Menurut saya, yang dilakukan auditor jika dalam pemeriksaan kas dan setara kas yang diketahui ada masalah seperti diatas ialah
•Mengidentifikasi masalah yang terjadi memahami dan evaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank (ICQ (Internal Control Questionnaries), flowchart, penjelasan naratif)
•Buat top schedule kas dan setara kas per tanggal neraca
ΓÇóLakukan cash count
ΓÇóKirim konfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan kas opname
•Kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan (Konfirmasi positif dan negatif)
ΓÇóMinta rekonsiliasi bank dan lakukan pemeriksaan atas rekonsiliasi tersebut
ΓÇóReview jawaban konfirmasi dari bank, notulen rapat dan perjanjian kredit untuk mengetahui apakah ada pembatasan dari rekening bank yang dimiliki perusahaan
ΓÇóPeriksa interbank transfer 1 minggu sebelum dan sesudah neraca, untuk mengetahui adanya kitting dengan tujuan untuk window dressing
ΓÇóPeriksa transaksi kas sesudah tanggal neraca (subsequent event) sampai mendekati tanggal selesainya pemeriksaan lapangan
•Jika ada saldo kas dan setara kas dalam mata uang asing per tanggal neraca, periksa apakah saldo tersebut sudah di konversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca, dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.
•Periksa apakah penyajian kas dan setara kas di neraca dan CALK, sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.
Sekian Jawaban saya, Terima Kasih🙏🏻