuk sector swasta. Ketika perang dunia ke II mulai, perkembangan satandar akuntansi mengalami penurunan segnifikan. Dari 13 ARB yang di terbitkan antara januari 1942 dan September 1946, tujuh ARB berkaitan dengan masalah perang dan termologi.
      4. PERIODE SETELAH PERANG (1946 ΓÇô 1959)
      Setelah perang dunia berakhir terjadi boom ekomomi di Amerika Industri-industri memerlukan tambahan modal yang sangat segnifikan untuk ekspansi usaha. Ekspansi menimbukan banyak masalah baru pada akhir tahun 1940an dan awal tahun 1950 an. CAP gagal menyusun rekomendasi positif yang berkaitan dengan prinsip akuntansi secara umum. Sebagai akibatnya terjadi supply berlebihan dan standar akuntansi. Banyak praktek akuntansi alternative harus bermunculan oleh karena tidak ada teori akuntansi yang dapat di gunakan sebagai dasar pijakan. Dalam tahun 1950, SEC mengusulkan amandemen Regulation S-X untuk menggunakan konsep all- inclusive. Usulan ini merupakan konfrontasi secara langsung terhadap ARB 32.

      5. PERIODE BERKAHIR COMMITE ON ACCOUNTING PRODUCEDURE (CAP)
      Periode dari tahun 1957 sampai 1959 merupakan periode transisi mengembangkan standar akuntansi di Amerika. Kritik terhadap CAP semakin meningkatkan khususnya kritik yang mengencam CAP. Financial excekutive dan para praktisi akuntansi pada perusahaan kecil mengeluh bahwa mereka tidak pernah di minta hearing (pendapat) mereka terhadap usulan ARBs. Pada tahun 1957 AAA mempublikasikan statemen yang mendasari konsep dan definisi standar akuntansi dengan pendekatan deduktif. Dalam pertemuan tahunan AICPA tahun 1957 dibentuk Special Committee on Research Program . Laporan dari komite ini menjadi cikal bakal didirikannya Acounting Principles Board (APB) dan Accounting research Division. Laporan itu menekankan perlunya riset untuk mengembangkan standar akuntansi.
      6. PERIODE MODEREN (19 59-2002)
      Dengan dibentuknya APB dan Accounting research Divinision pada tahun 1959, memulailah pengembangan standar akuntansi dilakukan melalui riset lebih dahul. Devisi riset adalah lembaga otonom memiliki seseorang direktur yang mempunyai itoritas untuk
      mempublikasikan hasil temuan staf riset yang berkaitan dengan pengembangan prinisip akuntansi. Devisi ini juga tidak bertanggung jawab langsung kepada komite teknikal AICPA. Untuk menetapkan topic riset direktur divisi akan berkonsultasi dahulu dengan
      APB. Jika keduanya tidak ada persetujuan maka APB berhak menentukan topic apa yang harus dilakukan riset devisi. Bentuk lembaga APB mirip dengan CPA, memiliki anggota 18 sampai 21 orang semuanya adalah anggota AICPA. Diperlukan persetujuan 2/3 anggota untuk menyahkan berlakunya standar akuntansi. Awal dari keberdaan APB dipenuhi dengan  rasa keraguan dan kegagalan. Ada dua alternative perlakuan terhadap investment tax credit saat itu yaitu:
      1. Mengerahui tax benefit pada saat di terima, yaitu desain dengan flowthogh method
      2. Mengakui tax bonefit selama umur aktuva yang disebut dengan deferrend method.

      Opini ini menimbulakan penentangan dari tiga kantor akuntan besar yang memerintahkan kliennya untuk tidak mengikuti pendapat APB. Lebih jauh lagi SEC padabulan januari 1963 menerbitkan ASR 96 yang memperoleh kedua metode pengakuan investment tax credit kepada perusahaan yang go bupblik. Kritik-kritik lebih lanjut muncul terhadap APB dari tahun 1965 sampai 1967 berkaitan dengan opini APB.

      7. PERIODE SETELAH SKANDAL AKUNTANSI (2002- SEKARANG)
      Era ini merupakan era yang mengetkan dunia akuntansi. Berbagai kasus skandal dan accounting fraud yang terjadi di berbagai Negara yang melibatkan perusahaan besar Sunbeam, Kmart, Enroun, WorldCom Global Crossing (USA), BCCI, Maxwell, Pollly Peck (UK) and HIH Insurance (Australia) menyadarkan badan untuk melakukan reformasi berkaitan dengan praktik akuntansi.

    • Tugas Resume Penugasan
      Guys Upload Tugas Resume Yach.. Perwakilan Kelompok ingat ada limit Waktunya ...
      Tersedia sampai 2 November 2020, 11:15
    • Guys... Ini Forum untuk menjawab pertayaan di link gogle meet seteah presentasi
    • Please,........ Link Gogle Meet Di share di Group Kelas Bagi yang akan presentasi..... 

      Warning : Jangan pakai Zoom karena terbatas...

    • Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642, akan tetapi bukti yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanah paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia.

      Praktik Akuntansi di Indonesia dapat ditelusuri pada era Penjajahan Belanda sekitar abad 17 atau sekitar tahun 1642 (Soemarso, 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi di Indonesia dapat di temui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta (Soemarso, 1995). Pada era ini Belanda mengenalkan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) sebagaimana yang dikembangkan oleh luca pacioli. Perusahaan VOC milik Belanda yang merupakan organisasi komersial utama selama masa penjajahan memainkan peranan penting dalam praktik bisnis di Indonesia selama era ini (Diga dan Yunus, 1997)

      Berikut ini adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (sumber: Ikatan Akuntansi Indonesia, 2008) :

      • Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia : Indonesia memakai standar akuntansi Belanda (Sound Business Practices).
      • Tahun 1955 : Indonesia belum mempunyai undang-undang resmi/ peraturan tentang standar keuangan.
      • Tahun 1974 : Indonesia mengikuti standar akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).
      • Tahun 1984 : PAI ditetapkan menjadi standar akuntansi Indonesia .
      • Akhir tahun 1984 : PAI mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee).
      • Tahun 1994 : PAI sudah Committed mengikuti IASC/IFRS
      • Tahun 2008 : SAK mengacu kepada IFRS
      • Tahun 2012 : IFRS mulai diresmikan dan diterapkan

      Awal sejarah adanya standar akuntansi keuangan di Indonesia adalah ketika menjelang diadakan pasar modal aktif di Indonesia tahun 1973. Pada tahun 1973 terbentuk panitia penghimpunan bahan-bahan dan struktur GAAP dan GAAS. Pada tahun tersebut juga dibentuk komite prinsip akuntansi Indonesia (komite PAI) yang bertugas menyusun standar keuangan. Ini merupakan masa awal IAI menerapkan sistem standar akuntansi di Indonesia yang dituangkan di dalam buku berjudul ΓÇ£Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI)ΓÇ¥. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan  IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang selalu di perbarui. Selanjutnya pada periode kepengurusan IAI tahun 1994 ΓÇô 1998 nama komite PAI diubah menjadi komite standar akuntansi keuangan (komite SAK), kemudian pada kongres VIII, tanggal 23 ΓÇô 24 September 1998 di Jakarta, komite SAK diubah menjadi Dewan Standar AKuntansi Keuangan untuk masa bakti 1998 ΓÇô 2000 dan diberikan otonomi untuk menyusundan mengesahkan PSAK.

      Pada tahun 1984, komite PAI membuat sebuah revisi standar akuntansi dengan cara lebih mendasar jika dibandingkan PAI 1973 dan mengkondisikan ke dalam sebuah buku berjudul ΓÇ£Prinsip Akuntansi Indonesia 1984ΓÇ¥ Prinsip tersebut memiliki tujuan untuk membuat suatu kesesuaian terhadap ketentuan akuntansi yang dapat diterapkan di dalam dunia bisnis.

      Pada tahun 1994, IAI telah melakukan berbagai langkah harmonisasi menggunakan standar akuntansi internasional di dalam proses pengembangan standar akuntansi dan melakukan revisi total pada PAI 1984 dan sejak itu mengeluarkan Standar Keuangan yang diberi nama Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan sejak 1 Oktober 1994. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) ditetapkan sebagai standar akuntansi yang baku di Indonesia. Perkembangan standar akuntansi ketiga ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan profesi akuntansi dalam rangka mengikuti dan mengantisipasi perkembangan Internasional. Banyak standar yang dikeluarkan itu sesuai atau sama dengan standar akuntansi internasional yang di keluarkan oleh IASC.

      Sekarang ini standar akuntansi yang disusun :

      • PSAK IFRS
      • PSAK ETAP
      • PSAK Syariah
      • PSAK EMKM
      • SAP

    • Tugas Resume Penugasan

      Guys... Resume.. Cukup Perwakilannya saja yang mengumpul tugasnya. ingat ada limit waktunya.

      Tersedia sampai 13 November 2020, 17:15
    • Guys... Jawab Semua pertanyaan dr hasil presentasi tadi...


    • Please,........ Link Gogle Meet Di share di Group Kelas Bagi yang akan presentasi..... 

      Warning : Jangan pakai Zoom karena terbatas...


    • 1. Pengertian Kerangka Konseptual

      Kerangka konseptual  adalah suatu konstitusi, suatu system koheren dari hubungan anatara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

      Menurut FASB, kerangka konseptual merupakan suatu konstitusi, suatu sistem yang koheren dari hubungan antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi serta keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Tujuan akan mengindentifikasikan sasaran dan maksud akuntansi, sedangkan fundamental adalah konsep yang mendasari akuntansi, konsep yang memberikan petunjuk dalam memilih kejadian untuk dicatat, mengukur kejadian tersebut, meringkas dan mengkomunikasikan pada pihak-pihak yangberkepentingan.

      Kerangka konseptual dapat dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur (belkaoui, 1993), karena struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang didasarkan pada proses penalaran logis yang dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa tingkatan. Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses penyusunan standar.  Tujuannya adalah memberikan petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan yang meningkat selama proses penyusunan standar dengan mempersempit pertanyaan, apakah standar telah sesuai dengan kerangka konseptual ataukah tidak.  Secara lengkap, kerangka kerja konseptual adalah :

      • Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi
      • Menyediakan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada standar khusus yang mengaturnya.
      • Menentukan batasan pertimbangan dalam penyusunan laporan keuangan
      • Mempertinggi komparabilitas dengan menurunkan jumlah alternative metode akuntansi.

      Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh  FASB sebagai :

      ΓÇ£a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to lead to consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of financial accounting and reportingΓÇ¥.

      Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

      Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan keuangan. Sedangkan fundamentals (kaidah-kaidah pokok) adalah konsep-konsep yang mendasarai akuntansi keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan transaksi, kejadian, dan keadaan-keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan pengukurannya, cara meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

      Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental, artinya bahwa konsep-konsep lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan.

      Kebutuhan akan Kerangka Kerja Konseptual

      1. Kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan, dan akan menaikkan komparabilitas antar laporan keuangan perusahaan.
      2. Masalah-masalah yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu pada kerangka teori yang telah ada

      Elemen Kerangka Konseptual

      Menurut Belkaoui (2000: 142) kerangka konseptual memiliki empat tingkatan, yaitu:

      1. Tingkat Pertama

      Pernyataan konsep akuntansi keuangan mengenai rumusan tujuan pelaporan keuangan suatu kesatuan bisnis (organisasi bisnis) SFAC nomor 1.

      SFAC nomor 4 tujuan pelaporan keuangan perusahaan nonbisnis organisasi nirlaba.

      1. Tingkat Kedua

      Pernyataan tentang Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi SFAC nomor 2.

      Unsur-unsur laporan keuangan dari perusahaan bisnis, SFAC nomor 3, kemudian diganti SFAC nomor 6, yang mengatur tentang unsure-unsur laporan keuangan baik untuk perusahaan bisnis maupun organisasi nirlaba (sektor publik).

      1. Tingkat Ketiga

      Rumusan tentang pengakuan dan pengukuran laporan dan pelaporan keuangan SFAC nomor 5.

      SFAC nomor 33, mengatur tentang pelaporan keuangan dengan penyesuaian tingkat harga (tingkat inflasi).

      1. Tingkat Keempat

      Pelaporan posisi keuangan, pelaporan arus kas dan likuiditas, pelaporan earnings (dalam hal ini adalah laporan laba rugi).

      2. STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

      1. Elemen-Elemen Teori Akuntansi

      Masing-masing tingkatan memiliki hirerakinya. Menurut Belkaoui apapun metodologi dan pendekatan yang digunakan, apakah itu deduksi atau induksi, apakah deskriptif atau normatif, struktur akhir atau kerangka acuannya harus didasarkan pada unsur-unsur atau perangkat elemen-elemen dan hubungan yang mendasari pembangunan pengembangan teknik-teknik akuntansi.

      Suatu struktur teori akuntansi menurut Ahmed Belkaoui harus mencakup elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai berikut:

      1. A Statement of objectives.

      Merupakan tujuan dari financial statement atau laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi.

      1. A Statement of the postulate and theoretical concept of accounting.

      Postulat-postulat dan konsep teori akuntansi berkaitan langsung dengan asumsi-asumsi lingkungan serta sifat daripada unit akuntansi yang dapat diturunkan dan tujuan yang telah dinyatakan.

      1. A Statement of basic accounting principle.

      Prinsip-prinsip dasar akuntansi yang diturunkan baik dari postulate maupun theoretical concepts.

      1. A Body of accounting techniques

      Sekumpulan teknik-teknik atau prosedur akuntansi yang diturunkan dari accounting principles.

      1. Postulat, Konsep Teoritis, dan Prinsip Akuntansi
      2. Pengertian
      3. Postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan hukum tempat akuntansi beroperasi.
      4. Konsep teoritis akuntansi adalah juga pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat entitas akuntansi yang beroperasi dalam ekonomi bebas yang dikarakteristikkan oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan.
      5. Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatu pengembangan teknik-teknik akuntansi.
      6. Teknik Akuntansi adalah aturan tertentu yang diterapkan berdasarkan prinsip akuntansi, digunakan sebagai pedoman untuk mencatatkan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi.
      7. Pembahasan
      8. Postulat akuntansi

      1)      Postulat entitas (entity)

      Postulat entitas mengatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya.

      Jadi akuntansi lebih melihat bahwa entitas terpisah dari pemiliknya, artinya akuntansi tidak bisa dihasilkan jika setiap proses pengambilan pemilik tidak dilakukan proses pencatatan

      2)      Postulat kelangsungan usaha (going concern)

      Postulat kelangsungan usaha atau postulat kontinuitas, menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan projek, komitmen, dan aktifitas yang sedang berjalan.

      Postulat mengasumsikan bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa mendatang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk periode waktu yang tidak tertentu. Postulat kelangsungan usaha menyediakan dasar untuk akuntansi depresiasi.

      3)      Postulat unit pengukur (monentary unit)

      Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan degan cara yang seragam. Pengukuran yang digunakan adalah unit moneter.

      Jadi postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.

      4)      Postulat periode akuntansi (accounting period)

      Periode akuntansi dibutuhkan investor untuk mengetahui kinerja operasional perusahaan.Oleh karena itu postulat ini berkebalikan dengan postulat keberlangsungan usaha.

      Karena untuk postulat periode akuntansi, mensyaratkan perusahaan pada saat pembuatan laporan keuangan berarti perusahaan dalam kondisi likuidasi.

      1. Konsep Teoritis Akuntansi

      1)      Teori Proprietary / Teori Kepemilikan

      Menurut teori proprietary antita sebagai ΓÇ£agen, perwakilan atau susunan melalui wirausaha individual atau pengoperasi pemegang sahamΓÇ¥. Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan utama teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik.

      2)      Teori Entitas

      Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas. Secara sederhana, unit bisnis, bukan pemilik, merupakan pusat kepentingan akuntansi.Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan danbertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor.
      3)      Teori Dana

      Teori dana memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Laporan ini merefleksikan perilaku operasi perusahaan yang berkaitan sumber dan penggunaan dana.Teori dana terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba

      1. Prinsip Akuntansi

      1)      Prinsip Kos (cost principle)

      Menurut prinsip kos, kos pemerolehan (acquisition cost) atau kos historis merupakan dasar penilaian yang memadai untuk mengakui pemerolehan semua barang dan jasa, expenses, kos, dan ekuitas. Kos adalah jumlah, diukur dalam uang, kas yang dibelanjakan atau properti lain yang ditransfer, penerbitan modal saham, jasa yang diberikan, atau utang yang terjadi, sebagai imbalan atas barang atau jasa yang diterima, atau seharusnya diterima.

      2)      Prinsip Revenue (Revenue cost)

      Prinsip-Prinsip revenue menspesifikasi:

      1. a) Sifat komponen-komponen revenue

      (1)   Aliran masuk aset bersih yang berasal dari penjualan barang atau jasa

      (2)   Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan

      (3)   Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan selama priose waktu tertentu

      1. b) Sifat dan komponen revenue menurut hendariiksen

      (1)   Konsep produk lebih superior dari pada konsep aliran keluar, yang lebih superior dari pada konsep aliran masuk.

      (2)   Konsep produk adalah netral terkait dengan pengukuran (jumlah) dan saat (tanggal pengakuan) revenue, sdangkan konsep aliran masuk membingungkan terkait dengan pengukuran (jumlah) dan saat (tanggal pengakuan) proses revenue

      1. c) Accounting Terminology Bulletin 2

      Mendefinisikan Revenue ΓÇ£Revenue berasal dari penjualan barang atau pemberian jasa dan diukur dengan beban yang ditanggung pelanggan, klien, atau penyewa barang dan jasa yang disediakan untuk mereka. Revenue juga meliputi keuntungan dari penjualan atau pertukaran aset (selain saham yang diperdagangkan) dan deviden yang diperoleh dari invesasi, dan peningkatan lain dalam ekuitas pemilik kecuali peningkatan yang berasal dari kontribusi modal dan penyesuaian modal.

      1. d) Pengukuran Revenue, revenue diukur dalam pengertian nilai pertukaran produk atau jasa dalam sebuah transaksi yang lugas (armΓÇÖs-length transaction)

      Ada dua intepretasi revenue yang muncul dari konsep revenue ini:

      (1)   Potongan tunai dan berbagai pengurangan dalam harga tetap, seperti kerugian piutang yang tidak tertagih (intepretasi ini bertentangan dengan pandangan bahwa potongan tunai dan kerugian piutang tidak tertagih dianggap sebagai expenses).

      (2)   Untuk transaksi non kas,nilai pertukaran sama dengan nilai pasar yang wajar barang/ jasa yang diberikan atau yang diterima, mana yang lebih mudah dan jelas dalam menghitungnya.

      1. e) Waktu Pengakuan Revenue umumnya diakui bahwa revenue dan income yang diperoleh dalam semua tahap siklus operasi (yaitu selama penerimaan order, produksi, penjualan dan penagihan). Karena sulit alokasi reveue dan income pada siklus yang berbeda maka menggunakan realisasi. Realisasi adalah perubahan dalam aset atau utang secara memadai telah menjadi tertentu dan bertujuan untuk membenarkan pengakuan dalam akun.
      2. f) Diperlukan aturan spesifik atau pertimbangan yang diperlukan untuk mengakui perubahan aset dan AAA membuat standar kriteria tersebut:

      (1)   Diperoleh (earned), dalam satu atau bebeapa pengertian

      (2)   Dalam bentuk yang dapat didistribusikan

      (3)   Hasil atas konversi yang timbul dari transaksi antar perusahaan dan pihak eksternal

      (4)   Hasil dari penjualan yang saham atau proses serupa

      (5)   Dipotong dari modal

      (6)   Dalam bentuk aset lancar

      (7)   Dampak kotor atau bersih pada ekuitas pemegang saham harus dapat diestimasi dengan tingkat reliabilitas tinggi

      Secara umum, revenue diakui dengan dasar akrual atau dasar peristiwa kritis.

      1. g) Dasar akrual untuk pengakuan revenue berimplikasi bahwa revenue harus dilaporkan selama produksi, pada akhir produksi, pada saat penjualan atau pada saat pengumpulan penjualan

      Revenue diakui selama produksi jika:

      (1)   Revenue berupa sewa, bunga, komisi diakui ketika telah diperoleh (earned).

      (2)   Pemberian jasa individual atau kelompok profesional atau jasa yang serupa lebih baik menggunakan dasar akrual untuk pengakuan revenue.

      (3)   Revenue dari kontrak jangka panjang

      (4)   Revenue atas cost plus fixed-fee contracts

      (5)   Perubahan aset karena pertumbuhan (acretion) akan menimbulkan peningkatan , sebagai contoh minuman keras anggur,  tanaman kayu, ternak dsb)

      3)      Prinsip Penandingan (Matching Principle)

      Secara operasional, ada dua tahap untuk akuntansi expenses:

      1. a) Kos dikapitalisir sebagai aset yang menggambarkan sekumpulan jasa atau manfaat potensial
      2. b) Setiap aset dihapus sebagai expenses untuk mengakui proporsi jasa potensial aset yang telah terpakai untuk menghasilkan revenue selama periode tertentu.

      Jadi, akuntansi akrual lebih ditunjukkan oleh prinsip penandingan dalam artian kapitalisasi dan alokasi dibanding akuntansi kas.

      Hubungan antara revenue dan expenses tergantung pada sati dari empat kriteria:

      1. a) Penandingan kos yang telah terpakai dengan revenue (sbg contoh, cost of good soldditandingkan dengan penjualan)
      2. b) Penandngan langsung kos yang telah terpakai dengan periodanya (contoh; gaji direktur untuk periode tertentu)
      3. c) Alokasi kos selama periode yang mendapatkan manfaat (contoh; depresiasi)
      4. d) Menjadikan expenses semua kos lain dalam periode terjadinya, kecuali dapat ditunjukkan bahwa masih memiliki manfaat di masa datang (contoh; expenses advertensi

      Kos yang belum terserap (aset) yang tdk memenuhi salah satu dari empat kriteria untuk menjadikannya expenses pd periode berjalan dapat dibebankan pada periode mendatang dan dapat diklasifikasikan dalam katagori yang berbeda sesuai dengan penggunaan

      4)      Prinsip Objektive (Objective principle)

      Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat reliabilitas prosedur pengukuran yang digunakan. Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah sangat sulit, akuntan telah menggunakan prinsip objektifitas untuk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan.

      5)      Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

      Prinsip konsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode.

      6)      Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure)

      Terdapat konsensus di akuntansi bahwa pengungkapan data akuntansi yang penuh (full), wajar (fair) dan cukup (adequate).Pengungkapan penuh mensyaratkan bahwa laporan keuangan didesain dan dibuat untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk suatu periode.

      7)      Prinsip Konservatisme (conservatism)

      Prinsip konservatisme merupakan prinsip pengecualian atau modifikasi dalam artian bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan untuk penyajian data akuntansi yang relevan dan reliabel.

      8)      Prinsip Materialitas (Materiality)

      Prinsip ini menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat, apakah transaksi tersebut sesuai dengan PABU atau tidak, dan tidak perlu diungkapkan.

      9)      Prinsip Keseragaman Dan Komparabilitas (comparability)

      Prinsip keseragaman merujuk pada penggunaan prosedur yang sama untuk item-item yang terkait dengan perusahaan antar waktu. Artinya penggunaan prosedur sama oleh perusahaan yang berbeda. Tujuannya adalah komparabilitas laporan keuangan.

      1. Standar (Teknik) Akuntansi

      Standar akuntansi adalah peraturan- peraturan khusus yang dijabarkan dari prinsip dasar akuntansi, yang mengatur tentang bagaimana standar perlakuan pencatatan dan pelaporan terhadap semua transaksi atau kejadian-kejadian tertentu yang dialami oleh suatu lembaga (entity) organisasi atau perusahaan.

      Inilah yang sebenarnya digambarkan oleh Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) di Amerika dan APB Statement menjadi FASB Statement. Standar ini diperlukan sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Standar akuntansi ini akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman, dunia usaha,dan kemajuan teknologi.

      Belkoui (1985) mengemukakan alasan pentingnya standar akuntansi yang baku, yaitu:

      1)      Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan kegiatan perusahaan yang dapat dipercaya kebenarannya dan memiliki daya banding.

      2)      Memberikan pedoman bagi akuntan publik dalam melakukan pekerjaannya secara hati-hati dan independen.

      3)      Memberikan database kepada pemerintah tentang berbagai informasi yang dianggap penting dalam perhitungan PPh, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan pengaturan ekonomi, dan peningkatan efisiensi ekonomi, serta tujuan-tujuan makro lainnya.

      4)      Menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan standar akuntansi.

      Mengenai pihak-pihak yang dianggap memiliki peranan yang besar dalam proses perumusan standar akuntansi. Belkoui (1985) membaginya ke dalam tiga fase:

      1)      Fase peranan manajemen (1990-1933)

      Dalam periode ini, manajemen dianggap memiliki peranan yang besar dalam perumusan standar akuntansi. Metode yang dipakai dalam memecahkan masalah akuntansi yang timbul di periode ini adalah lebih bersifat pragmatis, bukan berdasarkan pada teori yang ada.

      2)      Fase peranan profesi (1933-1973)

      Dalam periode ini, perumusan standar akutansi didominasi oleh profesi, dimana organisasi mulai tumbuh dan berkembang dengna pesat. Namun anggota asosiasi dan organisasi profesi masih belum yakin terhadap kerangka teori yang ada yaitu kekuatan atau otoritasnya tidak jelas. Oleh sebab itu banyak sekali alternative yang timbul yang pada akhirnya meniptakan fleksibilitas dalam penerapan standar akuntansi.

      3)      Fase politisasi (1973-sekarang)

      Berbagai kelemahan yang ada pada fase peranan manajemen dan profesi telah menimbulkan kecendariungan pada lahirnya metode yang lebih bersifat deduktif dan politisasi dalam perumusan standar akuntansi.



    • Tugas Resume Penugasan

      Guys... Jangan Lupa Tugas Resumenya yach... Ingat Cukup Perwakilan Saja,,

      Tersedia sampai 20 November 2020, 17:00
    • Forum Untuk Menjawab Pertanyaan di gogle meet dr teman2 nyaaa

    • Please,........ Link Gogle Meet Di share di Group Kelas Bagi yang akan presentasi..... 

      Warning : Jangan pakai Zoom karena terbatas...


    • Soal Ujian Tengah Semester (UTS) Kuis
      Tersedia sampai 23 November 2020, 10:30
    • A.    Pengertian dan Sumber Standar Akuntansi

      Standar akuntansi merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pemakai laporan yang mempunyai kepentingan terhadapnya. Mekanisme penyusunan standar akuntansi harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Standar akuntansi ini akan terus menerus berubah dan berkembang sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat. Belkaoui (1985) mengemukakan alasan pentingnya standar akuntansi yang relevan sebagai berikut :

      1. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, dan kegiatan perusahaan.
      2. Memberi pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan publik agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan hati-hati, independen, dan dapat mengabdikan keahliannya dan kejujurannya melalui penyusunan laporan akuntan setelah melalui pemeriksaan akuntan.
      3. Memberikan data base kepada regulator tentang berbagai informasi yang dianggap penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan pengaturan ekonomi, dan peningkatan efisiensi ekonomi, dan tujuan-tujuan makro lainnya.
      4. Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi dibidang teori dan standar akuntansi.

      Dalam penyusunan standar akuntansi ini ada 3 kemungkinan :

      1. Diserahkan sepenuhnya kepada kekuatan atau mekanisme pasar ;
      2. Diserahkan kepada swasta/profesi ; atau
      3. Diserahkan kepada pemerintah

      B.     Hubungan Standar Akuntansi Dengan Perangkat Peraturan Lainnya

      Profesi akuntansi mempunyai kaitan yang erat dengan FASB atau SFAS ini karena diatur dalam kode etik maupun GAAP

      Hubungan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan Norma Pemeriksaan Akuntansi (Pernyataan Standar Audit) disebutkan dalam norma pelaporan yang pertama dengan bunyi sebagai berikut :

      ΓÇÖΓÇÖLaporan akuntan harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Prinsip Akuntansi Keuangan IndonesiaΓÇ¥.

      Standar akuntansi GAAP diperlukan untuk lembaga sebagai berikut :

      1. GAAP untuk lembaga pemerintah
      2. GAAP untuk organisasi social yang tidak bertujuan mencari laba
      3. GAAP untuk perusahaan komersial

      C.    Penyusun Standar Akuntansi Di USA

      Adapun pihak yang ikut serta menyusun standar akuntansi di Amerika adalah :

      1. Kantor Akuntan Besar yang dikenal dengan Big 8.
      2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ΓÇô Akuntan Publik.
      3. Financial Accounting Standard Board (FASB) ΓÇô Lembaga Penyusun Standar Akuntansi.
      4. Governmental Accounting Standar Board (GASB) ΓÇô Lembaga Penyusun Standar Akuntansi untuk Pemerintah.
      5. Securities and Exchange Commission (SEC) ΓÇô Badan Pengawasan Pasar Modal.
      6. American Accounting Association (AAA) ΓÇô Organisasi Akademisi.
      7. Financial Executives Institute (FEI) ΓÇô Para eksekutif keuangan.
      8. The Institute of Management Accounting dahulu namanya National Association of Accountant (NAA) ΓÇô Organisasi Akuntan Manajemen.
      9. Dan lain-lain.

      D.    Perumusan Standar Akuntansi di Amerika Serikat (AS)

      Dalam penyusunan standar akuntansi keuangan di Amerika Serikat sangat berpegang pada kerangka teoritis konseptual yang ditetapkan FASB sebagai berikut :

      1. Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Perusahaan yang bertujuan mencari laba yang diterbitkan November 1978.
      1. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi yang diterbitkan Mei 1980 kemudian di revisi dengan Statement Nomor 6, Desember 1980.
      2. Tujuan Pelaporan Keuangan Organisasi Nonprofit diterbitkan Desember 1980.
      3. Pengakuan dan Pengukuran Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis diterbitkan Desember 1984.
      4. Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang diterbitkan pada Desember 1985.

      E.     Pengukuran Akuntansi di Amerika Serikat

      Konsep pengukuran yang dianut oleh kebanyakan perusahaan-perusahaan di Amerika adalah menggunakan pengukuran biaya historis.  Pengukuran berbasis akrual ataupun pengakuan transaksi sangat tergantung pada konsep pencocokan (Matching concept).  Terdapat juga aturan konsistensi yang mengharuskan keseragaman perlakuan akuntansi atas item-item yang sama dalam tiap periode akuntansi dan dari satu periode ke periode berikutnya. Jika terjadi perubahan dalam praktik dan prosedur, diwajibkan untuk menyajikan pengungkapan atas perubahan dan efeknya atas laporan keuangan.

      F.     Perkembangan Pihak Yang Menyusun Standar Akuntansi

      Dalam proses perumusan standar akuntansi, Belkaoui (1985) memberikan tiga fase berikut:

      1. Fase Peranan Manajemen (1900-1933)

      Peranan ini muncul sebagai akibat dari bertambahnya investor (pemilik perusahaan) dan peranannya yang besar dalam perkembangan perusahaan setelah tahun 1900.

      1. Fase Peranan Profesi (1933-1973)

      Pada periode ini organisasi profesi memiliki peranan yang dominan dan perumusan standar akuntansi.

      1. Fase Politisasi (1973-Sekarang) ΓÇô keikutsertaan pemerintah

      Standar akuntansi dianggap mempengaruhi masyarakat sehingga dapat dijadikan dasar untuk masuknya unsur politik dalam perumusan standar akuntansi.

      G.    Penyusunan Standar Akuntansi Di Indonesia

      Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi yang juga merupakan badan yang  menyusun standar akuntan keuangan di Indonesia. Organisasi profesi ini terus berusaha menanggapi perkembangan akuntansi keuangan  yang terjadi baik tingkat nasional, regional, maupun global, khususnya yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntansi sendiri.

      Sejak IAI berdiri telah dihasilkan tiga standar akuntansi keuangan sbb:

      1. Pada tahun 1973 untuk pertama kali IAI menerbitkan suatu buku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI)
      2. Pada tahun 1984 buku Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang menggantikan PAI 1973 diterbitkan
      3. Pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total PAI 1984 dan sejak itu mengeluarkan serial standar keuangan yang diberi nama Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan sejak 1 oktober 1994.

      Sekarang ini ada 2 PSAK yang dikeluarkan oleh 2 Dewan Standar Akuntansi Keuangan

      1. PSAK Konvensional
      2. PSAK Syariah

      H.    Penyusunan Metode Standar Akuntansi Di Inggris

      Situasi perkembangan akuntansi di UK sama uniknya dengan situasi aturan hokum nasional lainnya. Ketentuan hokum dilaksanakan secara fleksible dan diterapkan kasus perkasus.

      Badan-badan akuntansi utama di UK adalah :

      1. The institute of chartered accountants in England and wales
      2. The institute of chartered accountants of Ireland
      3. The institute of chartered accountants of scotlands
      4. The association of certified chartered accountant (ACCA)
      5. The institute of cost and management accountant
      6. The chartered institute of public finance and accountancy

       

      I.       Perubahan Penerapan Akuntansi yang memengaruhi konsistensi

      1. Perubahan dalam Prinsip Akuntansi
      2. Laporan setelah terjadi penggabungan Kepentingan (pooling of Interests)
      3. Koreksi Kesalahan Penerapan dalam Prinsip
      4. Perubahan dalam Prinsip yang tidak dapat diisahkan dari perubahan dalam estimasi Akuntansi
      5. Perubaha dalam Penyajian Arus kas

      J.      Perubahan Akuntansi Yang Tidak Memengaruhi Konsistensi

      1. Perubahan dalam Estimasi akuntansi
      2. Koreksi Kesalahan yang Tidak Melibatkan Prinsip Akuntansi
      3. Perubahan dalam Klasifikasi dan Reklasifikasi
      4. Transaksi atau Peristiwa yang Sangat Berbeda
      5. Perubahan Akuntansi yang Diperkirakan Berdampak Material di Masa yang akan Datang
      6. Periode Standar Konsistensi

    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...
    • Tugas Resume Penugasan
      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........
      Tersedia sampai 7 Desember 2020, 11:30
    • 1. Memiliki manfaat ekonomi di masa yang akan datang

      • dapat digunakan baik sendiri maupun bersama-sama aktiva lain untuk meemproduksi barang dan jasa yang dijual oleh unit usaha
      • dapat dipertukarkan dengan aktiva lain
      • dapat digunakn untuk melunasi hutang
      • dapat dibagikan kepada pemilik perusahan

      2. Dikuasai oleh suatu unit usaha

      • penguasaan secara substansi ekonomi, bukan legal form. maksudnya, suatu unit usaha berhak untuk memperoleh manfaat dari suatu aktiva meskipun belum ada bukti kepemilikan secara hukum.

      3. Hasil dari transaksi masa lalu

      • aktiva muncul karena transaksi masa lalu yang benar-benar terjadi bukan sekedar rencana/hipotesis.

      KONSEP PENILAIAN AKTIVA

      Dasar penilaian aktiva ada 2 macam : nilai keluaran (output values) dan nilai masukan (input values)

      Γû║      NILAI KELUARAN (EXCHANGE OUTPUT VALUES) :

      Didasarkan atas jumlah rupiah atau penghargaan lainnya (nonkas) yang diterima suatu unit usaha apabila suatu aktiva atau potensi jasa akhirnya keluar dari kesatuan usaha karena suatu pertukaran.

      Dasar penilaiannya :

      1. Penerimaan kas atau potensi jasa di masa mendatang diskontoan (discounted future cash receipts/service potentials)

      Digunakan jika : harapan penerimaan kas atau setaranya cukup pasti dan senggang waktu sampai penerimaan cukup panjang tapi saat atau tanggal penerimaan pasti.

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : investasi dalam obligasi, piutang wesel jangka panjang, dan deposito berjangka.

      2. Harga jual sekarang (Current output price)

      Digunakan jika : harga jual pada saat pelaporan mencerminkan harga di masa mendatang bila pos bersangkutan keluar dari unit usaha.

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : surat berharga dan beberapa jenis persediaan barang tertentu.

      3. Nilai setara Tunai (Current cash equivalent)

      Nilai ini menunjukkan jumlah rupiah kas yang dapat direalisasi dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaan yang normal.

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : pos-pos aktiva berwujud.

      4. Nilai Likuidasi (Liquidation Values)

      Digunakan jika : unit usaha kemungkinan besar tidak akan dapat menjual produk atau aktiva dalam saluran penjualan yang normal, syaratnya :

      • bila produk /potensi jasa lainnya telah berkurang manfaat normalnya, usang, atau tidak laku lagi dipasarkan.
      • Bila unit usaha merencanakan untuk menutup usaha dalam waktu dekat sehingga tidak dapat menjual seluruh potensi jasa unit usaha dalam pasar yang normal

      Γû║      NILAI MASUKAN (EXCHANGE INPUT VALUES) :

      Didasarkan atas jumlah rupiah yang harus dikeluarkan /dikorbankan untuk memperoleh aktiva atau objek jasa tertentu yang menjadi masukan dalam unit usaha.

      Dasar penilaiannya :

      1. Biaya Historis (Historical Costs)

      Kos menunjukkan harga pertukaran pada saat terjadinya

      Keunggulan : dapat diuji (verifiable), dapat diandalkan (reliable)

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : pos-pos aktiva tetap berwujud.

      2. Biaya masukan sekarang (Current input costs)

      Digunakan jika : ada bukti pendukung yang kuat untuk verifikasi.

      Istilah lain : kos ganti (replacement cost)

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : persediaan barang dan aktiva lainnya.

      3. Biaya masa mendatang diskontoan (discounted future costs)

      Nilai ini menunjukkan nilai sekarang pengorbanan ekonomik di masa mendatang seandainya potensi jasa tertentu tidak diperoleh/dibeli sekaligus pada saat sekarang.

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : pos-pos aktiva berwujud.

      4. Biaya standar (Standar costs)

      Digunakan jika : jika kos tersebut menggambarkan kos pada saat sekarang dalam kondisi perusahaan yang normal, yaitu pada tingkat efisiensi dan kapasitas yang normal.

      Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : fasilitas fisik yang dibangun sendiri

      PENGAKUAN AKTIVA

      Pengakuan didasarka pada 4 kriteria :

      • definisi (definition) = memenuhi definisi elemen laporan keuangan
      • keterukuran (measurability) = relevan dan dapat diukur jumlahnya dengan reliabilitas tinggi
      • relevansi (relevance) = mampu membuat perbedaan dalam keputusan yang diambil oleh pemakai laporan keuangan
      • reliabilitas (reliability) = sesuai dengan keadaan yang direpresentasikan, dapat diuji kebenarannya (verifiable), dan netral

      MASALAH-MASALAH KHUSUS

      1. Beban Tangguhan

      kriteria untuk menentukan beban tangguhan :

      • apabila cost jasa yang dikeluarkan sah dan wajar -> biaya tidak dapat diperlakukan sebagai rugi meskipun dapat menjadi biaya pada periode terjadinya
      • apabila cost jasa memiliki manfaat di masa yang akan datang -> biaya dapat diperlakukan sebagai beban tangguhan meski dapat dibebankan secara langsung
      • apabila cost jasa terjadi berulang-ulang -> dapat dibebankan langsung sebagai biaya pada periode terjadinya, kecuali persediaan barang dan beban dibayar dimuka

      2. Kapitalisasi Bunga (Revenue Expenditure)

      • Bunga tidak dikapitalisasi

                   ΓÇô bunga merupakan cost pendanaan, bukan elemen cost

                   ΓÇô bunga merupakan pembagian laba, bukan upaya memperoleh pendapatan

      • Bunga dikapitalisasi dan dimasukkan sebagai elemen cost fasilitas fisik yang dibangun sendiri

                   ΓÇô bunga merupakan elemen cost fisik yang dibangun

                   ΓÇô bila fasilitas fisik tidak dibangun sendiri maka jumlah yang dibayar kepada kontraktor termasuk juga bagian untuk menutup bunga yang dibayar oleh kontraktor tersebut

                   ΓÇô pembebanan bunga sebagai beban pendapatan pada tahun terjadinya akan menimbulkan distorsi laba

      • Bunga dikapitalisasi dan dimasukkan sebagai elemen cost fasilitas fisik yang dibangun sendiri

                   bunga merupakan elemen pendanaan, sehingga untuk menghindari distorsi laba cost bunga tersebut dikapitalisasi sendiri dan diamortisasi selam periode berdasar proporsi yang wajar  sesuai umur ekonomis dan metode depresiasi bangunan fisik tersebut

      3. Kapitalisasi Modal (Capital Expenditure)

      • untuk aktiva non meneter yang baru diperoleh, pengeluarannya dikapitalisasi apabila pengeluaran tersebut untuk memperoleh aktiva sampai aktiva yang bersangkutan siap diigunakan untuk operasi perusahaan
      • untuk aktiva yang telah dipakai, pengeluarannya dikapitalisasi apabila pengeluaran tersebut : menambah kapasitas produksi aktiva yang bersangkutan; menambah umur ekonomi; dan menambah nilai aktiva

      4. Aktiva Donasi/Sumbangan

      • aktiva untuk sumbangan harus dicatat sesuai nilai wajar. hal ini dikarenakan pengakuan terhadap aktiva tidak didasarkan pada sumberdiperolehnya tetapt didasarkan pada manfaat yang melekat pada aktiva tersebut

      5. Transaksi Aktiva non Moneter

      • apabila aktiva yang diterima adalah aktiva tidak sejenis maka dinilai atas dasar nilai wajarnya
      • apabila aktiva yang diterima adalah aktiva sejenis maka :
      1. jika ada unsur rugi maka aktiva yang diterima adalah nilai wajar dari aktiva yang diserahkan ditambah sejumlah kas tertentu yang dikeluarkan
      2. jika ada unsur untung maka aktiva yang diterima adalah nilai buku dari aktiva yang diserahkan ditambah sejumlah kas tertentu yang dikeluarkan
      3.  jika ada unsur untung dan diterima sejumlah kas maka aktiva yang diterima adalah nilai buku dari aktiva yang diserahkan dikurangi proporsi tertentu darinilai buku aktiva yang dijual

    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...

    • Tugas Resume Konsep Aktiva Penugasan

      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........

      Tersedia sampai 21 Desember 2020, 12:00
    • Jangan Lupa Share Gogle Meet Di Group Kelas Yach.....
    • 1.   KARAKTERISTIK HUTANG

      Dalam FASB dalam SFAC No. 6, hutang didefinisikan sebagai pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yang mungkin timbul karena kewajiban sekarang suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.

      Sama dengan definisi hutang yang dikemukakan FASB, IAI (1994)definisi hutang (kewajiban) yaitu hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi (paragraph 62).

      Dari pengertian tersebut komponen utama hutang antara lain:

      A.        Kewajiban Sekarang

      Kewajiban timbul karena pada saat sekarang suatu entitas memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dihindari untuk menyerahkan barang/jasa.

      Objek hutang yang sebenarnya adalah kewajiban yang ada pada saat sekarang. Oleh karena itu, menurut Kam (1990: p.111) definisi hutang yang lebih menunjukkan pada saat sekarang adalah kewajiban suatu unit usaha yang merupakan keharusan bagi unit usaha tersebut untuk menyerahkan aktiva/jasa pada pihak lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu.

      Kewajiban dikelompokkan menjadi dua jenis, antara lain:

      1)    Kewajiban pada kreditor/hutang

      2)    Kewajiban kepada pemilik

      Meskipum kedua pihak tersebut memiliki hak terhadap aktiva, namun keduanya memiliki hak yang berbeda. Kreditor memiliki hak untuk didahulukan pelunasannya dalam kasus likuidasi. Sedangkan untuk pemilik, hak atas aktiva hanya didasarkan pada sisa aktiva setelah kewajiban terhadap kreditor terpenuhi.

      B.Hasil Transaksi Masa Lalu

      Syarat lain dari hutang adalah berasal dari transaksi masa lalu. Transaksi tersebut menunjukkan transaksi yang benar-benar telah terjadi sehingga dapat digunakan untuk memastikan bahwa hanya kewajiban sekarang yang harus dicatat sebagai hutang dalam neraca.

      2.   TERJADINYA HUTANG

      Intrepretasi terhadap terjadinya hutang cenderung didasarkan konsep economic substance over legal form bukan semata-mata pada aspek yuridisnya. Dengan demikian, apabila dinilai dari substansi ekonomi suatu transaksi/peristiwa memenuhi kriteria hutang, otomatis hutang akan diakui dan disajikan dalam neraca.

      A.        Keadaan Yang Dapat Menimbulkan Hutang

      Untuk menentukan suatu transaksi sebagai hutang atau bukan, sangat tergantung pada kemampuan untuk menafsurkan transaksi/kejadian yang emnimbulkannya. Namun demikian, ditinjau dari penafsiran sematik apabila suatu kewajiban dalam kenyataannya memang ada, maka yang paling penting adalah mencatat hal tersebut sebagaisuatu hutang tanpa memperhatikan bagaimana terjadinya.

      Kohler, (1970: hal.263) menyatakan bahwa hutang adalah suatu jumlah yang harus dibayar dalam bentuk uang, barang, atau jasa khususnya hutang yang memiliki kriteria sebagai berikut:

      a.     terjadi/telah terjadi

      b.     terjadi pada suatu saat tertentu di masa mendatang

      c.      terjadi karena tidak dilaksanakannya suatu tindakan di masa yang akan datang.

      Hutang dapat terjadi karena beberapa factor antara lain:

      1.   Kewajiban legal/kontrak (Contractual liabilities)

      Kewajiban legal adalah hutang yang timbul karena adanya ketentuan formal berupa peraturan hukum untuk membayar kas atau menyerahkan berang (jasa) kepada entitas tertentu.

      2.   Kewajiban konstruktif (constructive liabilities)

      Kewajiban konstruktif timbul karena kewajiban tersebut sengaja diciptakan untuk tujuan/kondisi tertentu, meskipun secara formal tidak dilakukan melalui perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah tertentu dimasa yang akan datang.

      3.   Kewajiban equitable

      Kewajiban ekuitabel adalah hutang yang timbul karena adanya kebijakan yang diambil oleh perusahaan karena alas an moral/etika dan perlakuannya diterima oleh praktik secara umum.

      B.Unconditional Right Of Offset

      Kewajiban yang berasal dari kontrak berjalan untuk memperoleh suatu barang dan jasa di masa mendatang dapat dikatakan sebagai suatu transaksi hutang atau sebaliknya bukan hutang. Kewajiban tersebut merupakan suatu transaksi keuangan yang berasal dari transaksi usaha dan menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran di masa mendatang, apabila suatu barang atau jasa telah diterima. Umumnya akuntan tidak akan mencatat kontrak tersebut apabila tidak ada satu pihakpun yang melaksanakan suatu prestasi kerja. Alasannya adalah sebelum barang tersedia, kewajiban pembeli terhadap hak penguasaan aktiva ditandai oleh hak pembeli untuk menerima barang tersebut. Dalam kondidi tertentu kontrak yang harus dilaksanakan atas pembelian barang atau jasa dapat tidak dilaporkan bila kewajiban terhadap komitmen pembelian tersebut melebihi nilai barang yang diperoleh. Misalnya jika terdapat penurunan yang material terhadap harga barang terjadi setelah kontrak pembelian jangka panjang ditandatangani, maka kewajiban tersebut melebihi nilai hak menurut kontrak. Akibatnya timbul suatu kerugian. Oleh karena itu pencatatan terhadap hutang hanya dilakukan sebesar kerugian yang terjadi dari pelaporan laba bersih dan mengkredit jumlah yang sama dengan debet kerugian yang timbul. Secara umum dapat dirumuskan bahwa hutang harus diakui dalam laporan keuangan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

      a.     Ada kemungkinan bahwa pengorbanan potensi jasa/manfaat ekonomi masa mendatang akan dilakuka atau akan terjadi

      b.     Jumlah hutang dapat diukur dengan cukup pasti

      Menurut Kam (1990) hutang dapat diakui berdasarkan kondisi berikut ini:

      1.   Didasarkan pada hukum

      Adanya dasar hokum yang menyebabkan terjadinya hutang adalah syarat legal untuk mengakui hutang, meskipun seringkali dapat terjadi karena kewajiban equitable.

      2.   Pemakaian prinsip konservatisme

      Prisip konservatisme mensyaratkan untuk mengantisipasi kerugian dari pada keuntungan. Jadi rugi/hutang akan segera diakui kalau ada kemungkinan akan terjadi. Pencatatan terhadap rugi/hutang semacam ini merupakan praktek yang diterima umum.

      3.   Substansi ekonomi suatu transaksi

      Apabila suatu transaksi ditinjau dari makna ekonominya telah terjadi, maka hutang dapat segera diakui dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

      4.   Kemampuan mengukur nilai hutang

      Kriteria ini berkaitan dengan reabilitas informasi. Apabila pengukuran terhadap hutang sangat subyektif/arbritrer, maka lebih baik tidak dilakukan pengukuran dan hutang tidak dicatat dalam neraca.

      3.   PENGUKURAN HUTANG

      Dasar pengukuran hutang adalah jumlah rupiah sumber ekonomi yang harus dikorbankan apabila pada saat penilaian (pelaporan), hutang dilunasi. Dengan demikian, dasar penilaian yang digunakan adalah nilai sekarang pengeluaran kas/pengorbanan sumber ekonomi masa mendatang untuk melunasi hutang tersebut sampai tanggal jatuh tempo. Besarnya nilai hutang tersebut harus didiskontokan dengan tingkat bunga tertentu dengan rumus sebagai berikut:

      PV = F (1 + r)-1

      PV = Nilai sekarang dari hutang pada tanggal penilaian

      F = Aliran kas masa mendatang pada periode t dari tanggal penilaian

      r = tingkat bunga

      Dasar penilaian tersebut berlaku untuk semua hutang. Weil (1990) menyebutkan bahwa pendiskontoan terhadap elemen laporan keuangan hanya dapat dilakukan bila:

      a.     Elemen tersebut menunjukkan klaim kepada atau kewajiban untuk membayar sejumlah tertentu yang dapat ditaksir dengan cukup pasti

      b.     Perusahaan akan membayar jumlah tersebut dalam periode lebih dari satu tahun setelah tanggal neraca

      c.      1.  Klaim /kewajiban timbul dari transaksi, kecuali transaksi executor contract

      2.  perusahaan telah merevaluasi elemen neraca karena adanya informasi baru.

      4.   PENYELESAIAN HUTANG

      IAI (1994: paragraf 62) salam SAK menyebutkan bahwa penyelesaian kewajiba masa kini biasanya melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan demi untuk memenuhi tuntutan pihak lain. Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan

      ┬╖        Pembayaran kas

      ┬╖        Penyerahan aktiva

      ┬╖        Pemberian jasa

      ┬╖        Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban yang lain atau,

      ┬╖        Konversi kewajiban menjadi ekuitas

      Kewajiban juga dapat dihapus dengan cara lain seperti kreditor membebaskan atau membatalkan haknya.

       

      A.        In-Subsance Defeseance

      In-Subsance Defeseance adalah suatu rencana perjanjian dimana seorang debitur menempatkan sejumlah tertentu harta moneter secukupnya yang bebas resiko pada kuasa badan perwakilan (trust) tertentu untuk digunakan sebagai pembayaran hutang di masa mendatang.

      Gambaran tentang pelunasan hutang dengan cara In-Subsance Defeseance dapat dilihat pada contoh berikut ini. PT. A mempunyai hutang obligasi sebesar Rp. 10.000.000 dengan tingkat bunga 8% per tahun, jangka waktu pelunasannya 10 tahun. Atas hutang tersebut PT. A membeli sertifikat bank Indonesia senilai Rp. 10.000.000 dengan tingkat bunga 8% per tahun, jangka waktu pelunasannya 10 tahun. Pembelian tersebut dilakukan secara tunai dengan total pengeluaran Rp. 7.500.000. sertifikat Bank Indonesia kemudian diserahkan pada badan perwakilan untuk digunakan sebagai pelunasan hutang.

      Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

      Pada saat pembelian:

      Investasi sertifikat Bank Indonesia                  Rp. 10.000.000

            Kas                                                                                                            Rp. 10.000.000

       

      Pada saat penempatan sertifikat Bank Indonesia pada badan perwakilan:

      Hutang Obligasi                                                     Rp. 10.000.000

              Investasi sertifikat Bank IndonesiaRp. 7.500.000

              Untung (extraordinary)                                                                    Rp. 2.500.000

       

      Keuntungan PT. A dalam melakukan transaksi semacam itu adalah:

      1.     Hutang akan berkurang sehingga rasio debt equity menjadi lebih baik

      2.     Laba bersih tahun berjalan akan meningkat

      3.     Untuk tujuan pajak, untung tidak dapat diakui

      4.     Pendapatan bunga dari Sertifikat Bank Indonesia dapat digunakan untuk menutup biaya bunga atas hutang obligasi

       

      B.Kredit Tangguhan (Deferred Credit)

      Dalam laporan keuangan sering kali timbul masalah yang berkaitan dengan perlakuan kredit tangguhan tertentu yang dimasukkan sebagai hutang misalnya uang muka yang dibayar pembeli tetapi produk belum diserahkan kepada pembeli. Kasus demikian menunjukkan adanya kewajiban untuk menyerahkan aktiva atau jasa pada masa mendatang kepada pembeli. Dengan demikian transaksi tersebut jelas dianggap sebagai hutang. Kredit tangguhan yang sering menjadi masalah laba kotor belum direalisir yang timbul dari penjualan angsuran. Apabila prinsip pengakuan pendapatan atas penjualan angsuran diterapkan, laba hanya akan diakui bila terdapat kas yang diterima atas penjualan angsuran tersebut. Laba kotor yang belum direalisir merupakan perbedaan nantara penjualan dan cost barang terjual atas penjualan angsuran.

       

      C.        Hutang Dan Rugi Kontijensi (Contingent loss/Liabilities)

      Dalam FASB Statement No. 5 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kontijensi adalah suatu kondisi atau situasi yang menimbulkan ketidakpastian akan timbulnya kemungkinan hutang atau rugi suatu perusahaan, dimana timbulnya kemungkinan tersebut tergantung pada terjadi atau tidaknya suatu hutang terutama menyangkut kewajiban sekarang atau masa mendatang.

       

      5.   KONSEP EKUITAS

      A.   Teori Ekuitas

      Teori ekuitas adlah teori yang menjelaskan sudut pandang yang digunakan dalam akuntansi berkaitan dengan penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Dengan kata lain, penyusunan dan penyajian laporan keuangan sangat tergantung pada sudut pandangyang digunakan yaitu siapa yang dianggap paling berkepentingan terhadap laporan keuangan.


      Teori Proprietary

      Teori ini muncul sebagai perwujudan dari sistem pembukuan berpasangan. Teori ini memusatkan perhatiannya kepada pemilik. Jadi dalam akuntansi, tujuan perusahaan, jenis modal, makna rekening dan lain-lain semuanya dilihat dari sudut pandang pemilik. Dengan demikian tujuan perusahaan adalah meningkatkan kemakmuran pemilik. Persamaan akuntansi yang digunakan adalah

      Aktiva ΓÇô hutang = modal

      Aktiva merupakan kekayaan pemili, sementara hutang merupakan kewajiban pemilik. Kepemilikan ini dianggap sebagai nilai bersih dari perusahaan untuk pemilik. Ketika usaha baru dimulai, nilai ini sama dengan investasi pemilik. Selama berjalanmya usaha maka nilai perusahaan sama denganinvestasi awal ditambahakumulasi laba bersih setelah dikurangi prive untuk pemilik. Jadi teori proprietary menganut wealth concept.

      Teori proprietary sangat cocok diterapkan untuk organisasi perusahaan perseorangan dan firma oleh karna dalam bentuk organisasi ini ada hubungan personal antara manajemen perusahaan dengan pemilik perusahaan. Hal ini disebabkan laba bersih atau net inocme ditambah setiap periode ke rekening modal pemilik walaupun perhitungan laba bersih tidak mengukur kenaikan bersih kekayaan.

      Makna laba (Income)

      Berdasarkan sudut pemilik, pendapatan diartikan kenaikan modal pemilik, sementara biaya diartikan Sebagai penurunan modal pemilik. Dengan demikian laba merupakan kenaikan kekayaan atau kemakmuran pemilik selama satu periode yang menjadi hak bagi pemilik

      1.   Teori Entitas ( Kesatuan Usaha)

      Teori entitas muncul untuk mengatasi kelemahan yang melekat pada teori proprietary. Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan kegiatan usaha menyebabkan perusahaan menjadi unit usaha yang berdiri sendiri terpisah dari identitas pemilik. Hal ini berarti terdapat pemisah antara kepentingan pribadi pemilik dengan kepentingan perusahaan. Perusahaan dianggap Bertindak atas nama dan kepentingannya sendiri terpisah dari pemilik. Teori entitas didasarkan atas persamaan akuntansi:

      Aktiva = Hutang = Modal

      Atau

      Aktiva = Modal ( Hutang = Modal Pemilik)

       Jadi hutang adalah kewajiban khusus perusahaan, dan aktiva menunjukkan hak perusahaan menerima barang dan jasa khusus atau manfaat lainnya

      Ada 2 versi teori entitas , yaitu

      a.   Versi Tradisional

      Menurut pandangan tradisional perusahaan beroperasi untuk pemegang ekuitas (equity holders) yaitu pihak yang memberi dana bagi perusahaan. Dengan demikian perusahaan harus melaporkan status investasi dan konsekuensiinvestasi yang dilakukan pemilik

      b.   Versi Baru

      Pandangan ini menyatakan bahwa perusahaan beroperasi atas namanya sendiri dan berkentingan terhadap kelangsungan hidupnya sendiri.

      Meskipun kedua pandangan diatas memusatkan perhatiannya pada kesehatan usaha ( entitas yang independen), namun pandangan tradisional melihat pemegang ekuitas sebagai partner dalam kegiatan usaha yang dijalankan. Sedangkan pandangan baru melihat pemegang ekuitas sebagai pihak luar perusahaan. Olek karena pemilik dan kreditor merupakan pemegang ekuitas yang memberi dana, maka persamaan akuntansinya adalah:

      Aktiva = Ekuitas

      Atas dasar teori entitas, neraca yang disajikan mengandung makna sebagai berikut:

      ┬º  Aktiva perusahaan menyajikan informasi langsung mengenai nilai unit usaha

      ┬º  Ekuitas menunjukkan laporan tidak langsung terhadap jumlah nilai yang sama

      ┬º  Aktiva adalah milik perusahaan

      ┬º  Hutang merupakan kewajiban perusahaan bukan kewajiban pemilik

      ┬º  Aktiva non monoter lebih relevan bila diukur dengan cost histories karena nilai total aktiva sama dengan umlah pasivanya.

      Makna laba

      Dalam pendekatan entitas ini, laporan rugi laba relevan dibandingkan neraca, alasannya:

      ├ÿPemegang ekuitas lebih tertarik pada alba yang merupakan hasilm dari investasi mereka

      ├ÿPerusahaan didirikan dengan maksud mencari laba

      ├ÿLaba merupakan perubahan dalam aktiva bersih perusahaan

      ├ÿPendapatan adalah aliran masuk aktiva karena transaksi yang dilakukan perusahaan

      ├ÿBiaya adalah cost aktiva atau jasa yang digunakan perusahaan dalam rangka menghasilkan pendapatan

      Laba ditahan

      Menurut pandangan tradisional:

      ┬╖  Bunga pinjaman adlah distribusi laba ditahan atas pemakaian pinjaman modal bukan biaya bagi kreditor

      ┬╖  Deviden merupakan distribusi laba ditahan bagi pemilik saham

      ┬╖  Pajak penghasilan merupakan distribusi laba ditahan

      Menurut pandangan baru

      Kreditor dan pemegang saham dianggap sebagai pihak luar. Bunga pinjaman, deviden dan pajak penghasilan dianggap sebagai biaya perusahaankarena menurunkan jum;lah ekuitas unit usaha tersebut

      2.   Teori Ekuitas Residual

      Seorang teoritisi akuntansi William Paton (1962) menyatakan bahwa ekuitas residual merupakan salah satu  jenis ekuitas dalam kerangka teori entitas. Dalam pandangan teori entitas, pemegang saham memiliki ekuitas di perusahaan seperti pemegang ekuitas lainnyan, tetapi pemegang saham tidak dianggap sebagai pemilik.

      Jadi, teori ekuitas residual merupakan pandangan antara teori proprietary dan teori entitas. Dalam pandangan ini persamaan akuntansinya menjadi:

      Aktiva ΓÇô Ekuitas khusus = Ekuitas Residual

      Ekuitas khusus meliputi klaim kreditur dan ekuitas pemegang saham preferen. Namun demikian pada kasus khusus dimana kerugian begitu besar sehingga perusahaan mengalami kebangkrutan, ekuitas pemegang saham biasa dapat hilang dan pemegang saham preferen atau pemegang obligasi menjadi pemegang ekuitas residual. Tujuan pendekatan ekuitas residual adalah memberikan informasi yang lebih baik kepada pemegang saham biasa dalam rangka pengambilan keputusan investasi. Pemegang saham biasa pada umumnya dianggap memiliki ekuitas residual di dalam laba perusahaan dan di dalam aktiva bersih pada saat likuidasi. Oleh karena laporan keuangan umumnya disusun tidak dalam rangka likuidasi, maka informasi yang disajikan dalam kaitannya dengan    ekuitas residual harys berguna untuk memprediksi dividen masa datang bagi pemegang saham biasa

      3.   Teori Enterprise

      Teori enterprise suatu perusahaan merupakan konsep yang lebih luas dibandingkan teori entitas. Di dalam teori entitas perusahaan dipandang sebagai unit ekonomi terpisah yang dioperasikan dalam rangkamemberikan manfaat bagi pemegang saham. Sedankan dalam teori enterprise perusahaan dipandang sebagai lembaga dosial yang dioperasikan dalam rangka memberikan manfaat bagi banyak pihak yang berkepentingan. Dalam arti luas pihak-pihak yang berkepentingan meliputi pemegang saham, kreditur, pegawai, konsumen, pemerintah dan masyarakat secara umum. Jadi bentuk luas dari teori enterprise dapat dipandang sebagai teori akuntansi sosial

      4.   Teori Dana

      Teori dana mengabaikan asumsi hubungan personal dalam teori proprietary dan asumsi personifikasi perusahan sebagai unit ekonomi dan legal secara artifisal dalam teori entitas. Menurut teori dana, unit aktivitas  operasi merupakan dasar akuntansi. Unit aktivitas operasi ini disebut dana yang meliputi sekelompokaktiva dan restriksi atau batasan-batasan yang menggambarkan fungsi atau aktivitas ekonomi. Teori dana berdasarkan pada persamaan akuntansi sebagai berikut

      Aktiva = Restriksi Aktiva

      Aktiva menggambarkan jasa prospektif kepada dana atau unit operasi. Hutang merupakan retriksi aktiva khusus atau umum dari dana. Modal yang diinvestasikan mencerminkan retriksi legal atau financial untuk menggunakan aktiva. Konsep teori dana ini banyak digunakan di sektor pemerintah dan lembaga nir laba.

      Posisi FASB

      Financial Accounting Standard Board (FASB) sangat jelas mengadopsi teori ekuitas residual ketika berhubungan dengan ekuitas pemilik yang menyatakanΓÇ£ hak residual pada aktiva suatu entitas yang tersisa setelah di kurangi hutangΓÇ¥. Pandangan ini sejalan dengan tujuan akuntansi yang  dinyatakan oleh FASB yaitu menyediakan informasi khususnya kepada investor atau lebih khusus kepada peemegang saham biasa.

       

      6.     LAPORAN NILAI TAMBAH (VALUE ADDED) SEBAGAI PELENGKAP LAPOREAN KEUANGAN

      A.        Konsep Nilai Tambah

      Konsep nilai tambah secara umum dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara pebghasilan kotor yang diterima oleh suatu perusahaan dari hasil penjualan produk dan jasa dengan jumlah uang yang dibayarkan untuk membeli bahan baku dan jasa alin yang disediakan oleh pemasok dari luar perusahaan. Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa nilai tambah pada dasarnya adalah hasil penjualan dikurangi dengan biaya bahan baku dan jasa pihak luar yang digunakan dalam rangka menciptakan penghasilan tersebut. Sebagian dari hasil penjualan dipakai untuk membayar bahan baku dan jasa yang dibeli dari masyarakat di luar perusahaan. Sisanya adalah kekayaan atau nilai tambah perusahan atau nilai tambah perusahaan yang diciptakan oleh pegawai yang ada di dalam perusahaan yang  bekerja dengan sejumlah modal yang berasal dari pemegang saham, kreditur dan pemakaian fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah

      B.MetodePenentuan Nilai Tambah

      Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung nilai tambah suatu perusahaan, yaitu:

      1.     Metode Subtractive, yaitu nilai tambah perusahaan dapat dihitung dari besarnya nilai penjualan atau output kotor perusahaan yaitu dengan cara hasil penjualan (HP) dikurangi dengan beban input (BI) yang terdiri dari bahan baku atau jasa yang dibeli dari luar perusahaan yang dipakai untuk menghasilkan penjualan tersebut atau secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:

                  NT = HP- BI

      2.     Metode additive merupakan nilai tambah perusahaan dapat dihitung dari laporan laba opeasi, yaitu dengan cara menjumlahkan jumlah input produksi yang berasal dari modal dan tenaga kerja dalam rangka menghasilkan penjualan. Dalam istilah akuntansi adalah jumlah laba operasi (sebelum pajak, bunga dan pos-pos luar biasa tetapi setelah menghilangkan unsur beban operasi dan laba yang berasal dari kegiatan non produksi) ditambah dengan biaya gaji dan upah pegawai atau secara matematis dirumuskan sebagai berikut:

      NT = BG + (LO ΓÇô NP)

      NT : Nilai Tambah

      BG : Beban Gaji dan Upah

      LO : Laba Operasi

      NP : Beban Operasi dan Laba yang Berasal dari Kegiatan Non Produksi

       

      C.        Penyusunan Laporan Nilai Tambah

      Laporan keuangan nilai tambah dapat disusun dengan mudah hanya dengan mengubah laporan Laba Rugi. Besarnya laba yang ditahan perusahaan dapat dihitung dengan cara mengurangkan berbagai macam beban, pajak dan deviden dari hasil penjualan atau secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:

      LD = HP – BI – Dep – BG – I – Div – T…….(1)

      LD : Laba Ditahan

      HP : Hasil Penjualan

      BI : Total Beban Input Bahan Baku dan Jasa Lain

      BG : Beban Gaji dan Upah Pegawai

      Dep : Beban Depresiasi

      I : Beban Bunga

      Div : Deviden yang Dibayar

      T : Pajak Penghasilan

      Dengan mengubah persamaan (1) yaitu memindahkan elemen hasil penjualan, beban input dan beban depresiasi ke sebelah kiri persamaan serta memindahkan elemen beban gaji, beban bunga, deviden, pajak dan laba ditahan ke sebelah kanan persamaan, maka dapat dihitung besarnya nilai tambah bersih:

      HP – BI – Dep = BG + I + Div + T + LD ……………(2)

      Jika nilai depresiasi dalam persamaan (2) dipindahkan ke sebelah kanan persamaan maka akan didapat besarnya nilai tambah kotor:

      HP ΓÇô BI = BG + I + Div + T + LD + Dep

      Contoh:

      Perusahaan A. Menjual bahan baku kepada perusahaan B. Secara keseluruhan penjualan ini tidak akan menaikkan nilai tambah, karena pertambahan nilai pada A akan diimbangi dengan pengurangan nilai tambah pada B (sebagai biaya bahan pada B). Apabila barang yang diperjual belikan itu aktiva tetap, maka seandainya B melaporkan atas dasar nilai tambah kotor, pembelian aktiva tetap oleh B tidak akan mengurangi nilai tambah, sedangkan nilai tambah A akan naik sebesar penjualan aktiva tetap tersebut.

      Contoh tabel nilai tambah kotor:

      Hasil penjualan                                                             Rp. 100.000

      Beban input Bahan Baku                                       Rp.    30.000

      Nilai tambah kotor                                                      Rp.    70.000

       

      Didistribusikan Kepada:

      Gaji dan Upah                                                              Rp.   30.000

      Bunga dan Deviden                                                   Rp.    15.000

      Pajak Penghasilan                                                        Rp.     10.000

      Untuk mempertahankan dan memperluas aktiva:

      Depresiasi           Rp.  10.000

      Laba Ditahan    Rp.     5.000                                   Rp.     15.000

      Nilai tambah kotor                                                      Rp.      70.000

      Contoh tabel nilai tambah bersih:

      Hasil penjualan                                                             Rp. 100.000

      Dikurangi:

      Beban input Bahan Baku            Rp.    30.000

      Depresiasi                         Rp.     10.000                  Rp.    40.000

      Nilai tambah bersih                                                     Rp.    60.000

       

      Didistribusikan Kepada:

      Gaji dan Upah                                                              Rp.   30.000

      Bunga dan Deviden                                                   Rp.    15.000

      Pajak Penghasilan                                                        Rp.     10.000

      Laba Ditahan                                                               Rp.       5.000

      Nilai tambah bersih                                                     Rp.      60.000

       

      D.        Manfaat Laporan Nilai Tambah

       

      ┬╖        Pengungkapan

      Laporan nilai tambah merupakan usaha memberikan informasi yang lengkap dan relevan tentang kegiatan perusahaan dengan memasukkan informasi beberapa kelompok orang yang berkepentingan terhadap perusahaan, seperti pemilik, kreditur, pegawai dan pemerintah.

      Bagi pemakai laporan keuangan yang sudah ahli hal ini dapat dibenarkan karena mereka dengan mudah dapat mencari informasi yang sama dari laporan tahunan perusahaan. Namun demikian, perlu diingat bahwa tujuan utama laporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna bagai berbagai macam pemakai laporan keuangan yang memiliki kebutuhan dan kemampuan menganalisa yang berbeda.

       

      ┬╖        Sederhana dan Fleksibel

      Laporan nilai tambah sangat mudah disusun hanya dengan memodifikasi laporan laba rugi. Desamping itu, bentuk dan isi laporan nilai tambah lebih mudah dipahami dibandingkan laporan laba rugi, khususnya bagi para pegawai, pemilik modal dan pemerintah, karena laporan tersebut mengelompokkan pihak-pihak yang ikut menyumbang tercipiptanya nilai tambah perusahaan.

      ┬╖        Hubungan Industrial

      Laporan nilai tambah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan laporan laba rugi.

      1.  laporan nilai tambah menggambaran peranan pegawai di dalam perusahaan oleh karena dipandang sebagai pihak yang ikut menyumbangkan terciptanya kekayaan perusahaan. Sedang  dalam laporan laba rugi diperlakukan sebagai beban.

      2.          dengan memberikan insentif kepada para pegawai atas dasar basarnya sumbangan mereka terhadap nilai tambah perusahaan, maka dengan sendirinya akan menaikkan motivasi pegawai di dalam proses penciptaan kekayaan perusahaan.

      3.   laporan nilai tambah dapat digunakan sebagai referensi guna penyelesaian kasus-kasus pemburuhan.

      ┬╖        Kebijakan Ekonomi

      Laporan nilai tambah berperan dalam memperbaiki kegiatan analisa ekonomi, oleh karena konsep nilai tambah konsisten dengan analisa input-output yang sering dipakai para ekonom untuk menghitung pendapatan nasional. Apabila setiap perusahaan secara konsisten menyajikan laporan nilai tambah, maka pemerintah akan mampu mengumpulkan data ekonomi secara akurat dan tepat waktu yang pada gilirannya akan memberikan data yang akurat bagi keperluan peramalan dan penyusunan kebijakan ekonomi pemerintah.

      ┬╖        Analisis Komparasi

      Laporan nilai tambah memberikan tambahan kriteria yang dapat dipakai sebagai dasar untuk meniali dan membandingkan prestasi suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan mengetahui besarnya rasio antara nilai tambah dan gaji pegawai akan dapat diprediksi sehat tidaknya suatu perusahaan. Disamping itu laporan nilai tambah dapat pula dipakai sebagai alat untuk mengukur besar dan pentingnya suatu perusahaan. Besarnya perusahaan biasanya tercermin dari besarnya nilai penjualannya, tetapi perlu diingan bahwa angka nilai penjualan dapat menyesatkan jika besarnya turnover perusahaan hanyalah pencerminan dari biaya pembelian produk dari perusahaan lain yang di jual kembali kepada konsumen.

      E.        Kelemahan Laporan Nilai Tambah

      Bagi para pemakai yang tidak memahami konsep laporan keuangan, laporan nilai tambah dapat membingungkan mereka sebab nilai tambah suatu perusahaan baik sebaliknya laba perusahaan turun.

      Misalnya penjualan suatu perusahaan R. 100.000, sedang biaya inputnya Rp. 0 dan biaya gaji pegawai Rp. 110.000. laporan nilai tambah perusahaan menunjukkan Rp.100.000 (Rp. 100.000 ΓÇô Rp. 0 dan menderita kerugian bersih sebesar Rp. 100.000 (Rp.100.000 ΓÇô Rp. 110.000). apa yang terjadi pada perusahaan ini sebenarnya adalah kekayaan yang diciptakan oleh perusahaan Rp. 100.000 sedangkan kekayaan yang didistribusikan kepada pegawai sebesar Rp. 110.000 melebihi besarnya kekayaan yang diciptakan. Jadi ada transfer kekayaan dari pemegang saham ke pegawai perusahaan.


    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...
      Untuk Materi Konsep Hutang dan Ekuitas
    • Tugas Resume Konsep Hutang dan EKuitas Penugasan

      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........

      Tersedia sampai 21 Desember 2020, 17:00

    • PENGERTIAN PENDAPATAN

      Menurut PSAK No. 23 paragraf 6, pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
      Menurut SFAC No.6, pendapatan adalah arus masuk atau penambahan lainnya pada aktiva suatu satuan usaha atau penyelesaian kewajiban-kewajibanya (atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha yang berkesinambungan.
      Menurut FASB yang dikutip oleh harahap (1999:58) definisi pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entity atau penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungan dari penyerahan/ produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan.
      Melihat definisi tersebut, maka pendapatan akan diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi pada masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini berarti bahwa pengakuan pendapatan terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan aktiva atau penurunan kewajiban (misalnya kenaikan bersih aktiva yang timbul dari penjualan barang atau jasa atau penurunan kewajiban yang timbul dari pembebasan pinjaman).
      Menurut SFAC No 6, Gains adalah peningkatan dalam ekuitas (aset bersih) dari transaksi sampingan atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi dan kejadian lain yang mempengaruhi entitas selain yang diakibatkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
      Terdapat dua kata yang sering disebut dalam definisi yaitu ekuitas dan entitas. Ekuitas adalah modal yang diinvestasikan dalam suatu usaha (ekuitas dalam akuntansi merupakan penambahan dari profit selama tahun berjalan dengan modal mula-mula). Dalil entitas menganggap bahwa setiap perusahaan adalah suatu unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan dari perusahaan-perusahaan lainnya.

      KARAKTERISTIK PENDAPATAN
      ┬╖       Aliran masuk atau aliran aset adalah jumlah aset baru yang diterima dari konsumen, aliran dana dari konsumen, kenaikan laba ekonomi, laba penjualan aset.
      ┬╖    Kegiatan yang mempresentasi operasi utama atau sentral yang terus menerus adalah pendapatan dari kegiatan normal perusahaan biasanya diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan.
      ┬╖    Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban dimana suatu entitas mengalami kenaikan aset sebelumnya, misalnya menerima pembayaran di muka dari pelanggan, pengiriman barang, atau pelaksanaan jasa akan mengurangi kewajiban yang menimbulkan pendapatan. Jadi kenaikan aset, pendapatan dapat diartikan sebagai penurunan kewajiban.
      ┬╖    Suatu entitas maksudnya adalah pendapatan didefinisi sebagai kenaikan aset bukannya kenaikan ekuitas bersih meskipun kenaikan aset tersebut akhirnya berpengaruh terhadap kenaikan ekuitas bersih.
      ┬╖       Produk perusahaan maksudnya dimana aliran aset dari pelanggan berfungsi hanya sebagai pengukur, tetapi bukan pendapatan itu sendiri. Produk fisik yang dihasilkan oleh kegiatan usaha itulah yang merupakan pendapatan. Produk merupakan pencapaian dari tiap kegiatan produktif. Pendapatan merupakan aliran masuk aset (unit moneter) dan hal tersebut berkaitan dengan aliran fisis berupa penyerahan produk (ouput) perusahaan.
      ┬╖        Pertukaran produk, harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat ke dalam system pembukuan. Satuan moneter yang paling objektif adalah jika jumlah rupiah tersebut merupakan hasil transaksi atau pertukaran antara pihak independen.
      ┬╖   Menyandang beberapa nama atau mengambil beberapa produk, dimana pendapatan merupakan konsep yang bersifat generik dan mencakupi semua pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun.

      SUMBER-SUMBER PENDAPATAN
      Soemarso SR mengatakan pendapatan dalam perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai pendapatan opeerasi dan non operasi. Pendapatan operasi adalah pendapatan yang diperoleh dari aktivitas uama perusahaan. Sedangkan, pendapatan non opearsi adalah pendapatan yang diperoleh bukan dari kegiatan utama perusahaan.
      Jumlah nilai nominal aktiva dapat bertambah melalui berbagai transaksi tetapi tidak semua transaksi mencerminkan timbulnya pendapatan. Dalam penentuan laba adalah membedakan kenaikan aktiva yang menunjukkan dan mengukur pendapatan kenaikan jumlah nilai nominal aktiva dapat terjadi dari:
      a.    Transaksi modal atau endapatan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleh pemegang saham.
      b.   Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa ΓÇ£barang daganganΓÇ¥ seperti aktiva tetap, surat-surat berharga, atau penjualan anak atau cabang perusahaan.
      c.     Hadiah, sumbangan, atau penemuan.
      d.    Revaluasi aktiva.
      e.    Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran penjualan produk.
      Dari kelima sumber tambahan aktiva diatas hanya butir kelima yang harus diakui sebagai sumber pendapatan walaupun laba atau rugi mungkin timbul dalam hubungannya dengan penjualan aktiva selain produk sebagaimana yang disebutkan dalam butir kedua.

      KONSEP PENDAPATAN
      Ada dua konsep yang sangat erat hubungannya dengan masalah proses pendapatan yaitu konsep proses pembentukan pendapatan (Earning Process) dan proses realisasi pendapatan (Realization Process).
      1.        Proses pembentukan pendapatan (Earnings Process)
      Proses pembentukkan pendapatan adalah suatu konsep tentang terjadinya pendapatan. Konsep ini berdasrkan pada asumsi bahwa semua kegiatan opoerasi yang diperlukan dalam rangka mencapai hasil, yang meliputi semua tahap kegiatan produksi, pemasaran, maupun pengumpulan piutang, memberikan kontribusi terhadap hasil akhir pendapatan berdasarkan perbandingan biaya yang terjadi sebelum perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi.
      2.       Proses realisasi pendapatan (realization process)
      Proses realisasi pendapatan adalah proses pendapatan yang terhimpun atau terbentuk sesudah produk selesai dikerjakan dan terjual atas dkontrak penjualan. Jadi, pendapatan dimulai dengan tahap terakhir kegiatan produksi, yaitu pada saat barang atau jasa dikirimkan atau diserahkan kepada pelanggan. Jika, kontrak penjualan mendahului produksi barang atau jasa maka pendapatan belum dapat dikatakan terjadi, karena belum terjadi proses penghimpunan pendapatan.

      PENILAIAN PENDAPATAN
      Standar Akuntansi memberikan pedoman dasar penilaian yang dapat digunakan untuk menentukan berapa rupiah yan diperhitungkan dan dicatat pertama kali dalam suatu transaksi atau berapa jumlah rupiah yang harus diletakkan pada suatu akun dalam laporan keuangan.
      Ada empat dasar dalam penilaian pendapatan antara lain sebagai berikut:
      1. Biaya Historis (historical cost) : Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar ssebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan.
      2. Biaya Kini (current cost): aktiva dinilai dalam wujud kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara yang diperoleh sekarang.
      3. Nilai realisasi atau penyelesaian (realization/settlement value) : Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang sama atau setara aktiva yang sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal (orderly disposal).
      4. Nilai sekarang (present value) : Aktiva dinyatakan sebesar kas masuk bersih dimasa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal.

      PENGUKURAN PENDAPATAN
      Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam statement keuangan.Secara konseptual pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitas keterukuran (measurability) dan keterandalan (reliability).
      Ikatan Akuntan Indonesia (2002:23) memberikan ketentuan mengenai pengukuran pendapatan yang dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan yang isinya sebagai berikut:
      ΓÇ£Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang dapat diterima, jumlah pendapatan yang imbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antra perusahaan pembeli atau pemakai perusahaan tersebut. Jumlah tersebut, dapat diukur denga nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaanΓÇ¥.

      PENGAKUAN PENDAPATAN
      Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 menjelaslan kapan suatu pendapatan diakui adalah sebagai berikut:
      1.     Pendapatan dari transaksi penjualan produk diakui pasa saat tanggal penjualan, biasanya merupakan tanggal penyerahan produk kepada pelanggan.
      2.    Pendapatan atas jasa yang diberikan oleh perusahaan jasa diakui pada saat jasa tersebut telah dilakukan dapat dibuat fakturnya.
      3.      Imbalan yang diperoleh atas penggunaan aktiva sumber-sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain, seperti pendapata bunga, dan royalty diakui sejalan dengan berlakunya waktu atau pada saat digunakan aktiva yan bersangkutan.
      4.    Pendapatan dari penjualan aktiva diluar barang dagangan seperti penjualan aktiva tetap atau surat berharga diakui pada saat tangal penjualan.
      Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas. Bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima. Berkaitan dengan masalah pendapatan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang prinsip pengakuan pendapatan yang menyatakan bahwa pendapatan harus diakui dalam laporan keuangan ketika:
      1.        Pendapatan dihasilkan, dan
      2.       Pendapatan direalisasi atau dapat direalisasi.
      Pengakuan pendapatan mendapat kendala yaitu proses penentuan kapan pendapatan dapat diakui dan dilaporkan untuk suatu periode tertentu dan berapa jumlahnya, proses penetuan waktu dan besarnya pendapatan yang diakui ini berkaitan dengan konsep realisasi pendapatan (Revenue Realization).
      Eldon S HEndriksen mengutp pernyataan American Accounting Association Committee on Concept and Standard External Reporting mengenai realisasi ini yaitu: ΓÇ£Realisasi bukan suatu determinan dalam konsep laba, realisasi hanya berfungsi sebagai pedoman memutuskan kapan kejadian yang jika dipecahkan sebagai termasuk dalam laba objektif yaitu apabila ketidakpastian telah sampai tingkat yang dapat diterimaΓÇ¥. Secara teoritik titik waktu dari pengakuan pendapatan dapat dilakukan pada berbagai saat, yaitu:
      1.        Pengakuan pendapatan diakui pada saat proses produksi.
      2.       Pengakuan pendapatan diakui pada saat selesainya produksi.
      3.       Pengakuan pendapatan diakui pada saat penjualan.
      4.      Pengakuan pendapatan diakui pada saat penerimaan kas

      REALISASI PENDAPATAN
      Pendapatan baru dapat dikatakan terjadi atau terbentuk pada saat terjadi kesepakatan atau kontrak dengan pihak independen (pembeli) untuk membayar produk baik produk telah selesai dan diserahkan atau maupun belum dibuat sama sekali. Pendapatan terbentuk pada saat produk selesai dikerjakan dan terjual langsung atau pada saat terjual atas dasar kontrak penjualan.

      PENGUNGKAPAN PENDAPATAN

      Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 mengenai pengungkapan pendapatan, perusahaan harus mengungkapkan sebagai berikut:
      1.  Kebijakan akuntansi yang dianut untuk pengakuan pendapatan termasuk metode yang dianut untuk menentkan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa.
      2.  Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan diakui selama periode tersebut termasuk pendapatan dari:
      a.       Penjualan barang.
      b.      Penjualan jasa.
      c.       Bunga.
      d.      Dividen, dan
      e.      Royalty.
      ├ÿ  Kriteria Pengakuan Pendapatan
      Pengakuan pendapatan yang diajukan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB) ada dua kriteria yaitu sebagai berikut:
      1.    Pendapatan baru diakui jika jumlah pendapatan terealisasi atau cukup pasti akan segera terealisasi.
      2.       Pendapatan baru dapat diakui jika pendapatan tersebut sudah terbentuk atau terhimpun.
      ├ÿ  Metode Pencatatan Pendapatan
      Metode dalam pencatatan pendapatan terdiri dari dua metode, yaitu sebagai berikut: metode berbasis kas (cash basis method) dan metode aberbasis akrual (accrual basis method).
      1.        Metode cash basis
      Suatu system dimana pendapatan belum diakui sebelum pendapatan tersebut belum diterima. Metode ini banyak digunakan pada perusahaan kecil dan orang-orang yang menjual jasa, pada umumnya adalah orang-orang yang memiliki keahlian tertentu.
      2.       Metode accrual basis
      Metode pencatatan pendapatan, dimana pendapatan itu dicatat pada saat sudah terjadi hak tanpa memperhatikan pendapatan tersebut diterima. Keuntungan metode ini adalah karena metode ini sangat teliti dalam pengukuran keuntungan (dalam laporan laba rugi) dan neraca selisih.
      ├ÿ  Metode pengakuan pendapatan untuk penjualan jasa
      Ada empat metode pengakuan pendapatan untuk perusahaan yang kegiatannya sebagian besar dalam penjualan jasa dibandingkan produksi yaitu sebagai berikut:
      1.       Metode kinerja khusus
      Metode ini digunakan untuk penapatan jasa yang dihasilkan dengan melakukan aksi tunggal.
      Sebagai contoh: seorang dokter gigi menghasilkan pendapatan atas penyelesaian penambalan gigi.
      2.       Metode Kinerja Profesional
      Metode ini digunakan untuk mengakui pendapatan jasa yang dihasilkan oleh lebih dari satu aksi tunggal dan hanya ketika jasa melebihi satu periiode akuntansi.
      3.       Metode Kinerja Selesai
      Metode ini digunakan untuk mengakui pendapatan jasa yang dihasilkan dengan melakukan serangkaian tindakan dimana yang terakhir sangat penting dalam hubungannya dengan total transaksi jasa dimana pendapatan jasa dianggap telah dihasilkan hanya setelah tindakan terakhir terjadi. Metode ini serupa dengan metode kontrak selesai, yang digunakan untuk kontrak jangka panjang.
      4.       Metode Penagihan
      Metode ini digunakan untuk pendapatamn jasa ketika ketdakpastian penagihan sangat tinggi atau estimasi beban yang terkait dengan pendapatan tidak dapat dipercaya sehingga persyaratan reliabilitas tidak dipenuhi. Pendapatan diakui hanya ketika kas diperoleh. Metode ini serupa dengan metode pemulihan biya yang digunakan untuk penjualan produk.

    • Tugas Resume Penugasan

      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........

      Tersedia sampai 28 Desember 2020, 11:00
    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...
      Untuk Materi Konsep Pendapatan


    • KONSEP BIAYA
      A.      Landasan Teoritis
      Pengertian  Biaya
      Konsep biaya merupakan konsep yang terpenting dalam akuntansi biaya dan akuntansi manajemen. Adapun tujuan memperoleh informasi biaya digunakan untuk proses perencanaan, pengendalian dan pembuatan keputusan.
      Menurut Hansen dan Mowen (2004:40), biaya didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi.
      Sedangkan menurut Supriyono (2000:185), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang atau jasa.
      Pengertian biaya menurut Harnanto dan Zulkifli (2003:14) adalah sesuatu yang berkonotasi sebagai pengurang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir yaitu mendatangkan laba.
      Jadi menurut beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan kas atau nilai ekuivalen kas yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan guna untuk memberikan suatu manfaat yaitu peningkatan laba dimasa mendatang.
      B.      Klasifikasi Biaya
      Klasifikasi biaya diperlukan untuk menentukan metode yang tepat untuk menghimpun dan mengalokasi biaya.
      Penggolongan biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Sulistianingsih dan Zulkifli (1999:83-86) dan Harnanto dan Zulkifli (2003:14) penggolongan biaya dapat didasarkan pada hubungan antara biaya dengan:
      1).  Obyek Pengeluaran, dimana prinsip dari penggolongan biaya ini berkaitan dengan pengeluaran. Misalnya: biaya untuk membayar gaji karyawan tersebut disebut biaya gaji.
      2).  Fungsi Pokok Perusahaan, dalam perusahaan manufaktur biaya diklasifikasikan menjadi:
      a.   Biaya produksi (Manufacturing) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi, terdiri dari biaya bahan baku (Raw Material Cost) yakni bahan yang merupakan bagian integral dari produk jadi, biaya tenaga kerja langsung atau upahlangsung (Direct Labour Cost) yakni upah untuk tenaga kerja langsung untuk keperluan komponen dari produk jadi, dan biaya overhead pabrik (BOP) atau biaya umum pabrik (Factory Overhead Cost) yakni segala bahan dan upah tidak lanngsung, serta biaya produksi yang tidak secara langsung dapat dibebankan pada satuan, pekerjaan atau produk tertentu.
      b.  Biaya pemasaran (Marketing), yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk atau jasa biasanya dalam rangka mendapatkan dan memenuhi pesanan.
      c.   Biaya administrasi dan umum (Administration), yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengarahkan, mengendalikan dan untuk mengoperasikan perusahaan/menetapkan kebijakan.
      d.  Keuangan (Fiancial) yakni biaya yang berkaitan dengan upaya mencari dana.

      3)    Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai, diklasifikasikan menjadi:
      a.   Biaya langsung, adalah biaya yang terjadi karena ada sesuatu yang dibiayai.
      b.  Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadi tidak tergantung kepada ada atau tidak adanya sesuatu yang dibiayai.

      4)    Hubungan Biaya dengan Volume Kegiatan, diklasifikasikan menjadi:
      a.   Biaya tetap ( Fixed Cost) adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan.
      b.  Biaya variabel (Variable Cost) adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap.
      c.   Biaya semi variabel (Semi Variable) adalah biaya yang sebagian tetap dan sebagian lagi berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

      5)    Atas Dasar Waktu, dibagi menjadi:
      a.   Biaya periode sekarang atau pengeluaran penghasilan (revenue expenditure), adalah biaya yang telah dikeluarkan dan menjadi beban pada periode sekarang untuk mendapatkan penghasilan periode sekarang.
      b.  Biaya periode yang akan datang atau pengeluaran modal (capital expenditure), adalah biaya yang telah dikeluarkan dan manfaatnya dinikmati selama lebih dari satu periode akuntansi.

      6)  Hubungannya dengan Perencanaan, Pengendalian, dan Pembuatan Keputusan, biaya ini dikelompokkan ke dalam golongan, yaitu:
      a.   Biaya standar dan biaya dianggarkan.
      (1)    Biaya standar (Standard Cost),  merupakan biaya yang ditentukan di muka (predetermine cost) yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk
      (2)    Biaya yang dianggarkan (Budget Cost), merupakan perkiraan total pada tingkat produksi yang direncanakan.
      b.  Biaya terkendali dan biaya tidak terkendali
      (1).   Biaya terkendali (controllable cost), merupakan biaya yang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer tertentu.
      (2).   Biaya tidak terkendali (uncontrollable cost), merupakan biaya yang tidak secara langsung dikelola oleh otoritas manajer tertentu.
      c.   Biaya tetap commited dan discretionary
      (1)     Biaya tetap commited, merupakan biaya tetap yang timbul dan jumlah maupun pengeluarannya dipengaruhi oleh pihak ketiga dan tidak bisa dikendalikan oleh manajemen.
      (2)     Biaya tetap discretionary, merupakan biaya tetap yang jumlahnya dipengaruhi oleh keputusan manajemen.
      d.  Biaya variabel teknis dan biaya kebijakan
      (1).   Biaya variabel teknis (engineered variabel cost), adalah biaya variabel yang sudah diprogramkan atau distandarkan seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
      (2).   Biaya variabel kebijakan (discretionary variabel cost), adalah biaya variabel yang tingkat variabilitasnya dipengaruhi kebijakan manajemen.
      e.   Biaya relevan dan biaya tidak relevan
      (1)    Biaya relevan (relevan cost), biaya masa mendatang berbagai alternatif untuk mengambil keputusan atau dalam pembuatan keputusan merupakan biaya yang secara langsung dipengaruhi oleh pemilihan alternatif tindakan oleh manajemen.
      (2)    Biaya tidak relevan (irrelevant costs), merupakan biaya yang tidak dipengaruhi oleh keputusan manajemen.

      f.    Biaya terhindarkan dan biaya tidak terhindarkan
      (1).   Biaya terhindarkan (avoidable costs), adalah biaya yang dapat dihindari dengan diambilnya suatu alternative keputusan.
      (2).   Biaya tidak terhindarkan (unavoidable costs), adalah biaya yang tidak dapat dihindari pengeluarannya.
      g.  Biaya diferensial dan biaya marjinal
      (1)    Biaya deferensial (differensial cost), adalah tambahan total biaya akibat adanya tambahan aktivitas (misal : penjualan) sejumlah unit tertentu.
      (2)    Biaya marjinal (marjinal costs), adalah biaya di mana produksi harus sama dengan penghasilan marjinal jika ingin memaksimalkan laba.
      h.    Biaya kesempatan (opportunity costs), merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu.
    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...
      Untuk Materi Konsep biaya



    • Tugas Resume Penugasan

      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........

      Tersedia sampai 5 Januari 2021, 11:00
      1. Pengantar Konsep Income

      Dalam praktiknya fungsi akuntansi adalah melakukan pengukuran kinerja atau prestasi management perusahaan. Produk akuntansi yaitu laporan keuangan diharapkan dapat memberikan tolak ukur secara jelas terhadap prestasi perusahaan. Banyak faktor dalam laporan keuangan yang dapat menjadi tolak ukur, salah satu faktor yang digunakan adalah pengukuran income atau laba. Laba merupakan elemen penting yang menjadi perhatian para pemakai laporan keuangan karena diharapkan laba cukup besar untuk menunjukkan kinerja perusahaan dinilai baik secara keseluruhan.

      1.1.  Definisi Income

      Laba merupakan suatu konsep akuntansi yang memiliki berbagai sudut pandang, tergantung dari siapa yang menilai dan bagaimana tujuan penilaiannya tersebut. Oleh karena itu, para ahli dan organisasi akuntansi memberikan definisi berbeda tentang konsep laba yaitu sebagai berikut :

      Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, dan pengambilan keputusan, dan unsur prediksi.

      (Belkaoui : 1993)

      Laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi.

       (Commite On Terminology, Sofyan Syafri H : 2004)

      Laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.

       (Stice, Skousen : 2009)

      Laba merupakan jumlah residual yang tertinggal setelah semua beban (termasuk penyesuaian pemeliharaan modal, kalau ada) dikurangkan pada penghasilan. Kalau beban melebihi penghasilan, maka jumlah residualnya merupakan kerugian bersih.

      (Ikatan Akuntan Indonesia : 2007)

      1.2.  Karakteristik Income

                  Dari berbagai definisi laba di atas, dapat disimpulkan bahwa laba secara konseptual memiliki karakteristik umum sebagai berikut :

      1) Kenaikan kemakmuran yang dimiliki atau dikuasai suatu entitas

      2) Perubahan terjadi dalam suatu periode sehingga harus diidentifikasi kondisi kemakmuran awal dan kemakmuran akhir

      3) Perubahan dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik oleh entitas yang menguasai kemakmuran, asalkan kemakmuran awal dipertahankan

      Kemakmuran dapat berupa aset bersih perusahaan, modal pemegang saham, kekayaan, investasi, sumber daya ekonomik, atau apapun yang dapat dinilai dengan uang.

      1.3.  Fungsi Perhitungan Income

      Perolehan laba perlu diketahui karena merupakan informasi penting dalam suatu laporan keuangan. Laba yang secara umum dihitung berdasarkan selisih lebih pendapatan dan biaya diharapkan dapat digunakan sebagai berikut :

      1) Indikator efisiensi penggunaan modal atau biaya

      2) Pengukur prestasi atau kinerja management

      3) Alat motivasi bagi management dalam pengelolaan perusahaan

      4) Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak

      5) Dasar penghitungan deviden

      6) Dasar pembagian kompensasi dan bonus

      7) Pedoman dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan

      8) Dasar peramalan kondisi perusahaan di masa yang akan datang

      1.4.  Jenis-Jenis Income

             Laba yang menjadi dasar pengukuran laporan keuangan dibedakan menurut kelompok penerima, yaitu tergantung fungsi dan tujuan pemakaiannya. Secara ringkas, laba berdasarkan penyajiannya untuk masing-masing kelompok penerima dibagi menjadi lima jenis.

      No.

      Jenis Income

      Penerima Informasi Income

      Perhitungan Income

      1.

      Value Added

      Karyawan, Pemilik, Kreditur, dan Pemerintah

      Harga jual produk ΓÇô Cost yang dikeluarkan

      2.

      Enterrprise Net Income

      Pemegang saham, Pemegang obligasi, dan Pemerintah

      (Revenue ΓÇô Expenses) +

      (Gains ΓÇô Loses) tidak termasuk Biaya bunga, Pajak penghasilan, dan Pembagian deviden

      3.

      Net Income to Investors

      Pemegang saham dan Pemegang obligasi

      Seperti butir dua, namun termasuk Pajak penghasilan

      4.

      Net Income to Shareholders

      Pemegang saham (Preffered stock dan Common stock)

      Seperti butir tiga, namun setelah dikurangi bunga obligasi

      5.

      Net Income to Residual Shareholders

      Pemegang saham Common stock

      Seperti butir empat, namun setelah dikurangi deviden Preferred Stock

      2. Konsep Income dalam Aspek Tataran (Level) Semiotika 

      Sebagai salah satu elemen akuntansi, laba digunakan sebagai informasi yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan. Oleh karena itu, konsep laba harus dipahami sebagai suatu bahasa yang dapat dikomunikasikan maksudnya kepada para pengguna. Berikut adalah ciri-ciri tiap tataran dalam Teori Komunikasi :

      Tataran

      Sasaran Bahasan

      Penekanan Komunikasi

      Sintaktika

      Aspek formal tanda bahasa (kosa kata, tata bahasa)

      Operasional, Penandaan

      Semantika

      Aspek isi tanda bahasa (makna)

      Penafsiran, Pelambangan

      Pragmatika

      Keefektifan tanda bahasa (efek komunikatif)

      Fungsional, Pengaruh

      Dalam tataran Semiotika (Semantik, Sintaktik, dan Pragmatik) konsep laba didefinisikan dan diinterpretasikan menjadi tiga teori yaitu :

      2.1    Konsep Income dalam Tataran Semantik

      Konsep laba dalam tataran semantik berkaitan dengan masalah makna yang harus dilekatkan oleh perekayasa laporan pada simbol atau elemen biaya sehingga laba bermanfat dan bermakna sebagai informasi. Pada tataran ini, teori menekankan makna yang harus dimiliki oleh konsep laba, seperti teori tentang aset, realitas, atau kegiatan perusahaan yang diinterpretasikan oleh laba. Laba harus dapat memberikan informasi kepada para pengguna laporan keuangan mengenai berbagai teori, misalnya kenaikan jumlah asset dan efektivitas kegiatan produksi perusahaan. Berbagai implementasi laba dalam tataran semantik yaitu :

      1)   Pengukur Kinerja

      Laba dapat diinterpretasikan sebagai pengukur efisiensi bila dihubungkan dengan tingkat investasi karena kedua hal tersebut secara konseptual merupakan suatu hubungan. Dalam pengukuran kinerja, laba dapat mempresentasikan efisiensi kinerja tersebut dengan menentukan ROI (Return on Investment) dan ROA (Return on Asset) sebagai dasar pengukuran efisiensi.

      2)   Konfirmasi Harapan Investor

      Kondisi pasar yang efisien atau tidak efisien akan sangat mempengaruhi prediksi atau harapan investor mengenai laba yang akan diperoleh, sehingga keputusan  yang akan diambil dalam melakukan sebuah investasi juga akan terpengaruh. Hal ini berarti informasi mengenai laba dapat dijadikan sarana untuk pengambilan keputusan investasi yang akan dilakukan.

      3)   Estimator Laba Ekonomik

      Laba ekonomik adalah laba dari kaca mata investor yang digunakan untuk menilai investasi. Penilaian laba ekonomik harus menggunakan informasi yang tersaji dalam pelaporan laba akuntansi, sehingga dharapkan laba akuntansi dapat digunakan sebagai estimasi laba ekonomik. Laporan keuangan diharapkan cukup menyediakan informasi laba dan aliran kas yang layak  serta menyerahkan analisis dan perhitungan laba kepada investor.

      2.2 Konsep Income dalam Tataran Sintaktik

             Konsep laba dalam tataran sintaktik berkaitan dengan konsep laba yang harus diungkapkan dalam bentuk standar dan prosedur akuntansi yang mantap serta objektif, sehingga angka laba dapat diukur dan disajikan dalam suatu laporan keuangan. Pada tataran ini, teori menekankan bahwa makna laba secara sintaktik adalah selisih pengukuran dan perbandingan antara pendapatan dan biaya. Pengukuran dalam arti luas meliputi saat pengakuan dan prosedur pengakuan. Kriteria atau pendekatan dalam pengukuran laba dibagi menjadi tiga yaitu :

      1)   Pendekatan Transaksi (Cash Basis)

                  Dalam pendekatan ini, laba diukur dan diakui pada saat terjadinya transaksi dan kemudian terakumulasi sampai akhir periode. Pengukuran dan pengakuan laba juga akan paralel dengan kriteria pengakuan pendapatan dan biaya. Pengakuan laba atas dasar pendekatan ini sama dengan pengakuan pendapatan atas dasar kriteria terealisasi dan sama dengan pengakuan biaya atas dasar kriteria konsumsi manfaat. Pendekatan ini memiliki berbagai keunggulan misalnya jumlah rupiah aset dan kewajiban secara otomatis tersedia pada akhir periode serta perubahan aset dan kewajiban merupakan perubahan nilai yang diakui secara objektif.

      2)   Pendekatan Kegiatan (Accrual Basis)

            Dalam pendekatan ini, laba dianggap timbul bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan perusahaan dan bukan sebagai hasil suatu transaksi. Pendekatan ini paralel dengan konsep penghimpunan sebagai basis akrual pendapatan. Dengan konsep ini, laba dapat dinyatakan telah terbentuk bersamaan dengan dilakukannya kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas (produksi, penjualan, dan pengumpulan kas) walaupun secara realisasi belum terjadi transaksi secara real. Pendekatan ini memiliki keunggulan dalam membantu management melakukan analisis internal seperti mengukur efisiensi dan profitabilitas setiap kegiatan operasional perusahaaan.

      3)   Pendekatan Pertahanan Kapital

               Dalam konsep pertahanan kapital, laba merupakan konsekuensi dari pengukuran kapital pada dua titik waktu yang berbeda. Dengan konsep ini, elemen laba diukur atas dasar pendekatan aset-kewajiban. Dua pendekatan yang dibahas sebelumnya merupakan pendekatan pendapatan-biaya dalam pengukuran dan penilaian elemen neraca (aset dan kewajiban). Nilai aset dan kewajiban merupakan konsekuensi dari pengukuran pendapatan dan biaya atas dasar konsep perbandingan. Laba berdasarkan pendekatan ini berarti perbedaan nilai kapital pada dua saat yang berbeda atau kenaikan kapital dalam suatu periode.

      2.3    Konsep Income dalam Tataran Pragmatik

             Konsep laba dalam tataran pragmatik berkaitan dengan pengaruh informasi laba terhadap perubahan perilaku para pemakai laporan keuangan. Pada tataran ini, teori menekankan pada pembahasan reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Misalnya suatu kejadian pengumuman laba oleh perusahaan, dikatakan mengandung informasi jika pesan tersebut menyebabkan perubahan keyakinan para pengguna laporan dan menyebabkan adanya suatu tindakan tertentu. Apabila tindakan tersebut dapat diyakini sebagai reaksi atas kejadian pengumuman laba tersebut, maka informasi laba dapat dikatakan memiliki manfaat.

            Bila dikaitkan dengan teori positif-normatif, tataran sintaktik dan semantik pada umumnya bersifat normatif, sedangkan teori pragmatik akan lebih bersifat positif. Teori pragmatik juga sering diklasifikasikan sebagai akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) karena pokok bahasan pada umumnya adalah perilaku manusia dalam kaitannya dengan informasi. Pendekatan dalam proses penyimpulan yang menghasilkan pernyataan atau tindakan dapat bersifat deduktif maupun induktif.

      1)   Pendekatan Penalaran Deduktif

           Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakati (premis) ke pernyataan khusus sebagai kesimpulan (konklusi). Pernyataan umum yang disepakati dan menjadi basis penalaran dapat berasal dari teori, prinsip, konsep, doktrin, atau norma yang dianggap benar, baik, dan relevan dalam kaitannya dengan tujuan penyimpulan. Penalaran deduktif dalam akuntansi digunakan untuk memberi penjelasan dan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi.

      2)   Pendekatan Penalaran Induktif

            Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran ini berawal dari suatu pernyataan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi dari keadaan khusus tersebut. Penalaran induktif dalam akuntansi digunakan untuk menghasilkan pernyataan umum yang menjadi penjelasan atau teori terhdap gejala akuntansi tertentu.

      3. Konsep Income secara Ekonomi dan Akuntansi

            Income atau laba dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu dilihat dari sisi ekonomi dan sisi akuntansi.

      3.1 Konsep Laba Ekonomi (Economic Income)

                  Laba dari sisi ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor dari hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi seluruh biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut.

      3.1.1 Definisi Laba Ekonomi

            Fischer (1912) mendefinisikan laba ekonomi sebagai deretan peristiwa yang dihubungkan dengan berbagai tahapan berbeda yaitu penikmatan laba psikis, laba nyata, dan laba uang. Lindahl (1919) memiiki pandangan berbeda dengan mengaitkan konsep laba ekonomi dan bunga, lalu dihubungkan dengan peningkatan barang modal selama waktu tertentu. Sedangkan Hicks (1946) mengembangkan kedua konsep di atas dengan mendefinisikan laba ekonomi sebagai jumlah maksimum yang dikonsumsi selama suatu periode dan pada akhir periode masih memiliki kekayaan yang sama seperti pada awal periode.

      3.1.2 Sifat Laba Ekonomi

      Sifat-sifat laba ekonomi berdasarkan definisi Fischer, Lindahl dan Hicks mencakup ke dalam tiga tahapan yaitu :

      1)   Physical Income

      Konsumen barang dan jasa pribadi yang sebenarnya memberikan kesenangan fisik dalam pemenuhan kebutuhan. Laba jenis ini tidak dapat diukur.

      2)   Real Income

      Kepuasan terjadi karena kesenangan fisik yang timbul dari keuntungan yang diukur dengan pembayaran uang yang dilakukan untuk membeli barang atau jasa. Ukuran yang digunakan adalah biaya hidup (cost of living)

      3)   Money Income

      Hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup.

      3.1.2 Konsep Laba Ekonomi

      Pada laba ekonomi dikenal konsep Capital Maintenance. Konsep ini menyatakan bahwa laba muncul setelah modal yang dikeluarkan masih ada atau biaya telah tertutupi atau setelah terjadi pengembalian modal.Konsep ini dinyatakan dalam ukuran uang yang disebut Financial Capital atau dalam ukuran tenaga beli yang disebut Physical Capital. Kedua ukuran tersebut menghasilkan empat konsep yaitu :

      1) Dalam ukuran uang (Financial Capital)

      a) Money Maintenance

      ΓÇô  Diukur menurut unit modal keuangan diinvestasikan

      ΓÇô  Laba menurut konsep ini merupakan perubahan net asset dengan menyesuaikan transaksi modal yang dijabarkan dalam satuan uang.

      ΓÇô  Sama dengan konsep akuntansi konvensional.

      b)   General Purchasing Power Money Maintenance

      ΓÇô  Diukur dengan jumlah unit daya beli yang sama.

      ΓÇô  Laba menurut konsep ini adalah perubahan net asset setelah disesuaikan transaksi modal yang diukur dengan tenaga beli yang sama.

      ΓÇô  Sama dengan konsep GPLA (General Price Level AdjustedHistorical Cost Accounting.

      2) Dalam ukuran tenaga beli umum (Physical Capital)

      a) Productive Capacity Maintenance

      ΓÇô  Modal fisik diukur dalam jumlah unit uang.

      ΓÇô  Kapasitas produksi diartikan sebagai kapasitas fisik dan kapasitas untuk berproduksi.

      ΓÇô  Sama dengan konsep Current Value Accounting.

      b) General Purchasing Power, Productive Capacity Maintenance

      ΓÇô  Diukur dengan unit tenaga beli yang sama.

      ΓÇô  Kapasitas produksi fisik perusahaan yang diukur dalam unit tenaga beli yang sama, dipertahankan, dan dipelihara.

      ΓÇô  Sama dengan konsep GPLA Current Value Accounting.

      3.1.4 Contoh Kasus

            Untuk mempermudah dalam membedakan empat konsep capital maintenance yang telah dibahas sebelumnya, berikut contoh kasus sederhana :

            PT Sipangko Jaya memiliki kekayaan bersih sebesar Rp10.000.000,00 pada tanggal 1 Januari 2000 dan pada tanggal 31 Desember 2000 menjadi Rp15.000.000,00. Untuk mempertahankan kapasitas produksi fisik perusahaan yang sebenarnya, diperlukan biaya Rp12.500.000,00, sedangkan tingkat harga umum naik 10% selama periode itu. Hitunglah laba menurut keempat konsep capital maintenance!

      1) Money Maintenance

      Net Asset 31 Desember 2000                                                          Rp 15.000.000,00

      Net Asset 1 Januari 2000                                                                Rp 10.000.000,00 (-)

      Laba                                                                                               Rp   5.000.000,00

      2) GPP Money Maintenance

      Net Asset 31 Desember 2000                                                          Rp 15.000.000,00

      Net Asset 1 Januari 2000                Rp 10.000.000,00

      Penyesuaian GPL =

      10% x Rp 10.000.000,00               Rp   1.000.000,00 (+)              Rp 11.000.000,00 (-)

      Laba                                                                                               Rp   4.000.000,00

      3) Productive Capacity Maintenance

      Net Asset 31 Desember 2000                                                          Rp 15.000.000,00

      Biaya yang diperlukan untuk mempertahankan

             kapasitas produksi perusahaan                                                Rp 12.500.000,00 (-)

      Laba                                                                                               Rp   2.500.000,00

      4) GPP Productive Capacity Maintenance

      Net Asset 31 Desember 2000                                                          Rp 15.000.000,00

      Biaya yang diperlukan untuk mempertahankan

         kapasitas produksi perusahaan:

      Net Asset 1 Januari 2000                Rp 12.500.000,00

      Penyesuaian GPL =

      10% x Rp 12.500.000,00               Rp   1.250.000,00 (+)              Rp 13.750.000,00 (-)

      Laba                                                                                               Rp   1.250.000,00

      3.2  Konsep Laba Akuntansi (Accounting Income)

            Laba dari sisi akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dan biaya produksi.

      3.2.1 Definisi Laba Akuntansi

      Laba Akuntansi merupakan perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut. Menurut Belkaoui, laba akuntansi secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan realisasi yang timbul dari transaksi periode tersebut dan biaya historis yang sepadan dengannya.

      3.2.2 Sifat Laba Akuntansi

      Definisi laba menurut Belkaoui mengandung lima sifat yaitu:

      1) Laba akuntansi didasarkan pada transaksi yang benar-benar terjadi yaitu timbulnya pendapatan dan biaya untuk mendapatkan pendapatan tersebut

      2) Laba akuntansi didasarkan pada postulat ΓÇ£periodikΓÇ¥ laba, artinya merupakan prestasi perusahaan dalam bidang keuangan pada periode tertentu.

      3) Laba akuntansi didasarkan pada prinsip revenue yang memerlukan pengukuran dan pengakuan.

      4) Laba akuntansi memerlukan perhitungan terhadap biaya dalam bentuk biaya historis yang dikeluarkan perusahaan.

      5) Laba akuntansi didasarkan pada prinsip ΓÇ£matchingΓÇ¥ artinya hasil pendapatan dikurangi biaya yang dikeluarkan dalam periode yang sama.

      3.2.3 Permasalahan Laba Akuntansi

      Permasalahan yang sering dihadapi mengenai laba akuntansi adalah menentukan nilai ekonomi, harga, modal, skala, dan pengukuran pertukaran. Nilai ekonomi adalah preferensi seseorang terhadap suatu produk berdasarkan kegunaan di masa yang akan datang dibanding dengan produk lainnya. Apabila terjadi pertukaran, maka akan terjadi pertukaran harga (exchange price) yang ditetapkan berdasarkan nilai uang. Jenis harga dalam menentukan laba akuntansi yaitu :

      1) Harga Historis (Historical Cost)

      2) Harga Sekarang (Current Price)/ Harga Ganti (Replacement Cost)/ Exit Price

      3) Harga nanti, harga ganti nanti, atau harga exit price nanti.

      4) Harga Diskonto/ Computed Amount

      3.2.4 Konsep Laba Akuntansi

      Pada laba akuntansi dikenal konsep Replacement Cost Income dengan dua komponen laba yaitu :

      1) Current oprating profit : Perhitungan dari pengurangan biaya pengganti (replacement cost) dari penghasilan

      2) Realized holding gain and loss : Perhitungan perbedaan antara replacement cost barang yang dijual dengan biaya historis barang yang sama.

      3.2.5 Kelebihan dan Kekurangan Laba Akuntansi

      Karakteristik dari pengertian laba akuntansi mengandung beberapa keunggulan yakni :

      1) Terbukti bahwa laba akuntansi bermanfaat bagi para pemakainya dalam pengambilan keputusan ekonomi.

      2) Laba akuntansi yang telah diukur dan dilaporkan secara obyektif dapat diuji kebenarannya sebab didasarkan pada transaksi nyata yang didukung oleh bukti. 

      3) Berdasarkan prinsip realisasi dalam mengakui pendapatan, laba akuntansi memenuhi dasar konservatisme. 

      4) Laba akuntansi bermanfaat untuk tujuan pengendalian terutama berkaitan dengan pertanggungjawaban manajemen. 

      Namun laba akuntansi masih terdapat kelemahan. Berikut penjabaran kelemahan dari laba akuntansi yakni:

      1) Konsepsi laba dianggap belum dirumuskan dengan jelas, belum ada landasan teoritis jangka panjang dalam pelaporan laba akuntansi tersebut.

      2) Generally Accepted Accounting Principle (GAAP), masih memungkinkan dan membolehkan perhitungan laba atas penerapan metode dan teknik akuntansi yang tidak konsisten.

      3) Laba akuntansi yang didasarkan pada konsep historical cost menjadi kurang bermakna apabila pengaruh perubahan harga diperhitungkan dalam penentuan angka laba tersebut.

      4) Laba akuntansi hanya laba di atas kertas saja karena angka laba yang tinggi belum tentu menggambarkan kemampuan likuiditas perusahaan atau menggambarkan kemampuan dalam memberikan cash deviden.

      Dari kelemahan yang terdapat pada laba akuntansi, maka dilakukan upaya untuk mengatasi kelemahan dari konsepsi laba tersebut antara lain:

      1) Berusaha memperbaiki laporan laba akuntansi dengan memberikan tekanan pada data transaksi dan aktualisasi secara lebih mendalam.

      2) Sebaiknya ada konsep laba yang tunggal dan operasional yang dapat digunakan sebagai indikator kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.

      3) Membuat konsep tunggal mengenai laba yang lebih sesuai dengan apa yang disebut konsep laba secara ekonomi.

      4) Seharusnya ada berbagai konsep laba untuk berbagai kepentingan (different income for different purposes).

      3.3  Perbandingan antara Laba Akuntansi dan Laba Ekonomi

            Laba akuntansi berbeda dengan laba ekonomi karena perbedaan konsep dasar yang dianut. Laba akuntansi dilandasi oleh konsep kontinuitas usaha yang memandang aset sebagai sisa potensi jasa sehingga kos historis menjadi basis pengukurannya. Sedangkan laba ekonomi dilandasi oleh konsep likuidasi yang melihat aset sebagai simpanan atau persediaan nilai setiap saat sehingga nilai sekarang menjadi basis pengukurannya. Perbedaan dalam aspek lainnya antara kedua konsep laba tersebut adalah :

      Aspek Pembeda

      Laba Akuntansi

      Laba Ekonomi

      1.

      Sudut pandang pemaknaan

      Perekayasaan akuntansi, Penyusun standar, dan Penyusun statemen Keuangan

      Pemegang saham

      2.

      Dasar Pengukuran

      Biaya historis

      Biaya kesempatan dan Nilai pasar

      3.

      Pengertian ΓÇ£EkonomikΓÇ¥

      Kelayakan jangka panjang

      Penilaian jangka pendek

      4.

      Makna Depresiasi

      Alokasi biaya

      Penurunan nilai ekonomis

      5.

      Unit Pengukur

      Nominal Rupiah

      Daya beli

      6.

      Konsep Dasar yang Melandasi

      Kontinuitas usaha (asas akrual)

      Likuidasi atau Nilai tunai

      Adapun perbedaan money income dengan accounting incomeadalah sebagai berikut:

      1) Money income dihitung berdasarkan nilai biaya pengganti (replacement cost), sedangkan Accounting income berdasarkan harga historis (historical cost).

      2) Money income hanya mengikuti gain yang accrued pada periode itu.

      Rumus Accounting Income menurut Belkaoui adalah :

                                  Pa = X + Y + Z

      Pa   = Accounting Income

      X    = Current Operating Profit

      Y    = Realisasi dan accrued holding gain pada periode itu

      Z     = Realisasi holding gain pada periode itu tetapi accrued  pada periode sebelumnya.

      Rumus Money Income adalah :

                           Pm = Pa ΓÇô Y + W

      Pm  = Money Income

      Pa   = Accounting Income

      Z     = Realisasi holding gain and loss pada periode itu, accrued pada periode sebelumnya

      W    = Holding gain and loss yang belum direalisasi


    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...
      Untuk Materi Konsep Laba


    • Tugas Resume Penugasan

      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........

      Tersedia sampai 11 Januari 2021, 11:00
    • Secara konseptual pengungkapan merupakan bagian integral dari pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat penuh laporan keuangan. Keberadaan dari pengungkapan dalam perusahaan sangat penting karena pada kondisi ketidakpastian pasar, nilai informasi yang relevan dan reliable tercermin di dalam pengungkapan laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan merupakan media untuk pengungkapan yang diharuskan dalam standar akuntansi dan yang tidak dapat disajikan dalam neraca, laporan laba rugi atau laporan arus kas. Sedangkan transparansi dalam suatu perusahaan digunakan untuk membantu investor dalam pasar modal.

      Pengungkapan laporan keuangan dalam arti luas berarti penyampaian (release) informasi. Sedangkan menurut para akuntan pengungkapan laporan keuangan adalah penyampaian informasi keuangan tentang suatu perusahaan di dalam laporan keuangan biasanya laporan tahunan. pengungkapan yang dilakukan perusahaan pada dasarnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi para pemangku kepentingan (stakeholders). Pengungkapan informasi dapat disajikan dalam pelaporan keuangan sebagai antara lain pos laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan, penggunaan istilah teknis (terminologi), penjelasan dalam kurung, lampiran, penjelasan auditor dalam laporan auditor, dan komunikasi manajemen dalam bentuk surat atau pernyataan resmi.

      Menurut Evans (2010) pengungkapan adalah ΓÇ£Disclosure means supplying information in the financial statements including the statements themselves, the notes to the statements and the implementary disclosures assosiated with the statements. It does not extend to public or private statements made by management or information provided outside the financial statementsΓÇ¥. Selanjutnya secara lebih spesifik, Wolk, Tearney, and Dold (2001) dalam Suwardjono (2014) menginterpretasi pengertian pengungkapan sebagai berikut:

      Broadly interpreted, disclosure is concerned with information in both the financial statements and suplementary communications including footnotes, post statement events, managementΓÇÖs discussion and analysis of operations for the fortcoming year, financial and operating forecasts, and additional financial statements covering segmental disclosure and extentions beyond historical cost. Bushman & Smith (2003, p. 76) mendefinisikan transparansi perusahaan sebagai ketersediaan relevansi yang tersebar luas, informasi yang dapat dipercaya mengenai kinerja perusahaan dalam suatu periode yang terkait, posisi keuangan, kesempatan investasi, pemerintah, nilai dan risiko perusahaan dagang yang bersifat umum.

      Tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh penilaian (judgment) manajer. Tingkat pengungkapan yang makin mendekati pengungkapan penuh (full disclosure) akan mengurangi asimetri informasi yang merupakan kondisi yang dibutuhkan (necessary condition) untuk dilakukannya manajemen laba (Trueman and Titman, 1998).

      Menurut Wolk, Tearney, and Dold (2001) pengungkapan adalah berkaitan dengan informasi baik dalam laporan keuangan maupun komunikasi tambahan termasuk catatan kaki, peristiwa-peristiwa setelah tanggal laporan, diskusi dan analisis manajemen, prakiraan keuangan dan operasi, dan laporan keuangan tambahan yang meliputi pengungkapan segmental dan informasi pelengkap lebih dari biaya historis. Sejalan dengan gagasan FASB dalam kerangka konseptualnya sebagai berikut (SFAC no.1, prg.5) :ΓÇ£Although financial reporting and fianncial statement have essentially the same objectives, some useful information is better provided by financial statement and some is better provided, or can only be provided, by means of financial reporting other than financial statements.ΓÇ¥

      Selanjutnya pengertian pengungkapan laporan keuangan menurut Stice (2010), pengungkapan dalam laporan keuangan adalah pelaporan rinci sebuah transaksi dalam catatan pada laporan keuangan. Hendriksen mengatakan secara sederhana, pengungkapan dapat diartikan sebagai pengeluaran informasi (the release of information). Hendriksen dan Evans membagi tingkat pengungkapan menjadi tiga konsep pengungkapan yang bergantung pada peraturan yang dianggap paling diinginkan.

      Tiga konsep pengungkapan tersebut adalah:

      • Adequate disclosure (Pengungkapan cukup) Konsep yang sering digunakan adalah Adequate Disclosure, yaitu pengungkapan minimum yang dinyatakan oleh peraturan yang berlaku, dimana angka-angka yang disajikan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh investor.
      • Fair disclosure (Pengungkapan wajar) 10 Fair disclosure adalah pengungkapan yang secara tidak langsung merupakan tujuan etis agar memberikan perlakuan yang sama kepada semua pemakai laporan dengan menyediakan informasi yang layak terhadap pembaca potensial.
      • Full disclosure (Pengungkapan penuh) Full disclosure adalah pengungkapan yang mengimplikasikan penyajian dari seluruh informasi yang relevan. Pengungkapan ini sering dianggap berlebihan. Hendriksen berpendapat terlalu banyak informasi akan membahayakan, karena penyajian atas informasi tidak penting yang rinci akan mengaburkan informasi yang signifikan dan membuat laporan sulit untuk diinterpretasikan.

      Sifat atau jenis pengungkapan yang digunakan perusahaan untuk memberikan informasi kepada pemakai laporan keuangan terbagi menjadi dua, yakni pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) dan pengungkapan wajib (discretionary disclosure).

      • Pengungkapan Sukarela (Voluntary Disclosure). Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan informasi yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku atau pengungkapan melebihi yang diwajibkan.
      • Pengungkapan Wajib (Mandatory Disclosure). Pengungkapan wajib adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan atas apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas.

      Pengungkapan diwajibkan untuk tujuan melindungi, informatif, atau melayani kebutuhan khusus (differential).

      Menurut Chariri et al (2007:382), tujuan pengungkapan dalam laporan keuangan adalah:

      • Memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditor, dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan secara rasional.
      • Memberikan informasi untuk membantu investor, kreditor dan pemakai lainnya menilai jumlah, pengakuan tentang penerimaan kas bersih.
      • Memberikan informasi tentang sumber-sumber ekonomi suatu perusahaan.
      • Menyediakan informasi tentang hasil usaha (performance keuangan) suatu perusahaan selama 1 periode.
      • Menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajer dan direktur sesuai kepentingan pemilik.
      • Untuk membandingkan antar perusahaan dan antar tahun. Untuk menyediakan informasi mengenai aliran kas masuk dan kas keluar dimasa mendatang.
      • Untuk membantu investor dalam menetapkan return dan investasinya.

      Perusahaan akan melakukan pengungkapan melebihi kewajiban pengungkapan minimal jika mereka merasa pengungkapan semacam itu akan menurunkan biaya modalnya atau jika mereka tidak ingin ketinggalan praktik-praktik pengungkapan yang kompetitif. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan akan mengungkapkan lebih sedikit apabila mereka merasa pengungkapan keuangan akan menampakkan rahasia kepada pesaing atau menampakkan sisi buruk perusahaan di depan berbagai pihak


    • Forum ini untuk menjawab pertanyaan dari teman2 yanglainny pada saat gogle meet...
      Untuk Materi Pengungkapan Laporan Keuangan

    • Tugas Resume Penugasan

      Guys..... Jangan Lupa Tugas Resume disini Yach...........

      Tersedia sampai 22 Januari 2021, 17:00
    • Ujian Akhir Semeter Kuis
      Tersedia sampai 25 Januari 2021, 12:00