Manajemen operasi dapat didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan yang meliputi desain, operasi, dan perbaikan sistem yang menciptakan dan menyampaikan produk dan jasa atau pelayanan (Chase et al., 2006). Pada perusahaan manufaktur, kegiatan produksi yang menciptakan produk biasanya cukup nyata. Hal ini dapat dilihat dari produk yang dihasilkannya. Sementara itu, dalam perusahaan yang tidak menciptakan produk yang secara fisik nampak, kegiatan produksi dirasakan tidak tepat lagi. Hal ini tidak nampak oleh masyarakat maupun pelanggan, seperti proses transformasi yang terjadi di bank, rumah sakit, maupun lembaga pendidikan.
Pabrik Mitsubishi Thailand nyaris memiliki gudang untuk stok komponen. Lokasi pabrik yang berada di Laem Chabang, yakni sekitar 2 jam dari Bangkok. Pabrik ini beroperasi sejak 1964 sebagai assembler atau perakitan. Uniknya, di markas pembuatan New Mitsubishi Triton ini nyaris tak ada gudang stok spare part. Kok bisa? Rupanya, pabrik menerapkan logistik 'just in time' yang serupa di Toyota. Pabrik-pabrik vendor atau supplier jaraknya sangat dekat dengan pabrik. Sehingga mereka bisa memasok komponen menjelang mobil dibuat. Jadi nyaris tak ada storage atau gudang spare part di sana. Selain itu, pabrik Mitsubishi Thailand memiliki keunggulan yang tak dimiliki pabrikan lain. Yakni lokasinya dekat dengan pelabuhan. Hanya 3,5 kilometer ke bibir laut.
Sehingga paling kompetitif dibanding pabrikan lain yang lokasinya jauh dari pelabuhan. Tak heran, pabrik Mitsubishi Thailand menjadi pabrik dengan ekspor tertinggi. Kapasitas produksinya mencapai 424 ribu unit setahun. Sebanyak 80 persennya berlayar ke berbagai negara di dunia, salah satunya Indonesia.
SETELAH MEMBACA MATERI DAN MENYIMAK VIDEO BERIKAN PENDAPAT KALIAN BAGAIMANA INPUT, PROSES, DAN OUTPUT PADA PABRIK MOBIL MITSUBISHI DI THAILAND DAN MENGAPA MENGGUNAKAN JUST IN TIME, DAN MENGAPA MITSUBISHI MEMILIH LOKASI PABRIK DI TAHILAND DIBANDING NEGARA LAIN