Bahasan Aspek Perencanaan Karir

Bahasan Aspek Perencanaan Karir

Jumlah balasan: 5

I  Aspek-aspek Perencanaan Karir

Beberapa pakar SDM mengemukakan pentingnya perencanaan karir, menurut Mondy, melalui perencanaan karir, setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir alternatif, menyusun tujuan karir, dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis. Fokus utama dalam perencanaan karir haruslah sesuai antara tujuan pribadi dan kesempatan-kesempatan yang secara realistis tersedia. Menurut teori dan praktek manajemen, proses perencanaan karir berfokus terutama pada keterampilan individu, kemampuan, kebutuhan atau aspirasi. Perencanaan karir individu Zlate, 2004 dapat didefinisikan sebagai semua tindakan diri penilaian, eksplorasi peluang, menetapkan tujuan dll, yang dirancang untuk membantu individu untuk membuat pilihan informasi dan perubahan tentang karier. Ini adalah tindakan yang kompleks yang membutuhkan berpikir sistematis dan cermat dalam merumuskan jangka pendek dan jangka panjang tujuan. Perencanaan karir individu menurut Zlate dalam Antoniu 2010 : 16 dapat didefinisikan sebagai semua aksi dari penilaian diri, peluang mencari kesempatan, menentukan tujuan, didesain untuk menolong individu untuk menginformasikan pilihan dan tentang perubahan karier. Aksi kompleks ini yang memerlukan pemikiran 19 sistematis dan seksama di dalam merumuskan pemikiran jangka pendek dan jangka panjang. Perencanaan karir didasarkan oleh evaluasi keterampilan individu, kepentingan dan motivasi, pada analisis peluang kesempatan, tujuan pengaturan untuk karir mereka dan mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan karir individu menurut Zlate dalam Antoniu 2010 : 16 dapat menelusuri melalui lima langkah: 1 Self assessment penilaian diri adalah kumpulan informasi tentang diri individu nilai-nilai, minat, keterampilan, penilaian berkelanjutan dan penilaian orang lain. 2 Exploring opportunities mencari peluang kesempatan melibatkan pengumpulan informasi tentang ada kesempatan di dalam atau di luar organisasi dan lembaga pelatihan dan pengembangan metode lainnya. 3 Making decisions and setting goals pembuatan keputusan dan penetapan tujuan pembuatan tujuan pada jangka pendek dan jangka panjang, untuk pelatihan persyaratan, perubahan pekerjaan departemen dll. 4 Planning perencanaan terdiri dari menentukan cara dan sarana untuk mencapai tujuan, mengharuskan individu untuk mencapai tujuannya, mempertimbangkan konsekuensinya, pengaturan tempat waktu dan persyaratan sumber daya. 20 5 Pursuit of achievement mengejar tujuan prestasi, tindakan oleh individu untuk keberhasilan dan kegagalan dan membuat keputusan untuk mempertahankan atau mengubah arah karir. Dengan demikian perencanaan karir individual meliputi : 1 Penilaian diri untuk menentukan kekuatan, kelemahan, tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan. 2 Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi dan lembaga. 3 Penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi diri. 4 Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir. 5 Perencanaan transisi karir.


II. Aspek Perencanaan Karir

Winkel dan Hastuti (2006) menyatakan, ada tiga aspek dalam perencanaan karir antara lain yaitu:

  1. Pengetahuan dan pemahaman diri
    Adalah pengetahuan dan pemahaman terhadap bakat, minat, kepribadian, potensi, prestasi akademik, ambisi, keterbatasan dan sumber yang dimiliki.
  2. Pengetahuan dan pemahaman dunia kerja
    Adalah pengetahuan terhadap syarat dan kondisi yang dibutuhkan untuk sukses dalam suatu pekerjaan, keuntungan dan kerugian, kompensasi, kesempatan dan prospek kerja di berbagai bidang dalam dunia kerja.
  3. Penalaran yang realistis akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja
    Adalah kemapuan untuk membuat penalaran realistis dalam merencanakan atau memilih bidang kerja dan atau pendidikan lanjutan yang mempertimbangkan pengetahuan dan pemahaman diri yang dimiliki dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja yang tersedia.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Bahasan Aspek Perencanaan Karir

oleh Betty Magdalena -
Assalamulaikum wr. wb.

Selamat pagi semua. Selamat datang di pertemuan minggu ke 6 untuk mata kuliah Manajemen Karir. Apa kabar kalian? Semoga selalu sehat ya. Baik.... Bahasan kita minggu ini tentang aspek Perencanaan Karir. Ada materi yang tidak jauh dari perencanaan karir yang di bahas oleh pakar pakar. Di materi ke 2 ada perincian aspek perencanaan karir itu sendiri yang di kemukakan oleh Winkel dan Hastuti. Pertanyaannya adalah berikan contoh-contohnya dari Aspek perencanaan Karir yang di kemukan oleh Winkel dan Hastuti, menurut pendapat kalian masing. Tulis di forum ini. Jika sudah selesai memberikan contoh untuk ke tiga asapek tadi, silahkan untuk keluar dari LMS. Terima kasih dan tetap semangat.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Bahasan Aspek Perencanaan Karir

oleh Yuki O -
1. Contohnya : Saat ingin menentukan pilihan jurusan di bangku SMA kita harus memahami kemampuan diri sendiri terlebih dahulu.misalnya dalam melihat prestasi,minat,bakat dan kepribadian, selama ini kita berprestasi di bidang IPS maka IPS yang akan dipilih.
2. Contohnya : Bekerja sebagai Hakim.Kita memiliki kemampuan di bidang hukum,dan ilmu yang kita punya cukup untuk menentukan kesuksesan di bidang ini.
3. Contohnya : Sejak SMA dan Kuliah sudah memiliki ekal ilmu di bidang hukum.Maka di dunia kerja tentu akan mencari kerja yang sesuai dengan bidangnya karena memiliki pemahaman diri di bidang tersebut
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Bahasan Aspek Perencanaan Karir

oleh Vio Ananta -
1. Pengetahuan dan Pemahaman diri
Contoh : Untuk melakukan perencanaan karir dalam pengetahuan dan pemahaman diri misalnya kita ingin menentukan jurusan matakuliah yang ingin kita ambil.Tentunya sebelum memutuskan untuk mengambil matakuliah tersebut kita sudah mengetahui minat dan kemampuan kita.

2.Pengetahuan dan Pemahaman kerja
Contoh : Kita mencari kerja yang sesuai dengan kemampuan kita.Dokter adalah pekerjaan yang akan kita ambil,tentunya kita harus memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan pekerjaan tersebut,serta memikirkan prospek kerja untuk kedepannya agar sukses dalam menjalankannya.

3. Penalaran yang realistis akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja.
Contoh : Saat ingin masuk dalam dunia perkuliahan ,tentukan jurusan yang mampu di pahami oleh diri sendiri,serta pikirkan juga peluang kerja kedepannya akankah banyak di butuhkan dari jurusan tersebut atau tidak.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Bahasan Aspek Perencanaan Karir

oleh Dandi Irawan -
Menurut saya, contoh dari Winkel & Hastuti (2006), dalam 3 (tiga) aspek perencanaan karir yang sudah dijelaskan tadi. Bahwa kita harus tau dulu pengetahuan dan pemahaman diri sendiri terhadap minat atau potensi yang kita miliki itu karna itu sangatlah penting, jadi apabila kita ingin berkerja harus sesuai sama pengetahuan dan minat kita. Itu akan menjadi  syarat untuk sukses dalam suatu pekerjaan.
Sebagai balasan Betty Magdalena

Re: Bahasan Aspek Perencanaan Karir

oleh Afdhal arrizon -
1.Contoh seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta ingin mengambil keputusan untuk, pindah jurusan yang ia mau, karna dalam hal tersebut semula ke inginan nya terbentur oleh orang tuanya yang telah memilih kan jurusan, padahal minat dan bakat serta keperibadianya bukan di situ, maka dalam hal itu ia ingin memtuskan untuk menganti jurusanya yang ia minati dan memeng ia nyaman dalam bidang tersebut.
2. Contoh seorang karyawan di sebuah perushaan swasta, memiliki kemampuan di bidang pemasaran, dalam hal itu sangatlah bagus untuk menyokong kineja yang baik dan juga akan berdampak baik bagi prospek penunjangan karir dirinya, seperti kompensasi dan kenaikan karir.
3.contoh sejak kecil hingga smp ia sangat senang dalam bidang mesin dan teknologi,maka dalam hal itu,ketika ia masuk smk ia akan mengambil jurusan yang sesuai
pemahaman diri yang dimiliki dengan pengetahuan serta bakat yang ia minati dan dalam hal tersebut ia telah merencanakan pendidikan yang tepat untuk menunjang karir di bidang pekerjaanya.